Kepada Mereka Yang Mengaku Sebagai Salafi Sejati… Yang Mudah Mengatakan Hizby.. Sururi,.. Baca Kisah Ini..

Salafi Sejati Jamaah Tahdzir Jamaah Tahdzir Aslibumiayu.net Aslibumiayu Tahdzir Salafy Sejati

KISAH NYATA: TAUBATNYA SEORANG TUKANG TAHDZIR

taubatnya-tukang-tahdzirالحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد

Dahulu saya tenggelam di dalam lumpur ghuluw (keekstreman) dan ketergesa-gesaan. Saya menyangka bahwa tahdzir terhadap ulama ahlis sunnah -yang dulunya saya menyangka mereka adalah sejelek-jelek ahli bid’ah- adalah lebih baik dari pada berjihad terhadap orang-orang kafir –sebagai bentuk analogi terhadap jihad terhadap ahli bid’ah-.

Saya dan kroni-kroni saya memenuhi majlis-majlis kami dengan menyebut semisal Syaikh Al Halaby, Syaikh Al Maghrowy, Syaikh Abul Hasan Al Ma’riby dll dengan celaan dan makian. Dan kami mengharap pahala di sisi Allah dengan itu semua. Kami menganggapnya sebagai ghibah di jalan Allah dan sebagai realisasi terhadap nasehat Imam Ibnu Ma’in, “Mari sejenak mencela di jalan Allah”…. wala haula wala quwwata illa billah.

Rabb-ku yang ada di langit yang tinggi mengetahui bahwa pemikiran ekstrem yang menyimpang ini ada di hati kami, baik berupa kebencian dan kedengkian terhadap para ulama tadi, melebihi derajat kebencian kami terhadap gembong ahli bid’ah di awal islam seperti Jahm bin Shafwan, Ja’ad bin Dirham, ataupun Bisyr Al Marrisy. Dan juga melebihi kebencian kami terhadap gembong ahli bid’ah kontemporer seperti Sayyid Quthb, Muhammad Al Ghazali, DR Abdurrahman Al Buthi, ataupun Hasaan As Saqqof (As Segaf) dll…

Bagaimana tidak, karena para ulama tadi menurut Syaikh Rabi’ adalah sejelek-jeleknya ahli bid’ah, sedusta-dustanya ahli bid’ah, seburuk-buruknya ahli bid’ah. Bahkan mereka lebih buruk dari Muhammad Abduh, rafidhah, bahkan yahudi dan nashara.

Saya terus memiliki anggapan seperti itu sampai akhirnya Allah memberikan anugerah kepada saya dengan mempertemukan saya dengan seorang sahabat lama saya yang saya ketahui memiliki keistiqomahan, akhlak, ilmu serta adab.

Dahulu sepuluh tahun yang lalu beliau menjadi sebab hidayah bagi saya untuk mengenal manhaj salafy. Sebagaimana pula beliau menjadi sebab hidayah bagi saya untuk bertaubat dan meninggalkan manhaj ahli ghuluw (metode orang-orang yang extrim melampaui batas), manhaj jarh wat tajrih (celaan & makian) wal isqoth wat tabdi’ (menjatuhkan nama baik dan membid’ahkan).

Saya duduk bersama sahabat saya tadi –kebetulan beliau adalah murid Syaikh Muhammad Ali Al Firkus. Setelah berbincang-bincang dan merambah kepada tema keadaan dakwah salafiyyah, saya mengeluhkan kepada sahabat saya tadi tentang gerakan pengikut Al Halaby di negri kami dan pembelaan mereka terhadap syaikh mereka yang ahli bid’ah itu. Bagaimana mereka mempengaruhi banyak sekali dari para pemuda salafy agar mengikuti kebid’ahan mereka yang jelek. Demi Allah, sahabat saya tadi tidak bereaksi apa-apa melainkan hanya tersenyum saja. Padahal saya kala itu dalam keadaan menggebu-gebu dan menggelora seperti seekor onta yang sedang murka.

Beliau memegang tangan saya dan bertanya apakah saya masih mempercayai keilmuan serta keagamaan beliau ? Sayapun lantas menjawab dengan jawaban yang positif –karena memang demikianlah keadaannya kala itu-. Kemudian beliau berterus terang bahwa beliau termasuk diantara orang yang membela Syaikh Ali Hasan Al Halaby dan saudara-saudara beliau dari kalangan masyayikh negri Syam, murid-muridnya Al Imam Al Albani.

Demi Allah seketika itu juga saya tersentak kaget dan nyaris saja saya berdiri untuk memukul sahabat saya tadi. Hanya saja beliau mampu menenangkan saya dengan perkataannya yang baik serta adab dan sopan santun yang mulia sembari meminta kepada saya agar tidak tergesa-gesa dalam bertindak. Lantas sayapun bangkit meninggalkan beliau dalam keadaan murka.

Dan malam itu aku tidur dengan keadaan yang paling buruk, aku bertanya pada diriku sendiri : Apakah masuk akal jika si Fulan tadi mengikuti hawa nafsunya, apakah masuk akal jika si fulan tadi adalah ahli bid’ah yang sesat ???

Dan hati kecilku mengatakan tidak ,,, tidak ,,, tidak.

Akan tetapi aku lantas berfikir, barangkali saja si Fulan (sahabat saya tadi) sedang berpura-pura dan menyembunyikan madzhabnya. Kemudian aku bertemu kembali dengan sahabat saya tadi, beliau memberikan bingkisan kepada saya dan berpesan agar jangan sekali-kali di buka melainkan di rumah saya.

Ketika aku membuka…
Bingkisan tersebut, aku mendapati sesuatu yang merubah jalan hidupku, membuka mataku yang buta, mengorek telingaku yang tuli, mencerahkan hatiku yang lalai …… aku mendapati di dalam kresek tersebut kitab “Manhaj Salafus Shalih” (download di sini  : http://www.ballighofiles.com/emad/manhajalsalaf.pdf)  karya Syaikh Ali Hasan Al Halaby, dan di dalam kitab tersebut terdapat surat dari sahabat saya tadi yang meminta saya untuk membaca kitab tersebut.

Selama beberapa waktu aku membiarkannya lantaran mengingat perkataan para syaikh seputar tahdzir tehadap kitab tersebut, dan larangan untuk membaca ataupun melihatnya. Sayapun meninggalkan kitab tersebut selama beberapa hari. Ketika hatiku berkeinginan untuk membukanya aku membaca “Astaghfirullah” –kalian (pembaca tulisan ini) boleh saja merasa heran tapi itulah kenyataan yang terjadi-

Lantas akupun beristikhoroh memohon petunjuk Allah dan aku memutuskan untuk membaca bagian awalnya saja, dan sekedar melihat indeks-nya serta mengambil faidah yang memang saya inginkan.

Apa yang aku dapatkan ???

Ya Allah apa yang saya dapatkan ??? ilmu yang bergelombang, adab yang santun serta nukilan-nukilan ilmiyyah dari para ulama’ yang terdahulu maupun yang kontemporer.

Saya mendapati dalam kitab tersebut ketetapan terhadap pokok dakwah salafiyyah dalam masalah : Hajr, menguji ahli sunnah, bantahan terhadap orang yang menyimpang, serta permasalahan ilzam (pemaksaan pendapat) dalam ranah jarh wat ta’dil, dan juga jarh mufassar yang di dahulukan dari pada ta’dil serta maksud dari kaidah ini. Perbedaan antara jarh mufassar dengan jarh muqni’ serta jarh mu’tabar.

Demi Dzat yang telah menganugerahkan hidayah kepadaku, sungguh aku tidak ragu lagi bahwa isi buku tersebut adalah haq. Aku melihat adab yang mulia dari Syaikh Ali Hasan Al Halaby ketika membantah orang-orang yang mencela beliau, demikian pula cara beliau memberikan gelaran-gelaran berbau ilmu terhadap lawan beliau, dan setiap kali beliau menyebut nama mereka, beliau mendo’akan mereka dengan ucapan : “Semoga Allah meluruskan beliau”, “Semoga Allah memberikan taufik terhadap beliau”.

Maka akupun menangis tersedu-sedu dan menyesal sejadi-jadinya atas apa yang telah aku ucapkan selama ini. Akupun lantas menelpon sahabat saya tadi dan memberitahu apa yang terjadi pada diriku.

Beliau sangat berbahagia dan mengunjungi aku sembari membawa dua kitab lagi berjudul “Qurrotu ‘Uyunuis salafiyyin” ( download : http://www.4shared.com/file/5bnTGgDK/__-pdf.html ) tulisan Syaikh Ali Abu Haniyyah semoga Allah menganugerahkan taufik kepada beliau dan kitab “Shoddut Tasynii’” (download : : http://www.ballighofiles.com/emad/sadaltashneea.pdf ) tulisan Syaikh Ali Hasan Al Halaby.

Saya membaca kedua kitab tersebut dalam tiga hari sampai aku tidak pergi bekerja, aku mengurung diri di kamar, merenungi diriku, aku menangisi umurku yang kusia-siakan, waktuku yang terlantar, hanya Allah saja tempat mengadu.

Sejak itu aku mulai duduk bersama ikhwan salafy yang sebenarnya, merekapun berbahagia dengan taubatku, aku mendapati dikalangan mereka adab yang baik, lemah lembut, santun dan selalu menjaga sholat, dan senantiasa mengedepankan husnudzon.

Sungguh perasaan ini tidak aku dapati pada diri ghulatut tajrih (orang-orang yang extrim dalam mencela), orang-orang yang telah menjerumuskan aku, dan menjerumuskan diri mereka sendiri. Karena waktu mereka, mereka habiskan untuk mengghibah dan mencela kehormatan orang lain, hati yang keras, perangai yang kaku dan beringas.

Sampai engkaupun akan takut terhadap mereka, engkau akan berhati-hati berbicara di depan mereka, namun masih saja engkau akan disalahkan, dikelompokkan sampai mereka akan mentahdzir engkau.

Namun meski demikian, aku tetap memberikan udzur bagi Syaikh Rabi’ dan para pengikutnya, seperti Syaikh Ubaid dan Syaikh Muhammad bin Hadi. Aku masih menganggap mereka sebagai ulama meski mereka melakukan kesalahan. Sampai salah satu ikhwan memberikan hadiah kepadaku makalah-makalah tulisan pengurus forum diskusi kulalsalafiyeen.com yang dikumpulkan dalam satu risalah (download : http://www.4shared.com/rar/krjQkxsk/___.html ).

Ketika aku membacanya aku merasa kaget luar biasa dan tidak mempercayai apa yang dibaca oleh kedua mataku. Benar-benar kontradiksi yang ajaib, sikap ekstrem yang tiada banding, tuduhan terhadap Syaikhul islam bahwa beliau menyelisihi manhaj salaf, tuduhan terhadap Al Albani bahwa kesalafiyyahan beliau lebih lemah dibanding kesalafiyyahan Al Madkholy, dan tuduhan bahwa Imam Ibnu Baz mencela Islam dengan celaan yang dahsyat, dan celaan Syaikh Rabi’ terhadap Farid Al Maliki Karena menyebarkan perkataan ini meski beliau sendiri juga mengetahuinya, kemudian tuduhan terhadap Syaikh Al ‘Abbad tentang bithonah as-suu’ (orang-orang dekat yang buruk), dan yang lainya berupa bala’ dan musibah yang seandainya dibagikan kepada al ghawani niscaya kita akan menceraikannya, la haula wala quwwata illa billah.

Para ikhwan di forum diskusi kulalsalafiyeen.com pun menasehati aku, padahal dulu aku setiap hari mentahdzir mereka dan mensifati mereka dengan gelar-gelar yang buruk dan membuat lari orang. Sungguh benar apa yang dikatakan seseorang : Barangsiapa yang jahil terhadap sesuatu, maka ia cenderung memusuhinya. Segala puji bagi Allah di awal dan di akhir.

Aku lantas menela’ah makalah-makalah yang ada di forum diskusi kulalsalafiyeen.com setiap hari. Aku membaca makalah-makalah yang lama dari peserta diskusi maupun pengurus seperti makalah Syaikh Ali Hasan Al Halaby, Syaikh Mukhtar At Tibawy, Syaikh Syakir Al Junaidy, Syaikh ‘Imad Abdul Qadir, Syaikh Al Bumardasy.

Demikian pula makalah-makalah yang baru seperti tulisannya Mas’ud Al Jaza’iry khususnya yang berjudul “Ar Rudud Al Albaniyyah ‘Alat Tawajjuhat Al Madkholiyyah” (download : http://www.4shared.com/rar/krjQkxsk/___.html ) yang membuat aku tercengang. Dan risalah ini menjelaskan padaku bahwa antara Imam Al Albani dengan Syaikh Rabi’ terdapat perbedaan yang jauh. Dan bahwasanya manhaj keduanya sangat berbeda.

Aku juga membaca makalah-makalah Abu Narjas Al Kuwaity (barokallahu fih) yang membantah kedustaan ghulat sahab (http://www.sahab.net/home/) beserta syaikhnya, menyingkap cara aneh mereka, pemalsuan serta keburukan mereka. Maka sayapun bertambah lari menjauh dari metode yang diktator ini.

Kebahagiaanku bertambah karena Allah menganugerahkan hidayah untuk mengenal salafiyyah yang lurus dan tenang serta bijaksana. Dakwah salafiyyah yang menyatukan dan bukan mencerai-beraikan. Dan saya sekarang ini sibuk mendengarkan pelajaran-pelajaran Imam Al Albani yang hampir saja saya lupakan. Semakin bertambahlah ketengan serta kenyamananku.

Majlis yang dipenuhi oleh Imam Al Albani dengan adab, ilmu serta hikmah, dan dihiasi dengan komentar-komentar Abul Harits Ali Hasan Al Halaby. Akupun bertasbih dan mengucapkan lahaula wala quwwata illa billah serta bertanya pada diriku : Apakah masuk akal jika lelaki ini (Syaikh Ali Hasan Al Halaby yang suaranya banyak terdengar di majlis Imam Al Albani) dikatakan bukan muridnya Imam Al Albani ??? akan tetapi hawa nafsu serta hasad yang berperan.

Dan saya sekarang dengan keutamaan Allah, mendengar setiap harinya 5 pelajaran dari silsilah huda wan nur. Saya terkadang mendengar Imam Al Albani ditanya tentang seseorang beliau lantas menjawab : Bertanyalah tentang sesuatu yang memberi manfaat bagi dirimu dan jangan menyia-nyiakan waktumu ! Ya Allah betapa banyak kami menyia-nyiakan waktu.

Saya tidak akan menutup tulisan ini dengan tanpa meminta maaf kepada Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al Atsary yang telah aku cela, aku caci maki dan aku hina, yang semua itu aku anggap sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Maafkanlah aku wahai Syaikh kami di dunia ini sebelum kiamat datang, karena aku tidak akan sanggup menanggung adzab serta siksaan Allah yang pedih.

Sebagaimana pula aku mengucapkan terimakasih kepada peserta forum diskusi yang penuh berkah ini, yang mana mereka setelah Allah menjadi sebab keistiqomahanku di atas manhaj yang haq dan menjadi sebab bagiku untuk meninggalkan manhaj ghulatut tajrih, aku mengkhususkan terima kasihku bagi para pengurus forum diskusi ini.

Dan aku katakan kepada mereka : Lanjutkanlah langkah kalian karena sesungguhnya pengaruh forum diskusi ini besar sekali dikalangan bangsa Al Jazair. Dan aku memberikan kabar gembira bahwa banyak sekali salafiyyin yang kembali kepada Al Haq meski mereka belum menampakkannya terang-terangan karena takut terhadap gangguan. Adapun saya, demi Allah, akan menanggung segala gangguan demi mempertahankan sesuatu yang aku anggap benar. Dan aku siap berdebat dengan mereka dengan tetap mengharap agar Allah memberikan hidayahnya kepada mereka.

Ditulis Oleh Abdul Ghafur bin Shalih As Shahrawi.
Dialihbahasakan secara bebas oleh Abul Aswad al-Bayaty
(sumber : http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=43290 )

Bayat, 1 Muharram 1434H.

Posted from WordPress for Android

sumber : http://abusalma.net/2014/11/23/kisah-nyata-taubatnya-seorang-tukang-tahdzir/

Saling Tahdzir Saling Tahdzir Sesama Salafy Abduh Jadilah Salafi Sejati Pdf Tahdzir Salaf

13 Comments

  1. Assalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pak link nya kok ada yang tidak bisa di download.kenapa ya.. . . . . .
    wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Iya pak, ada yang linknya error, dan itu dari link sumbernya memang seperti itu,.

  2. ana sering sekali mendapat inbox di fb dr seorang yg mengatakan ana sururi…
    tapi ana dan teman2 sering memlesetkan kata sururi menjadi timun suri ato sariroti

    diartikan secara bahasa arab juga ngga apa2,.
    surur itu artinya gembira, dan sururi berarti pengikut orang yang bergembira,.
    Lah apa masalahnya,.. gituin aja,.

  3. assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya orang awam di manhaj salafy ini. Ada artikel mengenai Syaih Al Halaby ini di link ini (http://deleted.com/yang-berguguran-dari-dakwah-salafiyah/) mohon tanggapannya. syukron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Tanggapannya adalah artikel diatas, itu sudah cukup penjelasannya,.

    Ustadz-ustadz pengasuh web tersebut adalah mantan murid-muridnya ust yazid, penulis buku mulia dengan manhaj salaf,. tapi murid-murid yang durhaka, yang tidak tahu balas budi terhadap gurunya sendiri, silahkan anda baca buku Mulia dengan manhaj salaf,. ringkasannya bisa baca disini

    • terimakasih ustadz atas tanggapannya. awal-awal sy mengenal manhaj salaf salah satunya dr majalah yg websitenya sy cantumin di atas(yg antum delete). bukannya mau membela, tapi atas dasar apa antum men-cap durhaka mereka? soalnya sy sudah cukup lama tidak mengikuti kajian dan perkembangan di dunia salaf. hanya akhir-akhir ini saja itupun melaui internet.

      Kenapa dibilang murid-murid yang durhaka?
      Saya sebutkan contohnya ustadz senior website tersebut, yaitu umar sewed, dia adalah muridnya ust abd hakim abdat,. tapi apa kata umar sewed tentang gurunya,. demikian juga perkataan mereka ttg ustadz yazid,. padahal umar sewed juga adalah murid ust yazid,.
      Jadi murid yang tidak kenal balas budi, murid-murid yang durhaka,.

      Mengenai kaidah al-jarh wat ta’dil bukankah bagus untuk memperingatkan umat dr seseorang yg bisa merusak pemahaman umat?
      Oia, saya juga menemukan artikel ttg syaikh Al Halabi disini (http://www.deleted.com/index.php/manhaj-salaf/127-fatwa-lajnah-daimah-tentang-buku-karya-ali-hasan-al-halabi), benarkah lajnah daimah mengeluarkan fatwa seperti yg trdpt dlm artikel tsb? mohon maaf bila apa yg saya sampaikan ada kekeliruan, sy hanya ingin mencari kebenarannya.

      Sama saja website tersebut, itu masih berafiliasi dengan website yang saya hapus sebelumnya,.

      Syaikh Ali, beliau merupakan ulama ahlusunnah, ulama salafi, murid senior syaikh Albani, Syaikh Albani pun memujinya,.

      Sedangkan ustadz2 salafi yang websitenya saya hapus, siapa mereka?.. banyak memberikan gelar jelek, mentahdzir, bahkan perpecahan sesama mereka sangat banyak, saling tahdzir,.kasihan orang-orang awam yang kenal salafi melalui mereka, langsung ikut-ikutan mencela, mencaci,. kotor mulutnya,. na’udzubillahi min dzalik,.

      Kaidah yang mereka terapkan jarh wa ta’dil, tidak berlaku utk ustadz2 mereka,.ini sangat lucu,.

  4. Jazakallah khoiran katsiran, admin…
    Ana langsung leave dah dr grup mereka. Barakallahufiikum…

    Alhamdulillah, jazakumullahu khairan,. wafiikum baarakallah

  5. Apakah bahasan artikel tersebut adalah yang termasuk mencela ustadz firanda dan Rodja tv ?

    Soalnya temen saya ada yang mengaku salafy tetapi dia mencela ustadz firanda sebagai pendusta, tapi dengan prestasi ustadz firanda yang seperti sekarang ini saya tidak percaya dengan alasan mereka.

    Mohon penjelasannya dan sekalian disertai dalil kalo ada. Maaf saya masih awam, mohon bantuannya. Baraakallahu fiik

    Iya, betul, bahasan di atas itu untuk mereka, jamaah tahdzir,

    Yang dengan mudah menyatakan ustadz2 yang mendakwahkan manhaj salaf via media radio rodja itu kata mereka sesat,..

    Merekalah sebenarnya yang mencoreng dakwah salafi di indonesia,..

    Mulut2 mereka pun kotor, penuh cacian, tuduhan tanpa bukti,

  6. akhi, kalo link ini bagaimana? mungkin antum tau ustadz2nya, apakah layak untuk diikuti kajiannya, karena info di magetan terbatas. Jazakallahu Khoir.

    Magetan di sini mas

  7. kalau ana merasakan, syubhat mereka (jama’ah tahdzir) sangat besar sekali, apalagi untuk yang baru kenal manhaj salaf dan baru semangat-semangatnya ngaji sunnah…

    ana pernah dipengaruhi kakak kelas, diberi rekaman kajian ustadz-ustadz tahdzir, dan dijelaskan dgn detail mengapa ustadz-ustadz tahdzir berbeda dengan ustadz-ustadz rodja,

    kadang hal ini membuat ana jadi down, rasanya jadi berat untuk ngaji lagi, rasanya sedih gimana gitu,

    tapi sekarang ana lebih menjaga diri dari kajian ustadz-ustadz tahdzir, wallahu a’lam

    Jelas, itu adalah SYUBHAT, makanya jauhi ustadz-ustadz yang menebarkan syubhat, jauhi pula teman-teman yang menebar syubhat, jika dia sudah mulai berbicara tentang syubhat, tutup telinga rapat-rapat, karena hati kita bukan tong sampah tempat menampung syubhat,.
    Hati kita lemah, sementara syubhat kencang menyambar,.

  8. insyaaAllah hati kita bisa merasakan kok yang mana kajian/ceramah yang bisa menentramkan jiwa dan hati, yang bener-bener menyentuh hati, ingat bahwa Islam agama yang rahmatan lil ‘alamin…
    wallahu a’alam

    Parameter kebenaran itu patokannya adalah ILMU, bukan perasaan,

    Kalau tidak paham mana ilmu dan mana yang bukan, maka tidak akan mengetahui mana kebenaran dan mana bukan,

    Kelihatannya menenangkan hati, padahal itu racun yang mematikan hati, itu bisa saja terjadi,

    Dengan ILMU maka akan paham mana ajaran islam yang rahmatan lil ‘aalamin , dan mana yg bukan ajaran islam tapi dikemas seolah-olah itu adalah ajaran islam,

  9. Assalamualaikum ,
    Kami sekeluarga awam dlm hal ini, kami hendak belajar , bisa ustadz sarankan kami harus ke siapa, di mana, web apa, ataupun buku2nya juga
    Kami tinggal di serang banten
    Kami ga mau gado gado dlm belajarnya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Silahkan ibu bisa lihat jadwal taklimnya di sini

    Atau main saja ke pesantrennya,

    PONDOK PESANTREN RIYADHUSSHOLIHIIN PANDEGLANG
    Jl. Kadukacang Km,0,5 Rocek Cimanuk Pandeglang
    Kode Pos 42271, Banten – Indonesia
    HP: 081319269080 / 081319673307

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*