Rabi’ah Al-Adawiyah bukanlah SUFI, Tuduhan Dusta Jika Dia Dianggap Pengikut Sufi

Ingin tahu kesesatan sufi dan tasawuf, silahkan baca di sini

Tarekat sufi naqsabandiyah dan pemikiran yang diusungnya,silahkan baca di sini

Apa kata Imam Syafii tentang tasawuf, silahkan baca di sini

Print Friendly, PDF & Email

Kata Sufi Addawiyah Doa Robiatul Adawiyah Tidak Takut Neraka Sufi Syair Cinta Rabiah Al Adawiyah Jangan Biarkan Aku

25 Comments

  1. Bagaimana jika Tidak Mengharapkan pahala Melainkan Allah Ridha Atas nya., Masih Termasuk sama kah Dengan Orang2 Tassawuf

    Justru manusia yang paling Allah ridhai, yang allah janjikan surga, bahkan pintu surga dia yang membuka pertama kali,.
    Beliau adalah rasulllah,
    Rasulullah saja beribadah mengharap surga, dan agar dijauhkan dari api neraka,…. itu rasulullah,.
    Jika ada orang yang beribadah tapi tidak mengharapkan pahala, maka ini adalah bukti kebodohan dia terhadap ajaran islam ini,. juga menunjukkan kesombongan dia kepada Allah,.

    • berarti kita itu harus beribadah karena takut sama neraka..dan mesti beribadah karena mengharap surga..gitu kan pak?

      Iya, betul,.
      Sehingga karena takut neraka, maka beribadah wajib dengan ketentuan dan tatacara yang sudah ditetapkan oleh Allah yang membuat neraka,. jadi beribadah jangan seenaknya sendiri, tidak mengikuti petunjuk rasulullah yang diajarkan kepada para sahabatnya,. jika seperti ini, walaupun amal ibadah kita suangatttt banyak sekali, maka amalan kita tidak berguna, sia-sia, dan di akherat mendapatkan siksa,.

      Baca syarat diterimanya ibadah, silahkan klik disini

      • semisal gini mas,,qt taat sm Allah karena takut akan adzabnya didunia..trus taatnya qta gk ngarepin blsan di dunia..cm berharap untuk akhirat aja..gimana tu mas?

        mas,. kita beribadah itu hanya mengharap ridha Allah saja, mengharap surganya, dan takut akan siksa nerakanya,.
        Adapun masalah dunia, PASTI AKAN ALLAH PENUHI,. karena masing-masing kita sudah ditetapkan rizkinya,.
        Ibarat makan, kenyang itu sudah otomatis,. walaupun kita ga berharap kenyang, tapi kalau kita makan terus, ya akan kekenyangan,.

        Kenyang itu buah dari makan,. walaupun kita ngga meniatkan ketika makan itu supaya kenyang,

  2. jika beribadah hanya karna mnghrap balasan, berarti tdk tulus mencintai allah…

    Rasulullah saja mengajarkan agar beribadah berharap surga, dan dijauhkan dari api neraka,..
    Itu Rasulullah..
    selevel Rasulullah saja takut dengan siksa neraka…. padahal Rasulullah sudah dijanjikan masuk surga, bahkan orang yang membuka kunci pintu surga kelak…

  3. Rasulullah Saw memang takut akan neraka, akan tetapi bukan berarti Rasulullah saw beribadah kpd allah hanya takut akan neraka…

    Rasulullah beribadah bukan hanya takut akan siksa neraka, tapi juga karena ingin mengharap ridha Allah, dan ingin dimasukan ke dalam surga,

      • Klo surga kekal&abadi=ALLAH ada yg menyamai donk boss…??

        Bahkan di surga dan neraka kekal, tidak akan pernah mati, karena kematian telah disembelih,

        Dan surga itu adalah makhluk ciptaan Allah, dan Allah tidak sama dgn makhluknya

        Para Sufhi/Ahli Tasawhuf tidak takut siksa neraka&Tak Berharap Surga=Kondisi Cinta&Ibadah mereka yg Murni”LILLAHI ROBBI”Tak tercampur apa’pun..

        Manusia yang terbaik di jagad raya ini adalah Rasulullah, beliau sangat takut dengan neraka, padahal Allah sudah menjanjikan beliau akan masuk surga,..
        Maka para sufi atau ahli tasawuf itulah yang merasa sombong, tidak takut dengan neraka, padahal Nabi saja takut, yang tidak takut dengan neraka itu hanya Allah, maka…
        Apakah para sufi itu sedang mensejajarkan dirinya dgn Allah ?

        Hanya Ridlo ALLOH Semata..bukan ridlo mahluk termasuk surga..

        Surga itulah balasan bagi orang yang dirihai Allah

        Dan Allah sendiri yang menyuruh kita agar berharap surga, dan takut kepada neraka,

  4. Kalimat “aku mnyembahmu bukan karna TAKUT NERAKAMU dan bukan krna MENDAMBAKAN SURGAMU” mnurut sy ini mksudnya bukan melecehakn surga & siksa neraka, tp lebih kpada rasa ikhlas dlm bribadah. Saking ikhlasnya sampai2 tdk memperdulikan surga & neraka, tp semata-mata hanya krna allah… lagian dari sekian banyak perkataan para sufi yg disinggung diatas, tdk ada sy baca yg mengatakan TIDAK TAKUT kpda Allah… tidak ada sama sekali. Hanya sj penulis yg mnganggapnya seperti itu, mari kita sama2 belajar….mohon maaf klo ada yg salah

    Apa yg ditakutkan dari Allah?
    yang ditakutkan Adalah nerakanya, karena neraka adalah tempat untuk menyiksa org yg bermaksiat kepada Allah,

    Bagaimana mungkin akan merasa takut pada Allah jika ga tahu kedahsyatan siksa neraka,

    Betapa banyak ayat Allah yg mengancam dgn neraka, dan mengiming-imingi surga,

    Siapa yg tidak takut pada neraka?
    Hanya Allah saja yg tidak takut pada neraka,

    Jadi orang yang ngaku tdk takut pada neraka, dia sungguh mengatakan karena kesombongan, dia ga sadar telah menyamakan dirinya dgn Allah, karwna hanya Allah saja yang tdk takut dengan neraka

    • Kamu jk TIDAK takut kepada Allah
      maka neraka yg kamu dapatkan…. Jika kamu TAKUT kpd Allah dan tidak takut NERAKA belum tentu neraka yg kamu dapatkan…

      Orang yang TAKUT kepada Allah , PASTI akan merasa takut dengan neraka,

      Siapa manusia yang paling takut kepada Allah ? Beliau adalah nabi Muhammad,

      Nabi Muhammad sudah Allah janjikan PASTI masuk surga, bahkan beliau manusia yang PERTAMA kali membuka pintu surga kelak,

      Namun beliau sangat TAKUT kepada neraka,.

      Maka sungguh aneh bin ajaib ketika ada manusia yang tidak takut kepada neraka,

  5. Menurut pengetahuan yang saya dapat,maksud sufi tdk sesuai yang ditafsirkan di atas,”menyembah Allah bukan karena takut neraka dan bukan mengharap surga artinya jika manusia bisa masuk surga itu semata mata bukan karena nilai pahala ibadah manusia tetapi murni karena ridha Allah.

    Tidak takut neraka artinya pasrah kpd Allah,karena semua yang hidup pasti mati,setelah mati manusia dihisab untuk dimasukan ke neraka atau surga itu ketentuan Allah.

    Maksud pendapat para sufi adalah gambaran begitu besar tingkat kecintaan kepada Allah tanpa ada pamrih.

    Pendapat penulis hanya harfiah saja karena sufi yg sebenarnya adalah orang yang dicintai Allah bukan seperti kita yang selalu berusaha mencintai Allah.

    Pendapat para sufi memang kadang harus ditafsirkan karena tingkat pemahamaan kita berbeda.

    Meraih keridhaan Allah wajib dengan petunjuk dari Allah, dan petunjuk itu sudah dijelaskan oleh Rasulullah,

    Bukan mengikuti petunjuk yangvtidak ada sumbernya dari Rasulullah, seperti yg dilakukan oleh sufi,..

    Makanya Imam syafii, beliau menghukum orang yang mengikuti pemikiran sufi ini,

    • Emang ada ya Sufi tidak mengikuti Rasulullah..?

      Jangan salah, Coba cek aja.. Guru dan guru para Sufi itu siapa?

      Kalo di runut Guru dan guru dan sterusnya itu tersambung sanad dan ijazahnya sampai Rasulullah, Rasulullah dari malaikat Jibril, Jibril dari Allah Ta’ala.

      Salah, ilmu tasawuf atau sufi nyambungnya ke filosof yunani, Aristoteles,plato,..

  6. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    kalau melihat perkataan berikut ini…..

    “Abu Yazid Al-Busthami bermunajat kepada Allah Ta’ala (dengan berkata,

    “Aku tidak menginginkan-Mu karena pahala

    Namun, aku MENGINGINKAN-MU karena siksa.”

    perkataan itu……memang bisa dikatakan aneh, dan orang pun akan memahami lahiriyah dari perkataan ini….dan itu suatu kesombongan kepada Allah.

    kalau melihat Rasulullah pun….beliau bertaubat 100 x dalam sehari, meskipun sudah dijanjikan surga Allah.
    afwan, wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    Makanya Ibadah itu harus dengan ILMU, bukan rajin beribadah saja tanpa Ilmu,.
    Orang beribadah itu ingin meraih PAHALA, dan dijauhkan dari SIKSA Neraka,.
    Rasulullah manusia yang paling mulia saja berharap demikian,..

    Kok ya ada orang yang jauh dari jaman Rasulullah mengharapkan lain,..
    Ini hanya sebagai bukti, rusaknya TASAWUF, lebih mengedepankan logika, perasaan, bukan di atas ILMU

  7. Maaf ya mas, bukannya tasawuf jg ilmu yg berdasarkan alquran?

    Tidak, tasawuf itu asalnya dari filosof yunani, awalnya adalah ketika buku-buku para filosof yunani diterjemahkan ke dalam bahasa arab,. disitu awal mula tasawuf merebak ke dalam tubuh umat islam

  8. Assalamu’alakum warahmatullahi wabarakatuh

    Betul sekali yang ditulis oleh admin, karna kebetulan teman dekat dan sodara ana sendiri seorang sufi tulen dan kami sangat berbeda paham tentang keyakinan tsb, hanya ingin menambahkan saja, kenapa seorang sufi tidak takut akan surga dan neraka,

    karna menurut keyakinan sufi memang tidak ada surga dan neraka setelah kematian, merujuk pada pengertian inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, dimana setelah kematian ruh hanya akan kembali kepada Allah dan bersatu dengan Allah bukan ke neraka atau surga,

    karena surga dan neraka itu adanya hanya didunia, bukan diakhirat.

    Afwan, kalau ana salah menjelaskan, itu hanya penjelasan yg ana tau dari seorang sufi yang sangat meyakini ajaran tasawuf, tentang surga dan neraka.

    Salah satu akidah sufi adalah pemikiran Allah menyatu kepada makhluknya,

    Baca kesesatan sufi dan tasawuf di postingan ini

  9. mas… mau tanya…
    Boleh di beritahu bahwa rasulullah beribadah mengharap surga dan takut neraka..

    Allah berfirman tentang ‘Ibaadurrohman bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka

    وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥)

    Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.(QS Al-Furqoon : 65)

    Sumber: https://aslibumiayu.net/8436-jangan-beribadah-dengan-mengharap-surga-kata-sebagian-orang-betulkah-demikian.html

  10. Baru baca blog sufimuda. Katanya iblis bisa bolak balik masuk surga. Dan manusia bisa berjumpa dengan alloh didunia . Bener ga ini mas

    Ya , itu bener ngaconya, terbukti ucapan imam syafii,
    Barangsiapa belajar menjadi sufi di pagi hari, sebelum dzuhur dia akan menjadi orang yang dungu

  11. Pak ,,kalau kita ibadah karena takut neraka ,dan berharap syurga ,
    Lalu di manakah letak ikhlas kita?

    Justru ibadah mengharap surga dan dijauhkan dari neraka, itu adalah realisasi dari ikhlash, wujud dari ikhlash,

    Ikhlash itu adalah beribadah hanya untuk mengharap RIDHA Allah semata, mengharap rahmat Allah semata,..
    Dan tanda keridhaan Allah, tanda rahmat Allah itu akan membalasnya dgn dimasukkan ke surga,..

    Ikhlash itu dari bahasa arab, ada arti ikhlash menurut islam, bukan arti ikhlash versi orang indonesia,..

    • Boleh kan kita beristighfar jumlah nya lebih dari yg di
      contoh kan nabi yaitu 100 x, kalo lebih dari itu apakah kita melakukan bidah??

      Boleh, namun sebaik-sebaik2 contoh adalah apa yang dicontohkan oleh nabi

  12. Pasti penulis juga bilang, “Tahlilan itu bid’ah” wkwkwk

    TAHLILAN seperti yang dikenal di indonesia memang BID’AH

    Tidak pernah dikerjakan oleh Nabi, para sahabat, tabiin,tabiut tabiin,imam yang empat, dan tidak dikenal di negeri arab yang merupakan negeri islam tersebar dari sana

  13. Ini TS nya gagal paham akan pernyataan sang sufi…menjabarkan kepada Rasulullah tapi minim ilmu…
    Belajar lagi mas….

    Tokoh penganut sufi saja gagal paham, apalagi orang yang mengidolakannya..

    Pentingnya belajar islam secara benar, bkn ikut pemahaman sufi,

    Ikutilah pemahaman sahabat, itu satu-satunya cara yang BENAR dalam menfamalkan islam, apa itu pemahaman yg benar tersebut? Silahkan baca di sini

  14. Bukan kah kita diciptakan didunia hny untuk beribadah kpd Allah… bukan untuk memikirkan surga dan neraka..jk kt sdh ikut aturan Allah sdh otomatis surga dikasihmya…

    Tujuan beribadah adalah untuk meraih ridha Allah, dan ridha Allah itu balasannya SURGA,

    Sebaliknya orang yang tidak mau beribadah akan mendapat kemurkaan Allah, balasannya adalah neraka,

    Maka dengan membayangkan kenikmatan surga, akan memotivasi kita dalam beribadah,

    Dan dengan membayangkan kengerian neraka, akan mengerem kita dari perbuatan maksiat,

    Bahkan sering Allah mengiming-imingi surga dan mengancam denfan neraka,

  15. Apakah kemampuan luar biasa yg mereka miliki itu bukan ‘karomah’ pak?
    Kalau mereka sesat mestinya mereka tidak memiliki karomah?

    Gini deh pak,,,level mereka itu sudah juaaauh di atas kita, kita ini awam bahkan pra-awam jadi kalau bicara masalah cinta kepada Allah, saya rasa jiwa kita belum terlalu berpengalaman. Dan kita2 yg awam inilah menjadi sasaran tembak Allah untuk “mau memelihara dunia” ini sebaik mungkin dengan iming-iming surga dan ancaman neraka.

    Mereka itu termasuk waliyyullah, manusia2 yg mencintai Allah dg ikhlas, saking ikhlasnya sampai ndak lagi kepikiran tentang surga & neraka, juga termasuk manusia2 kecintaan Allah juga. Jadi menurut saya kalau mau memberi label sesat agaknya terlalu keji pak. Saya khawatir malah jadi fitnah yg nantinya harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.

    Maaf saya sangat tidak sependapat anda.

    Rasulullah yang merupakan manusia yang PALING UTAMA di muka bumi ini, bahkan beliau lah yang pertama kali akan membukakan pintu surga kelak, beliau sangat takut dengan neraka , padahal beliau sudah Allah janjikan masuk surga,.

    Para Malaikat pun sangat takut dengan neraka, padahal malaikat itu makhluk yang tidak pernah membangkang perintah Allah, selalu taat kepada Allah,.
    Hanya Allah saja lah yang tidak takut dengan neraka, maka jika ada manusia yang tidak takut dengan neraka, maka seolah-olah sedang mensejajarkan dirinya dengan Allah,

  16. Kalau berbicara soal pengikut sufi atau ahli tasawuf, sy cuma berdoa, jangan sampai anak dan keturunan sy terperosok kesana. Sy pernah ngobrol bbrp kali dgn pengikut sufi yg mengaku ahlusunnah wal jamaah,madzhab syafii,tarekat nagsyahbandiah…nauudzubillahi min dzalik.

    Jangankan orang biasa bahkan nabi Muhammad shalallahu alayhi wa sallam pun dianggap gak ada apa2nya dibanding imam2 mereka yg dapat langsung berkomunikasi dgn Allah tanpa malaikat jibril.

    Jangan heran kalau mereka menganggap imam2 mereka kalau ke mekkah kapanpun mereka mau, bisa langsung berada disana.

    Mereka lupa bahwa imam2 mereka masih makan dan buang air juga atau tidak ya? Begitu jauhnya mereka tersesat. Tp mereka masih sholat, puasa, haji dll spt biasa.

    Cuma kalau sholat harus membayangkan wajah imamnya (mirip syiah?) dan hapalan qurannya yg sy dengar kalau jd imam sholat magrib kulya dan kulhu, lagi dan lagi…

    sy sih gk mau diimami, itupun bacaannya kurang benar scr tajwid
    Kalau bertemu dgn mereka lebih baik menghindar sambil berdoa saja semoga Allah memberi hidayah kpd mereka, Krn gk mungin bisa dinasihati…kita dianggap mengenal islam cuma kulitnya aja (ciri khas perkataan mereka)

    Silahkan baca kesesatan tarekat naqsabandiyah di postingan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*