• Sat. Nov 28th, 2020

aslibumiayu.net

Bisa Karena Terbiasa

Dialog Seru Dengan Pembaca Blog Mengupas Bidah Plus Video

Dialog Tentang Bidah Dan Apa Yang Termasuk Katagori Didalamnya

stop nuduh bidahSetelah membaca tanggapan pembaca blog di kolom komentar postingan ini saya tergerak untuk mengangkat hal tersebut menjadi satu postingan tersendiri.

Kenapa? Karena hal tersebut sering terus berulang ditanyakan, yaitu tidak pahamnya mana sih yang termasuk urusan dunia dan urusan ibadah, sehingga urusan dunia dianggap bidah, padahal Rasulullah sendiri mengatakan “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”.

Akibat hal tersebut sering disampaikan oleh pembaca yang belum paham tentang bidahnya pesawat,mobil,hape,internet,blog, dll.

Jika bidah itu adalah hal-hal yang demikian, masih sangat banyak yang akan dikatagorikan sebagai bidah, dari yang melekat ditubuh kita sendiri, hingga rumah kita, perabot dapur, dan hasilnya, sungguh sangat memberatkan kita.

Kita bisa membayangkan jika hal tersebut dimasukan bidah, contoh, kompor gas bidah, listrik bidah,setrika bidah,rumah kita bidah,pakaian kita bidah,dll

Baiklah, selanjutnya kita simak dialog tersebut, tulisan warna hijau adalah tanggapan dari pembaca blog ini.

Jika tiap bid’ah adalah sesat (dhalalah) berarti:

1. ketika adzan dengan speaker itu bid’ah, karena adzan pada zaman Rasulullah s.a.w. adzan tidak dengan speaker dan mic.

Jika adzannya ada tambahan shalawat sebelumnya, YA itu bidah, walaupun tidak pakai MIC dan speaker, speaker dan mic adalah alat utk mengeraskan adzan,. sarana saja, bukan sebagai syarat sahnya adzan itu hrs pakai mic,. sebagaimana wudhu, apakah harus pakai kran air sebagai tempat ngocornya air?? ini sebagai sarana saja utk memudahkan kita dalam beribadah

2. ketika sholat menggunakan celana panjang, karena pada zaman Rasulullah s.a.w. menggunakan gamis.

Pakaian yg digunakan oleh rasulullah , tidak ada kewajiban bagi kita untuk memakainya, sebab rasulullah tidak memerintahkannya,. yang diperintahkan adalah memakai pakaian diatas mata kaki bagi laki2, ini ada perintahnya, dan dalam hal ini pakaian dikembalikan kepada umumnya masyarakat,.. dulu di arab kebanyakan memakai gamis atau jubah, maka rasulullah pun memakainya, tapi rasulullah tidak isbal ( memakai pakaian yg melewati mata kaki)

3. penyusunan mushaf al-Quran oleh Ustman bin Affan (Khulafaur Rashidin), karena pada zaman Rasulullah s.a.w. kebanyakan ayat al-Quran dihafal.

Kenapa? karena di jaman rasulullah wahyu masih turun, jadi rasulullah tidak membukukannya,. bukankah kata lain dari alquran adalah alkitab?? apa arti alkitab mas?? apakah berupa lembaran-lembaran??

sedangkan rasulullah memerintahkan kita untuk mengikuti sunnah beliau dan sunnah khulafaur rasyidin,.. nah, siapa yg membukukan alquran? bukankah termasuk khulafaur rasyidin? maka apa yg mereka lakukan bukanlah suatu kesalahan, bahkan termasuk sunnah rasulullah juga, karena rasulullah yg merekomendasi agar kita mengikuti sunnah khulafaur rasyidin,

4. dakwah melalui internet, karena pada zaman Rasulullah s.a.w. berdakwah face-to-face.

Internet hanya sarana dakwah saja, sebagaimana radio,televisi, dulu juga jaman rasulullah mereka berdakwah tidak bawa kitab, blm ada shahih bukhari,muslim, dll , apakah salah?

5. pelafaldzan tulisan arab (fathah, kasroh, dhomah, dll), karena pada zaman Rasulullah s.a.w. tulisan arab beda dengan yang sekarang.

Tulisan arab jaman rasulullah tidak ada titiknya mas, jadi huruf ta,tsa,ba,nun, itu sama semua,. kebayang deh kalau di jaman sekarang,.. para shahabat itu pinter mas,. kita bukanlah para sahabat, alhamdulillah di jaman Ali bin abi thalib tulisan arab diberikan harakat,titik, sehingga ini memudahkan kaum muslimin setelahnya untuk membaca dan mempelajarinya,.

Rasulullah juga tidak mengajarkan nahwu,sharaf, karena tidak ada mas, apakah ini bidah juga?? tentu tidak mas, ini sebagai sarana saja,

6. masjid menggunakan keramik, karena pada zaman Rasulullah s.a.w. masjid tanpa alas keramik.

Mungin anda perlu mempelajari dulu, apa definisi bidah,. bidah itu terbatas pada ibadah saja mas,.. bukan sarana ibadah dimasukkan ke dalam bidah, urusan dunia tidak masuk ke dalam bidah, silahkan baca disini tentang apa itu bidah

dapatkah kita kembali seperti zaman Rasulullah s.a.w., sedangkan kita mengikuti perkembangan zaman ?

Jalan satu-satunya agar islam kembali jaya adalah dengan cara mengikuti cara berdakwahnya rasulullah, mendakwahkan islam dengan pemahaman generasi yg dibina langsung oleh rasulullah, yaitu pemahaman para sahabat,. itulah satu-satunya jalan keselamatan dan kejayaan islam,. dan Islam sangat cocok di semua jaman, Islam tidak akan pernah ketinggalan jaman, Justru pemahaman Islam yang benarlah satu-satunya solusi di jaman seperti sekarang ini, bukan merubah atau menambah-nambah ajaran islam itu sendiri,.

penamaan masjid contoh: Masjid Persis al-Hikmah
tidakkah itu bid’ah ?

SEkali lagi, bangunan masjid itu sarana ibadah, mau dinamain atau tidak , itu semua tdk berpengaruh kepada ibadah kita,. asal masjid itu sesuai syar’i, tidak ada kuburan didalamnya , bukan masjid dhirar,. apanya yg bidah? apakah masjid itu bentuknya juga harus seperti masjid nabawi yg dibangun oleh rasulullah??

tapi menurut al-Imamusy Syafi’i, bid’ah dibagi menjadi 2 karena pertimbangan dan penafsiran beliau…

Betul, menurut imam syafii, tapi sudahkah anda membaca penjelasan imam syafii ttg yg beliau maksud tersebut? baca dulu dong mas, jangan cuma menyebut imam syafii membagi bidah menjadi dua, bidah hasanah dan bidah dhalalah,. tapi tidak paham maksud imam syafii tersebut, lalu menafsirkan sendiri yang dimaksud bidah hasanah itu adalah ini, dan yg dhalalah adalah itu,.. padahal maksud imam syafii bukanlah demikian,.

jika menafsirkan suatu dalil, Anda harus mempunyai 15 ilmu (nahwu, shorof, dll), jangan menafsirkan sendiri, karena menafsirkan sendiri akan membawa hawa nafsu.

Nah lho,… tidak ada ceritanya mas, menafsirkan dalil dgn ilmu nahwu, shorof,.. karena ilmu tersebut tidak ada di jaman nabi,.
cara menafsirkan alquran adalah, 1. Alquran ditafsirkan dengan alquran 2. Alquran ditafsirkan dengan sunnah rasulullah 3. Alquran ditafsirkan dengan parkataan para sahabat,.
Dan Alhmdulullah, buku tafsir yg sesuai dengan pemahaman para sahabat sdh ada, sdh dibukukan, contoh tafsir ibnu katsir,

betul kata anda, jangan menafsirkan sendiri,. sebab bisa terjerumus kedalam hawa nafsu, tinggal baca saja apa yg ditafsirkan oleh para sahabat, generasi yg dibina langsung oleh rasulullah,. apa susahnya?

sekian, semoga kita termasuk ahlus sunnah wal jama’ah…’amiin

Amiin,.. dan ahlussunnah bukanlah pengakuan atau klaim belaka,.
Dari katanya saja Ahlu Sunnah ,.. tidak mungkin ahlu sunnah kok melakukan amalan-amalannya adalah amalan yg bidah , jadi ahlu bidah dong,.. jadi pengakuannya adalah omdo saja, omong kosong,. jika ingin jadi ahlussunnah, pelajarilah sunnah ini, bukan malah menolak sunnah-sunnah yg shahih dari rasulullah, dan mengamalkan praktek2 kebidahan,.. sebagaimana banyak dilakukan oleh sekelompok orang/ormas yg mengaku sebagai ASWAJA , ironis deh,..

Tonton nih video bagus, durasi 7 menit, mudah2an Allah memberikan hidayah kepada kita semua,

satu lagi…
jika bid’ah itu benar – benar sesat, kita di Indonesia yang ingin berangkat haji haruskah naik unta ke makkah dan berjalan kaki ?

terimakasih mas Rifqi, pertanyaan yang sangat bagus,.
sepertinya anda belum membaca artikel tentang bidahnya pesawat ya,.. silahkan lihat disini mas,. betul sekali, pesawat itu bidah,

karena itu, bid’ah hasanah…janganlah menafsirkan hadist dengan sendiri 🙂

Kalau bid’ah hasanah itu penjelasan dari rasulullah atau bukan mas?? he..he..he..janganlah menafsirkan hadist dengan sendiri 🙂

Silahkan lihat video durasi singkat, cuma 7 menit, buat pencerahan kepada kita semua,.

Print Friendly, PDF & Email