Apakah Allah Tidak Adil Jika Memasukkan Hambanya Ke Neraka? Menjawab Kerancuan Pemahaman yang KELIRU

Kasihan Orang Yang Sudah Ditakdirkan Masuk Neraka?

Assalamualaikum ustadz,

Ana pernah dengar kalau jodoh, rizki, mati, takdir buruk/baik telah ditetapkan jauh sebelum kita lahir ke dunia.

Kalau memang demikian bukankah kalau seseorang telah ditakdirkan (misalnya menjadi ahli neraka) padahal di dunia ia berusaha untuk menjalankan ibadah sebaik mungkin sesuai syariat, kalau pada akhirnya ia telah ditakdirkan masuk neraka, alangkah sedihnya dia..kasihan ya ustadz..sia-sia apa yang telah dia kerjakan.
Mohon penjelasannya tentang takdir ini.

Syukron

Penanya : Akhwat
Daerah Asal : Jakarta

Jawab :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ya, semua yang Anda sebutkan telah ditentukan oleh Allah ta’ala. Ini didasarkan dari hadits:

حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوقُ، «إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ إِلَيْهِ مَلَكًا بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، فَيُكْتَبُ عَمَلُهُ، وَأَجَلُهُ، وَرِزْقُهُ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُ الجَنَّةَ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ، حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، فَيَدْخُلُ النَّارَ»

Telah bercerita kepada kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ialah orang yang jujur serta berita yang dibawanya adalah benar: “”Setiap orang dari kalian telah dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari kemudian menjadi ‘alaqah (zigot) selama itu pula kemudian menjadi mudlghah (segumpal daging) selama itu pula kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan dengan empat ketetapan (dan dikatakan kepadanya), tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, sengsara serta bahagianya, lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang akan ada yang beramal dengan amal-amal penghuni neraka hingga tak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sejengkal saja lalu ia didahului oleh catatan (ketetapan taqdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga kemudian masuk surga, dan ada juga seseorang yang beramal dengan amal-amal penghuni surga hingga tak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sejengkal saja, lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka lalu dia masuk neraka. HR. Bukhari no.3332 dan Muslim no.2643

Perlu difahami bahwa ini tidak berarti bahwa Allah ta’ala mendholimi hambanya yang bertahun-tahun banyak melakukan kebaikan, akan tetapi ada makna lain yang tidak nampak di dhohir hadits tersebut yaitu orang yang termasuk ahli neraka itu melakukan amalan kebaikan hanya dhohirnya saja, adapun batinnya maka niatnya tidaklah murni karena Allah ta’ala. Kesimpulan ini didasarkan pada hadits lain yang diriwayatkan oleh imam Bukhari juga:

عَنْ سَهْلٍ، قَالَ: التَقَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالمُشْرِكُونَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ، فَاقْتَتَلُوا، فَمَالَ كُلُّ قَوْمٍ إِلَى عَسْكَرِهِمْ، وَفِي المُسْلِمِينَ رَجُلٌ لاَ يَدَعُ مِنَ المُشْرِكِينَ شَاذَّةً وَلاَ فَاذَّةً إِلَّا اتَّبَعَهَا فَضَرَبَهَا بِسَيْفِهِ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَجْزَأَ أَحَدٌ مَا أَجْزَأَ فُلاَنٌ، فَقَالَ: «إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ»، فَقَالُوا: أَيُّنَا مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، إِنْ كَانَ هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ؟ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَوْمِ: لَأَتَّبِعَنَّهُ، فَإِذَا أَسْرَعَ وَأَبْطَأَ كُنْتُ مَعَهُ، حَتَّى جُرِحَ، فَاسْتَعْجَلَ المَوْتَ، فَوَضَعَ نِصَابَ سَيْفِهِ بِالأَرْضِ، وَذُبَابَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ، ثُمَّ تَحَامَلَ عَلَيْهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَجَاءَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ، فَقَالَ: «وَمَا ذَاكَ». فَأَخْبَرَهُ، فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ، فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ، وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ»

Dari Sahal ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berhadapan dengan Kaum Musyrikin di peperangan beliau, lalu mereka saling menyerang. Kemudian masing-masing pasukan bergabung dengan bala tentara mereka. Sementara diantara Kaum Muslimin terdapat seseorang yang tidak menyisakan seorang musyrik pun kecuali ia terus mengejarnya untuk dipenggal dengan pedangnya.

Seseorang berkata; “Wahai Rasulullah, tidak ada seorangpun yang mendapat ganjaran pahala sebagaimana yang didapat si fulan.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh orang itu termasuk penduduk neraka.”

Mereka balik bertanya; “Kalau begitu siapa diantara kami yang menjadi penduduk surga bila orang seperti ini termasuk penduduk neraka?.”

Kemudian seorang laki-laki dari kaum Muslimin berkata; “Aku akan mengikutinya”. Maka dia mengikuti orang tersebut, hingga ketika dia mempercepat langkah atau memperlambatnya, aku selalu bersamanya. Akhirnya dia mendapatkan luka parah, kemudian ia ingin segera mati, dia meletakkan pedangnya di tanah dan ujung pedangnya diletakkah diantara dua dadanya, lalu dia menekannya, akhirnya dia membunuh dirinya sendiri.

Maka orang yang mengikutinya tadi pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Aku bersaksi bahwa tuan adalah benar-benar utusan Allah”.

Beliau bertanya: “Kenapa kamu berkata begitu?”.

Orang itu mengabarkan kepada beliau.

Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya ada seseorang yang beramal dengan amalan penduduk surga berdasarkan yang nampak oleh manusia padahal dia dari penduduk neraka. Dan ada seseorang yang mengamalkan amalan penduduk neraka berdasarkan yang nampak oleh manusia padahal dia dari penduduk surga.” HR. Bukhari no. 4207

Pendapat ini dipilih oleh sebagian ulama’, termasuk syaikh Utsaimin. lih. Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin 2/100-101

sumber : http://www.salamdakwah.com/m/baca-pertanyaan/ditakdirkan-menjadi-ahli-neraka.html#.U7HpTZSSxA0

Silahkan perhatikan ucapan tokoh  dalam video ini yang menyatakan bahwa Allah tidak adil, sungguh ucapan yang tidak layak diucapkan oleh orang yang memahami hadits diatas dengan benar.

3:28
Supaya tidak cepet mati jaga kesehatan , hindari kematian

Ini adalah pernyataan yang sangat konyol.. Allah maha mampu membuat orang yang sehat walafiat itu mati, jika memang takdirnya demikian.

4:06
Sebab kematian dikurangi, maka tidak jadi mati

Kematian itu tidak bisa dimajukan atau dimundurkan, walaupun barang satu detik,. jika sudah takdirnya maka manusia akan mati,. walaupun tidak ada penyebab kematian sama sekali,.

Jadi penjelasan ini adalah penjelasan yang ngawur

4:30

Penjelasan takdir yang nyeleneh

Takdir itu ketentuan Allah melalui sunnatullah yang berlaku

4:49
Menganalogikan takdir dengan haus yang keliru,.

Padahal Allah sangat mampu membuat orang yg haus menjadi tidak haus lagi walaupun dengan tidak minum.. jika Allah mentakdirkan demikian, bagi Allah , Allah maha kuasa, rasa haus itu ciptaan Allah, maka Allah dengan mudah bisa menghilangkan rasa haus itu walaupun tidak dengan minum,.

5:18
Menganalogikan lapar,. Sama halnya dengan diatas,.

5:50

Tokoh ini mulai menjelaskan takdir secara ngawur,.
Bahkan dia menyatakan bahwa Allah TIDAK ADIL telah mentakdirkan orang yang berbuat baik selama hidupnya, lalu karena takdir orang tersebut masuk NERAKA,.

7:10

Orang sakit tidak usah berobat,.

Ini pemahaman yang rusak juga,. Padahal sakit itu takdir Allah, berobatnya orang yang sakit juga adalah Takdir Allah, sembuh atau tidaknya juga takdir Allah,.

Tokoh ini menyatakan jika Allah mentakdirkan seseorang yang beramal baik sepanjang hidupnya, lalu orang tersebut ditakdirkan masuk neraka, eh kata sukino berarti ALLAH TIDAK ADIL…

Ini perkataan orang yang bodoh, mengingkari hadits Rasulullah yang menyatakan demikian, ada orang yang selama hidupnya berbuat baik, sehingga jarak dia dan surga itu tinggal sehasta, tapi takdir melampuinya hingga akhirya dia masuk neraka,..
Sama tokoh ini DIINGKARI,. Menyatakan ALLAH TIDAK ADIL,.

Padahal mengingkari TAKDIR yang Allah tetapkan, ini bisa menyebabkan pelakunya KUFUR, keluar dari ISLAM,.

Tentang penjelasan bahwa MANUSIA ITU AKAN MASUK SURGA ATAU NERAKA itu sudah ditetapkan 50 RIBU TAHUN sebelum alam semesta ini diciptakan, bisa dilihat di postingan ini

Baca juga artikel tentang memahami takdir dengan benar, silahkan klik disini

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*