Bagi Orang Yang Salah Dalam Memahami Takdir, Bisa Berakibat Mengingkari Takdir

Bahaya Mengingkari Takdir

Iman kepada takdir merupakan bagian dari rukun iman. Pengingkaran terhadapnya menunjukkan kerusakan iman seseorang. Adakah orang yang mengingkari dan apa bahaya/akibat dari pengingkaran tersebut?

Rasulullah telah mengabarkan,

لِكُلِّ أُمَّةٍ مَجُوسٌ ومَجُوسُ أُمَّتِي الَّذِينَ يَقُولُونَ: لَا قَدَرَ، إِنْ مَرِضُوا فَلَا تَعُودُوهُمْ ، وَإِنْ مَاتُوا فَلَا تَشْهَدُوهُمْ

“Masing-masing umat mempunyai orang-orang Majusi, dan Majusi ummatku adalah orang-orang yang berkata, “Tidak ada takdir”. Bila mereka sakit, janganlah kalian menjenguknya. Bila mereka mati, janganlah kalian hadiri jenazahnya.” (HR. Ahmad, no. 5548, Syaikh al-Albani berkata, “Hadits ini hasan.”).

Teks hadits mengisyaratkan bahwa ada di antara umat beliau yang mengingkari takdir.

Dan, pengingkaran tersebut keluar dari perkataan mereka dengan jelas, yaitu, “Tidak ada takdir” yang berasal dari keyakinan mereka. Allahu a’lam. Semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut.

Orang-orang yang mengingkari adanya takdir, sungguh berada dalam bahaya. Di antara bahaya yang tengah menimpa mereka yaitu,

1. Tebusan dan taubatnya tidak akan diterima
Diriwayatkan dari Umamah, ia berkata, “Rasulullah bersabda,

ثَلاثَةٌ لا يُقْبَلُ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُمْ صَرْفاً، وَلا عَدْلاً: عَاقٌّ وَلا وَمَنَّانٌ، وَمُكَذِّبٌ بِقَدْرٍ

“Tiga macam orang yang tidak akan diterima taubat ataupun tebusan mereka, orang yang durhaka, yang suka mengungkit-ngungkit pemberian, dan yang mendustakan takdir.’” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim di dalam as-Sunnah, Syaikh al-Albani berkata, “Hadits ini hasan.”).

2. Tidak akan diterima infaqnya
Diriwayatkan dari Ibnu ad-Dailimi, ia berkata, “Aku mendatangi Ubay bin Ka’ab dan aku katakan kepadanya, ‘Terlintas dalam pikiranku sesuatu tentang masalah takdir.

Lalu sampaikanlah suatu perkataan kepadaku mudah-mudahan Allah menghilangkan keraguan dalam hatiku.’ Dia berkata,

لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ عَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ خَيْرًا لَهُمْ مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَلَوْ أَنْفَقْتَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ مَا قَبِلَهُ اللَّهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ وَلَوْ مُتَّ عَلَى غَيْرِ هَذَا لَدَخَلْتَ النَّارَ

“Seandainya Allah mengadzab seluruh penduduk langit dan bumi niscaya dia mengadzab mereka tanpa berbuat dzalim kepada mereka. Dan seandainya Allah merahmati mereka niscaya rahmat-Nya itu lebih baik bagi mereka dari amal-amal mereka.

Dan ketahuilah seandainya engkau menginfakkan emas sebesar gunung Uhud di jalan Allah niscaya Allah tidak akan menerima darimu hingga engkau beriman kepada takdir.

Dan engkau meyakini bahwasanya apa yang ditakdirkan menimpamu pasti tidak akan meleset darimu.

Dan apa yang ditakdirkan meleset darimu niscaya tidak akan menimpamu. Jika engkau mati di atas keyakinan selain keyakinan ini niscaya engkau masuk Neraka.”

Ibnu ad-Dailimi berkata, “Lalu akupun mendatangi Abdullah bin Mas’ud dan dia mengatakan hal yang sama. Kemudian aku mendatangi Hudzaifah bin Yaman dan dia juga mengatakan hal yang sama. Lalu aku mendatangi Zaid bin Tsabit dan dia menyampaikan kepadaku dari Nabi perkataan yang sama.” (HR. Abu Dawud, no. 4701).

3. Terancam oleh kecaman keras dan sikap berlepas diri para generasi terbaik ummat ini

Diriwayatkan dari Yahya bin Ya’mar, ia berkata, “Orang yang pertama kali berbicara tentang takdir di Bashrah adalah Ma’bad al-Juhani. Lalu aku pun berangkat bersama Humaid bin Abdurrahman al-Himyari untuk melaksanakan haji dan umrah.

Kami pun berkata, ‘Andaikata kita bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah kita akan menanyakan mereka tentang masalah takdir.’Akhirnya kami pun berkesempatan bertemu dengan Abdullah bin Umar Ibnu Khattab.

Dia memasuki masjid lalu aku dan sahabatku mengiringinya, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri.

Dan aku kira sahabatku menyerahkan pembicaraan kepadaku, lalu akupun berkata, ‘Wahai Abu Abdurrahman, telah muncul di tempat kami orang-orang yang membaca al-Qur’an, menuntut ilmu dan menelitinya. Dia pun menyebutkan keadaan mereka. Mereka meyakini tidak ada takdir dan bahwasanya semua perkara itu terjadi begitu saja’.”

Ibnu Umar berkata,

فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي مِنْهُمْ بَرِيءٌ وَأَنَّهُمْ مِنِّي بَرَاءُ، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ لَوْ كَانَ لِأَحَدِهِمْ مِثْلُ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Jika engkau berjumpa dengan mereka, maka beritahukanlah kepada mereka bahwasanya aku berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dariku.

Demi Allah yang Abdullah bin Umar bersumpah dengan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu menginfakkannya niscaya Allah tidak akan menerima darinya hingga ia beriman kepada takdir baik dan buruk.”

Kemudian ia berkata, ‘Telah mengabarkan kepadaku ayahku Umar bin Khaththab (lalu menyebutkan hadits Jibril yang panjang tentang Islam, iman, ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat),” (HR. Muslim, kisah ini disebutkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 177).

4. Tidak dapat merasakan manisnya iman dan tidak termasuk golongan ummat Muhammad

Diriwayatkan bahwa ‘Ubadah bin Ash-Shamit,ia berkata kepada anaknya, “Hai anakku, sungguh kamu tidak akan merasakan nikmatnya iman sebelum kamu meyakini bahwa sesuatu yang telah ditakdirkan mengenai dirimu pasti tidak akan meleset, dan sesuatu yang telah ditakdirkan tidak mengenai dirimu pasti tidak akan menimpamu. Aku telah mendengar Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya pertama-tama yang diciptakan Allah adalah Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya, “Tulislah!.”

Ia menjawab, “Ya Tuhanku! Apa yang hendak kutulis?”

Allah berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu sampai hari kiamat.”

Hai anakku! Aku pun telah mendengar Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang meninggal tidak dalam keyakinan ini, maka ia tidak termasuk umatku.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

5. Masuk ke dalam Neraka

Rasulullah bersabda,

إِنَّ الله عَزَّ وَجَلَّ لَوْ عَذَّبَ أَهْلَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ عَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ وَلَو رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ إياهم خَيرًا لَهُم مِن أَعمَالِهِم ، وَلَو أَنَّ لاِمرِئٍ مِثْلُ أُحُدٍ ذَهَباً يُنْفِقُهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتىَّ يَنفُدَهُ لاَ يُؤمِنُ بِالقَدَرِ خَيرِهِ وَشَرِّهِ دَخَلَ النَّار

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla seandainya mengazab penduduk langit dan bumi, tidaklah Dia berbuat Zhalim. Dan seandainya Allah merahmati mereka, maka rahmat-Nya yang diberikan kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka daripada amal-amal mereka.

Dan kalaulah seandainya seseorang mempunyai emas sebesar gunung Uhud yang ia infakkan di jalan Allah hingga habis sementara ia tidak beriman kepada takdir baik dan buruk, niscaya ia akan masuk ke dalam Neraka” (HR. ath-Thabrani di dalam Musnad asy-Syamiyyin).

Dalam suatu riwayat milik Ibnu Wahab disebutkan, Rasulullah bersabda,

فَمَن لَم يُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ أَخرَقَهُ اللَّه باِلنَّارِ

“Barangsiapa tidak beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk, maka Allah akan membakarnya dengan api Neraka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Wahab di dalam al-Qadar, no.26; Ibnu Abu Ashim di dalam as-Sunnah, no.111; dan al-Ajuri di dalam asy Syari’ah, hal.186.)

Demikianlah pembahasan seputar masalah bahaya mengingkari takdir, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam (Redaksi)

[Sumber: Disarikan dari beberapa sumber]

sumber : http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=712

Berikut ini pernyataan yang fatal membahas tentang takdir, menganggap Allah tidak adil, dan salah dalam memahami penjelasan Rasulullah tentang takdir, bahkan bertolak belakang

3:28
Supaya tidak cepet mati jaga kesehatan , hindari kematian

Ini adalah pernyataan yang sangat konyol.. Allah maha mampu membuat orang yang sehat walafiat itu mati, jika memang takdirnya demikian.

4:06
Sebab kematian dikurangi, maka tidak jadi mati

Kematian itu tidak bisa dimajukan atau dimundurkan, walaupun barang satu detik,. jika sudah takdirnya maka manusia akan mati,. walaupun tidak ada penyebab kematian sama sekali,.

Jadi penjelasan ini adalah penjelasan yang tidak benar.

4:30

Penjelasan takdir yang nyeleneh

Takdir itu ketentuan Allah melalui sunnatullah yang berlaku

4:49
Menganalogikan takdir dengan haus , ini penjelasan yang keliru,.

Padahal Allah sangat mampu membuat orang yg haus menjadi tidak haus lagi walaupun dengan tidak minum.. jika Allah mentakdirkan demikian, bagi Allah , Allah maha kuasa, rasa haus itu ciptaan Allah, maka Allah dengan mudah bisa menghilangkan rasa haus itu walaupun tidak dengan minum,.

5:18
Menganalogikan lapar,. Sama halnya dengan diatas,.

5:50

Tokoh ini mulai menjelaskan takdir dengan penjelasan yang tidak nabi ajarkan.

Bahkan dia menyatakan bahwa Allah TIDAK ADIL telah mentakdirkan orang yang berbuat baik selama hidupnya, lalu karena takdir orang tersebut masuk NERAKA,.

7:10

Orang sakit tidak usah berobat,.

Ini pemahaman yang rusak juga,. Padahal sakit itu takdir Allah, berobatnya orang yang sakit juga adalah Takdir Allah, sembuh atau tidaknya juga takdir Allah,.

Tokoh ini menyatakan jika Allah mentakdirkan seseorang yang beramal baik sepanjang hidupnya, lalu orang tersebut ditakdirkan masuk neraka,  berarti ALLAH TIDAK ADIL…

Perkataan ini mengingkari hadits Rasulullah yang menyatakan demikian, ada orang yang selama hidupnya berbuat baik, sehingga jarak dia dan surga itu tinggal sehasta, tapi takdir melampuinya hingga akhirya dia masuk neraka,..

Padahal mengingkari TAKDIR yang Allah tetapkan, ini bisa menyebabkan pelakunya KUFUR, keluar dari ISLAM,.

Tentang penjelasan bahwa MANUSIA ITU AKAN MASUK SURGA ATAU NERAKA itu sudah ditetapkan 50 RIBU TAHUN sebelum alam semesta ini diciptakan, bisa dilihat di postingan ini

Baca juga artikel tentang memahami takdir dengan benar, silahkan klik disini

Print Friendly, PDF & Email

Vidio Tentang Matinya Ulama Adalah Bencana Bgi Ummat Bisakah Manusia Mengingkari Takdir

25 Comments

  1. menit ke 2:16 di situ dinyatakan Allah tidak menentukan waktu ajal manusia…..naudzubillah…. pemahaman qodariyyah

    ada lagi, pak sukino mengatakan bahwa Allah tidak adil, ini sungguh kata-kata yang sangat lancang,. silahkan lihat di menit 5:40 mengingkari takdir, salah dalam menjelaskan hadits tentang ketetapan Allah terhadap takdir

    • JANGAN JAGO NGEDIT DONG COY, PINTER DIKIT KALO PUNYA OTAK WKWKWKW MAKANAN LU SAMPIS SIH GABLAK

      Berarti anda sedang mengolok-olok akun youtube MTA TV, buka dong mas video youtubenya,..
      Saya copy dari akun youtube MTA TV kok, karena saya punya OTAK,. makanya ambil langsung dari akun MTA , saya download dulu deh,

      https://www.youtube.com/watch?v=vDW1VLEQ3P8

  2. rasanya koq gak ada yang salah ya. pemahaman saya tentang takdir juga begitu.
    rasanya tdk mungkin ALLAH menetapkan bahwa si A masuk neraka (kasian dong si A).
    tentang kata2 ALLAH tdk adil ??????
    kalau berfikirnya positif maka tdk akan demikian pemaknaannya. semoga ALLAH mengampuni kita semua.

    terimakasih sudah komentar disini,.
    Jika pemahaman anda seperti itu, itu adalah pemahaman yang sangat keliru, sama dengan pemahaman tokoh MTA tsb, pemahaman yang sangat rusak, saya sudah postingkan artikel yang mudah-mudahan membuka wawasan anda tentang hal tersebut, silahkan buka disini

    Tentang kata-kata Allah tidak adil, tidakkah anda menonton video tersebut dan itu diucapkan dalam video tsb,. coba dengarkan lagi dengan seksama,

  3. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh
    Pak Bukankah MTA yang dikaji adalah Al-Quran tapi kenapa bisa melenceng apa mungkin dalam menafsirkan itu tidak baca dulu tafsir-tafsir yang telah mashur ya… . . .
    Wassalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Yang dikaji memang betul alquran, bahkan dalam kajian mereka pegang alquran plus terjemah, tapi cara menjelaskan makna alquran tersebut tidak membaca tafsir dari para ulama ahlusunnah, tidak membaca penjelasan Rasulullah tentang ayat tersebut, tapi pematerinya menjelaskan dari pemahaman dirinya sendiri, dari akalnya sendiri,.

    • MTA udah bener, yang ga bener website ini wkwkw biasalah haters gonna hate, kalo mau langsung aja ngaji ke MTAnya langsung biar tau gimana nyamannya disana dan tau secara langsung cara mengkajinya jangan terpengaruh dari website haha karena banyak banget video MTA yang di edit sama HATERS biar orang pada benci MTA, biasalah website mau famous kan begini contohnya HAHAH

      Berarti di tubuh MTA ada haternya ya??

      Makanya lihat dulu videonya,.. itu video resmi dari akun youtube MTA TV kok,.

  4. kalau saya simak videonya, kok gak ada yang aneh ya akh,
    yang mengingkari takdir di video itu bagian yang mana akh?

    Terimakasih mas andi, sudah saya tambahkan penjelasan dari video tersebut, juga menit-menitnya

  5. Berarti pemahaman yang benar bagaimana ya mas, kalau masuk surga dan neraka sudah ditentukan.
    Masak kita bsok kalau ditanyain malaikat bilang masuk neraka sudah takdirku ?

    Sikap yang benar adalah kita beriman kepada TAKDIR, baik takdir baik atau buruk,
    Dan tidak ada satupun manusia yang mengetahui TAKDIR yang akan menimpanya, itu hal yang ghaib,
    Semua yang akan terjadi kepada makhluk di alam semesta ini, sudah Allah tetapkan 50 ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan,.
    Dan Allah tidak boleh ditanya tentang apa yang dilakukan oleh Allah, kita yang akan ditanya,.

    Selengkapnya penjelasan tentang takdir, bisa di baca di postingan ini

  6. jika ada perbedaan pendapat kembalikan ke al-quran dan as sunnah.
    jika anda merasa keberatan tentang suatu hal, bertabayunlah.
    apa anda mau memakan bangkai saudarra kalian sendiri?
    sungguh sudah bisa di anggap seseorang itu jelek bila merendahkan sesama.
    “ini untuk saya sendiri” Ya Allah ampunilah saya

    Terimakasih mba agni,.
    Dan penjelasan pak sukino diatas, itu MENYALAHI ALQURAN DAN HADITS,. jadi ga perlu tabayyun kepada pak sukino, justru WAJIB MENJELASKAN PENYIMPANGAN pemikirannya tentang takdir yang menyelisihi alquran dan hadits,.

  7. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh
    Kalau begitu bagaimana pengertian anda tentang takdir, jika ada pendapat seseorang yang berbeda dengan anda kita tidak harus menyalahkan belum tentu pendapat kita yang benar mungkin malah pendapat kita yang salah, yang mengetahui kebenaran hanya ALLOH SWT
    Terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih,.
    Pengertian tentang takdir sudah dijelaskan diatas,.
    Adapun jika ada penjelasan tentang takdir yang MENYELISIHI ALQURAN DAN HADITS, seperti yang dijelaskan oleh pak sukino, maka wajib dijelaskan kepada masyarakat tentang penjelasannya yg super ngawur tersebut,.. bukan tabayyun ke pak sukino,.
    Tapi jelaskan penjelasan yang benar, dan jelaskan ngawurnya penjelasan yang ngawur tersebut,.

  8. setelah saya amati dg tenang bukan dg kebencian apa yg diterangkan MTA tidak salah…

    bukan ingkari takdir…tp kalau pasrah pada takdir nek wes takdire masuk Sorga tdk usah beribadah ya masuk Surga apa begitu mas…..

    padahal Sorga buat orang beribadah yg tekun …..coba dipikir …..

    salah paham toh mas, lah wong sahabat saja bertanya kepada Rasulullah seperti itu, dan itu dijawab oleh rasulullah dengan jelas, dan jawabannya bukan seperti yang terlontar dari mulut pak sukino,.yang berkata ALLAH TIDAK ADIL,. na’udzubillahi min dzalik

  9. kalau ada yang bilang gak ada salah , berarti dia belum paham apa itu konsep islam , ini mah , udah pake akal semua pendapat pak sukino , sampe ajal bisa di ulur .. auzubillah ..

    Ya, betul kang obie,. kalau akal yang sebagai acuannya, maka akan semakin rusak agama ini,.

    • Website lo yang rusak bodoh! use ur brain bitchesss

      rusak menurut orang yang rusak, kalau orang pinter atau yang mau belajar biar pinter sih,. ini web yang bagus,

  10. Astghfirullah….

    Pengikut MTA wajib perbanyak istighfar, dan bertaubat dari mengikuti pemikiran yang menyimpang seperti apa yang diusung oleh tokoh MTA tersebut,

  11. Halaaah admin nya LEBAY… kata2 “Allah tidak adil” hanya perumpamaan saja…

    Saya buka orang MTA, tp pemaparan ustads tadi juga wajar aja, cuma kasih analogi saja.

    Gak usah LEBAY ah, hati2 tulisan sampeyan yang LEBAY bisa memunculkan perdebatan antar umat muslim..

    Tapi analogi yang ngawur dan fatal

  12. Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabaraakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya tidak mendukung siapapun, hanya saya coba memberikan pendapat mengenai penilaian Penulis tetang statement pada menit 5:50 bahwa “Tokoh MTA mulai menjelaskan takdir secara ngawur,. Bahkan dia menyatakan bahwa Allah TIDAK ADIL telah mentakdirkan orang yang berbuat baik selama hidupnya, lalu karena takdir orang tersebut masuk NERAKA,.”

    Mudah2an Penulis hanya salah memahami dan hanya mengutip kalimatnya sepotong atau tidak secara utuh. Begitu juga penilaian Penulis untuk yang lainnya.

    Menurut saya statement tersebut harus dipahami mulai menit 5:38 – 6:07 yg transkripnya kurang lebih sbb:

    *Transkrip*

    5:38 TAPI MEMANG ADA YG MEYAKINI TAKDIR itu sudah di tentukan dari sana.
    5:42 Ditentukan! ketika orang sudah dibuat oleh Allah dalam perut wujud ruh nya, di hembuskan oleh Allah ruh, ditentukan lahirnya, ditentukan umurnya, ditentukan kaya miskinnya ditentukan kafir dan imannya.
    5:58 KALAU DIPAHAMI SEPERTI ITU..waah…Allah TIDAK ADIL itu…
    6:02 Sudah ditentukan iman dan kafirnya, yaa CELAKA orang yg ditentukan oleh Allah jadi orang kafir…..

    *Akhir transkrip”

    Kalau dipahami secara utuh seperti transkrip diatas, menurut saya Penceramah hanya menjelaskan ada yang memahami TAKDIR seperti yang dijelaskan pd mulai menit 5:38 s/d 5:57, maka Penceramah menyatakan “KALAU dipahami seperti itu Allah TIDAK ADIL”.

    Jadi dari kalimat tersebut, tidak ada maksud maupun pemahaman dari Penceramah bahwa Allah TIDAK ADIL.

    Terima kasih,
    Faisal

    Salah, justru pemahaman yang benar adalah mengimani bahwa TAKDIR ITU SUDAH ALLAH TENTUKAN, Allah sudah menentukan orang itu menjadi beriman atau KAFIR,.

    Nah , menurut pak sukino, kalau ada yang meyakini bahwa orang itu sudah ditentukan takdirnya dia itu menjadi KAFIR, maka Allah tidak ADIL,. ini adalah pemahaman pak sukino yang sangat ngawur dan FATAL,.

    tolong anda transkripkan secara utuh video pak sukino tersebut, durasi 13 menit,

  13. ngaji saja yg banyak mas,nanti kan sampaean paham

    Tempat kajian SALAFI sangat banyak mas, demikian pula para ustadznya, tersebar di seluruh indonesia,. ga seperti MTA,.

  14. Sungguh kasihan warga mta ,mereka tdk mnyadari atas penyimpangan ini,pdhal ancamanya sungguh mngerikan!!!
    Atau krn sbnernya memang mrk tdk faham tentang iman pd takdir yg baik dan yg buruk sehingga mrk hnya membeo pd ustdnya saja.

  15. Lihatlah segala sesuatu itu dengan ilmu dan iman.

    Jd gak salah artikan liat video ini. Klo salah y salah klo bnar y bnar.

    Klo nonton video ini krng ilmu pasti gak nyambung malah bwt fitnah

    Justru kalau paham ilmu dan beriman pada takdir dgn pemahaman yang benar, maka akan menyimpulkan video diatas itu video yg jauh dari kebenaran, pemahaman yang menyesatkan, tokoh tersebut sedang menimpakan fitnah kepada kaum muslimin

  16. kalo menurut saya….bahasa penyampaian dan jabarannya kurang….sehingga timbul kerancuan dalam mentafsir video tersebut….

    dan kalo memang kita mengangap ada kata yang salah divideo tersebut jangan diambil negatifya. dan menyalahkan….

    mungin kita bisa mencari kebenaran ke narasumber lainnya….

    bukan menjas manusianya karena kebenaran tidak datang dari dia melainkan dari Nya. jadi ambil positifnya dan bila ragu bisa dicari kebenaran dari narasumber yang lain…

    Justru karena pemaparannya yg sangat fatal, maka kaum muslimin harus diingatkan dari bahaya pemikiran tokoh tersebut,

    kita menjelaskan pemikiran menyimpang yang disampaikan tokoh tersebut, bahkan sampai tokoh tersebut menyatakan Allah TIDAK ADIL, inikan menjas Allah, kurang ajar orang ini,

    Bahkan video-video lain pun sangat banyak yang ngawur, terutama dalam sesi tanya jawab,. sangat banyak videonya bertebaran di internet ucapan tokoh MTA tersebut

  17. assalamu’alaikum….
    ya ahwan…klw saya liat sih vidio trsb tak ada kata menyimpang, menurut ana sih begitu, tp yakin antum cendrung tuk tak setuju dan tendensius,
    ana juga tak ngerti antum begitu padahal sbg mantan saya yakin dulu antum bisa didiskusikan hal itu,
    knp hoax di medsos, sesama muslim kurang baik

    Berarti anda belum paham masalah takdir secara benar,. sehingga tidak bisa melihat kesalahan yang FATAL dalam video tersebut,.
    padahal di postingan SUDAH saya rinci menit dan detiknya

  18. Anda berkata seperti itu semua dengan landasan kebencian terhadap MTA ?
    Apa benar?
    Anda mencari” kesalahan Drs ahmad sukina.
    Apa anda syirik dgn MTA ?
    Sehingga anda mencari” kesalahannya?
    Menurut sya video unggahan tersebut klo di ambil manfaatnya bagus.
    Tp klo anda syirik maka itu merugikan diri anda sendiri.

    Belajar akidah yang benar mas ,. nanti akan tahu betapa banyak yang disampaikan oleh pak sukino itu tidak seperti yang Rasulullah jelaskan,..

  19. Dimana mana orang yang benar dimusuhi dan difitnah..

    Karna takut bgi orang orang jahil jdi bumerang…

    Smoga yang merasa benar dan pintar ini cpet dapet hidayah biar dya tw yng mna hak dan batil amin….

    Jelas yang disampaikan oleh tokoh MTA tersebut adalah pembodohan pada jamaah mta yang rata-rata orang awam,

    Mudah2an Allah berikan hidayah taufik pada pak sukino dan jamaahnya

    • beener banget dah, ini website terbodoh because they don’t understand about what pak sukino said..

      salah banget dah, I don’t understand about what pak sukino said??..
      Oh no man,.. justru I’m very understand about what pak sukino said,.
      Pak sukino said very ngawure,..
      Bagi yang paham akidah dan pemahaman sahabat, maka perktaan pak sukino yang ada di video tersebut sangatlah ngawur, dan FATAL..

      ini website mau ngelawak sama mau famous keknya jahahahaha

      malu maluin ngebuat berita jelek tentang MTA,

      Bukan berita jelek tentang MTA mas, bukan malu-maluin, justru saya sih merasa malu, kok ya ada tokoh yang menjelaskan masalah takdir seperti itu,.
      Saya kasihan sama jamaahnya yang manggut-manggut aja mendengarkan penjelasan yang salah dan FATAL tersebut,.
      Dan video di atas, saya ambil dari akun youtube MTA TV sendiri, jadi bukan saya yang ngedit,..

      kalo mau bikin website yang bagusan dikit kualitasnya jangan ecek ecek mas mbak hahah stupid as fuck!!

      Ecek-ecek begini saja sudah bisa menggelitik , bagaiaman ga ecek-ecek ya?

      • Sekarang saya tanya , mengapa sunami di jepang bisa meminamilisir korban.,
        tidak seperti kejadian di Aceh yg lbh banyak korban,
        apakah ini taqdir atau memang jepang berusaha untuk meningkatkan kecerdasan , ketrampilan dan teknologi untuk penanggulangan bencana ….mikir..tuh…mikir

        Baik, saya jawab..
        Musibah, bagi umat islam itu bisa jadi sebagai penebus dosa,.
        Tapi bagi orang kafir, musibah itu ADZAB,..

        Dan musibah yang terjadi,itu semuanya adalah TAKDIR,.
        Sedikitnya korban tsunami di negara KAFIR, yang menjadi korban orang kafir, dan di akherat orang kafir itu langsung dicemplungkan ke NERAKA,
        Tapi jika yang terkena musibah itu UMAT ISLAM, bisa jadi itu penebus dosa, jadi sedikit atau banyaknya bukan parameter, karena tidak semua MUSIBAH itu berarti JELEK bagi umat islam, bisa jadi itu lebih baik,.

        Dan ingat, musibah itu tidak selalu dengan bencana, ada orang yang ditimpa musibah atau dicoba dengan kenikmatan dunia,
        Dan musibah yang menimpa agama, itu jauh lebih besar dari sekedar tsunami,..

        Jadi… mikir,,…tuh, mikir,.. bukan wawasan anda,..

        Kecanggihan teknologi yang ada di jepang, itu juga TAKDIR,. Allah sudah takdirkan,50 ribu tahun sebelum alam ini diciptakan,.

  20. I LOVE MTA, THIS IS THE BEST PLACE!!!
    IGNORE HATERS, THEY JUST DON’T LIKE MTA, MTA IS SO GOOD FOR YOU GUYS..
    DON’T EVER FORGET IT!!!
    HATERS GONNA HATE HAHAH ALLAH BLESS US:)

    Thanks,.
    This is article for you ,..
    Read it now… oke,.

    Is the will of Allaah the reason why people go astray?

    When a person goes astray and deviates, does that happen by the will of Allaah or does Allaah not decree that?

    Praise be to Allaah.
    Shaykh al-Shanqeeti (may Allaah have mercy on him) said:

    Allaah says (interpretation of the meaning):

    “He whom Allaah guides, he is the rightly-guided; but he whom He sends astray, for him you will find no Wali (guiding friend) to lead him (to the Right Path)”[al-Kahf 18:17]

    In this aayah, Allaah explains that guidance and misguidance are in His hand alone; whomsoever He guides none can lead astray, and whomsoever He sends astray, none can guide. This meaning is also expressed in many other aayahs, such as the following (interpretation of the meaning):

    “He whom Allaah guides, he is the rightly-guided; but he whom He sends astray, for him you will find no Wali (guiding friend) to lead him (to the Right Path).”[al-Israa’ 17:97]

    “Whomsoever Allaah guides, he is the guided one, and whomsoever He sends astray, — then those! they are the losers”[al-A’raaf 7:178]

    “Verily, you (O Muhammad) guide not whom you like, but Allaah guides whom He wills”[al-Qasas 28:56]

    “And whomsoever Allaah wants to put in Al-Fitnah (error, because of his rejecting of Faith), you can do nothing for him against Allaah”

    [al-Maa’idah 5:41]

    “If you (O Muhammad) covet for their guidance, then verily, Allaah guides not those whom He makes to go astray (or none can guide him whom Allaah sends astray). And they will have no helpers”

    [al-Nahl 16:37]

    “And whomsoever Allaah wills to guide, He opens his breast to Islam; and whomsoever He wills to send astray, He makes his breast closed and constricted, as if he is climbing up to the sky”

    [al-An’aam 6:125]

    And there are very many similar aayahs.

    From these and similar aayahs in the Qur’aan it may be understood that the view of the Qadariyyah, who say that man is independent in his actions, whether good or bad, and that does not happen by the will of Allaah but rather by the will of the person, is false. Glorified and exalted be Allaah far above anything happening in His dominion that does not happen by His will.

    source : https://islamqa.info/en/22236

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*