Sejarah TAHLILAN Itu Berasal Dari Budaya Hindu Yang Di Islamisasi… Penjelasan Pak Kyai,.. PLUS Video

Sejarah Tahlilan Itu Dari Budaya Mana?

Berikut ini saya transkrip penjelasan Kyai Idrus Ramli dalam nukilan video. Di video dipaparkan sejarah ritual-ritual yang ada di nusantara, di antaranya sejarah tahlilan, dan ritual lainnya.

Dan Islam Ahlusunnah waljamaah itu bukan islam yang anti budaya atau tradisi.

Islam memang bukan agama budaya, tapi islam tidak anti budaya

Islam menyikapi budaya dengan sikap yang cerdas dan selektif

Bangsa kita, bangsa indonesia ini sebelum datangnya islam, adalah bangsa yang kaya dengan budaya, tradisi dan adat istiadat.

Ketika para ulama ahlusunnah waljamaah datang ke nusantara menghadapi beragam budaya ini, tidak langsung membabat habis semua budaya.

Untuk budaya dan adat istiadat yang tidak melanggar norma-norma dan aturan agama oleh para ulama kita dibiarkan.

Contohnya seperti SELAMATAN KEHAMILAN, selamatan orang hamil empat bulan, tujuh bulan, kemudian selamatan setelah kelahiran dan seterusnya, sebenarnya awalnya itu BUDAYA HINDU 

Bangsa nusantara itu sebelum datangnya islam, kalau bukan hindu ya budha, kalau bukan budha animisme, atau aliran-aliran lokal.

Begitu para ulama datang untuk budaya yang tidak bertentangan dengan agama dibiarkan,

Untuk budaya dan adat istiadat yang berlawanan dengan agama maka dilihat :

Kalau ini dilihat perbedaanya dengan agama sangat prinsip,. terkait dengan akidah, maka harus dihentikan, contohnya masyarakat kita dulu banyak budaya menaruh sesajen, menaruh makanan di tempat-tempat angker, itu oleh para kyai dilarang

Tetapi kalau budaya ini tidak begitu PRINSIP, kalau dihentikan tidak bisa dihentikan kok tidak bisa, maka SOLUSINYA DIISLAMISASI,..

Contohnya budaya TAHLILAN SELAMATAN 7 HARI KEMATIAN,.

Itu kalau orang hindu, ada orang hindu mati, itu biasanya tidak dimakamkan selama tujuh hari, mayat sebelum dibakar, biasanya dibakar setelah tujuh hari kurang lebih orang datang kesana, dikasih makan-makanan, minuman keras dan lain sebagainya,…

Begitu islam datang, makanan-makannya dibiarkan, orang yang datang disuruh BACA TAHLIL..

Jadi ini namanya PROSES ISLAMISASI….

Videonya bisa dilihat disini

sumber : https://www.facebook.com/Aminul7571/posts/10205518778835906?__mref=message_bubble

Bagaimana tahlilan menurut Imam Syafii? silahkan baca postingannya di sinidi sini

You May Also Like

17 Comments

  1. Wah mudah sekali proses ilegal islam dilegalkan dgn sebutan “PROSES ISLAMISASI”
    bukankah islam mengajarkan …..masuk islam harus khafah……jangan setengan2……
    Masuk islam harus keseluruhan…..dan hukumnya pasti……
    Haq ya haq ….batil ya batil…..
    itu namanya mencampurkan ajaran islam dg yg lain…..dan itu tidak boleh.
    sekecil apapun yg haram bila bercampur dg yg haq …..yg had akan jadi haram

    Iya, betul, itu namanya mencampur adukkan antara yang batil dengan yang haq,.
    berkedok islamisasi

  2. Bantahannya gimana mas,.

    Justru apa yang disampaikan pak kyai idrus ramli itu sebagai bantahan, bahwa memang itu dari budaya hindu,. bukan dari islam,.

    Jadi, apa yang mau dibantah,. yang disampaikan oleh pak kyai bahwa TAHLILAN memang dari budaya hindu, demikian pula selamatan kehamilan 4 bulan, 7 bulan, selamatan setelah lahiran,.. itu dari hindu,..

    Jadi, ga usah dibantah,.. justru menggunakan hujjah pembela tahlilan utk menjelaskan hakekat tahlilan,.

  3. ane berbagi saja ini kejadian salah satu saudara ane…………………………

    saat usia kandungan 3 bulan selametan, saat 7 bulan selametan, saat setelah melahirkan acara tingkeban, dan tak lupa menyalakan lampu diatas kuburan potongan plasenta selama 40 hari.

    saat itu ane sarankan ga usahlah selametan ini, itu, nanti saja pas 7 hari setelah kelahiran aqiqah saja itu yang syari’at toh yang mendapat faedah ya si ortunya, kalau kurang puas bikin yang lebih meriah total biaya acara = 3 acara selametan.
    dengan beralasan sudah habis banyak biaya….

    toh akhirnya tidak ada acara aqiqah !!!!!.

    naudzu mindzaalik !, memang bid’ah itu kalau sudah dipandang nyaman, maka hilanglah ibadah sunnah, memang benar apa yg sudah di sabdakan Rasulallah.

    Memang..
    Bidah itu lawan dari sunnah,.
    Jika ada amalan bidah yang dikerjakan, akan ada amalan sunnah yang ditinggalkan

  4. Bisa di tunjukkan dalil larangan tahlilan/membaca tahlil ?

    Anda tunjukan dulu dalil larangan shalat menggunakan bahasa indonesia,.

  5. Tahlilan itu hakekatnya mengirim doa secara jamaah, kalau yg gak suka tahlilan ya kalau mati tunggu aja kiriman doa, tak ada yg di nanti ruh orang mati, kecuali doa dari sanak keluarga, dan kerabat

    Kalau tahlilan itu hakekatnya mengirim doa secara jamaah, kenapa hanya kepada orang yang sudah mati? Apakah orang yang masih hidup tidak membutuhkan doa? Coba berani tidak anda melakukan tahlilan untuk orangtua anda yang masih hidup, kan tahlilan itu mengirimkan doa?
    Dan anehnya,.. belum pernah didapati ritual tahlilan untuk orang yang masih hidup, padahal orang yang masih hidup juga sangat membutuhkan doa

  6. Tahlil itu dzikir…kata siapa dzikir tidak ada perintahnya

    Tahlil itu bahasa arab, Nabi muhammad org arab, bahkan yang mengajarkan kalimat tahlil itu nabi Muhammad,

    Namun tidak pernah kita dapati bahwa nabi muhammad melakukan ritual tahlilan saat ada kematian,..

    Apakah yang mengadakan ritual tahlilan kematian itu merasa lebih pintar dari Nabi Muhammad?

  7. Musuh muslim adalah muslim itu sendiri yang diuntungkan orang2 kafir.gimana mau islam kuat kalo kya gini .

    Betul, musuhnya ya orang islam yang mengamalkan islam bukan dengan amalan yang diajarkan nabi,

    Mereka itu menguntungkan orang-orang kafir,

    Orang kafir tidak mudah bisa merubah-rubah ajaran islam, tapi orang islam melalui tokoh-tokohnya, dengan mudah membuat amalan ini dan itu, lalu diamalkan oleh kaum muslimin..

    Jadi orang kafir merasa sangat terbantu, sudah dibantu oleh orang-orang tersebut untuk merusak islam dari dalam,

    Itulah salah satu dampak amalan bidah

  8. Pak hasyim. Dalil tahlilan yg melarang emang gak ada. Krn jaman nabi gak da ritual itu. Artinya itu bidah.

    Tahlil itu bahasa arab, nabi Muhammad pun orang arab, tapi nabi tidak pernah mengajarkan ritual tahlilan…
    Apakah yang mengajarkan ritual tahlilan itu lebih tahu dari nabi?
    Seandainya ritual tahlilan itu baik, maka Nabi Muhammad sudah mengajarkannya..
    Makanya di negeri arab tempat awal islam disebarkan ke seantero negeri, tidak dikenal ritual tahlilan ini,..

  9. terus bedanya kyai sama ‘ulama’ gimana , ya???? . . . . . .

    Kalau kyai itu belum tentu ulama, apalagi di indonesia, kerbau saja disebutnya kyai,seperti kyai slamet, keris dinamai sebagai kyai,

  10. banyak yg tanya dalil larangan tahlilan, tp kenapa tidak ada yg bertanya dalil perintah melakukan tahlilan y?

    bukannya hukum asal fiqih itu semua ibadah haram sampai ada dalil yg memerintahkannya?

    Iya betul, seharusnya nanya dalil itu untuk amalan ibadah, mana dalil perintah shalat misalnya,
    bukan bertanya mana dalil larangannya

  11. Tong kosong nyaring bunyinya

    Dan amalan bid’ah walaupun banyak dilakukan, itu akan mendatangkan kesia-siaan di akherat, merugi pelakunya

  12. Apakah membaca ayat ayat Alloh di haramkan.
    Hanya karena caranya.

    Membaca ayat Allah jika dilakukan dengan ritual yang bukan ditetapkan oleh Allah, maka melakukannya akan mendatangkan murka Allah

    Bukan mendapatkan pahala, tapi justru mendapatkan dosa

  13. Kenyataannya di beberapa daerah, yg gak ikut Tahlilan,Yasinan & kegiatan bidah lainnya…orang akan di kucilkan,dijauhi…mau disebut ibadah ato adat, tapi kok maksa…aneh

    Kalau tahlilan itu adat, bukan suatu ibadah, maka ganti namanya, jangan pakai nama tahlil,karena tahlil itu ibadah, jangan baca kalimat tahlil,jangan baca alquran dalam ritual adat tersebut,

    Jika membaca tahlil dalam ritual khusus tersebut, maka disitulah salah satu amalan bidahnya

    Islam disebarkan dari arab, nabi orang arab, namun nabi tidak pernah mengajarkan ritual tahlilan seperti yang banyak dilakukan di indonesia,.. Pertanyaannya, darimana asal ajaran tersebut?

  14. Assalamualaikum

    Sampai kiamat kalian cari dalil larangan untuk tahlilan tidak akan ada,sama hal nya larangan shalat wajib misal subuh 4-10 rokaat tidak ada..inti dari melaksanakan ibadah adalah perintahnya dalilnya,dalilnya 2 rakaat ya 2 rakaat,,kalo berfikir tahlil baik mengapa tak shalat shubuh 10 rakaat kan baik…

    Intinya hukum asal melaksanakan ibadah haram sampai ada dalilnya yg membolehkan,dan hukum asal dunia boleh sampai ada dalil yg melaranya,contoh jgn makan daging babi,mencuri,berzina,dll itu semua perkara dunia dan isinya larangan semua,berbanding terbalik dengan hukum agama…

    Tahlilan isinya tasbih,tahmid,tahlil dan tidak ada yg salah,yg salah adalah ajaranya tidak sesuai sunnah,,

    Yg benar pada zaman Rasulullah adalah TAKZIAH yaitu menghibur yg berduka,bawakan makanan selama 3 hari lalu doakan,DOAkan bukan baca Qur’an dan itu berlainan tak ada dalilnya sesuai Dalil Qur’an seorang manusia tidaklah mendapatkan selain apa yg di usahakannya sekaligus menjawab 3 perkara yg tidak putus kepada si mayit 1.amal ibadah 2.ilmu yg bermanfaat 3.anak shaleh mendoakan dan anak shaleh adalah hasil usaha si mayit ketika hidup

    DALIL nya surah Al-Maidah ayat 3
    Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukMu agamaMu,dan telah kucukupkan kepadaMu nikmatKu,dan telah Kuridhoi islam sebagai agama untukMu
    Itu pertanda islam telah sempurna jangan ditambah dan dikurangkan

    SABDA RASULULLAH
    Segala bentuk ibadah yg bukan berasal dariKu maka akan tertolak

    Sebaik2nya ucapan kitabullah sebaik2nya petunjuk Muhammad SEBURUK2NYA perkara adalah perkara baru (dlm urusan agama) yg di ada adakan dan setiap perkara (dalam urusan agama) yang baru itu bid’ah, setiap bidah itu sesat, dan kesesatan itu tempatnya di neraka

    DLL…
    Semoga mencerahkan

    Wassalam

Silahkan tinggalkan komentar di sini