Sebuah Kisah Nyata Pembenci Wahabi, Karena Mengamalkan Sunnah Nabi,.Sayapun Dituduh Wahabi…

Mengamalkan Sunnah Dikatakan Sesat Mengapa Mereka Membenci Dan Memerangi Wahabi.menurit Salaf Kota Depok Aslibumiayu Kisah Wahabi Salafi Kisah Wahabi Dan Salafi

Dulu Sangat Membenci WAHABI, Namun Setelah Membaca Buku Wahabi… Menjadi Tahu Apa Itu Ajaran Orang Yang Dituduh Sebagai Wahabi..

saya dituduh wahabiBENCI WAHABI…?!

Sejak SMP sampai Mahasiswa semester 3, saya paling benci dengan yang namanya “Wahabi”

Tentu anda bertanya, mengapa saya membenci Wahabi… Saya membenci Wahabi karena Wahabi itu suka mengkafir-kafirkan orang… Tidak suka Shalawatan…. Tidak mau ziarah kubur… Tidak hormat dengan Nabi…. Suka merusak kubur….

Karena alasan itulah saya membenci Wahabi….

Darimana saya tau Wahabi berbuat seperti itu? Dari kata guru ngaji saya, dari orangtua, dari Kakek saya dan dari orang lain…

Kebencian saya dengan Wahabi dikarenakan kata orang, saya sendiri jika ditanya sejarah Wahabi tidak tau apa-apa…. Intinya Wahabi itu sesat…

Sekitar tahun 2000, ayah saya berangkat menunaikan Haji ke Makkah… Setelah menunggu kurang lebih 40 hari, akhirnya ayah saya kembali ke tanah air dengan selamat….

Seperti biasa, ketika jamaah Haji pulang, membawa oleh-oleh, ada air Zam-Zam, kurma, minyak wangi dan buku buku….

Ayah memberikan saya buku-buku yang katanya hadiah/pemberian dari Kerajaan Saudi Arabia…. Beliau memberikan saya buku-buku itu sambil berkata “buku ini sangat bagus dibaca”…

Diantara buku itu adalah Kitab Tauhid karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Ada buku Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat karya Syaikh Muhammad Zainu, ada lagi buku tentang kiat meraih bahagia….

Dengan gembira saya membaca dan menamatkan buku-buku itu, terutama Kitab Tauhid….

Setelah saya baca, saya sangat tertarik dengan penjelasan-penjelasan Tauhid didalamnya…..

Isinya sarat dengan al-Qur’an, hadits Nabi dan perkataan Ulama….

Saya tertarik dan senang dengan buku ini, tanpa saya sadari bahwa buku itu buku-buku Wahabi…

Ayah saya yang juga pembenci Wahabi nampaknya tidak terlalu paham sejarah Wahabi, buktinya beliau memberikan rekomendasi atas buku ini…

Saya baru menyadari dan tau kalau kitab Tauhid itu buku karangan Wahabi setelah diberitau teman yang aktif di Kajian HMI…

Perlu diketahui mahasiswa HMI suka dengan membaca buku-buku Ali Syatiari, Murtadha Muthahari dan buku-buku karangan Syi’ah….

Kata teman, jauhi buku Kitab Tauhid itu karena itu ajaran sesat…

Namun saya yang telah membaca buku itu kmbali bertanya, sesatnya dalam masalah apa? Sebab selama ini saya membaca buku itu, isinya sarat dengan al-Qur’an, hafits Nabi dan perkataan ulama….

Namun teman saya hanya berkata, jauhi dan bisa memberi penjelasan letak kesesatan dan sejarah dari Wahabi….

Dari situlah saya mulai memahami ternyata saya membenci Wahabi hanya ikut-ikutan kata orang, tanpa mau krosscek/tabayyun dengan buku-buku Wahabi secara langsung….

Ternyata Wahabi yang dikatakan sebagai golongan sesat, suka mengkafir-kafirkan, anti shalawat, dan perkataan-perkataan lain hanyalah ucapan dusta dan fitnah, sebab justru perkataan itu bertolak belakang dengan isi dari buku-buku Wahabi…..

Sekarang buku-buku Wahabi banyak tersedia, kita bisa membaca dan tabayyun langsung bagaimana sesungguhnya Wahabi itu….

Jika anda selama ini menganggap negatif dan sudah termakan dusta tentang Wahabi, alangkah bijak dan baik jika anda membaca langsung buku-buku Wahabi…. Sehingga kita tidak membenci dikarenakan ketidaktahuan kita….

Bukankah kita diperintahkan Allah Ta’ala agar selalu tabayyun/krosscek dengan khabar atau berita yang kita dengar atau terima?

Akhir kata, semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa dan perkataan serta anggapan buruk saya selama ini terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab…

Semoga Allah Ta’ala memkahi dakwah tauhid yang beliau ajarkan…..

Sumber Kisah dari Al Akh Abdullah , https://www.facebook.com/hamba.almalik

_____
Islamic Learning Center

 

Print Friendly, PDF & Email

Khurafat Habib Kisah Tentang Wahabbi Kisah Salafi Wahabi Kias Wahabi Kisah Mantan Wahabi

14 Comments

  1. Arab Saudi dan Wahabi Memerangi Khalifah Islam Turki dan Serahkan Palestina ke Yahudi?
    Posted on Januari 21, 2012 by Admin
    Insya Allah sebetulnya banyak kaum Wahabi yang lurus dan berniat benar-benar membersihkan Islam dari Bid’ah dan kemusyrikan. Namun berbagai fakta di bawah hendaknya membuka mata kita adanya persekongkolan dengan kaum kafir harbi seperti Inggris untuk memerangi sesama Muslim seperti Kekhalifahan Islam Turki Usmani atau pun pembantaian ummat Islam di Mekkah dan Madinah dengan tuduhan syirik, khurafat, dsb. Mudah-mudahan kita terhindar dari perilaku Khawarij.
    Kaum Wahabi yang ada di bawah mungkin tidak paham. Namun Muhammad bin Abdul Wahab bekerjasama dengan Raja Arab Saudi Ibnu Saud dengan imbalan sebagai Mufti. Sedang Raja Arab Saudi bekerjasama dengan Inggris memerangi Khalifah Islam Turki Usmani. Sekarang pun begitu dengan kerjasama dengan AS sedang yang diperangi adalah Iraq, Libya, dan kelompok Islam lainnya.
    Dokumen Ekspos Pendiri Saudi Yakinkan Inggris untuk Dirikan Negara Yahudi

    Eramuslim.com. Sebuah dokumen kuno mengungkapkan bagaimana Sultan Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi meyakinkan Inggris untuk menciptakan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina, sebuah laporan berita mengatakan.
    Dokumen, mengekspos komitmen mendalam dari Raja Saudi pertama dengan Inggris dan memberikan jaminan kepada pemerintah Inggris untuk memberikan Palestina kepada Yahudi.
    Dokumen kontroversial, yang ditulis sebagai pemberitahuan untuk kemudian didelegasikan kepada Mayor Inggris Jenderal Sir Percy Cox Zachariah, merupakan bukti lain dari pendekatan bermusuhan keluarga kerajaan Saudi untuk bangsa Palestina.
    “Saya Sultan Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud al-Faisal dan Saya mengalah dan mengakui seribu kali untuk Sir Percy Cox, utusan Inggris, bahwa saya tidak keberatan untuk memberikan Palestina kepada Yahudi miskin atau bahkan untuk non- Yahudi, dan saya tidak akan pernah melanggar perintah Inggris,” tulis isi dokumen kuno yang konon ditandatangani oleh Raja Abdul Aziz tersebut.
    Catatan ini juga mengekspos bagaimana kerajaan Saudi menunjukkan kesetiaannya kepada pemerintah Inggris.
    Inggris menggunakan atase penting mereka untuk Arab Saudi pada tahun 1930, kedua negara pada masa itu saling berhubungan erat.
    Kekuasaan keluarga Al Saud menambahkan pentingnya Arab Saudi untuk Inggris, sebagaimana Inggris percaya kepada Ibnu Suud bisa sangat mempengaruhi negara-negara Arab.
    Kebenaran dokumen ‘kuno’ ini belum ada konfirmasi kebenarannya. Bisa jadi benar bahkan bisa jadi salah. Namun hubungan keluarga pendiri Saudi dengan Inggris secara fakta memang sudah terjalin dari dulu.(fq/prtv)
    http://www.eramuslim.com/berita/dunia/dokumen-kuno-ekspos-pendiri-saudi-yakinkan-inggris-untuk-dirikan-negara-yahudi-di-palestina.htm
    http://www.al-khilafah.org/2011/11/dokumen-ekspos-pendiri-saudi-yakinkan.html
    MENGUNGKAP PERSEKONGKOLAN WAHABI DAN PENGUASA SAUDI DALAM MENGHANCURKAN KHILAFAH
    Oleh KH. M. Shiddiq Al-Jawi
    Pengantar
    Gerakan Wahabi (al-harakah al-wahhabiyyah) dapat dianggap salah satu gerakan reformasi Islam yang berpengaruh besar terhadap umat Islam sejak abad ke-18. (Al-Ja’bari, 1996). Gerakan yang dirintis oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) memang dinilai banyak pakar memberi kontribusi positif bagi umat Islam, misalnya membuka pintu ijtihad, memurnikan tauhid sesuai pahamnya, dan memerangi apa yang dianggapnya bid’ah dan khurafat. Bahkan Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Mujaddid Ad-Din fi Al-Qarn Ats-Tsani ‘Asyar, menganggap Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mujaddid abad ke-12 H. Syekh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnyaKaifa Hudimat Al-Khilafah hal. 14, juga mengakui Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang mujtahid dalam mazhab Hambali.
    Namun sisi gelap dari gerakan ini juga harus diungkap, khususnya dalam aspek politik. Menurut Abdul Qadim Zallum, gerakan Wahabi telah dimanfaatkan oleh Muhammad bin Saud (w. 1765) untuk memukul Khilafah Utsmaniyah dari dalam. Namun tindakan yang sudah dapat disebut pemberontakan ini, menurut Zallum terjadi tanpa disadari oleh para penganut gerakan Wahabi, meski disadari sepenuhnya oleh Muhammad bin Saud. (Zallum, Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 14).
    Tulisan ini hendak mengkaji kitab Kaifa Hudimat Al-Khilafah (hal. 13-20) yang mengungkapkan upaya Muhammad bin Saud memanfaatkan gerakan Wahabi untuk mengguncangkan Khilafah Utsmaniyah dari dalam. Kajian akan dilengkapi dengan berbagai referensi lain yang relevan.
    Persekongkolan Negara-Negara Eropa
    Gerakan Wahabi dan penguasa Saudi muncul pertama kali pada abad ke-18 di tengah kondisi yang kurang menguntungkan bagi Khilafah Utsmaniyah, baik internal maupun eksternal.
    Secara internal, kelemahan Khilafah mulai menggejala pada abad ke-18 ini, disebabkan oleh buruknya penerapan hukum Islam, adanya paham-paham asing –seperti nasionalisme dan demokrasi– yang mengaburkan ajaran Islam dalam benak umat Islam, dan lemahnya pemahaman Islam yang ditandai dengan vakumnya ijtihad. (An-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyyah, hal. 177).
    Secara eksternal, negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Italia telah dan sedang berkonspirasi untuk menghancurkan Khilafah Utsmaniyah. Negara-negara Eropa itu berkali-kali berkumpul dan bersidang membahas apa yang disebutnya Masalah Timur (al-mas’alah al-syarqiyyah, eastern question) dengan tujuan untuk membagi-bagi wilayah Khilafah. Meski tidak berhasil mencapai kata sepakat dalam pembagian ini, namun mereka sepakat bulat dalam satu hal, yaitu Khilafah harus dihancurkan. (El-Ibrahimy, Inggris dalam Pergolakan Timur Tengah, hal. 27).
    Agar Khilafah hancur, negara-negara Eropa itu melakukan serangan politik (al-ghazwuz siyasi) dengan menggerogoti wilayah-wilayah Khilafah. Selain Rusia yang yang telah mencaplok wilayah Turkistan tahun 1884 dari wilayah Khilafah, Perancis sebelumnya telah mencaplok Syam (Ghaza, Ramalah, dan Yafa) tahun 1799. Perancis juga telah merampas Al-Jazair tahun 1830, Tunisia tahun 1881, dan Marakesh tahun 1912. Italia tak ketinggalan menduduki Tripoli (Libya) tahun 1911. Sementara Inggris menguasai Mesir tahun 1882 dan Sudan tahun 1898. (An-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyyah, hal. 206-207).
    Demikianlah serangan militer telah dilancarkan Eropa untuk menghancurkan Khilafah dengan cara melakukan disintegrasi wilayah-wilayahnya satu demi satu. (Jamal Abdul Hadi Muhammad, Akhtha` Yajibu an Tushahhah fi Tarikh Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah, Juz II/9).
    Selain upaya langsung dari luar, berbagai cara juga ditempuh oleh Eropa untuk menghancurkan Khilafah dari dalam. Menurut Zallum ada empat cara yang digunakan, yaitu : pertama, menghembuskan paham nasionalisme. Kedua, mendorong gerakan separatisme. Ketiga, memprovokasi umat untuk memberontak terhadap Khilafah. Keempat, memberi dukungan senjata dan dana untuk melawan Khilafah. (Zallum, Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 13; Abdur Rauf Sinnu, An-Naz’at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah, hal. 91).
    Di sinilah Inggris menggunakan cara-cara tersebut untuk memukul Khilafah dari dalam, melalui antek-anteknya Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud (w. 1830) yang memanfaatkan gerakan Wahabi. Upaya ini mendapat dukungan dana dan senjata dari Inggris. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 13).
    Hubungan konspiratif segitiga antara Inggris, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud, dan gerakan Wahabi ini diuraikan secara detail oleh Abul As’ad dalam kitabnya As-Su’udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun (hal. 15). Menurutnya, Abdul Aziz membangun ambisi politiknya atas dasar dua basis. Pertama, adanya dukungan internasional dari Inggris. Kedua, adanya dukungan milisi bersenjata dari gerakan Wahabi.
    Dukungan Inggris terhadap Abdul Aziz ini terbukti misalnya dengan adanya berbagai perjanjian rahasia antara Inggris dan Abdul Aziz tahun 1904. Abul As’ad mengatakan,”Hubungan ini [Inggris dan Abdul Aziz] semakin kuat dengan berbagai perjanjian rahasia antara dua pihak tahun 1904, di mana Abdul Aziz menerima dukungan materi, politik, dan militer dari Inggris yang membantunya untuk meluaskan pengaruhnya di Nejed serta menguasai kota Ihsa` dan Qathif tahun 1913.” (Abu Al-As’ad, As-Su’udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun, hal. 16).
    Adapun dukungan milisi dari gerakan Wahabi kepada Abdul Aziz, telah terbentuk sebelumnya sejak tahun 1744 ketika terjadi kontrak politik antara ayahnya (Muhammad bin Saud) dengan Muhammad bin Abdul Wahhab. Kontrak politik ini berlangsung di kota Dir’iyyah, sehingga sering disebut “Baiah Dir’iyyah” (Tarikh Al-Fakhiri, tahqiq Abdullah bin Yusuf Asy-Syibl, hal. 25).
    Dengan kontrak politik itu, Muhammad bin Saud mendeklarasikan dukungannya terhadap paham gerakan Wahabi dan menerapkannya dalam wilayah kekuasaannya. Sedang gerakan Wahhabi yang sebelumnya hanya gerakan dakwah kelompok, berubah menjadi gerakan dakwah kekuasaan. Implikasinya, paham Wahabi yang semula hanya disebarkan lewat dakwah murni, kemudian disebarkan dengan paksa menggunakan kekuatan pedang kepada penganut mazhab lain, antara lain penganut mazhab Syafi’i. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 16).
    Pemberontakan Penguasa Saudi dan Wahabi Terhadap Khilafah
    Dengan dukungan dana dan senjata dari Inggris, penguasa Saudi dan kaum Wahabi bahu membahu memerangi dan menduduki negeri-negeri Islam yang berada dalam kekuasaan Khilafah. Dengan ungkapan yang lebih tegas, sebenarnya mereka telah memberontak kepada Khalifah dan memerangi pasukan Amirul Mukminin dengan provokasi dan dukungan dari Inggris, gembongnya kafir penjajah. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 13).
    Penguasa Saudi dan Wahabi telah menyerang dan menduduki Kuwait tahun 1788, lalu menuju utara hingga mengepung Baghdad, menguasai Karbala dan kuburan Husein di sana untuk menghancurkan kuburan itu dan melarang orang menziarahinya. Pada tahun 1803 mereka menduduki Makkah dan tahun berikutnya (1804) berhasil menduduki Madinah dan merobohkan kubah-kubah besar yang menaungi kuburan Rasulullah SAW. Setelah menguasai Hijaz, mereka menuju ke utara (Syam) dan mendekati Hims. Mereka berhasil menguasai banyak wilayah di Siria hingga Halb (Aleppo). (Muwaffaq Bani Al-Marjih, Shahwah ar-Rajul Al-Maridh, hal. 285).
    Menurut Zallum, serangan militer ini sebenarnya adalah aksi imperialis Inggris, karena sudah diketahui bahwa penguasa Saudi adalah antek-anek Inggris. Jadi, Inggris telah memanfatkan penguasa Saudi yang selanjutnya juga memanfaatkan gerakan Wahabi untuk memukul Khilafah dari dalam dan mengobarkan perang saudara antar mazhab dalam tubuh Khilafah.
    Hanya saja, seperti telah disebut di depan, para pengikut gerakan Wahabi tidak begitu menyadari kenyataan bahwa penguasa Saudi adalah antek Inggris. Mengapa? Karena menurut Zallum, hubungan yang terjadi bukanlah antara Inggris dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, melainkan antara Inggris dengan Abdul Aziz, lalu antara Inggris dengan anak Abdul Aziz, yaitu Saud bin Abdul Aziz. (Kaifa Hudimat Al-Khilafah, hal. 14).
    Mungkin karena sebab itulah, banyak para penganut gerakan Wahabi –mereka lebih senang menyebut dirinya Salafi– menolak anggapan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah memberontak kepada Khilafah Utsmaniyah. Banyak kitab telah ditulis untuk membersihkan nama Muhammad bin Abdul Wahhab dari tuduhan yang menurut mereka tidak benar itu. Contohnya kitab Tashih Khathta` Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah karya Asy-Syuwai’ir; lalu kitab Bara`ah Da`wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab min Tuhmah Al-Khuruj ‘Ala Ad-Daulah Al-Utsmaniyah karya Al-Gharib, juga kitab Kasyfu Al-Akadzib wa al-Syubuhat ‘an Da’wah Al-Mushlih Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab karya Shalahudin Al Syaikh. Termasuk juga kitab yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yang berjudul Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah karya Ash-Shalabi. (Pustaka Al-Kautsar, 2004).
    Bahkan dalam buku yang terakhir ini, Ash-Shalabi mencoba membangun konstruksi persepsi sejarah yang justru mengaburkan fakta sejarah yang sesungguhnya. Ash-Shalabi mengatakan bahwa perang antara Khilafah (yang diwakili oleh Muhammad Ali, yakni Wali Mesir) melawan gerakan Wahabi pertengahan abad ke-19, adalah Perang Salib yang berbaju Islam. (Ash-Shalabi, Ad-Daulah Al-Utsmaniyah Awamil An-Nuhudh wa Asbab As-Suquth, hal. 623).
    Maksudnya, Muhammad Ali dianggap representasi pihak Salib karena dia dianggap antek Inggris dan Perancis, sementara gerakan Wahabi dianggap representasi tentara Islam. Subhanallah, hadza buhtanun ‘azhim.
    Padahal, Muhammad Ali meski benar dia adalah antek Perancis menurut Zallum tapi dia memerangi Wahabi karena menjalankan perintah Khalifah, bukan menjalankan perintah kaum Salib. Jadi, perang yang terjadi sebenarnya adalah perang antara Khilafah dan kaum pemberontak yang didukung Inggris, bukan antara kaum Salib melawan pasukan Islam.
    Ada satu fakta sejarah yang diabaikan oleh para penulis sejarah apologetik itu, yang mencoba membela posisi Wahabi atau penguasa Saudi yang memberontak kepada Khilafah. Mereka nampaknya lupa bahwa wilayah Hijaz telah lama masuk ke dalam wilayah Khilafah Utsmaniyah. Sejak tahun 1517 M, Hijaz telah secara resmi menjadi bagian Khilafah pada masa Khalifah Salim I yang berkuasa 1512-1520. Peristiwa ini ditandai dengan pernyerahan kunci Makkah dan Madinah kepada penguasa Khilafah Utsmaniyah. (Abdur Rauf Sinnu, An-Naz’at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah, hal. 89; Tarikh Ibnu Yusuf, hal. 16; Abdul Halim Uwais,Dirasah li Suquth Tsalatsina Daulah Islamiyyah, hal. 88).
    Jadi, kalau Hijaz adalah bagian Khilafah, maka upaya mendirikan kekuasaan dalam tubuh Khilafah, seperti yang dilakukan penguasa Saudi dan Wahabi, tak lain adalah upaya ilegal untuk membangun negara di dalam negara. Lalu kalau mereka berperang melawan Khalifah, apa namanya kalau bukan pemberontakan?
    Para penulis sejarah apologetik itu semestinya bersikap objektif dan adil, tidak secara apriori berpihak kepada penguasa Saudi atau gerakan Wahabi. Atau secara apriori membenci Khilafah atau aktivis pejuang Khilafah saat ini. Allah SWT berfirman (artinya) : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS Al-Maaidah : 8).
    Namun nampaknya justru bersikap adil sepertilah yang paling sulit dilakukan oleh sejarawan, sejarawan manapun, khususnya penulis sejarah sezaman (l’histoire contemporaine, contemporary history). Dalam ilmu sejarah, menulis sejarah sezaman ini adalah paling sulit bagi ahli sejarah untuk tidak memihak (non partisan). Namun meski sulit, sejarawan seharusnya menulis secara obyektif, sekalipun menulis tentang penguasa yang sedang berkuasa. (Poeradisastra, 2008). Wallahu a’lam.
    DAFTAR BACAAN
    Aal Syaikh, Shalahudin bin Muhammad bin Abdurrahman, Kasyfu Al-Akadzib wa al-Syubuhat ‘an Da’wah Al-Mushlih Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, (ttp : tp), tt.
    Abu Al-As’ad, Muhammad, As-Su’udiyyah wa Al-Ikhwan al-Muslimun, (Kairo : Markaz Ad-Dirasat wa Al-Ma’lumat al-Qanuniyah li Huquq al-Insan), 1996.
    Al-Fakhiri, Tarikh Al-Fakhiri, tahqiq Abdullah bin Yusuf Asy-Syibl, (Riyadh : Maktabah Al-Malik Fahd), 1999.
    Al-Gharib, Abdul Basith bin Yusuf, Bara`ah Da`wah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, (Amman : tp), tt.
    Al-Ja’bari, Hafizh Muhammad, Gerakan Kebangkitan Islam (Harakah Al-Ba’ts Al-Islami), Penerjemah Abu Ayyub Al-Anshari, (Solo : Duta Rohmah), 1996.
    Al-Marjih, Muwaffaq Bani, Shahwah ar-Rajul Al-Maridh, (Kuwait : Muasasah Shaqr Al-Khalij), 1984.
    An-Nabhani, Taqiyuddin, Ad-Daulah Al-Islamiyyah, (Beirut : Darul Ummah), 2002.
    Ash-Shallabi, Ali Muhammad, Ad-Daulah al-Utsmaniyah ‘Awamil an-Nuhudh wa Asbab as-Suquth, (ttp : tp), tt.
    Asy-Syuwai’ir, Muhammad Saad, Tashih Khathta` Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, (Ttp : Darul Habib), 2000.
    El-Ibrahimy, M. Nur, Inggris dalam Pergolakan Timur Tengah, (Bandung : NV Almaarif), 1955.
    Ibnu Yusuf, Tarikh Ibnu Yusuf, tahqiq Uwaidhah Al-Juhni, (Riyadh : Maktabah Al-Malik Fahd), 1999.
    Imam, Hammadah, Daur Al-Usrah As-Su’udiyah fi Iqamah Ad-Daulah Al-Israiliyyah, (ttp : tp), 1997.
    Muhammad, Jamal Abdul Hadi, Akhtha` Yajibu an Tushahhah fi Tarikh Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah, Juz II, (Al-Manshurah : Darul Wafa`), 1995.
    Poeradisastra, S.I., Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, (Depok : Komunitas Bambu), 2008.
    Sinnu, Abdur Rauf, An-Naz’at Al-Kiyaniyat al-Islamiyah fi ad-Daulah al-Utsmaniyah 1877-1881, (Beirut : Baisan), 1998.
    Uwais, Abdul Halim, Dirasah li Suquth Tsalatsina Daulah Islamiyyah, (ttp : tp), tt.
    Yaghi, Ismail Ahmad, Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah fi At-Tarikh Al-Islami al-Hadits, (Ttp : Maktabah Al-‘Abikan), 1998.
    Zallum, Abdul Qadim, Kaifa Hudimat Al-Khilafah, (Beirut : Darul Ummah), 1990.
    http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=648&Itemid=47
    FYI, ini pandangan Habib Rizieq Syihab (beliau seorang Doktor Ilmu Syari’ah) Ketua FPI:
    Pandangan FPI terhadap Wahabi:
    Ada pun Pandangan FPI terhadap WAHABI sebagai berikut : FPI membagi WAHABI dengan semua sektenya juga menjadi TIGA GOLONGAN ; Pertama, WAHABI TAKFIRI yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslim, lalu bersikap MUJASSIM yaitu mensifatkan Allah SWT dengan sifat-sifat makhluq, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Wahabi golongan ini KAFIR dan wajib diperangi.
    Kedua, WAHABI KHAWARIJ yaitu yang tidak berkeyakinan seperti Takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para Ahlul Bait Nabi SAW seperti Ali RA, Fathimah RA, Al-Hasan RA dan Al-Husein RA mau pun ‘Itrah/Dzuriyahnya. Wahabi golongan ini SESAT sehingga mesti dilawan dan diluruskan.
    Ketiga, WAHABI MU’TADIL yaitu mereka yang tidak berkeyakinan Takfiri dan tidak bersikap Khawarij, maka mereka termasuk MADZHAB ISLAM yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan DA’WAH dan DIALOG dalam suasana persaudaraan Islam.
    http://fpi.or.id/?p=detail&nid=98
    Pandangan Habib Munzir Al Musawa dari Majelis Rasulullah tentang Wahabi:
    beda dengan orang orang wahabi, mereka tak punya sanad guru, namun bisanya cuma menukil dan memerangi orang muslim.
    mereka memerangi kebenaran dan memerangi ahlussunnah waljamaah, memaksakan akidah sesatnya kepada muslimin dan memusyrikkan orang orang yg shalat.
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=5324&catid=8
    salaf, artinya adalah kaum yg terdahulu, salaf adalah istilah bagi Ulama Ulama yg terdahulu di masa setelah Tabi’ Tabiin, namun kaum penganut ajaran wahabi menamakan dirinya salafy, padahal mereka tak mengikuti ajaran ulama salaf yg terkenal berbudi luhur, ahli ibadah, ahli ilmu syariah.
    mereka ini muncul di akhir zaman justru membawa ajaran sesat dan mengaku salaf.
    http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=957&catid=7

    terimakasih mas icang, komentar panjang dan seolah-olah ilmiah, padahal penuh kedustaan dan pemutarbalikkan sejarah,
    sumber diatas penuh kedustaan,. dari web pembenci dakwah sunnah ini, wajar saja mereka mengekor berita tersebut,.
    Padahal faktanya, khilafah turki utsmani sudah banyak penyimpangan, hingga akhirnya runtuh,silahkan baca ulasannya disini

    • maaf kalo saya ikut campur,
      mas icang, eraslim condong berfaham khawarij tapi anda mengambil sumber dari sana? apa karena sama dengan anda, membenci saudi
      bebeb riziq sering tampil di hadi (syiah) tv indonesia.. tanya kenapa..?
      habib munzir..? yang katanya menolak malaikat izroil itu ya..

      iya kang icang nyari referensi dari sumber yang dipertanyakan,.. ya wajar saja sikapnya terhadap saudi,. sebab pemikiran org-org seperti mereka susah berkembang di saudi,

      • icang-icang…..
        ikut2tan juga dia benci saudi,,
        dan ngambil sumber dari orang yang benci pula,,,,,
        coba tanya tuh habib rizieq nya,,,
        barapa tahun dia di empanin ama pemerintah saudi.ampe jadi sekarang ini…
        jdi geli nyimaknya,,,,,,

      • bertahun2,,,habib rizieq,,,belajar dan di empanin oleh pemerintah saudi,,,,,,,namun kolep semuanya,,cuma diajak jalan2 ke iran selama seminggu,,,,,ada apakah?,,,,

        Ada sesuatu,.. banyak tokoh-tokoh setelah pergi ke iran, jadi melempem suaranya tentang syiah,. demikian pula dengan said aqil siraj, mungkin sudah dipegang kartu as nya,

  2. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    saya jadi terharu membacanya.mungkin itulah yang dinamakan tak kenal maka tak sayang.

    tapi yang membuat saya heran kenapa setiap yang mendakwah kebenaran diatas aqidah dan tauhid yang benar justru dimusuhi oleh orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai penegak sunnah.

    padahal Tuhannya sama ( Allah ) Nabinya sama ( Muhammadarosulullah )
    kitabnya sama ( al-quran dan hadits ) shalatnya sama ( sama-sama baca al-fatiah ) sama-sama meminta ditunjukan jalan yang lurus .

    kenapa bisa berbeda-beda bukankah islam itu hanya satu dan tauhidpun hanya satu ( iyyakana`buduwa iyya kanasta`in )

    tapi kenapa. . . . .!!! kenapa . . . . . . .!!!

    setiap yang menyeru tentang Tauhid jadi dimusuhi
    mohon pencerahannya.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    pak,. tahukah anda betapa bagusnya akhlak rasulullah?
    Dan kenapa Rasulullah sebaik itu dimusuhi, dilempari hingga berdarah, bahkan mau dibunuh oleh kaumnya sendiri?
    Penyebabnya adalah karena Rasulullah mendakwahkan dakwah tauhid,…
    Jadi,.. sudah sunnatullah,. orang yang mendakwahkan tauhid akan mengalami gangguan seperti halnya rasulullah,.
    Jadi,. bersabar… mereka menolak karena kebodohan,. karena ketidaktahuan mereka,. kita doakan saja semoga mereka mendapat hidayah,. sehingga bisa merasakan nikmatnya hidup diatas sunnah ini,.

    • Menyeru tentang tauhid akan memadamkan popularitas sekaligus bikin kering pendaringan karena akan sepi order ceramah om, gampang aja kok …

  3. Okelah sungguh bagus isinya. namun saya mau mengkritik sedikit ya.

    Terimakasih mas Samsul, sudah mampir disini,. monggo dikritik, bebas kok, asal ilmiah saja,.

    Sekarang saya mau tanya Ibnu Taimiyyah Mazhabnya apa (Jawab Hanbali)??????
    Ibnu Qayyim Mazhabnya apa (Hanbali)??????
    Ibnu Katsir mazhabnya apa (Jawab Mazhab Syafii) ??????
    Ibnu Rajab Mazhabnya apa (Jawab Hanbali) ??????.

    Tahukah anda, apakah yang dimaksud seorang ulama itu bermadzhab syafii, hambali?? Apakah mereka selalu mengikuti pendapat ulama yang diikuti madzhabnya?
    Jika yang anda pahami itu adalah IYA, mengikuti madzhabnya, maka anda telah keliru besar,..
    Betapa banyak ulama yang bermadzhab syafii tapi menyelisihi pendapat imam madzhab yang diikutinya
    Salah besar jika mereka taklid buta pada madzhab yang diikutinya,.

    Semua penghulu dan ikutan Wahabi semuanya bermazhab.
    Artinya mereka masuk Ahlussunah Wal Jamaah dikarenakan mereka mengikut salah satu dari 4 Mazhab.

    Ini perkataan imam madzhab sendiri,. mereka tidak mengajak kepada dirinya, atau pendapatnya,. bahkan mereka melarang taklid buta kepadanya,. silahkan baca ulasannya disini

    Sekarang saya mau tanya, Wahabi ikut mazhab apa???????????

    (Katanya sih nggak ikut mazhab, karena wahabi tujuannya hanya mengikuti Al Qur’an dan Sunnah)
    Jadi Wahabi Ahlussunah apa bukan??????

    Seandainya Wahabi menyebut kalau mereka mengikuti mazhab Hanbali maka mereka adalah ahlussunah.

    Tapi seandainya jika WAHABI tidak mengikuti salah satu mazhab maka silahkan simpulkan sendiri saja Wahabi.

    Mas, Imam Abu hanifah, Imam Malik, Syafii, Ahmad,. mereka itu mengikuti MANHAJ SALAF, atau SALAFI,.
    Kita juga berislam dengan mengikuti manhaj salaf,.
    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab itu juga mendakwahkan islam sesuai manhaj salaf,
    Apa itu manhaj salaf? sdh tahu belum mas,. kalau belum tahu silahkan baca ulasannya disini

    Simpulkan sendiri apa itu WAHABI?

    baiknya mas baca ini dulu ya, Pembenci wahabi akhirnya… kisahnya tragis, baca disini

  4. selama yg saya tau, orang yg benci terhadap kata “wahabi” secara buta adalah mereka yg suka amalan bid’ah dan tawasul terhadap orang yg sudah mati.

    maaf jika tafsiran saya salah.krn di manapun grup yg sudah bicara ttg wahabi psti lgs di cela

    yah.. begitulah.. kita bersabar saja atas celaan mereka, dan kita doakan agar mereka mendapat hidayah taufik,.

  5. kalau belum puas akan ulasan artikel dari admin, apakah sudah pernah baca gerakan wahhabi di wikipedia yang dianggap netral ?,

    coba baca dgn teliti, siapa yang dimaksud wahhabi ?

    siapakah orang2 yang takut dan benci akan gerakan yang disebut sebagai “wahhabi”, sekarang apakah karena kebodohan ataukah karena kesombongan/keangkuhan kita menolak suatu kebenaran ??

    sebenarnya wikipedia kalau dikatakan netral, ya tidak juga, karena siapa saja bisa menjadi editor wikipedia,

    Jika editornya jujur, mungkin keilmiyahannya terjaga, tapi kalau ga jujur, ya bisa khianat ilmiyah juga,

  6. Mereka yg telah lama terinveksi virus TBC Tahayul Bid’ah Curapat dan yg baru tertular akan sama kerasnya dalam membenci dan terus menjegal para pendakwah Tauhid yg memurnikan kembali ajaran Islam spt yg telah diajarkan Rasulullah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*