Sudahkah Anda Mengenal Jama’ah Tabligh?

Aslibumiayu Jamaah Tabligh Penyimpangan Jamaah Tabligh Jamaah Tabligh Kebon Jeruk Sby Ikut Khuruj Ceramah Jamaah Tabligh

Sudahkah Anda Mengenal Jama’ah Tabligh?

JAMA’AH TABLIGH

Jama’ah Tabligh termasuk ahlul bid’ah dan firqah sesat yang menyesatkan dari firqah shufiyyah. Firqah tabligh ini terbit dari India yang dilahirkan oleh seorang shufi tulen bernama Muhammad Ilyas.

Kemudian firqah sesat ini mulai mengembangkan ajarannya dan masuk ke negeri-negeri Islam seperti Indonesia dan Malaysia dan lain-lain.

Firqah tabligh ini dibina atas dasar kejahilan di atas kejahilan yang dalam dan merata yang diawali oleh pendirinya, pengganti-penggantinya,Amir-amirnya, tokoh-tokohnya, syaikh (guru)-syaikhnya, murid-muridnya, istimewa pengikut-pengikutnya dari orang-oang awam.

Kejahilan mereka terhadap Islam, mereka hanya melihat Islam dari satu bagian dan tidak secara keseluruhan sebagimana yang Allah perintahkan, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam (ajaran) Islam scara kaffah (keseluruhan).” (Al-Baqarah: 208).

Kerusakan aqidah mereka yang dipenuhi dengan kesyirikan yang berdiri di atas manhaj shufiyyah. Ibadah mereka yang dipenuhi dengan bid’ah yang sangat jauh dari Sunnah. Akhlak dan adab mereka yang dibuat-buat sangat jauh dari akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya.

Mereka sangat fakir dan miskin dari ilmu karena mereka sangat menjauhi ilmu. Kebencian dan kedengkian mereka yang sangat dalam kepada imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahhab dan lain-lain.

Bahkan salah seorang amir dari firqah tabligh ini pernah berkata dengan sangat marah sekali, “Kalau seandaiya aku mempunyai kekuatan sedikit saja, pasti akan aku bakar kitab-kitab Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim dan Ibnu Abdul Wahab. Dan aku tidak akan tinggalkan sedikitpun juga dari kitab-kitab mereka yang ada di permukaan bumi ini.” (Dari kitab al-Qaulul Baligh fit Tahdzir min Jama’atit Tabligh hal. 44-45 oleh Syaikh Hamud bin Abdulah bin Hamud at-Tuwaijiriy).

Alangkah besarnya kebencian dan permusuhan mereka terhadap pembela-pembela Sunnah.

BID’AH-BID’AH JAMA’AH TABLIGH

Di antara bid’ah-bi’ah Jama’ah Tabligh ialah “ushul sittah” (dasar yang enam) yaitu:

Pertama: Kalimat Thayyibah.

Yaitu dua kalimat syahadat: Asyhadu alla ilaaha illallah wa asy hadu ana muhammadar-rasulullah. Yang mereka maksudkan hanya terbatas pada tauhid rububiyyah, yaitu mengesakan Allah di dalam penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, pengaturan-Nya dan lain-lain yang masuk ke dalam tauhid rububiyyah.

Tauhid inilah yang mereka amalkan dan menjadi dasar di dalam dakwah mereka. Adapun tauhid uluhiyyah atau tauhid ubudiyyah (yaitu mengesakan Allah di dalam beribadah kepada-Nya) dan tauhid asma’ wassifat (mengesakan Allah di dalam nama dan sifat-Nya tanpa ta’wil) tidak ada pada mereka baik secara ilmu maupun amal dan dakwah. Oleh karena itu, mereka mmembatasi berhala, istimewa pada zaman ini, hanya lima macam berhala:

1. Berusaha mencari rezeki dengan menjalani sebab-sebabnya seperti berdagang atau membuka toko dan lain-lain dari jalan yang halal.

Inilah yang dikatakan berhala oleh Jama’ah Tabligh! Karena dia akan melalaikan manusia dari kewajiban agama kecuali kalau mereka khuruj (keluar di jalan Allah menurut istilah firqah Jama’ah Tabligh) bersama Jama’ah Tabligh!?

2. Berhala yang kedua yaitu: Keluarga dan teman.

Karena mereka ini pun melalaikan manusia dari mengakkan kewajiban kecuali kalau mereka khuruj bersama Jama’ah Tabligh!?

3. Berhala yang ketiga yaitu: Nafsu Ammaarah Bissuu’ (nafsu yang mmerintahkan berbuat kejahatan).

Karena menurut mereka nafsu ammaarah ini menghalangi menusia dari

berbuat kebaikan dan dari jalan Allah seperti khuruj bersama Jama’ah Tabligh.

Jama’ah Tabligh adalah ahlul bid’ah, jahil dan sesat bersama khuruj bid’ah mereka, maka merekalah yang lebih berhak mengkuti nafsu ammaarah. Adapun orang yang menyalahi Jama’ah Tabligh dan berpaling dari mereka serta memperingati manusia dari bid’ahnya firqah tabligh, maka diharapkan orang tersebut jiwanya thayyibah (baik) marena ia mengajak manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan dan pelakunya.

4. Berhala yang keempat: Hawa Nafsu.

Karena menurut Jama’ah Tabligh hawa nafsu ini akan menghalangi manusia dari kebaikan seperti khuruj bersama mereka.

Sesungguhnya Jama’ah Tabligh yang lebih berhak dikatakan sebagai pengikut-pengikut hawa nafsu kaena mereka termasuk ahlul bid’ah. Sedangkan ahlul bid’ah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu oleh karena itu ulama kita menamakannya ahlul ahwaa’. Di antara bukti bahwa Jama’ah Tabligh pengikut hawa nafsu mereka membai’at manusia atas dasar beberapa tarekat shufiyyah sebagaimana akan datang penjelasannya.

Pengantar

Pada pembahasan yang lalu, kita telah mengemukakan sedikit penjelasan tentang apa dan bagaimana sebenarnya firqoh sesat Jama’ah Tabligh itu, dan sedikit penjelasan tentang bid’ah-bid’ah yang dilakukan oleh firqoh Jama’ah Tabligh (JT). Pada pembahasan kali ini, kita akan melanjutkan tulisan dari Fadhilatul Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzohullah menganai bid’ah-bid’ah dan kesesatan firqoh ini…selamat membaca…(admin)

5. Berhala yang kelima yaitu: Syaithon

Yang terakhir ini menurut firqoh tabligh sangat besar menghalangi manusia dari kebaikan seperti khuruj bersama Jama’ah Tabligh.

Pada hakikatnya Jama’ah Tablighlah yang dihalangi oleh syaithan dari kebenaran yang sangat besar yaitu mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dan diperintah untuk mengerjakan kejahatan yang besar yaitu bid’ah. Karena bid’ah lebih dicintai iblis dari maksiat dan sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan Jama’ah Tabligh tergolong ahlul bid’ah yang mengikuti sunnahnya shufiyyah.

Kedua: Shalat Lima Waktu, shalat Jum’at, shalat jama’ah di masjid, shalat yang khusyu’, shalat pada shaf yang pertama, memperbanyak shalat-shalat sunnah dan lain-lain.

Yang pada hakikatnya amal-amal di atas diwajibkan dan sangat disukai di dalam agama. Akan tetapi Jama’ah Tabligh telah melalaikan beberapa kewajiban untuk menegakkan amal-amal di atas di antaranya:

Ilmu

Mereka beramal dengan kebodohan tanpa ilmu kecuali ilmu fadhaa-il (keutamaan keutamaan amal) sebagaimana akan datang keterangannya pada dasar yang ketiga.

Mengikuti Sunnah

Mereka meninggalkan mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dengan berpegang kepada bid’ah, taqlid dan ta’ashshub madzhabiyyah.

Melalaikan mempelajari rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan hukum-hukum dari amal-amal di atas

Oleh karena itu, kita lihat mereka tidak mengerti cara shalat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Adapun masjid, maka mereka mangajak ke masjid-masjid tempat mereka berkumpul.

Ketiga: Ilmu.

Yang mereka maksudkan dengan ilmu ialah:

  1. Ilmu fadhaa-il yaitu tentang mempelajari keutamaan-keutamaan amal menurut mereka. Adapun ilmu tauhid dan ahkaam (hukum-hukum) dan masalah-masalah fiqhiyyah (fikih) dan ilmu berdasarkan dalil-dalil al-Kitab dan Sunnah, mereka sangat jauh sekali dan melarangnya bakhan memeranginya.
  2. Ilmu tentang rukun iman dan Islam. Akan tetapi mereka memelajarinya atas dasar tarekat-tarekat shufiyyah, khurafat-khurafat, hikayat-hikayat yang batil dan ta’ashshub madzhabiyyah.

Keempat: Memuliakan atau menghormati kaum Muslimin.

Menurut firqoh tabligh, setiap orang yang mengucapkan dua kalimat ”Laa ilaaha illallah muhammadar-rasulullah”, maka wajib bagi kita memuliakan dan menghormatinya meskipun orang tersebut telah mengerjakan sebesar-besar dosa besar seperti syirik. Menurut mereka: ”Kami tidak membenci pelaku maksiat akan tetapi yang kami benci adalah maksiatnya!!”

Di dalam dasar yang keempat ini, mereka sangat berlebihan menghormati atau memuliakan kaum muslimin dengan meninggalkan nahi munkar dan nasihat dan dengan cara yang dibuat-buat.

Kalima: Mengikhlaskan niat agar jauh dari riya’ dan sum’ah (memperdengarkan amal kebaikan).

Akan tetapi, mereka meninggalkan Sunnah dan mengikuti-mengikuti cara-cara ikhlas di dalam tashawwuf.

Keenam: Khuruj. Menurut Jama’ah Tabligh makna khuruj keluar di jalan Allah berdakwah yang merupakan jihad yang paling besar. Mereka membatasi dakwah hanya dengan khuruj berjama’ah bersama mereka selama tiga hari dan seterusnya. Khuruj ini mempunyai kedudukan dan keutamaan yang besar di dalam bid’ah mereka melebihi shalat, sedekah, puasa, dan haji dan lain-lain.

Keutamaan khuruj ini pernah saya dengar langsung dari salah seorang amir mereka di Pekanbaru pada tahun 1995 di Masjid Agung An-Nur selepas shalat maghrib. Ketika amir itu telah selesai dari ceramah bid’ahnya dan mengajak kaum muslimin mengerjakan bid’ah yang lain yaitu khuruj, saya tanyakan mana dalilnya dari Al-Kitab dan Sunnah tentang keutamaan khuruj yang saudara katakan tadi? Amir itu sangat terkejut dan mengingkari apa yang telah dia katakan di atas.

Kemudian saya meminta kepada Jama’ah Tabligh yang hadir di masjid itu untuk menjadi saksi bahwa amir mereka betul-betul telah mengucapkannya. Besar harapan saya bahwa mereka akan membenarkan apa yang saya katakan dan menjadi saksi di dalam kebenaran bukan menjadi saksi palsu.

Akan tetapi harapan saya hilang ketika mereka semuanya mengingkari saya dan membenarkan amir mereka. Tidak ada saksi bagi saya kecuali Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat kemudian seorang ikhwan kita yang duduk di samping saya. Lalu saya pun meninggalkan masjid sambil berkata bahwa mereka ini semuanya pembohong!

Aqidah dan amalan khuruj mereka berasal dari mimpinya pendiri Jama’ah Tabligh yaitu Muhammad Ilyas. Dia bermimpi menafsirkan ayat Al-Qur’an surat Ali Imaran ayat 110 yang artinya:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”

Berkata Muhammad Ilyas di dalam mimpinya itu ada yang mengatakan kepadanya tentang ayat di atas: ”Sesungguhnya engkau (diperintah) untuk keluar kepada manusia seperti para Nabi.”

Tidak syak lagi bagi ahli ilmu bahwa tafsir Muhammad Ilyas atas jalan mimpi mengikuti cara-cara shufiyyah adalah tafsir yang sangat batil dan rusak. Tafsir syaithaniyyah yang mewahyukan kepada Muhammad Ilyas yang akibatnya timbulnya bid’ah khuruj yang menyelisihi manhaj para Shahabat. Terang-terangan atau tersembunyi tafsir Muhammad Ilyas ini menujukkan bahwa dia mendapat wahyu dan diperintah oleh Allah seperti perintah Allah kepada Nabi dan Rasul. Yang pada hakikatnya, syaithanlah yang mewahyukan kepada dia dan kaum shufi yang lainnya demi membuat bid’ah besar.

Bid’ahnya Jama’ah Tabligh adalah mereka bermanhaj dengan manhaj shufi di dalam aqidah, dakwah, ibadah, akhlaq dan adab dan lain-lain. Baik orang-perorangnya, amir-amirnya dan guru-gurunya.

Bid’ahnya Jama’ah Tabligh, amir dan sebagian dari guru-guru mereka dibai’at atas empat macam tarekat shufiyyah yaitu:

  1. Naqsyabandiyyah
  2. Qaadiriyyah
  3. Jisytiyyah
  4. Sahruwiyyah

Demikianlan amir tertinggi mereka membai’at pengikut-pengikutnya atas dasar empat tarekat di atas.

Mereka sangat berpegang dan memuliakan kitab mereka: Tablighi Nishaab (Kitab Tablighi Nishaab dinamakan juga kitab Fadlaa-il a’maal) oleh Muahmmad Zakaria Kandahlawiy secara manhaj maupun dakwah. Kitab Tablighi Nishaab ini dipenuhi dengan berbagai macam bid’ah, syirik, tashawwuf, khurafat, hadits-hadits dha’if dan maudlu’.

Di antara bid’ah syirkiyyat (syirik-ed) yang terdapat di dalam kitab ini ialah memohon syafa’at kepada Nabi shallallahu ’alaihi wasallam. Dan beliau pernah mengeluarkan tangannya dari kubur beliau untuk menyalami Ahmad Ar-Rifaa’iy (ketua shufi dari tarekat Ar-Rifaa’iyyah). Demikian juga dengan kitab Hayaatush Shahabah oleh Muhammad Yusuf Kandahlawiy.

Kitab ini pun dipenuhi dengan khurafat-khurafat dan cerita-cerita bohong serta hadits-hadits dla’if dan maudlu’. Kedua kitab di atas yang sangat diagungkan dan dimuliakan oleh Jama’ah Tabligh adalah masuk ke dalam kitab-kitab bid’ah dan syirik serta sesat.

Bid’ahnya Jama’ah Tabligh, bahwa mereka telah membatasi Islam pada sebagian ibadah. Yang sebagian ini pun mereka penuhi dan mencampur-adukkan dengan berbagai macam bid’ah dan syirkiyyat. Mereka berpaling dari syari’at-syari’at Islam yang lain seperti tauhid, hukum, dan jihad dan lain-lain.

Mereka meninggalkan ilmu dan ahli ilmu. Mereka memperingati pengikut-pengikut mereka dari menuntut ilmu dan duduk di majelis para Ulama kecuali orang yang mendukung mereka. Dengan demikian meratalah dan tersebarlah kejahilan-kejahilan yang dalam di antara mereka dan hilangnya ilmu dari mereka. Oleh karena itu yang menjadi timbangan mereka di dalam memutuskan segala urusan ialah dengan jalan: Istihsan (menganggap baik sesuatu perbuatan tanpa dalil), perasaan, mimpi-mimpi dan karamah-karamah (yang pada hakikatnya wahyu dan bantuan dari syaithan).

Mereka mengajak manusia ke jalan Allah dan masuk ke dalam agama Allah tanpa ilmu sama sekali dan tanpa bashirah (hujjah dan dalil). Inilah dari sebesar-besar sebab yang membawa mereka menyimpang dari ajaran Islam dan terjerumus ke dalam lembah kesasatan bid’ah dan syirik. Bagaimana mungkin mereka mengajak manusia kepada sesuatu yang mereka tidak paham dan tidak mengetahuinya!? Lihatlah! Mereka

mengajak kepada Islam dan mengikuti perintah Allah dan Sunnah rasul-Nya padahal mereka tidak mengetahui dan memahaminya!? Sebenarnya merekalah yang lebih berhak dan sangat berhajat kepada Islam dan seluruh ajarannya dengan cara belajar dan mehaminya dari Ulama bukan mengajar atau berdakwah kepada manusia!

Di antara bid’ah besar Jama’ah Tabligh ialah bahwa mereka selalu berdalil dengan hadits-hadits dha’if, sangat dha’if, maudlu’/ palsu dan hadits-hadits yang tidak ada asal-usulnya sama sekali (laa ashlaa lahu).

Di antara bid’ah besar Jama’ah Tabligh ialah bahwa mereka telah membuat kelompok (firqah) yang menyendiri dan memisahkan diri dari kaum muslimin. Mereka tidak mengajak kaum muslimin kecuali kepada firqah-nya baik secara manhaj, ilmu dan dakwah. Adanya imam tertinggi dan amir-amir dan bai’at yang ditegakkan di dalam firqah tabligh ini. Mereka mengajak kaum muslimin ke masjid-masjid dan markas-markas mereka untuk ijtima’ (berkumpul) umumnya sepekan sekali.

Di antara bid’ah besar jama’ah tabligh ialah berkumpulnya ratusan ribu jama’ah di Bangladesh pada setiap tahunnya. Di antara ijtima’ bid’iyyah ini keluarlah berbagai macam bid’ah i’tiqad dan amaliyyah yang begitu banyak dikerjakan oleh jama’ah tabligh. Sehingga sebagian dari mereka mengatakan berkumpulnya mereka di Dakka ibu kota Bangladesh pada setiap tahunnya lebih utama dari berkumpulnya jama’ah haji di Makkah.

Mereka meyakini bahwa bahwa berdo’a pada akhir ijtima’ di atas mustajab. Mereka meyakini bahwa akad nikah pada hari itu diberkati. Oleh karena itu sebagian dari mereka mengundurkan akad nikahnya sampai hari ijtima’ tahunan di Bangladesh untuk memperolah barakahnya.

sampai hari ijtima’ tahunan di Bangladesh untuk memperolah barakahnya.

Di antara bid’ah besar jama’ah tabligh ialah bahwa mereka mewajibkan taqlid dan bermanhaj dengan manhaj tashawwuf sebagaimana telah ditegaskan oleh salah seorang imam mereka yaitu Muhammad Zakaria pengarang kitab Tablighi Nishaab atau kitab Fadlaa-illul a’maal, ”…kami menganggap pada zaman ini taqlid itu wajib sebagaimana kami menganggap tashawwuf syar’i itu sedekat-sedekat jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Maka orang yang menyalahi kami dalam dua perkara di atas (taqlid dan tashawwuf) maka dia telah berlepas diri dari jama’ah kami…” (Jamaa’atut Tablligh, Aqaa-iduha, Ta’ri-fuha hal. 69 dan 70 oleh ustad Abi Usamah Sayyid Thaaliburrahman). Ini menunjukkan bahwa jama’ah tabligh dibina atas dasar taqlid dan tashawwuf.

Di antara bid’ah besar jama’ah tabligh ialah berdusta atas nama Allah salah seorang ima mereka yang bernama Muhammad Zakaria pengarang kitab Fadlaa-ilul a’maal dengan tegas mengatakan: Bahwa Allah telah menguatkan madzhab hanafi dan Jama’ah Tabligh!!! (Jamaa’atut Tabligh, Aqaa-iduha, ta’rifuha hal. 91 oleh ustadz Abi Usamah Sayyid Thaaliburrahman).

Subhanallah! Sungguh ini satu dusta besar yang telah dibuat oleh Muhammad Zakaria atas nama Allah. Apakah Allah telah mewahyukan kepadanya setelah terputusnya wahyu bahwa Allah yang telah menguatkan madzhab Hanafi dan Jama’ah tabligh!? Tidak syak lagi bagi orang yang beriman bahwa Muhammad Zakaria telah mendapat wahyu dari syaithan.

Di antara bid’ah besar Jama’ah tabligh ialah berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Berkata Muhammad Zakaria, ”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam telah membagi waktu menjadi tiga bagian: Sepertiga di dalam rumahnya bersama keluarganya, sepertiga mengirim jama’ah untuk tabligh dan sepertiga beliau menyendiri.” (Jamaa’atut Tabligh, Aqaa-iduha, Ta’rifuha hal. 92 dan 93 oleh Ustadz Abi Usamah Sayyid Thaaliburrahman). Subhanallah! Orang ini tidak punya rasa malu berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam untuk menguatkan Jama’ah tablighnya yang sesat dan menyesatkan.

Di antara bid’ah besar Jama’ah Tabligh ialah bahwa ketentuan dan ketetapan berdirinya Jama’ah Tabligh berdasarkan wahyu dari Allah yang Allah masukkan ke dalam hati pendiri jama’ah tabligh yaitu Muhammad Ilyas. (Jamaa’atut Tabligh, Aqaa-iduha, ta’rifuha hal 98 dan 99 oleh Ustadz Abi Usamah sayyid Thaaliburrahman). Oleh karena itu tidak boleh ada perubahan sedikitpun juga meskipun Ulama Ahlus Sunnah telah memperingatkan mereka akan kesesatan mereka.

Selesai-

((Disalin dari buku Sudahkah Anda Mengenal Jama’ah Tabligh? Karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hal. 28-55, cetakan Darul Qalam-Jakarta))

Disalin kembali dari: Salafiyunpad.wordpress.com

reposting : https://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/03/13/sudahkah-anda-mengenal-jamaah-tabligh/

Baca juga,.. PERKATAAN PARA PETINGGI JAMAAH TABLIGH,..
Mereka telah lama berkecimpung, bahkan ada yang merupakan saudara dari penulis kitab andalan jamaah tabligh, baca disini

Sby Ikut Jamaah Tabligh Jamah Tablig Sumedang Tablikg Pindah Pindah Ke Mesjid Menurut Pandangan Islam Firqoh Dalam Islam Jamaah Tabligh Surabaya

21 Comments

  1. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    Pak, anak paman saya kan termasuk ustadz dari jamaah tabligh.katanya kurang dan lebihnya seperti ini, bahwa jihad dijalan Allah itu memiliki posisi yang tinggi yaitu dengan mengajak orang untuk berbuat baik dan beramal salah satunya mengajak orang untuk shalat berjamaah dimasjid maka berpahala lebih besar daripada NAIK HAJI.

    kemudian dalil yang digunakan yaitu Al-Quran surat at-taubat ayat 20-24 . yang saya tanyakan adalah:
    pemahaman seperti itu apa bisa dibenarkan menurut syar`i karena hujjah/dalil yang dibawakan banyak tapi yang masih saya ingat hanya surat at-taubat itu.

    dan surat At-Taubat 20-24 itu menerangkan tentang jihad.
    mohon penjelasan dan pencerahannya.
    Jazakallah khairan.
    Wassalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    jihad itu butuh ilmu,.
    Bagaimana akan berjihad dengan benar jika mereka tidak punya ilmu,..
    Ibarat orang ga paham tentang motor, lalu dia membongkar mesin motor, maka akan rusaklah motor tersebut,.
    Banyak para ustadz jamaah tabligh ini yang tidak paham agama islam secara benar,.
    khuruj pun cuma diisi membaca kitab andalan mereka, fadhail a’mal,. boro-boro bahas masalah fikih, padahal lucunya mereka mengajak shalat ke masjid, tapi fikih shalat tidak dipelajari,.
    Bagaimana cara wudhu yang benar, cara shalat yang benar,. ngga dipelajari,.

    Bagaimana mau jihad?
    jihad mereka adalah khuruj 4 hari, 40 hari, 4 bulan, terkadang ninggalin anak istri tanpa bekal yang cukup,..
    Bukan dapat pahala, dapat dosa iya,. menyia-nyiakan keluarga sendiri,.

  2. Alhamdulillah , saya tidak mengikuti jamaah ini lagi. untung ada parabola dan internet jadi bisa ikutin kajian salaf di tv maupun dari blog hehe.( di tmpat saya ngk ada pengajian salaf, yg banyak adalah orang2 tabligh, bosan dengar ceramah mereka yg isinya bisa ditebak)

    beberapa hal perlu saya ungkapkan tentang jamaah tabligh ini
    1. mereka ngakunya ingin mengikuti sunnah rasul tapi ketika dibahas tetang masalah ilmu agama apalagi tetang bi’dah mereka alergi sekali..
    2. mereka sebenarnya pembela bidah. orang2 yang berbicara tentang bidah akan mereka musuhi.
    3, enggan menuntut ilmu agama, cukup baca buku fadhail amal aja dan kumpul pada hari tertentu untuk dengarkan ceramah yang isinya ngajak keluar 3 hari 40 hari 4 bln dsb.
    4. rela kumpulin duit untuk pergi ke india pakistan bangladesh ( ipb ) dari pada pergi umroh atau naik haji. menganggap ke ipb lebih afdol daripada umroh atau naek haji.
    5.alergi dengan kitab2 hadist bukhori / muslim.
    6. kalo diceramahi malah balik tanya apa anda sudah keluar 3 hari 40 hari 4 bln
    6.kalo ada temannya yang salah dalam beribadah dibiarkan saja, mereka takut nanti akan timbul perpecahan
    7. enggan khatam alquran tapi tiap hari harus baca yasin
    8. mereka membeci salafi.. heran??
    9. mereka memang sadar ngk sadar memang mengikuti jalan sufi/tasawuf.
    10. enggan belajar pada ulama dan kalopun ada itupun ulama yang telah menjadi anggota mereka

    banyak lagi ,
    saya harap admin sering2 membuat bahasan ttg mereka.terimakasih.

    Alhamdulillah,. mudah2an banyak saudara kita yang masih ikut jamaah tablig segera sadar, dan taubat dari mengikuti pemahaman kelompok yang menyesatkan seperti jamaah tablig ini,.

    Justru masukan2 dari para mantan pengikut jamaah tablig kita harapkan, insya Allah akan saya jadikan postingan tersendiri,.

    • 11. Alergi dengan orang Wahabi atau berbau Arab ? Aku Heran….
      12. Membangga-banggakan Negri India, pakistan, bangladesh tapi nggak pernah mau bilang muslim Arab dan sejenisnya.
      13. Cari Ilmu dan Nafkah nggak perlu ngoyo karena besok akan mati juga.
      Masih banyak lagi…..

      emang begitu,. tambahin lagi kang fauzi,.

  3. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh
    Pak Ustadz saya tanya tapi pertanyaan saya bukan masalah yang dibahas ini.
    yaitu : siapa sih SALAFY TOBAT itu.
    mohon pencerahannya.
    Jazakullahu khairan
    Wassalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    pengurus blog tersebut disinyalir adalah orang-orang yang terpengaruh syiah,. ada juga yang menduga dia adalah idahram alias marhadi,. sudah ada ulasannya disini

  4. minggu kemarin mesjid kami kedatangan jamaah dari manado
    menetap di mesjid kami selama tiga hari,
    katanya, mereka berkeliling dari mesjid ke mesjid ini untuk 4 bulanan.
    apakah mereka ini termasuk jamah tabligh mas?

    Iya, betul mas nandi, itu salah satu rombongan jamaah tablig

  5. Assalaamu’alaikum pak,
    Saya bukan pengikut J.T. , Namun banyak temen dan kenalan saya sbg pengikut. Pertanyaan saya apa saudara membuat kesimpulan diatas sdh berdasarkan interaksi / dialog dg amir mereka dlm hal ini yang berilmu juga?
    Soalnya yg kuketahui memang benar ada jawaban2 yg menurutku tdk tepat dlm amaliyah dan cara pandangnya. dan dialog pada yg berilmu tdk sama jwbannya dg JT yg ikut2an.
    maksudnya msh bisa difahami dasar hukumnya. Dan soal harus keluar 3 hr ,7 hr , 1 bl , 4 bl, ini yg sampai saat ini gak bisa ku fahami.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    mau tahu komentar para ulama JT, bisa dibaca di postingan ini, silahkan klik disini

  6. sy telah beberapa kali diajak teman sy utk mengikuti kajiannya setiap minggu.
    Pada awalnya sy tanya ke teman sy, kajian ini alirannya apa,,dia jawab ini aliran umum kok.

    Tapi ceramahnya salah satunya menceritakan tentang jamaah tabligh yg ditugaskan di Gaza & tdk mempan peluru tembak.

    Kemudian blm lama ini teman sy menganjurkan sy utk membeli buku yg brjudul Fadhilah Amal,,

    kata teman sy itu buku yg sngat bagus utk dibaca.
    Setelah membaca artikel ini sy jd tahu.
    Pertanyaan sy, benarkah buku yg sy beli tsb adalah kitabnya jamaah tabligh?

    Terimakasih sudah komentar disini,.
    Kitab tersebut merupakan kitab pokok pegangan kelompok ini,.
    Mereka setiap selesai shalat membaca kitab karangan tokoh jamaah tablig ini,.
    Tentang kitab ini sudah saya posting disini

    • maaf kurang lebihnya ceritanya seperti ini. Awalnya sy pernah di ketok pintu rumah sy dan mereka mengatakan ingin bersilahturahmi ke lingkungan sekitar krn mereka baru tiba dari daerah indonesia timur,

      kemudian sy bertemu lg di masjid dekat tempat kerja sy, sy melihat kelompok org ini sangat baik amaliyahnya seperti berjenggot panjang, menggunakan baju jubah, mengajak org lain solat di masjid, menghafal alquran dan banyak anak muda yg sudah hafids al quran, mereka berdakwah dgn berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lain secara berkelompok.

      kemudian setelah solat fardu mereka menyampaikan khutbah dgn memegang buku fadhilah amal, krn sy penasaran sy berbincang sebentar dgn salah satu pemuda kelompok tsb, jamaah dari mana mas, jawabnya sy dari salah satu pesantren di jawa timur

      kemudian ustadz yg lebih senior menghampiri sy, sy berbincang2 sy tanya ini menganut pemahaman apa atau mahzab apa, dia jawab ini mendakwahi yg umum ko, mengajak beribadah kpd Allah SWT, karena kita sering melalaikan perintah Allah sperti sewaktu adzan memanggil dari masjid, kenapa kita solatnya di tempat lain, bukan dari arah panggilan itu yaitu di masjid. tidak membahas tentang fiqih krn klo membahas fiqih akan banyak terjadi benturan, kemudian sy juga di ajak mengikuti pesantren kilatnya selama 3 hari, setelah sy penasaran dan cari tahu,sy baca postingan ini sepertinya yg sy temui itu jamaah tabligh, apakah benar??

      Ya, betul sekali, mereka adalah kelompok ini, jamaah tablig, dan buku pegangan idola mereka itu adalah buku karangan ulama mereka, fadhail a’mal,. kitab ini dipenuhi hadits2 dhaif dan palsu, silahkan baca ulasannya disini

  7. TErimakasih admin…. artikelnya sangat bermanfaat dan mencerahkan

    Alhamdulillah,.
    Mudah2an kaum muslimin paham, dan para pengikut JT banyak yang sadar dan mendapatkan hidayah taufik dari Allah

  8. :“ Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walau hanya sebesar zarah.” (HR. Muslim).

    Betul,. dan apakah arti sombong itu?
    Bukan arti sombong menurut orang indonesia, tapi arti sombong menurut rasullah, seperti apakah sombong itu? silahkan baca disini

  9. Assalamu’alaikum. In sya Allah yg di posting admin benar. ana juga mantan jt dan merasa paling benar juga ada perasaan semangat yg berkobar yg ternyata datangnya dari syetan. Naudzubillah…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Alhamdulillah, mudah2an semakin banyak pengikut JT yang sadar,

  10. Assalamu’alaikum wr wb!

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Senang sdh bsa mmbcax.

    Tp alhasil JT tu bxk yg mnjdikan ssorang mnemukan asbab hidayahx alias yg tdix mlas sholat mlha jd rjin sholat, dll.

    Rajin shalat, tapi tidak diajarkan cara shalat yang sesuai tuntunan Rasulullah, kemudian diajak melakukan amalan bidah seperti khuruj, dibiarkan maksiat2 yang dilakukannya,.. ini adalah salah satu talbis atau tipudaya dari setan,.
    Kondisi dia sebelum ikut JT itu justru lebih baik daripada setelah ikut JT,.

    Mencri2 ksalahn saudara seakidah adlh sesat n mnyesatkan. Sbaikx Anda tdk mmposting artikel ini krna hx mmbwt kaum muslimin mnjdi su’uzan dgn orng2 yg tlah brkorban utk agmx.

    siapa yang mencari2 kesalahan?
    Ini kesalahan JT yang banyak kaum muslimin tidak tahu, makanya kita beri pencerahan kepada kaum muslimin agar paham, tidak ikut2an kelompok ini, atau amalan2 JT yang tidak ada sumbernya dari Alquran dan Sunnah,.
    Tidak tertipu dengan tampilan,. tapi ilmu kosong,.
    Apakah JT mendakwahkan ilmu? TIDAK… kita menuntut bukti, mana buktinya kalau JT mendakwahkan ilmu, mana kitab ulama yang mereka kaji,.
    Kitab ulama yang paling shahih setelah Alquran, kitab shahih bukhari muslim, apakah sering mereka kaji? tidak, tapi mereka mengkaji kitab fadhail a’mal yang banyak berisi hadits lemah, palsu dan cerita khurafat,.

    Saudara yg budiman, tlong d pkirkn n dprhatikn lg, kra2 apkah Anda sdah YAKIN bhwa yg Anda lakukan ini adlh benar n dtangx dr ALLOH atau malah dr SYETAN. Tks… wa salam.

    Sudah banyak bukti, baik dari kitab mereka, atau perbuatan mereka, juga dari para mantan JT itu sendiri,..
    Bahkan dari ULAMA JT sendiri,.
    Silahkan baca bagaimana komentar ulama jamaah tablig, baca di link ini

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  11. ana dulu juga mantan JT.
    suka mengajak orang yang tidak shalat di masjid untuk shalat di masjid.
    tapi tidak pernah diberi pelajaran tentang bagaimana adab dan shifat shalat yang benar.
    alhasil, tata cara shalat mereka beraneka ragam, sesuai yang mereka ketahui sebelum bergabung dengan JT.

    suaminya kakak saya masih bergabung dengan JT. saat ini dia sedang menjalani masa khuruj 4 bulan. meninggalkan kakak saya yang tubuhnya lemah gampang sakit-sakitan.

    Alhamdulillah, bisa keluar dari kelompok tersebut,.
    Yah, begitulah,. banyak para karkun ini yang tidak perduli terhadap keluarganya, lebih mementingkan khuruj daripada kewajibannya kepada keluarga,.
    Menafkahi keluarga adalah kewajiban, sedangkan khuruj,. hukumnya jelas bukan wajib, bahkan bidah,.

    • Pengalaman saya dengan JT di malaysia tahun 2009 s/d tahun 2012
      waktu saya merantau di malaysia, yang shalat kemasjid jarang. hanya pengurus masjid saja yang sering shalat di masjid dan sebagian temen-temen TKI, bahakan ada di antara temen TKI yg gk shalat sama sekali dgn alasana musafir,padahal hidup bertahun’ disitu.

      akhirnya suatu ketika, datanglah JT ke masjid di ladang tempat kami kerja, saya merasa senang sekali, karna saya merasa saya bertemu dengan jamah yg sefaham dengan saya,

      lalu salah satu dari mereka menghampiri mengucapkan salam, saya pun menjawab salamnya, lalu mereka menjelaskana tujuan mereka datang, dangan respon baik, Alhamdulillah kalo maksud kedatangan antum seperti itu, dan saya juga menyampaikan, kalo begitu nanti jgn mengajak shalat saja tapi di ajarkan bagimna cara shalat yang benar, atur saf yang benar, karna disini banyak yang amalannya bid’ah stelah shalat.

      sang JT langsung berubah menjelaskan,kami tidak mengajarkan itu, tapi insyaAllah dia bilang.
      sampai akhirnya saya sempat berdebat dengan salah seorang dari mereka, setelah selesai shalat
      dialog:

      >saya: Assalamu’alikum..
      saya: mohon maaf ustad : kitakan shalat wajib menggunakan sutrah, tapi saya lihat antum tidak menggunakan sutrah.
      saya: (jawab dalam hati) Astagfirllah. ternyta dia belum kenal apa itu sutrah.

      Dan masih banyak pengalaman saya, termasuklah saya sempat membeli kitab mereka, sampai saya bawa pulang mentuk mengkelarifikasi isi dari kitab tersebut. lalu saya tanyakan kepada keponaan saya yang Modok di Pondok pesantren Abu Hurairah Mataram NTB. ponaan saya jawab.

      hadis dalam kitab itu banyak yang da’if dan palsu.

      pengalaman saya selam 2 tahun Malaysia, ternyata masih ttap saja gk ada yang shalat berjamah ke masjid, isinya ttp paling banyak 9 orang.

      JT tidak ada pengaruhnya di tempat saya kerja dulu. LADANG BEBAR, BANDAR MUADZAM SHAH. DAERAH PAHANG. MALYSIA BARAT:
      salam kenal dari saya .

      Bahri
      dari Lombok Barat, NTB.

      jazakumullahu khairan telah berbagi pengalaman,.

  12. saya sudah capek menjelaskan apa itu sunnah dan bid’ah kepada Anggota JT .

    masih saja masalah fasilitas dunia dikatakan bid’ah , memang mereka tidak berilmu .

    bahkan sunnah yang sudah jelaspun ada hadistnya masih mereka abaikan. mereka anti sama salafy ya jelas lah , salafy kan anti bid;ah sedangkan mereka ahli bid’ah .

    yang anehnya anggotanya malah belajar sholat malah dari ustad2 salafy yang ada di youtube .

    • Gak nyampe, dalam negri pulau sumatera dan jawa ,terus الحمدلله kenal manhaj salaf,

      udah nyicipi khuruj 4 bulan 4 x,

      di antaranya jalan kaki 4 bulan khuruj,

      pengalaman hidup lika-liku sebelum mengenal manhaj salaf.

      Bisa ceritakan kisahnya mas, insya Allah akan saya posting di web ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*