Akibat Maraknya Musik dan Zina, Allah Timpakan Gunung Ke Kampung Tersebut,. Berpikirlah Wahai Para Penikmat Musik,.

Daerah Kemaksiatan Kenapa Tidak Diberi Azab? Desa Di Jawa Tengah Yang Di Azab Allah Kampung Lgbt Di Banjarnegara Desa Maksiat Ngwri Tenggelam Karena Adzab

KISAH NYATA DARI BANJARNEGARA PULUHAN TAHUN LALU
(Ayo share biar banyak yang dapat mengambil hikmah)

akibat maraknya musik dan zina Allah timpakan gunung ke kampung legetanNuwun sedulur semua. Aku merinding membacanya. Astaghfirullaah. Semoga negeri ini tidak ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kecongkakan sebagian penduduknya…

KISAH SEBUAH DESA YANG HILANG
Membaca berita musibah tanah longsor di Karangkobar-Banjarnegara membuat kita semua prihatin dan bersedih. Sebanyak 105 KK terbenam seketika. Musibah ini mengingatkan kita semua, betapa ajal bisa datang kapan saja, tak terduga. Terlepas dari kurang perhatian ataupun kurang waspadanya pemerintah dalam menanggulangi musibah yang sudah memunculkan tanda-tanda sebelumnya ini, kita seakan diajak untuk mengingat kembali kejadian puluhan tahun silam di Banjarnegara juga. Sebuah musibah tentang terbenamnya Dukuh Legetang di tahun 1955.

Dukuh Legetang adalah sebuah dukuh makmur yang terletak tak jauh dari dataran tinggi Dieng-Banjarnegara, sekitar 2 km di sebelah utaranya. Penduduknya cukup makmur. Mereka adalah para petani sukses. Mereka bertani kentang, kobis, wortel dll. Tetapi sayangnya melimpahnya materi tersebut tak diiringi dengan kesyukuran. Mereka seakan lupa diri.

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan). Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli bersyukur.

Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kimpoi sama ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.

Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan.

Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke dukuh Legetang.

Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya rata dengan tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng…

Seandainya gunung Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu hanya akan menimpa dibawahnya. Akan tetapi kejadian ini bukan longsornya gunung. Antara dukuh Legetang dan gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan jurang, yang sampai sekarang masih ada.

Jadi kesimpulannya, potongan gunung itu terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang. Siapa yang mampu mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah?

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (QS Al Mulk 67: 16).

Kini diatas bukit bekas dukuh Legetang dibuat tugu peringatan. Ditugu tersebut ditulis dengan plat logam:
“TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955″

Sungguh kisah tenggelamnya dukuh Legetang ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa Azab Allah yang seketika itu tak hanya terjadi di masa lampau, di masa para nabi, tetapi azab itu pun bisa menimpa kita di zaman ini.

Bahwa sangat mudah bagi Allah untuk mengazab manusia-manusia durjana dalam hitungan detik. Andaikan di muka bumi ini tak ada lagi hamba2 yang bermunajat di tengah malam menghiba ampunan-Nya, mungkin dunia ini sudah kiamat. Kita berhutang budi kepada para ibadurrahman, para hamba Allah yang berjalan dengan rendah hati, tak menyombongkan dirinya. Mereka senantiasa bersujud memohon ampunan-Nya. Ya, semua makhluq di bumi berhutang budi kepada mereka.

Meski keberadaan mereka terkadang tak dianggap, hanya dipandang sebelah mata oleh manusia, tetapi sesungguhnya mereka begitu dikenal oleh penghuni langit. Mereka begitu tulus menghamba pada-Nya, berusaha menegakkan kalimat-Nya di muka bumi ini. Mereka tak pernah mengharapkan imbalan dari manusia, karena imbalan dari Allah lebih dari segalanya.

Karena doa dan tangisan merekalah azab masih ditahan….

Kita harus berterimakasih kepada mereka…..

*terimakasih kepada para Ustadz & Ustadzah yang gigih menegakkan Islam di muka bumi ini*

sumber : fb Widi Astuti

Baca juga :
Negeri kuat itu hancur akibat MARAKNYA MUSIK, silahkan klik disini

Dibalik longsornya bukit di banjarnegara, maksiat yang merebak disana, silahkan klik disini

Apa yang memicu hancurnya sebuah negeri? diantaranya adalah maksiat, sehingga Allah timpakan kebinasaan, silahkan klik disini

 

Print Friendly, PDF & Email

Desa Yang Terkubyr Karena Zina Kampung Perzinahan Yang Dilaknat Allah Bencana Dieng Akibat Maksiat Kesenian Lengger Perzinaan Kampung Di Tengger Terkena Azab

9 Comments

  1. Semua yang telah, sedang Dan yg akan terjadi itu semua kehendak Allah / Sang Khalik….

    kita lihat bencana di seliruh dunia, d Indonesia trngklah Aceh …

    apa yg terjadi ?……100an ribu meninggal, ribuan luka, ribian kehilangan tempat tonggal….itu kehendak yang kuasa dan alam …

    mari kita belajar biar lebih cerdas/dewasa dlm meberlakukan alam, cerdas Dan tidak sembarangan mejudment, mari kita doakan semuanya dlam keadaan selamat Dan damai all,…..INI berita isisnya sangat dangakal…

    Terimakasih,. sudah komentar disini,.
    Semua kejadian di alam semesta ini tidak ada yang luput dari takdir Allah,.
    Bahkan kita memeluk islam pun, itu adalah takdir Allah,.

    Kejadian di aceh, di banjarnegara, itu juga takdir Allah, bahkan anda menulis komentar disini, itupun takdir Allah,.

    Tahukah anda,.. bagaimana kejadian di aceh?? kesyirikan di aceh begitu marak, sedang syirik itu dosa yang paling besar, melebihi dosa berzina, melebihi dosa bermain musik,.

    Musibah yang Allah timpakan, itu merupakan ujian bagi umat islam yang taat, dan adzab bagi mereka yang bermaksiat, bukan di aceh saja, tapi di semua tempat yang Allah timpakan musibah,.

  2. bagaimana pandangan anda ttg musiik? Apakah haram?

    Hukumnya sebagaimana Allah sebutkan, Rasulullah sampaikan, itu adalah HARAM, ulasan tentang haramnya musik sangat banyak di blog saya ini, lebih dari 3 postingan, silahkan baca disini

  3. Mas bilang bukang longsoran, tapi ditompal langsung dijatuhkan di atas desa Legentang. Tapi kenapa dalam tugu peringatan tertulis akibat longsor?? Gimana cerita yang bener?
    Gmn dengan bukit/desa Legentang yang skrg dipasang tugu peringatan? Masihkan berpenghuni?

    terimakasih mas abdul,.kalau longsor, maka longsoran itu akan melalui jurang dan sungai,. tapi itu tidak,. jadi seperti cerita diatas,

  4. Assalamualaikum Warachmatullah….

    Terimakasih artikelnya….

    sungguh informasi yg sangat ditunggu oleh umat manusia….

    bagaimana tidak…. peristiwa yg “belum lama” terjadi..

    tetapi justru baru kali ini saya mengetahui kejadian yg sebenarnya….

    mengetahui bahwa disana ada bencana tapi bukan terkena musibah tanah longsor..

    melainkan Allah telah memberi peringatan kepada kita semua….

    sungguh pelajaran yg sangat berharga dari pengalaman “masa kini” yg sama terjadi di jaman umat terdahulu yang diberi azab oleh Allah….jadzakallah Khairan…

    Wa’alaikumussalam warahmtullahiwabarakatuh,.
    Ya..hanya orang yang masih mencari kebenaran, akan bisa mengambil pelajaran dari hal trsebut,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*