Lalu Aku Harus Bagaimana?.. Menjawab Kebingungan Pelaku Amalan Bidah

Amalan Untuk Kebingungan Bagai Mana Ktika Hidup Di Tengah Orang Bidah Kata Kata Tentang Bidah Aku Harus Bagaimana Solusi Jika Kita Tinggal Dilingkungan Ahli Bidah Pdf Hidup Di Lingkungan Bitah

Lalu Aku Harus Bagaimana?

puisi kebingungan gus musAku pergi tahlil, kau bilang itu amalan jahil

Ya, itu memang amalan orang jahil, lah wong rasulullah tidak pernah mengajarkannya,..
Amalan yang tidak ada perintahnya dari Rasulullah, tapi malah dikerjakan,.. itu amalan apa dong kalau bukan amalan jahil?

Aku baca shalawat burdah, kau bilang itu bid’ah
Lalu aku harus bagaimana ?

Kalau ngga mau dibilang amalan bid’ah,.. amalan apa dong namanya, sebab amalan tersebut tidak diajarkan oleh nabi?
Apa itu amalan sunnah? Sunnah dari mane bang…
Rasulullah sudah mengajarkan shalawat,.
Apa tidak cukup dengan shalawat yang Rasulullah ajarkan?

Aku tawasul dengan baik, kau bilang aku musyrik

Tawasulnya pada siapa dulu bang, kalau pada orang yang sudah mati, ya itu amalan syirik bang..
Emang orang yang sudah mati bisa apa bang,. ngurus dirinya sendiri saja sudah repot,.
Orang yang sudah mati itu malah butuh doa kita gus,. bukan malah kita minta didoakan,..

Aku ikut majlis zikir, kau bilang aku kafir
Lalu aku harus bagaimana ?

Yang disebut majlis dzikir itu adalah majlis ilmu, majlis yang menjelaskan alquran dan sunnah menurut pemahaman para sahabat,..
Bukan majlis yang dibacakan dzikir dikomandoi olah seorang imam,.
Bukan dzikir secara bersama-sama,..
Kalau dzikir bersama lalu disebut majlis dzikir, ini sih pengkelabuahan kata-kata,..
Dzikir bersama itu bidah,

Siape yang mengatakan pelaku dzikir berjamaah itu KAFIR bang,.. ga ada tuh,.
Lalu harus bagaimana? ya tinggalin aje bang,.. gitu aja kok repot…

Aku shalat pakai niat, kau bilang aku sesat,

Kalau niatnya salah,.. ya sesat lah bang,..
Ushali itu bukan niat,..
Niat itu ada di dalam hati, ga perlu pakai ushali… lah itu bukan ajaran nabi,.
Kalau bukan ajaran nabi,. ya bidah namanya,.
Kalau bidah,. ya sesat dong akhirnya..

Aku adakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid
Lalu aku harus bagaimana ?

Nabi aja ga pernah maulid,..
Apalagi tanggal kelahiran nabi ga valid,..
Gimana sih bib,.. kok melakukan amalan gaje,. ga jelas gini,.
Malu dong ente,…
Lalu harus bagaimana? ya tinggalin aja lah amalan gaje tersebut,.
gitu aja kok repot,

Aku ziarah, kau bilang aku ngalap berkah

Ziarah emang sunnah, jika sesuai petunjuk Rasulullah,.
Tapi kenape harus ke makam wali?
Hayo… jujur dong,.. mau apa disana?
Orangtua ente justru lebih berhak ente doain bang,..
Kalau wali , mereka orang yang dianggap sholeh, kan orang sholeh itu amalannya sudah bagus, kenapa dibela-belain rame-rame berdoa dengan berkunjung kesana?
Doa kan bisa dari mana saja, ga harus kesana,..
Ngapain dong rame-rame ke kuburannya?
Ada apa?
Padahal Rasulullah melarang melakukan perjalanan jauh utk ziarah kubur,.
Jangankan ziarah kuburan wali, melakukan perjalanan jauh untuk ziarah kuburan rasulullah saja dilarang,..

Aku slametan, kau bilang aku pemuja setan
Lalu aku harus bagaimana ?

Slametannya bagaimana dulu bang,..
Ada ritualnya tidak?
Biasanya sih,. ada baca surat tertentu, dzikir tertentu,. kirim-kirim surat,..
Nah itu amalan diajarkan rasul atau tidak?
Tidak… kalau tidak diajarkan rasul, berarti mengikuti amalan siapa?
Ya mengikuti bisikan setan tentunya…
Lalu harus bagaimana? ya tinggalin lah,.. masa betah melakukan amalan dari bisikan setan?

Aku datangi yasinan, kau bilang itu tak membawa kebaikan

Kok cuma yasin sih, ayat quran bukan cuma yasin, ada 114 surat, kok kenapa cuma yasin yang dibaca?
Lalu kok cuma malam jumat bacanya bang?
Baca itu setiap hari, surat demi surat, hingga satu pekan bisa khatam,.. kan bagus,.
Ini yasin mulu,.. tiap jumat lagi,..
Hadeeh…. sepertinya yang dikenal cuma yasin doang..

Aku ikut tarekat sufi, malah kau suruh aku menjauhi

Kalau anda hidup dijaman imam syafii… bukan sekedar ngaku-ngaku doang,.
Anda sudah dipukuli, diarak keliling dengan dinaikan unta,..

Imam syafii berkata :

Seandainya ada orang yang belajar jadi sufi di pagi hari, sebelum dzuhur dia akan menjadi orang yang dungu,… ini kata imam syafii..

Baiklah…baiklah….
Aku ikut kalian saja :
Kan kupakai celana cingkrang, agar kau senang

Celana diatas mata kaki itu perintah NABI..

Jika anda melakukan hal tersebut agar kita senang, anda tidak akan mendapat pahala,.

Kan kupanjangkan jenggot, agar dikira berbobot

Membiarkan jenggot itu juga perintah NABI…

Dan itu bukan pertanda berbobot, banyak tuh sufi jenggotnya lebat sekali,.

Lihat tuh JT yang keliling masjid,.. jenggotnya panjang-panjang juga tuh,..
Tapi ternyata ilmunya ga berbobot tuh,..

Kan kuhitamkan jidad, agar dikira ahli ijtihad

Menghitamkan dahi?
Mungkin cara sujud anda salah,.. boro-boro dahi jadi hitam,.
Hidung ente saja mungkin ga ikut nempel ke tempat sujud,.

Aku akan sering menghujat siapapun, biar dikira hebat

Ah, ga ada yang menghujat, yang kita sampaikan itu dalil..
Tapi kaena mungkin anda berada di pihak yang berseberangan dengan dalil, maka merasa seperti sedang dihujat,..
Padahal itu adalah nasehat,… jangan gitu dong bang,…

Aku akan sering mencela, biar dikira mulia….

Ah, masa sih nasehat itu disebut sebagai celaan?
Kalau saya melihat upil di atas bibirmu, lalu saya kasih tahu,.
bang , itu ada upil , apakah itu mencela?

Ya sudahlah…..

Aku pasrah pada tuhan yang kusembah..

Ya sudahlah, kalau ga mau dianggap seperti itu,.
Tinggalin aje amalan-amalan yang ga ada contohnya dari nabi…

Yang diajarkan nabi saja masih banyak yang belum diamalkan,..
lah kok repot-repot mengamalkan yang gaje, ga jelas dari nabi,..

Kalau betul anda pasrah pada tuhan,.. ya amalkan amalan yang betul-betul Allah perintahkan,..

Dan amalan yang Allah perintahkan , Semuanya sudah Rasulullah ajarkan…
Mudah kan..?

Gitu aja kok repot bang….

Print Friendly, PDF & Email

10 Comments

  1. Assalamu’alaikum

    Hingga usia 29 tahun saya masih melaksanakan amalan-amalan tahlilan, muludan, sholawatan, melafazkan niat dll.

    Padahal sejak usia 16 saya sudah menerima informasi bahwa semua itu adalah bid’ah dari teman, radio, buku dsb.

    Awalnya saya benci dengan (kelompok) orang yang membid’ahkan hingga tak mau mendengarkan atau menerima penjelasan tentang hal-hal tersebut. Mungkin karena saya imam bagi teman-teman saya, ketua biro Islam di sekolah, dan orangtua saya adalah tokoh di masyarakat. saya suka mendebat penjelasan ahli sunah sampai pada titik saya kalah maka saya katakan nafsi-nafsi.

    Hingga akhirnya saya sedikit demi sedikit mulai mau menerima dalil untuk melaksanakan amal yang sesuai sunah nabi, “SEDIKIT-SEDIKIT !” dan “SANGAT SUSAH” untuk berubah.

    Sekedar menghilangkan kebiasaan membaca niat saja perlu waktu 2(DUA) TAHUN !.

    Penyebabnya adalah HARGA DIRI dan LINGKUNGAN. Meskipun sebenarnya dalam hati saya menerima secara logis penjelasan ahli sunah, namun sulit sekali untuk mengakuinya secara langsung apalagi melaksanakannya, karena GENGSI!.

    Apalagi kalau saya kembali bergaul dengan ahli bid’ah maka akan ada banyak Justifikasi terhadap berbagai kebid’ahan yang kami lakukan. akhirnya saya tetap dalam kebid’ahan.

    Alhamdulillah akhirnya saya bisa melepaskan diri dari semua perbuatan bid’ah yang hampir mendarah daging dalam kehidupan saya. Oleh karena itu saya “bisa mengerti” mengapa banyak orang yang susah sekali untuk menerima nasehat tentang kebid’ahan amalan mereka.

    Adakalanya saya merasa jengkel dan frustasi kepada ahli bid’ah yang “keukeuh” tidak mau menerima nasihat padahal bukti sudah dikemukakan & dalil shohih sudah disajikan.

    Tapi kalau melihat jalan hidup saya sendiri maka saya kembali sadar bahwa tugas kita bukan MERUBAH ahli bid’ah menjadi ahli sunah tetapi MENYAMPAIKAN keterangan tentang kebenaran mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran termasuk kebid’ahan.

    Selebihnya biarlah Alloh yang menentukan apakah mereka akan diberi hidayah atau tidak.

    Saya merasa “REUGREUG” (merasa tenang;basa sunda) dengan adanya blog ini.

    Berada di lingkungan masyarakat yang hampir 99% ahli bid’ah terkadang membuat kita merasa kesepian, melihat dan membaca isi blog ini serasa saya merasa memiliki saudara dan tetangga yang lebih dekat dibandingkan dengan realita sebenarnya.

    Semoga Alloh mengampuni saya dan Anda, menjaga kita agar senantiasa berada dalam petunjukNya dan semoga pula Alloh memberi hidayah kepada saudara kita yang masih belum memenuhi ajakan ke jalanNYA.

    wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Alhamdulillah,.. mendapatkan nikmat hidayah untuk menerima SUNNAH RASULULLAH itu adalah nikmat yang paling nikmat,..
    Tidak ada nilainya,..
    Dan ingat, hidayah taufik itu HANYA ALLAH yang mampu memberikannya,..
    Rasulullah saja tidak mampu memberikan hidayah taufik kepada Pamannya sendiri,. itu Rasulullah yang sudah kita ketahui bagaimana akhlaknya,..
    Jadi,.. kita cuma menyampaikan SUNNAH ini,. masalah mereka mau menerima atau tidak, itu urusan Allah,.
    Allah sangat mampu memberikan hidayah kepada siapapun, dan Allah akan menyesatkan orang yang dikehendakinya,..

    Dan untuk memupuk hidayah itu, menjaga hidayah itu, maka anda jangan hanya membaca blog ini saja, tapi hadiri taklim-taklim yang mendakwahkan SUNNAH yang ada di dekat anda,..
    Mungkin saya bisa memberitahu ke anda, jika anda bisa menyebutkan kota tempat anda tinggal,.

    Mangga Kang bubun sumping ka pangaosan nu caket bumi anjeuna… gitu kang,.. sok wartoskeun timana bumi anjeuna.. diantos kang…

    • Hal yg di alami bang Bubun Bunyamin, hampir sama dengan yg ane alami saat ini, ane merasa dikucilkan dari kelompok (Masyarakat sekitar, teman kantor). Karena berbeda perbedaan keyakinan ini.. Tapi ya sudahlah.. Munkin inilah jalan terbaik yg Allah tunjukin buat ane…

  2. beberapa yg dijalankan sahabat, tapi tidak oleh rosul saw. terawih, adzan jumat 2x, apa juga bidah. apa devinisi bidah

    TIDAK, itu bukan BIDAH, apa yang dilakukan oleh SAHABAT adalah SUNNAH, bahkan Rasulullah memerintahkan kita untuk mengikuti SUNNAH RASUL dan SUNNAH KHULAFAUR RASYIDIN,.
    Dan adzan jumat dua kali, itu SUNNAH, asal caranya juga seperti yang dilakukan oleh Utsman bin Affan, bagaimana caranya? sudah saya posting , silahkan baca disini

    Tarawih dengan satu imam, itu dicontohkan oleh Rasulullah, jadi bukanlah BIDAH ketika UMAR menghidupkan kembali sunnah tersebut,.
    Dan perbuatan khulafaur rasyidin bukanlah bidah, karena Rasulullah sendiri yang mengatakan, dan menyuruh kita untuk ikut mengikutinya, sudah saya posting, silahkan baca disini

  3. Ane tetep tahlilan ya bang,, ane juga tetep maulidan ya bang

    Oh itu terserah abang,. toh nanti abang juga yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan abang di hadapan Allah,.
    Dan ga ada kesempatan lagi untuk bertaubat bang…
    Jadi sebelum terlanjur,.. ya silahkan mikir2 lagi,.

    Rasulullah tidak pernah melakukan tahlilan, apalagi perayaan ulang tahun atau maulid…
    Lah abang yang dijadikan contoh itu Rasulullah, atau siapa bang?

  4. Yesss…i like it…mantafff….sdh nggak bisa dibantah lagi mas admin….orang yg mbantah mungkin hawa nafsunya yg msh …

    Alhamdulillah,.

  5. Wahai pentaqlid Muhammad bin abdul wahab, tahlil itu Allah yang mengajarkan dan kalimat yang paling disukai sayyidina Muhammad, beliau pernah bersabda:

    افضلُ الذكرِِ لا اله الا الله

    Hanya iblis dan sekutunya yang benci tahlilan. Hawa nafsu kok jadi sumber hukum?

    Belajar dulu sana,,,,!

    Betul mas,TAHLIL itu kalimat yang sangat agung yang Allah ajarkan..

    Adapun TAHLILAN kematian,. melakukan amalan di hari tertentu setelah kematian.. ini sih bukan ajaran Allah, bukan ajaran Rasulullah,. tapi hasil modifikasi sunan kalijaga yang mengkolaborasikan ajaran hindu ke dalam islam.

    Silahkan baca pengakuan walisanga tentang hal tersebut,. baca di postingan ini

  6. Assalammualaikum.

    Sama, saya dulu juga begitu, tapi sekarang saya tidak lagi, karena tidak ada petunjuk dari Nabi dan para sahabat.

    Contohnya, kalau ada tetangga yang mengajak tahlilan sampaikan saja dengan lemah lembut, bahwa kita tidak meyakini hal tersebut, insya allah tetangga kita akan mengerti.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Iya,. betul..jaga akhlak kita dengan tetangga, walaupun ngga ikutan tahlilan, insya Allah ga apa-apa,. apalagi jika akhlak kita lebih bagus dari yang ikutan tahlilan,.. maka masyarakatpun bisa menilai

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*