Hukum Pajak dan Bekerja di Pajak, Apakah Gaji Bekerja Disitu Halal?

Pertanyaan:

jangan bangga jadi pegawai pajakAssalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Ustadz.. Saat ini saya bekerja di Direktorat Jenderal Pajak. Pekerjaan ini merupakan buah dari kuliah saya di perguruan tinggi kedinasan, sehingga saya harus menjalani masa ikatan dinas selama 10 tahun.

Ustadz, yang ingin saya tanyakan adalah:

  1. Bagaimanakah hukum pajak menurut Islam?
  2. Bagaimana jugakah hukum penghasilan yang saya terima dari PNS Ditjen Pajak ini?
  3. Saran Ustadz terkait posisi saya?

Syukran Ustadz.

Semoga rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa terlimpahkan kepadamu.

Maeda D Candra

Jawaban:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahklan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saudara Maeda D Candra, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda dan keluarga.

Agama Islam yang anda imani dan cintai ini adalah agama yang benar-benar menghormati hak asasi dan kepemilikan umat manusia. Karenanya Islam tidak membenarkan bagi siapapun untuk mengambil hak seseorang tanpa seizin darinya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.” (Qs. An Nisa’: 29)

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menegaskan hal ini pada banyak hadits, diantaranya beliau bersabda:

لاَ يَأْخُذْ أَحَدُكُمْ عَصَا أَخِيهِ، وفي رواية: مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا أَوْ جَادًّا فَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا إِلَيْهِ. رواه أبو داوج والترمذي وحسنه الألباني

“Janganlah salah seorang darimu mengambil tongkat saudaranya,-pada riwayat lain: barang saudaranya- baik karena bermain-main atau sungguh-sungguh. Dan barang siapa yang terlanjur mengambil tongkat saudaranya, hendaknya ia segera mengembalikan tongkat itu kepadanya.” (Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy dan dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Al Albani)

Demikianlah syari’at agama Islam yang saudara cintai ini.

Dan barang siapa yang melanggar ketentuan ini, maka diberlakukan padanya hukum-hukum Islam, baik di dunia ataupun di akhirat.

Di dunia misalnya dikenakan hukum potong tangan bagi pencuri, atau dipancung secara menyilang bagi perampok dan lain sebagainya:

وَأَيْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ، لَقَطَعْتُ يَدَهَا. متفق عليه

“Sungguh demi Allah, andai Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” (Muttafaqun ‘alaih)

إِنَّمَا جَزَاء الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُواْ أَوْ يُصَلَّبُواْ أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلافٍ أَوْ يُنفَوْاْ مِنَ الأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ. المائدة 33

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya/diasingkan). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (Qs. Al Maidah: 33)

Berdasarkan prinsip ini, Islam tidak membenarkan berbagai pungutan yang tidak didasari oleh alasan yang dibenarkan, diantaranya ialah pajak. Pajak atau yang dalam bahasa arab disebut dengan al muksu adalah salah satu pungutan yang diharamkan, dan bahkan pelakunya diancam dengan siksa neraka:

إِنَّ صَاحِبَ المُكْسِ فِي النَّارِ. رواه أحمد والطبراني في الكبير من رواية رويفع بن ثابت رضي الله عنه ، وصححه الألباني

“Sesungguhnya pemungut upeti akan masuk neraka.” (Riwayat Ahmad dan At Thobrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir dari riwayat sahabat Ruwaifi’ bin Tsabit radhiallahu ‘anhu, dan hadits ini, oleh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih.)

Dalam tata keuangan negara Islam, dikenal empat jenis pungutan:

1. Zakat Mal, dan Zakat Jiwa. Pungutan ini hanya diwajibkan atas umat Islam. Dan saya yakin anda telah mengetahui perincian & penyalurannya dengan baik.

2. Al Jizyah (Upeti)/pungutan atas jiwa, dikenakan atas ahlul kitab yang berdomisili di negeri Islam.

3. Al Kharaj (semacam pajak bumi), dikenakan atas ahlul kitab yang menggarap tanah/lahan milik negara Islam. Hasil kedua pungutan dari ahlul kitab yang berdomisili di negeri Islam ini digunakan untuk membiayai jalannya pemerintahan Islam.

4. Al ‘Usyur atau Nisful ‘Usyur, Al ‘Usyur (atau 1/10) adalah pungutan atas pedagang ahlul harb (orang kafir yang berdomisili di negeri kafir dan tidak terjalin perjanjian damai dengan negara Islam atau bahkan negara kafir yang memerangi negara Islam), dipungut dari mereka seper sepuluh dari total perniagaannya di negeri Islam. Sedangkan Nisful ‘Usyur (1/20) adalah pungutan atas para pedagang ahlul zimmah, orang kafir yang menghuni negeri Islam.

Itulah pungutan yang dikenal dalam syari’at Islam. Bila anda bandingkan pungutan pajak dengan ketiga jenis pungutan dalam Islam, maka lebih serupa dengan pungutan ke 2, ke 3 & ke 4 (Al Jizyah, Al Kharaj & Al ‘Usyur atau Nisful ‘Usyur). Padahal pajak diwajibkan atas semua warga negara, tanpa pandang bulu agamanya. Tentu ini adalah perbuatan yang tidak terpuji alias menyelisihi syari’at Islam.

Seharusnya, Negara Islam membedakaan penduduknya berdasarkan agamanya, umat Islam dipungut zakat jiwa dan zakat harta kekayaan, termasuk zakat perniagaan, sedangkan non muslim dipungut Al Jizyah, Al Kharaj & Al ‘Usyur atau Nisful ‘Usyur.

Yang terjadi, zakat tidak diurus dan tidak dikelola dengan baik, sedangkan Al Jizyah &  Al Kharaj dikenakan atas semua warga negaranya, tidak heran bila anda mau makan saja harus membayar pungutan, anda menjual makananpun juga dikenakan upeti, dan seterusnya.

Saran saya, saudara Maeda D Candra berusaha untuk minta mutasi ke instansi lain yang tidak ada kaitannya dengan pajak atau perbankan, walaupun resikonya turun golongan. Bila solusi ini tidak dapat ditempuh, maka lebih baik saudara Maeda D Candra berhenti dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan lain yang jelas-jelas halal.

Percayalah, bahwa bila saudara meninggalkan pekerjaan yang haram karena Allah, pasti Allah memberi saudara jalan keluar dan pekerjaan yang halal dan lebih baik dari yang pekerjaan sekarang.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا {2} وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا . الطلاق 2-3

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Qs. At Talaaq: 2-3)

Dahulu ulama’ kita menegaskan:

مَنْ تَرَكَ شَيئاً لله عَوَّضه الله خَيراً منه

“Barang siapa meninggalkan suatu hal karena Allah, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik.”

Wallahu a’alam bisshawab.

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Sumber: www.pengusahamuslim.com

Print Friendly, PDF & Email

Kata Jangan Bangga Dengan Kedudukan Haramnya Seorang Istri Kata Kata Mengurangi Upah Atau Memakan Keringat Karyawan Hukum Bekerja Di Bagian Keuangan Yang Menghitung Pajak Kenapa Alumni Stan Resign

77 Comments

  1. mas admin, saya mau tanya, apakah hadis “Sesungguhnya pemungut upeti akan masuk neraka.” (Riwayat Ahmad dan At Thobrany ) yg dijabarkan di atas sifatnya umum?

    maksudnya apakah mutlak setiap pungutan terhadap rakyat adalah haram?

    jika hadits ini umum, tentu Rasulullah juga tidak akan menerapkan Jizyah (upeti) sebagai tanda sumbangsi rakyat kafir dan perlindungan negara atas nyawa dan harta mereka dikarenakan kaum kafir tersebut merupakan rakyat dari negri madinah yang dipimpin Rasulullah.

    jika hadis ini umum tentu harus ditegakan secara mutlak, dan keharaman pungutan (pajak) itu tidak akan hilang oleh sebab apapun baik dilakukan oleh siapa, kepada siapa dan untuk siapa serta sampai waktu kapanpun tetap pungutan (pajak) adalah haram.

    sedangkan nabi sendiri menerapkannya saat menjadi pemimpin negara madinah.

    jika seandainya pajak mutlak adalah perbuatan zalim, tentu Rasulullah juga tidak akan menetapkan jizyah kepada umat kafir karena Rasulullah sendiri melarang kita berbuat zalim kepada kaum kafir selama mereka tidak menyerang akidah islam.

    banyak sekali dalil yang menyatakan ttg hal ini, diantaranya:

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Qs. Al-Mumtahanah: 8)

    Kasihilah orang-orang yang berada di atas bumi, niscaya Dia (Allah) yang berada di atas langit akan mengasihi kamu. (HR. At-Tirmidzi, no. 1924)

    “Barangsiapa menyakiti orang kafir dzimmi, maka Aku menjadi lawannya pada hari kiamat.” (Diriwayatkan Muslim).

    jika anda mengatakan semua pungutan terhadap rakyat baik untuk tujuan apapun adalah perbuatan zalim, sama artinya anda menuduh Rasulullah juga telah melakukan kezaliman karena Rasulullah telah menarik Jizyah sedangkan Rasulullah sendiri melarang kita berbuat zalim.

    selanjutnya jika larangan memungut pajak terhadap muslim dilarang hanya karena berdalih bahwa Rasulullah tidak pernah mencontohkannya, saya rasa kurang tepat. karena pajak merupakan perkara muamalah, sedangkan dalam kaidah ilmu fikih dikenal prinsip “hukum dasar perkara muamalah adalah boleh, hingga ada dalil/syariat yang mengharamkannya”

    Terimakasih mas zulfikar, sudah komentar disini,.
    Jika anda membaca artikel tersebut, sudah dijelaskan di bagian bawah,ada 4 jenis pungutan yang dikenal dan dibolehkan dalam islam, dan yang anda sebutkan, yaitu jizyah, itu dibenarkan dalam islam, yaitu ahlu kitab (org nasrani dan yahudi) serta orang kafir yang tinggal di negara islam wajib membayar upeti, tapi orang islam tidak dipungut upeti tersebut, jadi berbeda mas,.

    Untuk lebih jelasnya silahkan anda baca postingan ini

    Memungut jizyah bukan kedzaliman, karena jizyah hanya diterapkan kepada orang kafir, jika mereka tidak ingin membayar jizyah, maka wajib masuk islam, jadi anggapan anda rasulullah berbuat dzalim karena memungut jizyah, itu adalah anggapan yang sangat tidak benar, justru perbuatan rasulullah adalah jauh dari kedzaliman, sebab dengan membayar jizyah, jiwa orang kafir tersebut dilindungi, tidak didzalimi,.

    Untuk menambah wawasan anda, silahkan baca Pajak Menurut Islam, silahkan dibaca disini

    Tentang bea cukai juga dibahas, silahkan baca disini

    • Assalamualaikum…

      saya membayar pajak, saya juga membayar zakat. pada saat pelaporan pajak zakat yg saya bayar menjadi pengurang pajak saya sehingga mengakibatkan lebih bayar. dan instansi pajak mengembalikan uang pajak saya karena saya telah membayar zakat. apakah uang pengembalian itu haram karena diberikan oleh instansi pajak?

      Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
      Uang yg dikembalikan itu adalah uang anda, bkn uang dari instansi pajak,jadi boleh diambil,

      Dan zakat itu ada nisab dan haulnya, jadi menghitung zakatnya harus benar,

      Beda dgn infak, bisa berapa saja ga hitung-hitungan

  2. Riba sudah jelas keharamannya. Bukankah sudah JELAS “Dihalalkan jual beli dan diharamkan RIBA” untuk apa MUI mengeluarkan fatwa lagi ???.

    Betul sekali santri, makanya saya katakan patokan kebenaran bukanlah MUI, tapi dalil , baik dari alquran atau assunnah, jika ada fatwa MUI yang sesuai dengan dalil, kita ikuti, tapi jika ada fatwa MUI yang menyelisihi dalil, maka dalil yang kita ikuti,

  3. Riba sudah jelas keharamannya. Bukankah sudah JELAS “Dihalalkan jual beli dan diharamkan RIBA” untuk apa MUI mengeluarkan fatwa lagi ???.

    POINT F dari link anda itulah yang saya ambil :

    Dalam keadaan demikian kaum muslimin tidak boleh melakukan perlawanan atau pemberontakan demi untuk menghindari kemudharatan yang lebih besar. Dan jika harta mereka diambil penguasa secara paksa sebagai pajak, maka berlaku bagi mereka hukum orang yang terpaksa melakukan sesuatu yang haram dan tidak dianggap sebagai dosa.

    Di dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah berwasiat kepada umatnya:

    يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ . قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

    “Akan datang sesudahku para pemimpin, mereka tidak mengambil petunjukku dan juga tidak melaksanakan tuntunanku. Dan kelak akan ada para pemimpin yang hatinya seperti hati setan dalam jasad manusia.” Maka aku (Hudzaifah) bertanya:

    “Wahai Rasulullah, apa yang aku perbuat jika aku mendapati hal ini?”

    Beliau bersabda: “Hendaklah engkau mendengar dan taat kepada pemimpinmu walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah dengar dan taat kepadanya.” (HR. Muslim III/1475 no.1847 dari Hudzaifah Ibnul Yaman radliyallahu’anhu)

    Terimakasih santri, betul sekali, point F adalah sikap kita sebagai rakyat,.
    Namun keyakinan kita terhadap hukum pajak, WAJIB MENGIKUTI APAY YANG RASULULLAH AJARKAN, YAITU TENTANG HARAMNYA PAJAK, dan penghasilan harta dari kerja sebagai pemungut pajak adalah HARAM, dan pelakunya akan MASUK NERAKA,.
    Jadi jangan sampai kita bekerja sebagai pemungut pajak, atau di kantor pajak,..
    Jadi bukan masalah ketaatan membayar pajaknya, itu lain perkara, yaitu kita tetap wajib mentaati peraturan pemerintah dalam hal ini, yaitu membayar pajak,.

    Mudah-mudahan bisa dipahami,.

  4. Assalammu’alaikum. Kalau bekerja sebagai pns tapi bukan di kantor pajak apakah diperbolehkan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Asal pekerjaannya halal, bukan di kantor pajak, atau di instansi yang mengandung aktifitas riba, maka menjadi pns tidak mengapa,

  5. kalau tidak salah imam nawawi tidak mau mengesahkan/ tanda tangan tentang fatwa pengambilan pajak ketika damaskus mau berperang. Karena didapatinya raja masih hidup dalam kemewahan, akibat berhati hati agar tidak disalahgunakan. Apa benar seperti itu riwayatnya?

    saya nukilkan perkataan imam nawawi tentang pajak,

    Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah : “Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti” [Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi]

    selengkapnya baca disini

    • Berarti pajak dipungut oleh pemerintahan resmi atau yang sudah disepakati tetap riba ya ?

      Pajak yang pemerintah tarik dari kaum muslimin itu bukan RIBA, tapi kedzaliman, makanya berat tanggungjawabnya menjadi pemimpin negeri yang menerapkan aturan yang berisi kedzaliman kepada rakyatnya,

      Kelak Allah akan mintai pertanggungjawaban di akherat

      Namun rakyat tetap ga boleh melawan, tetap bersabar atas kedzaliman tersebut, sudah saya posting di sini

      Pajak itu kedzaliman pemerintah pada rakyat, bukan perbuatan maksiat ketika rakyat bayar pajak, dan pegawai pajak itu termasuk tolong menolong dalam praktek tersebut, makanya pemungut pajak Allah ancam akan dimasukkan ke neraka

  6. Assalamu’alaikum

    Mas bapak saya kerja di kantor pajak. Saya sebagai anak harus bagaimana ?
    Terus uang yang didapatkan untuk biaya sekolah, pakaian, makanan bagaimana ?
    Terus sampai gede ilmu saya, harta saya, haram ?
    Dan maksud zakat yang mensucikan harta itu apa maksudnya ?
    Apakah tidak ada keringan/solusi bagi bapak saya ?

    Dulu bapak saya tau perkara ini melalui kajian salafi. Lalu bapak saya bingung mau dilanjutkan atau tidak pekerjaanya. Lalu, saya tidak tau kenapa bapak saya tetap melanjutkan pekerjaannya.

    Mumpung ketemu blog orang yang mengikuti pemahaman sahabat(Salafi) makanya saya bertanya saya sebagai anaknya harus gimana dan pertanyaan-pertanyaan lainya diatas.
    Jazakumullah khairan katsiran atas ilmunya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Harta yang didapatkan dengan cara haram, itu haram bagi pelakunya, tapi jika diberikan kepada orang lain, maka orang lain tersebut tidak berdosa, tidak haram, selama dia tidak ridha atau senang dengan profesi haramnya, silahkan baca disini

    Profesi sebagai petugas pajak, itu profesi yang haram, sudah banyak saya posting di blog ini, lebih baik segera meninggalkan profesi tersebut,

  7. Jika kita PNS bekerja di kantor pajak tetapi d bagian administrasi seperti pengadaan barang atau bagian keuangan, apakah penghasilannya haram??

    Selama itu adalah masih satu instansi perpajakan, maka termasuk,.

  8. Pajak termasuk dalam kementerian keuangan, apabila kita bekerja di kementerian keuangan di direktorat lainnya selain pajak, apakah juga penghasilan kita haram?

    Kementrian keuangan itu membawahi salah satunya adalah direktorat pajak, jadi bukan melulu pajak,.
    Jadi tidak mengapa jika bekerjanya bukan di sektor pajaknya,. dan penghasilannya tidaklah haram,
    Tapi kalau bekerja di direktorat pajak dan instansi di bawahnya, maka terkena ancaman,. dan penghasilannya itu haram

  9. Assalammualaikum admin..

    Klo pns selain pajak tdk apa2?! Knp tdk apa2?! Kan gajinya dr hasil pajak..

    Sumbernya haram donk.. Lalu gmn dng infrastruktur dll yg dibangun dr hasil pajak?!
    Boleh digunakan?!
    Kan sumbernya jg haram (dr hasil pajak yg katanya haram).. Gmn ya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Penghasilan haram itu bagi pelakunya saja,
    contoh, jika ada seorang bapak bekerja di perpajakan, maka hartanya haram bagi si bapak tersebut, adapun jika diberikan pada istri dan anaknya, maka istri dan anaknya tidak terkena dosa si bapak tersebut,

    Demikian pula pegawai pns diluar instansi perpajakan, gaji mereka itu halal bagi mereka, walaupun digaji dari uang pajak,.
    Pemerintah yang bertanggungjawab, makanya besar sekali tanggungjawab pemerintah kelak di akherat,.
    Insprastruktur yang dibangun dari uang pajakpun tidak mengapa dimanfaatkan,.

    Makanya,.. jangan bekerja di perpajakan, sudah cape, letih,lelah, dapat dosa lagi,. orang lain yang menikmati hasil pembangunan tidak berdosa,.

    Contoh lagi, pelacur, itu profesi haram,
    Jika anda dikasih uang oleh pelacur, maka itu halal bagi anda,
    Jika ada pedagang yang pembelinya adalah pelacur, maka uang dari pelacur itu halal bagi pedagang,.
    Jika anda dikasih makanan oleh pelacur, maka makanan itu halal bagi andaa,.

    • Jadi semisal ada pencuri yg menjual barang hasil curiannya,dan kita tahu itu hasil curian tp tetap membeli,termasuk haram atw halal?

      Terkait kasus mencuri, dan kita tahu itu adalah barang curian, maka kita tidak boleh membeli barang tersebut,. kita suruh orang tersebut untuk mengembalikan barang curian tersebut

      • Analoginya maksa..
        Semua pns tau gajinya sebagian besar dari pajak.
        Maka kalau memakai analogi tsb, seharusnya semua pns berbondong2 tidak menerima gaji dan meminta pemungut pajak mengembalikan pajak ke wajib pajak..

        Maksa dari sisi mana?
        Gaji PNS selain pegawai pajak dan pegawai instansi ribawi, gaji mereka HALAL, walaupun digaji oleh pemerintah dari UANG PAJAK,.

        Kalau gaji PNS pegawai pajak, juga instansi ribawi, gajinya itu HARAM, walaupun digaji oleh pemerintah dari uang NON PAJAK,.

        Ini mudah-mudahan bisa anda pahami

        • Pembeli menerima barang curian (sumbernya haram), tidak boleh.

          Sementara PNS menerima gaji (sumbernya dr pajak:haram) boleh.

          Kok seperti tidak konsisten.
          Pembeli dan PNS sama2 tau sumbernya dari hasil yang haram.

          Mas, beda urusannya antara barang curian dan pajak,.
          Jadi hukumnya berbeda,.

          Jadi permisalannya keliru,.

          Mari buktikan,.
          simpel saja, mau ngga para pegawai pajak itu disebut profesinya sebagai pencuri?

          Saya beri permisalan penghasilan haram, tapi ketika diberikan kepada orang lain untuk menggajinya maka menjadi halal,.

          contoh, jika ada orang yang profesinya sebagai PELACUR kelas tinggi yang bayarannya mahal, tidak ada penghasilan lain selain itu,.
          Lalu si pelacur ini punya pembantu , punya satpam , dan digaji dari uang hasil melacur tersebut,.

          Maka uang gaji si pembantu dan satpam itu HALAL bagi si pembantu dan satpam tersebut,.

          Tapi bagi si pelacur tetap HARAM hukumnya,.

          Paham???…

          Demikian perumpamaan gaji PNS non profesi haram seperti pegawai pajak dan pegawai bank ribawi,.
          Gaji PNS pajak dan bank ribawi, itu HARAM bagi si pegawai tersebut,

          Adapun PNS lainnya seprti TNI, Polri, pegawai pemerintah, dll itu HALAL gajinya, walaupun di gaji dari uang PAJAK,..

  10. Jd klo memungut pajak itu haram,hasil pungutannya haram tidak? Krn hasil pungutan pajak itu nantinya kan akan dibagi2 untuk bayar gaji semua pns.. Bukan hanya org pajak.. Jadi semua pns harusnya haram?

    Hasil pungutannya haram bagi si pemungut, alias bagi si pegawai tersebut,.
    Adapun jika pegawai tersebut memberi makan istri dan anak dari gajinya, maka istri dan anak itu tidak mendapat dosa, dosanya tetap bagi suami yang bekerja di perpajakan tersebut, dan itu halal bagi istri dan anaknya,.

  11. Admin bagamana jika pekerjaan sebagai konsultan pajak perusahaan yg mengurus pembayaran pajak perusahaan dan be kerja sebagai dosen pengajar pajak di sebuah kampus atau kursus2 swasta??

    Lebih baik ganti profesi saja

  12. Kalo ibu kantin yg jualan di kantor pajak haram gak?
    Btw admin tau berapa persen pajak dalam apbn? Admin tau dampaknya kalo pajak dihentikan?

    sama saja kaya ibu kantin yg jualan di tempat pelacuran, uang hasil melacur itu haram jika dikonsumsi oleh si pelacur, tapi tidak haram bagi org lain dalam hal ini ibu kantin, dia itu jualan, asal jualannya bkn jualan barang haram, maka uang hasil penjualannya tidak haram

    Sumber penghasilan negara indonesia itu banyak, kekayaan alamnya sangat banyak,..

    penjajah belanda dan jepang saja bisa mengeruk kekayaan indonesia utk pembangunan negara mereka,

    Jadi jangan heran jika kita sdh tdk dijajah oleh belanda, tapi warisan penjajah belanda koq tetap diterapkan di indinesia

    Dan pajak itu kan warisan penjajah belanda, dulu belanda selain mengeruk kekayaan alam, mereka juga menerapkan pajak,

    kita sudah merdeka tapi warisan penjajah belanda masih dipegang kuat, termasuk hukum perdata pun merupakan peninggalan belanda

  13. pak numpang tanya mohon bimbingannya mohon koreksinya,pendapatan negara indonesia di dapat dari penerimaan pajak dan non pajak(BUMN) untuk penerimaan dari pajak lebih besar hingga 7x penerimaan non pajak(BUMN) woow. . pajaak. . gilaaa ,

    yang mau saya tanyakan ,kalau memakai uang hasil pajak kan haram ,jadi ketika negara akan membayar/meng-gaji para pegawai negeri sipil/pns SELURUH INDONESIA kan memakai uang negara, apakah pendapatan /gaji pns DI SELURUH INDONESIA juga haram?

    walaupun 100% pendapatan negara dari PAJAK, lalu buat menggaji PNS di seluruh indonesia, maka gaji tersebut halal bagi seluruh PNS yang bekerja selain di instansi perpajakan dan ribawi,

    jadi gaji polisi,ABRI,pejabat pemerintah,dll itu HALAL..walaupun sumber dananya dari PAJAK,

    yang berdosa dalam hal ini adalah pemerintah, bukan orang yang digaji oleh pemerintah, dan orang-orang yang bekerja di instansi perpajakan, itu termasuk orang-orang yang membantu pemerintah dalam mendzalimi rakyatnya,

    apalagi jelas hadits Rasulullah yg terang-terangan mengatakan pemungut pajak akan di siksa di neraka

  14. pak di dalam ayat al-quran apakah pajak itu mutlak haram untuk umat muslim, apakah ada jenis pajak yang halal jika di kerjakan oleh umat muslim?

    Ada hadits shahih atau perkataan Rasulullah yang dengan tegas menyatakan hal tersebut,yaitu ancaman neraka bagi pemungut pajak,

    Dan tidak ada pajak bagi orang islam, pajak hanya dikenakan pada orang-orang kafir yang dibawah pemerintahan islam,

    Hadits shahih dalam hal kedudukan hukum itu sama dengan Alquran,

    Jadi walaupun tidak disebut dalam alquran, tapi disebutkan dalam hadits, maka kita wajib mendengar dan taat,

    Contoh, cara shalat, dalam alquran tidak dijelaskan, tapi dalam hadits disebutkan dengan detail

  15. Bismillah…
    mudah²an Alloh memudahkan jalan dan membuka pintu rizkiNya yg lain untuk kami.

    Doakan mendapat yang lebih baik ya setelah nanti suami hengkang dr ditjen pajak

    Allah yang maha memberi rizki, seluruh makhluk di dunia ini Allah yang memberikan rizkinya,
    Dan tidak usah takut, semua Allah cukupkan rizkinya,

    Jangankan orang beriman, orang KAFIR pun Allah berikan rizkinya,..

    Jadi ibu tidak usah takut akan janji Allah, barangsiapa bertakwa, maka akan Allah berikan rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka,..

    Rizki sedikit tapi barakah, halal, itu jauh lebih baik daripada rizki banyak tapi haram,

  16. Sayangnya kita banyak yang bangga, senang, menjadi harapan kerja yang ga ada beda sama sekali dengan rampok seperti ini…..

    mereka tidak sadar, begitu mendapat kerja di bagian rampok ini seolah-olah itulah penyelamat hidup mereka…

    Mereka bisa menghidupi keluarganya, makan uang rampokan dari rakyat, menyekolahkan anak dari kerja memeras rakyat, seoalah hidupnya akan aman…

    menyelenggarakan kebutuhan dunia bahkan untuk akhirat dengan mengandalkan hasil rampokan…

    Benar-benar tidak masuk di akal sehat, jika mereka memang berpikir dalam beragama islam, kecuali mereka berpikir yang orientasinya tidak jauh pemaksaan kehendak dari ketiadaan kemampuan atau lemah dalam berpikir bertahan hidup di dunia ini…

  17. ilmunya dangkal sekali, kalo gak pake pajak negara mau bayar apa2 pake apa??? zakat?? NO WAY!!

    lagian yang bayar pajak itu orang yang mampu aja yang penghasilannya di atas PTKP, kalo orang miskin mah kagak bayar!

    Kata siapa orang miskin tidak bayar pajak?
    Mau membuktikannya sangat mudah,.
    Pajak di indonesia itu banyak rupanya,
    Bayar listrik,kena pajak,
    Berobat, beli obatnya ada pajak disana,
    Belanja di supermarket, kena pajak,dll
    Pajak hari ini dikenakan juga pada barang dagangan dan barang-barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang secara tidak langsung akan membebani rakyat kecil. Baca di sini

    kalo gamau bayar pajak mending terbang aja pake pesawat pribadi kemana2. Semua fasilitas negara dapet dari pajak,,

    Allah mengharamkan pajak yg diambil dari umat islam,..
    Allah sudah menjadikan indonesia negeri yang melimpah kekayaan alamnya,

    negara aman dari pajak, negara hidup dari pajak, 70% APBN dari pajak, sekolah gratis dari pajak, beasiswa dari pajak, subsidi bbm dari pajak, ayo mau gmn?

    Siapa yang mampu menjamin keamanan sebuah negeri?
    Allah yang menjamin,

    Adanya pungutan pajak saja itu bukti harta kaum muslimin TIDAK AMAN, lah koq anda bilang aman?

  18. Admin…
    berarti klo kita cuma bantu orang merampok tapi kita kan nggak merampok…
    trus kita dikasih hasilnya berarti nggak haram ya.

    Kalau merampok itu beda lagi mas,.
    Jika ada orang mau merampok, lalu ada yang membantu dengan cara meminjamkan goloknya, itu sama saja dia merampok, terkena dosanya,. dosanya sama,.

    Jadi dia berdosa, dan hasilnya haram juga bagi dia,

    Soalnya di satu kementerian contoh kememterian keuangan salah satunya djp dan yang lain kata admin gajinya halal karena ga mungut padahal direktorat lain kan bantu djp bukan bantu lagi malah saling berkaitan

    Beda kasus dengan masalah perpajakan,.
    Yang diancam itu adalah pegawai perpajakan dalam hal ini depertemen yang membawahinya,. dalam hal ini dirjen pajak,
    Adapun departemen keuangan, ini bukan menangani masalah pajak saja, tapi banyak, jadi bukan spesialis pajak,. itu tergantung seberapa banyak perannya,.

    • Jadi bisa dibilang harap instansi kemenkeu? Kan semua instansi kemenkeu saling bantu untuk memperoleh kas negara(termasuk pajak) ?

      Kemenkeu itu masih umum, bukan khusus masalah pajak saja,.

  19. Mhn maaf mas admin, sy sekedar mo diskusi, pajak dinegeri ini dikenakan kepada semua usaha/bisnis tanpa memandang usaha itu halal atau haram berdasarkan syariat islam, bagaimana bisa dikatakan uang pajak itu halal ???

    Pemungutannya dan yg ikut serta dlm upaya pemungutannya jg haram (sdh tentu yg ikut buat UU dan aturan pelaksanaannya dan yg menetukan besaran targetnya (ditentukan dr kebutuhan dana per instansi (mendikbud,PU, polisi dsbnya)).

    Dpt sy ilustrasikan kalo ada pengusaha yg memberikan uang kepada seseorang dan ia tahu kalo dana itu peroleh dr usahanya yg korup (suap sana sini), seharusnya uang yg diberi ditolak krn bukan uang dr usaha yg halal, kalo tetap mengunakan amalan ibadah yg mengunakan uang itu jd mubazir.

    Sy yakin hal diatas sama dgn uang pajak, pengunanya jg terkena dampaknya, mulai pns, tni dan polri (bukan hanya instansi pajaknya sj), krn semua terlibat, mulai dr perencanaan, pemungutan dan pengunaan dana pajak…..

    Saya tegaskan,.
    Patokan kita adalah DALIL, baik dari ayat Alquran atau HADITS SHAHIH,
    Hadits menyatakan dengan jelas, pemungut pajak akan disiksa di neraka,.
    Berarti profesi pemungut pajak itu profesi yang haram,. ini wajib dipahami,
    Apakah profesi haram itu berarti harta yang didapatkan adalah haram? IYA, haram bagi si pelaku profesi tersebut,.
    Berbeda hukumnya jika harta tersebut diberikan kepada orang lain, maka tidak haram bagi orang lain tersebut,

    Saya ambil contoh,. PELACUR atau PEREK, atau bahasa kerennya PSK, itu profesi haram, harta hasil melacur pun itu HARAM, bagi siapa? bagi si pelacur tersebut,
    Bagaimana jika pelacur memberikah uang hasil melacur pada orang lain? baik memberikan langsung atau dengan cara membeli barang pada orang lain, misalkan si pelacur itu beli makanan , apakah uangnya tetap haram bagi orang lain yang diberi atau penjual yang dibeli?
    UANGNYA HALAL bagi orang lain tersebut, dan orang lain tersebut boleh menikmati uang pemberian tersebut, atau si penjual boleh menerima, dan tidak berdosa,.
    Begitu gambarannya mas, biar paham, bahwa uang HARAM bisa berbeda hukumnya jika sudah berpindah kepemilikan,

    Khusus kasus pajak, pemungut pajak mendapat ancaman dari Allah, harta yang didapatkan si pemungut pajak/gaji pemungut pajak itu HARAM bagi dia, tapi jika dia memberikan pada istri dan anaknya, maka halal bagi si istri dan anaknya tersebut, dan si pemungut pajak berdosa telah memberi makan dari harta haram, tapi si istri dan anak tidak berdosa karena perbuatan dia sebagai pemungut pajak,

    Lalu , uang pajak digunakan oleh pemerintah untuk membangun, apakah boleh rakyatnya menikmati, ya boleh,. tidak berdosa,.
    Berarti enak dong,. ya iya, di dunia enak, dan di akherat nanti rakyat akan menuntut harta yang diambilnya dengan cara pajak,.
    siapa yang dituntut kelak di akherat? ya penarik pajak dan pemerintah yang menetapkan kebijakannya,.
    Serem kan?

  20. Assalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Mohon penjelasannya, setau saya kenapa ada pajak di Indonesia karena memang pemerintah (eksekutif) dan dpr (yidikatif:representasi dr rakyat) menyepakati sumber pembiayaan utk mengurus negeri ini dari pajak dalam bentuk Undang-undang.

    Bukan kesewenang-wenangan pemerintah sendiri yang memaksa memungut pajak.
    Jika itu demikian, itu bukti kedzaliman pemerintah kepada rakyatnya, kelak Allah akan mintai pertanggungjawaban ,
    Adapun rakyat, tetap wajib taat pemerintah, walaupun pemerintahnya dzalim, dalam hal ini mengambil harta rakyatnya melalui pajak, saya sudah posting di sini

    Analogi sederhananya, misal di suatu perumahan, ketua RT mengumpulkan warganya (mungkin tidak keseluruhan, biasanya tokoh masyarakat) membahas tentang masalah keamanan dan kebersihan di perumahan.

    Kemudian disepakati daripada warga bersih2 sendiri dan siskamling tiap malem, maka diputuskan membayar orang utk ngurusin masalah itu. Trus duitnya dari mana? Ya dari warga perumahan tsb, yang mungut iuran Pak RT.

    Pak RT jg disepakati dapat fee karena bertugas mengatur, koordinasi, administrasi, dll. Apakah Pak RT dihukumi sama dengan hadits tsb (akan masuk neraka) karena hanya menjalankan kesepakatan bersama?

    Sama halnya dengan pajak.

    Pungutan RT berbeda dengan PAJAK, pajak pemungutnya sudah diatur oleh dirjen pajak, dan masuknya juga langsung ke kas negara, bukan ke kas RT,
    Kalau pemungutan di tingkat RT itu bukan termasuk PAJAK, itu adalah kesepakatan antara warga, dan untuk kepentingan warga di RT tersebut, dan bukan untuk pihak lain, bahkan terawasi oleh warga pungutan tersebut, kas RT tersebut,

    Jadi beda perkara, salah besar jika disamakan dengan PAJAK,
    Buktinya, tidak ada hubungan sama sekali pungutan RT dengan dirjen pajak

    Pajak timbul karena UU (kesepakatan Pemerintah dan DPR) yang mewajibkan sumber pembiayaan negeri ini salah satunya dari pajak (sumber yang lain masih belum maksimal).

    Petugas pajak hanya menjalankan kesepakatan tsb. Negara ini adalah negara islam, tapi dasar yang dipakai bukan islam, tapi dasarnya adalah kesepakatan antara Pemerintah dan DPR. Seandainya kita sebagai warga perumahan tadi, setuju tidak kalau ada iuran kebersihan dan keamanan?

    Kl ada warga yang keberatan dengan kesepakatan iuran tadi, silahkan bersih2 sendiri, silahkan buang sampah sendiri, silahkan siskamling tiap malem, tapi apa mau?

    Sekali lagi, masalah iuran RT itu bukan PAJAK,
    karena secara real saja, fakta di lapangan, tidak ada hubungannya antara pungutan RT dengan pajak,
    Itu adalah demi kenyamanan penghuni RT tersebut, dan kesepakatan bersama RT dan warganya,

    Pegawai pajak itu cuma menjalankan keputusan pemerintah dan DPR,..
    Ya,. dan pemerintah dan DPR yang menentukan kebijakan pajak tersebut akan Allah mintai pertanggungjawaban kelak,.
    Dan pegawai PAJAK, ini yang jelas diancam oleh Rasulullah, tidak akan masuk surga, karena dia khusus di bagian PAJAK, dan merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam perkara dzalim tersebut,.

    • Analogi mas-e.

      Analogi.. konsepnya sama. substansinya sama. beda nama saja.

      Ya sudah kalau antum ndak mudeng. 🙂
      Mungkin antum perlu belajar masalah penyusunan APBN supaya mudeng.

      Kalo menurut saya pajak dahulu dengan sekarang ‘niat/motif’ pungutannya berbeda. Sesuatu perkara memang harus diserahkan sama ahlinya. Saya cukupkan sampai di sini.

      Jazakallahu khair. Barakallahu fiik..

      Mase, analoginya sama, tapi berbeda dalam hal yang sangat banyak,..

      Jadi pungutan RT berbeda dgn pajak,..
      Mau bukti, mari kita buktikan,

      Jika anda tinggal di komplek RT lalu berapa sih pungutan RT itu? Satu jenis atau bermacam-macam?
      Satu jenis, dan peruntukannya jelas yang menikmatinya jelas, kepentingannya jelas, dan tidak mendzalimi orangvyg dipungutnya,
      Nominalnya juga jelas,dulu saya tinggal di RT iuran per bulan 30rban per bulan, peruntukan utk ngegaji satpam komplek,biaya kebersihan,posyandu,

      Pajak,..
      Anda tinggal di komplek yang ada pungutan RT , akan dipungut pajak,
      Bahkan bisa jadi jumlah pajaknya berlipat-lipat dari iuran RT, dan bermacam-macam,

      Anda belanja ke supermarket, berapa kena pajak PPN?
      Anda menggunakan hape, berapa pajak yang dipotong?
      Anda punya tanah, kena pajak juga,
      Anda bayar listrik, telpon,pdam,kena pajak juga

      Anda naik mobil,kereta,pesawat, kena pajak juga,
      Anda makan di restoran, kena pajak juga
      Anda jual rumah, kena pajak penjualan, anda beli rumah, kena pajak juga,

      Anda beli mobil, kena pajak, beli motor, kena pajak,..

      Bahkan anda ketika sedang sakit, berobat.. Anda beli obat juga masih kena pajak,..

      Maka sangat wajar rasulullah mengatakan bahwa penungut pajak tidak akan masuk surga, pemungut pajak akan disiksa di neraka,

      Karena betapa banyak kedzaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban,..

      Jadi hal yang sangatttt jauuuuuuuuh berbeda antara pungutan RT dan pajak,..

      Dan anda bicara penyusunan APBN?..
      Pungutan RT ga ada hubungannya jg dgn APBN,

  21. aku dukung min…
    artikel anda byk menambah ilmua saya..
    mohon diulas…

    status pegawai negeri secara umum yg bersedia sumpah jabatan utk setia dan mengamalkan hukum pancasila dan uud…

    yg scr tdk langsung menaruh Al Qur’an dan Assunnah di punggung mereka…

    ato secara tdk langsung lebih memilih hukum buatan manusia drpd hukum Allooh…mksh

    Hukum Allah itu apa?
    Hukum Allah adalah hukum yang Allah tetapkan,..

    Mari kita buktikan, betapa banyak kaum muslimin yang tidak berhukum dengan hukum Allah,

    Contoh:

    Allah mewajibkan laki-laki shalat 5 waktu secara berjamaah di masjid, lihat bagaimana praktek di masyarakat?

    Allah mewajibkan wanita menutup aurat mereka dengan jilbab, lihat bagaimana praktek mereka?

    Allah mewajibkan manusia untuk beribadah sesuai dengan ketetapan Allah,. Lihat praktek kaum muslimin…

    Allah melarang bersentuhan lawan jenis yang bkn mahram, lihat kenyataan yang ada?

    Betapa banyak rakyat yang tidak berhukum dengan hukum islam,..

    Lalu menuntut pemerintah agar berhukum dengan hukum islam?..

    Jangan bermimpi,..

    Pemimpin itu cerminan rakyatnya,

    Rakyat bertakwa, maka akan diberi pemimpin yang bertakwa,

    Jika rakyat tidak berhukum dengan hukum islam…
    Jangan ngimpi pengin punya pemimpin yang berhukum dengan hukum islam,

  22. Mas admin tau kan…jalan itu…

    dibangun dari uang pajak..

    kalo admin mau bepergian,gunain jalan itu ngg?..

    atau nyari jalan lain yg ngg ada aspalnya

    Boleh saja mas,
    Misalkan saya diberi uang oleh pegawai pajak, itu HALAL bagi saya, tapi haram bagi dia,

    Jadi ngenesnya jadi pegawai pajak ya seperti itu, sudah cape kerja, uangnya tidak halal bagi dia, di akherat diancam neraka, eh koq uangnya halal bagi orang lain

    Saya gini contoh begini biar paham,.
    Pelacur adalah profesi HARAM, penghasilan dari situ haram bagi si PELACUR tersebut,

    Tapi jika si pelacur memberikan uang pada anda, itu halal bagi anda,

    Jika si pelacur membangun rumah, lalu rumah tersebut diberikan pada anda, maka halal bagi anda, kalau bagi dia ya tetap haram,

    Paham??

    Jadi profesi haram itu , harta yg didapat haram bagi si pelakunya, tapi tidak bagi orang lain

    • mohon dikoreksi, sy masih awam.. sy pernah dengar sesuatu itu haram bs karena zatnya, cara mendapatkan ato krn akibatnya.. kl kita tau cara mendapatkannya dari profesi pajak (haram) apakah itu berarti haram jg buat kita?

      Haram buat pelakunya saja, tapi tidak haram bagi orang lain,..

      Saya kasih contoh,
      Seorang pelacur, profesinya haram,

      maka uangnya haram bagi dirinya saja, jika dia membeli makanan, maka halal bagi si pedagang,

      jika dia memberikan uang pada anda, maka halal bagi anda,

      adapun bagi si pelacur maka tetap haram, dan jika anda diberi oleh si pelacur,

      maka si pelacur tdk mendapatkan pahala,karena yg dia berikan dari hasil yg haram,

      dan anda tidak berdosa makan harta pemverian si pelacur

  23. Faktanya Indonesia itu ada..dan bukan negara islam..hanya negara yg pendudukny mayoritas beragama islam..

    lalu darimana untuk membiayai infrastruktur,hutang gaji pns,tni dan polri dll..

    sedangkan berdsarkan data statistik aja kekayaan alam kita terbatas…

    apa yg admin tawarkan sementara zakat itu..

    Sudah jelas ada yg berhak menerimanya

    Indonesia itu ciptaan Allah bukan?
    Kenapa tidak tunduk aturan Allah?
    Indonesia negeri yang sangat kaya raya..
    Walaupun dijajah belanda ratusan tahun lamanya, indonesia masih kaya,

    Lihat negara islam yang maju, mereka tidak memungut pajak dari kaum muslimin, Allah berkahi negaranya..cukup..

    Pajak itu warisan penjajah belanda, lah koq kita sudah merdeka, koq warisan belanda masih diterapkan kepada rakyat indonesia?

    Indonesia negeri islam,

    Bila saudara berbicara dengan kaca mata iman, saya yakin tidak akan ada kata lain yang keluar dari lisan saudara selain ucapan:
    إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ . النور 51
    “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili diantara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. An Nur: 51)

    Sumber: https://aslibumiayu.net/1366-mengapa-islam-mengharamkan-pajak.html

  24. Saya baru menjalankan usaha tapi masih beberapa bulan disuruh bayar pajak yg lumayan besar bahkan lebih besar dari bunga bank.

    kalau bank mungkin karena kita dapat pinjaman uang tapi pajak gk sumbang apapun hrs bayar besar rasanya sakit hati ini merasa di zholimi banget tp kr rakyat kecil kita gk berani tpdlm hati kita menuntut ketdk adilan n uang kita kl tdk bisa didunia kita tuntut di akhirat.

    Ya, nanti di akhirat para pegawai pajak akan dituntut oleh seluruh manusia yang dipungut pajaknya,.

    Bayar listrik kena pajak..
    Bayar telpon kena pajak
    Belanja di supermarket kena pajak
    Makan di restoran dipungut pajak
    Sms kena pajak
    Nelpon kena pajak
    Berobat di rumah sakit kena pajak
    Naik mobil,kereta,pesawat,kena pajak..
    Beli rumah kena pajak, jual rumah jual rumah kena pajak,..

    Makanya kelak tanggungjawab pegawai pajak begitu berat…

    Menghadapi tuntutan orang-orang yang dipungut pajaknya

  25. kalau ngelihat di undang2 pajak disitu jelas2 disebut: “iuran kepada negara yang bersifat memaksa dan tidak mendapat imbalan secara langsung” dr sini aja udh jelas dzalim…

    Betul mas..pajak memang kedzaliman yang luar biasa, wajar pemungut pajak tidak akan masuk surga

    saya berkerja di salah satu instansi yang memeriksa DJP.

    walaupun tidak berhubungan langsung, tp sy secara langsung memeriksa dan memberikan rekomendasi kpd DJP.

    apakah pekerjaan sy dianggap “membantu pemungut pajak” dan apakah harus sy tinggalkan??

    terus kadang (tidak rutin, tergantung surat tugas) sy diminta untuk memeriksa pajak BUMN sehingga secara langsung mengakibatkan BUMN tersebut jadi kurang bayar pajak (harus setor pajak) apakah sy dianggap pemungut pajak juga??

    Jika anda bekerja di bawah naungan lembaga DJP, maka bisa terkena ancaman tersebut, jadi lebih baik minta mutasi saja jika untuk keluar itu sulit,

    Baca postingan yang ini

    • jujur, saya dari stan,. penempatan saya di DJP.. tapi saya keluar krn alasan “pemungut pajak” dan pindah instansi di BPK..

      secara instansi sy berbeda dengan DJP, namun sy secara tidak langsung membantu DJP. apakah harus keluar (lagi)??

      Kalau BPK kan itu umum, tidak membawahi khusus pajak, sama saja seperti Departemen keuangan, jadi tidak sebesar yang diancam, seperti perpajakan

  26. ASSALAMUALAIKUM…
    Pak saya mau tanya, saya bekerja di retail, tetapi di tempatkan di bagian pajak, apakah gaji yang saya terima haram atau halal

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Bagian yang menghitung pajak untuk dibayarkan ke perpajakan kan?

    Jadi perusahaan anda bukan perusahaan pajak, tapi terkena pajak, maka HALAL gajinya, justru perusahaan anda atau karyawannya itu yang terdzalimi oleh pajak, kelak bisa menuntut orang-orang pegawai pajak di akherat, di pengadilan Allah yang maha Adil

  27. Tiap2 pengusaha di Indonesia yg punya karyawan juga wajib memungut Pph pasal 21, kemudian disetor ke negara.

    Apakah pengusaha tersebut juga termasuk pemungut pajak?

    Mengingat tugasnya adalah memungut pajak dari para karyawannya sebagai ketaan kepada pemerintah.

    Klo begitu, hampir semua pengusaha yg mungut pajak tersebut masuk neraka. Cmiiw

    Tidak, justru pengusaha itu yang didzalimi oleh pemerintah dalam hal ini melalui lembaga perpajakan yang merupakan lembaga pemerintah,.
    Maka pemilik perusahaan itu kelak akan menuntut para pemungut pajak di akherat, demikian pula karyawannya yang dipungut pajak,.
    akan menuntut di akherat,.

    Adapun perusaan melakukan pemotongan, itu karena aturan pemerintah,
    Taat pada pemerintah itu wajib, walaupun di dzalimi,.pemerintah kelak akan Allah mintai pertanggungjawaban

  28. PARA PEMBAYAR PAJAK BERUSAHA MENTAATI ATURAN PEMERINTAH (UU PAJAK),

    BEGITU PULA PETUGAS PAJAK BERUPAYA MENTAATI PERATURAN PEMERINTAH UNTUK MENGADMINISTRASIKAN PENERIMAAN PAJAK (DITUNJUK PULA OLEH UU PAJAK).

    KALAU PETUGAS PAJAK TIDAK MELAKUKANNYA,
    BERARTI SAMA SAJA TIDAK TAAT PADA PEMERINTAH.

    Beda perkara mas,.
    Rakyat wajib mentaati pemerintah, walaupun hartanya diambil oleh pemerintah, maka tidak boleh melawan, wajib taat,apalagi ada aturan pemerintah seperti itu,.

    Naaah.. pegawai pajak, itu adalah kepanjangan tangan pemerintah,.mereka bertugas memungut pajak, nah ini terkena ancaman hadits Rasulullah, tidak akan masuk surga para pemungut pajak,.

    Harusnya ini menjadikan hadits ancaman, dan jangan mau ngelamar kerja atau bekerja di perpajakan,.
    Jadi termasuk tolong menolong dalam menjalankan kedzaliman, dan itu akan Allah mintai pertanggungjawaban kelak di akherat,

    Jadi rakyat taat pada pemerintah dengan membayar pajak, itu malah hukumnya WAJIB, dan rakyat tidak berdosa,.
    Tapi pemungut pajak berdosa, walaupun dia taat pada pemerintah, dan gaji pemungut pajak itu HARAM bagi si pelakunya / pegawai pajak,

    Adapun jika diberikan kepada anak dan istrinya, maka halal bagi mereka, selama mereka tidak ridha terhadap profesi suaminya yg bekerja di perpajakan

  29. Pajak di Indonesia kan sistemnya self assestment.

    Wajib Pajak sendiri yang memungut/memotong pajak, menyetor, dan melapor SPT.

    Kalau pun tidak ada kantor pajak, para wajib pajak tersebut tetap memungut dan menyetor pajak sesuai UU, meskipun administrasinya jadi kacau (tidak ketahuan siapa yg sudah setor siapa yg belum).

    Dan kantor pajak juga bukan pembuat undang-undang pajak.

    Jadi pemungut pajak sebenarnya pembuat UU pajak itu sendiri, dalam hal ini para DPR, presiden, dan para Ulama ketika menyusun UU pajak.

    Oke lah misalnya pajak di Indonesia benar2 dihapuskan, menurut admin solusi yg aplikatif (benar2 dapat diterapkan) untuk memperoleh pendapatan negara caranya gmn? Selain hutang lho ya.

    Self assestment itu kan karena teknologi saja pak,..

    Jadi bukan pegawai pajak yang mungutin secara manual,..

    Sekarang jaman canggih, kirim uang ga perlu ke bank, cukup dari gadget,

    Tetap saja itu dirjen pajak yang mengatur pembayarannya, kalkulasinya ikut aturan pajak,

    Dan wajib pajak dalam hal ini kaum muslimin adalah pihak terdzalimi, dan kelak di akherat akan menuntut,

    Makanya jangan bekerja di lembaga perpajakan, masih banyak profesi yg halal

    Negara kita negara kaya raya…
    Jika yang mengelola adalah insan-insan yang beriman dan bertaqwa, makanya mari benahi RAKYATNYA agar menjadi rakyat yang beriman dan bertakwa, sehingga akan lahir generasi2 tangguh pemimpin bangsa,..
    Yang beriman,bertakwa, berakhlak mulia, bertauhid, lurus akidahnya

  30. Itu solusi normatif, idealnya begitu tapi sulit diterapkan (kurang aplikatif).

    Realitas sekarang kondisi iman dan takwa belum bagus, sedekah ogah2 an, zakat kadang tidak ditunaikan.

    Kita jg ngga mungkin maksa warga negara bersedekah.
    Klo diterapkan saat ini (tanpa pajak sama sekali), saya yakin hutang negara makin bengkak dan jatuh ke riba.
    Atau banyak PNS yg mengundurkan diri, yg mengakibatkan operasional negara dan fasilitas layanan publik jadi kacau.

    Itu ketakutan yang berlebihan,.
    Allah mengharamkan sesuatu itu ya pasti ada hikmahnya,.
    Bagaimana akan bertakwa jika makan dari harta haram?
    Dan postingan di atas itu dalam rangka menjelaskan tentang hukum bekerja di bagian perpajakan,.
    Ancamannya begitu berat,.

    Alhamdulillah banyak kawan-kawan yang sadar, dan akhirnya memilih keluar dan tidak bekerja lagi di perpajakan

    • Izin bertanya… Apakah ada kontak kawan2 antum yg telah resign sebagai pegawai pajak…?

      Sepertinya hal semacam ini dibutuhkan bagi kami yg sedang berusaha untuk keluar dr kantor pajak…

      Sehingga memudahkan kami dalam bertukar informasi terutama mengenai pekerjaan yang akan kami jalani selepas resign dari sini.
      Jazaakallahu khayran

      Kalau saya tidak punya, tapi kalau yg resign dari bank, saya punya,bahkan teman saya dulu jadi asisten manager bank B** di jakarta, ketika resign harus bayar puluhan juta,

  31. Apakah pajak saat ini seperti preman? padahal udah mungut sesuai UU yang disepakati bersama (rakyat dan pemerintah).

    Terus para pegawai bank, pegawai kantor pos, dan bendahara perusahaan juga membantu sistem pembayaran pajak, apakah karena mereka membantu sistem pembayaran pajak akan masuk neraka juga?

    Para ulama juga membantu merumuskan UU pajak, apakah akan masuk neraka juga?

    Bank, pos,itu cuma tempat pembayaran, sbagaimana bank dan pos bisa untuk pembayaran selain pajak,..

    Dan sekarang pun model pembayaran listrik,telpon, bisa self assestment jg, sama spt pajak

    Adapun bendahara perusahaan, itu adalah karyawan perusahaan, bukan pegawai pajak, dalam hal ini dia adalah wakil si perusahaan, dimana perusahaan adalah yg dipungut pajak,jika pemilik pajak adalah otang islam, maka kelak si pemilik tersebut bisa menuntut pada pemungut pajak,..
    Demikian pula si bendahara, karena afa aturan pajak, bisa saja dikenai pajak juga, bisa menuntut di akherat,..

    Lagi-lagi,..ngenes nasib pegawai pajak.. Akan banyak yang menuntutnya di akherat

    • Pemungutan sebenarnya terjadi di Bendahara kepada para karyawan. Bank serta kantor pos membantu proses penyetoran pajak oleh bendahara, sedangkan kantor pajak hanya menerima laporan atas proses tersebut. Mereka sama-sama bekerja mendukung sistem yang anda sebut dzolim.

      Apakah bendaraha yang memungut pajak termasuk shohibul maks?

      Bendahara perusahaan bukan termasuk pegawai pajak, dia digaji oleh perusahaan, dan ga ada ikatan kerja dengan lembaga perpajakan, bahkan yang ngegaji juga perusahaan tempat dia bekerja, bkn digaji oleh lembaga pajak, demikian pula pegawai pos,bank, merwka bkn digaji oleh lembaga perpajakan

      Jadi kesimpulan yg sangat dipaksakan jika menganggap mereka sebagai pemungut pajak,

      Bendahara bukanlah shahibul maks

      Meskipun bukan pegawai pajak mereka juga disuruh pemerintah menjadi pemungut pajak.

      Tidak, mereka terpaksa, karena jika mereka tidak mau maka perusahaan tempat dia bekerja akan dikenai sangsi oleh lembaga perpajakan

      Menjadi kepanjangan tangan pemerintah juga untuk memungut pajak.

      Tidak, yg menjadi kepanjangan tangan itu justru lembaga perpajakan dan para pegawainya

      Kalau memang benar pajak haram, gaji para petugasnya juga haram, terus siapa yang akan mengumpulkan duit untuk negara kita?

      Bukan tanggungjawab pegawai pajak, tapi tanggungjawab pemerintah,

      Dan dalil tegas mengancam pemungut pajak,
      Hendaknya dalil tersebut dijadikan acuan, sehingga tidak memilih profesi yang Allah ancam dgn neraka,..

      Mau menolong tapi akheratnya celaka?..
      Silahkan berfikir wahai saudara,

      • Menurut admin, apakah illath munculnya hadits shahibul maks akan masuk neraka?

        Setahu saya maks bukan pajak, tapi uang palak yg dirampas secara paksa oleh preman pasar, diminta semena-mena, tanpa otoritas sultan/khalifah/pemimpin negara, dan dipakai untuk mereka sendiri bukan untuk umat/publik.
        Bahkan shohibul maks ada yg tega membunuh untuk mendapat uang palak tersebut. Wallaahu a’lamu. Kalau saya salah semoga dibimbing Allah swt ke jalan yg lurus.

        Itu kan setahu anda,.
        Dalil sudah cukup jelas,.
        Penjelasan juga sudah cukup jelas di postingan,.

  32. Assalaamu’alaykum ,

    saya ingin bertanya, kalau bekerja di kantor Perbendaharaan negara yang tugasnya membayarkan dana bagi satuan kerja yang mengajukan dana seperti untuk gaji guru madrasah, polisi, tni, lapas, dsb bagaimana?
    terima kasih.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Boleh

  33. Sy mau tanya
    klo kerja di instansi pajak haram dan muslim semua keluar dri instansi tsb.
    Maka keuangan bsa dikuasai kafir bagaimana menurut antum tentang
    maslahatnya ?

    Itu adalah was-was dari setan

    Ngga masalah, jika tidak ada kaum muslimin yang bekerja di perpajakan,.

    Sama halnya jika tidak ada kaum muslimin yang bekerja di tempat ribawi

  34. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Seandainya pegawai kantor pajak ingin resign dan beralih ke pekerjaan lain (dagang misalnya) , akan tetapi modal yang di pakai untuk berdagang nantinya adalah hasil dari tabungan atau aset lain yang dia dapatkan semasa masih menjadi pegawai pajak.. apakah tetap haram juga? Mohon penjelasannya.. Terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Setelah bertaubat, maka boleh memanfaatkan harta yang didapat dari profesi sebelumnya, walaupun profesinya diharamkan, contoh para pemusik,pelacur,pegawai pajak, pegawai bank, jika mereka bertaubat, maka harta yang mereka dapat dari profesi tersebut halal baginya,

  35. Bagaimana dengan hukum orang yang memakan dari hasil pajak?

    Yang diancam itu adalah para pemungut pajak, orang yang bekerja di perpajakan,.
    Kalau yang menikmati dan dia bukan pemungut pajak, tidak masalah,

  36. Atau mungkin bagaimana jika seseorang ikut menikmati hasil pajak?

    Yang diancam itu adalah para pemungut pajak, orang yang bekerja di perpajakan,.
    Kalau yang menikmati pembangunan yg dibiayai oleh pajak,ini tidak masalah,

    Pembangunan itu tanggungjawab negara, dan negara yg mengurus hal tersebut, termasuk pembiayaannya,

    Jika negara membiayai dari harta yg tidak halal, maka itu bukan tanggungjawab rakyatnya , dan rakyat tdk berdosa menikmati hasil pembangunan tsb

  37. Assalamualaikum,
    mau nanya nih gan, kalau pajak haram. (?)
    gaji pns juga haram kah?
    guru makan uang haram?
    presiden pun?
    yak sbelumnya maaf lahir batin, terima kasih kalau dijawab.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    TIDAK HARAM jika dia bekerja di selain lembaga perpajakan atau lembaga ribawi,.
    Jadi gaji PNS selain PNS selain perpajakan dan ribawi itu HALAL

    Demikian pula gaji guru, polisi,tni, itu HALAL walaupun digaji dari uang hasil pajak,.
    Jadi, sungguh kasihan mereka yang bekerja di perpajakan, makanya lebih baik segera keluar atau minta mutasi ke lembaga yang lain

  38. Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.
    saya ingin bertanya.
    kan disebutkan diatas haram hukumnya apabila mengambil harta secara batil. tetapi kan sudah jelas bahwa pajak tersebut ada timbal baliknya. kita membayar pajak juga pajak tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas yg akan kita gunakan juga. apakah masih disebut haram pajak tersebut?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Mengambil harta orang lain secara batil tetap haram hukumnya, walaupun orang lain yang diambil hartanya tersebut mendapatkan timbal baliknya,.
    Dan justru itulah kerugian orang yang mengambilnya, sudah dia berdosa, eh walaupun orang yang diambil hartanya mendapatkan timbal balik, tetap tidak menghapus dosa orang yang mengambil hartanya tersebut,.

  39. jadi intinya saya boleh bekerja di bidang pajak tapi tidak boleh bekerja di Direktorat jendral Pajak gituu?? lalu apa bedanya kalo sama sama memungut pajak dan sama-sama paksaan pekerjaan?

    Yang tidak boleh bekerja di lembaga yang berada dibawah dirjen pajak,.
    Adapun misalkan bekerja di perusahaan namun jabatannya adalah bagian akuntansi yang memang ditugaskan untuk menghitung pajak perusahaan tempat dia bekerja, maka ini bukan termasuk bekerja di bawah dirjen pajak, jadi beda perkara,.

  40. Saya Bekerja di perusahaan swasta ,, gaji saya tiap bulan slalu dipotong pajak, bahkan saat dapat thr dan bonuspun masih dipotong pajak..padahal belanja disupermarket, pbb, mobil semua udah kena pajak… saya benar benar merasa dizalimi ,,kita yang kerja keras mereka yang menikmati..saya akan tuntut diakhirat

    Iya,..makanya pemungut pajak Allah ancam dengan neraka,..
    Berat sekali pertanggungjawabannya kelak di akherat, akan banyakbyang menuntut haknya,..
    Orang yang sedang berobat dan sekaray di rumah sakitpun, kena pajak juga, pajak dari obat yang dibayarnya,..
    Makanya jangan pernah bermimpi bekerja di perpajakan..

  41. Assalamualaikumm… mohon pencerahan anak sy lolos seleksi di STAN…setelah tidak lolos di smptn smbptn…. jika SAYA BERNIAT menyekolahkan anak saya di D3 KE PABEANAN DAN CUKAI …SEMATA UNTUK MENCARI ILMU…..APAKAH SAYA JUGA ANAK SAYA SUDAH MELAKUKAN PERBUATAN HARAM?, terima kasih.wassalam

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Lebih baik batalkan,
    Bekerja di bea cukai jelas haram penghasilannya, maka untuk apa mempelajari hal yang itu ujungnya bekerja yang haram hukumnya,..

    Yang dipelajari di sana bukan ILMU, karena itu masalah keduniaan,
    Yang dimaksud ILMU itu adalah hanya urusan agama saja, yaitu belajar ilmu islam dgn pemahaman yang benar,

    Jadi jangan mempelajari hal-hal yang nantinya menghasilkan hal yang haram,

  42. Assalamualaikum.
    Saya ingin bertanya, bagaimana dengan seseorang yang bekerja di bawah departemen kebendaharaan negara bukan pajak.

    Sedangkan salah satu tugasnya adalah membukukan pendapatan yang salah satunya didapat dari Pajak.

    Apakah pekerjaan tersebut termasuk haram? Terimakasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Tidak termasuk

  43. Assalamu’alaikum.. Sy pegawai pln. Di pln, ada pajak ppj (pajak penerangan jalan) dalam unsur tagihan rekening listrik yang dibayar oleh pelanggan setiap bulannya, yang mana uang pjj tersebut disetor oleh pln ke pemda setempat, dan pln tdk mendapatkan fee sedikitpun.

    Mengenai hal tersebut di atas, apakah pln termasuk pemungut pajak seperti yg dilarang islam?

    Apakah status kami pegawai pln sama seperti pegawai perpajakan yg haram dlm islam? Haramkah gaji yang kami terima? Terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak sama seperti pegawai perpajakan,.. jadi gajinya tidak haram , kasus pajak seperti itu sama seperti yang lain, seperti supermarket dimana harus menambah pajak PPN, dan unit usaha lainnya,. yang berdosa adalah pemungut pajak atau orang yang bekerja di perpajakan,.

    • lah gmana sih kalo begitu seharusnya pemerintah ubah sistem ekonomi dong dari sekian juta muslim di indonesia masa ga ngeh,, kasian coy yg kerja di pajak yang lain malah aman aman aja…kalo gitu yg kerja orang yang non muslim aja,parah bgt kalo kaya gini,kalo tau kaya gini seharusnya pemerintah buka pekerjaan yang memang halal untuk orang muslim….lagian juga ak bingung itukan juga buat rakyat juga dan disepakati, sma aja kaya kas pas waktu disekolahkan tiap minggu bayar 2000 ya buat kepentingan bersama juga ujung ujungnya, misal fotocopy…jadi menurut saya kaya iuran, lagi pula masa iya pajk indonesia juga pake aturan juga dimana disitu pasti ada keadilan, masa iya orang miskin bayar pajak tanah sama kaya orang kaya, gimana si kok aku masih bingung,,,,,

      Dulu, indonesia ratusan tahun dijajah belanda,..
      Untuk apa belanda menjajah indonesia ?
      Bukan untuk mencari rempah-rempah,..

      Tapi untuk menerapkan sistem mereka, untuk menyebarkan agama mereka, termasuk sistem ekonomi mereka, juga PAJAK..

      Ketika indinesia merdeka, apa sitem belanda juga hengkang dari indonesia ?

      Jawabnya tidak, hukum kuhp itu sistem belanda, hukum ekonomi ribawi, juga pajak, itu dari belanda,

      Belanda memang sdh pergi, tapi sistemnya masih diterapkan di indonesia,..

      Jadi pajak itu memang sistem buatan orang KAFIR, padahal dalam islam, hanya orang kafir yg dikenakan pajak, orang islam bebas pajak,

      Lalu khawatir jika pegawai pajak itu diisi oleh orang kafir?

      Justru ga perlu khawatir, orang kafir walaupun kerja sebagai pekerja yg halal, mereka tetap akan kekal di neraka,

      Nah kalau org islam seharusnya paham tentang cara mencari rizki yg halal, bekerja di lembaga perpajakan itu penghasilannya HARAM, maka tugas kita mengingatkan agar jangan sampai kaum muslimin masuk ke lembaga tsb,kasihan siksa Allah kelak, karena badan yg tumbuh dari harta haram, nerakalah tempat yg layak baginya,..

  44. Setiap menerima slip gaji ,, saya merasa sedih dan sangat terzalimi…bagaimana tidak untuk pph21 sekitar 10% dari gaji saya tiap bulan diambil….

    artinya keringat dan pikiran saya selama bekerja 2 hari dalam sebulan diambil dgn cara bathil, bayangkan berapa juta orang yang engkau pungut dgn cara itu ….tunggulah wahai pemungut pajak….

    kita perhitungkan nanti di akhirat

    Saya juga sedih dan geram tentunya,,.. ketika belanja di supermarket,.. melihat jumlah pajaknya yang 10 persen itu,..
    Saya juga sedih, ketika berobat di rumah sakit,.. terkena pajak juga ketika menebus obatnya dan juga ketika bayar biaya perawatan..
    Saya juga sedih, ketika bayar telpon, kena pajak juga,..
    Saya juga sedih, ketika beli tiket, kena pajak juga…

    Semua pajak itu bukan dibayar atau ditanggung oleh supermarket,dan lain-lain,. tapi kita sebagai konsumen lah yang membayarnya…
    Maka benar kata anda,. biar nanti di akherat di depan pengadilan Allah yang maha adil,.. kita melakukan perhitungan dengan org yg mendzalimi kita…

  45. Cara kita beragama yang benar, kita harus berdasarkan dalil shohih.

    kalau Allah dan Rosulnya telah menetapkan suatu ketetapan, kita sebagai orang yang mengaku beriman harus mendengar dan taat.

    Admin telah menjelaskan dalil-dalil yang shohih tentang ancaman neraka untuk orang-orang yang memungut pajak, jadi kenapa harus kita bantah dengan logika dan pemikiran kita yang lemah. Ketahuilah bahwa “kita tidak lebih hebat daripada Allah itu pasti, dan kita tidak lebih pintar daripada Rosulullah itu pasti”
    Mungkin ini yang harus kita renungi !!!

  46. maaf mau tanya. brarti klo kita menerima pemberian orang yg bekerja di bank juga tidak haram ya.

    padahal kan barang yg diberikan itu berasal dr uang haram.

    kenapa jadi halal setelah diberikan ke org.

    Tidak haram, halal bagi yang diberi,
    Harta haram itu haram bagi si pelakunya saja, silahkan baca ulasannya di sini

  47. Assalamu’alaikum, Mas admin.

    Saya baru menemukan blog ini, dan langsung tertarik membaca artikel yang menggelitik hati saya. Bukan, bukan karena lucu. Tapi karena saya merasa tersentil karena artikel ini cukup seru untuk dibaca. Karena menyangkut pekerjaan yang telah menghidupi saya selama bertahun-tahun.

    Jadi begini, ayah saya pegawai Bea Cukai, bahkan sudah menjadi pejabatnya. Dan abang saya juga pegawai kemenkeu, di Perpajakkan, lulus dari STAN tahun 2014 lalu.

    Di sini yang mau saya tanyakan, apa semua amalan yang abang dan ayah saya akan hilang begitu saja hanya karena mencari nafkah untuk anak dan istrinya?

    Keluarga saya juga perlahan sedang berhijrah dan memperbaiki ibadah kami, lalu apa dengan bekerja dan menerima upah dari pekerjaan ayah dan abang kami itu berarti pahala dari ibadah-ibadah kami itu tidak akan terhitung?

    Dulu sebelum ingin masuk ke Kemenkeu ayah saya ingin menjadi seorang polisi, tapi tidak diterima, bahkan membuat ayah saya sempat mengalami stress. Begitupun abang saya yang ingin bergabung dengan TNI, yang juga mendapat penolakkan.

    Dan ternyata Allah membuka jalan untuk abang dan ayah saya untuk bergabung ke dalam dua instansi tersebut, lalu, apa berarti Allah telah mengarahkan abang dan ayah saya ke jalan yang salah? Jelas tidak bukan? Lalu, bagaimana dengan situasi seperti ini? Kami sebagai umat Allah tentu tidak bisa menyalahkan takdir Allah bukan?

    Lalu bagaimana dengan ibadah wajib maupun sunnah, kemudian amalan baik, dan memberi zakat yang telah ayah dan abang saya lakukan? Apa mereka, atau saya yang mendapat uang dari mereka, akan tetap masuk neraka?

    Mohon pencerahannya, Mas.

    Wassalamu’alaikum.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Pegawai pajak, jelas Allah mengancamnya, Rasulullah pun menjelaskan, tidak akan masuk surga pemungut pajak,.

    Pajak kepada umat islam itu kedzaliman, dan akan dituntut kelak di akherat,

    Maka jangan menjadi bagian orang yang tolong menolong dalam kedzaliman tersebut,..

    Jadi hartanya saja yang HARAM, bagi si pelakunya, adapun bagi orang yang diberikan oleh orang yang profesinya haram, dia tidak berdosa, dan halal bagi dia,..

    Jadi jika ayah anda bekerja di lembaga perpajakan, maka hartanya haram bagi ayah anda , namun bagi istri dan anak itu HALAL,

    Istri dan anak jangan pernah ridha dgn profesi haram tersebut, setelah tahu hukumnya,dan mungkin bisa memberikan masukan kepada ayah dgn cara yang sangat bijak, misal diberikan print out artikel tentang hal tersebut,

    Alhamdulillah banyak koq saudara2 kita yg bekerja di perpajakan resign atau minta mutasi setelah paham resiko bekerja di perpajakan

  48. assalamualaikum
    sy mau nanya.

    bapak saya seorang developer perumahan dan utk KPR nya bekerja sama dengan bank konvensional. dan kelak warisannya itu akan turun ke kami.

    apakah haram bagi kami utk mengambilnya atau tidak.

    terimakasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Riba itu yg haram adalah ribanya, adapun barang yg didapatkan dgn sistem riba, itu tergantung barangnya, jika barangnya halal maka itu halal,

    Dan harta riba itu HARAM bagi si pelakunya saja, kalau diberikan pada org lain, maka halal baginya

  49. Salah Satu tiga Perbuatan Yang Allah SWT Sangat Benci Adalah Banyak Bertanya Hal yg sudah Jelas hukumnya apapun yang sudah jelas tak usah lah perdebatkan lagi

  50. Assalamu’alaykum . Admin saya mau tanya kalau bekerja di perusahaan swasta bagian keuangan dan dia mengurusi pajak perusahaan tersebut apakah penghasilanya juga termasuk haram ? Jazakumullahu khairan

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika perusahaan tersebut bukan perusahaan yang bergerak di bidang yang diharamkan, maka penghasilan anda itu tetap HALAL,

    Yang Allah ancam itu adalah pemungut pajak, bukan orang yang dipungut pajaknya,.
    Dan yang dipungut pajaknya, kelak di akherat bisa menuntut para pemungut pajak atas harta yang dipungutnya tanpa hak

  51. Assalamualaikum.
    Sebagai pegawai bea cukai kan haram, terus kita di bom cina ratusan ton sabu kalo gak ada pegawai bea cukai lolos semua itu barang, bagaimana nasib generasi tua dan muda kita, jadi pegawai bea cukai itu lebih banyak manfaat apa mudhorat nya? Mohon penjelasan nya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jutaan ton atau milyaran ton sabu dari china atau negara manapun, kalau kita bentengi generasi kita dengan bekal agama, maka ga bakal hal tersebut dilirik walaupun GRATIS,..

    Sama halnya jika dibekali pemahaman agama yang benar, ga ada yang mau bekerja yang itu Allah ancam, profesi apapun, termasuk dalam hal ini adalah pemungut pajak, makanya jangan salah jika banyak yang resign setelah paham hukumnya, dan resign dari tempat tersebut ga GRATIS lho, apalagi masih ada ikatan dinas, harus bayar puluhan juta, namun demi meraih ridha Allah, maka mereka rela,

    Sabu gratis ga mau, resign tapi bayar, mau
    Saya sendiri punya teman yg dulu menjabat sebagai asisten manager, bkn di perpajakan, tapi di bank, dia harus mengeluarkan 25 juta agar bisa resign,..sekarang menjadi supir mobil box

    Para pengedar sabu, mereka berdosa, dosa mereka dan jika ada yang menjadi pecandunya maka dia kebagian dosanya,..

    Para pemungut pajak, dia berdosa, dan kelqk di akherat akan dituntut oleh orang2 yang dipungut pajaknya, berapa orang yang dipungut ? Bukan satu dua orang, bisa pukuhan, ratusan, jutaan,..ini sangat mengerikan,..

  52. Assalamualaikum, mau tanya bagaimana hukumnya orang orang yang ikut menikmati hasil pajak?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Menikmatinya seperti apa?
    Jika yang dimaksud menikmati itu adalah menikmati harta hasil bekerja sebagai pemungut pajak, maka penghasilan pemungut pajak itu haram, maka haram bagi si pekerja tersebut,.
    Adapun jika si pekerja tersebut memberikan hartanya untuk anak dan istrinya, maka anak dan istrinya tidak berdosa, selama tidak meridhai profesinya, jadi boleh menikmati pemberiannya,..

    Jika yang dimaksud adalah rakyat yang menikmati hasil pembangunan yang dibiayai dari PAJAK, maka TIDAK MASALAH,
    Pembangunan itu adalah kewajiban pemerintah , adapun masalah pembiayaan, itu tanggungjawab pemerintah, jika pemerintah membiayai dengan cara yang tidak diebenarkan dalam islam, maka kelak Allah akan memintai pertanggungjawaban di akherat,.dan RAKYAT tidak akan Allah mintai pertanggungjawaban karena menikmati hasil pembangunan tersebut, bahkan RAKYAT akan menuntut hak mereka yang diambil dengan cara BATIL, maka hendaknya janganlah kita menjadi bagian dari profesi pengambilan harta kaum muslimin secara batil, sebab kelak di akherat berat sekali pertanggungjawabannya

  53. Yang jadi masalah pajak di indonesia udah jadi kewajibam bang… Yg g bYar kena denda dll.. Coba kl pajak nya di ikhlaskan bagi yang mampu

    Yang Allah ancam itu adalah pemungut pajak, bukan org yang membayar pajak, justru orang yang membayar pajak itu posisinya sebagai org yang terdzalimi, sehingga kelak di akherat bisa menuntut hak-haknya pada orang-orang yang mendzaliminya,

    Jika pemerintah mewajibkan rakyat membayar pajak, maka wajib taat, baca ulasannya di sini

  54. Mohon penjelasannya untuk yang bekerja di sekretariat kebendaharaan negara? Apakah itu haram juga? Mohon penjelasannya. Terus apakah akuntansi haram juga?

    Tidak

  55. Min klo jadi satpam di djp haram tapi klo jadi satpam di tempat pelacur gk haram jdi gimana nih

    Sama-sama haram

    Namun pelacur jika ditanya apakah profesinya itu haram? Maka si pelacur akan mengakuinya,

    Namun coba tanya pegawai pajak, apa kira-kira jawabannya ?

  56. Assalamualaikum wr.wb.

    Sejujurnya saya pengen ngelanjutin di pkn stan dgn jurusan pajak,tp setelah membaca ini saya merasa takut.

    Kalau misalnya memilih jurusan di luar pajak misalnya akuntansi/kebendaharaan negara stan yg masih dibawah naungan kemenkeu apakah boleh?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahiwabarakatuh,
    Jangan ambil jurusan yang nantinya berdinas di profesi yg haram seperti perpajakan, perbankan ribawi,dll

  57. Semua PNS sebagian besar gaji diperoleh dari pajak.

    Pabrik rokok, pajak minuman keras, pajak dr bank, pajak penjualan, tambang, ekspor impor dll, semua dikenakan pajak mau perusahaan itu untung atau rugi. Gaji PNS semua haram intinya gak cuma kerja di pajak

    Gaji PNS tidak haram, selama dia bekerja bukan di bidang yang Allah ancam, contoh yang Allah ancam adalah pemungut pajak dan riba, maka bekerja di lembaga pajak dan ribawi penghasilannya haram,

    Adapun PNS selain dari bidang yang Allah ancam, maka gajinya tidak haram, walaupun digaji dari uang hasil pemungutan pajak,

    Harta haram itu haram bagi si pencarinya, contoh profesi haram misalnya pelacur, maka uang hasil melacur itu haram bagi si pelacur tersebut, namun jika si pelacur memberikan uang hasil melacur tersebut kepada orang lain, maka itu halal bagi orang lain tersebut, orang lain tidak berdosa karena memanfaatkan uang tersebut, selengkapnya baca di sini tentang status harta haram, klik saja

    Contoh profesi haram lainnya walaupun bukan dari pajak, Rokok itu haram hukumnya, maka bekerja di pabrik rokok gajinya haram

    Alat musik itu haram hukumnya, maka bekerja di pabrik musih gajinya haram

    Riba itu haram, maka bekerja di tempat ribawi spt bank ribawi maka gajinya haram

Leave a Reply to Zulkarnain Cancel reply

Your email address will not be published.


*