Mendengarkan Lagu dan Musik,Menggambar dan Membuat Patung Makhluk Hidup Dan Ancamannya, Mengerikan Gan…

Musik Islam Tidak Boleh Mendengarkan Lagu Kristen

Di Balik Merdunya Nyanyian, Indahnya Lukisan Dan Patung

Siapa yang suka menyanyi atau menggambar? Atau siapa yang suka mendengarkan musik? Mungkin ada banyak orang akan menjawab “Saya!”

Ketiga kegiatan tersebut menurut sebagian besar orang bagaikan garam dalam masakan. Banyak orang mengatakan dengan mendengarkan musik atau menggambar akan menjadikan hati yang sedih menjadi terhibur.

Namun maukah kalian, wahai saudariku, melihat apa yang Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perbuat terhadapnya? Jika memang kita mengaku sebagai hamba Allah serta pengikut Rasulullah yang setia, hendaknya kita memperhatikan masalah ini dengan sungguh-sungguh.

Dibalik Merdunya Nyanyian dan Musik

Mungkin ada di antara kita yang pernah mendengar bahwa Islam melarang adanya musik dan gambar. Padahal telah kita ketahui bahwa sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya pasti memiliki banyak keburukan bagi manusia.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan di antara manusia ada yang mempergunakan perkataan (suara) yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” (QS. Luqman: 6)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata tentang ayat ini, Al-Lahwu (suara) di sini adalah lagu (ghina‘).” Pendapat yang sama juga dikeluarkan oleh Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Sa’id bin Zubair, Qatadah dan Ibrahim rahimakumullah yang menyatakan bahwa yang dimaksud al-lahwu adalah lagu. Hasan Al-Basri berkata bahwa ayat tersebut turun untuk menjelaskan tentang nyanyian dan seruling.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Nanti pasti ada beberapa kelompok dari umatku yang menganggap bahwa zina, sutra, arak dan musik hukumnya halal, (padahal itu semua hukumnya haram).” (HR. Imam Bukhari dan Abu Dawud)

Saudariku, sebenarnya mengapa Allah dan Rasul-Nya membenci musik dan nyanyian? Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa di antara bahayanya:

  • Musik bagi jiwa seperti arak karena banyak orang yang melakukan berbagai kekejian seperti zina dan penganiayaan dikarenakan mabuknya musik dan penyanyi yang membawakannya. Al-Fadhil bin ‘Iyadh berkata, “Nyanyian adalah tangga menuju zina.”
  • Musik dapat menyebabkan pecandunya lebih mencintai penyanyi atau pemain musik lebih daripada cintanya kepada Allah sehingga cintanya tersebut dapat menjatuhkannya ke dalam kesyirikan tanpa dia sadari.
  • Musik melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah. Berapa banyak orang yang lebih menyukai musik daripada mendengarkan Al-Qur’an?
  • Berapa banyak orang yang melalaikan sholat karena hatinya tertambat pada lagu atau musik? Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakikat kemunafikan pasti ia akan melihat kemunafikan itu di dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara ” cinta nyanyian” dan “cinta Al-Qur’an”, kecuali yang satu mengusir yang lain.” Juga perkataan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran, sedang dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.” Serta Imam Ahmad rahimahullah, “Nyanyian itu dapat menumbuhkan kemunafikan di dalam hati.” Kemudian ketika ditanya tentang syair-syair Arab yang dinyanyikan, beliau berkata, “Aku tidak menyukainya, ia adalah amalan baru, tidak boleh duduk bersama untuk mendengarkannya.”

Jumhur ulama berpendapat bahwa musik dan nyanyian adalah sesuatu yang terlarang, seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’i yang berpendapat bahwa nyanyian itu tidak disukai (baca = haram) karena menyerupai kebatilan, adapun mendengarkan lagu adalah termasuk dosa.

Nyanyian yang Diperbolehkan

Namun benarkah, dalam Islam semua bentuk nyanyian terlarang? Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa nyanyian tanpa musik yang diperbolehkan dalam Islam, yaitu:

1. Nyanyian di hari raya yang dilakukan oleh wanita. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

“Rasulullah masuk menemui ‘Aisyah. Di dekatnya ada dua anak perempuan yang sedang memainkan rebana. Lalu Abu Bakar membentak mereka, maka Rasulullah bersabda: biarkanlah mereka, karena setiap kaum mempunyai hari raya dan hari raya kita adalah hari ini.” (HR. Bukhari)

2. Nyanyian yang diiringi terbang (rebana) pada waktu pernikahan dengan maksud memeriahkan atau mengumumkan akad nikah dan mendorong orang untuk menikah tanpa berisi pujian akan kecantikan seseorang atau pelanggaran terhadap syari’at. Namun nyanyian ini dinyanyikan oleh wanita dan diperdengarkan di kalangan wanita pula.

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempatku ketika saya menikah. Beliau duduk di atas kasurku dan jarak beliau dengan saya seperti jarak tempat dudukku dengan tempat dudukmu. Untuk memeriahkan pernikahan kami, beberapa orang gadis tetangga kami menabuh rebana dan menyanyikan lagu-lagu yang mengisahkan para pahlawan Perang Badar. Ketika mereka asyik bernyanyi, ada salah seorang di antara mereka yang mendendangkan, ‘Di tengah-tengah kita ada Nabi yang mengetahui apa yang akan terjadi besok.’ Mendengar syair seperti itu Nabi berkata kepadanya, ‘Tinggalkan ucapan seperti itu! Bernyanyilah seperti nyanyian-nyanyian sebelumnya saja!’” (HR. Bukhari)

3. Nyanyian pada waktu kerja yang mendorong untuk giat dan rajin bekerja terutama bila mengandung do’a atau nyanyian yang berisi tauhid atau cinta kepada Rasulullah yang menyebut akhlaknya atau berisi ajakan jihad, memperbaiki budi pekerti, mengajak persatuan, tolong-menolong sesama umat atau menyebut dasar-dasar Islam.

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan rahimahullah berkata bahwa syair-syair yang diperdengarkan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah dilantunkan dengan paduan suara semacam nyanyian-nyanyian, dan tidak pula dinamakan nasyid-nasyid Islami, namun ia hanyalah syair-syair Arab yang mencakup hukum-hukum dan tamtsil (permisalan), penunjukan sifat keperwiraan dan kedermawanan. Selain itu, para sahabat melantunkannya secara sendirian dikarenakan makna yang terdapat di dalamnya. Mereka melantunkan sebagai syair ketika bekerja yang melelahkan, seperti membangun (masjid) serta berjalan di waktu malam saat safar (jihad). Maka perbuatan mereka ini menunjukkan atas diperbolehkannya lantunan (syair) ini, dalam keadaan khusus (seperti) ini. Selain itu, mereka tidak pernah menjadikan nyanyian sebagai kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, karena para shahabat adalah generasi yang selalu mengisi hari-harinya dengan Al-Qur’an dan tidak pernah tersibukkan dengan selain Al-Qur’an.

4. Adapun terbang (rebana) hanya boleh dimainkan pada waktu hari raya serta pernikahan dan tidak boleh dipakai ketika berdzikir seperti yang biasa dilakukan oleh kaum sufi, karena Rasulullah dan para shahabatnya tidak pernah melakukannya.

Obat Bagi Hati

Jika setiap penyakit ada obatnya, maka bagaimana cara untuk mengobati kecanduan akan musik dan nyanyian? Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah menyebutkan 3 cara menghindari nyanyian dan musik:

1. Menjauhkan diri dari mendengarkan nyanyian dan musik melalui televisi, radio, dan lain-lain, terutama lagu-lagu yang seronok.

2. Membaca Al-Qur’an, terutama surat Al-Baqarah.

Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

3. Mempelajari riwayat hidup Rasulullah sebagai seorang yang berakhlak mulia serta para shahabatnya.

Untuk pertama kali, mungkin masih ada yang merasa sulit untuk menghilangkan kebiasaan mendengarkan musik. Namun saudariku, kita harus yakin bahwa dalam setiap larangan-Nya selalu ada hikmah yang besar bagi kita.

Hakikat Dibalik Keindahan Lukisan, Gambar dan Patung

Hakikat diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk mendakwahkan kepada manusia agar menyembah pada Allah semata, yaitu memurnikan aqidah dari kesyirikan. “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (yang berseru) sembahlah Allah dan tinggalkan thaghut itu. ” (QS. An-Nahl: 36)

Pada zaman dahulu, banyak orang menjadi kafir karena menyembah patung di samping menyembah Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana orang-orang Quraisy yang kafir karena menyembah berhala. Awal mula penyembahan patung adalah karena sikap orang-orang pada zaman Nuh ‘alahissalam berlebihan dalam mengagungkan orang shalih. Setelah orang-orang shalih itu meninggal, mereka kemudian membuat patung orang-orang shalih tersebut yang lama-kelamaan menjadikannya sebagai sesembahan. Inilah salah satu sebab mengapa Islam melarang memajang patung maupun membuat gambar makhluk bernyawa karena hal itu dapat menjadi sarana terjadinya kesyirikan.

Banyak orang yang berkata bahwa sekarang ini sudah tidak ada orang yang menyembah patung lagi. Namun hal tersebut adalah sebuah kekeliruan besar. Berapa banyak orang-orang yang kufur (Nasrani, Hindu, Budha, dll) karena mereka lebih memilih menyembah patung yang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun daripada menyembah Allah ‘Azza wa Jalla? Apakah patung-patung tersebut mampu melindungi pemujanya ketika mereka dalam kesusahan? Jangankan membela pemujanya, membela diri mereka saja mereka tidak akan bisa. Yang ada justru pemujanya yang melindungi mereka, karena bagaimanapun patung-patung itu adalah benda mati yang dibuat oleh manusia.

Benarkah Islam telah melarang adanya patung dan membuat gambar-gambar makhluk bernyawa? Lalu apa buktinya? Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwad, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia).’” (QS. Nuh: 23-24)

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku. waktu itu tirai penutup bilik saya berupa kain tipis yang penuh dengan gambar (dalam riwayat lain disebutkan: terdapat gambar kuda-kuda bersayap.) Melihat tirai tersebut, beliau merobeknya dan wajahnya terlihat merah padam.

Beliau kemudian bersabda, ‘Wahai ‘Aisyah, manusia yang disiksa dengan siksaan yang paling keras pada hari kiamat kelak adalah orang-orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah’ (Dalam riwayat lain: ‘Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini kelak akan disiksa dan dikatakan kepadanya, ‘Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan ini!” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar tidak akan dimasuki malaikat.”) ‘Aisyah berkata, ‘Saya kemudian memotong kain tersebut dan menjadikan sebuah bantal atau dua bantal. (Saya kemudian melihat beliau duduk di atas salah satu dari dua bantal itu meskipun bantal tersebut masih bergambar.)’” (HR. Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi, Al-Baghawi, Ats-Tsaqafi, ‘Abdurrazaq dan Ahmad)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta’ala mengomentari hadist tersebut dengan adanya dua petunjuk:

Pertama, haramnya menggantung gambar atau sesuatu yang mengandung gambar.

Kedua, larangan membuat gambar, baik berupa patung maupun gambar biasa. Dengan kata lain menurut mayoritas ulama, baik yang memiliki bayangan (3 dimensi) atau tidak.

Hadist di atas dikuatkan dengan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengisahkan bahwa Jibril ‘alaihissalam mendatangi rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata kepada beliau, “Sesungguhnya di dalam rumah tersebut terdapat korden yang bergambar. Oleh karena itu, hendaklah kalian memotong kepala gambar-gambar tersebut, lalu jadikanlah sebagai hamparan atau bantal, lalu gunakanlah untuk bersandar, karena kami tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah memerintahkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, “Jangan kau biarkan patung-patung itu sebelum kau jadikan tidak berbentuk dan jangan pula kau tinggal kuburan yang menggunduk tinggi sebelum kau ratakan.” (HR. Muslim)

Adapun gambar bagian-bagian tubuh kecuali muka adalah diperbolehkan menurut sebagian ulama semisal gambar tangan, kaki, dan lain-lain. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah, “Di dalam rumah itu terdapat tirai dari kain tipis yang bergambar patung dan di dalam rumah itu terdapat seekor anjing. Perintahkan agar gambar kepala patung yang berada di pintu rumah itu dipotong sehingga bentuknya menyerupai pohon, dan perintahkan agar tirai itu dipotong dan dijadikan dua buah bantal untuk bersandar dan perintahkan agar anjing itu dikeluarkan dari rumah.” (HR. At-Tirmidzi dalam Al-Adab 2806)

Bahaya Patung dan Gambar

Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali adanya bahaya yang mengancam agama, akhlak dan harta manusia. Islam melarang patung dan gambar makhluk bernyawa karena banyak mendatangkan bahaya:

1. Patung dan gambar dapat menjadi sarana kesyirikan, karena awal mula dari kesyirikan dan kekufuran adalah adanya pemujaan terhadap patung dan berhala.

2. Pada masa sekarang ini banyak dipasang gambar-gambar wanita yang terbuka auratnya di sepanjang jalan dengan ukuran sangat besar. Hal ini seakan-akan sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa, padahal Islam sangat memuliakan wanita. Namun justru wanita sendiri yang rela dirinya dieksploitasi dengan dalih seni dan keindahan.

3. Manusia yang paling pedih siksanya adalah pelukis dan pembuat gambar karena mereka meniru ciptaan Allah.

Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Membuat patung dan gambar adalah merupakan pemborosan karena biaya yang dihabiskan untuk membuat maupun membelinya kadang sampai mencapai jutaan rupiah.

5. Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau lukisan makhluk yang bernyawa. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah, “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Gambar dan Patung yang Diperbolehkan

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menyebutkan bahwa terdapat beberapa gambar dan patung yang diperbolehkan, yaitu:

1. Gambar dan patung selain makhluk bernyawa.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Apabila anda harus membuat gambar, gambarlah pohon atau sesuatu yang tidak ada nyawanya.” (HR.Bukhari)

2. Gambar-gambar yang dipasang di kartu pengenal seperti paspor, SIM dan lain-lain yang diperbolehkan karena keperluan darurat.

3. Foto penjahat agar mereka dapat ditangkap untuk dihukum.

4. Barang mainan anak perempuan yang dibuat dari kain seperti boneka berupa anak kecil yang dipakaikan baju dengan maksud untuk mendidik rasa kasih sayang pada anak perempuan. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak perempuan di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

5. Diperbolehkan gambar yang dipotong kepalanya sehingga tidak menggambarkan makhluk bernyawa lagi. Hal ini berdasarkan perintah malaikat Jibril ‘alaihissalam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memotong kepala gambar seperti pada hadist yang telah disebutkan sebelumnya.

Demikianlah bagaimana agama yang hanif (lurus) ini telah menggariskan yang terbaik bagi manusia. Hanya orang-orang yang beriman yang akan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dengan bersegera dan penuh keikhlasan. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Allahu Ta’ala a’lam.

Penulis: Ummu Asma’

Maraji’:

Adab Az-Zifaf (edisi terjemah) karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Bimbingan UntukPribadi dan Masyarakat (Taujihaat Islamiyyah) karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Al-Amru bil Ittiba’ wan Nahyu ‘anil Ibtida’ (edisi terjemah) karya Imam As-Suyuthi

***

Artikel www.muslimah.or.id

Print Friendly, PDF & Email

14 Comments

  1. Mas mau tanya, kalau jenis nyanyian yang nomor tiga ada contohnya mas…
    aku pengin sekali memilikinya

    Tapi untuk sekarang ini sudah sangat langka mas, apalagi yang dibuat oleh orang-orang indonesia…
    Itu sudah mengikuti aturan-aturan dalam pembuatan aransemen lagu, beda dengan apa yang di ucapkan oleh orang arab yang secara spontanitas…. tidak ada reff, dan lain-lain, seperti lagu-lagu kebanyakan..

    Lho kok tahu??
    kebetulan saya dulu malang-melintang di dunia musik ini….
    dan alhamdulillah sekarang sudah bisa cerai untuk selama-lamanya,..
    tentunya setelah tahu hukum musik itu sendiri…
    Kalau dulu waktu masih dijakarta sih dari studio ke studio…..

  2. Assalamualaikum wr.wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya mau tanya. Kalo saya memfoto anak saya atau istri saya lalu saya cetak dan saya pajang fotonya di dinding bagaimana?
    Saya juga sering memfoto kegiatan anak saya yg masih TK di sekolahnya. Tujuannya sebagai kenang-kenangan. Yg seperti itu bagaimana ya?

    Terimakasih atas komentarnya,
    Silahkan anda renungkan peringatan dari rasulullah,
    Jauhkan rumah Anda dari gambar makhluk bernyawa

    Siapa sangka, ternyata gambar makhluk bernyawa bisa membuat jin dan setan nakal itu semakin betah di rumah kita.

    Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

    “Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

    Ketika malaikat penebar rahmat tidak memasuki rumah Anda, di saat itulah makhluk lain, yang juga tidak kelihatan, akan menggantikan posisi mereka. Foto keluarga, gambar binatang dan seterusnya bisa jadi membuat rumah Anda makin indah bagi setan.

    Terima kasih

    sama-sama , mudah2an anda bisa berpikir lebih jauh lagi, maukah rumah kita menjadi dijauhi oleh malaikat rahmat, dan menjadi tempat yg menyenangkan bagi setan? tentu tidak mau bukan, dan lagian tidak ada manfaatnya foto2 tsb untuk kita, kita tidak tahu sampai kapan anak kita hidup, bisa jadi tidak sampai dewasa, masih TK sdh diambil oleh Allah, dan foto itu hanya menambah kesedihan kita, bahkan terkadang timbul rasa tidak ikhlas anak kita diambil oleh allah,
    yang jelas bahaya lukisan sdh jelas, tapi manfaat lukisan tidak ada sama sekali, lebih baik buang saja foto2 tsb,atau membakarnya, tdk usah disimpan walaupun di dalam album,

    Silahkan baca artikel yang membahas tentang foto dan lukisan, Janganlah kita memasang penolak malaikat rahmat di rumah kita

  3. Saya paham dan mengerti ulasan dan penjelasan di atas. Cuma selalu muncul pertanyaan dan dilema bagaiman dengan adanya pelajaran Musik dan Menggambar/Melukis di sekolah sekilah Mas?
    Anak kita kan ikut pelajaran keduanya.

    Terimakasih mas abdul,
    Yah, demikianlah kondisi sekolah2 pada umumnya,
    sebenarnya solusinya mudah, carilah sekolah2 yang menerapkan kurikulum yang benar,sesuai dengan islam yang dipahami oleh para sahabat, alhamdulillah sudah banyak sekolah2 yg spt itu, SDIT,SMPIT yang mengajarkan pelajaran2 yg tdk bertentangan dgn ajaran islam, di kota manakah anda tinggal? mungkin saya bisa memberitahu kepada anda sekolah yang spt itu

    Lantas bagaiman sikap kita kalau terpaksa mendengar musik di sekitar kita? Terima kasih….

    Perlu dibedakan antara mendengar musik dan mendengarkan musik, beda hukumnya, jika kita mendengar musik, kita jangan mendengarkannya, ingkarilah dalam hati, atau tutup telinga kita, bukan malah menikmati alunan musik tersebut,atau menghapalnya,.
    jika mendengarkan musik, berarti kita sengaja mendengarkan musik, dan ini haram hukumnya,

  4. Terima Kasih infonya Mas. Pesantren Annajiyah itu mungkin yang di Gede Bage ya? Lumayan jauh dari rumah saya. Saya di Bandung Utara sekitar Lembang-Setiabudi. Saya sedang melihat lihat sekolah untuk anak saya 3/4 tahun mendatang. Saya juga lagi berpikir keras anak perempuan saya, saya persiapkan/bantu untuk jadi orang /wanita dengan profesi apa di masa hidup dia mendatang.

    Oh, di lembang, jika anak anda seusia SD, bisa disekolahkan di SDIT alamanah, alamatnya di lembang juga kok, ini websitenya http://alamanah.sch.id/index.php
    Nanti setelah lulus SD bisa melanjutkan ke boarding school di annajiyah, kebetulan di annajiyah sudah membuka utk santri putra dan putri,

    Sebab kita hidup dijaman yang sudah terlalu parah lingkungannya, jangan sampai anak2 kita tercemar oleh lingkungan yang ada, jadi boarding school termasuk salah satu solusi untuk mencetak mereka menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, sehingga nanti kita sendiri sebagai orangtuanya yang akan memetik buahnya,..

    oh iya, ini salah satu tulisan santri annajiyah , silahkan lihat disini

  5. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
    numpang tanya ya om mengenai artikel diatas. kalo gambar mahluk hidup tidak diperbolehkan dipajang lalu layaknya gambar/foto keluarga juga dilarang dipajang dirumah ya om atau kan sekarang jaman modern om layaknya foto foto yang kita simpan tentang keluarga atau teman teman kan itu terkait mahluk hidup juga apakah haram hukumnya bila dipajang apa kah haram hukumnya bila disimpan dengan tujuan untuk mengenang sesuatu? mohon di jawab ya om ya syukron sebelumnya ditunggu jawabannya om.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mas rizal, apa yang anda tanyakan, silahkan baca postingan ini

  6. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
    Pak, saya mau tanya ? begini saya tidak memajang photo yang bernyawa tapi saya simpan di album semisalkan photo keluarga itu gimana pak, boleh atau tidak..?
    dan saya mau tanya juga boleh kah memajang gambar masjid ataupun gambar rumah terimakasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih abu dany, sudah komentar disini,.
    sebaiknya sih tidak usah menyimpan di album juga, tujuannya untuk apa, bukan suatu yang darurat seperti ktp,paspor, surat nikah,.
    Jika sekedar untuk mengenang atau memori, itu juga hal yang ga begitu penting,. malah itu hanya akan menambah kesedihan, jika foto yang ada di album tersebut adalah anggota keluarga yang sudah mati, atau mungkin anak kita yang masih kecil yang meninggal, itu hanya akan menambah kesedihan,. jadi menurut saya sih sebaiknya tidak usah,.

    memajang gambar yang tidak bernyawa, yaitu gambar2 selain manusia dan binatang, maka boleh, seperti gambar masjid,rumah,pemandangan tanpa binatang bernyawa seperti pegunungan, persawahan,itu boleh,.

  7. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    Pak, kalau memasang foto pemimpin/ presiden dan wakil presiden boleh apa tidak
    dan juga misalnya pemimpin organisasi dan sebagainya.
    karena ada yang beranggapan yang tidak boleh itu memajang gambar lukisan tangan ( lukisan / bukan foto )
    mohon pencerahannya.
    jazakullah khairan
    Wassalamu`alikum warohmatullah wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Kita sepakat, bahwa manusia paling mulia di muka bumi ini adalah Rasulullah , nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam,

    Rasulullah adalah penghulu para nabi,.
    Rasulullah adalah manusia pertama yang akan membuka pintu surga,.
    Rasulullah yang menyampaikan dakwah islam,.
    Rasulullah adalah panutan kita semua,.

    Begitu mulianya rasulullah,.
    Seandainya ada FOTO RASULULLAH, ada lukisan Rasulullah,. itu saja kita dilarang memajangnya,. apalagi lukisan atau foto orang yang jauh keutamaanya dari Rasulullah,.

    Karena Rasululullah sendiri yang melarang kita memajang gambar bernyawa

  8. Assalamualaikum… ustadz mau tanya, kalo di kota Balilpapan di mana SDIT dan SMPIT yg kurikulumnya tidak menyalahi sunnah… terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih pak harry,. coba saja datang ke taklim yang ada di balikpapan, dan tanyakan saja kepada panitia taklim, silahkan lihat disini jadwal taklimnya

  9. asaalamu’alaikum.
    saya mau tnya tentang musik pak, kalau terbangan itu apa diperbolehkan soalnya dilingkungan saya selalu ada terbangan rutinan yang diadakan dirumah-rumah secara bergantian dan melakukan latihan dimasjid trus mereka memberi nama jama’ah sholawat bla bla bla gitu.
    apa boleh pak?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Itu semua termasuk yang dilarang, bukan duff seperti yang dipukul di jaman nabi, dimana yang memukul juga adalah budak wanita yang belum baligh, bukan laki-laki dewasa, bukan pula duff yg sudah ada kecreknya,.itu adalah termasuk alat musik yang diharamkan, silahkan baca disini

  10. terimakasih pak..
    tulisan yg sangat bermamfaat..
    disaat ini sepertinya sebagian besar orang tdk bs hidup tanpa musik..
    tnpa disadari ternyata musik hanya akan membawa manusia kpd kemunafikan..
    mengagungkan suara,kecantikan dan cara berpakaian..
    sungguh dalam kesesatan yg nyata umat pd saat ini..
    semoga kt tdk termasuk golongan yg munafik..amiin

    aamiin,.
    jazakumullahu khairan atas suport dan doanya,

  11. tapi kalau melukis tidak melihat contoh ( ber-imajinasi ) gimana tuh??
    apakah haram juga atau tidak??

    Kalau yang dilukis gambar makhluk hidup seprti manusia dan hewan, maka ini HARAM, pelakunya akan mendapatkan siksa yang pedih kelak di akherat,.

  12. tpi di istana raja arab saudi ada photo raja arab pertama abdul aziz
    masa iya mreka tidak tahu tentang hal itu?

    lalu klo photo di galeri hp apa boleh pak ?

    Ga ada kewajiban kita untuk ikut SAUDI mas,

    Banyak juga di saudi pejabat yang mencukur jenggot mereka dan membiarkan kumisnya, jadi perbiatan negara saudi dan pejabatnya itu bukan dali,

    Dan disana sudah ada ulama, dan saya yakin para ulama pun sudah menasehati, dan menasehati penerintah menurut rasulullah itu secara empat mata,rahasia,dan tidak perlu koar-koar

    Photo di galeri hape kalau ga ada manfaatnya ya dihapus saja, dan memang ga ada manfaatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*