Apa Itu ISIS ? Salah Satu Kelompok Dengan Pemahaman Khawarij, Lihat Video Tantangan ISIS Kepada TNI,Polri

Isis Masuk Dalam Aliran Sunni,syiah Atau Khawarij Isis Khowarij Konsep Pemikiran Isis Mengapa Isis Menyebut Nama Allah Sifat Isis

ISIS dalam Tinjauan Aqidah Islamiyah

Abstrak

Islam adalah agama yang cinta kedamaian dan keadilan sekalipun terhadap orang yang di luar Islam. Oleh sebab itu, Islam mengharamkan perbuatan zhalim terhadap siapapun, bahkan kepada binatang sekalipun. Barangsiapa yang membaca literatur-literatur Islam yang ditulis oleh para ulama klasik akan menemukan hal tersebut dengan jelas. Bahkan arti dari kata-kata Islam itu sendiri bermakna kedamaian atau keselamatan.

Namun dewasa ini keindahan ajaran Islam tersebut telah tertutup debu dan kabut pemikiran yang menyimpang dari kemurnian ajaran Islam itu sendiri. Salah satunya adalah ISIS yang baru-baru ini menjadi isu yang menghebohkan masyarakat dunia.

Maka dalam call papers yang pemakalah ajukan ini akan dibahas bentuk-bentuk penyimpangan ISIS dari sudut pandang Aqidah Islamiyah berdasarkan dalil-dalil yang valid dari Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.

Keyword: ISIS, Tinjauan, Aqidah Islamiyah

Latar Belakang

Berangkat dari rasa ingin saling menasehati sesama muslim, kami meluangkan waktu untuk membahas salah satu topik aktual dewasa ini. Yaitu tentang Daulah Islamiyah Iraq dan Syam (داعش) yang lebih popular dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham). Jika kita amati isu ISIS telah menjadi polemik baru di tengah-tengah masyarakat dunia. Adanya sikap pro dan kontra di kalangan kaum muslimin dalam memandang ISIS, kiranya perlu untuk dikaji dari sudut pandang Aqidah Islamiyah. Agar umat Islam di Nusantara ini memiliki kewaspadaan dan tidak terpengaruh dengan ajaran yang dianut oleh pengikut ISIS. Maka dengan memperhatikan hal tersebut kiranya amat penting pembahasan ini untuk dikupas secara ilmiyah.

Tujuan Bahasan

Diantara tujuan penulisan bahasan ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat terutama kalangan akademisi agar mereka dapat menjelaskan kepada para peserta didik mereka tentang siapa sebenarnya ISIS. Apa saja bentuk penyimpangan mereka dalam sudut pandang Aqidah Islamiyah? Dan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap ISIS?

Sejarah kelahiran ISIS[1]

Gerakan ISIS bermula dari dibentuknya “Jamaah Tauhid dan Jihad” di Iraq pada tahun 2004 oleh Abu Mush’ab Zarqawi. Kemudian pada waktu yang bersamaan Zarqawi menyatakan pembai’atannya terhadap pimpinan tertinggi Al-Qaidah Usamah bin Ladin, dengan demikian ia langsung menjadi perwakilan resmi Al-Qaidah di Iraq. Ketika Amerika menjajah Iraq pasukan Zarqawi sangat agresif dalam menentang penjajahan tersebut. Hal ini menyebabkan banyak pejuang Iraq yang bergabung dengan pasukan Zarqawi. Meskipun secara idologi mereka berbeda, akan tetapi kondisi perang menyebabkan mereka untuk bergabung dengan segala kekuatan dalam melawan penjajahan Amerika terhadap rakyat Iraq. Dengan berlalunya waktu pengaruh Zarqawi semakin kuat di tengah-tengah para pejuang Iraq dan jumlah pasukannya semakin bertambah dan membesar.

Pada tahun 2006 Zarqawi mengumumkan melalui sebuah rekaman tentang pembentukan ‘Majlis Syura Mujahidin” yang diketuai oleh Abdullah Rasyid Baghdadi. Tujuan dari pembentukan “Majlis Syura Mujahidin” ini adalah untuk mengantisipasi perpecahan di kemudian hari antara berbagai kelompok pejuang yang tersebar di berbagai pelosok daerah Iraq. Namun sebulan setelah pernyataannya tersebut Zarqawi terbunuh, lalu posisinya digantikan oleh salah seorang tokoh Al-Qaidah yang bernama Abu Hamzah Al-Muhajir.

Kemudian pada akhir tahun 2006 sebagian besar pasukan “Majlis Syura Mujahidin” berhasil mengambil sebuah keputusan bersama untuk mendirikan Negara Islam Iraq di bawah pimpinan Abu Umar Baghdadi.

Lalu pada tanggal 19 April 2010 pasukan Amerika mengadakan penyerangan udara besar-besaran terhadap salah satu daerah Iraq yang bernama Tsar-Tsar. Sehingga terjadilah pertempuran sengit antara pasukan pejuang Iraq dengan penjajah Amerika. Satu minggu setelah pertempuran tersebut pasukan Al-Qaidah memberikan pernyataan melalui internet bahwa Abu Umar Baghdadi (Pimpinan Negara Islam Iraq) dan Abu Hamzah Muhajir (Pimpinan Majlis Syura Mujahidin) telah terbunuh dalam pertempuran tersebut di kediaman mereka. Sekitar sepuluh hari berselang dari meninggalnya kedua orang tersebut diadakanlah rapat Majlis Syura Negara Islam Iraq. Dalam rapat Majlis Syura tersebut terpilihlah Abu Bakar Baghdadi sebagai pengganti Abu Umar Baghdadi menjadi pimpinan Negara Islam Iraq.

Abu Bakar Baghdadi, nama aslinya Ibrahim bin ‘Awad bin Ibrahim Al-Badri lahir di salah satu daerah di Iraq yang bernama Saamuraa’ pada tahun 1971. Ia adalah Alumni S3 Universitas Islam Baghdad yang berprofesi sebagai pengajar/dosen. Saat Amerika menjajah Iraq Abu Bakar Baghdadi bangkit ikut berjuang bersama rakyat Iraq di Saamuraa’, seketika itu ia hanya memimpin sebuah pleton kecil. Kemudian ia bekerjasama dengan beberapa orang yang terindikasi memiliki ideologi teroris untuk membentuk sebuah pasukan perang tersendiri. Saat Zarqawi mengumumkan pembentukan “Majlis Syura Mujahidin” tahun 2006 ia termasuk diantara pimpinan pasukan mujahidin yang bergabung ke dalamnya. Saat itu ditunjuklah ia sebagai anggota Majlis Syura sekaligus menduduki posisi untuk menangani bagian pembentukan dan pengaturan urusan kesyariatan dalam “Majlis Syura Mujahidin”. Pada akhirnya ia menjadi orang kepercayaan Abu Umar Baghdadi dan ditunjuk sebagai penggantinya oleh Abu Umar Baghdadi sebagai pimpinan Negara Islam Iraq setelahnya. Inilah sekilas kronologi terpilihnya Abu Bakar Baghdadi sebagai pimpinan Negara Islam Iraq yang kemudian setelah meluaskan sayapnya ke Suriah dan mengklaim daerah-daerah yang sudah dibebaskan oleh para mujahidin lain dari kekuasan Basyar Asad dan menamakan kekuasaannya dengan Negara Islam Iraq dan Syam (ISIS) pada tanggal 9 April 2013.

Sekilas Bagaimana Berdirinya ISIS[2]

Setelah terjadinya perperangan di Suriah pada tahun 2011 antara tentara Basyar Asad dengan pasukan penentang penguasa, sebagian kelompok-kelompok mujahidin di Iraq ikut bergabung membantu pasukan penentang penguasa. Pada awal tahun 2014 pasukan penentang penguasa berhasil menguasai sebagian besar dari wilayah suriah, terutama perbatasan antara Suriah dan Iraq. Di antara pasukan yang membantu perjuangan Rakyat Suriah melawan pemerintahan Basyar Asad adalah pasukan Jabhah Nusrah yang merupakan pewakilan Al-Qaidah untuk wilayah Syam di bawah pimpinan Abu Muhammad Al-Faatih dan lebih popular dengan panggilan Al-Jaulaani. Di antara tokoh-tokoh Al-Qaidah yang loyal dengan pasukan Jabhah Nusrah adalah Aiman Zawahiri, Abu Qatadah Palestini dan Abu Muhammad Maqdisi.

Pada tanggal 9 April 2013 Abu Bakar Baghdadi mengumumkan melalui sebuah rekaman bahwa pasukan Jabhah Nusrah adalah bagian dari Negara Islam Iraq. Dan ia mengganti penyebutan Jabhah Nusrah dengan nama Negara Islam Iraq dan Syam (ISIS). Selang beberapa hari setelah itu Abu Muhammad Al-Jaulaani sebagai pimpinan Jabhah Nusrah menjawab pernyataan Abu Bakar Baghdadi dalam sebuah rekaman pula. Dalam rekaman tersebut ia menjelaskan tentang hubungan antara Negara Islam Iraq dengan Jabhah Nusrah. Kemudian ia menyatakan penolakan keinginan Abu Bakar Baghdadi untuk menggabungkan Jabhah Nusrah ke dalam Negara Islam Iraq yang dipimpin Baghdadi. Setelah itu ia manyatakan pembai’atannya terhadap pasukan Al-Qaidah di Afghanistan. Selang beberapa hari setelah itu pimpinan Al-Qaidah yang lainnya mendukung pernyataan penolakan terhadap pernyataan Abu Bakar Baghdadi. Secara tegas Aiman Zawahiri sekitar bulan November 2013 menyatakan bahwa ISIS bukan bagian dari Al-Qaidah dan Al-Qaidah berlepas diri dari ISIS yang kejam dan bengis terhadap sesama muslim. Bahkan para tokoh Al-Qaidah di berbagai negara menyebut bahwa ISIS adalah kaum Khawarij kontemporer karena sangat ekstrim terhadap muslim di luar kelompok mereka, dengan sebutan murtad. Mereka melakukan aksi-aksi kekerasan yang sangat naif terhadap rakyat sipil dan pasukan mujahidin lain, baik di Iraq maupun di Suriah.

Pada awalnya Abu Bakar Baghdadi hanya ditugaskan untuk pembebasan Iraq, adapun Suriah sudah di bawah kendali pimpinan Al-Qaidah Syam. Alasan lain adalah akan terjadi kekacauan antara sesama kelompok mujahidin yang sedang berjihad di lapangan tempur bila ada pengklaiman pendirian negara karena hal ini perlu dibicarakan dengan seluruh elemen yang berjuang dalam pembebasan Suriah. Dari saat itu mulailah terjadi gesekan antara ISIS dengan pasukan-pasukan lain yang sedang berjuang melawan pasukan Basyar Asad di Suriah. Hari demi hari ISIS semakin menunjukkan kebiadabannya baik terhadap mujahidin lain yang di luar pasukan mereka maupun terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa. Mereka meledakkan pos-pos mujahidin dan tempat-tempat pengungsian sipil dengan bom mobil.

Bahkan mereka menghadang konvoi bantuan makanan dan kesehatan di tengah perjalanan yang disalurkan oleh relawan kemanusian dari berbagai negara muslim di dunia untuk rakyat Suriah yang sedang berada di pengungsian. Lalu bantuan bahan makanan dan kesehatan tersebut mereka rampas, bahkan sebahagian dari tim relawan yang membawa bantuan tersebut ada yang mereka siksa atau mereka bunuh.

Pada tanggal 29 Juni 2014 juru bicara ISIS memaklumatkan Abu Bakar Baghdadi sebagai Khalifah Muslimin dan penyebutan negara dirubah dari ISIS menjadi Negara Islam. Dari sinilah ISIS melihat setiap orang yang enggan untuk membai’at  Abu Bakar Baghdadi adalah kafir karena telah menentang penegakan Negara Islam dan penerapan syari’at Islam. Dan mereka melihat memerangi dan membunuh kaum murtad didahulukan dari memerangi orang kafir asli. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin yang mereka bunuh, baik dari kalangan mujahidin, maupun rakyat sipil dari wanita dan anak-anak dengan cara yang amat keji dan kejam. Perbuatan biadab tersebut mereka sebarkan melalui internet. Tujuan mereka memperlihatkan kekejian tersebut adalah sebagai ancaman dan untuk membuat ketakutan bagi orang yang enggan menerima keputusan mereka. Semenjak diproklamirkan berdirinya ISIS, semenjak itu pula terjadi pembunuhan dan pembantaian terhadap sesama muslim dan terhadap jiwa-jiwa tidak berdosa baik di Iraq maupun di Suriah.

Kesesatan Ideologi ISIS[3]

Berikut ini kita sebutkan beberapa kesesatan ISIS yang paling fatal dan persis sama dengan sifat-sifat Khawarij yang dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi, di antaranya adalah:

Pertama: Mengklaim bahwa pimpinan mereka adalah sebagai Khalifah yang wajib dibai’at dan ditaati oleh setiap muslim.[4]

Semenjak kemunculan Khawarij dalam sejarah Islam mereka selalu mengklaim bahwa pemimpin mereka adalah pemimpin yang sah dan mutlak untuk ditaati. Karena menurut mereka seorang pemimpin harus terlepas dari dosa-dosa besar. Bila seorang pemimpin terjatuh ke dalam dosa besar maka menurut mereka pemimpin tersebut wajib diganti. Bahkan harus dibunuh karena ia telah kafir dengan dosa tersebut, kecuali taubat dan menyatakan keislamannya kembali. Oleh sebab itu, sejak dulu Negara Khawarij tidak pernah stabil dan bertahan lama. Selama pemimpin mereka manusia, maka ia sangat berpeluang untuk jatuh ke dalam dosa. Sangat sulit dan tidak akan pernah ada pemimpin yang bebas dari dosa.

Pengklaiman seorang penguasa tentang dirinya sebagai Khalifah umat Islam sudah sering terjadi dalam sepanjang sejarah umat Islam setelah umat Islam mengalami kemunduran dalam kekuatan politik semenjak masa Dinasti Umawiyah, Abbasiyah, sampai Dinasti Utsmaniyah. Bahkan tidak sedikit pula di antara mereka yang mengaku sebagai Imam Mahdi akhir zaman. Terakhir peristiwa pengklaiman tesebut dilakukan oleh kelompok Juhaiman di kota Makkah pada tahun 1979.[5] Peristiwa-peristiwa tersebut telah memakan korban yang cukup banyak dari kalangan kaum muslimin. Hal yang melatarbelakangi peristiwa-peristiwa serupa biasanya dimulai dari proses dalam pembelajaran agama yang jauh dari bimbingan para ulama. Terutama dalam memahami dalil-dalil yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Kemudian ditambah lagi oleh kondisi umat yang memprihatinkan, membuat sebagian orang ingin menjadi pahlawan di siang bolong. Dan sebab yang lebih dominan adalah kecintaan terhadap kekuasaan, sebagian orang ada yang menjadikan argumentasi agama demi mencapai tujuan hawa nafsunya. Maka Abu Bakar Baghdadi bukanlah orang pertama yang mengaku dirinya sebagai Khalifah dalam sejarah Islam. Bahkan di antara mereka yang mengaku sebagai Khalifah terdapat orang yang jauh lebih baik kepribadiannya dari Abu Bakar Baghdadi. Akan tetapi pengakuan mereka tersebut berlaku pada wilayah yang mereka kuasai semata. Disebut khalifah karena ia pengganti penguasa sebelumnya, bukan dalam artian khalifah sebagai penguasa umat Islam di seluruh penjuru dunia.[6]

Maka khalifah dalam pengertian tersebut, bisa disamakan pada setiap pemimpin muslim yang memimpin kaum muslimin di wilayah negara manapun.

Dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Mubarakfuri bahwa pada abad ke-5 H banyak sekali penguasa yang menyebut dirinya khalifah. Di Andalus ada lima orang, masing-masing menyebut dirinya khalifah dan termasuk pula penguasa Mesir dan Dinasti Abbasiyah di Baghdad, sampai yang mengaku khalifah di berbagai penjuru dunia dari kalangan Alawiyah dan Khawarij. Hal inilah yang dimaksud oleh sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Akan terdapat khalifah-khalifah yang terlalu banyak.”[7]

Hal yang senada juga dijelaskan Imam Nawawi dalam kitabnya “Syarah Shahih Muslim.”[8]

Adapun khilafah dalam artian melindungi segenap umat Islam di seluruh pelosok dunia, telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa pemerintahan yang berbentuk kekhalifahan seperti ini hanya berlangsung selama 30 tahun setelah beliau wafat. Kemudian setelah itu bentuk pemerintahan akan berubah menjadi kerajaan-kerajaan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الخلافة في أمتي ثلاثون سنة ثم ملك بعد ذلك

“Kekhilafahan di tengah umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu kerajaan.”[9]

Kedua: Mengkafirkan setiap muslim yang tidak mau membai’at khalifah mereka.[10]

Salah satu dari kebiasaan orang-orang Khawarij sejak dulu kala adalah kegemaran mereka dalam mengkafirkan orang muslim yang tidak mau menerima pandangan dan pendapat mereka. Jika dahulu mereka berani mengkafirkan seperti Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu sahabat yang mulia dan dijamin masuk surga oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana dengan pemimpin setelahnya atau pemimpin-pemimpin yang ada saat ini? Jika zaman sekarang mereka berani mengkafirkan Syaikh Bin Baz bagaimana dengan ulama yang lainnya?

Sesuai dengan berbagai informasi yang kita peroleh dari berbagai sumber, pasukan ISIS sangat mudah mengobral vonis kafir terhadap muslim yang di luar kelompok mereka.

Rasul kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya dari jauh-jauh hari agar mereka tidak bermudah-mudah dalam memvonis murtad atau kafir antara sesama mereka. Bila seorang muslim dituduh kafir oleh seorang muslim lain, maka ucapan tersebut melekat pada salah seorang dari mereka. Bila yang dituduh tidak demikian adanya, maka ucapan tersebut kembali kepada orang yang menuduh kafir.

إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا

“Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya maka sungguh salah seorang dari keduanya telah terkena kalimat tersebut.”[11]

Dalam riwayat lain berbunyi:

أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ. فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ

“Siapapun yang berkata kepada saudaranya, ‘Hai kafir!’ maka sungguh salah seorang dari keduanya telah terkena kalimat tersebut. Jika benar adanya, maka itu seperti ia ucapkan. Adapun jika tidak, maka ucapan tersebut kembali kepada yang mengucapkannya.”[12]

Ketiga: Menghalalkan darah setiap orang yang tidak mau membai’at khilafah mereka.[13]

Di antara kesesatan Khawarij dari sejak dulu kala adalah menghalalkan darah orang yang di luar kelompok mereka. Bahkan sesama kelompok Khawarij sekalipun dengan alasan yang sangat sepele mereka dengan mudah melakukan pembunuhan. Meskipun orang yang akan mereka eksekusi nyata-nyata mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan mereka secara jelas, akan tetapi mereka tetap menyiksa dan membunuhnya dengan cara sadis dan kejam. Bahkan mereka meledakkan masjid yang dipenuhi oleh jama’ah menunaikan shalat jum’at.

Dalam doktrin ISIS memerangi muslim yang di luar kelompok mereka yang mereka sebut sebagai orang yang murtad lebih utama untuk dibunuh dan diperangi sebelum memerangi orang-orang kafir asli.

Lihatlah bagaimana yang dilakukan oleh pendahulu mereka terhadap seorang sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Khabbaab, mereka membunuhnya dan membelah perut isterinya yang sedang hamil di hadapannya.[14]

Sesuai dengan informasi yang kita dapatkan dari orang yang langsung menyaksikan kekejaman ISIS, sungguh perbuatan mereka jauh lebih keji, lebih kejam, lebih sadis dan lebih hina dari Khawarij-Khawarij yang terdahulu.

Bahkan mereka melakukan pembunuhan secara membabi buta, tanpa memperdulikan orang baik atau bukan, orang yang diberi jaminan keamanan atau bukan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ وَمَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِي يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِي لِذِي عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَلَسْتُ مِنْهُ

“Barangsiapa yang meninggalkan ketaatan kepada pemimpin dan keluar dari jama’ah (persatuan), lalu ia mati, maka ia mati dalam kejahiliyahan. Barangsiapa yang berperang di bawah bendera kesesatan, ia marah demi kelompok tertentu atau karena mengajak kepada kelompok tertentu atau karena mendukungnya, lalu ia terbunuh, maka ia terbunuh dalam kejahiliyahan. Barangsiapa yang memberontak atas umatku, ia membunuh orang baik maupun yang jahat, dan tidak memperdulikan orang beriman sekalipun, demikian pula tidak menepati janji bagi orang yang diberi perjanjian, maka ia tidak termasuk bagian dariku dan aku tidak termasuk bagian darinya.”[15]

Imam Bukhari berkata: “Oleh sebab itu Ibnu Umar memandang mereka adalah seburuk-buruk makhluk, karena mereka mengambil ayat-ayat yang turun tentang orang kafir lalu mereka menjadikannya untuk orang-orang mukmin.”[16]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memberikan nasehat kepada pasukan yang beliau utus untuk sebuah peperangan agar tidak membunuh anak-anak:

اغْزُوا بِاسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلاَ تَغُلُّوا وَلاَ تَغْدِرُوا وَلاَ تَمْثُلُوا وَلاَ تَقْتُلُوا وَلِيدًا

“Berperanglah di jalan Allah dengan menyebut nama Allah! Perangi orang yang kafir kepada Allah! Jangan berbuat curang! Jangan mengambil harta rampasan perang sebelum pembagian! Jangan lakukan penyiksaan! Dan jangan kalian bunuh anak-anak!”[17]

Dalam sebuah perperangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan kabar ada anak-anak kecil yang terbunuh, lalu beliau bersabda:

مَا بَالُ أَقْوَامٍ جَاوَزَهُمُ الْقَتْلُ الْيَوْمَ حَتَّى قَتَلُوا الذُّرِّيَّةَ، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا هُمْ أَوْلاَدُ الْمُشْرِكِينَ، فَقَالَ: أَلاَ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَبْنَاءُ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ قَالَ: أَلاَ لاَ تَقْتُلُوا ذُرِّيَّةً أَلاَ لاَ تَقْتُلُوا ذُرِّيَّةً

“Apa gerangan ada kaum pada hari ini melampaui batas dalam membunuh sehingga ada yang membunuh anak-anak.” Lalu seseorang berkata, “Ya Rasulullah! Mereka tersebut anak-anak orang musyrikin.” Beliau menjawab, “Bukankah orang yang terbaik di antara kalian hari ini adalah anak-anak orang musyrikin?” Kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah, jangan kalian membunuh anak-anak! Ketahuilah, jangan kalian membunuh anak-anak.”[18]

Dalam aksinya orang-orang ISIS tidak segan-segan meledakkan masjid yang dipenuhi oleh jama’ah yang sedang menunaikan sholat Jum’at. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan penyerangan terhadap perkampungan yang ada masjid di dalamnya atau terdengar suara adzan dari kampung tersebut.

إِذَا رَأَيْتُمْ مَسْجِدًا أَوْ سَمِعْتُمْ مُؤَذِّنًا فَلاَ تَقْتُلُوا أَحَدًا

“Apabila kalian melihat masjid atau mendengar suara muadzin maka jangan kalian membunuh seorang pun.”[19]

Kalau kita perhatikan di masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu ada sebagian kaum muslimin yang tidak mau membai’at beliau. Akan tetapi beliau tidak pernah mengkafirkan apalagi membunuh mereka. Bahkan orang-orang Khawarij yang mengkafirkan dan menentang beliau tidak beliau kafirkan. Meskipun beliau pada akhirnya meninggal karena dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Ibnu Muljam.

Jika Amirul-Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu tidak mau melakukan pemaksaan terhadap orang yang tidak mau membai’at beliau, lalu apakah Abu Bakar Baghdadi layak untuk memaksa agar orang harus membai’atnya? Tidakkah ia merasa malu terhadap dirinya sendiri?

Keempat: Mewajibkan setiap muslim untuk membatalkan bai’at mereka kepada pemimpin negara mereka masing-masing.[20]

Hal ini sangat berpotensi menjadikan kaum muslimin untuk dicurigai dan dimata-matai oleh pemerintah mereka, bahkan menyebabkan sebagian mereka ditangkap dan dihukum. Namun apakah mereka mendapat pembelaan dari orang-orang ISIS di sana? Apakah ISIS tahu tentang keadaan mereka dan dapat berbuat sesuatu untuk mereka?

Bahkan yang lebih fatal lagi dari itu semua, hal ini akan memancing terjadinya pemberontakan dan pembunuhan di banyak negara muslim. Perbuatan mereka jelas-jelas sangat menentang dalil-dalil agama. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umat terhadap kondisi ini dalam sabdanya:

وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ. قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ: فُوا بِبَيْعَةِ الأَوَّلِ فَالأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Akan terdapat khalifah-khalifah yang terlalu banyak.” Para sahabat bertanya, “Apa perintahmu untuk kami?” Jawab Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Penuhi bai’at yang pertama terlebih dahulu dan berikan hak mereka, sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka terhadap apa yang Allah tugaskan kepada mereka.”[21]

Hadits ini menegaskan kepada kaum muslimin dalam kondisi banyaknya orang mengaku dirinya sebagai khalifah untuk tetap taat dan setia terhadap pemimpin mereka yang pertama.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umat Islam tentang bagaimana menyikapi orang yang memecah bela persatuan kaum muslimin. Berkata ‘Arfajah, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ وَهْىَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ

‘Sesungguhnya akan terjadi kekacauan dan kekacauan. Barangsiapa yang ingin memecah bela persatuan umat ini sedangkan mereka bersatu (di bawah pemimpin), maka hendaklah kalian penggal leher orang tersebut dengan pedang, siapapun orangnya.’”[22]

Hadits ini memberikan ketegasan untuk menjaga persatuan di bawah penguasa yang resmi. Dan kita wajib melakukan penolakan terhadap setiap orang yang berusaha memecah belah antara kaum muslimin dengan pemimpin mereka.

Kelima: Kebodohan mereka tentang ajaran agama terutama perkara yang berkaitan dengan jihad dan khilafah.

Maka sifat-sifat mereka persis sama dengan sifat orang-orang Khawarij yang yang telah digambarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sunnahnya. Oleh sebab itu, tidak ada perbedaan pendapat di tengah para ulama Ahlussunnah untuk menyebut mereka sebagai Khawarij kontemporer. Bahkan tokoh-tokoh dari kalangan kelompok Al-Qaidah sendiri menyebut ISIS sebagai kelompok Khawarij yang paling ekstrim dalam sejarah.

Berbagai sepak terjang yang dilakukan oleh ISIS terhadap kaum muslimin di luar kelompok mereka, seperti penyembelihan dan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap orang-orang muslim dan nyawa-nyawa yang tidak berdosa, adalah bukti kejahilan mereka dengan ajaran agama yang mulia ini. Terlebih-lebih lagi bila kita mendengarkan berbagai alasan mereka dalam melakukan tindakan biadab tersebut. Mereka benar-benar persis dengan sifat Khawarij yang terdapat dalam hadits-hadits berikut ini.

عن يسير بن عمرو قال قلت لسهل بن حنيف: هل سمعت قول النبي في الخوارج شيئا؟ قال سمعته يقول وأهوى بيده قبل العراق: يخرج منه قوم يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم يمرقون من الإسلام مروق السهم من الرمية

Yasir bin Amru bertanya kepada Sahal bin Hanif, “Apakah kamu pernah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berbicara tentang Khawarij?” Jawab Sahal, “Aku mendengar beliau bersabda sambil menunjuk dengan tangannya ke arah Baghdad, ‘Akan keluar dari daerah sana sekelompok kaum yang gemar membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya.’”[23]

Para ulama’ menerangkan maksud dari kata-kata “gemar membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka,” yaitu mereka tidak memahami tentang apa yang mereka baca dan bacaan tersebut tidak memperbaiki keyakinan mereka, karena isi bacaan mereka tersebut tidak masuk ke dalam hati mereka dalam bentuk ilmu. Tentu hal ini yang menyebabkan mereka bodoh tentang ajaran agama. Bahkan digambarkan kecepatan mereka keluar dari agama bagaikan secepat anak panah dari busurnya.

Dalam hadits yang lain diperjelas lagi tentang gambaran kebodohan mereka. Berkata Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَيَخْرُجُ فِى آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

‘Akan keluar di akhir zaman sekelompok orang, berusia muda, berpikiran dungu. Mereka mengatakan sebaik-baik ucapan manusia. Mereka gemar membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya.’”[24]

Dalam melakukan berbagai aksinya orang-orang Khawarij menggunakan simbol-simbol agama dan merasa membela agama Allah. Tetapi tanpa mereka sadari, pada hakikatnya mereka merobohkan agama Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang mereka,

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ -إلى أن قال- يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ

“Akan terjadi di tengah-tengah umatku perselisihan dan perpecahan, sekelompok kaum yang indah dalam ungkapan namun buruk dalam perbuatan.” (Sampai pada ungkapan beliau) “Mereka mengajak kepada kitab Allah, tetapi mereka tidak termasuk ke dalamnya sedikitpun. Orang yang menetang mereka lebih baik di sisi Allah dari pada mereka.”[25]

Dalam lafazh yang lain berbunyi,

يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ

“Mereka membaca Al Qur’an, hal itu mereka kira (hujjah) bagi mereka namun sesungguhnya hal itu (hujjah) di atas mereka.”[26]

Tingkatan Khawarij dalam Pengkafiran dan Pembunuhan

  1. Mengkafirkan pejabat tinggi negara saja.
  2. Mengkafirkan pejabat tinggi dan pasukan kemanan yang menanggulangi teroris.
  3. Mengkafirkan pejabat tinggi dan seluruh pasukan keamanan negara.
  4. Mengkafirkan penguasa secara mutlak dan para ulama yang loyal kepada mereka.
  5. Mengkafirkan penguasa secara mutlak dan setiap orang yang loyal kepada mereka.
  6. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak, tetapi mereka tidak menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran pembunuhan.
  7. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak, sekaligus menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran pembunuhan yang berada di lokasi perlawanan mereka.
  8. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak dan membunuh setiap pribadi yang di luar kelompok mereka, kecuali wanita dan anak-anak.
  9. Mengkafirkan penguasa dan rakyat secara mutlak dan membunuh dengan sadis setiap pribadi yang di luar kelompok mereka sekalipun orang tua renta, wanita, dan anak-anak, kapan dan di manapun mereka berada.

Dalam tingkatan Khawarij melakukan pengkafiran dan pembunuhan sebagaimana yang terdapat dalam uraian di atas, maka ISIS menempati urutan terakhir, yaitu tingkat yang paling ekstrim dalam pengkafiran dan paling sadis dalam pembunuhan.

Kesimpulan

  1. ISIS adalah pecahan dari kelompok Al-Qaidah, yang jauh lebih ekstrim dan sadis dalam melakukan pembunuhan dari kelompk Al-Qaidah lainnya.
  2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
  3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun perilaku.
  4. Segala sikap dan perilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
  5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS.

Penutup

Demikian yang dapat penulis paparkan dalam makalah yang sederhana ini sekilas tentang hakikat negara ISIS. Semoga Allah menjaga negara kita dari segala bentuk gerakan separatis yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita. Aamiin.

Daftar Pustaka

Al-Mubaarakfuri, Muhammad Abdur-Rahman bin Abdur-Rahim Abu ‘Alaa, Tuhfatu Al-Ahwadzy (Bairut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah, -)

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf Abu Zakariya, Al-Minhaaj (Bairut: Dar Ihya At-Turats Al ‘Araby, 1392H)

At-Tirmidzi, Muhammad bin ‘Isa Abu ‘Isa, Al-Jaami’ Ash-Shohiih (Bairut: Dar Ihya At-Turats Al-‘Araby, -)

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail Abu Abdillah, Al-Jaami’ Ash-Shohiih Al-Mukhtashar (Bairut: Dar Ibnu Ktsir, 1407H)

Al-Kusyairi, Muslim bin Al-Hajjaaj Abul-Husain, Al-Jaami’ Ash-Shohiih (Bairut: Dar Al-Jiil, -)

Al-Jazari, Ali bin Muhammad Bin Abdul-Karim, Usudu Al-Ghaabah (- – -)

Asy-Syaibaani, Ahmad bin Hambal Abu Abdillah, Al-Musnad (Kairo: Muassasah Qurtuba -)

Asy-Syaibaani, Ahmad bin Hambal Abu Abdillah, Al-Musnad (- : Muassasah Ar Risaalah, 1999)

Al-Albaani, Muhammad bin Nashiruddin, As-Silsilah Ash-Shohihah (Riyadh: Maktabah Al-Ma’aarif -)

As-Sijistaani, Sulaiman bin Al-Asy ‘Ats Abu Daud, As-Sunan (Bairut: Dar Al-Kitab Al-‘Araby -)

Catatan Kaki

[1] http://www.alalam.ir/news/1552479, http://halabnews.com/news/36822, http://justpaste.it/dls1,http://justpaste.it/dlai

[2] http://halabnews.com/news/39875, http://justpaste.it/dls1, http://justpaste.it/dls1

[3] http://justpaste.it/dlai, http://halabnews.com/news/36562, http://halabnews.com/news/39875,http://halabnews.com/news/42816

[4] http://halabnews.com/news/36822, http://halabnews.com/news/39875, http://halabnews.com/news/44617

[5] Kisahmuslim.com

[6] Al-Mubaarakfuri, Muhammad Abdur-Rahman bin Abdur-Rahim Abu ‘Alaa, Tuhfatu Al-Ahwadzi (Bairut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah, -), 6/396

[7] Ibid: 6/391

[8] An-Nawawi, Yahya bin Syaraf Abu Zakariya, Al-Minhaaj (Bairut: Dar Ihya At-Turats Al-‘Arab-, 1392H), 12/202

[9] At-Tirmizi, Muhammad bin ‘Isa Abu ‘Isa, Al-Jaami’ Ash-Shohiih (Bairut: Dar Ihya At Turats Al ‘Araby, -), 4/503 (2226)

[10] https://www.youtube.com/watch?v=87OkMlChTQ4, http://www.youtube.com/watch?v=x4Cx3khjyu0

[11] Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail Abu Abdillah, Al-Jaami’ Ash-Shohiih Al-Mukhtashar (Bairut: Dar Ibnu Ktsir, 1407H), 2/2264 (5753) dan Al-Kusyairi, Muslim bin Al-Hajjaaj Abul Husain, Al-Jaami’ Ash-Shohiih (Bairut: Dar Al Jiil, -), 1/56 (224)

[12] HR. Muslim: 1/56 (225)

[13] http://halabnews.com/news/39875, http://halabnews.com/news/42816,https://www.youtube.com/watch?v=ZtwhsBDbj7I

[14] Ibnu Al-Atsiir Al-Jazari, Usudul Ghabah: 2/101

[15] HR. Muslim: 6/20 (4892)

[16] HR. Bukhari: 6/2539

[17] HR. Muslim: 5/139 (4619)

[18] HR. Ahmad: 3/435 (15627) dan dishahihkan oleh Al-Albaani, Muhammad bin Nashiruddin, As-Silsilah Ash-Shahihah (Riyadh: Maktabah Al Ma’aarif -), 1/759 (402)

[19] As-Sijistaani, Sulaiman bin Al-Asy ‘Ats Abu Daud, As-Sunan (Bairut: Dar Al-Kitab Al-‘Arabi, -)

[20] https://www.youtube.com/watch?v=PLH5AmP4gRY, https://www.youtube.com/watch?v=38G_pkidJBo,https://www.youtube.com/watch?v=uSeccbk0O60

[21] HR. Bukhari: 3/1273 (3268) dan Muslim: 6/17 (4879)

[22] HR. Imam Muslim: 6/22 (4902)

[23] HR. Bukhari: 6/2541 (6535)

[24] HR. Bukhari: 3/1321 (3415) dan Muslim: 3/113 (2511)

[25] HR. Abu Daud: 4/387 (4767)

[26] HR. Imam Muslim: 3/115 (2516)

Penulis: Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.
Lulusan Ilmu Aqidah, Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia
Perintis dan Pendiri STDI Imam Syafi’i Jember

Biodata Penulis

Nama: Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Tempat, Tanggal Lahir: Sumatera Barat, 9 Januari 1972

Pendidikan Terakhir: S3 Ilmu Aqidah, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi

Tempat Tugas: STDI Imam Syafi’i Jember, Jawa Timur

Bidang Keahlian: Ilmu Aqidah

Publikasi Terakhir:

  1. Kesurupan Ditinjau dari Aqidah Islam
  2. Pandangan Politik Ahlussunnah Terhadap Penguasa
  3. Terorisme Sebab dan Penanggulangannya

sumber : http://ilmfirst.com/2014/11/08/isis-dalam-tinjauan-aqidah-islamiyah/

Video salah satu pengikut kelompok sesat ISIS yang menantang TNI,POLRI,.
Mudah-mudahan Aparat segera memberantas pemikiran ISIS supaya tidak berkembang di  Indonesia, Pemikiran Khawarij, Takfiri, ini sangat berbahaya. Mereka sudah terbiasa menumpahkan darah kaum muslimin. Video kekejaman ISIS bisa dengan mudah kita dapatkan,

 

Print Friendly, PDF & Email

Sekitar Pemahaman Tentang Isis Pengertian Daulah Islamiyyah Pemahaman Tauhid Isis Pemahaman Sesat Isis Pemahaman Orang Isis

4 Comments

  1. subhanallah Maha Suci Allah yang akan membantu orang2 yg benar

    Ya, betul,.
    Dan Allah pula yang akan menyingkap kebatilan dan kebusukan makar kelompok yang seolah-olah menebar kebenaran,. padahal dia sedang merusak dari dalam,.

  2. mas..sy izin copas ya catatan2 di blog mas..sklian nyebarin ke temen ane situs blog situ mas..boleh gak?

    silahkan saja mas, tapi artikel yang isinnya anjuran untuk mengamalkan amalan-amalan yang betul-betul diajarkan oleh Rasulullah,. jangan artikel yang isinya bersinggungan dengn kebiasaan masyarakat,. karena ini anda akan kebingungan untuk menjawab pertanyaan mereka yang berseberangan, dan bisa jadi mereka akan tidak simpati lagi kepada anda, dan menganggap anda membawa aliran dan pemahaman yang sesat,. itu juga saya alami, jadi jangan disebar dulu postingan-postingan yang seperti itu, cukup untuk menghilangkan kebodohan kita saja,. menyampaikan kepada orang lain itu butuh ilmu ttg dakwah,

  3. anda bilang, kalo ada org yang mengkafirkan org lain, berarti dua2nya kafir?

    apa rasulullah pernah mengkafirkan yahudi dan nasrani?
    kalo iya berarti rasulullah kafir juga dong

    lalu kalo kita ga boleh berkata bahwa seseorang telah kafir, lalu siapa yg kafir? tidak akan ada yg tau siapa yg kafir, allah saja suka mengkafirkan

    KETAHUILAH
    ISIS MENGKAFIRKAN ORANG KAFIR SESUAI DENGAN BUKTI DARI ALLAH
    MEREKA MUJAHID, BUKAN KHAWARIJ

    Terimakasih kewel,. sudah komentar disini,.
    silahkan anda belajar lagi mas kewel, jangan asal njeplak kalau komentar, Allah yang menyatakan yahudi dan nasrani itu kafir, Rasulullah pun menyatakan demikian juga,. lha kok anda malah komentar yang sangat aneh,. anda pengikut ISIS atau simpatisan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*