Jangan Mau Menjadi Korban Lagi, Tidakkah Mengambil Pelajaran Dari Penggulingan Presiden Suharto? Mana Buah Reformasi? Nol.. Repot Nasi Iya,..

Antara Abdullah bin Saba , Orde Baru , ISIS dan Teror Paris

pahlawan reformasiSeorang muslim kadang tidak sadar bahwa ia telah mengikuti pemikiran non muslim dan berjalan dengan agenda mereka. Saya ingat betul sebagaian kaum muda Islam terpedaya dengan agenda barat untuk menjatuhkan Suharto di akhir kekuasaannya, tahun 1998.

Sedikit belajar agama terus kemudian sudah merasa mengetahui agama secara kaffah. Yang selanjutnya bisa ditebak mereka terbawa arus agenda barat yang tentu tujuannya adalah kekacauan di negeri negeri Islam. Bahu membahu bersama antek barat mengacaukan Indonesia.

Hampir sama dengan para akademisi muslim yang jadi liberalis, yang meracau kesana kemari menjajakan agenda liberalisasi barat. Sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja.

Saya ingat betul kaum tua di MUI dan DDII waktu itu mencegah mereka terseret arus ini. Arus menggulingkan Suharto yang notabenenya di akhir akhir kekuasaanya banyak menguntungkan posisi politik ummat Islam. Dan banyak merugikan posisi politik musuh musuh Islam.

Saya betul betul mengikuti bagaimana kelompok yang dinamakan kelompok Pro Demokrasi waktu itu secara sistematis dan massif bergerak secara pasti dalam upaya menggulingkan Suharto. Dan tentunya musuh musuh Islamlah di balik itu semua. Saya yakin itu karena saya tahu persis hulunya ada dimana dan siapa saja tokoh utama penggeraknya. Isu gelontoran dana milyaran dari Asing bukanlah isapan jempol meski sulit dibuktikan.

Sayang sebagian aktifis Islam terpedaya dengan arus ini, saya ingat betul bagaimana mereka grudak gruduk bareng dengan salah satu icon perlawanan waktu itu. Berdemo dimana mana, dengan agenda yang sama dengan Forkot, PRD, PMKRI dari kelompok kiri dan nasrani. Akhirnya sang icon ini tidak menikmati kue kekuasaan yang sudah ia incar waktu itu. Ummat Islam tidak dapat kue hasil reformasi.

Ibarat disuruh mendorong mobil mogok, setelah mobil hidup mereka ditinggal.

Kejadian di Paris kalaulah yang melakukan adalah muslim maka ia pastilah muslim yang terpedaya dengan agenda musuh Islam. Begitu juga ISIS kalaulah mereka memang seorang Muslim maka pastilah ia muslim yang terpedaya.

Saya jadi ingat Abdullah bin Saba,yang disebutkan oleh Ibnu katsir dalam Bidayah wa Nihayah sebagai seorang yahudi yang menampakan keislaman, salah satu biang kekacauan di zaman Khalifah Utsman Bin Affan.Berapa banyak pemuda Islam yang terpedaya olehnya.

Pun demikian saya jadi ingat zaman orde baru merepresi ummat Islam. Zamannya Ali Murtopo, LB Murdani cs. Banyak intel intel yang pura pura ikut halaqoh halaqoh kajian tapi kemudian ternyata punya agenda meradikalisasi gerakan Islam waktu itu. Yang dengan itu orde baru waktu itu punya legitimasi kuat untuk merepresi menekan ummat Islam.

Setali tiga uang antara Abdullah bin Saba, Orde Baru , Teror Paris dan ISIS.

Sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja. WAL ‘IYADZU BILLAH

** coretan mantan aktifis mahasiswa**

sumber : Postingan fb ustadz Suhuf

You May Also Like

Silahkan tinggalkan komentar di sini