Larangan Menyemir Rambut Yang Belum Beruban, Dan Ancaman Tidak Mencium Bau Surga | Hukum Mewarnai Rambut Yang Belum Beruban

Larangan Menyemir Rambut Yang Belum Beruban, Dan Ancaman Tidak Mencium Bau Surga

Hukum Mewarnai Rambut Yang Belum Beruban Hukum Bagi Orang Yang Menyemir Rambut Yang Tidak Beruban Jenggot Yang Masih Hitam Disemir Warna Merah Boleh Tidak? Rambut Bersemir

Hukum Menyemir Rambut yang Belum Beruban

menyemir rambut yang belum berubanBagaimana hukum menyemir rambut yang belum beruban menjadi warna lain?

Padahal rambut tersebut masih dalam keadaan hitam, belum beruban, namun ada yang ingin berpenampilan cantik rupawan dengan menyemirnya.

Ketika Sudah Beruban

Ketika beruban jelas boleh disemir, asalkan dengan warna selain hitam.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim no. 2102).

Ulama besar Syafi’iyah, Imam Nawawi memberikan judul Bab untuk hadits di atas “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.

Bagaimana Kalau Belum Beruban?

Yang jelas jika belum beruban, juga tidak disemir atau tidak diwarnai. Adapun yang dilakukan selama ini adalah karena mengikuti gaya hidup non muslim atau para artis yang fasik. Karena maksudnya seperti itu, tentu saja tidak dibolehkan. Karena kita dilarang untuk tasyabbuh.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031, hasan menurut Al Hafizh Abu Thohir)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Syaikh Shalih Al Fauzan –guru penulis- mengatakan, “Adapun hukum mewarnai rambut wanita yang masih berwarna hitam diubah ke warna lainnya, seperti itu menurutku tidak boleh karena tidak ada faktor pendorong untuk melakukannya. Karena warna hitam sendiri sudah menunjukkan kecantikan. Kalau beruban barulah butuh akan warna (selain hitam). Yang ada dari gaya mewarnai rambut hanyalah meniru mode orang kafir.” (Tanbihaat ‘ala Ahkami Takhtasshu bil Mu’minaat, hal. 14).

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 19 Muharram 1436 H

Oleh Al Faqir Ilallah: M. Abduh Tuasikal, MSc

Artikel Rumaysho.Com

Fatwa Ulama: Larangan Semir Rambut Hitam Berlaku Untuk Siapa Saja?

Fatwa Syaikh Abdurrahman bin Umar Mar’i Al-‘Adeny Soal: Rasulullah telah melarang dari bersemir dengan warna hitam. Apakah hukum tersebut umum, berlaku bagi remaja, orang tua ,dan perempuan ? …

Fatwa Syaikh Abdurrahman bin Umar Mar’i Al-‘Adeny

Soal:
Rasulullah telah melarang dari bersemir dengan warna hitam. Apakah hukum tersebut umum, berlaku bagi remaja, orang tua ,dan perempuan ?

Jawab:
Iya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bersemir dengan warna hitam.

Pada hari penaklukan Makkah, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih seperti pohon tsaghamah (pohon yang daun dan buahnya putih, artinya beliau telah beruban -pent). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ
Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam” [HR. Muslim]

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam juga telah mengabarkan bahwa pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. (Atau sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam) [Mungkin yang Syaikh maksud di sini adalah hadist :

يكون قوم في آخر الزمان يخضبون بهذا السواد ، كحوا صل الحمام ، لا يجدون رائحة الجنة
Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Dawud dan selainnya, dishahihkan oleh al-Albani) ]

Hukum larangan menyemir dengan warna hitam ini umum, berlaku bagi remaja, orang tua, dan perempuan.

Sumber : http://www.olamayemen.net/Default_ar.aspx?ID=6212

Keterangan :
Tulisan di antara tanda [ dan ] adalah dari penerjemah.

Penerjemah: Abu Kaab Prasetyo
Artikel Muslim.Or.Id

sumber :- http://rumaysho.com/9478-hukum-menyemir-rambut-yang-belum-beruban.html

– http://muslim.or.id/11498-fatwa-ulama-larangan-semir-rambut-hitam-berlaku-untuk-siapa-saja.html

 

Arsip Artikel

1 Comment on Larangan Menyemir Rambut Yang Belum Beruban, Dan Ancaman Tidak Mencium Bau Surga

  1. Assalamualaikum wr.wb

    Ada yang ingin sy tanyakan,
    Mengapa Rasullah melarang semir rambut warna hitam?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Perlu diketahui, yang melarang itu adalah ALLAH, rasul hanya menyampaikan apa yang Allah wahyukan, jadi bukan Rasulullah yang melarang,

    terimakasih Deray,.
    Terhadap larangan Allah, kita TIDAK BOLEH BERKATA,.. Kenapa Allah melarang.. karena ini dilarang, ada ayat yang menyatakannya,.
    Kita yang nanti akan ditanya oleh Allah, kenapa melanggar aturan Allah, bukan malah kita yang bertanya kenapa Allah melarang,. ini kurang ajar namanya,. siapa kita, siapa Allah,.

    Dalam setiap larangan Allah, pasti ada MANFAAT bagi manusia yang mematuhinya,.
    Jadi sikap kita, sami’na wa atha’na,. kami dengar dan kami taat

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*