Kenapa Syiah Membenci Yazid bin Muawiyah? Padahal Husain Tidak Menolak Baiat Kepadanya, Bahkan Yazid Didoakan Ampunan Oleh Rasulullah

Apakah Husein bin Ali menolak Baiat Kepada Yazid?

 

Print Friendly, PDF & Email

Munafik Pembunuh Cucu Rasulullah Siapa Yazid Muawiyah Pengangkatan Rasul Makam Yazid Bin Muawiyah Siapakah Yazid Dan Muawiyah Dlm Pandangan Islam?

7 Comments

  1. “benih benih agama syiah” dimunculkan oleh kaum munafik krn tdk suka agama islam mulai diterima di jazirah arab.

    kaum munafik tsb berkedok mendukung ali, sampai munculnya dakwah abdl saba yg menuhankan ali dan menghujat semua sahabat Nabi,,,,

    kebencian thdp sahabat sahabat Nabi yg mesyiarkan dan meluaskan islam ke seantero bumi menimbulkan dengki yg mendarah daging, berkarat dalam otak munafik munafik pemgikut saba dengki dan benci thd para sahabat Nabi tsb diturunkan ke setiap generasi munafik hingga saat ini.

    namun sejarah ditangan org org jujur akan terus mencatat kemulyaan sahabat sahabat Nabi dengan tinta emas.

    silahkan pupuk kedengkian dan kebencian mu hai ular sawa 27 dan munafik munafik.

    tanpa kau utarakan juga (keluar dari islam) sesungguhnya ucapan mu telah mengeluarkan kau dari barisan umat Rasullullah,

    Terimakasih, sejalan dengan ucapan Imam Malik, barangsiapa mencela sahabat,mereka tidak ada tempat dalam islam, sudah diposting disini

  2. Penulis blog ternyata fansboy Ummayah. Sangat terlihat penulis sudah termakan dengan propaganda Ummayah terdahulu.

    Dalam Sejarah Muawiyah itu bisa dikatakan pemberontak. Karena dia menentang atau berbuat makar terhadap kekhalifaan Ali. Apa penulis gak tau sejarah perang shiffin? Apa penulis galau sehingga gak bisa mengambil keputusan siapa yang salah dan benar dalam perang tersebut sehingga menyatakan dalam perang tersebut sama2 benar?

    Pada saat Ali Ra Syahid kepemimpinan dilanjutkan ke tangan cucu Nabi Hasan bin Ali Ra. Namun Muawiyah tetap tidak mau melepaskan jabatannya sehingga terjadi dualisme kepemimpinan. Akhirnya dengan kemuliaan Hasan Ra akhirnya beliau mengalah dan memberikan kepemimpinan dipegang Muawiyah dengan syarat setelah beliau mangkat kekhalifaan dikembalikan ke umat.

    Lagi muawiyah berkhianat dengan mengangkat Yazid anaknya menjadi khalifah. Semua riwayat banyak menunjukkan kezaliman Yazid. Hanya golongan Wahabbi saja yang masih bergeming memuliakan muawiyah dan Yazid.

    Silahkan anda meminta safaat kepada Bani ummayah saja nanti dipadang mahsyar. Semoga Allah melaknat orang2 yang bersekutu dengan pembunuh cucu Nabi dan yang mendukungnya. Amin YRA…

    Giliran ada yang memuji Ali penulis langsung sewot padahal jelas keutaman Ali Ra lebih banyak dibandingkan Muawiyah yang secara keislaman terjadi pada saat penaklukan mekah.

    Sholawat dan salam tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.

    wah, komentarnya terlihat seperti ilmiah,
    saya fanboy Muawiyah? jika anda sebut begitu, ya,. saya ngefans sama Muawiyah, seorang sahabat yang dijamin masuk Surga,.. Rasulullah yang mengatakan,. lalu, kenapa syiah begitu membenci muawiyah? padahal cucu Rasulullah saja tidak membencinya,..
    Jika muawiyah anda katakan sebagai penghianat,. MUSTAHIL rasulullah mengangkat muawiyah sebagai juru tulis rasulullah,.
    Ini perkataan Rasulullah bahwa muawiyah masuk surga,silahkan baca disini

  3. Sejak masa kekhalifahan Utsman Bin Affan R.A. hingga kiamat dikatakan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam jika umatnya akan terus menghadapi fitnah.

    Hendaknya kita janganlah ghuluw dalam menyikapinya, bahkan sampai menggelari orang-orang Bani Umayyah sebagai orang yang dilaknat Allah.

    Ingatlah pesan manusia termulia di muka bumi sebagai berikut:

    “Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya” (HR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain).

    “Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya ” (HR. Bukhari dalam Shahihnya 10/464).

    “Orang yang banyak melaknat tidak akan diberi syafaat dan syahadatnya tidak akan diterima pada Hari Kiamat” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu ‘anhu).

    Untuk pembaca lainnya jangan sampai setan meracuni pikiran kita hingga mengucapkan atau mengetikkan kalimat kufur seperti yang dilakukan seorang komentator sebelumnya.

    Hati-hati bermajelis dengan orang-orang/kelompok di mana mereka sering menanamkan kebencian pada Bani Umayyah.

  4. Alhamdulillah, ya Allah sungguh hati ini lemah karena banyaknya fitnah dan syubuhat yg mengelilingi kami,

    karenanya tundukkan dan lembutkan hati ini untuk menerima dan menjalankan hidayah sunnah, dan kuatkan hati ini dalam mempertahankannya,

    smg usaha admin dalam menyeru menuju hidayah sunnah dicatat sebagai amal kebaikan, demikian untuk kita para pembaca yg mengambil manfaat, aamiin

    Alhamdulillah,..
    Aamiin

  5. pro kontra mengenai muawiyah tak akan prnah brakhir dalam sejarah islam hingga di penghujung zaman.

    secara personal beliau memiliki keutamaan dan peran yg besar dlm prkembangan islam.

    akan tetapi kesalahan yg dilakukannya juga sangat besar mudhorotnya dlm sejarah islam.

    mulai dari ijtihad dan kebijakan2nya telah mengalirkan darah kaum muslimin.

    adil dan obyektif dlm menilai sesuatu seharusnya disampaikan scara utuh dan lengkap.

    tak adil rasanya jika skedar menyebutkan keutamaan tanpa menyebut kesalahan.

    Itu akibat anda salah gaul mas,..
    Maka akan terus semakin jauh dari kebenaran dalam menyikapi dan mengambil kesimpulan,..

    Muawiyah, sekertaris pribadi Rasulullah, dan dijanjikan masuk surga

  6. dibaca dengan teliti ya min admin, celaan muawiyah terhadap Imam Ali r.a tercatat di Hadits Tirmidzi Nomor 3658

    ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻗُﺘَﻴْﺒَﺔُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﺎﺗِﻢُ ﺑْﻦُ ﺇِﺳْﻤَﻌِﻴﻞَ ﻋَﻦْ ﺑُﻜَﻴْﺮِ ﺑْﻦِ ﻣِﺴْﻤَﺎﺭٍ ﻋَﻦْ ﻋَﺎﻣِﺮِ ﺑْﻦِ ﺳَﻌْﺪِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﻭَﻗَّﺎﺹٍ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻣَّﺮَ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ ﺳَﻌْﺪًﺍ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﻳَﻤْﻨَﻌُﻚَ ﺃَﻥْ ﺗَﺴُﺐَّ ﺃَﺑَﺎ ﺗُﺮَﺍﺏٍ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻣَّﺎ ﻣَﺎ ﺫَﻛَﺮْﺕَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻗَﺎﻟَﻬُﻦَّ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻠَﻦْ ﺃَﺳُﺒَّﻪُ ﻟَﺄَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﻟِﻲ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٌ ﻣِﻨْﻬُﻦَّ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻦْ ﺣُﻤْﺮِ ﺍﻟﻨَّﻌَﻢِ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻟِﻌَﻠِﻲٍّ ﻭَﺧَﻠَﻔَﻪُ ﻓِﻲ ﺑَﻌْﺾِ ﻣَﻐَﺎﺯِﻳﻪِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻋَﻠِﻲٌّ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺨْﻠُﻔُﻨِﻲ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﺼِّﺒْﻴَﺎﻥِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻣَﺎ ﺗَﺮْﺿَﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﻣِﻨِّﻲ ﺑِﻤَﻨْﺰِﻟَﺔِ ﻫَﺎﺭُﻭﻥَ ﻣِﻦْ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻧُﺒُﻮَّﺓَ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﻭَﺳَﻤِﻌْﺘُﻪُ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻳَﻮْﻡَ ﺧَﻴْﺒَﺮَ ﻟَﺄُﻋْﻄِﻴَﻦَّ ﺍﻟﺮَّﺍﻳَﺔَ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺘَﻄَﺎﻭَﻟْﻨَﺎ ﻟَﻬَﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﻟِﻲ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﻓَﺄَﺗَﺎﻩُ ﻭَﺑِﻪِ ﺭَﻣَﺪٌ ﻓَﺒَﺼَﻖَ ﻓِﻲ ﻋَﻴْﻨِﻪِ ﻓَﺪَﻓَﻊَ ﺍﻟﺮَّﺍﻳَﺔَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓَﻔَﺘَﺢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺃُﻧْﺰِﻟَﺖْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺂﻳَﺔَ } ﻧَﺪْﻉُ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀَﻛُﻢْ { ﺍﻟْﺂﻳَﺔَ ﺩَﻋَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﻭَﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﻭَﺣَﺴَﻨًﺎ ﻭَﺣُﺴَﻴْﻨًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺃَﻫْﻠِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﻋِﻴﺴَﻰ ﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ ﺻَﺤِﻴﺢٌ ﻏَﺮِﻳﺐٌ ﻣِﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻮَﺟْﻪ
    ِ
    Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma’il] dari [Bukair bin Mismar] dari [‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash] dari [ayahnya] dia berkata; “Muawiyah bin Abi Sufyan pernah mengangkat Sa’ad menjadi seorang pemimpin. Lalu dia berkata; “Apa yang menghalangimu untuk mencela Abu Turab (Ali)?” Sa’d menjawab; “Adapun tiga hal yang telah kamu sebutkan, semuanya telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka aku tidak akan pernah mencelanya. Aku lebih suka termasuk di antara tiga hal tersebut dari pada unta merah, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali dan beliau pernah mengangkatnya sebagai wakil beliau (di Madinah) di salah satu peperangan (perang Tabuk) “. Lalu Ali berkata kepada beliau; “Wahai Rasulullah, apakah anda hendak meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidakkah kamu rela bila kedudukanmu bagiku bagaikan kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja tidak ada Nabi sesudahku.” Dan aku juga pernah mendengar beliau bersabda pada perang Khaibar: “Sungguh aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya.” Lalu kami berebut untuk mendapatkannya, namun beliau bersabda: “Panggilkan Ali untukku.” Lalu dia pun didatangkan dan sedang menderita sakit mata, maka beliau meludahi matanya dan memberikan bendera tersebut kepadanya. kemudian Allah menaklukkan Khaibar melalui dirinya. Dan karenanya ayat berikut ini di turunkan; “Kami seru anak-anak kami, anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri kalian” (al-Ayat). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a untuk ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husein seraya bersabda: “Ya Allah! mereka semua adalah keluargaku.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini.”

    Mana ucapan celaan muawiyah terhadap Ali???
    Apakah anda tidak bisa membaca apa yg anda bawakan di atas?
    Itu muawiyah bertanya kepada sa’ad, apa yang menghalanginya utk tdk mencela ali, dan itu bukan berarti Muawiyah mencela Ali,

    Mana bukti bahwa Muawiyah mencela Ali??

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*