Kenali Wali Anda, Akibat Nikah Bukan Tanpa Seijin Wali, Maka Tidak Sah Nikahnya

Dampak Wali Nikah Nikah Baru Karena Wali Tidak Sah Status Anak Akibat Perkawinan Tanpa Wali

KEABSAHAN WALI HAKIM PERNIKAHAN

Pertanyaan
Apakah sah pernikahan wanita yang walinya wali hakim, karena orang tuanya jauh, yaitu berbeda propinsi, tetapi ayah dari wanita itu menyetujuinya? Fulanah Riau, 08126821xxxx

Jawab
Pernikahan merupakan perkara sakral dalam Islam, karena pernikahan menjadi sebab terpeliharanya nasab dan keturunan. Oleh karena itu, Islam memberikan syarat-syarat yang tegas dan jelas. Di antaranya, yaitu izin dari wali.

Hal ini berdasarkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’al dalam Al-Qur`ân:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. [an-Nûr/24:32].

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan perintah kepada lelaki untuk menikahkan anak perempuannya. Seandainya perkara pernikahan diserahkan kepada wanita, tentu perintah itu tidak disampaikan kepada lelaki.

Lebih jelas lagi, ialah sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sabdanya yang berbunyi:

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ

Tidak ada pernikahan kecuali dengan (izin) wali. [HR Abu Dawud, dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Irwa`ul Ghalil, 6/243]

Yang dimaksud dengan wali, yaitu kerabat dekat yang lelaki dari pihak bapak, yakni mencakup bapak, kakek, saudara lelaki dan anak-anaknya, serta paman dan anak-anaknya. Apabila wali menyetujui pernikahannya, namun ia berhalangan karena jauh atau karena masalah lainnya, maka ia diperbolehkan mewakilkan perwaliannya tersebut kepada orang lain untuk mewakili menikahkan wanita yang menjadi tanggungan perwaliannya. Dalam hal ini, wakil wali ini memiliki hukum yang sama dengan yang menyerahkan perwakilan kepadanya.

Kesimpulannya, pernikahan seorang wanita dengan wali hakim, misalnya KUA atau sejenisnya yang menjadi wakil wali yang berhak menikahkannya adalah sah.

Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XII/1429H/2008M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

PERWAKILAN WALI

Pertanyaan.
Dapatkah wali nikah diwakilkan walau tidak ada halangan, atau ada halangan karena wali nikah tuli? Mohon Redaksi untuk membahasnya, disertai dalil-dalilnya. Endan, Plered, Purwakarta

Jawaban.
Izin wali dalam pernikahan merupakan syarat sah suatu akad nikah. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui perwalian dan derajatnya dalam pernikahan. Sehingga, bila wali wanita tidak ada, maka diganti wali berikutnya.

Pendapat yang râjih dalam permasalahan ini, ialah pendapat madzhab Syafi’iyyah yang menyatakan bahwa urutan wali bagi wanita dalam pernikahan sebagai berikut.

1. Bapak.
2. Kakek.
3. Saudara.
4. Anak-anaknya.
5. Paman-pamannya.
6. Anak-anak paman.

Adapun hakim atau wali hakim, ialah diperuntukan bagi wanita yang tidak ada walinya. Dan seorang wali dibolehkan mewakilkan kepada orang lain, baik ada halangan maupun tidak. Orang yang ditunjuk sebagai wakilnya tersebut memiliki hak seperti yang menunjuknya sebagai wakil.[1]

Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XIII/1430H/2009M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Lihat Shahih Fiqih Sunnah (3/143-144)

Sumber: https://almanhaj.or.id/2529-keabsahan-wali-hakim-pernikahan.html

Print Friendly, PDF & Email

2 Comments

  1. Assalamualaikum.. saya menjadi takut setelah baca tulisan diatas.. pertanyaan saya
    1.bagaimanakah status pernikahan kami jika setelah 16 tahun barulah saya tahu klw saya anak diluar nikah sementara sewaktu saya menikah di nikahkan oleh ayah saya (yg katanya tdk sah) ?
    2. Dan selama 16 tahun itu sy sdh memiliki 4 orang anak ..bgmn pula status mereka? Apakah sama dengan saya mereka menjadi anak yg tdk bisa dinasadkan ke ayah mereka? Sedih rasanya…
    Tolong bantuannya , saya sangat membutuhkan jawaban dan apa yg harus saya lakukan?
    Terima kasih.. assalamu alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika itu dilakukan karena ketidaktahuan, maka termasuk nikah syubhat,
    Dan anak yang dilahirkan itu adalah anak syubhat, tapi nasab tetap dinasabkan ke ayah biologisnya,.

    Sekarang setelah tahu, maka konsekwensi dari nikah syubhat, maka :

    1- Ikatan nikah dibubarkan
    2- Sang wanita wajib menjalani masa iddah, 3 kali haid
    3- Anak tetap dinasabkan kepada ayah biologis, sebagaimana layaknya anak kandung.
    4- Si lelaki wajib memberikan mahar standar kepada wanita, menurut madzhab Hanafi.

    Jadi setelah 3 kali haid, jika ingin diteruskan, ya silahkan menikah ulang dengan akad yang baru, dan jika anda ternyata adalah anak zina, maka bisa menggunakan wali hakim atau petugas KUA yang ditunjuk sebagai wali bagi ibu

    Untuk lebih jelasnya silahkan baca di postingan ini

  2. Terima kasih atas pencerahanya… semoga web ini terus maju.. karena sebagai orang awam banyak ilmu baru yang saya dapatkan dari sini..

    Alhamdulillah, mudah2an banyak yang mengambil manfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*