Renungan Bagi Saudara Kita Yang Bekerja Menjadi Pemungut Pajak

Pajak Hukum Pajak Orang Bijak Taat Pajak Azab Seorang Hakim Dan Jaksa Membela Yg Salah Pajak Adalah Kezaliman

Pandangan Syariat Terhadap Pajak Dan Bea Cukai

jangan bangga jadi pegawai pajakPertanyaan:

قرأت في كتاب ( الزواجر عن اقتراف الكبائر ) لابن حجر الهيتمي في حكم المكوس ، ونهي النبي صلى الله عليه وسلم عنها ، وأن أصحابها أشد الناس عذابا يوم القيامة ، وكثير من الدول يعتمد اقتصادها على تحصيل الرسوم الجمركية على الواردات والصادرات وهذه الرسوم بالتالي يقوم التجار بإضافتها إلى ثمن البضاعة المباعة بالتجزئة للجمهور ، وبهذه الأموال المحصلة تقوم الدولة بمشروعاتها المختلفة لبناء مرافق الدولة . فأرجو توضيح حكم هذه الرسوم وحكم الجمارك والعمل بها وهل يعتبر نفس حكم المكوس أم لا يعتبر نفس الحكم ؟.

Saya membaca buku al Zawajir ‘an Iqtiraf al Kabair karya Ibnu Hajar  al Haitami tentang hukum maks (pajak) dan larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal tersebut. Di sana juga disebutkan bahwa pemungut maks adalah manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat nanti.

Di sisi lain, banyak negara yang perekonomiannya mengandalkan bea cukai atas barang impor ataupun barang ekspor. Pada gilirannya bea cukai ini oleh produsen dibebankan kepada konsumen sehingga harga barang tersebut menjadi lebih mahal. Dari uang bea cukai ini negara mengadakan berbagai proyek untuk membangun berbagai fasilitas negara. Saya berharap akan adanya penjelasan tentang hukum pajak dan bea cukai serta bekerja di bidang itu. Apakah hukum pajak itu sama dengan hukum maks ataukah berbeda?”

فيما يلي نص فتوى اللجنة الدائمة للإفتاء
تحصيل الرسوم الجمركية من الواردات والصادرات من المكوس ، والمكوس حرام ، والعمل بها حرام ، ولو كانت ممن يصرفها ولاة الأمور في المشروعات المختلفة كبناء مرافق الدولة لنهي النبي صلى الله عليه وسلم عن أخذ المكوس وتشديده فيه ،

Jawaban dari Lajnah Daimah:

“Bea cukai atas barang impor atau ekspor itu termasuk maks sedangkan maks adalah haram.
Oleh karena itu, bekerja di bidang itu hukumnya haram meskipun pajak tersebut dibelanjakan oleh negara untuk mengadakan berbagai proyek semisal membangun berbagai fasilitas negara. Hal ini dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bahkan memberi ancaman keras untuk perbuatan mengambil maks.

فقد ثبت في حديث عبد الله بن بريدة عن أبيه في رجم الغامدية التي ولدت من الزنا أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( والذي نفسي بيده لقد تابت توبة لو تابها صاحب مكس لغفر له ) الحديث رواه أحمد ومسلم وأبو داوود

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya tentang dirajamnya wanita dari suku al Ghamidiyyah setelah melahirkan anak karena zina. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang wanita tersebut, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh wanita ini telah bertaubat dengan suatu taubat yang seandainya penarik maks (baca: pajak) bertaubat seperti itu niscaya Allah akan mengampuninya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud)

وروى أحمد وأبو داوود والحاكم عن عقبة بن عامر عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( لا يدخل الجنة صاحب مكس ) وصححه الحاكم

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan al Hakim dari ‘Uqbah bin ‘Amir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Penarik pajak itu tidak akan masuk surga.” Hadits ini dinilai sahih oleh al Hakim.

وقد قال الذهبي في كتابه الكبائر : والمكاس داخل في عموم قوله تعالى : ( إنما السبيل على الذين يظلمون الناس ويبغون
في الأرض بغير الحق أولئك لهم عذاب أليم ) الشورى/42 .

Dalam al Kabair, adz Dzahabi mengatakan:

“Pemungut pajak itu termasuk dalam keumuman firman Allah yang artinya, Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Qs. asy Syura: 42)

والمكاس من أكبر أعوان الظلمة بل هو من الظلمة أنفسهم فإنه يأخذ ما لا يستحق ، واستدل على ذلك بحديث بريدة وحديث عقبة المتقدمين ثم قال : والمكاس فيه شبه من قاطع الطريق وهو من اللصوص ، وجابي المكس وكاتبه وشاهده وآخذه من جندي وشيخ وصاحب راية شركاء في الوزر آكلون للسحت والحرام . انتهى .

Pemungut pajak adalah termasuk pembantu bagi penguasa zalim yang paling penting. Bahkan pemungut pajak itu termasuk pelaku kezaliman karena mereka mengambil harta yang tidak berhak untuk diambil.”

Adz Dzahabi lantas berdalil dengan hadits dari Buraidah dan ‘Uqbah yang telah disebutkan di atas. Setelah itu adz Dzahabi mengatakan, “Pemungut pajak itu memiliki kesamaan dengan pembegal bahkan dia termasuk pencuri. Pemungut pajak, jurus tulisnya, saksi dan semua pemungutnya baik seorang tentara, kepala suku atau kepala daerah adalah orang-orang yang bersekutu dalam dosa. Semua mereka adalah orang-orang yang memakan harta yang haram.” Sekian kutipan dari al Kabair.

ولأن ذلك من أكل أموال الناس بالباطل وقد قال تعالى 🙁 ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل ) البقرة/188

Dalam pajak terdapat perbuatan memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar padahal Allah berfirman yang artinya, “Janganlah kalian memakan harta di antara kalian dengan cara yang tidak benar.” (Qs. al Baqarah: 188)

ولما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في خطبته بمنى يوم العيد في حجة الوداع : ( إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم حرام عليكم كحرمة يومكم هذا في بلدكم هذا في شهركم هذا ) .

Ketika memberikan khutbah di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah ketika haji wada’: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian itu tidak boleh diganggu sebagaimana kehormatan hari ini, di negeri ini dan bulan ini.”

فعلى المسلم أن يتقي الله ويدع طرق الكسب الحرام ويسلك طرق الكسب الحلال وهي كثيرة ولله الحمد ومن يستغن يغنه الله

Menjadi kewajiban setiap muslim untuk bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan cara-cara mendapatkan rezeki yang haram dan memilih cara-cara mendapatkan rezeki yang halal yang jumlahnya banyak,Alhamdulillah. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang halal maka Allah akan memberi kecukupan untuknya.

قال الله تعالى : (ومن يتق الله يجعل له مخرجا * ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا ) الطلاق/2-3

Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Qs. ath Thalaq:2-3)

وقال : ( ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا ) الطلاق/ 4

Allah juga berfirman yang artinya, “Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Qs. ath Thalaq:4)

وبالله التوفيق
فتاوى اللجنة الدائمة للإفتاء 23 / 489

Demikian yang terdapat dalam Fatwa al Lajnah al Daimah lil Ifta’ jilid 23 halaman 489.

Sumber: http://islamqa.com

***

Ustadz Aris Munandar
Diambil dari: ustadzaris.com

sumber : http://pengusahamuslim.com/pandangan-syariat-terhadap-pajak-dan-bea-cukai/#.VNtb8eaUeSo

VIDEO SINGKAT, cuma 1,5 menit, silahkan simak

 

Pak Ustadz Tanya Kerja Di Pajak Dosa Apa Tidak Ancaman Buat Penarik Pajak Para Jaksa Jahat Akan.dilaknat Pemungut Upeti Akan Masuk Neraka Pns Pajak Kaya

89 Comments

  1. Assalamu’alaikum,
    Pak saya mau tanya, bagaimana dengan pekerjaan para PNS yang gajinya diambil dari pajak yg dipungut dari masyarakat, apakah gaji yg mereka terima halal?

    bagaimana juga dengan kepala Negara, yg membiarkan hal ini (pemungutan pajak) terjadi? Apakah mereka juga berdosa?

    wassalamu’alaikum,
    micha

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih micha,.
    PNS non pegawai pajak yang digaji dari uang pajak, maka gajinya halal,
    Urusan PNS digaji dari uang yang diambil dari jalan yg tidak halal seperti pajak, itu tanggungjawab penguasa negeri ini,. makanya berat sekali tanggungjawab menjadi pemimpin negara, kelak Allah akan mintai pertanggungjawaban,.

    • Kalo ga ada pajak, trus PNS dapat gajinya darimana pa ? Pa kiai yakin ga pake fasilitas umum dan sosial yg dananya dr pajak ?

      Kalau bicara gaji PNS non instansi perpajakan, maka halal saja gajinya, walaupun digaji oleh pemerintah dari uang pajak,

      demikian pula fasilitas umum yg dibangun pemerintah dari dana pajak, itu ga apa2 dimanfaatkan oleh kita,

      • Follow up question: trs kl memungut pajak itu haram, ada gak alternatif pembiayaan untuk membiayai fasilitas umum?

        negara indonesia itu negara yang sangat kaya raya,.
        360 tahun dijajah belanda, indonesia masih kaya,.
        Berapa tahun indonesia merdeka? kemana kekayaan alamnya?

  2. Mohon maaf Ustadz, mungkin perlu extra bersabar menjawab pertanyaan ana, Bagaimana dengan DSN apakah ada fatwa-fatwa mereka mengenai Pajak, Pemungut pajak, Pencatat Pajak, Pembayar Pajak, Pembantu-pembantu, Pengatur dll?
    seperti halnya Bank Ribawi atau bank konvensional telah dijelaskan keharaman-nya dan sebagian orang telah berupaya untuk mendengar dan taat. Jazakallahu khairan wa barakallahu fiik.

    Jazakumullahu khairan, wa fiika baarakallah,.
    Patokan kebenaran bukanlah DSN atau MUI atau ormas islam manapun,

    TAPI….

    Patokan kebenaran adalah DALIL SHAHIH dengan PEMAHAMAN YANG BENAR,.. Jadi hal-hal yang dalil sudah mengaturnya, maka tidak perlu menunggu FATWA DSN ATAU MUI ATAU ORMAS ISLAM, cukup ikuti dalil tersebut,.

    Tentang pajak, hadistnya sudah cukup gamblang dan jelas sekali,.

  3. Berarti kita tidak boleh bayar pajak dong

    Bukan begitu ocel,. rakyat wajib mentaati pemerintah termasuk dalam membayar pajak,.
    Adapun bagi rakyat tidak berdosa, tapi yang berdosa adalah orang yang memungut pajak, bekerja di bagian perpajakan, sebab itu termasuk tolong menolong dalam mengambil harta kaum muslimin secara batil,.

    Dan kelak di akherat mereka akan dituntut oleh orang-orang yang hartanya diambil tersebut,.
    Jadi…

    Rakyat WAJIB TAAT PEMERINTAH DALAM MEMBAYAR PAJAK,. jangankan bayar pajak, seandainya pemerintah mengambil harta kita, menggusur rumah kita, maka kita tidak boleh melawan kepada pemerintah,.

    Penuhi kewajiban kita terhadap pemerintah, dan urusan pemerintah yg dzalim, itu urusan Allah dengan pemerintah tsb,.

    Untuk lebih luasnya silahkan baca ulasannya disini

  4. Assalamualaikum akhi..
    Saya seorang CPNS di DJP, dan Alhamdulillah saya sudah ikut kajian salafi sekitar 3 bulan, tapi saya baru mengetahui kalau bekerja di kantor pajak adalah hal yg dilarang dlm islam.. permasalahannya utk 5 th kedepan saya ada ikatan dinas yg saya setujui sebelum saya mengetahui perkara tsb. Dan kalau saya resign sekarang akan menyulitkan keluarga krn ada uang yg harus dibayarkan, juga ijazah saya akan ditahan. Saya juga menjadi tulang punggung utk keluarga.. saat ini saya juga sedang cari info agar bs ditransfer ke direktorat lain. Bagaimana pendapat akhi ttg keadaan saya ini?
    Jazaakallahu khoiran

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Alhamdulillah, anda sudah mengenal manhaj salaf, dan sudah ikut kajiannya,.
    Coba saja anda konsultasi langsung dengan ustadz di yang mengisi kajian salafi tsb, sehingga akan lebih jelas,. bagaimana solusi terbaiknya,.
    Sambil berusaha mencari usaha lain,
    Harta yang dicari dari usaha yang haram, maka menjadi haram bagi si pelakunya, adapun bagi orang lain, maka dia tidak berdosa, selama dia tidak ridha dengan harta tsb, dan makan sekedarnya saja,.
    Mudah-mudahan Allah berikan jalan keluar yang terbaik bagi anda,

    • Jul, kamu jangan mutlak percaya terhadap terhadap isi2 situs apapun.
      Kamu itu punya orang Tua, ayah ibu mu yang dengan susah payah membiayai kuliahmu.
      Buka wawasan kamu Jul.. ingat orang Tua mu

      Ikuti dalil,. demi kebaikan orangtua,.

  5. Berarti semua pemungut pajak haram hukumnya ya .

    Padahal setahu ana… pimpinan perusahaan, kepala sekolah, bendahara kantor, kasir supermarket, dan begitu banyak profesi… kerjaaan jg mungutin pajak karyawan maupun pajak konsumen.. jd semua pekerjaan ith semua haram ya?

    Yang haram itu pegawai yang bekerja di instansi perpajakan,.
    Adapun pegawai yang bekerja di perusahaan, sekolah,kantor,supermarket, dan profesi lain di luar perpajakan, maka tidak berdosa, walaupun menghitung atau memotong pajak karyawannya,.. ini bukan berarti dia tolong menolong dalam hal haram,. itu adalah karena ada kebijakan perpajakan, ..jadi yang berdosa ya pegawai yang bekerja di perpajakan

    • Dari logika berfikir,,akal yg Allah SWT berikan, dari jawaban yg anda berikan..
      Maaf ilmu antum belum dalam..
      Dan saya tidak ingin diskusi lebih jauh lagi….

      Oh terserah,.
      Anda yang gagal memahami jawaban saya,.

      Yang terkena ancaman neraka itu adalah pemungut pajak, dalam hal ini adalah perpajakan dan instansinya,.

      bukan orang yang bekerja di perusahaan yang dikenai pajak, atau kepala sekolah,bendahara kantor,kasir, itu semua adalah yang dikenai pajak, bukan pemungut pajak,.

      Adapun mereka memotong bagian untuk pajak, itu karena ada ketetapan pajak dari instansi pajak,

      sudah sangat jelas,.. dan mereka bukan bagian dari pegawai perpajakan,.

      Kasarnya, jika saya menyetorkan pajak, itu bukan berarti saya menjadi bagian dari perpajakan yang Allah ancam dengan neraka,.. tapi saya bayar pajak karena mentaati pemerintah yang menetapkan pajak melalui lembaga perpajakan,.

      • pa RT jg suka mungutin pajak bangunan apakah beliau jg brdosa??

        memang Pak RT digaji oleh dinas perpajakan?
        Pak RT biasanya cuma memberikan surat tagihan pajak, dan surat tagihan pajak siapa yang mengeluarkan? memangnya pak RT?

      • Dari beberapa jawaban antum di atas terlihat nyata antum tidak mengerti sama sekali tentang praktek perpajakan di Indonesia.

        Tentu kita tidak ingin membantah dalil2 yg ada…

        tapi memaksakan pemungut maks untuk diartikan HANYA untuk Pegawai Pajak, namun disisi lain menyangkal berbagai profesi lain yg sdh disebutkan diatas sbg jg pemungut pajak, padahal praktek dilapangan adalah sama, benar2 menunjukkan antum tdk mengerti apa yg sedang dibahas.

        Baiklah, tolong antum sebutkan profesi lain tersebut, dan mari sama-sama diskusikan,
        Profesi mana saja, dan menurut antum bagaimana hukumnya,. silahkan

    • “adalah karena ada kebijakan perpajakan”
      Anda kok tidak konsisten kan sama mereka juga memungut pajak, kita sebagai pegawai juga karena ada kebijakan yang mewajibkan kita memungut pajak
      Kok bisa anda menjudge kami berdosa, ah sudahlah kalo tidak ada orang pajak darimana negeri ini dapat uang, bagaimana jalan rumah sakit, sekolah bisa dibangun
      Semoga dosa kami yang anda katakan bisa tertupi oleh manfaat pajak kepada rakyat
      Adillah dalam berpikir dan bertindak

      Yang dihukum itu adalah SUBYEK PAJAK atau penarik pajak,.
      Dan bagi OBYEK PAJAK atau yang dikenai pajak, itu tidak berdosa, walaupun yang menyetor pajak itu si obyek pajak, baik setor secara online atau langsung, walaupun yang menghitung pajak itu si OBYEK PAJAK, itu kan karena dalam rangka mentaati pemerintah yang menetapkan adanya pajak,.>

      jadi,.. saya tetap konsisten,. anda saja mungkin yang kurang paham atau salah memahami

      • Sejak kapan Subjek Pajak itu penarik pajak? baca dulu aturannya mas
        Enak ya, yang makan uang pajak gak dosa, tapi yang mungut masuk neraka hehe

        Saya hanya mengibaratkan saja, menjelaskan biar mudah, yang dihukum itu adalah pemungut pajak,. dalam hal ini adalah instansi perpajakan dengan pegawainya, atau softwarenya, dan itu saya sebut sebagai subyek pajak,.

        Adapun orang yang dikenai bayar pajak, saya sebut obyek,.

        Nah yang Allah ancam adalah pemungut pajak, dalam hal ini saya sebut sebagai subyek pajak,.

        Begitu maksudnya,. jadi jangan dipahami subyek pajak itu menjadi makna lain,.

        Itulah apesnya jadi pegawai pajak, sudah cape, diancam neraka lagi, eh yang menikmati hasil pembangunan ga kena dosa,.

        Ibaratnya, sudah naik tangga, jatuh, ketimpa tangga, kerubuhan bangunannya juga,..
        Makanya jangan betah bekerja di situ,. mumpung masih ada kesempatan,.

      • Yah mas admin online sa ae ngelesnya

        sebutkan bentuk bahwa saya ngeles, agar saya bisa menjelaskan, itu ngeles atau bukan

  6. Negara kan butuh dana untuk menyelenggarakan pemerintahan yang selama ini pajak menyumbang sekitar 80%.
    Pertanyaannya kalau bukan pajak, diindonesia ini darimana sumber duit itu? misalnya zakat maal, sudah berapa banyak zakat maal pertahun yang sudah terkumpul, ada datanya gak? jadi bisa membandingkan saat pajak hapus, maka sumber dana lain itu langsung bisa menggantikan.

    Negara kita negara yg sangat kaya,..
    Tinggal dikelola dgn baik sehingga bisa menghidupi negara, bukan dinikmati oleh segelintir org saja,

    Lihat,… indonesia dijajah oleh negara lain, itu membuat negara lain tsb tercukupi,..

    kelola nikmat Allah yg ada di indonesia ini,..

    Yakinlah, dgn menghilangkan kedzaliman, maka Allah akan menurunkan rahmatnya

    • tolong solusi nyata. Coba tolong uraikan secara panjang dan lebar bagaimana negara yang APBN nya didanai hampir 80% dari pajak plus sisanya dari utang, kemudian mengelola kekayaannya kalau ga ada uang halal?

      Apakah tau pemungut pajak yang dimaksud itu apa?

      Saya bukan orang berilmu, tapi saya sering baca2 pendapat ulama lain.

      Pemungut pajak dimaksud monggo dikembalikan ke bahasa arabnya.

      Condong artinya kepada pungutan berupa upeti.

      Btw, apakah anda tau kalau bendaharawan sekolah adalah pemungut pajak?

      Liat aturan perpajakan. Mbok yo ilmu cari dulu yang banyak baru bisa koar2.

      Mas, sudah pernah baca, dari satu tambang emas freeport saja, katanya luar biasa,.

      Bendaharawan sekolah ya bukan pemungut pajak toh mas,. emangnya uangnya masuk ke bendaharawan tersebut???

      Bukan toh,. kemana masuknya? ya ke kantor pajak,. baik dipungut, atau sekarang jaman teknologi, tinggal di transfer, atau bayar di atm,

      Pahami dulu, baru komentar, kalau ga paham, silahkan tanyakan,.

      • Uang pajak masuknya ke kas negara lewat bank persepsi ato kantor pos bukan ke kantor pajak.
        Mas…. Belajar dulu baru koar koar.
        Malu atuch Ama julukan,

        Uang pajak ya masuknya ke negara,
        Dan hadits ancaman Allah bagi pemungut pajak itu ga ada kaitan dengan masuknya uang ke negara, tapi terkait dengan profesi penarik pajak,

        Walaupun tanpa melalui lembaga pajak, misalkan pemerintah mengambil harta rakyatnya, itu tetap merupakan dosa yang akan Allah mintai pertanggungjawaban,..

        Nah jika pajak ikut ambil peran dalam mengambil harta rakyat dengan ketentuan pajak yang ditetapkan oleh pemerintah, maka lembaga pajak itu merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah, jadi lembaga pajak akan dimintai pwrtanggungjawaban juga,..

        Apalagi ditambah dengan dalil Ancaman Allah bagi pemungut pajak,.. Ini malah semakin jelas,

        Jadi bkn berhubungan dgn uang lgsg masuk kas negara atau tidak,

    • ngomong tok ora ono solusi ne..

      Emang negara ini bisa jalan sendiri klo elo2 cuma diem aja?

      Gue yakin sholat lo lancar, doa lo juga pasti lancar banget, tapi apa lo udah ada usaha buat bikin negara ini maju?

      Apa yg udah lo berikan buat negara ini? Tindakan nyata lo apa?

      Tindakan saya?
      Membangun jiwa kaum muslimin agar melek dalil,..

      Agar paham agama dengan benar,..
      Dan itu jauuuh lebih bermanfaat dari pembangunan pisik,..

      Dengan kaum muslimin paham agamanya, lalu diamalkan, maka Allah akan turunkan keberkahan,..

      Sehingga ketika disampaikan ayat, hadits, mereka akan tunduk,patuh, sami’na wa atha’na, bukan membenturkan dalil dengan perasaan, atau malah menentangnya, ini justru tanda kemunduran,

      Jadi,.. Buka mata anda, buka wawasan anda..
      Tujuan akhir kita adalah akherat, ujungnya surga atau neraka,.. Bukan dunia yang hina dan sementara ini..

      Saya menyampaikan dalil agar kita semua selamat di dunia dan akherat,..

      Bukan penyesalan..
      Termasuk dalam hal ini saya sampaikan dalil2 tentang pemungut pajak,..

      Silahkan mau menerima atau menolak, ga ada paksaan mas,mba, pak, bu..
      Toh nanti masing2 yang akan bertanggungjawab di hadapan Allah kelak,

    • Dengan adanya pajak,maka pemerintah bisa menyita harta dan property milik rakyat,jadi sebetulnya rakyat ini hanya ngontrak di negara ini,tanpa hak memiliki apapun,karena semua tidak bisa menjadi warisan,anda akan dipaksa membayar pajak,walau anda tidak mampu,dan ujungnya penyitaan asset2 anda…negara model preman…

  7. Pagi pak
    Pak, kan pajak itu boleh ditarik kalau ada undang-undang. Pemerintah (Presiden dkk, cuman menjalankan amanat undang undang). Undang undang kan yang mengesahkan rakyat, karena setahu saya negara kita negara demokrasi (minimal tulisannya gitu) jadi secara filosofis yang bikin peraturan ya rakyat sendiri, termasuk saya dan bapak (dengan anggapan bapak sudah cukup umur dan juga WNI).

    jadi kalau seumpama pajak dosa, pajak didasari UU, dan UU bikinan rakyat Indonesia (sebagai pemegangang kekuasan tertinggi NKRI). jadi seluruh rakyat Indonesia tempatnya neraka dong pak?

    tidak seperti itu,.
    Itu sih sudah vonis namanya,.
    Kita menjelaskan tentang perbuatan memungut pajak,.
    Bukan sedang menghukumi orang-orangnya,.

    setau saya ya pak kita tidak dipimpin oleh raja (atau sejenisnya, jenis jenispemerintahan yang absolut) yang bikin peraturan sesuai dengan keinginannya. Jadi menurut saya kalau pajak salah, rakyatnya juga salah.

    Tidak seperti itu, sekalipun pajak dipungut oleh Raja, itu juga tetap tidak boleh, jika yang dipungut itu orang-orang islam,
    Dan kewajiban rakyat tetap wajib taat, jika itu ditetapkan oleh pemerintah

    tapi saya lebih tertarik, kapan rasul membahas mengenai maks, dan seperti apakah maks itu?
    paling tidak definisi مكس pada saat rasul mengucapkan hadis hadis tersebut..
    dan bukankah itu penting juga untuk disampaikan pada pembaca..
    terimakasih

    Maks atau pajak itu Rasulullah tetapkan untuk orang kafir saja, orang kafir yg tinggal di negeri Islam,
    Dan tidak dipungut dari kaum muslimin, karena kaum muslimin yang dipungut adalah ZAKAT

  8. Saya setuju.
    Karena pajak itu mengambil hak dari orang lain, istilahnya, memakan keringat orang lain.
    Lah wong Indonesia ini kaya kok, kenapa gak dimanfaatkan kekayaan yang ada di Indonesia ini untuk menggantikan pemasukan dari pajak?
    Coba aja pikir pajak kendaraan import. Pajaknya semua dibebankan pada konsumen kan bukan produsen yang menanggung??

    Betul.. semua pajak, itu yang menanggung bukan produsen, tapi konsumen terakhir,

  9. Saya setuju seharusnya memang gak ada pajak,bayangkan satu sumber daya alam saja semacam freeport di papua dikelola oleh bangsa sendiri saya yakin bisa memenuhi kebutuhan apbn bangsa ini.

    • Demi ALLAH,kita telah dikembalikan ke zaman tuan2 tanah eropa,dimana rakyat dibebani pajak bermacam2,seperti dijakarta saja,jika anda memiliki warisan tanah yg luas dari kakek moyang anda ,maka anda akan di peras habis2an dengan pajak bumi dan bangunan yg mencekik leher,yang mana tidak pernah dibebankan kepada kita pada zaman penjajahan belanda ,inggeris dan jepang,jadi pemerintah telah berlaku lebih kejam daripada penjajah!!

      • Belanda dan penjajah lain hanya merasa cukup dengan hasil bumi kita,tetapi pemerintah sekarang,tidak merasa cukup dengan hasil bumi negara,sehingga merasa masih harus memeras rakyat dengan pajak dan penyitaan/ perampasan harta2 rakyat

  10. “Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “

    Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”

    Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.”

    (HR. Muslim no. 1847. Lihat penjelasan hadits ini dalam Muroqotul Mafatih Syarh Misykah Al Mashobih, 15/343, Maktabah Syamilah)

    Nah, itu dalil wajibnya taat pada pemerintah, walaupun pemerintah mengambil hartamu,. diantaranya dengan jalan PAJAK,.
    Jadi RAKYAT WAJIB TAAT PADA PEMERINTAH DENGAN TAAT MEMBAYAR PAJAK,. , sudah saya posting di sini

  11. Klo ini gimana om

    http://www.pajak.go.id/content/article/pajak-menurut-syariah

    Sudah cukup dijelasin oleh si penulis,.

    *) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja

    Jadi, dia bukan AHLI SYARIAH, lalu memberi judul PAJAK MENURUT SYARIAH? syariah dari mana?
    Ini jelas yang menurut syariah, Rasulullah sendiri yang berkata:

    ( لا يدخل الجنة صاحب مكس ) وصححه الحاكم

    “Penarik pajak itu tidak akan masuk surga.” Hadits ini dinilai sahih oleh al Hakim.

    Sumber: https://aslibumiayu.net/11833-renungan-bagi-saudara-kita-yang-bekerja-menjadi-pemungut-pajak.html

  12. Buat web ini pakai listrik, listrik masih disubsidi, subsidi pakai uang pajak bro.
    Kita kemana mana lewat jalan, lha jalan itu dibangun pakai uang pajak bro. Jembatan juga bro.
    Kalau tidak ada subsidi pupuk dari uang pajak, petani tdk bisa tanam bro.
    Sakit? gedung rumah sakit dari uang pajak bro.
    Coba tengok dapur, ada LPG hijau itu subsidi dari uang pajak bro.
    Coba tidak ada polisi TNI (gaji mereka dari pajak) maling dmn mn bro.
    Gaji Guru dari pajak juga.
    Tidak pajak tidak ada jembatan bro.
    BBM tidak disubsidi pakai uang pajak, harga2 melejit rakyat menjerit bro.
    Kecuali sono ke planet mars tidak ada pajak dan tidak ada apa2.

    PNS,POLRI,TNI,GURU, mereka digaji oleh negara dari uang pajak?
    NGGA MASALAH, itu halal bagi mereka,
    Jadi tidak haram,..

    Tapi gaji pegawai pajak, itu tetap haram, walaupun digaji dari luar pajak,..
    Pegawai pajak itu diancam oleh Allah karena profesinya, demikian pula orang yang bekerja di lembaga ribawi,..

    Jadi kasihan dan memprihatinkan yang bekerja di perpajakan dan lembaga riba, karena penghasilan mereka haram,

    Rakyat yang dipungut pajak pun tidak masalah, kelak di akherat akan menuntut hak mereka kepada pemerintah yang mengambil hak rakyatnya,
    Dan orang Yang bekerja di instansi perpajakan itu merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah yang Allah ancam dengan neraka, sebagaimana bunyi hadits yang diucapkan oleh Rasulullah,

    Jadi rakyat tetap wajib taat pada pemerintah jika pemerintah menetapkan pajak, silahkan baca di sini

  13. Pendapat yg aneh, jaman dahulu, setiap daerah yg dikuasai oleh daerah lain akan ditarik pajak.saya yakin yg dimaksud penarik pajak yg masuk neraka adalah para penarik pajak yg menarik pajak lbh dr yg seharusnya. Perhitungan pajak tidak sesederhana itu.

    Lalu kl dibilang para pegawai yg digaji dg hasil pajak itu halal dn pegawai pajak itu ttp berdosa dn masuk neraka, itu logika yg sangat ngawur. Saya rasa pajak, adalah bentuk apresiasi rakyat dn membantu keuangan negara.

    Selama itu sesuai aturan dn tidak membebani rakyat. Pajak pada dasarnya hpir sama dg bagi hasil, dlm takaran yg sudah ditentukan.

    Rakyat yang menikmati pembangunan hasil uang pajak, itu tidak berdosa,.
    Rakyat yang dipungut pajak pun tidak berdosa,.

    Yang Allah ancam itu adalah pemungut pajak, bukan orang yang dipungut pajak,.

    Apakah uang pajak itu uang yang haram?
    IYA, jika dipakai atau didapatkan oleh orang yang memungutnya,.
    Tapi jika diberikan kepada orang lain, maka berbeda hukumnya,.

    Contoh simpel, biar paham,. saya tidak berbicara tentang pajak,
    Pelacur, itu profesi hina, dan haram,.
    Penghasilan pelacur itu adalah HARAM,
    Lalu, bagaimana jika pelacur itu memberikan uang kepada anda? itu HALAL bagi anda,.
    Harta haram itu haram bagi orang yang berprofesi haram tersebut, tapi tidak haram bagi selainnya, jik diberi oleh orang tersebut, silahkan baca ulasannya di sini

  14. Ibarat kata yang tepat seperti ini.
    Dalam sebuah keluarga :

    1. Ayah = petugas pajak
    2. Ibu = pemerintah
    3. Anak = rakyat (salah satunya admin)

    Jadi si anak ini sambil mengunyah makanan dengan membawa hp, ada kipas angin dan didepan ada tv, dengan dipenuhi kebutuhan sekolah, kesehatan, keamanan, transportasi dll oleh bapak dan ibunya.

    Terpenuhilah semua kebutuhan si anak, tapi dengan mulut penuh dengan makanan seenaknya ngomong klo pekerjaan bapaknya haram.

    Salah perumpamaanya, masa ayah digaji sama ibu?
    Kan yang ngegaji pegawai pajak itu pemerintah mas,..

    Pegawai pajak itu bawahan pemerintah,

    Saya kasih perumpamaan yang real saja,

    1. Ayah profesi pegawai pajak,
    2. Ibu profesi sbg istrinya, ibu rumah tangga
    3. Anak,

    Si ayah penghasilannya haram bagi dirinya,
    Tapi si ibu yg diberi nafkah oleh suaminya yg pegawai pajak, itu halal bagi si ibu, juga bagi si anak,

    Karena ibu dan anak itu bukan bekerja sebagai pegawai pajak, dan si ibu juga harus jangan ridha dgn pekerjaan suaminya sebagai pegawai pajak,

    Jadi kasihan nasib pegawai pajak,
    Dia sudah cape bekerja, peras keringat, tapi hasilnya haram bagi dirinya,
    Lalu dia memberikan hasilnya pada istri dan anaknya, itu halal bagi istri dan anaknya, tapi dia akan Allah mintai pertanggungjawaban, karena memberikan nafkah yang haram,

    Si istri dan anak tidak diadzab oleh Allah karena memakan harta pemberian tersebut, tapi jika si ayah yang makan, ada hadits, perkataan Rasulullah bahwa tubuh yang diberi makan dari harta haram, maka tidak ada tempat yang layak kecuali neraka,

    Sungguh miris nasib pegawai pajak..

    Maaf, ini bukan vonis, ini sedang menghukumi perbuatan atau amalan, bukan menghukumi orangnya

    Jadi, misalkan anda sebagai pegawai pajak, saya tidak berani berkata anda pasti masuk neraka, karena itu sudah vonis namanya

  15. “PNS,POLRI,TNI,GURU, mereka digaji oleh negara dari uang pajak?
    NGGA MASALAH, itu halal bagi mereka,
    Jadi tidak haram,..”

    maap dalilnya apa ya pa..?

    Harta haram itu haram bagi pelakunya saja,
    Pemerintah menggaji mereka dengan uang pajak, itu akan Allah mintai pertanggungjawaban..

    Adapun uang gaji yang diterima oleh POLISI,TNI,PNS,GURU, itu halal, karena profesi tersebut adalah profesi yang halal, adapun pegawai pajak,ribawi, itu profesi yang haram, jadi gaji mereka tetap haram, jika dimakan oleh mereka,

    Tapi jika diberikan pada anak dan istri, maka halal bagi anak dan istri mereka, saya sudah posting di sini

  16. Semoga admin diberi ketabahan & kesabaran dalam menjawab semua pertanyaan.
    Semoga Allah memberikan hidayah kepada pemimpin negri ini.
    Semoga rahmat & berkah Allah tercurah untuk negri yang seharusnya makmur ini.

    apakah solusi zakat dapat menggantikan pajak? karena kami sebagai rakyat merasa sangat terbebani dengan kebijakan pajak yang ada disetiap hal.
    dan pajak tidak mendapat balasan apapun dari Rabb Alam semesta, malah mendapat ancaman bagi pemungutnya.
    sementara zakat mendapat ganjaran dunia & akhirat.

    jazakallahu khairan

    Sangat bisa, sebab itu adalah SYARIAT Yang ditetapkan oleh PENCIPTA BUMI INI, bukan pencipta indonesia saja, bahkan ALAM SEMESTA INI ADALAH CIPTAANYA,.

    Jazakumullahu khairan

  17. Biarlah kami para pegawai pajak yang menanggung dosa nya pak, supaya pak kiai beserta keluarga bisa tetap menikmati semua fasilitas di negeri ini yang 70% lebih dibiayai dari uang pajak yang haram yang kami pungut ini.

    Enak kan pak, bapak bisa menikmati fasilitasnya tanpa berdosa kena haramnya.

    Mantab sekali pak kiai

    Justru karena hal tersebut, kita merasa kasihan pada pegawai pajak, makanya menjelaskan dalil ancaman bagi pegawai pajak,.
    Kita tidak ingin mereka terus berkecimpung dalam profesi tersebut,.
    Yang diancam itu adalah pemungut pajak, bukan orang diluar pegawai pajak,.

  18. Pajak adalah salah satu kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.

    Karena dengan pajak penghasilan orang kaya akan dipungut untuk kesejahteraan rakyat miskin.

    Karena uang pajak dipakai untuk membangun dan memperbaiki jalan yg kita pakai setiap hari, jembatan, irigasi, gedung sekolah, rumah sakit.

    Ternyata uang pajak juga dipakai untuk subsidi bbm, pupuk, listrik dsb, yg dari lahirpun kita sudah menikmati berbagai macam subsidi.

    Bahkan kalau sakitpun uang pajak bisa membantu kita supaya sembuh dengan adanya jamkesmas dan jamkesda.

    Masjid dan tempat ibadah lain juga engkau bangun dengan uang pajak.

    Sungguh besar jasamu.

    Terima kasih pegawai pajak, berkat kalian, kita bisa menikmati berbagai kemudahan.

    Semoga di akhirat Alloh membalas kebaikanmu.
    Amiin …

    Ibarat lilin, menerangi yang lain, tapi dirinya sendiri habis terbakar,.
    Makanya jangan mau menjadi lilin, menerangi, tapi membakar diri,.

    Kelak di akherat Allah akan membalas kedzaliman penarik pajak, dan itu bukan kebaikan,.
    Jelas sekali ancaman Allah yang disampaikan oleh Rasulullah terhadap pemungut pajak,.
    Perkataan Rasulullah Untuk mereka yang Profesinya di perpajakan..
    Bukan perkataan saya lho..
    وروى أحمد وأبو داوود والحاكم عن عقبة بن عامر عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( لا يدخل الجنة صاحب مكس ) وصححه الحاكم.
    Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan al Hakim dari ‘Uqbah bin ‘Amir,
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Penarik pajak itu tidak akan masuk surga.”
    Hadits ini dinilai sahih oleh al Hakim.
    وقد قال الذهبي في كتابه الكبائر : والمكاس داخل في عموم قوله تعالى : ( إنما السبيل على الذين يظلمون الناس ويبغون
    في الأرض بغير الحق أولئك لهم عذاب أليم ) الشورى/42 .
    Dalam al Kabair, adz Dzahabi mengatakan:
    “Pemungut pajak itu termasuk dalam keumuman firman Allah yang artinya,
    “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Qs. asy Syura: 42)

  19. Kenapa sih pemerintah mungut pajak?

    Uang pajak untuk kesejahteraan rakyat.

    Kenapa nggak nyetak uang saja yg banyak?

    Kalau nyetak uang maka harga2 akan naik drastis, misal nih bulan ini pemerintah tdk mungut pajak, dan cukup nyetak uang, maka harga pada bulan depan akan 2x lipat dan berlipat-lipat pada bln2 berikutnya.

    Karena persediaan barang tetap tapi uang yg beredar banyak, terjadilah inflasi alias barang2 harganya berlipat-lipat.

    Trus untuk kebutuhan rakyat, apa sih yg dilakukan pemerintah?

    Salah satunya dengan memungut pajak, INGAT penerimaan negara 80% dari uang pajak lho.

    Berapa sih penerimaan pajak?

    Tahun lalu saja penerimaan pajak lebih dari 1.000 Triliyun rupiah, atau lebih dari Rp.1.000.000.000.000.000,00.

    WOW banyak banget, uang segitu banyak sudah cukup untuk kebutuhan rakyat?

    Belum, ternyata pemerintah masih mencari pinjaman untuk kesejahteraan lebih dari 200.000.000 jiwa penduduk Indonesia.

    Wah kalau begitu aku mau mbantu pemerintah dengan membayar pajak ah, dan terima kasih juga kepada petugas pajak yg telah menjalankan tugas mulia ini.

    Bangga bayar pajak.
    Bangga menjadi petugas pajak.

    Ini saya copas dari internet, INDONESIA NEGARA YANG SANGAT KAYA

    baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.
    1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.
    Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut?

    itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya. Seharusnya nama kota di sana itu bukan Tembagapura tapi Emaspura.

    Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini?
    bukan negara ini tapi AMERIKA!

    prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana.

    belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.

    2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.
    Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina.

    3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.
    Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dan. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan Amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

    4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.
    Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

    5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.

    6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.

    Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

    7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.

    sumber : http://ideology-news.blogspot.co.id/2014/11/tahukah-anda-emas-di-irian-yang.html

  20. Menafsirkan hadist tidak sesederhana yg antum pikir. Jangan diartikan secara harfiah. Sejarah munculnya hadist tersebut bagaimana harus difahami dulu.
    Contoh, larangan memberi salam kepada non muslim, hadis tsb keluar dalam situasi perang dengan non muslim tersebut. Maka dalam situasi damai, tidak ada larangan.

    Maaf, kalau cara antum berfikir seperti itu, jangankan pajak, negara ini pun haram. Kalo negara ini haram, pilihannya hanya 2, berjihad seperti apa yang diyakini Samudra, atau hijrah ke negara lain yg tidak haram.

    Kepada Allah saya mohon ampun.

    Hukum asal memahami ayat quran, itu justru secara tekstual, secara harfiah, bukan ditafsiri sendiri,.

    Pilihan hanya dua? itu kan versi anda, berbeda dengan yang diajarkan oleh Rasulullah,.

    Cara imam samudera yang menteror negara itu juga bukan dari islam, itu bukan jihad mas,.

  21. “Pemungut pajak adalah termasuk pembantu bagi penguasa zalim yang paling penting. Bahkan pemungut pajak itu termasuk pelaku kezaliman karena mereka mengambil harta yang tidak berhak untuk diambil.”

    Mohon fahami dulu kutipan di atas.

    Memungut pajak dari kaum muslimin,. ini adalah kezaliman,.

    • Pemungut pajak zalim yg dimaksud ada pada pemerintah yg zalim

      Pemungut pajaknya saja zalim, pemerintah yang mempunyai kebijakan, itu ikut terkena ancaman Allah , akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah kelak,.
      Lembaga perpajakan itu kepanjangan tangan pemerintah juga,.

      • Mohon maaf, Anda benar2 tidak faham maksud saya.
        Ini diskusi yang sia-sia.
        Lebih baik saya menarik dari.

        Saya paham kok yang anda sampaikan, makanya saya luruskan,.
        Jika ingin mengakhiri diskusi, ya silahkan saja, bebas-bebas saja,.

        Semoga saya dan anda terhindar dari fitnah.

        Aamiin

  22. Dulu, org mau jadi PNS, dilarang karena gajinya haram.
    Mau jadi polisi, haram, karena gajinya dari pajak hotel dll.
    Mau jadi tentara dilarang karena, gajihnya kalo diperas jadi darah.
    Mau jadi politikus dilarang, karena politik itu kotor.
    TERUS APA YANG terjadi sekarang?…
    Lihat, beringasnya Aparat!
    Lihat bobroknya moral pejabat!
    Lihat kwalitas PNS!
    Lihat bobroknya moral polisi!!!!
    KARENA ORG2 BAIK DILARANG MENJADI SALAH SATU DARI MEREKA.
    —-
    Meleklah para kiai para ustadz. Buang jauh2 pikiran itu!!!!
    Itu hanya akal bulus non muslim menjauhkan mereka dari kekuasaan dan kesejahteraan!!!!!

    SEKARANG APA Yg diinginkan dari Cuplikan bodoh ini?
    TERUS KITA MAU JADI APA?
    JADI PETANI SAWIT, YG DITENDANGI APARAT KEPARAT?
    JADI PEDAGANG YANG DIGELANDANG PETUGAS BERINGAS?
    JADI PELAYAN PARA BOS MORAL BEJAT?

    MELEKLAH KAWAN!!! BANGUNLAH!!!
    INDONESIA MILIK KITA, DAN KITALAH YANG MENGATUR NEGARA INI. BUKAN MEREKA!!!!!

    Siapa yang mengatakan GAJI PNS Haram mas???

    Siapa yang mengatakan GAJI POLRI Haram mas???

    Siapa yang mengatakan GAJI TENTARA Haram mas???

    Itukan karena anda gagal paham, dan terlalu mengedepankan EMOSI,.
    GAJI MEREKA ITU HALAL mas,. walaupun dari uang pajak untuk menggajinya,.

    Justru pola pikirnya dibalik mas,.
    Harta haram jika dimakan akan mempengaruhi pemakannya,.
    Apakah karena mereka digaji dari uang yang didapatkan dengan cara haram, itu yang membuat perilaku mereka jadi tidak baik????

    Harusnya begitu berpikirnya,..
    Bisa jadi,. IYA..

  23. Ngaji dimana lo tong? Ampe lisan/tulisan mu mendahului kekuasaan Alloh SWt.
    Hebat banget Ampe bisa memvonis mutlak org masuk neraka..

    Yang memvonis siape bang??
    Ini biar jelas,.

    Pemerintah dan kepanjangan tangan pemerintah yg mengurusi masalah perpajakan, terkena ancaman hadits tersebut,..

    Dan ini berbeda dengan vonis,..

    Contoh,..
    Ada hadits yang menjelaskan pezina akan disiksa di neraka, demikian pula pemakan riba,

    Jadi orang yang berzina akan disiksa di neraka,
    Demikian pula orang yang memakan riba,..

    Nah…

    Jika kita melihat orang yang berzina, makan riba, kita tidak boleh MemVONIS orang tersebut PASTI masuk neraka,..

    Ini beda urusan,.. Beda perkara, kita tdk menghukumi orangnya, personnya,

    Tapi menghukumi amal perbuatan zina dan riba itu menyebabkan pelakunya masuk neraka,..

    Jadi hati-hati, jangan tergelincir menjadi pemvonis,..

    Kita tidak tahu bagaimana akhir kehidupan orang tersebut, bisa jadi dia bertaubat di akhir hidupnya,

  24. Seandainya Indonesia sama dengan Negara Arab, maka tidak perlu pungut pajak (2/3 cadangan minyak dunia ada di negara Arab).

    Tapi pada saat harga jatuh seperti ini, bahkan yang ingin ke rumah Alloh harus bayar visa, mulai tahun ini yang ingin berangkat haji ke tanah suci rumah Alloh, harus bayar 7 juta per orang untuk berangkat haji yang pertama dan 10 juta untuk yang kedua.

    Bayangkan rakyat indonesia yang sudah menabung untuk berangkat haji harus bayar uang visa lagi.

    Rumah Alloh milik semua muslim, lha mau kesana ko dipungut pajak.
    Itu namanya menzalimi umat muslim seluruh dunia.

    Memang yang mungut pajak siapa mas,.
    Emangnya SAUDI?.. Silahkan cek sendiri,.
    Justru saudi memperlakukan tamu-tamu Allah dengan istimewa,.

  25. Alhamdulillah saya bekerja untuk menghidupi anak istri saya.

    Eh salah bukan cuma itu saja, saya bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia.

    Kok bisa ?

    Ya saya bekerja mengumpulkan uang dari yang kaya kemudian diberikan kepada seluruh rakyat.

    Lho kerja dimana ?

    Saya sebagai petugas pajak, kami bekerja bukan untuk keluarga saya saja. Kami bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia.

    Kami mengumpulkan uang rupiah demi rupiah bukan untuk pemerintah saja atau presiden atau untuk raja yang lalim.

    TAPI kami bekerja mengumpulkan uang dari yang kaya dan diberikan kepada semua rakyat baik yang kaya lebih-lebih kepada rakyat miskin.

    Alhamdulillah Alloh memberikan kekuatan kepada kami untuk melaksanakan pekerjaan yang mulia ini.

    Pekerjaan MULIA, kok Allah ancam pelakunya masuk NERAKA?
    Sungguh sangat lucu,.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Penarik pajak itu tidak akan masuk surga.”

    Hadits ini dinilai sahih oleh al Hakim.
    وقد قال الذهبي في كتابه الكبائر : والمكاس داخل في عموم قوله تعالى : ( إنما السبيل على الذين يظلمون الناس ويبغون
    في الأرض بغير الحق أولئك لهم عذاب أليم ) الشورى/42 .

    Dalam al Kabair, adz Dzahabi mengatakan:

    “Pemungut pajak itu termasuk dalam keumuman firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Qs. asy Syura: 42)

    والمكاس من أكبر أعوان الظلمة بل هو من الظلمة أنفسهم فإنه يأخذ ما لا يستحق ، واستدل على ذلك بحديث بريدة وحديث عقبة المتقدمين ثم قال : والمكاس فيه شبه من قاطع الطريق وهو من اللصوص ، وجابي المكس وكاتبه وشاهده وآخذه من جندي وشيخ وصاحب راية شركاء في الوزر آكلون للسحت والحرام . انتهى .

    Pemungut pajak adalah termasuk pembantu bagi penguasa zalim yang paling penting. Bahkan pemungut pajak itu termasuk pelaku kezaliman karena mereka mengambil harta yang tidak berhak untuk diambil.”

    Adz Dzahabi lantas berdalil dengan hadits dari Buraidah dan ‘Uqbah yang telah disebutkan di atas. Setelah itu adz Dzahabi mengatakan,

    “Pemungut pajak itu memiliki kesamaan dengan pembegal bahkan dia termasuk pencuri. Pemungut pajak, juru tulisnya, saksi dan semua pemungutnya baik seorang tentara, kepala suku atau kepala daerah adalah orang-orang yang bersekutu dalam dosa. Semua mereka adalah orang-orang yang memakan harta yang haram.” Sekian kutipan dari al Kabair.

    Itu bukan kata saya lho, tapi kata Ulama yang paham dan dalam Ilmunya,.

    Sumber: https://aslibumiayu.net/11833-renungan-bagi-saudara-kita-yang-bekerja-menjadi-pemungut-pajak.html

  26. 1. Ayah = petugas pajak
    2. Ibu = pemerintah
    3. Anak = rakyat (salah satunya admin)

    Itu ibarat kata yang sangat tepat.

    Lha itu ada yang bilang tidak tepat karena tidak mungkin pemerintah diberi nafkah oleh petugas pajak.

    Wah kurang PIKNIK yang bicara seperti itu.
    Kenyataannya petugas pajak lah yang mengumpulkan uang untuk gaji dan roda pemerintahan. Kok bisa ?

    Salah perumpamaanya, masa ayah digaji sama ibu?
    Kan yang ngegaji pegawai pajak itu pemerintah mas,..

    Pegawai pajak itu bawahan pemerintah,

    Saya kasih perumpamaan yang real saja,

    1. Ayah profesi pegawai pajak,
    2. Ibu profesi sbg istrinya, ibu rumah tangga
    3. Anak,

    Si ayah penghasilannya haram bagi dirinya,
    Tapi si ibu yg diberi nafkah oleh suaminya yg pegawai pajak, itu halal bagi si ibu, juga bagi si anak,

    Karena ibu dan anak itu bukan bekerja sebagai pegawai pajak, dan si ibu juga harus jangan ridha dgn pekerjaan suaminya sebagai pegawai pajak,

    Jadi kasihan nasib pegawai pajak,
    Dia sudah cape bekerja, peras keringat, tapi hasilnya haram bagi dirinya,
    Lalu dia memberikan hasilnya pada istri dan anaknya, itu halal bagi istri dan anaknya, tapi dia akan Allah mintai pertanggungjawaban, karena memberikan nafkah yang haram,

    Si istri dan anak tidak diadzab oleh Allah karena memakan harta pemberian tersebut, tapi jika si ayah yang makan, ada hadits, perkataan Rasulullah bahwa tubuh yang diberi makan dari harta haram, maka tidak ada tempat yang layak kecuali neraka,

    Sungguh miris nasib pegawai pajak..

    Maaf, ini bukan vonis, ini sedang menghukumi perbuatan atau amalan, bukan menghukumi orangnya

    Jadi, misalkan anda sebagai pegawai pajak, saya tidak berani berkata anda pasti masuk neraka, karena itu sudah vonis namanya

    Pajak yang ngatur itu PEMERINTAH, bukan PEMERINTAH diatur oleh PERPAJAKAN,. buktinya yang mengangkat pimpinan perpajakan adalah PEMERINTAH, gimana sih mas,.kalau ngasih perumpamaan yang betul dong,.

    Gaji Presiden pada menteri beserta jajarannya dan seluruh anggota DPR/MPR dan lembaga2 pemerintah pusat dan daerah semua berasal dari uang pajak (INGAT 80% penerimaan negara dari uang pajak).

    Gaji presiden itu halal, gaji anggota DPR/MPR itu halal, gaji lembaga-lembaga lain selain perpajakan dan lembaga ribawi itu halal,gaji TNI,POLRI,GURU itu juga halal.
    Walaupun digaji dari uang pajak,. walaupun penerimaan negara 100% dari pajak

    Kasihan bukan,.. yang mungut malah gajinya itu haram bagi dirinya,. tapi tidak haram bagi anak dan istrinyaa,.

    Oooo jadi benar ya ibarat bapak sebagai petugas pajak dan ibu sebagai pemerintah yang mengelola keuangan ? Betul sekali

    Terus nasib anak yang mengatakan bahwa pekerjaan bapaknya haram bagaimana ?

    Perumpamaan yang salah,.
    Justru yang benar, ayah itu kepala keluarga, yang mencari nafkah, dalam hal ini contohnya profesi pegawai pajak,.
    Istri dan anak itu dinafkahi,.
    Justru sikap istri dan anak yang benar, seharusnya istri dan anak tidak ridha dengan profesi pegawai pajak tersebut, karena itu profesi yang di ancam oleh Allah,
    Justru jika si istri ridha, maka istri juga ikut berdosa, tapi jika istri tidak ridha, terpaksa menerima nafkah tersebut, maka halal bagi dirinya,.

    Justru istri dan anak tersebut harus merasa prihatin dengan profesi tersebut,.

    Tenang semua anaknya menjadi anak yang sholeh, KECUALI satu anak yang tidak mau berterimakasih setelah diberikan kasih sayang, pendidkan, keamanan dan fasilitas lainnya dari kedua orang tuanya.

    Bahkan satu anak ini dengan makanan yang penuh di mulutnya dengan sangat KURANG AJARnya mengatakan bahwa pekerjaan bapaknya haram hmmm.

    Ya tau sendiri kelak akibatnya menjadi ANAK DURHAKA seperti itu.

    Justru istri yang menyatakan profesi pajak itu haram, itulah istri yang shalihah,.
    Anak yang menyatakan profesi pajak itu haram, itulah anak yang shalih,.
    Tidak ingin bapaknya itu menjadi orang yang diancam oleh Allah

  27. Para petugas pajak tenanglah.

    Yang kita kerjakan murni untuk rakyat kecil bukan untuk pemerintah lalim.

    Menurut data dan fakta penerimaan pajak berasal dari orang2 kaya (90% penerimaan pajak dari orang2 kaya) dan rakyat tidak punya, cuma menyumbang 10% nya saja dari pajak tanah dan pajak konsumen akhir.

    Rakyat kecillah yang akan membela kita nanti di akhirat.
    Karena rakyat kecil menyumbang sedikit tetapi memperoleh banyak fasilitas.

    Kalau ada yang masih ngomong ini itu, suruh saja jangan lewat jalan2 yang sudah dibangun, jangan beli bbm, jangan pakai listrik, gas LPG karena semua masih disubsidi pakai uang pajak.

    Kita bekerja niatkan untuk tujuan yang MULIA yaitu membantu rakyat kecil.

    Bila saudara berbicara dengan kaca mata iman, saya yakin tidak akan ada kata lain yang keluar dari lisan saudara selain ucapan:

    إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ . النور 51

    “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili diantara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. An Nur: 51)

    Allah mengancam pemungut pajak akan dimasukan ke NERAKA, kok ada rakyat kecil yang akan membantu?
    Justru akan sangat banyak tuntutan kelak pada pemungut pajak dari orang-orang yang dulu dipungut pajaknya,.. sungguh hal yang sangat mengerikan,.

    Silahkan saja kalian tenang-tenang di dunia ini, merasa PEDE akan dibantu oleh rakyat kecil kelak di akherat? mana dalil yang mengatakan demikian?
    Pemungutan pajak kepada kaum muslimin itu adalah kedzaliman, dan kedzaliman itu adalah kegelapan di akherat,.

    إِنَّ صَاحِبَ المُكْسِ فِي النَّارِ. رواه أحمد والطبراني في الكبير من رواية رويفع بن ثابت رضي الله عنه ، وصححه الألباني.

    “Sesungguhnya pemungut upeti/pajak akan masuk neraka.” (Riwayat Ahmad dan At Thobrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir dari riwayat sahabat Ruwaifi’ bin Tsabit radhiallahu ‘anhu, dan hadits ini, oleh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih)

    Para pemungut upeti dari umat Islam diancam masuk neraka, karena perlakuan ini artinya menyamakan orang muslim dengan orang kafir. Bahkan faktanya, orang kafir lebih dimuliakan dibanding orang Islam, karena para pemungut pajak masih juga menganggap orang Islam sebagai orang jahat walaupun telah membayar zakat, bersedekah, seakan zakat tidak ada nilainya di mata para pemungut zakat. Sedangkan orang kafir asalkan telah membayar pajak dianggap sebagai warga negara atau anggota masyarakat yang baik lagi bijak, walaupun ia kafir menyekutukan Allah, tidak perduli terhadap kaum fakir, dan miskin.

    Sumber: https://aslibumiayu.net/1366-mengapa-islam-mengharamkan-pajak.html

  28. Kok ga malu ya ngatain pajak itu kerjaan haram.

    Lha wong dari lahir dia sudah menikmati uang pajak, dari bangun tidur sampai tidur pun sudah menikmati uang pajak. Mau bukti ?

    Listrik yang sekarang nyala ya disubsidi pakai uang pajak, jalan2 jembatan2 dibangun pakai uang pajak.

    Makan nasi lha irigasi dan subsidi pupuk juga dari uang pajak.
    Bahkan LPG pun masih disubsidi dari uang apa ? Ya uang pajak !

    justru tidak mengapa kok menikmati hasil pembangunan dari uang pajak,.
    Justru tidak mengapa membeli LPG yang disubsidi dari pajak.
    Yang dipermasalahkan bukan hal tersebut, Yang Allah ancama itu bukan penikmat pajak, tapi pemungut pajak.. tentu pengatur kebijakan pajak pun terkena ancaman Allah tersebut

    Setiap hari kesana kemari pakai kendaraan pribadi atau umum pun bahan bakarnya dari uang pajak juga.

    Sudah berapa banyak uang pajak yang menjadi darah dagingnya sekarang.

    Gitu ko ga MALU ngatain pajak itu kerjaan haram.

    Siapa yang malu,.
    Kalau itu bukan pekerjaan haram, kenapa Rasulullah mengancamnya dengan TIDAK AKAN MASUK SURGA?
    Jelas sekali ancaman Allah yang disampaikan oleh Rasulullah terhadap pemungut pajak,.

    Perkataan Rasulullah Untuk mereka yang Profesinya di perpajakan..
    Bukan perkataan saya lho..
    وروى أحمد وأبو داوود والحاكم عن عقبة بن عامر عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( لا يدخل الجنة صاحب مكس ) وصححه الحاكم.
    Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan al Hakim dari ‘Uqbah bin ‘Amir,
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Penarik pajak itu tidak akan masuk surga.”

    Hadits ini dinilai sahih oleh al Hakim.
    وقد قال الذهبي في كتابه الكبائر : والمكاس داخل في عموم قوله تعالى : ( إنما السبيل على الذين يظلمون الناس ويبغون
    في الأرض بغير الحق أولئك لهم عذاب أليم ) الشورى/42 .

    Dalam al Kabair, adz Dzahabi mengatakan:
    “Pemungut pajak itu termasuk dalam keumuman firman Allah yang artinya,
    “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Qs. asy Syura: 42)

    Sumber: https://aslibumiayu.net/11833-renungan-bagi-saudara-kita-yang-bekerja-menjadi-pemungut-pajak.html#comment-29408

  29. Renungan Bagi Semua.

    Seandainya salah satu fasilitas dicabut yaitu Subsidi BBM (subsidi dari uang pajak).

    Tidak kasihan rakyat kecil yang menderita, harga2 melambung tinggi.
    Apa negara tidak kacau banyak yang berdemo, pemberontakan dimana mana.

    Yang sengsara siapa ? Ya rakyat kecil.
    Dan lagi-lagi rakyat kecil.

    Itu cuma SATU contoh fasilitas yang dicabut seandainya tidak ada PAJAK.

    Coba renungkan dengan perasaan jangan pakai emosi.
    INGAT itu cuma SATU ya SATU fasilitas saja.

    Jadi kalau bicara yang hati-hati.
    Belum tentu kita yang paling benar.

    KECUALI uang pajak selama ini dipakai sendiri oleh pemerintah yang lalim dan tidak dibangunkan sarana prasarana dan subsidi dimana mana untuk rakyat.

    Nah baru lah kita semua menentang PAJAK.
    Yah kita pikir masak-masak menggunakan HATI jangan EMOSI.
    Dan tentu saja dengan pikiran yang JERNIH.

    justru…. SEANDAINYA PAJAK DICABUT,.. harga-harga barang akan turun drastis,.
    Tahukah anda,. dari mulai produksi, bahan baku, barang jadi, kemudian di penjualan oleh super market, semua dipajakin,..
    Dan tahukah anda, semua pajak itu dibebankan pada siapa????? Bukan dibebankan oleh perusaahaan, tapi PEMBELI yang menanggung semua pajak tersebut,.

    Mau bukti, mari kita buktikan,.

    Jika ada pabrik yang mau membuat Roti,.
    Pabrik beli bahan baku,. dan harga bahan baku, itu sudah dipajakin,.
    Pabrik mengolah bahan baku tersebut, lalu setelah jadi, ada harga pokok, dan siap jual, itu juga dipajakin,.
    Setelah dibeli oleh toko, lalu oleh toko dijual,.. dipajakin juga,..

    Coba renungkan,.. dari bahan baku, hingga dijual ditoko, berapa kali pajaknya???
    Dan tahukah anda, siapa yang membayar pajak tersebut? Apakah pabrik? apakah TOKO??.. BUKAN….
    Yang membayar semuanya adalah PEMBELI, konsumen terakhir,..
    Karena pabrik membebankan ke harga barang, dan toko juga menambahkan di harga jual,.

    Kejam bukan?
    Ini belum hal-hal yang lain,. belum lagi jika si pembeli naik mobil, ada pajaknya juga, atau si pembeli bawa mobil atau motor sendiri, beli bensin kena pajak juga,.

    • Pak pajak yg dikenai berulang kali seperti itu sungguh sangat kejam bagi konsumen akhir..
      Sungguh miris..

      Tapi, kenyataannya pajak yg dikenakan bukan seperti itu perhitungannya..

      Walaupun yang diambil sedikit, tetap saja berat pertanggungjawaban di akherat,.

      Apalagi dalil sudah sebegitu jelasnya,

  30. Selama uang pajak yang saya bayar untuk kepentingan rakyat.
    Saya ikhlas membayar pajak.

    Ikhlas itu artinya apa?
    Memberikan tanpa mengharap balasan apa-apa? itu bukan ikhlas menurut islam, itu sih ikhlas menurut orang indonesia,.

    Sebaiknya anda pelajari apa arti ikhlas,.
    Ikhlas itu hanya mengharap ridah Allah semata,.
    Apakah Allah meridhai PAJAK yang dipungut dari orang Islam? TIDAK, bahkan Allah mengancam pemungutnya,.

    Jadi pahami arti ikhlas dengan benar, silahkan baca di sini

  31. Yg dimaksud admin itu UPETI, yg digunakan untuk para RAJA dan antek2nya bersenang-senang.

    Lha ini pajak untuk KEMAKMURAN rakyat, bukan untuk kesenangan presiden dan para jajarannya.

    UPETI untuk RAJA
    PAJAK untuk RAKYAT

    UPETI = Pajak, beda istilah saja, lihat bahasa arabnya,. sama saja,.

    Raja dan presiden, itu yang beda sistemnya, kalau raja sistemnya KERAJAAN, kalau presiden sistemnya DEMOKRASI

  32. Iya tau, arti ikhlas adalah mengharap ridho Alloh.

    Makanya saya ikhlas bayar pajak karena dengan uang pajak semoga bisa membantu saudara kita yg masih membutuhkan.

    Dengan menolong sesama muslim insya Alloh saya mendapat keberkahan dari Alloh.

    Aminn …

    Ingin mengharap ridha Allah, itu bukan dengan membayar pajaknya, tapi dalam rangka mentaati pemerintah yang menetapkan pajak..

    Perlu saya tekankan,. PEMBAYAR PAJAK itu tidak BERMASALAH, yang bermasalah dan Allah ancam itu adalah PEMUNGUTNYA,.

    Jadi anda yang membayar pajak itu tidak berdosa, bahkan jika pemerintah menetapkannya, maka WAJIB MEMBAYAR DAN TAAT PAJAK, saya sudah posting kok di sini

  33. Kalau tahun ini Kerajaan Arab memungut pajak melalui visa kepada seluruh kaum muslimin di dunia yg berangkat haji, apakah termasuk bentuk kezaliman?

    Buktikan kalau SAUDI MENARIK VISA HAJI atau UMRAH,.silahkan mas,.

  34. Tuk Saudara2 ku yang masih waras, sudah jangan dilayani/ jangan didebat ni orang,,
    emang ga nyambung akal Dan hatinya.
    -jaka sembung Bawa golok-

    Benul tuh, eh betul,.
    jaka sembung bawa golok,.
    Ya..Nyambung dan menohok,..

  35. Bangga Bayar Pajak? Ente tolol amat ane mah maunya tinggaldi indonesia kagak usah bayar pajak .Coba ente tanya semua orang WARAS “Anda lebih suka dipungut pajak atau tidak dipungut pajak ?

    Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

    “Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, MENGHAPUS JIZYAH (UPETI/PAJAK), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” [9]

    KALAU PAJAK ITU HALAL/BAIK KENAPA NABI ISA MALAH MENGHAPUSNYA?

    Sabar mas,..
    Yang kurang menerima dalil tentang akan disiksanya pemungut pajak, biasanya ya orang-orang yang memang berprofesi seperti itu, dan belum Allah bukakan hatinya,.
    Alhamdulillah banyak juga yang sadar kok, dan memilih meninggalkan profesi tersebut,.

  36. kasian amat pegawai pajak, udah di cap begini, hasil kerjanya di anggap halal untuk yang menikmati, tapi kerjaan dan orangnya di pastikan dosa

    ah siapa juga kamu kok vonis dosa dosa
    Allah maha pemaaf atas umatnya yang berdoa

    semoga pegawai pajak selalu dalam lindungan Allah SWT dan di berikan keselamatan dunia akhirat serta termasuk golongan yang akan diberikan syafaat oleh Nabi Muhammad SAW

    Ya, kasihan sekali,.
    Sudah diingatkan dengan hadits nabi, Ancaman nabi, Dan vonis nabi atas perbuatan tersebut,.

    Lalu menentang ucapan nabi tersebut,. lah kok masih ngarepin syafaat nabi?
    Kalau ingin mendapatkan SYAFAAT NABI, mbok ya jauhi larangannya, patuhi perintahnya,.
    Nabi sudah mengancam pemungut pajak,.
    Nah,. gimana menyikapi ancaman NABI tersebut?

  37. “Para pemungut Ushuur/Musk masuk neraka”. Haithami mengatakan hadist ini dlaif, lemah. Riwayat lain menyatakan bahwa hadist tersebut dalam konteks seorang penguasa di Yaman saat itu, bernama Suhail, yang mengenakan Ushur kepada siapa saja yang masuk wilayahnya dengan aniaya dan berlebihan. Ini juga diperkuat oleh riwayat lain yang menyebutkan para pemungut ushuur yang dzalim diancam neraka. Atau bisa juga itu berlaku pada para pemungut ushuur yang curang, menilap uang upeti dari para pedagang dan tidak menyerahkannya ke kas negara.

    Munawi mengatakan bahwa hadist ini dalam konteks seorang yang menghalalkan pengenaan ushur kepada pedagang muslim, padahal mereka dibebaskan dari ushur di wilayah muslim. Pelaku aniaya, dzalim atau curang, menerima suap dan sejenisnya dalam pekerjaan apapun dicela agama, karena perbuatan tersebut merupakan dosa. Jadi letak ketercelaannya pada kedzaliman, bukan pada jenis pekerjaannya. Perlu diketahui, bahwa upeti semacam ini sudah menjadi tradisi pedagang pada saat itu.

    Apakah hadits itu lemah?
    “Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

    Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata :”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.

    Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.
    “Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata :

    ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka”[HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930]

    Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah : “(Karena telah jelas keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dari Qutaibah) maka aku tetapkan untuk memindahkan hadits ini dari kitab Dha’if Al-Jami’ah Ash-Shaghir kepada kitab Shahih Al-Jami, dan dari kitab Dha’if At-Targhib kepada kitab Shahih At-Targhib” [7]

    Hadits-hadits yang semakna juga dishahihkan oleh Dr Rabi Al-Madkhali hafidzahulllah dalam kitabnya, Al-Awashim wal Qawashim hal. 45
    Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang mengisahkan dilaksanakannya hukum rajam terhadap pelaku zina (seorang wanita dari Ghamid), setelah wanita tersebut diputuskan untuk dirajam, datanglah Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhu menghampiri wanita itu dengan melemparkan batu ke arahnya, lalu darah wanita itu mengenai baju Khalid, kemudian Khalid marah sambil mencacinya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Pelan-pelan, wahai Khalid. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh dia telah bertaubat dengan taubat

    yang apabila penarik/pemungut pajak mau bertaubat (sepertinya) pasti diampuni.

    Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan (untuk disiapkan jenazahnya), maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalatinya, lalu dikuburkan” [HR Muslim 20/5 no. 1695, Ahmad 5/348 no. 16605, Abu Dawud 4442, Baihaqi 4/18, 8/218, 221, Lihat Silsilah Ash-Shahihah hal. 715-716]

    Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah : “Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti” [Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi]

    Sumber: https://aslibumiayu.net/1352-pajak-dalam-islam.html

  38. pegawe pajak bukan pemotong/pemungut pajak pak.
    pajak pnghasilan itu prinsipny self assessment.
    jd wajib pajak ngitung n bayar sndri. bkn didatengin peg pajak, trus diambil hartany oleh peg pajak.

    tp memang sbgian melalui mkanisme potong/pungut. sapa yg motong? antarany badan perusahaan dan bndhara. mrekalah pemotong/pemungut pajak.
    jd pegawe pajak bukan pemotong/pemungut pajak.

    bayar pajak jg ke kas negara lewat bank/pos. kantor pajak ga dilewatin uang sama sekali pak.
    masih anggap peg pajak adalah pemotong/pemungut pajak?

    Itu sih karena kecanggihan teknologi saja mas, untuk memudahkan,.
    Coba aja wajib pajak ga ngitung n mbayar sendiri, pasti bakal didatangin, dan urusannya ya pidana,. bukankah demikian???
    Dan si wajib pajak mbayarnya kemana? kemana uangnya?
    Ya ke rekening pajak bukan??
    Kalau dulu , pemungut pajak mendatangi langsung, sekaran jamannya ONLINE, bisa dibayar dimana saja,.
    Itu sih masalah TEKNIS SAJA, hakekatnya ya tetap sama, mau dibayar sendiri atau dipungut oleh petugas, maka hukumnya sama,.
    Yang bayar sendiri itu kan ada penerimanya, bayar via transfer juga ada adminnya,..
    Sama saja, namanya pajak-pajak juga, dan siapapun yang bekerja di instansi perpajakan terkena ancaman Allah tersebut,.

    Jadi tetap disebut pemungut pajak,. cuma lebih canggih saja,.

    • tidak bgtu pak. kantor pajak tidak mmpunyai rekening atas setoran pajak. dan tdk mmpunyai wewenang atas kas negara tsb. jd bkn masalah kecanggihan teknologi.

      tp scr konsep emang di kantor pajak tdk ada lalu lintas uang.

      scr filosofi, Undang2 lah yg scr langsung mewajibkan masyarakat mmbyar pajak sesuai ketentuan. dr msyrkat lngsung dibayar k negara, tanpa melalui kntor pajak.

      dan Undang2 diluar kewenangan kantor pajak.

      jd peg pajak maupun masyarakat kedudukanny sama, yaitu melaksanakan printah Undang2.

      sama2 tunduk kpd konstitusi.

      Ketentuan yang harus dibayar oleh wajib pajak, siapa yang menentukan pak?
      Dirjen pajak atau bukan?

      coba tunjukan linknya, websitenya, dimana pembayaran yang langsung ke negara

      • menjawab pertanyaan sdr ttg dimana pembayaran yang langsung ke negara=
        http://tka-online.naker.go.id/pdf/pmk32-2014%20sistem%20penerimaan%20elektronik.pdf

        silahkan mas, ini bukan omong kosong saya ya, ini Peraturan Menteri Keuangan
        dicermati Pasal 1 ayat 3 dan 4 mengenai KAS Negara
        pasal 2 mengenai seluruh penerimaan negara
        BAB V mengenai rekening penerimaan negara
        BAB VIII mengenai pelimpahan penerimaan negara
        kalo nggak males dibaca semua mas

        jadi SALAH BESAR kalo sampean bilang “uang pajak dibayar ke rekening pajak”
        apalagi KALO berpikir pegawai pajak menikmati uangnya langsung dari situ 🙂

        tolong minta linknya, web utk pembayaran pajak,.
        link yang anda berikan sudah saya baca juga, tapi bukan itu yang saya tanyakan,.

        Memang uangnya masuk ke kas negara, walaupun dipungut oleh petugas pajak, atau dibayar di kantor pajak,.

        Nah, tolong berikan link pembyaran yang bisa dilakukan oleh wajib pajak sendiri,

        Saya bisa saja nyari sendiri, tapi saya ingin dari anda sendiri yang memberi tahu linknya ke saya,

        Kalau nyari sendiri, saya ini dah setiap hari di depan internet, mudah bagi saya pak,

  39. Itu yg butuh bukti bahwa kerajaan arab saudi mungut uang visa/pajak ke jamaah haji.silahkan dibaca

    Sudah dibaca, itu GRATIS, utk yang pertama kali

    • Sama jg namanya pajak pak…
      Mau ditrrapkan yg pertama kali atau dua kali….
      Atau tiga kali… Tetap pajak namanya.
      Bgitu pula dg oajak impor jg utk melindungi pedagang dalam negeri

      Anda kalau masuk taman mini bayar tiket, itu pajak atau tiket masuk?
      Anda masuk negeri orang, bukan negeri sendiri,.
      Alhamdulillah saudi sudah berbaik hati, menggratiskan utk yang haji dan umrah pertama kali,.

      Dan pajak itu dipungut oleh penguasa negara , memungut dari rakyatnya,.

      Kalau ada negara yang memungut biaya dari warga negara lain yang berkunjung, apakah ini pajak?

      Coba anda baca lagi apa pengertian pajak menurut dirjen pajak, dan pengertian menurut islam

  40. http://www.pajak.go.id/content/article/pajak-sebagai-ujung-tombak-pembangunan

    disana dijelaskan manfaat pajak (salah satunya utk pmbngunan, keadilan dimana yg kaya harus berbagi ke yg miskin), dasar pungutan pajak adlh undang2 (bukan wewenang kantor pajak mnyusun undang2),

    prinsip self assessment (wajib pajak mnghitung sndri pajakny),
    dan pajak langsung masuk k kas negara (kantor pajak tdk punya rekening atas setoran pajak)

    Nah, itu linknya kok ke web pajak?

    Kantor pajak, juga pegawai-pegawainya, itu yang mendapat ancaman ,.

    Lalu bagaimana dengan pembuat kebijakan tentang pajak, perumus undang-undangnya?

    Jelas mereka juga terkena, pemungutnya saja terkena, apalagi perumus undang-undangnya,. Akan Allah mintai pertanggungjawaban juga

    • iya semua pasti akan dimintai pertanggung jawaban kelak. yg perlu disampaikan dsni adlah pmbayaran pajak itu lngsung k kas negara. n kas negara yg mngelola bukan kantor pajak. jd ad prbedaan antra pungutan pajak jaman dulu n skg.

      dan utk menerapkan hadits, harus ditelaah dulu apkah pajak skg sama dg al maks yg disebut dlm hadits. jgn trjebak dlm istilah, tp jg harus dipelajari bgmna teori n pelaksanaan di lapangan. apakah sama antra al maks n pajak skg?

      Tolong tunjukkan link untuk pembayaran langsung oleh wajib pajak, biar jelas, itu murni negara atau perpajakan,.
      Pembayaran pajak, uang pajak memang PASTI masuk kas negara,
      Dan tetap hadits mengancam pemungutnya, bagian perpajakan,. dan sekarang teknologi pun berperan,.

      apakah sama maks dengan pajak sekarang,
      jawabannya, justru pajak sekarang lebih parah dari maks jaman Rasulullah,

      Maks itu bahasa arabnya, pajak itu bahasa indonesianya

      • http://m.kompasiana.com/perbendaharaanesia/mengenal-rekening-kas-negara_56152670c823bd540ac6a593

        jd yg mngelola kas negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan

        sudah saya baca,
        Dan itu bukan jawaban yang saya butuhkan,.

        Saya minta dimana linknya utk melakukan pembayaran oleh wajib pajak,.
        apakah kurang jelas pertanyaan saya?

        Ya iya lah, yang mengelola uang negara ya bukan perpajakan,.
        Perpajakan itu ibarat alatnya pemerintah, yang menyampaikan atau mensosialisasikan tentang pajak ini, juga tempat membayar pajak,.
        buktinya bisa kita lihat, silahkan saja main ke kantor pajak,. spanduknya, iklannya,. sebegitu jelasnyaa,.
        Mudah2an sih bukan sebagai jurus ngeles, apalagi menolak hadits Rasulullah tersebut,

        • UU No.6 Tahun 1983 STDD UU No.16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan, Pasal 10 ayat (1) :“Wajib Pajak wajib membayar atau menyetor pajak yang terutang dengan menggunakan Surat Setoran Pajak ke KAS NEGARA melalui tempat pembayaran yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan”. Dan selanjutnya memastikan bahwa setoran tersebut telah diterima di Rekening Kas Negara dengan tanda bukti pembayaran pajak yang mencantumkan teraan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB) untuk penyetoran melalui bank, Nomor Transaksi Pos (NTP) untuk penyetoran melalui Pos, dan Nomor Penerimaan Potongan (NPP) untuk penerimaan dari SPM di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

          Nah, anda sudah baca?
          Dari komentar anda diatas, bait pertama, itu sudah jelas,.
          Wajib Pajak wajib membayar atau menyetor pajak yang terutang dengan menggunakan Surat Setoran Pajak

          Saya tidak mempermasalahkan masalah KAS NEGARANYA, postingan di atas juga tidak mempermasalahkan kas negaranya,. tapi yang bermasalah itu bekerja sebagai pemungut pajak,
          Dan sekarang sudah canggih, sudah ada teknologi, sehingga pegawai pajak tidak memungut lagi, tapi si wajib pajak bisa setor sendiri, atau malah menghitung sendiri, tapi tetap saja dirjen pajak yang mengaturnya, walaupun cuma diberi formnya,

          Ini saya dapat hasil searching google:

          Cara Bayar Pajak dan Membuat Kode e Billing Pajak Online

          Anda hanya cukup melakukan 2 langkah saja, pertama membuat kode id Billing Pajak dan selanjutnya melakukan transaksi pembayaran pajak.

          Menggunakan aplikasi e Billing pajak ini sangat mudah dan praktis, apabila proses input data selesai maka pembayaran pajak bisa Anda lakukan via Teller Bank, Kantor Pos, ATM, Internet Banking, atau bisa melalui Mobile Banking.

      • http://erwanditarmizi.com/?p=301

        monggo dibaca mas,
        beliau ini S2 dan S3 jurusan Ushul fiqh, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud

        dalil2 yg anda sebutkan juga dibahas di sini.
        anda tdk salah bila mengatakan pada dasarnya perpajakan ini tidak diperbolehkan, cuman belum tuntas aja belajarnya mengenai fiqih perpajakan.
        disitu beliau menyebutkan bbrp pandangan ulama kapan perpajakan ini bisa diterapkan di suatu negara.

        Oh, justru ustadz Erwandi menjelaskan,.
        Ini pertanyaan yang diajukan oleh PNS perpajakan kepada ustadz Erwandi,
        Silahkan simak, tonton sendiri videonya, dan anda jangan merasa tertekan jika memang anda sebagai pegawai pajak,
        Durasi video cuma 1,5 menit mas,.. simak ya

        https://www.youtube.com/watch?v=2YPdc2KTXMM

        Anda sudah membaca link yang anda berikan? disitu malah jelas sekali,.

        PAJAK KONTEMPORER
        —Berupa iuran wajib setiap warga negara (muslim/non muslim) kepada negara berdasarkan undang-undang untuk membiayai belanja negara. Dalam bentuk; pajak penghasilan, pajak penjualan, pajak bumi dan bangunan, pajak barang masuk dan lainnya.

        —Pajak jenis ini telah dihapuskan islam sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, akan tetapi kenyataan yang dihadapi saat ini hampir seluruh negara islam menerapkan pajak jenis ini untuk membiayai kebutuhan negara yang semakin komplit. Maka dibutuhkan ijtihad baru para ulama.

        • saya udah tonton videonya
          itu gak lengkap mas, ada penjelasannya lagi di belakangnya

          linknya udah dibaca?

          kalo menurut sampean, syarat mana yg belum dipenuhi untuk memperbolehkan perpajakan?

          Banyak syaratnya dimana kondisi negara boleh menerapkan pajak,sudah ditulis di postingan koq, sudah baca belum?

          • btw setelah saya liat 1x lagi, di postingan ini blm ada ditulis syarat2 negara memperbolehkan pajak, sudah saya baca ulang dari Judul “Renungan …..” sampai Video Ustad Erwandi.

            btw lagi, komentar saya yg di atas (mengenai rekening kas negara) kok masih moderation? 🙂

            Saya memposting tentang pajak itu bukan postingan ini saja mas, ada lebih dari tiga postingan dengan uraian berbeda, dan sudah saya sebutkan tentang kapan negara boleh memungut pajak,..
            Dan syaratnya berat, dan indonesia ga termasuk dalam syarat tersebut,

            Silahkan baca postingan-postingan yang lainnya,ada tujuh postingan di sini

  41. jd bayar pajak itu LANGSUNG KE KAS NEGARA melalui BANK ato KANTOR POS.

    iya, itu sih teknisnya saja, tetap yang mengatur itu ya perpajakan, buktinya agar bisa melakukan pembayaran online, maka akan dipandu oleh lembaga perpajakan, dan nama iurannya juga bernama PAJAK,.

  42. Sangat setuju….

    kerja keras dengan keringat sendiri masih dipungut pajak…

    yang gaji pemungut pajak dari gaji kita yang dipotong pajak lihat aja tu pemungut pajak gaji nya berapa…enaaak tenaaan…

    eee ternyata bukan penghuni surga…Alhamdulillah

    Yah, begitulah kedzaliman, akan membawa kegelapan di akherat,

    Dan memungut pajak dari kaum muslimin, ini adalah bentuk kedzaliman,

    Makanya Allah mengancam pemungut pajak tidak masuk surga,..

    Ini ancaman pada perbuatan, dan kita tidak boleh memvonis secara personnya,
    Jadi tidak dibenarkan kita memvonis secara person kepada saudara atau teman kita yang bekerja di perpajakan,..

    Kita tidak tahu, barangkali saja di akhir hidupnya dia bertaubat,

  43. wahhh kayaknya obrolan tentang pajak ini sangat menarik banyak orang yah hehe..

    saya ikut nyimak aja 🙂

    Wah, kepo juga,..
    Mudah2an bisa mengambil faedah ilmu,

  44. Percuma menyanggah dan berpendapat. Semoga Allah membuka pintu hati dan mengampuni Mas Penulis ini.

    Sudah disanggah ini itu masih tertutup hatinya.

    Semoga Masnya bukan orang yang ditutup hatinya oleh Allah.

    Menyanggah itu mbok ya dengan ilmu,

  45. Permisi Min, tanya
    Jika negara nyuruh 2 orang, orang A disuruh ngambil pajak, orang B disuruh ngawasin A dosa semua kah?
    Pajak yg dimaksud admin ni semua pajak kah? Termasuk pbb, bea, cukai & retribusi?
    Makasih ya

    Dosanya sama,
    Ya, termasuk,

    Dan pemerintah yang menyuruh akan Allah mintai pertanggungjawaban juga kelak di akherat

    Silahkan baca di sini ulasan tentang hal tersebut

  46. Om…belajar lagi gih.

    Klo pajak/cukai haram dan dampaknya seperti itu secara amalan maka seluruh kiyai yg lebih hebat dan ahli fiqih yg sudah ada di Indonesia sebelum om lahir kedunia ini pasti akan bilang klo itu haram dan petugasnya bakalan dapat azab yang pedih (neraka).

    Semua yang ente bilang itu hanyalah opini atau persepsi anda.

    Masalah orang pajak masuk neraka. Digaji sama duit pajak gpp, sebagai rakyat menikmati duit pajak gpp krn itu hak. Dan salah sendiri jd pegawai pajak dan pemimpin.

    Setiap kali dibilang solusi selalu bilang negara kita sangat kaya.

    Memangnya ngelola sumber kekayaan alam itu ga pakai modal buat beli semua alat2nya dan ga butuh SDM utk ngelolanya.

    Ilmu dan nalar itu jalannya beriringan. Jangan sampai ilmunya sedikit tapi nalarnya ga jalan.

    Jadinya sesat dan menyesatkan orang yang membacanya

    Yang saya sampaikan perkataan Rasulullah yang mengancam pemungut pajak, koq anda bilang itu opini saya??
    Cape deeh..

  47. Sistem negara kita demokrasi..
    jadi petugas pajak menjalankan amanah sesuai amanat undang-undang. nah, yang bikin undang-undang ini dibahas dan ditetapkan bersama oleh pemerintah dan wakil kita (DPR)…

    jadi antara rakyat indonesia (melalui DPR) dan pemerintah sudah menyepakati bersama undang-undang perpajakan tersebut yang digunakan untuk kepentingan bersama..

    jadi sebagai warga yang baik taat membayar pajak…

    Ancaman itu tidak terkena ke RAKYAT yang bayar pajak bos,
    Tapi yang terkena ancaman Allah itu orang yang bekerja sebagai pemungut pajak,

    Kalau rakyat, justru wajib taat ketentuan pemerintah,
    Rakyat mendapatkan PAHALA karena ketaatannya pada pemerintah dengan membayar PAJAK, saya sudah posting di sini

    dan sebagai petugas abdi penerimaan negara menjalankan amanat undang-undang perpajakan dengan baik..

    jadi, menurut saya pribadi, petugas pajak akan dilaknat oleh Allah jika memungut pajak seenaknya diluar ketentuan unadang-undang perpajakan yang telah disepakati bersama..

    Jika berkenan ingin belajar pajak lebih jauh dan ga salah paham terkait isu2 perpajakan..

    silahkan kunjungi http://kringpajak.com

    Jika anda ingin belajar lagi, baca artikel ini baik-baik, berat resiko di akherat,
    Postingan tentang pajak ada 7 postingan, silahkan baca di sini

  48. Maap numpang tanya mas,
    Apakah orang munafik juga akan masuk neraka??

    Seperti orang yg tidak ikut iuran yg telah disepakati bersama Pemerintah, tapi ikut menikmati hasilnya??

    Saya maafkan, dan saya numpang njawab, he.he.he..
    Orang munafik itu kekal di neraka, dan berada di neraka yang paling dalam,

    Siapakah orang munafik itu?
    Orang munafik itu bukan menurut orang indonesia mas, kalau di indonesia arti munafik itu adalah orang yang sok, pura-pura ga mau, padahal mau, dll

    Munafik menurut islam adalah orang yang luarnya menampakkan islam, tapi hatinya sangat membenci islam,

    Orang yang tidak mentaati iuran yang ditetapkan oleh pemerintah, dia bkn munafik mas, tapi dia berdosa karwna tidak taat pada aturan pemerintah,

    Jadi rakyat wajib taat pada pemerintah dalam hal membayar pajak, saya sudah posting kok, silahkan baca di sini

    atau orang yg meng-gibah pemimpinnya, menentang keputusannya tapi ikut menikmati hasilnya??
    Mohon pencerahannya

    Menikmati hasil pembangunan, walaupun dibangun dari sumber dana yg didapatkan dengan cara batil, itu yg menikmati tidak berdosa koq,

    Dan bukan orang munafik jika seperti itu,

    Siapa yang mengghibah pemimpinnya???
    Silahkan buktikan,

    Lah wong yang saya sampaikan hadits Rasulullahbyang mengancam para pemungut pajak TIDAK masuk surga, para pemungut PAJAK akan disiksa di neraka,..
    Dimana ghibahnya???

  49. Katanya rakyat harus tunduk melaksanakan perintah dari Pemerintah. Brarti gak apa2 dong kan pgawai Pajak kerja jg cuma tunduk menjalankan perintah dari pemerintah.

    Iya, makanya rakyat yang bayar pajak itu tidak berdosa, justru dapat pahala ketaatannya,

    Dan pegawai pajak, sudah jelas Rasulullah mengatakan , pemungut pajak akan disiksa di neraka, karena pegawai pajak itu merupakan orang yang ditugasi oleh pemerintah untuk mengurusi masalah pajak,

  50. Yang menyuruh, yang menyetujui untuk menyuruh, yang menikmati, semuanya masuk surga, yang disuruh malah masuk neraka. wah, itu namanya cari selamat dengan mengorbankan orang lain.

    Sudah saya tambahkan keterangan, yaitu pemerintah yang menyuruhpun akan Allah mintai pertanggungjawaban,

    ilustrasi :
    Si A nyuruh si B untuk ngambil harta orang lain, si C,D,E dst minta bagian. Yang dihukum cuma si B. Bahkan C,D,E dst menyalahkan si B kenapa mau disuruh2.

    Nah, kalau kasus ini beda lagi dgn pajak,
    Ilustrasi ini murni pribadi,.
    Jadi si A,B,C,D,dan E semuanya berdosa, dan jika mereka tahu perbuatan tersebut, tahu si B akan mencuri tapi mereka diam saja tidak menghalangi, maka mereka semua berdosa,

  51. Admin jangan begitu.

    Kok bilang kerajaan saudi negara yang bebas pajak.

    Kaum muslimin seluruh dunia yang berangkat haji dan umroh dipungut pajak melalui visa oleh kerajaan saudi.

    Saya berkata bukan untuk antar negara, tapi untuk rakyatnya,
    Apakah saudi memungut pajak terhadap rakyatnya?

    Kalau kepada non warga arab, itu berbeda urusan,

  52. Gak kebayang, kalau semua petugas pajak yg beragama islam akhirnya keluar dari pekerjaannya.
    Kemungkinannya:
    1. Pemerintah terus buka lowongan untuk petugas pajak hanya yang non muslim. Akhirnya kita dipungut pajak (menguitip istilah pak yai ini) oleh pemungut pajak non muslim. Karena semua umat islam gak mau jadi pegawai pajak.

    Silakan ddipersepsikan sendiri akibatnya.
    Orang kafir, mau jadi pemungut pajak atau tidak, mereka KEKAL DI NERAKA,
    Kan yang menetapkan pajak itu bukan lembaga pajak, betul demikian? tapi itu kebijakan pemerintah??

    Atau
    2. Karena mungkin bisa 90% pegawai pajak adalah muslim, dan mereka keluar semua, trus pegawai pajaknya jadi gak ada. Tinggal 10% saja. Akhirnya semua beban penerimaan pajak dipikul 10% tadi atau sekitar 10 orang dalam 1 kantor atau sekitar 350 an orang seindonesia.

    Penerimaan pajak pun anjlok drastis. Pemerintah mau ngrekrut pegawai lagi gak bisa, karena uang negara habis, gak ada dana. Pembangunan semua macet. Disaat yg sama, indonesia belum bisa mengelola sumber daya alamnya dengan benar. Akhirnya ngutang ke luar negeri. Utangnya makin banyak karena sda belom bisa dijual dan pajak gak ada. Lama2 jual pulau, jual lagi, jual lagi… abis…. orang indonesia jadi buruh…

    Alhamdulillah, banyak kok kaum muslimin yang TAKUT AKAN SIKSA NERAKA, takut Ancaman Allah kepada PEMUNGUT PAJAK, sehingga mereka memilih resign, atau minta mutasi,

    Tapi yang kebanyakan mikir, ya maju mundur, antara keluar atau tetap disitu, apalagi yang ada dilema, jika keluar harus membayar yang lumayan besar, berjuta-juta,.

    Mengikuti aturan Allah, pencipta bumi ini, bukan hanya Indonesia saja yang merupakan ciptaan Allah ,
    Dengan mengikuti aturan Allah, maka akan Allah berikan keberkahan,.

    Penyebab utang, itu urusan lain,. itu juga akibat melanggar aturan Allah, merajalelanyar RIBA, bahkan seperti negara amerika, hutang rakyatnya malah lebih besar dari hutang negara itu sendiri,.

  53. assalaamu ‘alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. admin admin . . . .

    ini ada dua persepsi.
    1. admin menyampaikan scra teori (de yure).

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Saya luruskan , saya menyampaikan dalil, bukan teori, tapi dalil itu sifatnya MUTLAK, karena itu Rasulullah yang mengatakan, dan perkataan Rasulullah itu adalah WAHYU dari Allah, Pencipta alam semesta ini

    2. mereka membantah realita (de facto) yang mana de facto tidak berkesesuaian dengan de yure. yaaaa sampai kiamat ga kan nyambung . . . . .

    Mereka membantah, karena berat menerima kebenaran dalil, jadi lebih mengedepankan perasaan, logika mereka yang sempit, dan mengesampingkan perkataan manusia terbaik di dunia ini, yaitu Rasulullah,

    lanjutkan admin!!!!
    semoga Allah senantiasa meridloimu . . . . aamiin

    Aamiin, Jazakumullahu khairan

  54. Jadi ingat waktu Ustadz Budi Ashari Lc menulis artikel tentang “Negara tanpa Pajak”, lalu beliau disanggah dan dibully habis habisan. Lantas beliau berkata enteng: “Saya menulis itu berdasarkan ilmu (Islam) plus solusinya, kenapa dibantah? Jika tidak percaya dengan solusi Islam, coba saja, BERI KAMI SUATU DAERAH ATAU WILAYAH KECAMATAN SAJA, LALU KITA JALANKAN SESUAI SYARIAT TANPA PAJAK, dan saya yakin daerah itu akan berjalan karena dipandu wahyu dari Al Quran dan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam.. “.

    Tapi ya, tantangan beliau belum ada yang berani menjawab

  55. Org pajak itu adalah mrk yg memiliki intelektual tinggi, saya yakin mrk sangat paham mengenai dalil tentang pemungut pajak yg dikabarkan oleh rosululloh….

    Betul, orang pajak banyak orang yang memiliki intelektual tinggi dalam pengetahuan umum,.
    Akan tetapi dalam hal pengetahuan agama dengn pemahaman yang benar, banyak yang tidak paham,.
    Jangankan orang pajak, kyiai saja belum tentu paham pemahaman islam yang benar, makanya banyak yang masih terjerumus dalam amalan-amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah,.

    semoga mrk lebih paham…aamiin

    Aamiin

  56. saya belum paham apa perbedaan maks dengan kharaj?
    bisa antum jelaskan

    Maks itu umum, adapun kharraj itu salah satu istilah dari maks
    Di sana ada istilah-istilah lain yang mirip dengan pajak atau adh-Dharibah diantaranya adalah :
    a. al-Jizyah (upeti yang harus dibayarkan ahli kitab kepada pemerintahan Islam)
    b. al-Kharaj (pajak bumi yang dimiliki oleh negara Islam)
    c. al-‘Usyur (bea cukai bagi para pedagang non muslim yang masuk ke negara Islam)

    Penjelasan yang lebih jelas ada di artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*