Meninggalkan Puasa Bertahun-Tahun Lalu Ingin Bertaubat, Apakah Wajib Mengqadha Puasa Yang Ditinggalkannya?

Cara Mengganti Puasa Yang Sengaja Ditinggal Kan Hukum Puasa Yang Tinggalkan Selama 3 Tahun Cara Bertaubat Dari Membatalkan Puasa Meningglkan Puasa Romadhon Dengan Sengaja Bertahun Bisa Dikodho Bagaimana Cara Menebus Puasa Yang Batal Karena Maksiat

Bagaimana Taubatnya Seorang Muslim Baligh yang Meninggalkan Puasa dengan Sengaja Tanpa Alasan Selama Bertahun-tahun?!?hukum-orang-yang-tidak-puasa

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kawanku Pembaca Seiman yang Semoga selalu dirahmati Allah Ta’ala…
Jangan pernah ada dalam pikiran Anda untuk meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh syari’at, karena perbuatan ini lebih buruk dibandingkan zina dan kecanduan barang yang memabukkan, bahkan bias-bisa Anda diragukan keislamannya dan dikira sebagai orang munafik!
Adz Dzhahaby rahimahullah berkata:

” وعند المؤمنين مقرر أن من ترك صوم رمضان بلا مرض ولا غرض ( أي بلا عذر يبيح ذلك ) أنه شر من الزاني ومدمن الخمر ، بل يشكون في إسلامه ويظنون به الزندقة والانحلال ” انتهى .

“Artinya: “Bagi kaum mukmin telah dinyatakan bahwa siapa yang meninggalkan puasa pada bulan Ramadhan bukan karena sakit atau alasan (yaitu tanpa alasan yang dibolehkan terhadapnya), maka ia adalah lebih buruk daripada perbuatan zina atau kecanduan hal yang memabukkan, bahkan mereka meragukan keislamannya dan mengira ia dengannya adalah seorang zindik (kemunafikan) dan inhilal (pengharaman apa yang dihalalkan-pent). Lihat kitab Al Kabair.

Lalu kalau ada yang tidak berpuasa;
Sedangkan ia muslim, semenjak ia baligh, padahal ia mampu, ia tidak memiliki alasan yang dibenarkan syariatkan untuk meninggalkan puasa, ia melakukannya dengan sengaja dengan mengakui kewajiban hukum puasa,

Dan SEKARANG IA INGIN BERTAUBAT DAN MULAI TAHUN INI BERPUASA, MAKA BAGAIMANAKAH TAUBATNYA; APAKAH BESERTA TAUBAT, IA JUGA HARUS MENGQADHA HARI-HARI YANG IA TIDAK PUASA SELAMA INI, BAGAIMANA JAWABANNYA?

Mari kita perhatikan Fatwa berikut:

Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama:

“الصحيح أن القضاء لا يلزمه إن تاب؛ لأن كل عبادة مؤقتة بوقت إذا تعمد الإنسان تأخيرها عن وقتها بدون عذر، فإن الله لا يقبلها منه، وعلى هذا فلا فائدة من قضائه، ولكن عليه أن يتوب إلى الله عز وجل ويكثر من العمل الصالح، ومن تاب تاب الله عليه.”

Artinya: “Pendapat yang benar, bahwa Qadha tidak wajib baginya jika ia bertaubat, karena setiap Ibadah yang mempunyai ditetapkan dengan sebuah waktu jika seorang manusia dengan sengaja mengakhirkannya dari waktunya (yang sudah ditetapkan) tanpa ada alasan, maka sesungguhnya Allah tidak menerima darinya, berdasarkan hal ini, maka tidak ada faidah dari qadhanya, akan tetapi wajib baginya bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla dan memperbanyak dari amal shalih, dan barangsiapa yang bertaubat maka niscaya Allah menerima taubatnya.” Lihat Majmu Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, 19/no. 14.

” الفطر في نهار رمضان بدون عذر من أكبر الكبائر، ويكون به الإنسان فاسقاً، ويجب عليه أن يتوب إلى الله، وأن يقضي ذلك اليوم الذي أفطره، يعني لو أنه صام وفي أثناء اليوم أفطر بدون عذر فعليه الإثم، وأن يقضي ذلك اليوم الذي أفطره؛ لأنه لما شرع فيه التزم به ودخل فيه على أنه فرض فيلزمه قضاؤه كالنذر، أما لو ترك الصوم من الأصل متعمداً بلا عذر فالراجح أنه لا يلزمه القضاء، لأنه لا يستفيد به شيئاً، إذ أنه لن يقبل منه، فإن القاعدة أن كل عبادة مؤقتة بوقت معين فإنها إذا أخرت عن ذلك الوقت المعين بلا عذر لم تقبل من صاحبها، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: «من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد». ولأنه من تعدي حدود الله عز وجل، وتعدي حدود الله تعالى ظلم، والظالم لا يقبل منه، قال الله تعالى: {وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُوْلَائِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ }. ولأنه لو قدم هذه العبادة على وقتها أي فعلها قبل دخول الوقت لم تقبل منه، فكذلك إذا فعلها بعده لم تقبل منه إلا أن يكون معذوراً.”

Artinya: “Berbuka di siang hari bulan Ramadhan dengan sengaja tanpa alasan termasuk salah satu dosa besar, dengannya seorang manusia menjadi orang yang Fasik, wajib baginya bertaubat kepada Allah, dan mengqadha hari yang ia berbuka itu, maksudnya adalah jika ia berpuasa di siang hari bulan Ramadhan lalu ia berbuka tanpa ada udzur syar’ie maka dia berdosa dan harus mengqadha hari yang ia berbuka tersebut, karena ia ketika memulainya maka ia memegangnya dan masuk ke dalamnya dalam keadaan itu adalah kewajiban, maka wajib baginya qadha (atas berbukanya dengan sengaja) layaknya seperti nadzar.

Adapun jika ia meninggalkan puasa dari awalnya dengan sengaja, tanpa ada alasan apapun, maka pendapat yang lebih kuat adalah ia tidak wajib mengqadha’, karena ia tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa, karena hal itu tidak diterima darinya, hal ini berdasarka kaedah: “Bahwa setiap ibadah yang telah ditentukan waktunya dengan waktu tertentu, mka jika diakhirkan dari waktu yang sudah tentukan tersebut, tanpa alasan, tidak akan diterima dari pelakunya, hal ini berdasarkan Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

« مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ».

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan sebuah amalan tidak ada contohnya dari kami maka amalannya tertolak.”

Dan karena ia telah melampaui batasan-batasan Allah Azza wa Jalla dan pelampauan terhadap batsan Allah adalah sebuah bentuk kezhaliman, dan seorang yang berlaku zhalim tidak diterima darinya, Allah berfirman:

{وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُوْلَائِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ }

Artinya: “Dan Barangsiapa yang melampaui batasan-batasan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang zhalim.” QS. Al Baqarah: 229.

Dan juga karena jika ia mengerjakan ibadah ini sebelum waktunya maka tidak akan diterima darinya, maka demikian pula jika ia kerjakan di luar waktunya maka tidak akan diterima darinya kecuali jika ia mempunyai alasan.” Lihat Kitab Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Ustaimin, 19/no. 45.

Kawanku Pembaca Seiman yang Semoga selalu dirahmati Allah Ta’ala…
Perlu diketahui bahwa permasalahan ini terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama, ada yang diantara mereka yang mewajibkan qadha.

Dan penulis lebih memilih pendapat diatas, karena kuat dalil dan alasan yang beliau kemukakan. Wallahu a’lam.
Semoga bermanfaat.

Ahmad Zainuddin

Selasa, 20 Sya’ban 1433H, Dammma KSA

sumber : http://dakwahsunnah.com/artikel/fiqhsunnah/161-bagaimana-taubatnya-seorang-muslim-baligh-yang-meninggalkan-puasa-dengan-sengaja-tanpa-alasan-selama-bertahun-tahun

Tambahan : 

Tidak Ada Qadha` Bagi yang Sengaja Membatalkan Puasanya

Tidak ada Qadha` Bagi yang Sengaja Membatalkan Puasanya

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata dalam Madarij As-Salikin (1/381):

“Allah Subhanahu telah mensyariatkan untuk mengqadha` puasa Ramadhan bagi orang yang tidak berpuasa karena adanya uzur, seperti: Haid atau safar atau sakit.

Namun Allah tidak pernah mensyariatkan qadha` ini bagi orang yang sengaja tidak berpuasa tanpa ada uzur, tidak ada satu pun nash, tidak pula isyarat, tidak pula tanbih (catatan), dan itu juga tidak sejalan dengan aturan-aturan syariat-Nya.

Argumen terkuat yang kalian[1] miliki hanyalah menganalogikannya dengan tidak berpuasanya orang yang mempunyai uzur.

Padahal aturan-aturan syariat telah baku menetapkan adanya perbedaan antara yang mempunyai uzur dengan yang tidak mempunyai uzur. Bahkan syariat telah mengabarkan bahwa puasa sepanjang tahun pun tidak akan bisa mengqdha` satu hari puasa Ramadhan yang dia tinggalkan tanpa uzur[2], apalagi jika hanya diqadha` dengan satu hari juga.[3]



[1] Maksudnya adalah para ulama yang membolehkan qadha` bagi orang yang tidak berpuasa tanpa uzur.

[2] HR. Abu Daud (2396), At-Tirmizi (723), Ibnu Majah (1672), dan Ahmad (2/386). Hanya saja hadits ini dinyatakan lemah oleh Al-Albani rahimahullah dalam Dha’if Al-Jami’ (5462)

[3] Diterjemah dari Jami’ Al-Fiqhi Ibnu Al-Qayyim (3/97)

sumber : http://al-atsariyyah.com/tidak-ada-qadha-bagi-yang-sengaja-membatalkan-puasanya.html

Print Friendly, PDF & Email

Mengganti Puasa Orang Yg Selama Hidupnya Tidak Pernah Puasa Mengganti Puasa Yang Sengaja Dibatalin Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan Mengganti Puasa Ramadhan Yang Batal Dengan Sengaja Meng Qadha Shalat Padahal Taubat

8 Comments

  1. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    pak kalau dimasa mudanya tidak pernah puasa.tapi kemudian setelah tua bertaubat,dan berusaha menjalankan perintah Allah dan RosulNya.
    apakah dosa-dosa yang telah lalu karena meninggalkan puasa dengan sengaja bisa diampuni .
    mohon penjelasan dan pencerahannya.
    Jazakallah khairan
    Wassalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Dosa yang paling besar adalah SYIRIK.. dosa syirik itu dosanya melebihi dosa meninggalkan shalat atau puasa,.
    Dan Allah mengampuni dosa syirik bagi orang bertaubat dengan sebenar-benar taubat dari perbuatan syirik tersebut,.
    Orang yang diterima taubatnya oleh Allah , itu ibarat seperti orang yang tidak berdosa, dosa-dosanya dihapus dengan cara taubat,.
    Dan Allah maha tahu mana manusia yang benar taubatnya, dan mana yang sekedar main-main dalam tobatnya,.

    • Alhamdulillah.
      terus terang pak masa muda saya, banyak berlumuran dosa dan alhamdulillah Allah telah mengingatkan sehingga saya selalu berusaha untuk menjalankan apa yg diperintahkAN dan berusaha meninggalkan apa yg dilarangNya.

      Dosa-dosa masa lalu, cukup ditaubati dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha)

      Dan jika sudah bertaubat, jangan pernah lagi menyebut-nyebut amalan masa lalu tersebut, tutup rapat-rapat,.

  2. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    Dahulu saya pernah membatalkan puasa beberapa hari di setiap bulan Ramadhan tahun yang berbeda tapi yang saya ingat hanya 4 kali, kemudian saya ganti puasa 6 hari dalam 2 minggu, yang saya tidak ingat saya mohon ampun kepada Allah.
    Apakah yang saya lakukan itu benar atau tidak ?
    Terima kasih mas atas jawabannya.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih mas handoko,.
    Jika anda meninggalkannya bukan karena udzur, maka anda wajib bertaubat, tapi jika meninggalkan puasa karena udzur, maka wajib mengganti,.

  3. pak,bulan ramadan lepas ,saya banyak telan air liur yg rasa makanan sahur.ia kerap kluar ke mulut sampai saya ludah setiap masa,sampai putus asa,saya tlan aja kerna tidak sanggup ludah sampai orang luar perasan.

    sebulan puasa saya kena gnti.hukumnya kalau rasa makanan di tekak, tidak sampai ke mulut bisa ditelan,tapi macam saya,selalunya mesti ke mulut,tidak bisa di tekak aja rasa itu.adakah harus terusan meludah?

    MENELAN AIR LIUR tidak membatalkan PUASA,
    Jadi tidak usah tersiksa dengan kondisi tersebut,. jika air liur keluar di mulut, telan lagi saja,

    • makasih pak jawab soalannya.
      masalahnya air liur itu sentiasa rasa masam masin.rasa itu dari tekak kemudian ke mulut.gak tau harus telan atau ludah keluar?

      masalah lagi bila air liur ada di antara dua bibir,melalui pembacaan ,batal jika telan air liur antara dua bibir.tapi air liur kerap ke bibir bila saya berbicara.jadi telan aja atau ludah keluar?.harap ustaz faham tulisan saya dan bantu saya

      Air liur yang dilarang itu jika dia mengandung sisa-sisa makanan, bukan air liur yang memang keluar dengan sendirinya lalu kita telan lagi,

      Misalkan di gigi kita ada sisa makanan seperti daging, lalu kita bisa mengambil dengan lidah, lalu makanan tersebut ditelan, bukan di buang, nah ini bisa membatalkan,

      tapi jika itu air liur dari dalam, atau kita membasahi bibir kita dengan air liur tersebut secara reflek, bukan dalam rangka sengaja mengeluarkan lalu ditelan lagi,

      Jadi beda perkaranya,. jika itu secara alami saja, maka tidak membatalkan,

      Jadi air liur yang keluar saat berbicara , ya itu kan keluar sendiri, bukan disengaja, dan akan sangat merepotkan jika terus menerus kita membuangnya, maka itu tidak mengapa,.

      • betul pak.memang merepotkan hidup saya.saya terusan batalkan puasa qada saya kerana bila air liur yang dibibir saya telan,saya terus kata,udah batal.

        jadi sampai ke saat ini,puasa qada saya menjadi bertimbun cecah dalam 60 hari sebab masih belum ganti.

        tadi juga puasa qada tapi saya batalkan sebab air liur keluar ke bibir lalu di telan.sudah berpuluh puasa qada saya,semuanya gak selesai.batal di tgh jalan.saya tau dosa pak,saya stres pak.tadi juga saya puasa qada,batal juga.saya trus makan.

        Itulah pentingnya berilmu sebelum beramal,.
        Menelan air liur tidaklah membatalkan puasa,.

  4. Assalamualaikum
    pak semenjak saya remaja ini banyak sekali melakukan dosa
    Seperti selalu meninggalkan shalat wajib,selalu berkata kotor,puasanya selalu bolong tapi tidak sakit

    apakah saya harus mengganti semua itu,seperti mengqadha kan solat dan puasa

    atau harus benar-benar bertaubat nasuha
    Terima kasih atas jawabannya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Cukup bertaubat secara nasuha,
    sebab itu dosa besar, dan ga cukup dgn cara diqadha,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*