Mengatakan Allah Punya Dua Tangan, Itu Dianggap MUJASSIMAH? Wah, Kurang Piknik Kayaknya..

Allah Punya Tangan Alloh Punya Tangan Apa Allah Punya Tangan Aswaja Allah Memiliki Dua Tangan Benarkah? Tihan Memiliki Tangan Keyakinan Kaum

Empat Yang Allah Ciptakan Dengan Tangan-Nya, Yang Lain Dengan Ucapan “Kun”

Menetapkan tangan bagi Allah bukan mujassimahShahabat Abdullah bin Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma pernah berkata,

خلق الله أربعة أشياء بيده: العرش، وجنات عدن، وآدم، والقلم

“Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya:

[1] Al-‘Arsy

[2] surga Al-‘Adn

[3] Nabi Adam

[4] dan Al-Qalam(pena).”[1]

Kemudian dalam riwayat yang lain, oleh At-Thabrabi dalam tafsirnya

قال لكل شيء كن فكان

“(Kemudian Allah) berfirman kepada seluruh makhluk “kun”(‘Jadilah’), maka jadilah ia”

Jadi selain empat hal yang disebutkan, mahluk lainnya diciptakan dengan kata “kun”.

 

Ada juga Ulama yang berpendapat yang kelima yaitu kitab taurat ditulis dengan tangan Allah.

Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

قال أهل العلم: وكتب الله التوراة بيده، وغرس جنة عدن بيده.

“Ahli ilmu berkata, Allah telah menulis kitab Taurat dengan tangan-Nya dan membuat/menanam surga ‘Adn dengan tangan-Nya”[2]

Dalil rinciannya:

1.Allah ciptakan Nabi adam dengan tangan-Nya

 

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ

 “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” ( Shaad: 75)

2. Dalil menanam Surga ‘Adn dengan tangan-Nya

dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً قَالَ هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَ مَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ ادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمْ فَيُقَالُ لَهُ أَتَرْضَى أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ رَضِيتُ رَبِّ فَيَقُولُ لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ فَقَالَ فِي الْخَامِسَةِ رَضِيتُ رَبِّ فَيَقُولُ هَذَا لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ وَلَكَ مَا اشْتَهَتْ نَفْسُكَ وَلَذَّتْ عَيْنُكَ فَيَقُولُ رَضِيتُ رَبِّ قَالَ رَبِّ فَأَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً قَالَ أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ قَالَ وَمِصْدَاقُهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ } الْآيَةَ

 

“Musa bertanya kepada Rabbnya, “Apa ciri penghuni surga yang paling rendah kedudukannya?”

Allah menjawab, “Yaitu orang yang datang setelah semua penghuni surga dimasukkan ke dalam surga.”

Lalu dikatakan kepada orang ini, “Masuklah ke surga!”

Orang ini menjawab, “Wahai Rabbku, bagaimana mungkin aku bisa masuk, sementara mereka sudah menempati tempat masing-masing dan mengambil bagian mereka?”

Maka dikatakan kepada orang ini, “Apakah kamu mau mendapatkan bagian kerajaan seperti seorang raja di antara raja-raja dunia?”

Orang itu menjawab, “Aku rela, wahai Rabbku.”

Rabb mengatakan, “Itu bagianmu ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu,”

pada kali kelima, orang itu mengatakan, “Aku rela, wahai Rabbku.”

Rabb mengatakan, “Ini bagianmu ditambah sepuluh kali lipatnya. Dan kamu mendapatkan apapun yang kamu inginkan dan matamu menyukainya.”

Orang itu mengatakan, “Aku rela, wahai Rabbku.”

Musa mengatakan, “(Bagaimana dengan) orang yang paling tinggi kedudukannya?” Rabb menjawab, “Mereka itu, orang pilihan-Ku, Aku menanam kemuliaan mereka (yaitu balasan surga ‘adn) dengan tangan-Ku sendiri, dan Aku menutup (kemulian itu), ia belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terdetik dalam hati.” Perawi berkata, “Dalilnya terdapat dalam firman Allah, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang disembunyikan dari mereka …” sampai akhir ayat. (QS. As-Sajdah: 17).[3]

 

3.Dalil menulis Taurat dengan Tangan-Nya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« احْتَجَّ آدَمُ وَمُوسَى فَقَالَ مُوسَى يَا آدَمُ أَنْتَ أَبُونَا خَيَّبْتَنَا وَأَخْرَجْتَنَا مِنَ الْجَنَّةِ فَقَالَ لَهُ آدَمُ أَنْتَ مُوسَى اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِكَلاَمِهِ وَخَطَّ لَكَ بِيَدِهِ أَتَلُومُنِى عَلَى أَمْرٍ قَدَّرَهُ اللَّهُ عَلَىَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِى بِأَرْبَعِينَ سَنَةً » . فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم « فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى » .

“Adam dan Musa berdebat, lalu Musa berkata, Wahai Adam! Engkau adalah nenek moyang kami, engkau telah mengecewakan kami dan mengeluarkan kami dari surga.” Maka Adam menjawab, “Engkau Musa, Allah telah memilihmu untuk berbicara dengan-Nya, dan Dia telah menuliskan untukmu (kitab Taurat) dengan tangan-Nya, apakah engkau mencelaku terhadap sesuatu yang telah ditaqdirkan Allah 40 tahun sebelum Dia menciptakanku?!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maka Adam mengalahkan Musa dalam hujjahnya, maka Adam mengalahkan Musa dalam hujjahnya.”[4]

 

Catatan:

Banyak orang yang salah paham bahwa yang diucapkan Allah ketika hendak menciptakan adalah “kun fayakun”. Ini salah, yang benar adalah “kun” saja. Sedangkan fayakun artinya adalah “maka jadilah ia”

 

@Pogung Dalangan, Yogyakarta Tercinta

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

 

 

[1] HR. Hakim dalam Mustadrak, Adz-Dzahani berkata dalam At-Talkhis “shahih”

[2] Syarh Aqidah Al-Wasithiyyah, Maktabah As-Salafiyyah

[3] HR. Muslim no. 189

[4] HR. Muslim

sumber : https://muslimafiyah.com/empat-yang-allah-ciptakan-dengan-tangan-nya-yang-lain-dengan-ucapan-kun.html

 

Print Friendly, PDF & Email

Hadits Ayat Allah Punya Tangan Dalil Yang Mengatakan Allah Punya Tangan Dalil Sifat Allah Memiliki Dua Tangan Dalil Allah Punya Tangan Benarkaj Allaj.mempunyai Tangan

5 Comments

  1. Apa itu mujassimah?

    Mujassimah menurut “aswaja” Mujassimah adalah orang yang membendakan Tuhan. Menyatakan Tuhan itu bersifat materi.
    Ketika kita menyampaikan ayat quran bahwa Allah punya dua tangan, mereka menganggap orang yang mengatakan seperti itu berarti membendakan Allah, padahal bukan itu yang kita maksud, kita sekedar menyampaikan, bukan menjelaskan seperti apa kedua tangan Allah tersebut,.

  2. Uraian sejelas itu tak bakalan masuk pikiran ASWAJA ABRAKADABRA, yang penting apa kata kyainya bagi mereka. Padahal yang mujassimah ASWAJA sendiri, dengan menganalogikan “tangan” Allah seperti tangan kita sebagai manusia.

    Padahal “tangan” Allah gak bisa/boleh dibayangkan, dibendakan, ataupun diserupakan.

    Betul Kang Budhi, yang mujassimah mereka sendiri, yang mutasyabihah mereka sendiri, bahkan yang muatillah ya mereka sendiri,.
    Mereka yang menganggap sifat Allah tersebut seperti benda, mereka sendiri yang menyamakan Allah dengan makhluknya, dan mereka yang membuang atau memalingkan sifat Allah tersebut..
    Itu semua dilakukan karena salahnya memahami kabar dari Allah,. salah dalam memahami sifat Allah menurut para sahabat,.

  3. jadi kalau begitu maksud ayat ini gimana? ”

    كل شيء هالك إلا وجهه
    apakah sama ayat tsb tidak boleh di takwil?
    kalau mengatakan arti yadun tangan, walaupun tidak niat menyerupakan alloh dengan makhluk, tetap aja artinya nya menyerupakan, karena tangan itu ada nya di makhluk, bagaimana mungkin kita mengatakan tidak menyerupakan alloh dengan makhluk tapi kita mengatakan alloh mempunyai tangan, sungguh pemahaman yang gak masuk akal..

    Aswaja berpendapat yadun, wajhun, adalah ayat-ayat mutasyabihat yang bisa dipahami dengan di takwil, contoh yadun, artinya kekuasaan Alloh, wajhun, artinya Kerajaan, atau agama alloh,

    Tidak boleh ditakwil,..
    Arti wajah tetap wajah Allah,.

    Penyebutan sebagian bukan berarti menghilangkan sebagian,.

    contoh simpel saja,.

    jika saya katakan,. si budi kok belum datang juga batang hidungnya,..
    Apakah jika si budi datang itu cuma batang hidungnya doang yang datang, bukan seluruh tubuhnya?

    Allah mengatakan sebagian saja, itu bukan berarti tangan Allah, Kaki Allah itu akan hancur, dan tersisa wajah doang,.
    Tapi menunjukan Bahwa Allah tidak ikut hancur, bukan wajahnya saja yang tidak hancur,.

    Ini kesalahan aswaja,. salah dalam memahami,.

    Contoh lagi, jika YADUN itu diartikan sebagai kekuasaan,.
    Maka apakah arti ayat ini,. mau ditakwil?

    Allah Ta’ala berfirman,

    قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ

    “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” ( Shaad: 75)

    Allah menyebutkan DUA TANGAN,.

    Masih tentang tangan, Allah menyebut TANGAN KANAN,.
    firman Allah,

    وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ

    “Dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya” [ QS. Az Zumar: 67]

    • Tidak semua makhluk memiliki tangan mas. Apakah hal ini berarti saya sedang menyerupakan makhluk tsb dengan Allah yang tidak memiliki tangan?

      Allah bisa melihat,
      Manusia juga bisa melihat,
      Ini bukan berarti kita menyamakan Allah dengan makhluknya,. tapi jika kita mengatakan cara melihatnya allah itu sama seperti melihatnya manusia,.. ini baru namanya menyerupakan Allah dengan makhluknya,.
      mudah-mudahan paham

  4. Jika saja di dunia ini ada makhluk yg bernama kaki, maka di sana ada berbagai bentuk kaki yg beraneka ragam tidak sama satu dgn lainnya dalam bentuknya, ada kaki meja, kaki gajah, kaki onta, kaki semut, kaki manusia, kaki kursi, kaki bebek dll.

    Semuanya namanya kaki, tapi sama dalam nama tidak mesti sama dalam bentuknya. Padahal yg disebutkan di atas adalah semuanya milik makhluk.

    Kalau antara makhluk saja sudah demikian berbeda, apalagi antara khalik (Allah) dgn makhluk, jelas berbeda dan tidak sama.

    Demikian halnya dgn tangan, tangan Allah tidak sama dgn tangan makhlukNya.

    Allah punya sifat penyayang, makhluk pun punya sifat penyayang, namun jelas sifat penyayang nya Allah berbeda dengan yg dimiliki makhlukNya.

    Sekali lagi, sama dalam nama tidak mesti sama dalam bentuknya. Kita cukup mengimani sifat2 Allah yg ada dalam Al Qur’an dan Hadits yg sahih tanpa tamtsil, tasybih, takyif, ta’thil. Allahu A’lam.

    Betul mas,. kesalahan mereka dalam memahami sifat Allah itu yang membuat mereka NGAWUR dan fatal dalam memahami sifat yang Allah sendiri yang mengatakan,>

    Mereka memahami Sifat Allah, tapi menggunakan STANDAR MAKHLUK
    Ketika Allah mengatakan memiliki tangan, yang terpikir di orang yang memiliki pemahaman menyimpang itu adalah tangan makhluknya,.
    Padahal sudah jelas Allah berkata, Allah tidak serupa dengan makhluknya,. mereka lupa akan hal ini,.

    Padahal yang simpel saja, nanti di surga ada sungai,. di dunia pun ada sungai, apakah sama?? TIDAK SAMA SAMA SEKALI, Kenapa? karena hal-hal yang ada di surga itu tidak pernah terbetik dalam hati, dilihat oleh mata, atau didengar oleh telinga,.

    Sama-sama sungai saja sudah beda, apalagi tentang Allah,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*