Bangga Berhasil Menzinai Seorang Gadis?.. Jangan Gembira,. Keluarga Anda Juga Akan Dizinai Orang Lain.. Hutang Zina Dibalas Zina,..

Orang Yang Bangga Telah Berzina Salim A Fillah Aslibumiayu Seseorang Yang Selalu Mengajak Dalam Perbuatan Zinah Tidak Bangga Dengan Istri Sendiri Zina

Zina adalah HUTANG ,WAJIB BACA JIKA ENGKAU SAYANG KELUARGAMU!!!

balasan dari zinaKisah ini menegaskan satu hal, al-jaza’ min jinsil ‘amal, balasan itu sesuai dengan perbuatan.

Mari kita sedikit merenungi kisah yang memiliki banyak pelajaran ini:

Sebuah kisah nyata, dan ini dipublikasikan dalam koran-koran Arab. Aku tidak akan menyebutkan namanya. Yang menceritakan kisah ini adalah orang yang melakukannya sendiri. Dan dia meminta agar pihak koran tidak menyebutkan namanya. Dia hanya ingin agar orang-orang mengetahui kisahnya.

Dia mengisahkan, “Ketika sedang di kampus dengan teman-teman, dan punya banyak hubungan dengan gadis-gadis. Pada suatu waktu, aku bertemu seorang gadis dan melakukan hubungan terlarang dengannya. Dan aku tetap melakukannya hingga dia hamil karena berhubungan denganku. Ketika pihak keluarganya mengetahui hal ini, dan gadis tersebut menceritakan kepada kakaknya, dia menghajarku.

Setelah itu, aku berkata kepadanya, “Aku tidak mengenal adikmu. Carilah orang lain yang menghamilinya!”

Aku kemudian meninggalkannya, dan pergi.

Karena memang tidak memiliki bukti untuk membuktikan kesalahanku, mereka meninggalkanku.

Aku melupakan kejadian ini.

Tahun-tahun berlalu.

Pada suatu hari, aku pulang ke rumah dan menemukan ibuku pingsan di lantai. Aku mencoba untuk menyadarkannya. Setiap kali tersadar, ibu berteriak dan pingsan lagi. Aku menyadarkannya untuk kedua kalinya, tapi lagi-lagi ia berteriak dan pingsan. Aku mencoba untuk menyadarkannya tiga kali sampai aku berkata,

“Wahai ibu, apa yang terjadi?”

Ibu berteriak dan berkata, “Saudarimu!”

“Apa yang terjadi dengan saudariku?” tanyaku.

“Saudarimu dihamili tetangga.” Jawab ibu.

Aku pung langsung menemui tetanggaku, dan mulai menyerangnya sampai dia berkata kepadaku dengan kata-kata yang seolah seperti anak panah yang menghunjam hatiku.

Tahukah kalian apa yang ia katakan kepadaku?

Dia mengatakan,

“Aku tidak mengenal adikmu. Coba tanyakan orang lain yang menghamilinya!”

Subhanallah!

Hal yang sama seperti yang kuucapkan kepada keluarga gadis di kampus bertahun-tahun yang lalu.

Balasan tergantung pada amal perbuatannya.

Demikianlah.

Apakah kisah ini selesai? Belum.

Aku mengalami depresi yang berat setelahnya. Kemudian setelah berlalu beberapa tahun, aku memutuskan untuk menikah. Setelah bertunangan dan akad nikah, kami siap untuk pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan, aku mendapatkan kejutan. Calon istriku mengatakan bahwa ia pernah melakukan perbuatan zina sebelumnya. Dia berkata kepadaku, “Tolong tutupi keburukanku, semoga Allah juga menutupi keburukanmu.”

Lalu aku berkata kepada diriku sendiri,

“Sudah cukup ya Allah! Cukup! Cukup! Aku sudah menjalani cukup hukuman!”

Aku menghela nafas –mencoba menelan cobaan ini. Dan aku menghabiskan banyak waktu dengan istriku hingga dia melahirkan seorang bayi perempuan yang bagaikan rembulan.

Kemudian ketika dia berusia 6 tahun, anakku datang dari luar dengan menangis.

Apa yang telah terjadi?

Penjaga rumah telah memperkosanya.

Tidak ada perubahan, atau kekuatan kecuali atas kehendak Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.

Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu, dan Alalh sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).

Saudara-saudariku tercinta…,
Jangan katakan bahwa ini sering terjadi pada orang yang tidak taat. Jangan!

Gadis dari kampus yang berzina dengannya di awal cerita memiliki seorang saudara yang sedih ketika tahu saudarinya diziniai.

Lalu Allah memberikannya hukuman kepada saudari si pemuda, ya!

Dan dia akan mempunyai seorang suami, yang akan Allah uji melalui istrinya.

Gadis itu juga mempunyai seorang ayah yang hatinya hancur karenanya, sehingga Allah mengujinya melalui putrinya!

Balasan tergantung dari amal perbuatannya. Jadi dia harus membawa hukuman atas perbuatannya.

Dan untuk orang-orang yang tidak bersalah dalam kisah ini, maka ini menjadi cobaan bagi mereka. Allah ingin mengangkat derajat mereka, dan menghapus dosa-dosa mereka karenanya.

Saudara-saudariku, Allah cemburu untuk para wanita –yang dinodai kehormatannya. Mahasuci Dia! Dan Dia akan membalaskan dendam untuk mereka.

Maka, berhati-hatilah! –Kisah ini selesai sampai di sini.

Ya Allah, alangkah beratnya balasan bagi pelaku zina.

Membaca kisah di atas, sungguh kita teringat dengan tangisan Imam Asy-Syafi’i tentang dosa zina sebagaimana yang diceritakan oleh Salim A. Fillah, penulis buku-buku best-seller. ( tambahan admin blog ,sayang dia tidak memilih manhajnya imam syafii yang mengikuti manhaj salaf, tapi lebih memilih ikuti HTI, kelompok yang memiliki penyimpangan )

Satu saat Asy Syafi’i ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya?

Wajah Asy Syafi’i memerah, pipinya rona delima.

“Karena,” jawabnya dengan mata menyala, “Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya.”

Ia ditanya lagi: Dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu? Allah berfirman, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”

Asy Syafi’i terdiam… Ia menunduk, Ia menangis.

Setelah sesak sesaat, ia berkata…, “Karena zina seringkali datang dari cinta dan cinta selalu membuat kita iba .. Dan syaitan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintai-Nya.”

Ia ditanya lagi, “Dan mengapa, Allah berfirman pula, “Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” Bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?

Janggut Asy-Syafi’i telah basah, bahunya terguncang-guncang.

“Agar menjadi pelajaran…”
Ia terisak…

“Agar menjadi pelajaran…”
Ia tersedu…

“Agar menjadi pelajaran…”
Ia terisak…

Lalu ia bangkit dari duduknya, matanya kembali menyala, “Karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang. Hutang, sungguh hutang… dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!”

Ya, hindarilah segala yang tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah hutang, hutang, hutang. Jika engkau berhutang, maka ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu.

Barangsiapa berzina, maka akan ada yang dizinai, meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah hal ini jika engkau termasuk orang yang berakal.
Semoga bermanfaat.

IKHWATIE….
SADARILAH…
ZINA BERMULA dr hal-hal sepele…

awalnya hanya karena kekagumaan,saling sms,tanya kabar,telpon2an…

ketemuan ….

itulah awal mula syetan mengiring kta pada perzinaan.

Wallahu ‘alam.

sumber : status di whatsapp

Print Friendly, PDF & Email

Zina Bumiayu Jangan Bangga Dengan Hutang Hukum Bangga Dengan Dosa Balasan Dari Allah Balasan Tergantung Dengan Perbuatan

6 Comments

  1. Bagaimana dengan derajat kisah ini?pengin nyebar tapi takut klo kisah palsu…

    Itu kisah nyata,. dan kasus yang serupa dengan ini banyak,. salah satunya sudah saya posting juga, suami doyan selingkuh, eh istrinya diselingkuhi oleh sahabat dekatnya silahkan baca disini

  2. maaf, bukannya dosa seseorang tidak ditanggung oleh orang lain (walaupun nasabnya)..?
    tolong dijelaskan.

    Ini tidak ada hubungan dosa seorang ditanggung orang lain, ini adalah pengaruh maksiat yang dilakukan oleh seseorang akan berpengaruh pada yang lainnya,.

    Maksud keluarganya ada yang dizinai, itu tidak identik dizinai secara paksa, bisa saja suka sama suka,. pacaran lalu berzina, dll,. dan tentu dosanya ditanggung oleh pelakunya,. jadi ga ada ditanggung oleh orang lain,.

    Jika ada orang yang berzina dengan cara membayar, maka bisa saja keluarga dia akan berzina dengan cara gratis,.

  3. Saya pernah denger kisah ini,
    Baru minggu kemarin di share sama temen2!
    saya baru baca artikel ini, ingat lagi dah…
    Terimakasih artikelnya..

    Alhamdulillah

  4. Mohon pencerahannya.

    Saya banyak mengetahui perzinahan di keluarga saya.
    Ada oom saya. Lalu ayah saya(tapi belum terbukti) karena ibu saya pernah menceritakan ke saya bahwa ada kondom di tas beliau.
    Lalu saya dengan suami saya skrg, sebelum kami menikah kami sering melakukan petting.
    dan saya juga mengetahui bahwa ipar saya ternyata ada juga yang berzinah.

    Sekarang saya dan suami sudah bertaubat, kami skrg lebih dalam lagi mempelajari agama sesuai al quran dan assunnah. Dan skrg kami merasa sangat malu sekali kpd Allah.

    Saat ini kami sudah dikarunai anak perempuan. Dan itu yang membuat saya terkadang merasa takut. Apakah kami masih bisa mendidik dia menjadi wanita sholehah dan taat kepada Allah dan memohon agar dijauhkan dari perbuatan zina? padahal orang tua dan keluarganya dulunya seperti itu.

    Didiklah anak perempuan anda dengan pendidikan yang benar, yaitu pendidikan yang mengajarkan islam dengan pemahaman yang benar,
    Jauhkan dia dari teman-teman yang buruk agamanya, jangan berikan anak fasilitas yang dapat merusak fitrahnya, seperti hape,internet, agar bisa mencegah sedari dini,.
    Perbanyak anda beramal shalih, bertaubat,istighfar, dan berdoa kepada Allah untuk kebaikan anda, juga anak anda,.

    Dan ingat,. masa lalu yang sudah ditaubati, jangan dibuka lagi, jangan diceritakan kepada orang lain, kecuali kepada orang yang faham agama, karena ingin meminta fatwa atau nasehat,

  5. kejam banget, masa bapaknya yg zina, anaknya jadi diperkosa. salah apa anaknya?

    ini atas adasr apa sih, ada hadist/ ayat Al-Qurannya gt? tolong jangan jd bikin persepsi yg negatif deh

    Jangan baper mas,

  6. Sedih saya baca ini.
    Saya sendiri adalah anak hasil zina kedua orang tua saya, dan saya perempuan. Kepada siapa nanti lamaran harus diajukan sedangkan saya tidak punya wali?

    Bagaimana saya harus menjelaskan kpd calon suami dan keluarganya nanti mengenai nasab saya?

    Saya tidak ingin menyebar aib orang tua, tetapi saya tidak mungkin pakai nama ayah (biologis) saya karena secara syari’ah dia bukan ayah saya.

    Semoga awal yang buruk tidak menjadikan akhir yang buruk pula.

    Wali anda adalah petugas KUA yang berwenang, wali hakim lah yang akan menikahkannya,

    Dan anak zina tidak punya ayah, bin nya ke ibu,

    Bisa saja akad nikah dilakukan di kantor KUA, sehingga di rumah tinggal walimahnya,

    Atau akad nikahnya duluan, walimahnya menyusul, saat akad nikah undang kerabat dekat saja,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*