Dijatuhkan Dari Bangunan Yang Tinggi, Lalu Dilempari Batu, Itulah Hukuman Bagi Gay / Homosex..

Hukuman Dijatuhkan Dari Ketinggian Hukuman Dengan Cara Dilempari Batu Hukuman Dengan Cara Dilempar Batu Eksekusi Mati Ala Isis Dijatuhkan Dari Atas Gedung Fhoto Hukuman Potong Tangan Arab

HUKUMAN MATI Bagi Para Pelaku Homoseksual

hukuman bagi gayYang di terapkan  di Negeri dengan Sistem Syariat Islam !
Yaitu di buang dari Tempat yang Tinggi dan di Lempari Batu sampai mati, sesuai beberapa petunjuk Dalil yang Shohih. penjelasannya berikut ini :


Karena kekejian dan kejelekan perilaku homoseksual telah mencapai puncak keburukan, sampai-sampai hewan pun menolaknya. Hampir-hampir kita tidak mendapatkan seekor hewan jantan pun yang mengawini hewan jantan lain. Akan tetapi keanehan itu justru terdapat pada manusia yang telah rusak akalnya dan menggunakan akal tersebut untuk berbuat kejelekan.

Dalam Al-Qur’an Allah menyebut zina dengan kata faahisyah (tanpa alif lam), sedangkan homoseksual dengan al-faahisyah (dengan alif lam), (jka ditinjau dari bahsa Arab) tentunya perbedaan dua kta tersebut sangat besar.

Kata faahisyah tanpa alif dan lam dalam bentuk nakirah yang dipakai untuk makna perzinaan menunjukkan bahwa zina merupakan salah satu perbuatan keji dari sekian banyak perbuatan keji. Akan tetapi, untuk perbuatan homoseksual dipakai kata al-faahisyah dengan alif dan lam yang menunjukkan bahwa perbuatan itu mencakup kekejian seluruh perbuatan keji.

Maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.


مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian” [QS.Al-A’raf/7: 80]

Mereka disebut juga sebagai orang-orang yang melampaui batas :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melapaui batas” [QS.Al-A’raf/7 : 81]. Artinya, mereka melampaui batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Allah menamakan mereka sebagai kaum perusak dan orang yang zhalim .

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ ﴿٣٠﴾ وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ

”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [QS. Al-Ankabut/29: 30-31]

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan hukuman pelaku homo,

Pertama, mereka mendapatkan Laknat dan Azab dari ALLAH :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

“Ingatlah Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya, kalian telah melakukan al-fahisyah, yang belum pernah dilakukan seorang pun di alam ini.‘” (QS. Al-Ankabut:28)

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Hud: 82).

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا

Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth… Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth… 3 kali. –(HR. imam Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR. imam Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ

“Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” –[HR imam Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

Kedua, dihukum bunuh, baik yang jadi subjek maupun objek.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya!” (HR. imam Ahmad 2784, Abu Daud 4462, dan disahihkan al-Albani).

Para Ulama pengikut madzhab Hambali menukil ijma’ (kesepakatan) para sahabat yang mengatakan bahwa hukuman homoseks adalah dibunuh. Mereka berdalil dengan hadits: “Barangsiapa yang kalian dapatkan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”.

Mereka juga berdalil dengan Sikap Ali Radhiyallahu ‘anhu yang menghukum rajam orang yang melakukan homoseksual. Imam Syafi’i berkata : “Dengan ini, kita berpendapat merajam orang yang melakukan perbuatan homoseksual, baik dia seorang muhsan atau bukan”.

Dan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Khalid bin Walid bahwa pernah ada di pinggiran kota Arab ; seorang laki-laki yang dinikahi sebagaimana dinikahinya seorang perempuan. Maka dia menulis surat kepada Abu Bakar Shiddik Radhiyallahu ‘anhu. Abu Bakar lalu bermusyawarah dengan para sahabatnya.

Orang yang paling keras pendapatnya adalah Ali Radhiyallahu ‘anhu. Dia berkata, “Tidaklah melakukan perbuatan ini kecuali hanya satu ummat dan kalian telah mengetahui apa yang telah Allah lakukan kepada mereka. Aku berpendapat agar dia dibakar dengan api”. Kemudian Abu Bakar mengirim surat kepada Khalid bin Walid untuk membakarnya.

Ulama, Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Para sahabat telah menerapkan hukum bunuh terhadap pelaku homoseks. Mereka hanya berselisih pendapat bagaimana cara membunuhnya”
Beliau menyebutkan riwayat dari Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhu.

Ketika beliau diberi tugas oleh Khalifah Abu Bakr Radhiyallahu ‘anhu untuk memberangus pengikut nabi-nabi palsu, di pelosok jazirah arab, Khalid menjumpai ada seorang lelaki yang menikah dengan lelaki. Kemudian beliau mengirim surat kepada Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Mari Kita simak penuturan Ibnul Qoyim,


فاستشار أبو بكر الصديق الصحابة رضي الله عنهم فكان على بن أبي طالب أشدهم قولا فيه فقال ما فعل هذ الا أمة من الأمم واحدة وقد علمتم ما فعل الله بها أرى أن يحرق بالنار فكتب أبو بكر الى خالد فحرقه

Abu Bakr as-Shiddiq bermusyawarah dengan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Ali bin Abi Thalib yang paling keras pendapatnya. Beliau mengatakan,


“Kejadian ini hanya pernah dilakukan oleh satu umat, dan kalian telah mengetahui apa yang Allah lakukan untuk mereka. Saya mengusulkan agar mereka dibakar.”

Selanjutnya Abu Bakr mengirim surat kepada Khalid, lalu beliau membakar pelaku pernikahan homo itu.

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Dipertontonkan dari bangunan yang paling tinggi lalu dilemparkan (ke bawah) diikuti lemparan batu”.

Dengan demikian hukuman bagi pelaku homoseks adalah bisa dengan cara dibakar, dirajam dengan batu, atau bisa dengan di-lempar dari bangunan yang paling tinggi yang diikuti lemparan batu, atau dipenggal lehernya. Ada pula yang mengatakan ditimpakan tembok kepadanya.

Imam Ibnul Qoyim melanjutkan pendapat Ibnu Abbas,


وقال عبد الله بن عباس ان ينظر أعلا ما في القرية فيرمى اللوطى منها منكسا ثم يتبع بالحجارة وأخذ ابن عباس هذا الحد من عقوبة الله للوطية قوم لوط

Sementara Ibnu Abbas mengatakan,

“Lihat tempat yang paling tinggi di kampung itu. Lalu pelaku homo dilemparkan dalam kondisi terjungkir. Kemudian langsung disusul dengan dilempari batu.”

Ibnu Abbas berpendapat demikian, karena inilah hukuman yang Allah berikan untuk pelaku homo dari kaumnya Luth. –(kitab al-Jawab al-Kafi, hlm. 120)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,


وَقَدْ وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ الْمَرْوِيِّ فِي السُّنَنِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ مَرْفُوعًا “مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ”.
وَذَهَبَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ فِي قَوْلٍ عَنْهُ وَجَمَاعَةٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ إِلَى أَنَّ اللَّائِطَ يُقْتَلُ، سَوَاءٌ كَانَ مُحْصَنًا أَوْ غَيْرَ مُحْصَنٍ، عَمَلًا بِهَذَا الْحَدِيثِ.
وَذَهَبَ الْإِمَامُ أَبُو حَنِيفَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ إِلَى أَنَّهُ يُلْقَى مِنْ شَاهِقٍ، ويُتبَع بِالْحِجَارَةِ، كَمَا فُعِلَ اللَّهُ بِقَوْمِ لُوطٍ، وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ.

“Dan telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dalam kitab-kitab Sunnah dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda),


مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, kaka bunuhlah kedua pelakunya.”

Mazhab Al-Imam Asy-Syafi’i dalam satu pendapat yang diriwayatkan dari beliau dan sekelompok ulama (mazhab lainnya) bahwa pelaku hubungan sejenis harus dihukum mati (oleh Pemerintah), sama saja sudah pernah menikah atau belum, sebagai pengamalan terhadap hadits ini.

Adapun Mazhab Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah hukumannya adalah dilempar dari tempat yang tinggi lalu disusul dengan lemparan batu, sebagaimana yang Allah lakukan kepada kaum Luth, wallaahu subhanahu wa ta’ala a’lam bish showaab.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/342]

Bahkan hukuman mati terhadap pelaku hubungan sejenis adalah kesepakatan seluruh sahabat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,


وَأَطْبَقَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَتْلِهِ، لَمْ يَخْتَلِفْ مِنْهُمْ فِيهِ رَجُلَانِ، وَإِنَّمَا اخْتَلَفَتْ أَقْوَالُهُمْ فِي صِفَةِ قَتْلِهِ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّ ذَلِكَ اخْتِلَافًا مِنْهُمْ فِي قَتْلِهِ، فَحَكَاهَا مَسْأَلَةَ نِزَاعٍ بَيْنَ الصَّحَابَةِ، وَهِيَ بَيْنَهُمْ مَسْأَلَةُ إِجْمَاعٍ لَا مَسْأَلَةُ نِزَاعٍ.

“Para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menerapkan hukuman mati atas pelaku hubungan sejenis, tidak ada dua orang sahabat yang berbeda pendapat dalam permasalahan ini, hanya saja mereka berbeda pendapat tentang cara membunuhnya, lalu sebagian orang mengira bahwa para sahabat berbeda pendapat dalam permasalahan hukuman mati atas pelakunya, kemudian mereka menukilnya sebagai permasalahan khilaf di antara sahabat, padahal permasalahannya adalah ijma’ (kesepakatan) sahabat bukan permasalahan khilaf.” –[kitab Al-Jawaabul Kaafi, hal. 170]

Maka jelaslah bahwa para sahabat, sebaik-baik generasi umat ini, yang dibina langsung oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, yang paling mengerti hukum-hukum Islam, seluruhnya sepakat bahwa perbuatan itu hukumnya haram dan pelakunya harus diberikan hukuman maksimal, yaitu hukuman mati…!

Demikian Penjelasannya. Semoga bermanfaat.

Wallahu Subhanahu Wa Ta’Ala A’lam Bish Showab.

sumber : https://www.facebook.com/Green.Plan.net/posts/10205613807893445

Print Friendly, PDF & Email

Gay Yang Mati Hukum Di Lempar Dari Ketinggian Bagi Lgbt Hukum Islam Gay Hukum Pancung Untuk Lgbt Hukuman Bagi Homo Di Saudi

8 Comments

  1. Trimaksh ats pnjlsn mngnai hukumn ttg plku homosex.. lalu ad satu prtxaan yg ingn sy txkn yaitu.. adakh taobtx ditrima olh allah org2 yg prnh mlkuk hubungn sex sesama jnis ataupn orng yg sring mlakukn zina ato prslinhkuhn brsm pacrx ato brsm istri ato swami org lain..? Mohn pnjlsn dn dalil dr al Qur’an mwpn dr hadits..

    Semua perbuatan dosa,. jika pelakunya bertaubat dengan cara taubat nasuha, maka akan Allah ampuni,.
    Dosa yang paling besar , melebihi dosa-dosa diatas, yaitu dosa syirik, itu saja Allah ampuni jika si pelakunya bertaubat dengan taubat nasuha,.

    Cara taubat dari zina bisa dibaca disini

    Cara taubat dari hubungan sejenis, bisa baca disini

  2. Kalo masih ada jalan yg lbh baik dr hukuman..untuk menyadarkan mereka itu lbh baik..karena islam adalah agama yg mengusung kebaikan dan perdamaian.

    Dihukum itu jika tidak mau bertaubat,.

  3. assalamualaikum wr wb

    saya melihat di daulah islamiyah,
    mereka (mujahidin) menghukum mereka (para pelaku homosexual) dengan cara yang sudah di tentukan (hukuman mati) seperti yang di contoh kan para sahabat.

    lantas kenapa, orang orang bilang daulah itu khawarij ?

    mohon di tanggapi.

    assalamualaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    DAulah atau lebih sering dikenal dengan ISIS, itu adalah kelompok khawarij yang menyesatkan,.
    Mereka bukan mendirikan daulah yang benar, tapi daulah yang ngawur, mudah menumpahkan darah kaum muslimin, dan seabrek kejahatan lainnya,.
    saya sudh banyak memposting ttg ISIS,. silahkan baca disini

    ISIS menguntungkan kepentingan syiah di suriah, mereka menyerang mujahidin dengan cara licik, silahkan baca disini

    Masih ttg ISIS, baca disini

    Kekejaman ISIS thd rakyat sipil ,silahkan lihat disini

  4. Mengatakan isis khawarij, kejam dan menguntungkan syiah, tapi buktinya hanya isis yg mampu menerapkan syariat islam secara kaffah, dari hudud potong tangan bg pencuri. rajam bagi pezina, bunuh bagi tukang sihir, menerapkan jizyah bagi orang kafir yg ada di daualah islam, menghukum para pelaku lowath(LBGT) dengan di jatuhkan dari gedung. Bahkan di saudi sendiri tidak mampu menerapkan hukum jizyah pada orang kafir, hukuman rajam dan hukuman bagi pelaku liwath, gambar contoh yang kalian pakai itu adalah pelaksanaan hukuman hudud terhadap pelaku Liwath(LBGT) di daulah Islam, kalian hanya akan mendapatkan gambar itu dari sana, dan tak akan pernah mendapatkan gambar dari saudi skalipun.

    ISIS itu tukang tipu,.
    Bisa saja penerapan syariatnya bener, tapi yang dihukum bukanlah pelaku hal trsebut, tapi justru ahlusunnah yang berseberanang dengan ISIS,.
    seperti pernah ada video hukuman potong tangan oleh ISIS, tapi yang dihukum ternyata bukan pencuri,. tapi orang saudi, seorang ahlusunnah,. begitulah liciknya ISIS ini,.

    Ada juga hukuman video potong tangan yang pisaunya bukan pisau yang tajam, saya sudah posting, sayang videonya dihapus oleh youtube,. ga tahu kenapa, saya posting disini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*