Haruskah Bercerita Kepada Suami Bahwa Dulu Pernah Berzina Sehingga Sudah Tidak Perawan Lagi | Hukum Menikahi Wanita Yang Tidak Perawan

Haruskah Bercerita Kepada Suami Bahwa Dulu Pernah Berzina Sehingga Sudah Tidak Perawan Lagi

Hukum Menikahi Wanita Yang Tidak Perawan Bagaimana Caranya Agar Suami Tdl Tahu Istrinya Tdk Perawan Lagi Istri Yang Menyimpan Rahasia Kepada Calon Suaminya Perawan Dalam Islam Boleh Tidak Bohong Pada Calon Istri Jika Pernah Pacaran

Dihantui Dosa Zina

masihkah-menikmatiAssalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Afwan ustadz, ana akhwat 23 th, ana punya masalah yang sampai sekarang belum ditemukan jawabannya. Sejujurnya ana pernah melakukan perbuatan dosa besar (zina), ana selalu dihantui rasa bersalah, lebih-lebih ana begitu takut akan azab Allah.

Alhamdulillah sekarang ana telah berusaha mengikuti manhaj ulama as-Salaf. Namun semakin sering ana mengikuti kajian, rasa takut ana semakin bertambah. Belum lama ini, ada ikhwan yang datang ber-ta’aruf. Kebetulan ikhwan tersebut sudah lama berislam dengan berusaha mengikuti manhaj ulama as-Salaf, tapi ana takut nantinya ikhwan tersebut kecewa pada ana karena ana punya aib. Bukankah laki-laki yang baik untuk wanita yang baik?

Apa yang harus ana lakukan?

Sedangkan pernikahan sebulan lagi, mohon jawabannya ustadz? Syukran.

Jawab:

Wa ‘alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh
Alhamdulillah. Saya sering menegaskan dalam jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mirip, yang kesimpulannya sebagai berikut:

1. Kewajiban utama bagi pelaku dosa besar, seperti zina misalnya, tak lain adalah bertaubat secara tulus. Tak ada kewajiban yang lebih besar dari itu.

2. Hukuman jild atau cambuk bagi pezina yang belum menikah, serta rajam bagi yang sudah menikah bukanlah WAJIB, tapi hanya dianjurkan saja. Itu terbukti dengan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam melengos sebanyak tiga kali, baru di kali yang keempat menerima pengakuan seorang wanita pezina, yang meminta dirajam. Para ulama menjelaskan, bila itu wajib, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tak akan melengos hingga tiga kali, untuk menguji ketulusan wanita tersebut. Yakni, tidak WAJIB bagi yang berzina lalu bertaubat.

3. Besar kecilnya nilai dosa,  juga dilihat dari kapan dan di mana dosa itu dilakukan. Dosa kecil di wilayah al-Haram, digolongkan dosa besar. Mencuri di masa paceklik, di zaman kemiskinan, di mana kaum kaya enggan berzakat, lebih ringan dari mencuri di masa kemakmuran. Itulah, kenapa Umar bin Khattab rodhiyallohu ‘anhu pernah tidak memberlakukan hukum potong tangan bagi pencuri, karena kebanyakan  pencuri melakukan pencurian akibat kemiskinan hebat yang melanda mereka.

4. Dosa masa lalu pupus dengan taubat. Wanita pezina boleh menikah dengan pria muslim yang suci, kalau si wanita betul-betul bertaubat. Itu pendapat yang paling benar, seperti dijelaskan panjang lebar oleh al-Imam asy-Syaukani rohimahulloh dalam Nailul Authaar.

Ukhti yang saya hormati. Coba, kita lebih melihat persoalan pada sisi maslahatnya, dan kita akan melihat betapa Islam adalah agama maslahat, yang mengerti betul hal-hal yang maslahat bagi seorang hamba, di dunia dan di akhirat.

Pertama, mari pikirkan maslahat Ukhti yang harus menjalani kewajiban menikah. Kewajiban menikah itu pasti hukumnya. Maka, hal yang pasti ini jangan digagalkan hanya oleh bayangan, kekhawatiran, dan rasa bersalah yang mencekam jiwa. Karena, bila diteliti lebih seksama, setiap kita juga berlumur dosa. Mari, kita renungi bersama firman Allah,

“….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf : 87)

Berzina dosa besar? Betul sekali. Tapi catatlah, bahwa dosa tidak shalat lima waktu itu jauh lebih besar dari dosa berzina. Itu mufakat di kalangan para ulama. Karena mereka hanya berbeda pendapat, apakah orang yang tidak shalat wajib sekali saja, bisa dikatakan kafir keluar dari Islam atau tidak?

Selebihnya, mereka sepakat bahwa tidak shalat wajib dosanya lebih besar dari zina, menenggak minuman keras, mencuri, hingga memerkosa sekalipun. Itu mufakat, tak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

Sekarang, kita tengok realitas. Bila ada seorang wanita muslimah pezina yang bertaubat, menikah dengan seorang pria muslim yang dulunya jarang shalat lalu bertaubat, bukankah kondisi si pria lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan wanita tersebut? Karena dosa tidak shalat, jauh lebih besar dari dosa berzina?

Hanya saja, bayangan maksiat berzina atau mencuri, kerap lebih membekas dalam memori. Itu sebenarnya karena kurangnya wawasan kita terhadap hukum-hukum Islam itu sendiri, sehingga orang tidak shalat dianggap lebih tidak membahayakan daripada pezina.

Ini bukan berarti kita mengecilkan arti dosa, termasuk berzina. Siapa pun yang melakukannya, wajib bertaubat. Ia harus menyesali perbuatan itu sedalam mungkin. Tapi, jangan sampai menimbulkan keputusasaan sedikit pun. Taubat menghapus segalanya. Tinggal, pikirkan bagaimana menjalani hidup sesudahnya, itu saja.

“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman : 34)

Kemudian, tak ada kewajiban seorang istri atau suami menceritakan segala dosanya di masa lampau. Apapun itu. Soal bekas pada diri seseorang yang pernah melakukan dosa memang berbeda-beda. Berzina menimbulkan efek fisik yang bisa saja dirasakan. Tapi, bila perzinaan itu sudah ditutup dengan taubat kepada Allah, tak ada keharusan menceritakannya, bahkan bisa jadi menceritakannya dilarang karena bisa menimbulkan kericuhan.

Bolehkah menutupi bekas perzinaan tersebut?

Sangat diperbolehkan, bahkan saya menganjurkan demikian. Minumlah –maaf–  jamu sari rapet. Cucilah kemaluan dengan air sirih setiap hari, selama beberapa hari sebelum malam pertama. Niscaya kondisi keperawanan akan nyaris sama seperti semula.

Soal darah keperawanan  juga tak usah dikhawatirkan, dan tak usah memulai obrolan untuk memperbincangkannya. Jujur, lebih banyak suami atau istri yang terkejut melihat darah keperawanan itu, ketimbang sebaliknya.

Mungkin  masih ada yang mengganjal, bila suatu saat suami mempertanyakan, “Apakah Engkau masih perawan atau tidak?”

Bagi saya –wallaahu A’lamu bishshawaab–  itu bisa dimasukkan dengan diperbolehkannya berbohong kepada suami atau istri, demi kemaslahatan perkawinan. Tapi, gunakanlah bahasa isyarat, itu lebih baik. Kalau ditanya, “Apa Engkau masih perawan?”

Jawab saja misalnya, “Aku masih gadis…, Mas.”

Adanya pertanyaan itu adalah kemungkinan yang sangat kecil sekali. Tapi, bila itu terjadi, bagi saya boleh saja seseorang berbohong menutupi aibnya di masa lalu, demi kebahagiaan rumah tangga. Karena, Allah sudah membuka pintu ampunan bagi setiap yang bertaubat.

“Kebohongan” itu adalah untuk menghindari mudharat karena adanya seseorang yang tidak bisa memaafkan dosa yang Allah sendiri saja bisa mengampuninya. Itu merupakan “kebohongan” untuk menghindari sikap zhalim orang yang menghakimi pelaku dosa yang telah bertaubat, dengan emosi dan kemarahannya. Jadi, kebohongan itu sudah tepat pada tempatnya, bila tujuannya adalah menjaga keutuhan rumah tangga, dan menghindari kepanikan orang yang tak mengerti arti taubat sesungguhnya.

Namun bila kondisi suami terlihat memungkinkan Ukhti untuk berterus terang, karena ia begitu lapang menerima segala kekurangan istrinya, termasuk meskipun ia pernah berzina, apalagi kalau ia yang lebih dahulu bercerita tentang masa lalunya yang ternyata juga sama kelamnya, apalagi ia juga bercerita bahwa ia dahulu sering berzina, maka silakan menceritakannya.

Asal diyakini bahwa itu tak akan membuatnya marah, lalu menghancurkan mahligai rumah tangga yang sudah terbangun secara baik sebelumnya. Awali dengan pertanyaan misalnya, “Bagaimana kalau istri Mas, dahulu juga banyak melakukan dosa, seperti berzina misalnya?” Bila ia mengatakan, tak masalah, ceritakanlah kepadanya hal itu, dan tunjukkan penyesalan mendalam di hadapannya. Bila perlu, menangislah seiring pengungkapan penyesalan tersebut. Bila itu terjadi dan memungkinkan, alangkah baiknya.

Namun bila hal itu tak memungkinkan, apalagi gelagat bahwa suami adalah jenis orang yang tak mau mendengar aib istri di masa lalu, tutupilah semua itu sebisa mungkin.

Bagaimana bila suatu saat ketahuan? Jangan khawatir. Allah tak akan menzhalimi hamba-Nya yang bertaubat. Allah menyukai para hamba-Nya yang bertaubat. Allah pasti melindungi Ukhti. Kalau karena itu dia menceraikan Ukhti, catat baik-baik Ukhti yang saya hormati: mungkin Allah telah menyiapkan calon suami yang jauh lebih baik, jauh lebih mengerti kondisi Ukhti, dan jauh lebih berguna buat Ukhti di dunia dan di akhirat. Allah tak akan menzhalimi para hamba-Nya. Ini realita. Doa kami, selalu menyerta.

Baarakallaahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama’a baina kuma fii khair

Rubrik Konsultasi pra nikah, majalah Nikah Sakinah edisi Juni 2010

sumber : http://majalahsakinah.com/2010/07/dihantui/

 

Istri Bohong Kepada Suami Kalau Dia Tak Perawan Lagi Kisah Nyata Seorang Tak Perawan Lagi Bisa Menikah Knpa Wanita Dprawanin Susah Dtngaslim Kisah Nyata Ayah Setubuhi Anak Dan Anak Menikmati Knp Ku Benci Sma Suami Ku Sndiri Smpai Nyumpahin Dia Mati

Arsip Artikel

43 Comments on Haruskah Bercerita Kepada Suami Bahwa Dulu Pernah Berzina Sehingga Sudah Tidak Perawan Lagi

  1. Izin-kan saya bertanya.

    Admin siapa sih yg nulis artikel tanya jawab ini, cewek atau cowok?
    Saya jadi sedikit penasaran, jawabannya cenderung membela cewek/wanita.
    Kenapa cenderung bersikap seperti ini?
    Banyak artikel sejenis ini beredar di internet dan hampir sama maknanya (cenderung membela wanita kenapa?
    Apakah ada maksud dan tujuan tertentu selain dari tobat?

    (Propaganda, standar ganda)

    Terimakasih aspl,. sudah komentar disini,.
    Saya tambahkan,. biar tdk dianggap pilih kasih,.
    Jika ada laki-laki yang dulu doyan zina, lalu dia bertobat, maka dia wajib menutup aib masa lalu tersebut, jangan diceritakan kepada orang lain,. demikian pula jika ada wanita yang doyan zina lalu dia bertobat, maka dia jangan menceritakan masa lalunya tersebut,.

    Contoh lagi, misalkan ada laki-laki yang dulunya adalah pencuri, perampok,. lalu dia bertaubat, maka dia tidak boleh menceritakan masa lalunya tersebut, tutup rapat-rapat,

    Jadi semua perbuatan maksiat masa lalu yang sudah ditobati, jangan diceritakan kepada orang lain,.

    Insya Allah nanti akan saya posting tentang masalah tersebut,.

    • Ukhty ada tmenq wanita yg sudah taubat tdk mlakukan hal kyk gitu ..

      tapi kalau gk crita masa lalu dia yg kelam di calon suaminya ..

      dia tkut nanti suatu saat suaminya tau dari orang lain dan dia jg takut klau wkt mlam prtma dia gk keluar darah takutnya nanti cwonya kaget terus ninggalin cwe.x ..

      terus apa yg dilakukan sama cwe.x ..

      sdngkn klau cwe itu crita kecalon suaminya dia takut calon suaminya gk trima truss nyebarin aibnya cwe itu di org tuanya dan orang lain ..
      mnta solusinya ukhty

      Setelah bertaubat, justru Allah perintahkan untuk tutup masa lalu tersebut, jangan diceritakan,.
      Wanita pezina yang sudah bertaubat, maka statusnya bukanlah pezina,.
      Dan menikah, carilah laki-laki yang baik agamanya, bukan karena selain itu, bukan karena harta, tampang,.
      Jadi jangan pilih calon suami yang jelek atau buruk agamanya, akhlaknya,.

      Bagaimana cara mengetahui bahwa laki-laki tersebut baik? tentu bukan dengan cara berpacaran,. karena pacaran itu haram hukumnya dalam islam, pacaran itu perbuatan yang tidak bertanggungjawab, wanita yang mau dipacarin adalah wanita murahan, bahkan bisa lebih jelek dari pelacur, dan laki-laki yang memacarin juga laki-laki pengecut, bukan laki-laki yang bertanggungjawab,.

      Mengenali calon bisa dengan cara taaruf, apa itu taaruf, silahkan baca disini

    • Pak, saya ini bekas pembunuh.
      Terima kasih pak skrg saya tidak akan melaporkan diri saya ke polisi dan menutupi semuanya karena saya telah bertaubat, masya allah, astaghfirullah,

      Ya, bertaubat saja dengan taubat nasuha, taubat yang sebenar-benar taubat.

  2. Terima kasih sudah berupaya objektif dengan memposting artikel terbaru yang berkaitan dengan judul artikel ini.
    Saya bisa Maklum kenapa setiap pemuka agama selalu dan harus menyarankan perempuan yang berzina untuk menutupi aib zina-nya, di karena ini memang sudah “standar operasional” pemuka agama.

    Terlalu lugu anda sebagai pemuka agama dalam menilai “sebagian perempuan” zaman sekarang.

    Entah apa gunanya pemuka agama memberikan saran dan nasehat seperti itu! Apakah ada opsi/pilihan yang lain?

    TErimakasih sudah komentar disini,.
    anda salah, bukan wanita yang berzina saja yang dilarang menceritakan masa lalunya ketika dia sudah bertaubat dari perbuatan zina,.

    akan tetapi,..

    Seorang PERAMPOK lalu bertaubat dari merampok, diapun DILARANG MENCERITAKAN bahwa dia pernah menjadi perampok,.

    Seorang BANDAR JUDI, Jika dia sudah taubat dari judinya, maka dia DILARANG MENCERITAKAN bahwa dulu dia pernah menjadi bandar judi,

    SEorang PEMPBUNUH, jika dia sudah taubat dari perbuatan membunuhnya, maka DIA DILARANG menceritakan bahwa dia dulu menjadi pembunuh,..

    Jadi terlalu dini dan terburu-buru jika anda mengatakan seperti komentar anda diatas,.

    • Terima Kasih/Good Job

      Anda sudah berusaha membalas komentar saya. Jawaban anda memantapkan saya (secara pribadi) dalam ketidakpercayaan dalam beragama.

      “Tobat hanya dijadikan sebagai tameng/perisai dalam rangka pencarian pengakuan/approval”

      end

      Kenapa orang yang bertaubat dari perbuatan dosanya itu tidak boleh bercerita tentang perbuatan masa lalunya? sebab Allah sudah menutup aib tersebut dengan taubatnya, jadi jangan menceritakan kepada orang lain tentang perbuatan tersebut,. jika dia menceritakan, itu sama saja membuka aib dirinya di masa lalu yang sudah Allah tutup,.

      Boleh bercerita kepada orang tertentu saja dengan tujuan untuk meminta nasehat,.
      Atau boleh diceritakan kepada orang yang ingin bertaubat dari perbuatan serupa, sehingga dia bertaubat pula,.

      Dan ini juga menunjukkan betapa luasnya ampunan Allah,. coba jika Allah tidak maha penerima taubat,. tentu sangat sulit manusia yang berbuat dosa itu bertaubat,

      Dan taubat itu ada syaratnya, taubat dari berzina ada syaratnya, taubat dari mencuri ada syaratnya,. jadi bukan sekedar mengucap di mulut bahwa saya taubat,.

      Jadi, mungkin anda belum paham apa sih yang di maksud taubat yang benar tersebut, sehingga anda memilih untuk tidak beragama,..

      ini putusan orang yang terlalu dini mengambil kesimpulan,.

      Jika anda memilih untuk tidak beragama, itu hak anda, toh anda sendiri yang nanti akan memikul akibatnya,. bukan saya, bukan orang lain,.

  3. Apakah berdosa menceritakan sesuatu yang kita lihat kepada suami sendiri,sedangkan itu berupa aib orang lain

    terimakasih elvi, sudah komntar disini
    Itu termasuk ghibah, sungguh perbuatan ghibah itu tidak ada manfaatnya bagi orang yang mengghibahi, dan bermanfaat bagi orang yang dighibahi, mendapat kiriman kebaikan dari yang menghibahi, jika orang yang menghibahi tidak punya kebaikan, maka kejelekan orang yang dighibahi akan diberikan kepada orang yang menghibahi,.

    Jadi apa tujuan menceritakan kepada suami?
    Jika ingin bercerita, jangan sebutkan nama orang yang diceritakan tsb, atau jangan menyebutkan ciri2 org tsb, bilang saja tadi dijalan ada kejadian seperti ini, dan tujuan anda bercerita itu ada hikmah yg bisa diambil, bukan dalam rangka menceritakan aib orang saja,.

  4. Akhiy, apa bila seperti tersebut suami tahu istri nya pernah berzina dulu sebelum menikah ..
    lalu dia bersedih apakah istri dosa karena telah menyakiti hatinya

    Ya istri siap menanggung resikonya,. karena tidak semua suami itu siap berbesar hati ketika mendengar istrinya pernah berzina,.
    Mungkin suami ditinggal mati anak kesayangannya, itu masih bisa menahan rasa sedih di hati, tapi mendengar istri pernah berzina,. ini hal yang berat bagi suami, bisa jadi awalnya suami sayang dan cinta sama istri, tapi begitu tahu istri pernah berzina, maka rasa sayang dan cintanya bisa saja pudar,. sedih, atau mungkin jijik melihat istrinya,.

    Oleh karena itu, jika si istri sudah bertaubat, maka simpan rapat-rapat, tutup aib tersebut, jangan dibuka, walaupun kepada suami,

    • Apa yang harus saya lakukan akhiy . . Saya telah menutup rapat rapat . .

      Tapi mungkin Allah menunjukan nya apakah ini hukuman untuk saya akhiy .. saya sangat malu memandang wajah nya pun tidak bisa ..

      saya telah memohon ampun pada allah akhiy .. jujur ketika saya memutuskan menikah dengannya agar saya berubah dan lebih mendekat kan diri pada allah .. tapi banyak terbuka ketika kami menikah .. harus seperti apa menghadapinya akhiy

      mba sabar saja,tunjukkn bakti anda kpd suami, jadilah istri shalihah, tutup aurat anda dg jilbab syar’i,tdk usah lg melakukan hal yg mbuat peristiwa tsb jd teringat lg, spt anda meminta maaf kepada suami krn kejadian itu, ini hanya membuat suami jadi teringat,. tapi,. mending buktikan bakti anda sebagai istri dengan perbuatan,.
      Demikian pula anda rajin beribadah, berdoa kepada Allah agar dikuatkan dalam menghadapi kenyataan ini,.
      Berdoa juga utk kebaikan suami, doakan suami, agar berbesar hati, berlapang dada, atau membimbingmu,.

      Kan peristiwa itu sudah diketahui, jangan membuat suami semakin tersakiti hatinya,.
      Rasa penyesalanmu dengan bersungguh2nya kamu menjaga diri, beribadah,berbakti pada suami, ini insya Allah akan membuat suami rela, bahkan mugkin bisa menumbuhkan cintanya,.

      • Syukron katsir ya akhiy .. atas nasehat nya ..
        suamiku telah lapang dada menerimanya
        Semoga allah mengampuni dosa ku

        Alhamdulillah,.. aamiin

  5. Assalamualikum akhiy
    Saya ingin bertanya akhiy
    Saya sudah menikah 2 bulan awal pernikahan saya dan suami sangat bahagia sekali ibadah kami saling mengingatkan semua serba menyenangkan tapi semakin kesini emosi saya semakin tak terkendali , jika saya marah hanya karena sepele saya selalu banting apa saja yang ada di hadapan saya dan suami saya membalas nya dengan ringan tangan , tapi itu menjadi sebuah pertengkaran untuk kami , saya selalu memaki nya sampai kami pun bertengkar melukai satu sama lain .
    Saya sampai membuat nya menangis , apa yang harus saya lakukan tetapi suami saya pun tidak berubah sikap nya dia tidak pernah mengerti jika saya marah atau ngambek . Apa saya dosa besar akhiy ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mba, berani tidak mba memarahi ibu mba sendiri dengan cara seperti itu,membanting , dll, atau mungkin sampai melukai ibu mba sendiri?.
    Kira-kira jika mba melakukan hal ini kepada ibu mba sendiri, bagaimana sikap ibu,. tentu ibu akan melaknat anda, menyumpahi, bahkan mendoakan dengan doa kejelekan,. dicap sebagai anak durhaka,.
    Nah, mungkin anda ga akan berani, takut dengan laknat ortu,. dan akan dicap sebagai anak durhaka, tidak berbakti pada orangtua,.

    Nah mba,.. seorang istri HARUS LEBIH WAJIB BERBAKTI PADA SUAMI, melebihi baktinya dia pada ortunya sendiri,.
    Harusnya kepada suami, anda lebih berhati-hati lagi, jangan sampai melukai perasaan suami,.
    Ingat mba, melalui suami, mba bisa masuk surga dari pintu mana saja yang mba suka,. ulasannya sudah saya posting disini

    Mba, tahu tidak posisi istri terhadap suami?.. silahkan mba baca postingan ini

    Jadi mba,.. janganlah turuti hawa nafsu, emosi, setan sangat pintar menggoda sehingga timbul percekcokan dalam rumah tangga, dan mungkin berujung pada perceraian,. dan jika ini terjadi, setan pun tertawa gembira,

  6. Assalamualaikum
    akhi saya mau brtanya…
    klo keadaannya terbalik suaminya yg berzina..dan bru ketahuan setelah menikah
    apa yg hrus d lakukan istri??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Tahu dari mana?.. lho kok baru tahu, dari orang?
    Orang yang menuduh berzina, wajib mendatangkan saksi yang melihat langsung perbuatan tersebut, dan saksinya bukan satu orang,.tapi empat orang saksi yang melihat langsung,. silahkan baca ulasannya disini

    Jika betul terjadi, jika si suami sudah bertaubat, maka istri tetap wajib berbakti pada suami,.
    Jika suami belum bertaubat, maka si istri bisa tetap menasehati dengan cara yang baik dan bijak, dan dia tetap berbakti pada suami, sambil berdoa pada Allah untuk kebaikan suami

  7. Saya memang pernah berzina, suami saya tau dgn sebab pemaksaan,,,, setahun kemuadian dy bermimpi kalau sy melakukannya lebih dari sekali,,, benar memang tetapi dalam paksaan,,, saya terasa mengganjal kl tdk jujur tp khawatir suami sy sangat kecewa krn pernah bertanya apakah kejadiannya lebih dari sekali saya bohong,,, apa yg harus saya lakukan

    Jika anda betul-betul bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya, maka tutup semua perbuatan masa lalu, tidak usah diceritakan pada siapapun, termasuk pada suami,. tutup rapat-rapat, walaupun anda sebelumnya pernah berzina ratusan kali,.

    Itu jika si wanita tsb berzina atas dasar suka sama suka, atau mungkin profesi sbg pelacur,.
    anda kan katanya dipaksa,. anda yang lebih tahu apakah dipaksa atau tidak,. jika betul dipaksa, maka tidak usah ceritakan, tapi jika itu bukan dipaksa, maka bertaubat,. taubat nasuha, cara taubat dari zina bisa dilihat disini

    Berbaktilah pada suami, jadikan masa lalu kelam tersebut sebagai pemicu utk berbuat yang sebaik-baiknya,. bagi seorang istri, tentu melayani suami, berbakti pada suami,. jangan khianati suami, jaga kehormatan diri anda dan suami,..

    taati suamimu, surga bagimu, silahkan lihat disini

  8. Sya ingin bertnya…
    sya pya pcar dn ingin sekli mnikah denganx..
    tapi saya tdak sengja membuka fb dan saya liat perckapan antra dia dan mntanx..
    yg say sngat kecewa trnyta mreka pernh mlakukan zinah..
    yg sayng ingin tanyakn apakah harus sya tanyakn ke dia apakah betul klo dia sdah pernh mlakukan zinah dengan mntanx..dan apakah wajib ortunya tau kalo anakx sdah tidak prawan lagi…mohon jawbanx trima kash..

    Itulah jika cari istri atau suami dengan pacaran,.
    Akan tertipu, atau ditipu,.
    Bisa dapat masih perawan atau sudah tidak perawan,.
    Atau bahkan pacarnya tersebut yang memerawaninya, lalu ditinggalkannya,.
    Pacaran itu masa penuh kepalsuan, kepura-puraan,serigala berbulu domba,. sok baik, sok perhatian, dan sok-sok yang lainnya,.
    Yang semua kedok itu akan terbongkar setelah menikah,.

    Pacaran, itu pada hakekatnya adalah sedang belajar menjadi pelacur murahan, pelacur gratisan,. maka anda jangan kaget jika mendapatkan sisa,. atau mungkin kena getahnya,. silahkan baca ulasannya disini

    Lebih baik, anda tinggalkan pacaran tersebut, dan bertaubat darinya,.
    Carilah calon istri yang shalih dengan cara yang baik, dan ditempat yang baik,. bukan dengan cara yang diharamkan, bagaimana cara taubat dari pacaran? bisa dilihat disini

  9. Assalamu’alaikum
    sy mau tanya..
    soalny sya bgg n glsah..
    Apa hrs sy cerita pd suami bhwa dlu prnh zina dgn pcr?
    krn sya prnh bca da yg blg hrs dcrtk..
    sya tkut cln suami mrh n tdk trma..
    lalu apa yg hrs sya lkukan..trma ksh?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Yang anda lakukan adalah BERTAUBAT dari zina yang dulu anda lakukan,
    Cara taubat dari zina silahkan baca disini,
    Jika sudah bertaubat, maka tutup rapat-rapat , tidak usah diceritakan pada siapapun, termasuk pada suamai,.
    Allah sudah tutup aib tersbut, jangan anda malah menceritakan pd orang lain,.

    • Ass
      Saya bingung harus berbuat apa
      Saya bingung harus pilih sapa orang tua atau suami saya n saya syg sama mereka tapi orang tua saya tdk prnh merestui hbngan saya dengan suami saya dan suami saya sdikutpun tdk berusaha agar orangtua saya bisa baek dan bisa merestui hubungan kami
      Kami udah puxa satu anak dan semenjak sy sdh melahirkan sampai skrng dan anak sy udah umur7 bulan blom prnhprnh bertemu sama suami saya krn orang tua saya mlarangx dan suami saya juga tdk mau kerumah saya untuk memperbaiki n meminta maaf sama orang tua saya

      wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Apakah anda menikah tanpa seijin wali anda?
      Siapa wali anda ketika melakukan pernikahan?

  10. Ass
    Saya sara saya udah berkeluarga n sdh menikah udah 1, tahun tapi sampai sekarang blom ada restu dari orang tua saya mulai dari awal menika sampai sekarang dan suami saya keluar negri kata kerja tapi 3 bulan ini dia ga pernah lagi menafkahi saya n anak saya garagara sy blom pernah membawa anak saya kerumah suami saya untuk ketemu sama orang tua
    Suami saya marah karna orang tua saya tidak suka sama suami saya dan melarang saya untuk membawa anak saya kerumah suami saya
    Saya bingung harus berbuat apa

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Apakah anda menikah dengan wali, atau main belakang atau back street / kawin tanpa sepengetahuan wali anda?

  11. akhirnya terjawab sudah semua ke bingungan selama ini ,ternyata seperti ini jika bertaubat sungguh – sungguh boleh merahasiakan masa lalu yang kelam ,terima kasih mas,.

    Ya.. perbuatan buruk yang sudah ditaubati, tidak usah diceritakan pada siapapun, tutup rapat2..

  12. Subhanallah. Masya Allah.
    Terimakasih banyak mas atas jawaban yang diberikan. Sangat sangat berharga.

    Semoga Allah selalu memberikan kemudahan di setiap urusan mas admin. Semoga Allah selalu memberikan rezeki dan ridha-Nya kepada mas admin,. Amin. In Shaa Allah

    Alhamdulillah,.
    Aamiin,..
    Jazakumullahu khairan atas suport dan doanya

  13. Assalamualaikum..
    Bgmn dg ceita sprti ini?
    Si A (perawan) berzina dg Si B
    Kemudian Si A berzina dg Si C (tdk jejaka,sblmny dg yg lain prnh jg zina)
    Si C brtny apakah sdh tdk perawan krn tk keluar darah? Si A mnjwb ada bercak darah dicelana (berbohong pd Si C)
    hingga suatu saat membuahkan janin pd Si A
    Lalu Si A dan Si menikah, hingga lahirlah anak diluar pernikahan dan jg adiknya,
    Si C menanyakan kembali tentang keperawanan Si A, akhirnya Si A bercerita jujur dan minta maaf namun Si C justru membalas berselingkuh (zina) dengan Si D.
    Si A tiap hari meminta maaf dan meminta agar si C tak selingkuh namun Si C seolah tak mendengarkan, seolah membenci Si A serta menegaskan bahwa rumah tangga ini bertahan lantaran hanya karena anak2 semata, Si A hanya dianggap sebagai Ibu dr anak2 Si C
    Apa yg harus dilakukan oleh Si A dengan segala penyesalannya???
    Terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Si A wajib bertaubat dari zina yang dilakukannya,.
    semua pelaku zina wajib bertaubat dari zina yang pernah dilakukannya,.
    Kemudian setelah bertaubat, maka tidak perlu menceritakan hal yang sudah ditaubati tersebut,.

    Ini bukti juga, bahwa pacaran bukanlah jalan yang tepat menuju pernikahan, tapi pacaran itu sarana menuju zina, sarana untuk merusak kehormatan wanita, sarana untuk selingkuh ketika menjalani pernikahan,.

    Dan sebenarnya, ga ada kewajiban bagi si laki-laki untuk menikahi wanita yang dizinainya,.. yang wajib adalah bertaubat,.

    Lalu menyikapi suami yang bermaksiat, selingkuh hinga zina,. anda nasehati dengan cara yang bijak, di waktu yang tepat,. dan jangan lupa berdoa kepada Allah,.

    Bukan meminta maaf pada suami, justru jika anda meminta maaf, itu semakin membuat suami sakit,..
    sebrengsek2 laki-laki yang doyan main perempuan, ngga mau mendengar istrinya juga pernah main zina dengan laki-laki lain,..

    Ibu bertaubat,.. mendekatkan diri pada Allah, dan jangan lupa.. berdoa utk kebaikan suami,.. jangan bikin suami jadi ingat masa lalu anda,.. layani suami dengan baik,. perlakukan ibarat suami adalah raja, dan anda pelayan setianya,..

    Jangan lupa,.. berdoa.. silahkan baca kisah seorang istri ini

  14. Pak gimana entar klo pelaku zina itu mengulanginya lagi?
    ane banyak nemu kisah temen-temen yang berantakan rumah tangganya karena dulu mereka pernah zina sebelum nikah dengan orang lain juga.

    ane juga pernah nanya ama temen2 yg zina baik cewe ato cowok, kata mereka gini: yg penting ane udah tobat sudah beres klo ngalakuin lagi tinggal tobat lagi, kata mereka.

    ane heran ama mereka kok aturan agama dimainin kaya gini????
    kok kaya orang keblinger lebih keblinger dari orang sekuler kaya ane.
    ane kaga hipokrit bin munafik dalam hal perzinaan tp kita sebagai manusia punya batasan aturan.

    Allah maha tahu, siapa yang taubat dengan sebenar-benar taubat, dan siapa yang tobat sambel, kalau dah hilang pedesnya akan makan sambel lagi,.

    Dan Allah sudah menentukan siapa penghuni surga dan neraka, 50 ribu tahun sebelum alam ini diciptakan,..
    tempuhlan jalan-jalan penghuni surga, bukan menempuh jalan penghuni neraka

  15. Assalamualaiqum
    Sya mau tanya
    Saya seorang gadis, tapi sya sdh tdak perawan lagi karna kebodohan saya dulu begitu mudah percaya dgn laki laki dan akhir nya dia mngambil ksucian ku, hal tu trjadi 2 tahun silam tpi sngguh skrg sya sngat menyesalinya dan berusaha menjalani hidup saya lebih baik lagi
    baru” ini Sya punya seorang pacar, kami baru satu bulan ini pacaran
    Tapi pada suatu ketika dia menanyakan kepada saya apakah saya masih perawan atau tidak lalu sy mnjawab masih, krna sya malu untuk mngtkan yg sbnarnya krn itu adlah aib sya
    Dan dia prcya, tpi entah knpa prtnyaan yg sma msih dia tnyakan pda sy dan sya msih dgn jawaban yg sma iya.
    Tapi dlam hati ada niat untuk jujur pada dya, namun sya msh ragu untuk mlakukannya, apakah sya harus jujur atau bagaimana
    Mohon solusinya admin

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Solusinya, anda harus bertaubat dari pacaran yang anda lakukan,.
    Pacaran itu hukumnya haram dalam islam,
    Dengan pacaran, bisa saja anda kembali terjerumus dalam zina,. karena pacaran itu hakekatnya sedang belajar menjadi pelacur murahan,.

    Jadi solusinya, bertaubat dari pacaran, caranya sudah saya posting disini

    pacaran adalah cara jitu untuk mencetak anak pertama menjadi anak zina, sudah saya posting disini

    Pacaran itu perbuatan haram, makanya tidak ada pacar sholeh atau pacar sholehah, silahkan baca disini

    Jadi, sampaikan saja, saya ga mau pacaran lagi, sebab saya tahu pacaran itu haram hukumnya dalam islam… kamu kasih saja artikel ini,.
    Wanita yang mau dipacari itu wanita yang tidak baik, wanita murahan, dan laki-laki yang mau memacari wanita itu adalah laki-laki bejad, laki-laki yang tidak bertanggungjawab,..

    Mau nikah pacaran dulu, ini adalah jalan menuju kerusakan,.. akan banyak hal-hal yang disembunyikan,. yang akan terbuka nanti ketika mengarungi pernikahan, silahkan baca disini

  16. Sy mau tny saya sdh tdk perawan dan zina dg pacar sy duda dan pecatan seorang tentara
    Kita sm2 mau bertobat dan menikah krn jjr sy jg tdk bs membendung hasrat sy tp org tua sy menolak krn malu pcr sy duda dan tdk kaya
    Sy hrs bagaimana ttp memperjuangkan krn dia yg mengambil prawan sy ? apa sy nurut org tua utk mninggalkan dia dan mncari laki2 yg kaya dan sederajat ?

    Anda bertaubat, baik taubat dari zina, jg dari pacaran yg anda lakukan,..

    Jika ingin menikah, carilah calon pasangan yg baik agamanya, bukan krn tampang atau hartanya,sebab itu bkn penyebab kebahagiaan,..

    Jika pasangan yg baik agamanya, maka insya Allah bisa merajut kebahagiaan, jika tidak, apalagi sblm menikah saja berani berzina, maka tdk menutup kemungkinan setelah menikahpun rawan trjadinya selingkuh,

    Jadi, bertaubat saja, perdalam ilmu agama, sehingga itu bisa membentengi anda dari hasrat nafsu birahi, carilah teman2 yg bisa membawa kepada surga, bkn teman yg membawa ke neraka,

    Hasrat itu timbul biasanya karena lingkungan, juga trlalu mengikuti hawa nafsu, apalagi skrg di jaman era teknologi,

    Jauhi sarana2 yg hanya membawa kepada kejelekan,

    • Tapi yg mengambil prawan sy itu pacar sy yg skr sy sblmnya tdk pernah melakukan baru prtma kali yaitu dg pacar sy yg seorang pecatan tentara dia mau bertanggung jwb dan mnikahi sy tp tdk d perbolehkan org tua sy krn duda dan tdk kaya
      Yg sy tnykn apa sy harus mempertahankan org yg sdh mengambil kprawanan sy ttpi dia mau brtanggung jwb atau menuruti ibu sy mencari yg sama2 kaya nya spt yg d harap org tua sy ?

      Laki-laki yang bertanggungjawab, dia tidak akan pernah memacari wanita, apalagi mengambil keperawanannya,.. jadi bentuk tanggungjawabnya adalah bertaubat,. bukan menikahi,. adapun setelah bertaubat lalu mau menikahi, maka ini urusan lain,. jadi menikahi wanita yang dizinai itu bukanlah bentuk tanggungjawab,. silahkan baca ulasannya disini

      Yang wajib dilakukan oleh anda, juga pacar anda anda adalah bertaubat,..
      Taubat dari pacaran, juga dari zina yang anda lakukan,
      Cara taubat dari pacaran bisa dilihat disini

      Cara taubat dari zina, silahkan lihat disini

  17. Apakah kalau kita ber2 benar” melakukan tobat nasuha dan demi allah tdk akan melakukan zina lg
    Apakah sy hrs mempertahankan atau menuruti org tua sy mas ?

    seorang wanita itu jika ingin menikah harus seijin walinya, ga sah nikah tanpa seijin wali,
    Seorang anak wajib berbuat baik pada orangtuanya, berbakti pada orangtuanya, menyenangkan hati orangtuanya..

    Dan mencarikan jodoh itu adalah tugas orangtua, bukan si wanita mencari sendiri, itu akan banyak tertipunya,apalagi jika dilakukan dgn cara Pacaran..

    Pacaran itu trik jitu agar bisa zina,
    Pacaran itu sarana untuk merendahkan wanita serendah-rendahnya..

  18. Ada seorang lelaki shaleh diprofil dan posting2an disosmed adalah tentang islam tentang al-qur’an dn hadits, berkenalan dgn wanita dan langsung menyatakan ingin melamar dan menikahi wanita tsb, mereka pun saling berkenalan dan wanita tsb mengaku sudah tdk perawan, dan lelaki itu tetap mau menerima wanita itu karna Allah, tapi lelaki itu memberi syarat agar menceritakan kronologi dari awal si wanita itu pacaran sampai melakukan perbuatan zina, Sampe detail2nya bagaimana si wanita dn mantan pacarnya itu melakukan zina tsb dngn alasan si lelaki ini ingin tau masa lalu calon istrinya agar bisa dia bimbing jd istri shalihah nantinya, awalnya si wanita keberatan karna dia begitu trsiksa harus menceritakan aibnya, tetapi siwanita pun menceritakan aibnya tsb, tetapi si lelaki td msih merasa cerita si wanita kurang lengkap karna tdk menjelaskan dgn sedetail2nya perbuatan zina wanita tsb, dn si lelaki mengancam nembatalkan lamarannya dan siwanita pun menerimanya karna dia tdk sanggup dn merasa tdklah pantas menceritakan dgn begitu detailnya kejadian2 saat dia berzina, dn si wanita pun menerima keputusa lelaki itu yg membatalkan lamarannya, apakan lelaki itu benar2 lelaki shaleh yg paham agama? Apa siwanita melakukan hal yg benar? Tolong dijelaskan,,,syukron zajakillah khairan katsiran

    Kalau melihat kasusnya, dia laki2 yg sok sholeh, padahal sedang mencari korban agar masuk ke dalam perangkapnya, sehingga bisa dimakan juga,

    Mencari jodoh jangan lewat sosmed, banyak kepalsuan, kepura puraan,
    Dan sudah banyak wanita yg jadi korban,..
    Harusnya si wanita jangan mau terjebak utk menceritakan kronologinya, karena yg diceritain itu bukan siapa2, kenal jg tdk, hanya sekedar via sosmed saja,

    Banyak laki2 sok sholeh di sosmed, padahal aslinya adalah buaya,

    • Tetapi silelaki ini paham al quran dan hadist

      Paham, tapi tidak mengamalkan, lah kok kenalan sama wanita hingga nanya sedetail begit, apalagi suruh cerita ttg aib2nya,

      Banyak skrg kasus2 orang sok soleh, tapi sejatinya adalah penjahat kelamin

        • Assalamualaikum…
          makasih atas kesempatan yang diberikan.

          jujur saat ini saya sedang bimbang dan sangat perasaan saya sangat tdk menentu, 3 bulan lagi insya allah saya akan menikah dengan pacar saya yang sekarang,

          tetapi yang msh mengganjal dalam diri saya adalah saya pernah melakukan dosa (zina) tetapi bukan bersama dy tetapi dengan mantan saya yang dulu,

          saat ini saya sangat bingung harus bagemana apakah saya harus mengatakan yang sejujurnya kepada dy, atau membiarkan semua ini saya pendam sendiri.

          tetapi saya takut dimalam pertama nanti dy akan mempertanyakan hal apakah saya msh perawan atau tdk.

          tetapi jujur waktu pertama kali saya melakukan hal itu dengan mantan saya darah merah itu tidak keluar tetapi saya juga tdk terlalu memperhatikannya.

          mohon solusinya yang terbaik apa yang sebaiknya harus saya lakukan agar pernikahan dan rumah tangga saya nantinya bisa menjadi sakinah, mawadah, dan warahma

          saya sangat menyesal dengan perbuatan ini, apalagi waktu saya melakukan hal itupun merupakan syarat yang diberikan oleh mantan saya untuk membuktikan cinta saya kepada dy. saya mengira dy adalah laki laki yang baik, ternyata selama berhubungan dengan saya dy pun melakukan hubungan lain dengan wanita lain.

          saya sangat ingin menjadi wanita yang lebih baik. apalagi saat ini pacar saya begitu sangat sayang kepada saya dengan keseriusannya untuk melamar saya dihadapan orang tua dan keluarga saya, saya pun tidak ingin membuatnya kecewa.

          saya sangat takut kalau saya tdk mencerikan kepadanya saya takut dy akan mendapatkan informasi dari orang lain atau nantinya malah mantan saya yang akan memberitahu secara langsung kepada dy.

          karna mantan saya ini orangnya sangat keras dan sepertinya dy belum ikhlas putus dengan saya
          mohon solusi dan bantuannya

          Wa’alaikumussalam warahmatullah
          Pacaran itu adalah jalan menuju zina, jadi orang yang pacaran itu dia sedang melangkah pada perzinaan,
          Tidak ada pacar yang shalih atau shalihah,. semua pelaku pacaran itu JELEK, dan pacaran itu pada hakekatnya adalah belajar selingkuh, belajar menjadi pelacur murahan,. pelacur mbayar, pacaran sih gratis,. baca disini

          Anda wajib bertaubat dari pacaran dan zina yang anda lakukan,.
          Adapun sekarang anda mau menikah, maka lihat bagaimana agama si laki-laki yang mau menikahi,..
          Rasa sayang itu bukan patokan kebahagiaan kelak, sebab namanya orang pacaran pasti ya akan sayang-sayangan, wajar, pacaran kan masa pembodohan, kepura-puraan,.. dan kedustaan, sebab bisa saja si pacar itu punya pacar cadangan atau simpenan,..

          Jadi, lihat bagaimana agama si laki-laki tersebut, jika baik, maka segera nikah saja,. ga usah pacaran,. sebab itu dosa besar,
          Kemudian putus sarana yang menghubungkan anda dengan mantan anda, juga laki-laki lain, lebih baik hapus kontak mereka, dan kamu ganti nomor baru, dan yang tahu hanya orang terbatas saja,. demikian pula jika kamu punya akun fb, atau medsos lain, bbm, wa, maka non aktifkan semua itu,. jangan sampai itu yang akan menjadi sarana untuk menteror anda, membuka aib anda pada suami kelak,.

          atau malah untuk menjebak anda, sehingga anda mengulangi zina kembali dengan dia,.

          Adapun nanti di malam pertama, ngga usah anda mengakui,.. layani saja suami dengan sebaik-baiknya, dan hindari pembicaraan yang mengarah kepada hal tersebut,.

  19. apakah pahalanya lebih besar menerima wanita yg ternyata sudah berzina dan dengan lapang dada untuk menikahinya?
    atau sama saja pahalanya dengan menikahi wanita yg memang perawan?

    Yang lebih besar pahalanya adalah menikahi wanita yang baik agamanya,.

  20. Assalamualaikum
    Saya ingin sekali mengakhiri pacaran ini dengan cara baik”, agar tidak menimbulkan kebencian,

    tolong saran dan bantuannya supaya saya bisa berbicRa bahwa pacarn it tdk perlu dn saya ingn beljar tinggi,

    saya juga takut menyakiti keluarga y karna sudh kenal akrab sekali, apa yg harus saya lakukan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mba sibukkan diri saja dengan belajar tentang islam, dengan pemahaman yang benar,.
    Sehingga mba punya bekal ilmu,.

    Pacaran, itu terlarang dalam islam,
    Itu jalan setan, agar kamu terus menerus melakukan perbuatan terlarang,.
    Silahkan baca ulasan ini

  21. Assalamu’alaikum wr.wb
    Sampai detik inih saya masih di hantui rasa dosa yg pernah saya lakukan 1thn yg lalu saya bnar2 ingin bertaubat ,apa yg harus aku lakukan? Dia ingin bertanggung jwb (nikahin saya) tp sya bingung dngan status dia itu (suami orang) kata ny sich dia mau cerai krna istri ny mnghianati ny juga mereka mmpunyai anak 2 .
    saya takut saya yg telah merusak rumah tangga ny .
    Tp awal ny aq tdk mngetahui krna dia ngaku ny bujangan dan bukti ktp blum nikah (ktp palsu) .
    Pertanyaan saya apa saya hrus mninggal’kn laki2 sperti itu yg sudah mmbohongi atau mmberikan ksempatan ke dua dngan cara ingin mnikh dengan ny

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Anda bertaubat saja dengan taubat nasuha,. dan ngga usah berhubungan lagi dengan laki-laki tersebut, tidak usah dengarkan janjinya,.
    Jangan anda menambah dosa lagi dengan merusak rumah tangganya,.
    Resiko pacaran, ya dizinai, karena pacaran itu jalan menuju zina,.
    Taubat dari zina, silahkan baca disini ulasannya

    Tidak ada pacar yang baik, semua pacar itu jelek, jadi jangan pernah mencari pasangan menikah dengan cara pacaran, silahkan baca disini ulasannya

    Pacaran itu perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab,. zina sih buahnya, baca disini

  22. Assalamualaikum..
    Sebelumnya saya berterimakasih memberikan solusinya
    Saya sudah menikah punya dua anak..
    Beberapa tahun ini saya bertemu mantan2 pacar saya yg belum menikah… M

    ereka berharap besar kepada saya untuk di nikahi dan rata2 berumur 30 thn keatas dan belum menikah..

    Tp saya tetap menjaga diri dan jarak dengan mereka sampai saat ..

    ini menjadi beban pikiran saya Sya
    Saya pernah bertanya kepada istri sya untuk menikah lagi…

    Tp istri saya jawab belum belum siap… Lalu bagaimana ya mas…

    Apakah perlu saya sampaikan ke istri saya bahwa saya berhubungan dengan mereka… Atau saya simpan saja semua.. Lalu saya lupakan/mejauhi merekA..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itulah buruknya PACARAN, akan menjadi api di dalam sekam, yang bisa saja menyala sewaktu-waktu,.
    Pacaran itu jalan setan menuju perzinaan,.
    Orang yang memiliki pacar banyak, ketika sudah menikah, maka dia ibarat menyimpan bara dalam sekam,.
    Bisa saja rumah tangganya hancur akibat CLBK , bernostalgia dengan mantan-mantannya,.

    Harusnya sikap anda, buang jauh-jauh rasa suka selain pada istri anda saja,.
    Apakah perasaan anda, jika istri anda pun mengalami seperti yang anda alami, banyak mantan-mantan istri di luar sana yang menarik perhatian istri??

    Ingat mas,.. balasan itu sesuai jenis perbuatan,.
    Anda berbuat seperti itu, maka jangan salahkan jika istri anda juga akan melakukan hal serupa,.

    Mumpung belum terlampau jauh,. putuskan hal-hal yang bisa menyeret anda pada mantan-mantan tersebut,. fokus menahkodai rumah tangga anda,.
    Jangan coba-coba melirik wanita lain, baca kisah ini,

  23. Bismillahirrohmanirrohiim

    saya ingin bertanya seperti kebanyakan pertanyaan di atas.
    saya berani bertanya karena ustazd tidak tau dengan saya, jadi saya tidak membuka aib.

    Saya dulu punya pacar, dan saya akui saya memang sayang dengan dia, tapi saya menunjukan rasa sayang dengan jalan yang salah, yaitu dengan menzinainya.

    Memang kami lakukan atas dasar suka sama suka, tidak ada unsur paksaan sedikitpun dari saya, bahkan yang mengakibatkan saya melakukan itu karena dia selalu memberi jalan zina duluan.

    Setelah itu beberapa lama kejadian itu, pertengkaran pun terjadi, karena saya sering marah-marah tidak jelas, karena tidak percaya lagi dengan dia, karena saya pernah melihat dia chat yg tidak pantas dengan lelaki lain.

    Akhirnya dia meminta saya putus, saya memcoba mempertahankan agar tidak putus, karena saya ingin menikahinya karena saya masih punya rasa tanggung jawab sebagai lelaki.

    Akhirnya kami putusan, dan saya tidak bisa melupakannya, krn saya sangat menyayanginya dan ingin menikahinya, dan saya terus menghubunginya, tapi hal itu membuat dia semakin marah. Karena dia ingin dan sudah benar-benar bertaubat dari perbuatan itu dan tidak mengulanginya lagi.

    Setelah lebih sebulan tidak ada kontak. Akhirnya saya mencoba kembali memberanikan diri menghubunginya, karena saya sangat mencintainya dan ingin menikahinya, tapi ternyata dia sudah di lamar orang (dan tinggal menunggi tanggal pernikahan), saya sangat turut bahagia, karena lelaki yg mau menikahinya termasuk lelaki sholeh. tetapi saya takut, karena dia bercerita dengan calon lakinya tersebut bahwa dia sudah cedera (pernah berzina), walaupun dia tidak menceritakannya secara detail ciri dari diri saya.

    Dan calon lakinya selalu mencari tahu akan siapa orang itu. Dan kami sepakat untul saling merahasiakan, dan saya setelah tau dia mau menikah, saya tidak akan menghubunginya lagi.

    Pertanyaan saya,
    1. apakah saya berdosa dengan calon suaminya karena pernah berzina dengan dia (peremuan)?
    2. Seandainya dia tau siapa orangnya yang menzinainya, bolehkan saya tidak mengakuinya walaupun dia menuduh saya?
    3. Apakah kami berdosa karena saling merahasiakan?
    4. Apa yang harus saya lakukan?

    Mohon nasihatnya.

    Yang wajib anda lakukan dan si wanita lakukan adalah bertaubat, taubat dari pacaran,juga zina yang dilakukan,

    Anda tdk berdosa pd si calon suami, tapi anda dan si wanita berdosa telah melakukan dosa besar,

    Jadi sekarang bertaubat, dan pelajari agama ini, agar anda tidak terperosok lagi,..

    Dan perbuatan hina yg sdh ditaubati, memang harus dirahasiakan, tdk blh diceritakan kepada siapapun, tutup rapat-rapat, karena Allh sudah menutupnya dgn cara taubat nasuha tersebut,

    Lupakan pacar anda, hapus nomernya, tmsk akun sosmednya, anda jg ganti nmr anda, karena bisa saja akan terulang kembali jalinan haram itu stlh trjadi pernikahan,

    Karena pacaran itu adalah belajar selingkuh, dan bisa saja akan dipraktekan nanti ketika sdh menjalani pernikahan

  24. Assalamualaikum. Wr wb
    Beberapa bulan yang lalu saya melakukan kekhilafan hingga hamil oleh pacar saya. Akan tetapi pacar saya tidak mau bertanggung jawab dan menghilang. Saat itu saya kalut, bingung harus bagaimana.

    Akhirnya saya mencari pacar baru dan melakukan kekhilafan yg sama. Alhamdulilah pacar saya yg baru mau bertanggung jawab dan menikahi saya.

    Disatu sisi saya lega dengan pernikahan karena dapat legalitas untuk anak saya. Tapi disatu sisi saya juga gak tega jika harus menutupi ayah biologis anak yg dikandung saya dari suami. Apa yg harus saya lakukan agar suami bisa memahami kondisi saya?

    Selama ini suami mengetahui jika anak yg dikandung saya adalah anaknya.
    Atau saya harus menutupi rahasia ini dan menutupi usia kandungan saya dari suami?
    Saya lelah pikiran selalu gak tenang, kasian kesuami,dan banyak hal lain yg menjadi beban pikiran saya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    Anda wajib bertaubat dari dosa zina yang anda lakukan,.
    Dan..
    Jika anda menikah dengan laki-laki kedua, dimana anda dalam kondisi hamil dari pacar yang pertama, maka pernikahan anda TIDAK SAH,wajib pisah,
    Jika ingin menikah dengan laki-laki yang kedua, maka anda dan dia wajib bertaubat dari zina yang dilakukan, dan menunggu anda melahirkan anak hasil zina dengn laki-laki yang pertama yang sudah menghilang tsb,.

    Itulah buah dari zina,.
    Jika tidak mau menanggung akibatnya, jangan dekati jalan-jalan menuju zina, seperti pacaran,.

  25. Assalamualaikum admin
    saya pernah melakukan zina dengan pacar saya,
    dan saya merasa berdosa dan sangat menyesalinya
    kita saat ini belum menikah, status kita masih pacaran dan pacaran kita sekarang jauh dari perzinaahan karena jarang bertemu mengingat pekerjaan saya yang sering keluar kota malahan hubungan kita sekarang kurang baik karena sering cekcok, dan saya merasa dia bukan wanita yang baik untuk saya nikahi dalam segi perbuatan/perlakuan/sifat dia tapi dia meminta saya menikahinya, dan pertanyaan saya apakah saya wajib menikahi dia atau tidak?
    saya beranggapan dia bkan wanita yang cocok karena dia tidak mengerti pekerjaan saya yang sudah terbukti hubunganpun selalu cekcok , makasih admin mohon pencerahannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Yang wajib kalian berdua lakukan adalah BERTAUBAT dengan TAUBAT NASUHA, taubat dari PACARAN dan ZINA yang kalian lakukan,.
    Pacaran itu HARAM hukumnya dalam islam, karena itu jalan menuju zina, dan kalian sudah melakukannya,.

    Laki-laki yang mau memacari wanita itu laki-laki yang tidak bertanggung jawab, dan wanita yang mau dipacari itu juga wanita yang tidak menjaga dirinya,.

    Cara taubat dari pacaran, silahkan baca di sini

    Dampak pacaran, bisa menghasilkan anak zina, baca di sini

    Cara taubat dari zina, silahkan baca di sini

  26. Terimakasih sudah memberi pencerahan, saya akan putuskan dan menghilangkan status pacaran kita , pertanyaan saya belum terjawab yaitu apakah saya harus menikahi dia?

    dan cara putus pacaran apakah boleh langsung meninggalkannya atau dengan komunikasi terlebih dahulu dengan dia? makasih admin

    Anda dan dia wajib bertaubat dari pacaran dan zina yg telah dilakukan,

    Taubat dgn taubat yg sebenar-benarnya,
    Yang wajib bagi anda adalah bertaubat,..
    Jika anda bertaubat, dia bertaubat juga, misalkan mau menikahi ya silahkan saja, dan ini bukanlah wajib,

    Bentuk tanggung jawab itu bkn dgn menikahi, tapi bertaubat, dan tdk memacari wanita manapun

  27. Assalamualaikum admin.
    Saya mau tanya, apakah wanita penzinah boleh minta di jodohkan kepada ortuny? Apalagi usia wanita susah cukup untuk menikah.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika si wanita sudah bertaubat secara nasuha, boleh saja minta dicarikan jodoh oleh ortunya, karena mencarikan jodoh itu kewajiban orangtua

  28. Assalamualaikum admin.
    Saya dulu pernah melakukan kesalahan di masa lalu dan telah bertaubat.

    Pada awalnya saya menutupinya namun si calon in gin tahu dan mendesak.

    Akhirnya saya bercerita dan saat ini dia bersedia menerima keadaan saya namun terkadang masih saja mengungkit2 masa lalu saya itu.

    Bagaimana caranya membuat ia ikhlas dan mau memaafkan kesalahan saya itu? Mohon bantuannya min karna saya dan dia berencana ingin menikah. Terima kasih…

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
    Seharusnya cukup bertaubat saja,.
    Taubat dari zina yang dulu dilakukan, danbtudak usah menceritakan pada orang lain,..

    Jika sudah mengaku, maka sulit bagi laki2 untuk melupakan, bahkan bisa saja timbul sakit hati, bahkan itu juga bisa sebagai senjata bagi si laki2 untuk menekan kamu, dan bisa saja menjadikan hal teraebut untuk membujukmu agar melakukan hal itu juga, dan belum tentu jadi menikah..

    Jadi, bertaubat saja, dan misalkan masih ada waktu, bisa saja kamu batalkan saja rencana menikah, dan jangan sekali2 mencari calon pendamping hidup dengan cara pacaran,..

    Bagi wanita memang ada bekas jika melakukan zina, tapi bagi laki-laki tidak ada, walaupun sering berzina,..

    Jadi bisa saja kamu bertanya juga, apakah calon anda itu pernah zina atau tidak, masih perjaka atau tidak,pernah jalan sama wanita atau tidak, apalagi di jaman sekarang,

  29. Assalamualaikum admin…

    2 tahun silam saya melakukan kesalahan dengan pacar saya, saya tidak sadar melakukannya, entah saya rasa saya di pelet.

    awalnya dulu saya tidak terlalu mencintainya tapi dia sangaatt mencintai saya.

    lalu ketika saya putuskan, dia sangat sakit hati sekalii hingga pada suatu hari bertemu dengan saya lagi dan entah tiba2 saya merasa sangat betul-betul mencintainya dan ingin bersamanya cinta saya begitu menulang terhadapnya hingga lupa dgn semuanya…

    hingga suatu hari tibalah kecelaka’an yg fatal dlm hidup saya itu.

    dan beberapa bulan kemudian saya tersadar, Allah menyadarkan saya dan mmberikan hidayahnya untuk saya…

    saya benar2 menyesaal hari2 saya selalu menangiss dan beribadah kepada-Nya saya bertaubat.

    lalu saya putuskan pacar saya itu di saat dia sedang mempersiapkan menikah dengan saya.

    saya muaakk saya jijik saya benciii sama diiaa!!

    kini yg tertinggal hanyalah sebuah noda yg ku bawa sendiri sambil melanjutkan hidupku kedepannya…

    saya mengurung diri saya, saya takut setiap dekat dengan laki2.

    bayangan akan pernikahan saya takut sekalii…

    saya ingin menjadi perempuan muslimah dan setiap kali saya dekat dgn seorang akhwan yg sholeh, saya merasa tidak percaya diri..

    lalu saya tinggalkannya dan itu menyakiti hatinya…

    saya juga tidak mau begini.

    saya selalu di hantui dengan rasa inii admin :'( hidup saya hancur krna seseorang…

    bagaimana saya bisa melanjutkan hidup sayaa???

    kini saya hanya bisa berserah diri kpd Allah SWT yg maha tau segalanya…

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
    Yang mba lakukan, bertaubat secara nasuha,taubat dari zina yang dulu dilakukan, terlepas caranya dipelet atau bukan, tapi pelakunya adalah laki-laki yang mba sendiri pernah membuka jalur pacaran..jadi itu hanya buah, buah dari pacaran, memberi peluang bagi laki-laki untuk mencicipi diri anda,..

    Jadi bertaubat secara nasuha :
    1. Menyesal
    2. Meninggalkan perbuatan hina tsb
    3. Bertekad kuat untuk tidak kembali melakukan hal tsb lagi,

    Setelah bertaubat, tutup rapat-rapat dan jangan dibuka pada siapapun..

    Pelajarilah agama ini untuk membentengi anda, cari teman2 yg shalihah, hingga suatu saat nanti anfa bisa saja akan Allah pertemukan dengan calin yg shalih,..

    Datangi taklim di kota anda, tentu taklim yg mengkaji islam dgn pemahaman para sahabat, sebutkan kota anda tinggal,insya Allah saya kasih tahu info taklimnya

  30. pak,
    saya mau tanya ? sebelumnya saya mau curhat sedikit
    dulu saya prnh bezina 2x sama seorang perempuan
    dah beberpa bulan katanya dia hamil karena saya
    tapi saya kurang mempercayai bahwa anak yang d kandung itu hasil beni saya sedangkan status dia (perempuan tersebut ) sudah punya pacar . walauoun saya tidak menikahinya.
    karna ada laki² lain yg bersedia menikahi dalam kondisi hamil .

    pernah waktu itu dia dateng krmh bawa anak tersebut meminta saya untuk bertanggung jawab atas anak tersebut !

    yg saya mau tanyakan
    apa saya berdosa kalau tidak mengakui anak tersebut ?
    lantas siksa apa yg akan saya terimah d akhirat nnati ?

    skrg saya sudah taubat tidak prnh melakuakan perbuatan nista itu .
    salahkah saya menutupi aib ini dari orangtua ?

    Anak tersebut BUKAN ANAK ANDA, itu anak hasil ZINA, dan dinasabkan ke IBUNYA, bukan ke bapak biologisnya,.
    Jadi bapak biologisnya tidak berkewajiban untuk menafkahinya, dan si wanita tidak bisa menuntut kepada si laki-laki yang menzinainya,.

    Yang wajib anda lakukan adalah bertaubat dari zina secara nasuha, dan setelah berzina maka TUTUP RAPAT-RAPAT , jangan diceritakan kepada siapapun,.

    Cara taubat dari zina bisa dibaca di postingan ini

    Dan anda jangan pernah lagi berhubungan denga wanita tersebut, hapus nomer hape atau akun sosmed anda, dan ganti dengan nomer hape baru, pokoknya putus hubungan, takut terulang lagi perbuatan hina tersebut,

  31. Terimakasih untuk infonya.

    Saya seorang wanita yang sudah terlalu banyak Aibnya yang inshaallah jika kehendak Allah tahun ini saya di sandingkan dg seorang lelaki yang baik.

    Saya yang bingung harus bicara seperti apa kalau dia tau saya tidak seperti yang dia harapkan.

    setelah saya baca postingan ini hati sudah tenang.

    Tapi kalau tentang darah tidak keluar semisal saya pakai alat “selaput dara palsu” atau yang bisa mnghasilkan darah tiruan apakah tidak apa2?

    Saya takut itu di pertanggung jwb kan nantinya,karna saya ingin menjadi seorang istri yang tdr pernah berbohong kpda suami 🙁

    Tidak apa2

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*