Hamil Duluan Baru Menikah, Bagaimanakah Hukumnya? | Hukum Menikah Karena Hamil Duluan Menurut Islam

Hamil Duluan Baru Menikah, Bagaimanakah Hukumnya?

Hukum Menikah Karena Hamil Duluan Menurut Islam Hukum Nikah Hamil Duluan Aslibumiayu.com Hukum Hamil Diluar Nikah Dan Status Anak Hamil Diluar Nikah Apakah Harus Menikah Lagi Setelah Melahirkan

Menikahi Wanita yang Hamil karena Zina ?

jangan-pacaranTanya : Di jaman sekarang banyak sekali pernikahan yang disebabkan karena pihak wanita mengalami ”kecelakaan” (hamil di luar nikah). Biasanya, keluarga wanita menuntut laki-laki yang telah menghamilinya tersebut untuk menikahinya.

Atau, mereka (keluarga wanita) nekat mencari laki-laki yang bersedia menikahi wanita tersebut dan sekaligus menjadi ayah dari bayi yang telah dikandung. Bagaimana hukum Islam memandang hal ini ?

Jawab : Hal pertama yang hendak kami katakan kepada semua kaum muslimin adalah agar takut kepada adzab Allah yang akan Ia berikan kepada setiap pelaku dosa sebagaimana firman Allah ta’ala :

إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا

Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. [QS. Al-Insaan : 10].

Allah telah melarang kita untuk mendekati perbuatan zina sebagaimana firman-Nya :

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.[QS. Al-Israa’ : 32].

Asy-Syaikh ’Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata :

والنهي عن قربانه أبلغ من النهي عن مجرد فعله لأن ذلك يشمل النهي عن جميع مقدماته ودواعيه

”Larangan (Allah) untuk mendekati zina lebih jelas/tegas daripada larangan perbuatan zina itu sendiri. Hal itu dikarenakan larangan tersebut juga meliputi larangan terhadap seluruh sebab yang menurus kepada zina dan faktor-faktor yang mendorong perbuatan zina” [Taisir Kariimir-Rahman].

Oleh karena itu, tidaklah pantas bagi seorang muslim/muslimah yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya melakukan sesuatu hal yang membuat-Nya murka, termasuk dalam hal ini adalah perbuatan zina.

Mengenai pertanyaan yang Saudara sampaikan, sesungguhnya wanita tersebut tidak boleh langsung dinikahi, baik oleh laki-laki yang menzinahi atau yang selainnya. Baginya ada masa istibra’ (bersihnya rahim) jika ia tidak hamil; dan masa ‘iddah hingga ia melahirkan jika hamil. Apabila wanita hamil karena zina tersebut mempunyai suami, maka diharamkan bagi si suami untuk mencampurinya sampai melewati masa istibra’ atau sampai melahirkan. Istibra’ yang dilakukan oleh wanita tersebut adalah sekali haidl saja. Hukum ini didasari oleh beberapa dalil, diantaranya :

1 – Allah ta’ala berfirman :

وَأُولاتُ الأحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

”Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu ‘iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya” [QS. Ath-Thalaq : 4].

Pada dasarnya ’iddah dijalankan untuk mengetahui bersihnya rahim, sebab sebelum ’iddah selesai ada kemungkinan wanita bersangkutan hamil. Menikah dengan wanita hamil itu aqadnya batal, nikahnya tidak sah, sebagaimana tidak sahnya menikahi wanita yang dicampuri karena syubhat [Ibnu Qudamah, Al-Mughni 6/601-602].

2 – Hadits Ruwaifi’ bin Tsabit Al-Anshari radliyallaahu ’anhu, ia berkata :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يسق ماءه ولد غيره

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyiramkan air (maninya) kepada anak orang lain” [HR. Tirmidzi no. 1131; hasan].

3 – Hadits Abu Sa’id Al-Khudri radliyallaahu ’anhu, bahwasannya beliau shallallaahu ’alaihi wasalam pernah bersabda mengenai sejumlah tawanan perang Authas :

لا توطأ حامل حتى تضع، ولا غير ذات حمل حتى تحيض حيضة

”Tidak boleh dicampuri wanita yang hamil hingga ia melahirkan, dan wanita yang tidak hamil tidak boleh dicampuri hingga ia haidl sekali” [HR. Abu Dawud no. 2157; shahih].

4 – Hadits Abu Darda’ radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ia (Abu Dardaa’) mendatangi seorang wanita yang tengah hamil tua di pintu Fusthath. Maka beliau shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَتَى بِامْرَأَةٍ مُجِحٍّ عَلَى بَابِ فُسْطَاطٍ فَقَالَ لَعَلَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُلِمَّ بِهَا فَقَالُوا نَعَمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَلْعَنَهُ لَعْنًا يَدْخُلُ مَعَهُ قَبْرَهُ كَيْفَ يُوَرِّثُهُ وَهُوَ لَا يَحِلُّ لَهُ كَيْفَ يَسْتَخْدِمُهُ وَهُوَ لَا يَحِلُّ لَهُ

“Barangkali ia (Abud-Dardaa’) ingin memilikinya ?”. Mereka (para shahabat) berkata : “Ya”. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sungguh aku ingin melaknatnya dengan satu laknat yang ia bawa hingga ke kuburnya. Bagaimana ia bisa memberikan warisan kepadanya sedangkan ia tidak halal baginya ? Bagaimana ia akan menjadikannya pelayan sedangkan ia tidak halal baginya ?” [HR. Muslim no. 1441].

Rasulullah shallalaahu ’alaihi wasallam benar-benar mencela orang yang menikahi wanita yang sedang hamil. Maka tidak diperbolehkan untuk menikahi wanita yang sedang hamil (berdasarkan riwayat ini).

5 – Ibnu Mas’ud radliyallaahu ’anhu berkata :

إِذَا زَنَى الرَّجُلُ بِالْمَرْأَةِ ثُمَّ نَكَحَهَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُمَا زَانِيَانِ أَبَدًا

”Apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita, kemudian ia menikahinya setelah itu, maka keduanya tetap dianggap berzina selamanya”.

Menikah adalah satu kehormatan. Agar tetap terhormat, hendaklah seorang laki-laki tidak menumpahkan air (mani)-nya dengan cara berzina, sebab dengan cara berzina akan bercampur yang haram dengan yang halal. Akan bercampur juga air yang hina dengan air yang mulia [Al-Qurthubi, Al-Jaami’ li-Ahkaamil-Qur’an 12/170; Ad-Dardiir, Asy-Syarhush-Shaghiir 2/410,717].

Pada dasarnya, seorang laki-laki atau wanita pezina yang belum bertaubat dari perbuatan zinanya diharamkan untuk menikahinya dengan dasar firman Allah : ”Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin” [QS. An-Nuur : 3].

Namun bila ia telah bertaubat dengan sebenar-benar taubat, maka hilanglah predikat sebagai pezina [lihat Al-Mughni 6/602]. Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam telah bersabda :

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لا ذَنْبَ لَهُ

”Orang yang bertaubat (dengan benar) dari suatu dosa seperti orang yang tidak mempunyai dosa” [HR. Al-Hakim 2/349, Ibnu Majah no. 4250, dan yang lainnya; hasan].

Jika wanita yang hamil akibat perbuatan zina tersebut melahirkan anaknya, maka anak itu tidaklah dinasabkan kepada laki-laki manapun, baik yang menikahi ibunya atau yang tidak, baik yang menzinahi atau yang tidak. Ia dinasabkan hanya kepada ibunya berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :

الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

”Anak itu bagi (pemilik) firasy, dan bagi laki-laki pezina adalah batu (kerugian dan penyesalan)” [HR. Bukhari no. 1948 dan Muslim no. 1457].

Firasy adalah tempat tidur. Maksudnya adalah si istri yang pernah digauli suaminya atau budak wanita yang telah digauli tuannya. Keduanya dinamakan firasy, karena suami atau tuannya menggaulinya (tidur bersamanya).

Sedangkan makna hadits di atas, anak itu dinasabkan kepada si pemilik firasy. Namun karena laki-laki pezina itu bukan suami (dari wanita yang dizinahi), maka anaknya tidak dinasabkan kepadanya, dan dia hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan [Abdurrahman Ali Bassam, Taudlihul-Ahkaam 5/103].

Kesimpulan : (1) Haram hukumnya menikahi wanita yang hamil karena zina. Berlaku ’iddah bagi wanita tersebut hingga ia melahirkan kandungannya. Konsekuensinya, tidak boleh pula bagi orang tua si wanita untuk ”mencarikan” atau ”memaksa” seorang laki-laki untuk menikahi anaknya (wanita yang hamil karena zina) hingga ia melahirkan.[1]. (2) Anak yang dilahirkan tidaklah dinasabkan kepada laki-laki manapun. Ia dinasabkan kepada ibunya. Wallaahu a’lam.

Abul-Jauzaa’

Catatan kaki :

[1] Hendaknya tunduk dan takut akan hukum Allah lebih besar daripada malu di hadapan manusia karena mempunyai cucu yang tidak mempunyai bapak. Kita harus bersabar terhadap ujian dan cobaa, serta memohon ampun atas segala dosa yang telah kita lakukan. Pada hakekatnya, segala musibah yang menimpa kita adalah disebabkan oleh tangan kita sendiri, sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَمَآ أَصَابَكُمْ مّن مّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُواْ عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” [QS. Asy-Syuuraa : 30].

sumber : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/10/menikahi-wanita-yang-hamil-karena-zina.html

Tambahan admin aslibumiayu

Saya pribadi memilih pendapat yang menyatakan BOLEHNYA menikahi wanita hami karena zina, jika yg menikahi adalah laki laki yang menzinainya, dengan syarat keduanya bertaubat lebih dahulu.

Dan pendapat ini merupakan ijma sahabat, sudah saya posting disini

Nikah Hamil Duluan Hamil Diluar Nikah Menurut Islam Hukum Nikah Hamil Duluan Menurut Islam Hukum Menikah Saat Hamil Duluan Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Zinah Dan Status Anaknya

Arsip Artikel

39 Comments on Hamil Duluan Baru Menikah, Bagaimanakah Hukumnya?

  1. Assalamu’alaikum,
    bagaimana kalau si pria dan wanita yg berzinah lalu si wanita hamil (diluar nikah) setelah itu pasangan zina ini melangsungkan pernikahan dalam kondisi si wanita hamil (diluar nikah) tetapi setelah menikah pasangan zina ini bertaubat, akan tetapi keduanya tidak mengetahui haramnya menikah seperti ini!

    apakah akad pernikahannya tdk sah? dan harus mengulangi pernikahannya? mohon penjelasan mas admin. Syukran Wa Barakallahu Fik

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Anak yang pertama statusnya anak zina, tidak boleh dinasabkan ke bapaknya,
    Wanita yang hamil tidak boleh dinikahi sehingga bayinya lahir, sudah saya posting disini

    Status nikahnya tentu tidak sah, dan wajib diulang akad nikahnya,
    Misalkan menurut anda atau masyarakat sah, setidaknya itu termasuk hukumnya syubhat, wajib diulang juga, apa itu nikah syubhat, bisa dibaca disini

    Oh iya, taubat dari zina itu bukan dengan cara menikahinya, bagaimana cara taubat dari zina, sudah saya posting disini

    • terima kasih atas penjelasannya mas admin, mohon maaf pertanyaan lagi mas admin, karena anak yg pertama merupakan anak zina dan nasabnya tidak sampai kepada bapaknya, maka apabila bapaknya meninggal dunia, dan sang anak menjadi anak yg sholeh! apakah bisa sang anak mendoakan bapaknya tersebut?

      dan apakah doa sang anak tidak termasuk dari 3 perkara sebagaimana hadist yg pernah saya dengar ” apabila seseorang meninggal dunia maka terputus seluruh amalanya kecuali sadakah jariah, ilmu jariah dan doa anak yg sholeh”?

      Anak hasil zina, tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya,.
      Anak hasil zina juga tetap diberikan pendidikan seperti halnya anak-anak sah dari pernikahan,. dan yang lebih wajib adalah menuntut ilmu agama yang benar, dengan pemahaman yang benar.

      Semua orang yang berjasa dalam memberikan pendidikan kepada si anak, maka akan mendapatkan pahala, dan juga pahala amalan si anak, contoh seorang guru mengajarkan ilmu agama kepada muridnya, santrinya, maka si guru akan mendapatkan pahala, juga jika si anak berdoa untuk si guru, maka akan bermanfaat bagi si guru,.

      Demikian pula laki-laki yang anaknya adalah anak zina, bisa saja seperti si guru tadi, makanya ajarkanlah si anak dengan pendidikan yang benar. sehingga si anak pun bisa paham dan mengerti saat besar nanti, bahwa dirinya adalah anak zina, sehingga mental si anak pun siap, jika tidak dibekali ilmu agama, maka bisa jadi si anak tidak terima, dan ada dampak buruk bagi ortunya, misalkan si anak marah, bahkan tidak menutup kemungkinan akan berbuat jelek kepada ortunya, apalagi jika si anak tidak diberitahu,. bisa jadi akan terjadi konflik, apalagi dia anak pertama,

      Jika si anak menjadi anak shalih, maka si anak juga tidak akan menasabkan diri pada bapaknya, karena paham ancamannya, yaitu diharamkan surga bagi orang yang menasabkan diri pada orang yang bukan nasabnya,.

      • Assalamualaikum,
        Pak sy mau bertanya,sewaktu sy menikah dulu istri sy dlm keadaan hamil oleh sy,

        sekarang kami sudah berumah tangga 13 tahun lamanya dan bahkan sudah dikaruniai tiga anak, (anak pertama dan ke dua laki”, dan yg ketiga perempuan )

        menurut aturan islam apa kami harus menikah ulang dan apakah anak kedua dan ketiga jg masuk anak zina,

        dan coba jelaskan maksudnya anak zina tidak di nasabkan kepada bapak nya (maksud atau arti dari nasib tsb) dan bagai mana cara bertobat yg benar,

        dan jika harus nikah ulang kapan waktunya karna istri baru saja melahirkan anak ketiga, wassalam

        Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
        Terimakasih,

        Ada 3 point yang saya tangkap dari pertanyaan diatas, ini jawabannya :
        1. Menikahi wanita yang hamil oleh si laki2 yang menzinainya, ada dua pendapat , yg pertama nikahnya tidak sah, dan wajib diulang akad nikahnya, dan yang kedua, nikahnya sah, dan tidak usah diulang, cukup ditaubati saja,. silahkan anda pilih yang mana, tentu dengan konsekwensinya,. jika memilih yg haru diulang, maka nikahnya tidak sah, jika memilih yang cukup ditaubati, maka nikah sah, dan tidak usah diulang akad nikahnya,.

        2. Status anak dan nasab,.
        Anak yang pertama statusnya jelas sebagai anak zina, baik akadnya diulang atau tidak, tetap status tersebut tetap melekat, dan tidak boleh dinasabkan ke bapak biologisnya, dia tidak ada hubungan perwalian dan waris dengan bapak biologisnya,. tidak boleh anak tsb diaku sebagai anak bapaknya, demikian pula si anak, tidak boleh mengaku bapak biologisnya sebagai bapak kandungnya,.

        Adapun anak kedua dan ketiga, itu bisa masuk sebagai anak syubhat, tapi nasabnya tetap ke bapak biologisnya,jadi bukan anak zina,

        3. Cara bertaubat dari zina, silahkan baca ulasan ini

    • Alhamdulillah ana paham sekarang mas admin, semoga Allah senantiasa memberkahi dan merahmati mas admin sehingga dapat berbagi ilmu agama yang mulia ini, Insya Allah. Assalamu’alaikum

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,..
      aamiin,.
      walhamdulillah,..

    • Mf sedikit konfirmasi, masa idah itu hanya berlaku untuk wanita yg di ceraikan suami, tp bagi wanita yg hamil duluan tp tdk slm masa idah stlh dicerai suaminya maka hukumnya makruh untuk di nikahi tp tdk haram, banyak pendapat ulama yg membolehkan dan halal pernikahanya, sebab masa idah itu hanya berlaku bagi wanita yg baru di cerai suaminya jika dlm keadaan hamil maka jngn dulu di nikahi sblm wanita tersebut melahirkan, tp kalo hamil di luar nikah dn perempuan tersebut blm pernah nikah atau janda maka hukumnya halal di nikahi tah haram, hanya makruh saja,mf disini sy tdk sertakan sumber sumber yg mengesahkan pernikahan hamil duluan tp tdk dlm masa idah perceraian.tks

      betul, boleh dinikahi oleh laki2 yg menzinainya, tapi Setelah keduanya bertaubat dari zina yg dilakukan, dan tdk ada masa iddah utk wanita yg spt itu,

      dan ini ijma sahabat,sudah saya posting

  2. assalammualaikum. mas admin, apabila setelah anak pertama hasi zina telah lahir, lalu kedua org tua nya menikah ulang, bagaimana status anak selanjutnya yg lahir setelah menikah ulang?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika syarat sah nikahnya terpenuhi, maka anak setelah akad nikah ulang itu sebagai anak sah hasil nikah, kapan akad nikah ulangnya, silahkan baca di status nikah syubhat, silahkan klik link ini

  3. Saya kemarin habis menikah karna hamil duluan saya bingung saya bisa menggaulinya apa tidak?
    Trus hukum dari pernikahan saya ini apa ?
    Apa yang harus saya perbuat?
    Gimana status anak itu ketika lahir
    Apakah saya harus nikah ulang ketika si bayi tu sdah lahir ?
    Truus yang di sebut saksi istiqoah itu apa

    Ada dua pendapat ulama disini,.
    Nikahnya sah, dan dia wajib bertaubat dari zinanya,.
    yang kedua, nikahnya tidak sah, dan dia wajib mengulang akad nikahnya setelah wanitanya melahirkan , tapi tetap harus bertaubat dahulu,.

    silahkan anda ikut pendapat yang mana, tentu dengan resikonya,.
    Jika ikut pendapat yang sah, maka anda cukup bertaubat, jika ikut pendapat yang mengatakan tidak sah, maka wajib diulang akad nikahnya,

    status anak tetap sebagai anak zina, tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya, tapi kepada ibunya,.

  4. Assalamu’alaikum,,,,,,
    Gmn klo ank tu prempuan hsil zina,,tdk bza d nasabkn kpda bpknya,,,,
    Dan tyuz ci ank tu dah dwasa dan mau mnikah,,siapa yg boleh jdi walinya,,sementra dya tdk bza di nasabkn pda bpknya,,,,mohon jwbannya,,mksih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Bagi anak zina walinya adalah wali hakim, dalam hal ini adalah Petugas KUA yang ditunjuk oleh pemerintah

    • Berarti cwok Yg tlh menikahi cweknya yg hamil…tdk prlu ya bertanggungjwb jwb ma istri n anaknya…krn ank kn tdk d nasabkn kpd cwok…tyuz pa yg hruz di lkukn oleh ci cweknya…

      Ya,. betul, yang wajib dilakukan adalah bertaubat, baik si cowoknya, juga si ceweknya,.
      Kalau mau ngga hamil, ya jangan pacaran, karena pacaran dalam islam itu hukumya HARAM,. pacaran itu jalan menuju zina atau kumpul kebo,. tidak ada cinta dalam pacaran, yang ada adalah nafsu setan,. dan yang jadi korban biasanya adalah ceweknya,.
      cewek yang mau dipacari, itu bukan cewek baik-baik,. sama saja seperti ada istri yang mau dipacari oleh laki-laki lain, itu istri yg ga baik,. sama spt wanita yang mau dipacarin, dia wanita yang bukan baik-baik,. secara tidak langsung, dia sudah siap menyerahkan kehormatannya utk pacarnya,. arahnya kesana,. mungkin dimulai dengan pandangan,pegangan, jalan-jalan,. hingga jika ada kesempatan, maka terjadilah kumpul kebo tersebut,.
      Laki-laki yg mnghamili tidak wajib menikahi, tapi.. silahkan baca disini

      Dan pakh ank yg Di lhirkn tu sma za dgn ank haram krn tdk pnya bpk..

      ya, dia anak zina, tidak ada bapaknya, tapi dinasabkan ke ibunya, bukan ke bapak biologisnya,. tidk ada saling mewarisi antara dia dan bapak biologisnya, memang betul, pacaran itu adalah TRIK JITU untuk mencetak anak pertama sebagai anak zina,silahkan baca disini ulasannya

      Dan gmn zaman skrng lo sklh nm ank hruz da bin/bintinya….
      pa hruz truh nm ibuny d blkngnya…mnta kejlasanny mksh

      ya, nama belakangnya adalah nama ibunya,.
      contoh seperti namanya Fulan binti Fulanah,. fulan itu nama anaknya, sementara fulanah itu nama ibunya,.

      Ingaat… ZINA itu adalah hutang,. jika ada laki-laki berzina, maka akan ada keluarganya yg membayarnya,. entah saudarinya dizinai,anak gadisnya dizinai, kerabatnya,. dll ulasannya ada disini

  5. Assalamua’laikum,sy mau bertanya msh tentang nikah,yg mau sy tanyakan,

    bagaimana hukumnya seorang laki2 dan perempuan menikah di luar negeri tanpa wali dr wanita tersebut,sementara yg menikahkan wanita trsbt adl salah satu teman dr laki2 atau wanita tsb,begitu juga dg saksi2 nya adl merupakan tmn2 mereka,

    maaf!ini banyak sekali terjadi di Saudi,terutama org2 indonesia yg tdk memiliki izin tinggal atu kaburan,sehingga tdk mungkin mereka akan mendatangi hakim di negara tersebut dikarenakan mereka tdk memiliki dokumen,

    sy sendiri pernh di ajak utk jd saksi tp sy tdk berani krn sy tdk tau hukumnya.terimakasih,sy tunggu jwbn nya,jazaakallah.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Hukum nikah tanpa wali itu TIDAK SAH,
    Jika dilanjutkan maka mereka sama seperti BERZINA,.
    Jadi anda jangan pernah mau menjadi saksi kejadian seperti itu,.

    • Syukron akhi,sy mau bertanya lg msh dg permasalahan di atas,apkah ada solusi yg tepat sesuai dg ajaran islam dlm hal ini menikah di luar negeri tanpa adanya wali?

      krn banyak dr mereka yg mengatakan dr pd berzina mka jln yg mereka tempuh adl kawin tanpa wali tsb,

      bukan hanya satu atau dua otg yg melakukan pernikahan spt itu tp ratusan bahkan ribuan org apa lg wk indonesia msh mengirim TKW ke Saudi,lalu apakah yg harus sy lakukan apabila tmn sy melakukan perkawinan spt itu,wajibkah sy mengingatkan mereka atu berdosakah sy klo tdk menegur mereka?syukron

      Solusinya,.. wanita itu disuruh tinggal di rumah-rumah mereka,.
      Wanita itu TIDAK WAJIB MENCARI NAFKAH,. tapi LAKI-LAKI yang menafkahi mereka,.
      Kepergian wanita keluar negeri tanpa mahram saja ini sudah dosa,. jangankan pergi mencari pekerjaan, wanita pergi haji tanpa mahram saja tidak dibenarkan, apalagi cuma mencari duit di negeri orang,..
      Kemana para laki-lakinya??

      Tegurlah semampu anda, ingatkan tentang bahaya zina model begitu, wanita menikah tanpa wali itu tidak sah nikahnya,..

      Tentang siapa wali yang bisa menjadi wali nikah, bisa dilihat disini

  6. assalamualaikum.
    saya mau bertanya, saya sudah punya anak dan istri yg SAH.
    dan saya berselingkuh dengan wanita lain hingga hamil,
    apa yg harus saya lakukan ,?
    dan apa hukum nya.
    mohon penjelasanya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Hukumnya dosa besar, bahkan kalau di negara yang menegakkan hukuman rajam, maka anda sudah layak di rajam hingga mati,.
    Apa yang harus anda lakukan? yang anda lakukan juga si wanita selingkuhan tsb adalah BERTOBAT, dengan sebenar-benar taubat,.
    Taubat dari zina yang kalian lakukan,. cara taubat dari zina bisa dibaca disini

    Berzina, bukan perbuatan orang yang bertanggung jawab, perbuatan laki-laki yang hina, merusak kehormatan wanita, demikian pula wanita yang mau diajak selingkuh, itu juga wanita yang jelek,.bukan wanita baik-baik,. tidak ada wanita baik-baik yang mau diajak zina,.
    Laki-laki yang bertanggungjawab tidak akan menzinai wanita lain, apalagi dia sudah memiliki istri,. kok masih melampiaskan nafsunya pada yang haram,.
    Hamil,. itu resiko dari perbuatan yang dilakukan,. dan menikahi wanita yang dizinai, itu bukanlah bentuk pertanggungjawaban,. tidak ada kewajiban bagi laki-laki yang menzinai utk menikahi wanita yang dizinainya,. yang wajib adalah bertanngungjawab,. tentang hal ini sudah saya posting disini

    Ingat pak, Zina adalah hutang, keluarga anda yang akan membayarnya,. jika ada suami yang berzina, bisa saja istrinya akan dizinai atau berzina,. atau saudari wanitanya akan dizinai, atau anak perempuannya akan dizinai,. zina adalah hutang, silahkan baca kisahnya disini

  7. apa hukum bagi orang yang menikahkan wanita hamil?

    Jika orang tersebut tahu hukum menikahkan wanita hamil, tapi dia tetap menikahkan, maka dia berdosa, dan nikahnya tidak sah, jika yang menikahi adalah laki-laki lain, dan ada dua pendapat jika yg menikahi adalah laki-laki yang menghamili, ada pendapat yang mengatakan sah jika sdh bertaubat, ada pula yang mengatakan tidak sah, kecuali setelah dia melahirkan, dan dia bertaubat dari zina yang dilakukan, saya pribadi memegang pendapat yang mengatakan tidak sah,

  8. Apa bila ank zina tersebut adalah perempuan. Trus ketika dewasa dy menikah. Tetapi yang menikahkanya adalah bapak biologisnya,bukan wali hakim. Jd apa hukumnya?
    Apakah nikahnya tidak sah?

    Terimakasih febri,.
    Jika seperti itu, maka nikahnya si anak itu TIDAK SAH, dan dia dianggap berzina, bukan menikah, dan hal seperti ini, masyarakat banyak yang tidak tahu, bahkan seolah-olah menjadi jurus jitu untuk mendapatkan wanita agar bisa dinikahi,. hamili dulu, atau zinai dulu biar orangtuanya mengijinkan dia nikah dengan anaknya, sudah saya posting disini

  9. assalamu’alaikum
    saya mau tanya kalau menikah siri itu hukumnya apa ya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,.
    Jika yang dimaksud nikah sirri itu adalah nikah yang tidak dicatatkan ke KUA sehingga tidak mendapat buku nikah, tapi tetap ada wali dan saksi, maka sah nikah yang seperti itu,.
    Apa yang dimaksud nikah sirri menurut yang anda tanyakan?

    Simpelnya begini, misalkan ada laki-laki yang bertamu ke rumah orang lain, lalu ketika di rumah tersebut, ada seorang bapak yang berkata kepada laki-laki tersebut, misalkan begini,. , Nak, saya nikahkan kamu dengan putri saya yang bernama fulanah, apakah kamu mau?
    Jika si laki-laki tersebut menjawab, Iya, saya terima,. maka SAH,. padahal cuma obrolan biasa, jangankan cuma obrolan, misalkan itu cuma bercanda atau pura-pura, itu TETAP SAH hukumnya,.

  10. Asalamu alaikum…
    jujur saya telah menikahi istri saya tetapi kami telah berhubungan sebelum nikah dan sampai mengandung.katanya kami harus nikah ulang.kalo benar harus nikah ulang apa acaranya sama seperti nikah pertama apa cuma sealakadarnya saja.mksh

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Ada dua pendapat disini,
    1. Nikahnya sah, ga usah mengulang akad nikahnya, tapi hanya bertaubat saja,
    2. Nikahnya tidak sah, jadi harus mengulang akad nikahnya, hingga si wanita tersebut melahirkan bayinya, dan sebelumnya disuruh bertaubat,.

    silahkan anda ikut pendapat yang mana, dengan konsekwensinya,.

    Jika mengulang akad nikah, ya cukup wali, saksi, dan mengundang keluarga terdekat saja,. ga harus rame-rame

    • Pak saya yang di maksud dengan “silahkan ikut pendapat yang mana dengan konsekwensinya/resiko” apakah berarti disni ada hal yang ragu2 jika seseorang memilih pendapat yang no 1?

      apa resikonya pak?

      karena saya juga memiliki saudara yg seperti itu dulu mereka tidak paham agama hingga zina dan sekarang seiring berjalan nya waktu mereka sama2 ingin menjadi muslim yg baik, apakah perlu untuk menikah ulang?

      Sudah saya tambahkan penjelasan di komentar tersebut,
      Ini tambahan penjelasan tersebut,.

      Dalil yang kuat adalah bolehnya laki-laki yang menzinai itu menikahi wanita yang dizinai, dengan syarat keduanya bertaubat terlebih dahulu, silahkan baca ulasannya di sini :

      https://aslibumiayu.net/11152-bolehkah-laki-laki-menikahi-wanita-hamil-akibat-perbuatannya.html

      Jika baru tahu hukumnya setelah menikah, maka bertaubatlah setelah tahu, dan tidak usah mengulang akad nikahnya,

  11. Bagaimana kalau udah hamil baru nikah apa hukum nya…?
    dan setelah anak lahir nikah lagi itu sah atau tidak….?

    Ada dua pendapat:
    1. Mereka wajib bertaubat, dan nikahnya sah (selama syarat2 sah nikah terpenuhi) jadi tidak perlu mengulang akad nikah
    2. Mereka wajib bertaubat, dan nikahnya tidak sah, jadi wajib diulang akad nikahnya setelah melahirkan bayi akibat zinanya.

    sedangkan anak hasil zina tetap sebagai anak zina, dan tidak boleh dinasabkan ke bapak zinanya, walaupun dinikahi olah laki2 yang menzinainya,.

    Silahkan anda memilih pendapat yang mana, dengan konsekwensinya

  12. assalamu’alaikum,??
    mas admin,..saya mau tanya..
    saya ini hamil di luar nikah.. dan saya sudah menikah …sekarang anak saya sudah besar…
    lalu bgaimana agar anak saya jadi anak yg sah secara agama??
    apa yang harus saya lakukan
    dan supaya ayah ny nanti bisa jadi wali nikah ny …
    terimakasih dan wassalamu’alaikum wr.wb..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Anak hasil zina selamanya tidak bisa dinasabkan ke bapak zinanya,. tapi ke ibunya,..
    Jadi anak zina walinya adalah wali hakim, tidak ada hubungan nasab ke bapak biologisnya, tidak mendapatkan warisan dari bapak biologisnya,.. silahkan baca disini

  13. Assalamualaikum
    mas admin mau tnya
    gimana ya kalo ada cewek dan cowok itu melksanakan nikah siri lngkp dgn wali bpk si cewek dll padahal posisi cewek masih sah istri orang(proses cerai) pnya 1 anak dan si cowok juga suami org pnya 2 anak itu bagaimana??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    NIKAHNYA TIDAK SAH, jika terjadi hubungan intim, maka itu sama dengan zina,.
    wajib bertaubat pelakunya,. baik si wanita atau laki-laki yang nikah siri tersebut, juga wali yang menikahkannya,..

  14. assalamuallaikum. mas admin. sya hamil duluan.dan kami telah menikah 1 tahun yg lalu.adakah hbungan kami ini masih zina atau tidak ya? harus diulangi atau tidak perlu? sungguh kami telah menyesal telah melakukan zina.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Anda berdua wajib bertaubat,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Ada dua pendapat disini,
    1. Nikahnya sah, ga usah mengulang akad nikahnya, tapi hanya bertaubat saja,
    2. Nikahnya tidak sah, jadi harus mengulang akad nikahnya, hingga si wanita tersebut melahirkan bayinya, dan sebelumnya disuruh bertaubat,.

    silahkan anda ikut pendapat yang mana, dengan konsekwensinya,.

    Jika mengulang akad nikah, ya cukup wali, saksi, dan mengundang keluarga terdekat saja,. ga harus rame-rame

    , silahkan baca ulasannya disini

  15. Assmllkm
    Saya ingin bertnya tEman saya menkah hamil duluan dg suami nya’ apkh mrka hrs menikh lg untg mengabdolkn prnkhn nya’.

    Dan jg slma 7 thn mnkh djlkn baik2 aja hnga ke 8 thun merka tpsah suami nya dpnjra 3 thn hingga 2 x msuk.

    Masuk yg trkhr x suami nya jatuhkn talak 3 akhr ny ia mnyadri hingga ingin rujuk kmbli’saya tdk tau mau ksi saran apa’ tolong jwbn dan jaln yg lebh baik untg mrka’krn mrka msih mnyangi’hnya krn keadaan suami nya bs ngomng sprti itu’ ap yg hrs dllkn mrka brdua agr bs kumpul dan mnju jln allah lg’ mksih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Keduanya wajib bertaubat dari zina yang dilakukan, dan jika sudah bertaubat, maka tidak perlu mengulang akad nikahnya,.
    Adapun masalah suami menjatuhkan talak 3 , itu baru terjadi satu kali talak, lalu suami berkata itu talak 3, atau bagaimana,.
    Yang disebut talak 3 itu adalah pernah terjadi dua kali talak sebelumnya , lalu ini adalah talak yang ke 3 kalinya, nah itu baru dikatakan sebagai talak 3

    Nah.. tolong jelasin apa maksud talak 3 disini

  16. asalamualaikum wr.wb
    saya mau nanya kalau seandainya bpak gadis telah meninggal dan ibunya nikah lagi apakah bpak tirinya bisa jadi saksi atau kakak kandungnya yg harus jadi saksi

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    sudah saya posting urutan wali nikah, jika ayah meninggal siapa yang lebih berhak, ayah tiri tidak akan pernah bisa menjadi wali bagi anak tirinya, silahkan baca disini

  17. Asalamualaikum .

    Saya hamil duluan lalu saya menikah dengan laki2 yg menjinahi saya ..

    dan saya sangat menyesal ..

    jika saya ingin mengulangi nikah nya tanpa hrus orang tua tau aib atau pribadi saya .

    apakah sah nikah nya untuk di ulang lagi secara agama tanpa hrus sepengetahuan orang tua .
    Karna saya malu …

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika ibu tidak tahu hukumnya, dan itu sdh terjadi, maka cukup bertaubat saja dari zina yg anda berdua telah lakukan,
    Jadi sekarang anda dan suami wajib bertaubat dengan taubat nasuha,

    Dan jika sdh bertaubat, tidak usah mengulang akad nikahnya,selama akad nikahnya sah, maka nikahnya sah

    Saya sudah posting artikel tentang bolehnya laki-laki menikahi wanita yang dihamilinya, silahkan baca disini

    Cara taubat dari zina bisa dilihat disini

    Dan perlu diingat, anak yang dikandung statusnya adalah anak zina, tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya, tidak ada hubungan waris dgn bapak biologisnya, jika nanti anaknya adalah wanita, jika menikah, ayah biologisnya tdk bisa menjadi walinya, tapi walinya adalah wali hakim, baca disini ulasannya

  18. Admin, saya ingin bertanya kebetulan adik perempuan saya menikah dalam keadaan hamil, lalu ia menikah dengan lelaki yang menjinahinya, dan melahirkan anak laki laki, bagaimana nasab untuk anak laki lakinya tersebut?

    nasabnya ke ibunya, status anak tsb adalah anak hasil zina,

  19. sdr saya menikah dalam keadaan hamil 1 bulan , kemudian setelah 1 tahun menikah bru mngtahui kalau nikah dlm keadaan hamil itu tdk sah . apa harus nikah ulang ?

    Dia menikah dengan laki-laki yang menghamilinya, atau dengan laki-laki lain?
    Jika dengan laki-laki lain, maka nikahnya tidak sah,
    Tapi jika dengan laki-laki yang menghamili, sementara dia tidak tahu hukum tentang hal tersebut, dan baru tahu sekarang, maka kewajiban dia cukup bertaubat dengan taubat nasuha, dan tidak usah mengulang akad nikahnya

    Bolehnya laki-laki menikahi wanita yang dizinainya, dengan syarat keduanya bertaubat secara nasuha, ulasannya bisa dibaca di sini

  20. Assalamualaikum,
    saya mau bertanya jika seorang wanita terlahir karena pernikahan diluar nikah, lalu dia ingin menikah apakah apabila yang menjadi wali adalah bapak biologisnya apakah pernikahan itu sah?
    jika tidak siapa yang cocok untuk menjadi walinya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak sah nikahnya,.
    Walinya harus wali hakim, dalam hal ini adalah petugas KUA yang ditetapkan oleh pemerintah , yang diberi wewenang mengurusi masalah pernikahan

  21. sdra saya sewaktu menikah tdk mengetahui klu sdang hamil . kemudian menikah dn tdk tahu hkm menikah saat haml it hram. itu bagaimana ya ?? sah atau tidak ?? trimakasih atas jwbnnya

    menikahnya dgn laki2 yg menzinai atau bukan?

    Jika menikahnya bkn dgn laki2 yg menzinai maka ga sah nikahnya,

    Jika menikahnya dg laki2 yg menzinai dan blm tahu hukumnya, maka cukup keduanya bertaubat dgn taubat nasuha dari perbuatan zinanya, dan tidak usah mengulang akad nikahnya

  22. saya mau bertanya jika ada pasangan pezina lalu mereka dinikahkan oleh keluarganya agar mereka berdua menjadi lebih baik, karena yg saya tau yg perempuan shalat sedangkan yg laki2 saat itu blm sholat 5 wktu, saya tdk tau apakah mereka sudah bertaubat atau blm saat akan menikah, dan skrg stlh beberapan thun si lelaki insyaallah sudah berubah krn sudah shalat 5wkt, mengaji, puasa dan sudah menyambung silaturahim dgn saudara2nya yg dlu pernah dimusuhi nya, pertanyaan saya apakah pernikahan mereka sah dan halal? krn si lelaki saat ini sedang berusaha untk menajdi lbh baik lagi sebagai manusia krn dia takut akan semua dosa nya dlu… mohon pencerahan nya pak. terima kasih

    Bertaubat saja,. dan perbanyak amal shalih,

    Bagaimana cara taubat dari zina? silahkan baca di sini

  23. pacar saya hamil dengan saya diluar nikah, saya mau bertanggung jawab menikahinya tapi oleh orang tuanya dia dinikahkan oleh pria lain dalam kondisi pacar saya hamil 3 bulan, dan oleh pria lain ini anak biologis saya diakui anak dia
    bagaimana menurut mas admin pertanggung jawaban saya nanti di akhirat karena saya tidak bisa mendidik dan mnegajarkan anak saya tersebut

    Kewajiban anda adalah bertaubat, demikian pula pacar anda,..

    Dan nasab anak tersebut ke ibunya, bkn ke anda, karena dia adalah anak hasil zina,

    Adapun pernikahan pacar anda dengan laki-laki lain itu TIDAK SAH, karena pacar anda sedang hamil karena zina dengan anda,

    Sampaikan ke pacar anda tersebut,

    • saya Insha Allah sudah tobat, bagaimana pertanggung jawaban saya diakhirat jika saya tidak bisa mendidik dan merawat anak saya jika tidak dapat hak asuh anak saya?

      dan apakah jika nasab anak tersebut tidak ke saya apakah itu berarti saya tidak perlu bertanggung jawab pula di dunia dan akhirat?

      Memang itu bukan anak anda koq

      Anak hasil zina itu nasabnya ke ibunya, bapak biologisnya tdk ada hak sama sekali, juga tdk ada kewajiban menafkahi, tidak ada saling mewarisi

      Kewajiban anda adalah bertaubat dgn taubat nasuha

  24. Mas admin.. Sya sdkit cerita, sya akn menikah awal tahun dpn, tpi 4taun yg lalu sya pernah melahirkan ank hsl zina dgn laki2 yg nanti akn menjadi suami sya..

    Lbh tepat ny sya akn menikah dgn bpk biologis dri ank(zina) sya..

    Dan Ank itu sya titip kan pda pengasuh yg baik hati dan tdk menuntut apapun termasuk asal usul ank itu..

    Dan slama 4taun segala biaya di tanggung oleh bpk biologis nya..

    Krna bnyak hal, bnyak bgt rintangan dan cobaan yg menyulitkan kami utk menikah, mslh keluarga dan keuangan dan bnyak hal hingga akhr ny kmi memaksa awal taun dpan berencana menikah..

    Skarang sya bner2 bingung dan kacau, sya bingung apa yg harus sya lakukan??

    smua perbuatan sya tdk ada yg tahu sya menutupi ny krna kmi sepakat tdk mw buat keluarga kmi malu..

    Apa kmi harus mengakui ny sbelum pernikahan???

    Tpi sya tkt kalau itu trjdi kluarga akn membatalkn pernikahan kmi..

    Mohon pencerahan ny min!

    lalu apa hukum pernikahan sya nanti mas admin???

    Dan bgai mana cra ny mengurus ank kmi nanti?? Ank kmi perempuan yg cntik dan kuat..

    Anda berdua bertaubat dari zina yang dulu dilakukan,

    Setelah bertaubat silahkan saja jika ingin menikah,
    Dan masa lalu tutup rapat-rapat,tidak usah mengutarakan kejadian masa lalu

    Anak yang dipelihara orang tersebut bisa saja diambil dan dirawat sendiri, tapi ingat, itu adalah anak zina, dan ga boleh dinasabkan Kepada bapak biologisnya, tidak ada perwalian dan tidak saling mewarisi

    Jika nikahnya terpenuhi syarat sahnya, maka sah nikahnya,

    Merawat anak, ya rawat saja, dan bekali si anak dengan bekal agama yang cukup, dan setelah dia baligh, maka ceritakan pada dia, tentang kejadian tersebut, soalnya berkaitan dengan nasab, dan waris, yang jika tidak dijelaskan justru bisa merepotkan di kemudian hari..

    Makanya mental si anak harus dipersiapkan,

    • Mas saya akui sya salah dan sngat menyesal, stiap hari sll mencoba memperbaiki diri…

      Tpi apa sya wajib membuka rahasia ini sebelum menikah atau tidak perlu di ungkit lg???

      Sya takut mengakui nya karna ibu sya sudah tua dan kesehatan ny tdk stabil..

      Tpi smpai kpn sya menyembunyikan smua ini mas???

      Jika sudah bertaubat,.. Tidak usah diceritakan lagi pada siapapun..
      Allah sudah tutup aib anda, jangan dibuka lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*