Ini Lho Dalil Keutamaan Maulid Nabi,. Ternyata HADITS PALSU Semua

Wahabi Barang Siapa Mengagungkan Hari Kelahiranku Derajat Hadits Tentang Maulid Nabi Hadis Yg Mengingatkan Hari Kelahiran Nabi Yg Dapata Pahala Hadits Dhaif Tentang Maulid

Riwayat Riwayat Dusta tentang Maulid Nabi

Shalahudin Alayubi memberantas acara-acara maulid nabi sebelum menyerang pasukan salibInilah diantara riwayat-riwayat yang dianggap hadits oleh sebagian para penggemar dan pembela Maulid Nabi untuk membesarkan atau mengagungkan sekaligus membenarkan ritual Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berikut ini kita nukilkan apa adanya :

1. Abu Bakar ash-Shiddiq

Telah berkata Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq : “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

2. Umar bin Khattab al-Furqan

Telah berkata Sayyidina ‘Umar : “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

3. Utsman bin ‘Affan Dzun-Nuraini

Telah berkata Sayyidina Utsman : “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk majlis membaca maulid Nabi saw. maka seolah-olah ia menyaksikan peperangan Badar dan Hunain” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

4. Ali bin Abi Tholib Karomallahu wajhah

Telah berkata ‘Ali : “Siapa yang membesarkan majlis maulid Nabi saw. dan karenanya diadakan majlis membaca maulid, maka dia tidak akan keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan masuk ke dalam syurga tanpa hisab”. * (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

5. Syekh Hasan al-Bashri

Telah berkata Hasan Al-Bashri : “Aku suka seandainya aku mempunyai emas setinggi gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk membaca maulid Nabi saw.* (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

6. Syekh Junaid al-Baghdady

Telah berkata Junaid Al-Baghdadi semoga Allah mensucikan rahasianya : “Siapa yang menghadiri majlis maulid Nabi saw. dan membesarkan kedudukannya, maka sesungguhnya ia telah mencapai kekuatan iman”.* (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

7. Syekh Ma’ruf al-Karkhy

Telah berkata Ma’ruf Al-Karkhi : “Siapa yang menyediakan makanan untuk majlis membaca maulid Nabi saw. mengumpulkan saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang bau yang wangi dan memakai wangi-wangian karena membesarkan kelahiran Nabi saw, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama kumpulan yang pertama di kalangan nabi-nabi dan dia berada di syurga yang teratas (Illiyyin)” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

8. Fakhruddin ar-Rozi

Telah berkata seorang yang unggul pada zamannya, Imam Fakhruddin Al-Razi : “Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw* ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan zahir keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka makanan tersebut akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah mengampunkan orang yang memakannya”.

“Sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki, penyakit dan tidak mati hati tersebut pada hari dimatikan hati-hati”.

“Siapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkatan, pemiliknya tidak akan fakir dan tidak akan kosong tangannya dengan keberkatan Nabi saw.”* (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

9. Imam as-Syafii

Telah berkata Imam Asy-Syafi’i : “Siapa yang menghimpunkan saudaranya (sesama Islam) untuk mengadakan majlis maulid Nabi saw., menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan, dan dia menjadi sebab dibaca maulid Nabi saw. itu, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat bersama ahli siddiqin (orang-orang yang benar), syuhada’ dan solihin serta berada di dalam syurga-syurga Na’im.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

10. As-Sary as-Saqothy

Telah berkata As-Sariyy As-Saqothi : “Siapa yang pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah pergi ke satu taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan lantaran kerana cintanya kepada Nabi saw. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : “Sesiapa yang mecintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

11. Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar al-Haitami

“Siapa yang hendak membesarkan maulid Nabi saw. maka cukuplah disebutkan sekedar ini saja akan kelebihannya. Bagi siapa yang tidak ada di hatinya hasrat untuk membesarkan maulid Nabi saw. sekiranya dipenuhi dunia ini dengan pujian ke atasnya, tetap juga hatinya tidak akan tergerak untuk mencintai Nabi saw. Semoga Allah menjadikan kami dan kalian di kalangan orang yang membesarkan dan memuliakannya dan mengetahui kadar kedudukan Baginda saw. serta menjadi orang yang teristimewa di kalangan orang-orang yang teristimewa di dalam mencintai dan mengikutinya. Aamiin, wahai Tuhan sekalian alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas penghulu kami Nabi Muhammad saw. keluarganya dan sahabat-sahabatnya sekalian hingga Hari Kemudian.”

“””””””””””

KOMENTAR ATAS RIWAYAT-RIWAYAT DIATAS :

Perkataan serupa dinisbatkan juga kepada sahabat Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, sebagaimana dalam kitab Madarij ash-Shu’udh hal.15 karya Syaikh Nawawi Banten.[1] Bahkan juga dinisbatkan kepada Hasan al-Bashri, Ma’ruf al-Karkhi, al-Junaid dan lainnya sebagaimana dalam Hasyiyah I’anah Tholibin: 3/571-572 karya Abu Bakr Syatho

Hadits2 tersebut TIDAK ADA ASALNYA. Sejak awal kali mendengar ucapan yang dianggap hadits ini, bagaimana mungkin hadist ini shohih ????, sedangkan maulid tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya ?!!

Jadi, Hadits-hadits ini tidak ada asalnya,.. itu semua bukan hadits..

Ketika hadits ini ditanyakan kepada Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhahullah.[2]

Jawaban Syaikh :

“Ini merupakan kedustaan kepada Rasulullah yang hanya dibuat-buat oleh para ahlul bid’ah.”

Kepada saudara-saudara kami yang berhujjah dengan hadits ini, kami katakan :

“Dengan tidak mengurangi penghormatan kami, datangkan kepada kami sanad hadits ini agar kami mengetahuinya !!”

Singkat kata, hadits tersebut di atas adalah dusta, tidak berekor dan berkepala (yakni : tanpa sanad).
Aneh dan lucunya, setelah itu ada seseorang yang melariskan hadits tersebut dengan berkata :

“Walaupun hadits ini lemah, tetapi bisa dipakai dalam Fadhoilul A’mal.”

Hanya kepada Allah azza wa jalla kita mengadu dari kejahilan manusia di akhir zaman !![3].

Adapun dari segi matan hadits, bagaimana hadits ini shohih padahal perayaan maulid nabi tidaklah dikenal pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Bahkan hal tersebut juga tidak dikenal di kalangan imam-imam mazhab : Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Imam Ahmad Rahimahumullah sekalipun karena memang perayaan ini adalah perkara baru dalam agama. Adapun orang yang pertama kali mengadakannya adalah Mu’iz Lidinillah dari Bani Ubaid al-Qoddakh yang menamai diri mereka dengan “Fathimiyyun”. Mereka memasuki kota Mesir tahun 362 H. Berakar dari sinilah kemudian mulai tumbuh dan berkembang bentuk-bentuk perayaan maulid secara umum dan maulid nabi secara khusus.

Wallahu a’lam.
__________

FooteNote :

[1] Lihat Hadits-Hadits Bermasalah, Prof.Ali Musthofa Ya’qub hal.102
[2] Beliau adalah salah seorang murid Imam ahli hadits besar, al-Albani, yang sudah beberapa kali pernah berkunjung ke Indonesia dalam rangka dakwah. Pertanyaan ini di tanyakan kepada beliau pada hari Rabu 6 Muharrom 1423 H, sebelum shalat Dhuhur di masjid al-Irsyad, Surabaya.
[3] Pekara ini juga didapati dalam kitab Tahdzirul Muslimin Minal Ahadits al-Maudhu’ah ‘ala Sayyidil Mursalin hal.87 oleh Muhammad al-Basyir al-Azhari, beliau mengatakan : “Di antara hadits-hadits yang banyak berbau dusta adalah kisah-kisah tentang maulid nabi.”

[Disadur dari Tulisan Ust. Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi hafizhahullah]

“”””””””””””””

Tambahan dari admin :

Bagaimana Sikap Imam Syafi’i rahimahullah terhadap HADITS LEMAH ??

وَجِمَاعُ هَذَا أَنَّهُ لَا يُقْبَلُ إِلَّا حَدِيثٌ ثَابِتٌ كَمَا لَا يُقْبَلُ مِنَ الشُّهُودِ إِلَّا مَنْ عُرِفَ عَدْلُهُ، فَإِذَا كَانَ الْحَدِيثُ مَجْهُولًا أَوْ مَرْغُوبًا عَمَّنْ حَمَلَهُ كَانَ كَمَا لَمْ يَأْتِ؛ لِأَنَّهُ لَيْسَ بِثَابِتٍ

“Kesimpulan dari semua ini, bahwa TIDAKLAH (sebuah hadits) DITERIMA kecuali HADITS YANG VALID, sebagaimana tidaklah para saksi diterima (pesaksiannya) kecuali orang yg dikenal adilnya. Sehingga apabila hadits itu tidak diketahui atau dibenci perowinya, maka SEAKAN HADITS ITU TIDAK ADA, karena ketidak-validannya.” (Kitab Ma’rifat Sunan Wal Atsar, karya Imam Baihaqi 1/180).

Karena sikap seperti inilah Imam Syafi’i dijuluki sebagai “Naashirus sunnah” (Pembela Sunnah Nabi). Beliau tidaklah berdalil dengan hadits, kecuali bila hadits tersebut bisa dipertanggung-jawabkan kevalidannya.

Naaah, jika hadits yang lemah saja sudah beliau tolak mentah2, bagaimana lagi dengan hadits palsu, yakni riwayat2 yang terang2an berdusta atas nama Nabi shallallahu alaohi wa sallam ???

Namun sayang, banyak dari orang-orang yang mengaku sebagai pengikutnya, BERMUDAH-MUDAHAN dalam BERDALIL dengan HADITS LEMAH, bahkan hadits palsu (!??)

Parahnya lagi, bila kita mengatakan kepada mereka bahwa haditsnya lemah, maka langsung saja kita dicap sebagai WAHABI !! Wallaahul Musta’aan.

Tidakkah mereka merenungi perkataan IMAM SYAFI’I rahimahullaah di atas ?????

Camkan baik2 ancaman dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berikut ini sebelum berhujjah dan membela hadits dusta (palsu) :

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.”(HR. Bukhari, dan juga Muslim dalam Mukadimah Shahihnya, lihatal-Jam’u Baina ash-Shahihain,hal. 9)

Allaahu yahdiina wa iyyaahum.

http://khansa.heck.in/riwayat-riwayat-dusta-tentang-maulid-nab-3.xhtml

 

Print Friendly, PDF & Email

Barangsiapa Yang Mengagungkan Kelahiranku Hadits Maulid Nabi Dalil Keutamaan Maulid Dalil Keutamaan Maulid Nabi Kumpulan Hadis Palsu

29 Comments

    • Sebalik nya ..anda..banyak lah bersholawat ,
      smga anda menemukan jalan yg lurus ,& semoga kita di pertemukan di akherat ,dan saya bisa melihat pertangung jawaban ,ats fatwa anda ,

      Mari bershalawat,.. bagaimana caranya agar shalawat kita bermanfaat kelak,. silahkan baca disini

  1. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh
    Pak kenapa ya. . . .

    orang-orang ASWAJA begitu getol dalam memperingati maulid dan membela mati-matian padahal mereka sudah tau tidak dicontohkan oleh Rosulullah SAW,sahabat,dan orang orang yang mengikutinya mereka juga tau bahwa itu bid`ah tapi mengapa masih terus mencari pembenaran. seolah-olah dengan peringatan maulid merasa sangat mencintai Rosulullah SAW bahkan banyak Ustadz dan Kiyayi yang menganggap bahwa memperingati Maulid Nabi SAW. itu sunnah yang kelak akan mendapatkan safaatnya.

    dalam khutbah-khutbah jumat mereka dakwahkan dengan membawakan hadits palsu dan dibumbu-bumbui dengan Firman Allah seperti dimasjid kampung saya tinggal dalam khutbahnya bahwa memperingati maulid Nabi SAW. itu diperintahkan dan hukumnya adalah sunnah sebagaimana hadits berikut ini :

    Artinya: “Nabi saw bersabda: ‘Barang siapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafa’at kepadanya kelak pada hari kiamat. Dan barang siapa mendermakan satu dirham di dalam menghormati hari kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di jalan Allah’.”

    “Nabi saw bersabda: ‘Barang siapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafa’at kepadanya kelak pada hari kiamat. Dan barang siapa mendermakan satu dirham di dalam menghormati hari kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di jalan Allah’.”

    Kita dianjurkan untuk bergembira atas rahmat dan karunia Allah SWT kepada kita. Termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat kepada alam semesta. Allah SWT berfirman:

    Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ’” (QS.Yunus:58).

    Jadi, Allah SWT menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi SAW merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107).
    itulah hujjah -hujjah pembenaran mereka

    bagi masyarakat awan yang islamnya islam keturunan sangat yakin dengan dalill-dalil tersebut.kalau demikian apa yang bisa kita lakukan.diberikan hujjah pun mereka tidak maksud karena tidak mau ngaji/menuntut ilmu yang ada malah dikucilkan dan dianggab tidak tau sunnah.

    semoga Allah mengampuni mereka semua dan kita semua dan diberi hidayah dan petunjuk jalan yang lurus.
    Kalau menurut bapak apa yang harus kita lakukan.
    mohon pencerahannya.

    Jazakallah khairan
    Wassalamu`alaikumwarohmatullah wabarokatuh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Kuncinya,.kenalkan mereka kepada sunnah,. mereka berkeyakinan seperti itu ya karena keawaman mereka,. namanya juga orang awam, digiring kemanapun mau sja,

    • Mungkin sebaiknya anda ngaji dulu.
      Karena belum tentu sesuatu yg tidak di lakukan oleh nabi itu haram
      Contoh : nabi muhammad SAW tidak memakan biawak bukan karena biawak haram tapi karena kaum arab tidak biasa memakannya

      Diamnya nabi terhadap perbuatan sahabat, itu adalah persetujuan nabi, artinya nabi membolehkan, itu termasuk sunnah nabi juga,. jadi nabi membolehkan memakan dhabb, BUKAN BIAWAK, beda antara dhabb dan biawak, kalau biawak jelas haram hukumnya, trmasuk binatang buas pemangsa daging, kalau dhabb itu bisa diternak, makannya rumput,
      Silahkan baca arti sunnah di postingan ini

  2. Alhamdulillah dengan artikel diatas membuat membuat mantap dalam melangkah mendakwahi mereka

    Hendaklah jangan langsung membantah mereka,.. kurang manfaatnya,.
    Kenalkan saja kepada sunnah rasul,. kecintaan kepada hadits rasulullah,. bukan membantah kebiasaan di masyarakat,. ingat.. menyampaikan kepada orang lain itu butuh ilmu dakwah,. bukan asal menyampaikan, nanti anda sendiri yang akan dicap sesat oleh masyarakat,.
    dan kalau sudah dicap sesat, maka anda tidak bisa mendakwahkan kebenaran lagi,.

    sebelum melangkah, silahkan baca ebook ini, download disini

  3. mas, kalo gitu mulai yang membaca al-qur’an, membaca sholawat dan burdah albushiri serta ada dzikir bersama dan ceramah nya semuanya Bid’ah, sesat dan masuk neraka ya . harap pencerahannya

    Terimakasih bekti,.
    Membaca alquran, membaca shalawat, itu adalah amalan mulia, tentu jika dikerjakan dengan tuntunan yang benar, yaitu tuntunan Rasulullah.
    Sama halnya dengan shalat, puasa, jika dikerjakan dengan tuntunan atau ajaran yang diajarkan oleh rasulullah, baik caranya, waktunya,. maka itu akan menjadi ibadah yang mulia dan insya Allah diterima di sisi Allah,.

    Baca alquran, shalawat, jika dikerjakan dengan tatacara yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, maka ini tidak berniali sebagai amalan yang mendatangkan pahala, tapi amalan yang mendatangkan dosa,. apalagi ditambah bacaan shalawat-shalawat yang tidak ada tuntunannya dari rasulullah,.ini hanya menambah dosa demi dosa,..

    Dan apa ganjaran dari dosa?? anda bisa menilainya sendiri,.

  4. Wahaii kawan kita ingat bahwa islam itu intinya apa………agar kita berahlaqul karimah kayak Rosuullulloh….terkaeit benar tidakanya hadist tersebut……coba ada gak hadis yg shohih yg melarang maulid nabi….

    kalau nyari hadits yang melarang maulid,. sampai hari kiamat juga tidak ditemukan,.
    sama juga hadits larangan shalat menggunakan bahasa indonesia,. itu juga tidak akan ditemukan,..

    maka, bolehkah cara shalat kita ganti dengan bahasa indonesia?. kan tidak ada larangannya,.

    Silahkan jelaskan,. ada tidak hadits larangan shalat dengan bahasa indonesia,..

    Apakah kalau tidak menemukan, lalu boleh dikerjakan?..

    Ibadah itu nunggu dalil yang memerintahkan, bukan dalil yang melarang, silahkan baca disini

  5. Saya tetap akan melaksanakan maulid, karena saya cinta Rasulullah.. dan setiap hari saya membaca sholawat untuk Rasul…..

    Siapa sih orang di dunia ini yang paling mencintai Rasulullah? merekalah para sahabat nabi, dan tidak ada satupun sahabat yang merayakan maulid nabi, silahkan baca disini

    Merayakan maulid itu adalah bukti cinta pada rasulullah? betulkah? baca ulasannya disini

    • terlalu PD anda meng-KLAIM bahwa 12 rabiul awal bukan hari kelahiran Rasulullah?
      Apakah anda menyaksikan PROSESI KELAHIRAN NABI SAW??

      Para ulama bersepakat bahwa tanggal 12 rabiul awal itu HARI KEMATIAN RASULULLAH,
      Bukankah para sahabat yang menyaksikan hari meninggalnya rasulullah? dan tidak ada ulama yang berselisih pendapat kalau tanggal 12 rabiul awal itu hari KEMATIAN RASULULLAH, jadi yang dirayakan itu apanya Rasulullah?

  6. Asslamualaikum
    Maaf klo anekomentar, ane mang buta agama
    Tapi klopun maulid itu tidak ada atau tidak di contohkan oleh Rasulullah dan para sahabat nya, apa ada di zaman itu Rasulullah dan para sahabat nya menggunakan motor, handphone, atau segala macam yg anda gunakan sekarang, berrti klian semua berdosa dong.
    Udahlah jangn buat orang pusing dengan kiriman anda, jlnn ajah menurut keykinan anda.
    Terimaksih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih mas arief,.
    Mudah-mudahan Allah berikan semangat pada anda untuk mempelajari masalah agama,.
    Bidah itu hanya untuk perkara agama, perkara ibadah, bukan menyangkut urusan dunia,.
    Kalau urusan dunia, itu justru boleh selama tidak ada dalil yang melarang,.
    Pesawat, hape,mobil,komputer, dan masih banyak lagi itu semua adalah urusan dunia, bukan urusan agama,.

    Yang perlu anda ketahui, dan ini yang wajib kita yakini,. SELURUH URUSAN AGAMA sudah rasulullah ajarkan tanpa ada yang ketinggalan,.
    Mau ke WC saja sudah Rasulullah ajarkan, apalagi urusan yang lebih besar dari masalah ini,.
    Jadi, jangan berdalih dengan urusan dunia sebagai hal yang bidah,.
    Silahkan anda baca postingan ini, pengertian bidah untuk orang awam, silahkan baca disini

    Simak video ini

    https://www.youtube.com/watch?v=iygvsudWc0E

  7. Astagfirlloh ente jangan soo benar dlu

    Sebenarnya yang sok benar itu siapa mas,.
    Orang yang beramal tanpa dalil lalu pede dengan amalan tersebut,.
    Atau orang yang mengingatkan bahwa amalan tersebut tidak ada dalilnya, dalilnya tdk shahih bahkan palsu,.
    Dalil maulid tidak ada yang shahih, tapi PALSU, sebagaimana artikel diatas

  8. kalau masalah agama disna sudah jelas haditsx bgaimana rosul solat dan pakain seperti apa, trus yg dipakai solat orang2 sekarang sma gak?
    yg mengatakan bid ah smuax haram, maka berdosalah org yg slat memakai celana malah tidak memakai surban n jubah. imam bacalah kitab MAFAAHIM disna jelas smuax.

    Kalau mau ikut SUNNAH, maka pakailah pakaian penduduk setempat,. tapi ada aturan islamnya,. seperti menutup aurat, bagi laki-laki tidak boleh isbal atau melampui mata kaki,. bagi wanita memakai jilbab,. longgar tidak ketat, tidak memakai wangi-wangian,.

    Jadi Rasulullah juga memakai pakaian penduduk setempat, seperti jubah, sorban,. itu karena orang kafir quraisy juga pakaiannya seperti itu,.

    Jadi kalau di indonesia, jika ingin MENGIKUTI SUNNAH RASUL, maka di jawa misalkan, memakai BAJU KOKO, SARUNG, PECI HITAM,. itu lebih sesuai SUNNAH,

    Dan urusan pakaian itu adalah urusan dunia, bukan urusan ibadah,..

    Tapi jangan salah paham juga, nanti karena mengikuti pakaian setempat, jangan berkesimpulan contohnya pakaian adat papua kan cuma pakai koteka, jadi pakai itu dong,.
    ngga seperti itu, kan tetap, pakaian setempat, dan ada aturan islamnya, yaitu diantaranya menutup aurat, dll sdh disebutkan diatas

  9. kalo saya lebih percaya kepada Imam Al Haitami daripada Albani

    Lebih percaya kepada siapa mas, Imam Al Haitami atau RASULULLAH, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali,.? mereka semua tidak melakukan MAULID,
    Jika anda lebih percaya kepada Imam Al Haitami daripada pada Rasulullah,Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, maka anda telah terjatuh dalam kesalahan yang sangat fatal,. mendahulukan Imam Al Haitami dari Rasulullah,.. Na’udzubillahi min dzalik

  10. Makasih banyak akhri atas pencerahannya,,,, semoga kita selalu dilindungi dan di beri naungan rahmat oleh Allah swt.,,,,,,, dan satu lagi saya sejak kecil sudah melakukan maulid nabi besar Muhammad saw,,,, kenapa waktu ane kecil gak ad dr para pemuka agama mengatakan maulid itu suatu bid’ah. Kenapa sekarang baru dipermasalahkan,,,,

    Karena jaman dulu ngga banyak yang melek agama berdasarkan dalil mas, wajar saja tidak ada yang meningatkan,.

    contoh kasus lain saja, yang merupakan amalan sehari-hari, cara wudhu dan shalat, mayoritas kaum muslimin di indonesia masih salah dalam mengerjakannya, cara wudhunya masih salah, bahkan bukan masyarakat awamnya, bahkan hingga kyai yang memiliki pondok pesantrenpun ada yang masih salah dalam mengerjakannya , silahkan buktikan sendiri, ini cara wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah, baca disini , dan silahkan lihat praktek masyarakat,. dan ini jarang sekali yang mengingatkan,..

    Masalah wudhu saja masih banyak yang salah, dan ga ada yang mengingatkan, apalagi masalah maulid yang cuma 1 tahun sekali?

  11. apakah ada dalil yang melarang maulid nabi. bukankah nabi muhammad saw sendiri yang memperingati kelahiran beliau dengan puasa sunah senin.

    Kalau mau mengikuti cara nabi dalam memperingati kelahirannya, ya lakukan dengan cara nabi dong, yaitu puasa senin dan kamis,.. monggo…

    Kalau dalil yang melarang yang jadi pegangan, maka boleh dong shalat maghrib 7 rakaat? kan ga ada dalil yang melarangnya,.
    Boleh dong shalat isya menggunakan bahasa indonesia, kan ga ada dalil yang melarangnya,..

    Kang Salim, ibadah itu patokannya adalah dalil yang MEMERINTAHKANNYA, bukan dalil yang melarangnya, Ibadah itu nunggu dalil, silahkan baca disini

    • Berarti anda membatasi (mengkebiri) aktifitas dakwah Islamiyah kami??

      Ulang tahun atau dalam bahasa arabnya itu bukanlah aktifitas dakwah islamiyah, tapi aktifitas agama kristen, ada di INJIL mas, silahkan baca di postingan ini

      Jadi, jangan dimasuk-masukin ke dalam islam dong ajaran-ajaran dari agama di luar islam, Islam sudah sempurna,

  12. Perbedaan2 seperti ini yg dipermasalahkan sperti ini yg menyebabkan umat islam sulit bersatu dan gampang diadu domba oleh kaum kafir.

    Perbuatan menyelisihi ajaran Rasulullah memang membuat umat islam lemah, dan Allah kuasakan orang kafir untuk mengobok-obok umat islam,

    Orang kafir terbantu oleh umat islam yang merusak ajaran islam itu sendiri,.. Maulid salah satunya,. itu tidak pernah rasulullah ajarkan,

    Umat islam itu syahadatnya sama, rukun islamnya sama, rukun imannya sama, kenapa harus mencari2 perbedaan dan saling merasa benar?

    Berbeda dengan siapa? berbeda dengan Rasulullah ya? kalau berbeda dengan rasulullah, maka ini bukan berbeda mas Abdul, tapi perpecahan, penyelisihan terhadap ajaran islam itu sendiri,. menganggap lebih baik dari Rasulullah,. na’udzubillah, padahal mereka sudah bersyahadat,.

    Rosululloh tidak pernah mengajarkan hal itu.

    Rasulullah pun tidak mengajarkan MAULID, demikian pula Abu Bakar, Umar, Utsman,Ali, Imam yang empat, imam bukhari,muslim,tirmidzi,dll
    Lalu ikut siapa amalan Maulid tersebut??

    • Subhanallah barokallohufiik

      Ana sangat senang sekali dengan ke-ilmiahannya dalam menyikapi semua pertanyaan di atas,

      Jazakalloh Khoir.

      Salam kenal

      Abu Nafisah
      Bekasi

      Alhamdulillah, baarakallaahu fiikum
      Jazakumullahu khairan

  13. Dgn mengenang rasulullah berarti kita cinta kepada beliau,
    rasulullah pernah bersabda hadistnya shohib barang siapa cinta kepada ku kt nabi dia bersamaku di surga.
    Wassalam.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Bagaimana kira-kira jika meninggalnya rasulullah kok dirayain? apakah ini bukti cinta? Rasulullah wafat tanggal 12 rabiul awal lho, jadi itu bukan hari lahir rasulullah, tapi wafatnya,.

    Kok ya ada orang yang mengaku cinta, tapi malah merayakan hari kematiannya, na’udzubillahi min dzalik

  14. yang posting orang muhammadiyyah ya om ??

    Kalau yang dimaksud Muhammadiyah itu artinya pengikut nabi Muhammad, ya,. saya orang muhammadiyah,
    Tapi kalau yang dimaksud adalah pengikut ormas muhammadiyah, maaf, saya bukanlah pengikutnya, bahkan saya sudah memposting tentang manhaj dakwah muhammadiyah,silahkan baca disini

  15. Innallaaha wamalaaikatahu yusholluuna alannabii, yaa ayyuhallazdiina aamanu sholluu alaihi wasallimuu tasliimaa. (Al quran surat al ahzab) yg artinya sesungguhnya Allah dan para malaikatnya menyampaikan shalawat kpd nabi. Wahai orang2 yg beriman bershalawatlah kpdanya

    Shalawat itu sunnah, berpahala, tentu jika dilakukan sesuai perintah Rasulullah, tentan lafadznya, juga caranya..
    Bagaimana agar shalawat kita bernilai pahala? silahkan baca disini

  16. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Kalau anda mnganggap maulid bidi’ah
    Silahkan bidi’ah sndiri… kami tidak melakukan maksiat dalam acara maulid tolong hargai pendapat orang lain dengan cara maulid kami bisa besikaturrahmi. Dengan maulid kami bisa saling brjabat tangan, dengan maulid kami bisa mmbaca solawat bersama, Dengan maulid kabi bisa mmprkuat ukhwah kami… apa itu salah…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,>

    Tidak bermaksiat? justru jika ada orang yang beribadah berlandaskan hadits dhaif, atau hadits palsu, maka dia sedang berbuat BIDAH, dan seluruh BIDAH itu PASTI maksiat, dan tidak semua maksiat itu adalah BIDAH,.

    Jadi salah jika anda mengatakan saya tidak sedang berbuat maksiat, justru anda sedang melakukan amalan yang lebih dari maksiat,

  17. Tidak layak seseorang yang ber akal mempertanyakan mengapa kalian memperingati maulid??? , seolah olah mereka bertanya MENGAPA KALIAN BERGEMBIRA DENGAN LAHIR NYA RASULULLAH ???, simple aja bro,kami merayakan maulid rasul adalah ekspresi rasa suka/bahagia/senang kami akan kelahiran manusia yang paling mulia di muka bumi…

    Orang yang BERAKAL tidak akan merayakan HARI KEMATIAN orang yang paling dicintainya,..
    tahukah anda, tanggal 12 rabiul awal itu hari WAFATNYA RASULULLAH, bukan hari lahirnya,…

    Anda berekspresi, berpesta, merayakan hari kematian Rasulullah?? na’udzubillahi min dzalik, taubat mas…

  18. Menurut anda, bagaimana cara albani mengetahui ke shahihan sebuah hadist sementara albani sudah terbentak jarak 1400 tahun dengan Rasulullah?

    dan menurut logika anda, lebih valid mana antara albani dengan Imam Sayfi’i??

    Mohon dijelaskan dengan logika yg rasional..
    trimakasih

    Imam Syafii juga tidak melakukan MAULID NABI mas,. silahkan kalau mau ikut madzhab Syafii, jangan lakukan maulid dong,. ini jika anda konsekwen mengikuti imam syafii,.

    Tentang penjagaan hadits,.. hadits pasti akan terjaga keshahihannya, sebagaimana Alquran, kenapa? silahkan baca ulasannya disini

  19. Cakep dahh…., alhamdulillah kita smua masih hidup…., ya Allah beri kami petunjuk…, sehingga kami tidak saling menyalahkan……,

    Ya Allah tunjukilah kami jalan kebenaran, dan mampu menapaki dan mengamalkan kebenaran tersebut,..

    Sehingga yang benar tampak sebagai kebenaran, dan yang salah tetap tampak sebagai kesalahan,..
    Sehingga tidak ada lagi yang mengatakan perkataan kepad orang yang gigih menjelaskan kebenaran dengan perkataan “jangan saling menyalahkan”

    Selamanya yang salah itu tetap salah, dan yang benar itu benar,.. selama kebenaran itu adalah kebenaran dari Allah dan rasulnya,.

    Dan yang menyelisihi kebenaran dari Allah dan Rasulnya itu adalah kesalahan, walaupun dilakukan oleh tokoh dan orang banyak,.

  20. Afwan mas.. Temen ana kirim ini…

    Maulid bukanlah ibadah,,, melainkan sarana ibadah, sama halnya dg TV rodja ,lomba tartil, dan semacamnya,
    Yg perlu diperdalam adalah apa yg dilakukan pada bulan maulid, kalau kita memperbanyak sholawat dan melakukan sunnah2, maka itu baik,

    Intinya,
    Lakukan sunnah2 nabi dibulan maulid serta bulan2 yg lain,

    Mohon penjelsnnya syukron jaZakallah khoyron..

    mudah saja jawabnya, itu sarana ibadah dalam hal apa? trus tanya ke dia, maulid itu artinya apa dalam bahasa indonesia, itu kan hari ulang tahun kelahiran, nah merayakan ulang tahun itu bukan ajaran islam, itu kan ajaran agama di luar islam

  21. Asalamualaikum wr wb…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    bukan kah maulid itu hanya nama sekelompok umat muslim yg berkumpul ketika tanggal kelahiran nabi…disitu ada silahturahmi,baca sholawat,alquran dan taqlim…bidah nya dimna…

    Masalahnya mas, tanggal 12 Rabiul awal itu bukan TANGGAL LAHIRnya Rasulullah, tapi itu tanggal WAFATNYA RASULULLAH,.
    Apakah menjadikan tanggal wafatnya Rasulullah itu sebagai PERAYAAN? ini sungguh kurang ajar kepada Rasulullah,.
    Harusnya bersedih karena Rasulullah wafat, lah kok malah menjadi perayaan? DISITULAH BIDAHNYA,. para sahabat tidak ada satupun yang merayakan perayaan tersebut,.
    Saya sudah posting, tanggal 12 rabiul awal bukan hari lahirnya Rasulullah, tapi itu hari wafatnya Rasulullah, silahkan baca di sini

    yg bidah mnurut saya klo menghukuminy sunah ato apa,,,
    seandainya pada tanggal 17 agustus umat muslim mengadakan kajian sholawatan baca maulud,,baca Alquran apa juga bidah…??? mohon pencerahannya…

    Bidah itu bukan menurut saya, menurut anda, atau menurut tokoh manapun,.
    Bidah itu adalah jika itu tidak ada ajarannya dari Rasulullah,
    Perayaan maulid, maulid itu artinya adalah merayakan hari kelahiran, bahasa indonesianya itu merayakan ulang tahun nabi, ini tidak dikenal dalam islam, jadi itu termasuk BIDAH

    Untuk lebih mengenal apa itu bidah, silahkan anda baca postingan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*