Jika Pelaku Pornografi Dibela….. Apa Yang Akan Terjadi??

Ditangkap dan ditahannya Ariel di Mabes Polri rupanya membuat gelombang simpati berdatangan dari rekan-rekannya sesama artis dan musisi. Nama-nama besar seperti Titiek Puspa dan Ahmad Dhani berbondong-bondong mengunjungi vokalis Peterpan itu.

Ahmad Dhani sendiri menganggap kedatangannya ke Mabes sebagai salah satu cara menunjukkan dukungannya terhadap supremasi hukum. Yang pasti, dia ingin adanya perbedaan jelas antara apa itu dosa dan apa itu pidana.

“Ya itu (bercinta dengan istri orang) nggak nyangkut pidana. Gini lho, kita harus bedakan dosa, pidana, dan perdata. Dosa dan pidana tidak sama. Kalau itu dianggap dosa, belum tentu dianggap pidana. Nah, tapi kalau suami Cut Tari melaporkan Ariel, itu bisa,” kata Dhani ketika ditemui di Mabes Polri, Kamis (24/06).

Dhani pun tak serta merta menyalahkan Ariel dan video mesum mirip artis yang beredar sebagai sebuah pemicu adanya pelecehan seks lainnya. Dia menganggap perkosaan sudah banyak terjadi meskipun video ini belum beredar.

Membaca cuplikan berita di atas, saya pribadi merasakan betapa tidak habis pikirnya, dimana ada seorang yang telah berbuat kotor, kemudian perbuatan yang sangat menjijikan itu terekam, dan sudah beredar luas, kok masih mendapatkan pembelaan seperti itu…

Ada apa ini?

Sudah sedemikian parahkah kondisi manusia sekarang ini? Sehingga perbuatan yang merusak moral bangsa ini, mendapat pembelaan, mendapat simpati bagi pelakunya?

Tidakkah takut ancaman Allah terhadap  orang yang diam terhadap kemungkaran yang ada, apalagi malah membela pelaku maksiat yang melakukan perbuatan keji, yang jika dalam hukum islam, orang yang melakukan perbuatan seperti itu, jika pelakunya sudah menikah maka hukumannya di rajam, dilempar dengan batu sampai mati…

Hukuman pidana buatan manusia itu tidaklah cukup untuk bisa mengganti hukum islam karena melakukan dosa zina..

Coba lihat apa yang dikatakan oleh orang yang profesinya sama dengan pelaku zina ini, yaitu sama-sama pemain musik,

“Ya itu (bercinta dengan istri orang) nggak nyangkut pidana. Gini lho, kita harus bedakan dosa, pidana, dan perdata. Dosa dan pidana tidak sama. Kalau itu dianggap dosa, belum tentu dianggap pidana. Nah, tapi kalau suami Cut Tari melaporkan Ariel, itu bisa,” kata Dhani ketika ditemui di Mabes Polri, Kamis (24/06).

Seandainya yang mengatakan ini mengetahui, hukuman dari dosa ini lebih berat daripada dia dihukum pidana, seandainya orang ini bisa berpikir, tentu dia akan mengetahui betapa hukum pidana itu belum apa-apanya dibanding hukuman menurut syariat islam terhadap perbuatan dosa zina ini.

Renungkanlah….

Janganlah kita menjadi orang yang tidak mau mengingkari kemungkaran, walaupun dengan hati kita, dengan cara Yaitu membenci kemungkaran dan tidak bergaul dengan para pelakunya, karena bergaul dengan mereka tanpa mengingkari sama dengan perbuatan Bani Israil yang dilaknat Allah, sebagaimana dalam firmanNya.

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ﴿٧٨

(78)Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ﴿٧٩

(79)Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

Lalu, bagaimanakah hukum bagi orang yang meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, padahal ia mampu melakukannya?

Hukumnya, berarti ia durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya, imannya lemah dan ia terancam bahaya besar yang berupa penyakit-penyakit hati dan efek-efeknya, cepat maupun lambat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” [Al-Ma’idah: 78-79]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.”  HR. Muslim dalam Al-Iman (49)

Dalam sabda lainnya beliau menyebutkan.

“Artinya : Sesungguhnya manusia itu bila melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan siksa-Nya yang juga menimpa mereka.” HR. Abu Dawud dalam Al-Malahim (4338), At-Tirmidzi dalam At-Tafsir (3057), Ibnu Majah dalam Al-Fitan (4005) seperti itu.

Masih banyak lagi hadits-hadits yang semakna dengan ini. Semoga Allah menunjuki kaum muslimin untuk senantiasa melaksanakan kewajiban yang agung ini dengan cara yang diridhai-Nya.

Mudah-mudahan Allah menjaga kita dari melakukan dosa keji ini, dan menunjuki orang-orang yang membela pelaku kemaksiatan, dan yang diam terhadap kemungkaran ini.

NB: Ketika sedang menulis artikel ini, tiba-tiba ada gempa, sehingga sempat saya keluar, dan teringat… betapa kemungkaran-kemungkaran di indonesia sudah sangat banyak, ngeri saya ngebayangin, jika kita tidak mencegah dan mengingkari kemungkaran yang ada, sesuai dengan kemampuan kita… saya takut Allah akan menurunkan adzabnya,

Lalu , bagaimana jika kita malah mendukung dan membela para pelaku kemungkaran itu??…

Mudah-mudahan adanya bencana demi bencana yang menimpa indonesia ini bisa menyadarkan kita…

Print Friendly, PDF & Email

2 Comments

  1. Wah, saya setuju bgt tuh.. ga tau knp, org yg udh jelas melakukan zina,, eh, malah di bela? kalo bgini trz, gmN kedepannya yah??
    oya, salam kenal yah..

    Yah, begitulah karena kaum muslimin sudah jauh dari agamanya, sehingga tidak bisa mengambil sikap yang benar dalam mengingkari kemungkaran, inilah tanda-tanda rusaknya masyarakat kita, mudah-mudahan kita dijauhkan dari sikap seperti ini… karena takut akan adzab ilahi…
    Tidakkah banyaknya musibah yang menimpa negeri ini…
    Yang datang bertubi-tubi…
    Tidak membukakan hati…
    Atau mata sudah tidak melihat lagi…
    Atau telinga telah tuli…
    Ataukah karena sakit parahnya hati…

    Apakah penyakit ini telah menimpa diri…
    Atau kau akan menyesal ketika dijemput oleh sang mati???

    Sadarlah….sadarlah…. wahai para pemuja pornografi….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*