Bagaimana Perlakuan Saudi Terhadap Pemulangan Diplomat IRAN? Sangat Kontras Dengan Perlakuan Yang Dialami Oleh Diplomat Saudi Di Iran

Begini Perlakuan Negeri Syiah Iran Kepada Diplomat Saudi

begini perlakuan iran pada diplomat saudiRIYADH / JEDDAH – diplomat Iran meninggalkan Kerajaan dalam damai dan keamanan terjamin, sementara diplomat Saudi harus dievakuasi melalui Dubai ketika tiba di rumah.

Kondisi di sekitar Kedutaan Besar Iran di Riyadh dan konsulat di Jeddah terlihat normal dan kondusif, sementara kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad telah dibakar oleh massa yang marah.

48 jam ultimatum yang diberikan kepada duta besar Iran untuk meninggalkan Kerajaan berakhir tepat sebelum tengah malam pada hari Senin dan diplomat Iran meninggalkan rumah dalam kondisi yang aman dan nyaman.

Sebaliknya, diplomat Arab mengalami ancaman kematian yang mereka terima pada hari Sabtu. Mereka mengatakan para pengunjuk rasa Iran mulai berkumpul di sekitar kedutaan dan konsulat dalam jumlah besar dan mulai melemparkan batu diikuti oleh bom molotov yang membakar bagian utama dari kedua bangunan. Mereka mengatakan massa yang marah menyerbu kedutaan dan konsulat, mereka merusak dokumen dan mengambil barang-barang berharga. Sebanyak 33 diplomat Arab dan keluarga mereka tiba di Dubai di mana mereka tinggal selama dua malam sebelum mereka diterbangkan ke Kerajaan. Mereka tiba di Jeddah, Riyadh, Qassim, Abha dan Taif.

Para diplomat Saudi mengatakan mereka tidak takut untuk diri mereka sendiri tapi mereka khawatir akan keselamatan keluarga mereka. Saeed Al-Amri, seorang diplomat di kedutaan Saudi di Teheran, putrinya yang berusia dua tahun yang bernama Hala mengalami jam-jam paling menakutkan dalam hidupnya ketika pemerintah Iran sengaja memotong listrik ke rumah mereka.

“Saya dan istri saya harus menggunakan lampu ponsel untuk menerangi rumah karena anak-anak menangis akibat kegelapan,” kata Amri, yang menghabiskan lima tahun di Teheran.

“Pemerintah Iran secara terbuka menghasut orang untuk mengambil tindakan melawan Arab Saudi dan kepemimpinannya,” katanya.

sumber : terjemahan dari http://saudigazette.com.sa/saudi-arabia/saudi-arabia-and-iran-present-contrasting-pictures/

You May Also Like

2 Comments

  1. Sedikit setback tentang riwayat proses hukum Nimr el Nimr. Nirm el Nimr adalah aktivis Syi’ah di Arab Saudi, tahun 2010 ia ditangkap pemerintah Arab Saudi sebagai tersangka makar & indikasi mendirikan daulah (negara) di wilayah perbatasan antara Arab Saudi & Bahrain. Tahun 2012 ia didakwa sebagai teroris, tahun 2015 divonis hukuman mati, dan 2016 di eksekusi. Terlepas dakwaan itu, benar atau tidak, namun itulah yg didakwa kan oleh pemerintah Arab Saudi kepada Nirm El Nimr.

    Entah apa yang ada dibenak pemerintah Iran, ketika mereka meresponse berita eksekusi hukuman mati Nirm el Nimr secara berlebihan (over reaction), hingga membiarkan rakyat-nya yang memprotes, membakar kedutaan besar Arab Saudi di Teheran? Apa karena egosentris sesama syi’ah? Sebab, paling tidak ada 3 hal yg dilupakan pemerintahan Iran dari kejadian tersebut ;

    1. Fakta bahwa Nimr el nimr adalah warga negara Arab Saudi. Se-tidak setuju apapun Iran, mereka tidak punya hak sama sekali mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dalam hal ini Arab Saudi.

    2. Nimr el nirm, didakwa atas tuduhan makar & indikasi separatis. Perlu diketahui, di negara dimanapun didunia ini, tidak akan memberi ruang bagi aktifitas sparatis yang terjadi dinegara yg berdaulat.

    3. Kedutaan besar sebuah negara, adalah wilayah berdaulat sebuah negara di wilayah negara lain yang memiliki hubungan diplomatik. Hukum internasional melindungi-nya sebagai wilayah berdaulat negara pemilik kedutaan tersebut. Membakar ataupun menyerang sebuah kedutaan besar, sama nilai-nya dengan melakukan ‘serangan’ ke negara tersebut.

    Luar Biasa Sentilan Politik Arab Saudi Terhadap Iran Majusi

    yap…saudi memang beda mas.. kebijakannya perlu diacungi jempol

Silahkan tinggalkan komentar di sini