Bagi Yang Bingung Tentang Hukum Membaca Qunut Dalam Shalat, Mudah-Mudahan Tidak Bingung Lagi

Tahlilan Dalam Islam Hukum Membaca Doa Qunut Hukum Tahlilan Menurut Nu Apa Hukum A Kalaw Kita Mengekuti Talel Bolehkah Sholat Subuh Tanpa Qunut

Qunut Shubuh Terus Menerus Adalah BIDAH

SEMUA HADITS TENTANG QUNUT SHUBUH TERUS-MENERUS ADALAH LEMAH
Oleh :Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Bagian Kedua dari Enam Tulisan 2/6

HADITS-HADITS TENTANG QUNUT SHUBUH DAN PENJELASANNYA

HADITS KETIGA

  صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَنَتَ، وَخَلْفَ عُمَرَ فَقَنَتَ وَخَلْفَ عُثْمَانَ فَقَنَتَ
رواه البيهقي

“Artinya : Aku pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau qunut di belakang ‘Umar dan di belakang ‘Utsman, mereka semuanya qunut.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh al-Baihaqi. [1]

Imam Ibnu Turkamani berkata tentang hadits ini: “Kita harus lihat kepada seorang perawi Khulaid bin Da’laj, apakah ia bisa dipakai sebagai penguat hadits atau tidak?’

Karena Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Ma’in dan Daraquthni melemahkannya. Pernah sekali Ibnu Ma’in berkata: ‘Ia tidak ada apa-apanya (ia tidak bisa dipakai hujjah).’

Imam an-Nasa-i berkata: ‘Ia bukan orang yang bisa dipercaya. Dan di dalam Mizaanul I’tidal (I/663) disebut-kan bahwa Imam ad-Daraquthni memasukkannya dalam kelompok para perawi yang matruk.’”

Ada sesuatu hal yang aneh dalam membawakan ini yaitu mengapa riwayat Khulaid dijadikan penguat padahal di situ tidak ada sebutan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut terus-menerus pada shalat Shubuh. Dalam riwayat itu hanya disebut qunut. Kalau soal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut banyak haditsnya yang shahih, akan tetapi yang jadi persoalan adalah “Ada tidak hadits yang shahih yang menerangkan beliau terus-menerus qunut Shubuh?”[2]

HADITS KEEMPAT
Hadits lain yang dikatakan sebagai ‘syahid’ (penguat) ialah hadits:

مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الصُّبْحِ حَتَّى مَاتَ.
أخرجه الخطيب في كتاب القنوت

“Artinya : Senantiasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut pada shalat Shubuh hingga beliau wafat.”

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam al-Khathib al-Baghdadi dalam Kitaab al-Qunut.

Al-Hafizh Abul Faraj Ibnul Jauzi telah mencela al-Khathib (al-Baghdadi), mengapa ia memasukkan hadits ini di dalam kitabnya al-Qunut padahal di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Dinar bin ‘Abdillah.

Ibnu Hibban berkata: “Dinar bin ‘Abdillah banyak meriwayatkan Atsar yang maudhu’ (palsu) dengan meng-atasnamakan Anas, maka sudah sewajarnya hadits yang ia riwayatkan tidak halal untuk disebutkan (dimuat) di dalam berbagai kitab, kecuali bila ingin menerangkan cacatnya.”

Ibnu ‘Adiy berkata: “Ia (Dinar) dha’if dzahib (sangat lemah).”
[Periksa: Mizaanul I’tidal (II/30-31).]

Dari sini dapatlah kita ketahui bersama bahwa perkataan Imam an-Nawawi bahwa hadits Anas mempunyai penguat dari beberapa jalan yang shahih (?) yang diriwayatkan oleh al-Hakim, al-Baihaqi dan ad-Daraquthni, adalah perkataan yang tidak benar dan sangat keliru sekali, karena semua jalan yang disebutkan oleh Imam an-Nawawi ada cacat dan celanya, sebagaimana yang sudah diterang-kan di atas. Kelemahan hadits-hadits di atas bukanlah kelemahan yang ringan yang dengannya, hadits Anas bisa terangkat menjadi hasan lighairihi, tidaklah demikian. Akan tetapi kelemahan hadits-hadits di atas adalah ke-lemahan yang sangat menyangkut masalah ‘adalatur rawi (keadilan seorang perawi).

Jadi, kesimpulannya hadist-hadits di atas sangat lemah dan tidak boleh dipakai sebagai hujjah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany berkata: “Hadits-hadits Anas terjadi kegoncangan dan perselisihan, maka yang seperti ini tidak boleh dijadikan hujjah. (Yakni hadits Abu Ja’far tidak boleh dijadikan hujjah -pen.).
[Lihat Talkhisul Habir ma’asy Syarhil Muhadzdzab (III/418).]

Bila dilihat dari segi matan-nya (isi hadits), maka matan hadits (kedua dan keempat) bertentangan dengan matan hadits-hadits Anas yang lain dan bertentangan pula dengan hadits-hadits shahih yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut pada waktu ada nazilah (musibah).

HADITS KELIMA
Riwayat dari Anas yang membantah adanya qunut Shubuh terus-menerus:

قَالَ عَاصِمُ بْنُ سُلَيْمَانَ ِلأَنَسٍ: إِنَّ قَوْمًا يَزْعُمُوْنَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ بِالْفَجْرِ، فَقَالَ: كَذَّبُوْا، وَإِنَّمَا قَنَتَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا وَاحِدًا يَدْعُوْ عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ.

“Artinya : Ashim bin Sulaiman berkata kepada Anas, “Sesungguh-nya orang-orang menyangka bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa qunut dalam shalat Shubuh.”

Jawab Anas bin Malik: “Mereka dusta! Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut satu bulan mendo’akan kecelakaan atas satu qabilah dari qabilah-qabilah bangsa ‘Arab.”

Hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Khathib al-Bagh-dadi sebagaimana yang dikatakan oleh al-‘Allamah Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’aad (I/278)

Derajat Hadits.
Derajat hadits ini tidak sampai kepada shahih, karena dalam sanadnya ada Qais bin Rabi’, ia dilemahkan oleh Ibnu Ma’in dan ulama lainnya mengatakan ia tsiqah. Qais ini lebih tsiqah dari Abu Ja’far semestinya orang lebih con-dong memakai riwayat Qais ketimbang riwayat Abu Ja’far, dan lagi pula riwayat Qais ada penguatnya dari hadits-hadits yang sah dari Anas sendiri dan dari para Shahabat yang lainnya.

HADITS KEENAM

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَيَقْنُتُ إِلاَّ إِذَا دَعَا لِقَوْمٍ أَوْ دَعَا عَلَى قَوْمٍ.
رواه ابن خزيمة رقم (620) وغيره وإسناده صحيح

Dari Anas bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah qunut melainkan apabila beliau mendo’a-kan kecelakaan bagi kaum (kafir).
[Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuza-imah dalam kitab Shahih-nya no. 620]

QUNUT SHUBUH TERUS MENERUS ADALAH BID’AH!!!

Qunut Shubuh yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia dan di tempat lain secara terus-menerus adalah ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para Shahabatnya dan tidak juga dilakukan oleh para tabi’in.

Para Shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam -mudah-mudahan Allah meridhai mereka-, mereka adalah orang-orang yang selalu shalat berjama’ah bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka menceritakan apa yang mereka lihat dari tata cara shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lima waktu dan lainnya.

Mereka jelas-jelas mengatakan bahwa qunut Shubuh terus-menerus tidak ada Sunnahnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan di antara mereka ada yang berkata : Qunut Shubuh adalah bid’ah, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat yang akan saya paparkan di bawah ini:

HADITS KETUJUH

عَنْ أَبِيْ مَالِكٍ سَعِيْدٍ بْنِ طَارِقٍ اْلاَشْجَعِيِّ قَالَ قُلْتُ ِلأَبِيْ: يَا أَبَتِ إِنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ هاَهُنَا بِالْكُوْفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِيْنَ فَكَانُوْا يَقْنُتُوْنَ فِي الْفَجْرِ؟ فَقَالَ: أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ.
رواه الترمدى رقم: (402) وأحمد (3/472، 6/394) وابن ماجه رقم: (1241) والنسائي (2/204) والطحاوي (1/146) والطياليسي رقم: (1328) والبيهقي (2/213) والسياق لابن ماجه وقال الترميذي: حديث حسن صحيح وانظر صحيح سنن النسائي رقم: (1035).

Dari Abi Malik al-Asyja’i, ia berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di bela-kang Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan di belakang ‘Ali di daerah Qufah sini kira-kira selama lima tahun, apakah qunut Shubuh terus-menerus?”

Ia jawab: “Wahai anakku qunut Shubuh itu bid’ah!!

Hadits shahih riwayat at-Tirmidzi (no. 402), Ahmad (III/472, VI/394), Ibnu Majah (no. 1241), an-Nasa-i (II/204), ath-Thahawi (I/146), ath-Thayalisi (no. 1328) dan Baihaqi (II/213), dan ini adalah lafazh hadits Imam Ibnu Majah, dan Imam at-Tirmidzi berkata: “Hadits hasan shahih.” Lihat pula kitab Shahih Sunan an-Nasa-i (I/233 no. 1035) dan Irwaa-ul Ghalil (II/182) keduanya karya Imam al-Albany. [4]

Bid’ah yang dimaksud oleh Thariq bin Asyyam al-Asyja’i ini adalah bid’ah menurut syari’at, yaitu: Mengadakan suatu ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan maksud bertaqarrub kepada Allah. Dan semua bid’ah adalah sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
أخرجه النسائي (3/188189) أنظر صحيح سنن النسائي (1/346) رقم (1487) والبيهقي في الأسماء والصفات عن جابر .

“Artinya : Tiap-tiap bid’ah adalah sesat dan tiap-tiap kesesatan tempatnya di Neraka.”

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam an-Nasa-i dalam kitab Sunannya (III/188-189) dan al-Baihaqi dalam kitab al-Asma’ wash Shifat, lihat juga kitab Shahih Sunan an-Nasa-i (I/346), karya Imam al-Albany.

[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]
________
Footenote
[1]. Di dalam kitab Sunanul Kubra II/202
[2]. Lihat di dalam kitab Sunanul Kubra II/201-202
[3]. Nama lengkap beliau adalah : Ahmad bin Ali bin Muhammad Al-Kannani Al-Asqalani Abul Fadhl, dan beliau terkenal sebagai ulama dari kalangan madzhab Imam As-Syafi’i, lihat biografi lengkapnya di kitab Al-Jawaahir wad Durar Fii Tarjamati Syaikhil Islam Ibni Hajar oleh Syaikh As-Syakhawi dan kitab-kitab yang lainnya.
[4]. Lihat juga di kitab Bulughul Maram no. 289, karya Al-Hafidz

Sumber: https://almanhaj.or.id/1406-qunut-shubuh-terus-menerus-adalah-bidah.html

Sah Kah  Shalat Tidak Memakai Kunut Hukum Pengajian Setelah Meninggal Dalil Dalil Tahlilan Cara Tahlilan Tahlilan Menurut Hukum Islam

19 Comments

  1. untuk point 3 3. Qunut Shubuh Terus Menerus.
    bagaimana cara mengingkari imam yang qunut terus menerus setiap subuh., apakah kita harus angkat tangan untuk berdoa atau tidak? trimakasih,

    Terimakasih adi,.
    Imam itu ada untuk diikuti,
    Jika imam melakukan qunut shubuh, kita bisa milih, jika tidak mengikuti atau mengaminkan imam itu tidak mengapa, tidak membuat mudharat bagi anda, maka tidak mengapa tidak mengikuti qunut imam, tapi menunggu atau diam saja,.

    Jika kita mengikuti qunutnya imam, maka tidak mengapa ikut qunut dengan imam, jika imam salah maka makmum tidak berdosa,

    Dan jika kita belum cukup ilmu untuk menasehati, maka jangan kita lakukan memberikan nasehat kepada si imam,

    • “Terimakasih adi,.
      Imam itu ada untuk diikuti,
      Jika imam melakukan qunut shubuh, kita bisa milih, jika tidak mengikuti atau mengaminkan imam itu tidak mengapa, tidak membuat mudharat bagi anda, maka tidak mengapa tidak mengikuti qunut imam, tapi menunggu atau diam saja,.

      Jika kita mengikuti qunutnya imam, maka tidak mengapa ikut qunut dengan imam, jika imam salah maka makmum tidak berdosa,

      Dan jika kita belum cukup ilmu untuk menasehati, maka jangan kita lakukan memberikan nasehat kepada si imam,”

      wahai ahli dalam bidang dalil

      hujjah dan dalilnya mana untuk menyarankan makmum ikut atau menunggu dan diam gak ada mudhorot? apakah ada dalam alquran atau hadist? atau anda sedang membuat bid’ah yg lebih baru lagi.

      atau mungkin anda sedang berijtidah seperti layaknya para imam empat yg mashur.

      Dalilnya qunut shubuh terus menerus itu mana mas zuna?
      Yang saya jelaskan,. itu menyikapi hal tsb,. bukan dari diri saya, saya pernah mendengar penjelasan salah satu org yang berilmu menjelaskan demikian,.

      adapun imam itu ada untuk diikuti,itu ada haditsnya,. itu dalilnya

  2. Assalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    tanya pak. setiap malam kan disunnahkan untuk berwitir nah apakah setiap solat witir juga disunnahkan untuk berkunut.
    jazakumullah khairan.
    Wassalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    boleh, bahkan doa qunut allahummah diini fiiman hadait itu adlah doa qunut witir, bukan doa qunut shubuh, lucunya, orang yang baca qunut shubuh terus-terusan, kok yang dibaca adalah doa qunut witir, jadi ngga nyambung,..

  3. waaaaah ini islam wahabi paraaaaaah kapan kita perang fisiiiik yang demi allah aku tunggu kehancuranmu, majikanmu pemerintahan saudi juga gak lama lagi akan hancuuuur

    Sampaikan hujjahmu, dalilmu, bukan ototmu,.

    • buat pembasmi wahabi…kalo anda orang Islam ,pasti anda akan berpikir bagaimana akan pergi haji kalo arab hancur.
      yang pasti kiamat yang akan menghancurkan semua di bumi ini.Apakah ajaran Rasulullah membentuk jiwa seseorang seperti itu.? Anda mungkin salah ajaran,hingga keluar kata2 spt itu

      yang jelas, negara yang menegakkan tauhid akan Allah jaga, akan allah lindungi dari makar-makar musuh islam,
      Belum lagi tentang doa nabi ibrahim tentang negeri mekah,.
      Bahkan dajjal pun tidak mampu memasuki kota mekah dan madinah,.

  4. untuk point 3, yang hadist dari Rasulullah ada tida tidak?

    sudah ada dari persaksian sahabat yang shalat di belakang Rasulullah,. sebagaimana disebutkan di point no 3

    Abû Mâlik al-asyja’i Sa’ad bin Tharîq berkata:

    قُلْتُ لأَبِى يَا أَبَتِ إِنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِىٍّ هَا هُنَا بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ فَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِى الْفَجْرِ فَقَالَ أَىْ بُنَىَّ مُحْدَثٌ.

    Artinya: “Aku bertanya kepada bapakku: Wahai bapakku, sungguhkah engkau pernah shalat dibelakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman serta Ali di Kufah ini selama lebih dari lima tahun. Apakah mereka pernah melakukan qunut dalam shalat shubuh? Beliau menjawab: Tidak benar Wahai anakku! Itu perkara baru (bid’ah). (HR. Ibnu Mâjah dan dishahîhkan al-Albâni dalam Irwâ’ al-Ghalîl no. 435)

    Perbuatan sahabat yang ikut menyaksikan langsung praktek shalat bersama nabi,abu bakar,umar,utsman dan Ali, ini adalah hujjah dan sebagai dalil,

  5. Di al majmu karya imam nawawi juz 3 halaman 502 503 disebutkan bahwa qunut subuh d sunahkan dan merupakan madzhab syafi’i maliki dan abu hanifah sedangkan menurut imam Ahmad adalah bidah….
    Kalo memang kunut subuh adalah bid’ah dan dosa…maka ketiga madzhab semuanya melakukan bid’ah….

    Tidak seperti itu,.
    Para imam mujtahid, beliau berijtihad,. jika betul mendapatkan dua pahala, jika salah mereka dapat satu pahala,. bukan dapat dosa,.
    Kenapa mereka berijtihad? karena tidak ada dalil ,.
    Atau tidak tahu derajat haditsnya,.
    Setelah kita tahu derajat haditsnya, dan hadits tersebut tidak shahih, maka wajib meninggalkan amalan tersebut,.
    Karena kita tidak diperintahkan untuk mengikuti pendapat orang, tapi ikut dalil, dan tidak mencela para imam yang berijtihad, apalagi sampai mengatakan mereka melakukan kebidahan,.

    Imam ahmad sendiri ketika bermakmum pada imam syafii, beliau ikut qunut di belakang imam syafii, beliau hormati gurunya,. karena imam syafii seorang mujtahid,.

    Ikhtilaf adalah rahmat…
    Sahabat saja ketika dalam memahami sabda rasul dan hendak ke bani quraidah berbeda…
    Berarti perbedaan sah dan bisa d benarkan bukan menjadi satu benar dan yang lain Salah…
    Hormatilah perbedaan yang tidak pakai kunut subuh hanya madzhab Ahmad… Yang lain mengatakan sunnah….

    Nah,. peristiwa tersebut terjadi karena ijtihad, dan yang benar cuma satu,.
    Karena mereka berijtihad, dan bukan sembarang orang bisa berijtihad,. maka yang benar dapat dua pahala, dan yang salah dapat satu pahala,. Rasulullah pun tidak menyalahkan mereka,.

    Kalau anda menyontohkan dengan perbuatan sahabat, HARUSNYA QUNUT SHUBUH Juga menyontoh sahabat dong,. dan sahabat menyatakan QUNUT SHUBUH ITU BIDAH,.

  6. Coba baca madzhab yang lain…
    Dan pendapat ahli ilmu yang lain…
    Apa benar anda paling benar dan imam syafi’i malik dan abu hanifah salah dan melakukan bid’ah dalam melakukan qunut solat subuh….

    Sebaiknya anda baca dulu rambu-rambu cara bermadzhab,. sehingga anda bisa mengambil sikap,.
    Jika sudah ada HADITS SHAHIH, maka MADZHAB WAJIB DITINGGALKAN,.
    Jika ada madzhab yang ternyata landasannya adalah HADITS LEMAH, maka wajib tidak dikerjakan madzhab tersebut,.
    Silahkan simak perkataan emas para imam madzhab :
    Imam Abu Hanifah dan muridnya Abu Yusuf berkata,

    لاَ يَحِلُّ لأَِحَدٍ أَنْ يَقُوْلَ بِقَوْلِنَا حَتَّى يَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ قُلْنَاهُ

    “Tidak boleh bagi seorang pun mengambil perkataan kami sampai ia mengetahui dari mana kami mengambil perkataan tersebut (artinya sampai diketahui dalil yang jelas dari Al Quran dan Hadits Nabawi, pen).”[5]

    Imam Malik berkata,

    إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُخْطِىءُ وَأُصِيْبُ فَانْظُرُوا فِي قَوْلِي فَكُلُّ مَا وَافَقَ الكِتَابَ وَالسُّنَّةَ فَخُذُوْا بِهِ وَمَا لَمْ يُوَافِقْ االكِتَابَ وَالسُّنَّةّ فَاتْرُكُوْهُ

    “Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang bisa keliru dan benar. Lihatlah setiap perkataanku, jika itu mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka ambillah. Sedangkan jika itu tidak mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka tinggalkanlah.[6]

    Imam Abu Hanifah dan Imam Asy Syafi’i berkata,

    إِذَا صَحَّ الحَدِيْثُ فَهُوَ مَذْهَبِي

    “Jika hadits itu shahih, itulah pendapatku.”[7]

    Imam Asy Syafi’i berkata,

    إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي

    “Jika terdapat hadits yang shahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding. Jika engkau melihat hujjah diletakkan di atas jalan, maka itulah pendapatku.”[8]

    Imam Ahmad berkata,

    مَنْ رَدَّ حَدِيْثَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهُوَ عَلَى شَفَا هَلَكَةٍ

    “Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berarti telah berada dalam jurang kebinasaan.”[9]
    Baca disini postingan tentang rambu-rambu bermadzhab, klik saja

  7. ini adalah jenis manusia yang sudah mengkavling surga..
    yang lain udah gak kebagian…

    akibat gagal paham, ya begini kesimpulannya,..

  8. Tolong jangan acak acak islam indonesia..
    jangan bawa hal hal baru…
    jangan mengkafirkan membidahkan…
    lebih baik anda diam..
    saja jangan menebar kebencian…

    Memang ada yah islam indonesia,. memang islam berasal dari mana sih,. apakah islam indonesia itu cara shalatnya pakai bahasa indonesia?

    Kata ISLAM saja itu bukan dari bahasa indonesia,.
    Islam dari arab, makanya jika islam yang di indonesia itu berbeda dengan islam yang dari arab, maka siapa sih yang sedang mengacak-acak agama islam??

    Mari jaga kemurnian ajaran agama islam,.. jangan ditambah-tambah atau dikurangi,.

    Karena penambahan dan pengurangan itulah penyebab kebencian,.

    Dibenci Allah, dimurkai Allah,.

    Dan penyebab Allah menimpakan bencana kepada pelakunya,.

  9. assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    syukron atas ilmunya semua yang berdasar pada al quran dan hadits maka wajib diikuti

    saya mau tanya, apakah ada buku yang memuat tentang dasar2 islam yang disertai dalil dan hadits yg sahih, jika ada mohon direkomendasikan untuk saya judulnya apa dan karya siapa?
    karna saya tidak punya banyak waktu untuk mengikuti semua post2 anda

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika untuk mempelajari akidah yang benar, juga cara memahami agama islam yang benar, bisa beli buku Mulia Dengan Manhaj Salaf, bisa dipesan melalui saya, harga 129 ribu, belum termasuk ongkos kirim
    Jika ingin tahu cara wudhu,shalat yang diajarkan oleh Rasul, bisa beli buku sifat shalat nabi, harga 50 ribu, belum termasuk ongkos kirim,
    Silahkan jika berminat bisa sms ke nmr sms center blog ini 08231 7757 628

  10. kata ahmadsarwat kok beda ya? malah katanya nabi qunut subuh sampe wafatnya. jadi yang tidak qunut subuh menyelisihi sunnah. katanya.

    Banyak keanehan jawaban-jawaban ahmad sarwat dgn rumah fikihnya, saya juga sudah memposting salah satunya, lihat di sini

  11. Kenapa orang2 lebih berkutat di masalah2 seperti ini, sementara banyak hal2 yg jauh lebih penting dan mendesak didepan mata, contoh : banyak sekali umat islam yang jauh dari orientasi hidup yaitu iman pada Alloh dan hari akhir sehingga disadari atau tidak mereka terjerumus kepada amal2 setan yang bukan hanya menyebabkan dirinya sendiri celaka tapi lebih jauhnya berdampak kepada masyarakat banyak, korupsi, manipulasi, perjudian, pelacuran, maraknya peredaran sabu yg pelan2 tapi pasti akan membunuh generasi, berbacam kemaksiatan dan kemunkaran de-el-el. Pikirkan generasi ke depan generasi anak cucu kita! Apakah kita tidak menyaksikan betapa banyak umat yg mengaku islam tapi belum memiliki visi dan misi islam? Betapa banyak umat islam yg meninggalkan shalatnya? Bukankah batasan kafir itu cukup bisa dilihat dari ditinggalkannya shalat? Kenapa logika berfikir kita menjadi terbalik, qunut dipermasalahkan, meninggalkan shalat malah kurang menjadi prioritas kajian? Bagi yang mengaku salaf jangan lupa bahwa perlakuan dakwah Rasulullah kepada manusia lebih mengedepankan PERSAMAAN ketimbang PERBEDAAN, coba kaji lagi bagaimana Rosul berdakwah kepada ahli kitab waktu itu, apa yang diangkat adalah persamaan bahwa mereka juga memiliki nabi yang sama yaitu Isa As. Tugas Rasul sudah jelas yaitu mengajak, menggiring dan mencetak manusia menjadi hamba Alloh. Keberpihakan yang diajarkan beliau sangat jelas dan terpatri dalam jiwa2 para sahabat dan kaum muslimin yaitu keberpihakan kepada Alloh dan Rasul-Nya, bukan untuk menjadi kacung latta, ujja, manat, abu jahal, abu lahab de-ka-ka. Beliau juga mengajarkan al-qur’an sebagai furqon, sehingga jelaslah antara haq dan bathil. Ajakan beliau kepada umatnya sudah sangat terang benderang kepada kalimat yang baik. Lantas apa pentingnya membahas hal2 yang membuat jurang perbedaan semakin melebar seperti qunut de-el-el dibanding dengan ajakan kepada kalimat tauhid itu sendiri? Penting mana mempermasalahkan qunut dibanding dengan mengajak kepada kalimat tauhid dengan harapan munculnya kesadaran pada diri, keluarga, masyarakat dan lebih jauhnya negara, sehingga dengan begitu manusia akan berbondong2 menuju jalan ampunan dan rahmat-Nya. Bukankah sifat Rosul sudah digambarkan dalam qur’an surat at taubah : 128 yaitu “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.

    Sederhana saja mas,
    Rasul setiap mau ceramah mengingatkan akan BAHAYA BIDAH,
    Beliau selalu mengatakan hati-hati terhadap perkara baru, setiap perkara baru dalam agama itu adalah BIDAH, dan setiap bidah itu sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka,..

    Cukup contoh kita dalam hal ini,..

  12. Terus apa kita harus ikut qunut bersama imam yang qunut ?

    Tidak usah mengikuti amalan BIDAH yang dilakukan aleh imam

  13. Qunut subuh itu kan dibaca keras ya, dan katanya Nabi terus menerus melakukannya tapi kok tidak ada riwayat yg menyatakan doa qunut Nabi seperti apa sehingga yg dibaca malah doa qunut witir yg diajarkan Nabi kpd cucunya.

    Harusnya yg gak mempan sama dalil dgn logika sederhana ini saja bisa memilih pendapat yg harus diikuti.

    IYA, tidak ada riwayat lafadz doa qunut shubuh yang doucapkan oleh Nabi,malah yang dibaca koq qunut witir

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*