Seputar Kata Wahabi (bag 1)

Kata Wahabiyyah Dinisbatkan Kepada Seorang Ulama Bukan Dinisbatkan Kepada Marx Atau Lenin


SEPUTAR KATA “WAHABI”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam Al-Qur’an yang mulia.

Artinya : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi ; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun” [Ibrahim : 24-26]

Dalam ayat-ayat yang mulia ini terdapat kabar gembira dari Allah Azza wa Jalla, yaitu barangsiapa yang beramal karena Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan mengokohkan, menumbuhkan dan memberkahinya, dan barangsiapa beramal bukan karena Allah maka ia tidak akan tetap tegak sedikitpun. Allah akan memusnahkannya dan hal ini nyata dalam kehidupan sebagaimana Allah menegaskannya.

Jika kita melihat diutusnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melihat perbuatan (jahat) orang-orang kafir serta musuh-musuh Islam kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita akan menyaksikan akibat baik itu adalah bagi orang bertakwa, dan demikianlah sesudah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga zaman kita ini yang dianggap sebagai zaman fitnah dengan segala bentuknya yang tidak mengetahui banyaknya fitnah itu melainkan Allah Azza wa Jalla.

Pada zaman ini, zaman yang tersebar kesyirikan dan hal-hal jelek dalam diri kaum muslimin., terdapat kebangkitan mubarakah, yang mana keutamaannya dan karunia ini dari Allah semata. Dia-lah yang memberkahi, menumbuhkan dan menunjuki jalannya.

Lalu musuh-musuh Islam bermaksud menjauhkan manusia dari kebangkitan yang diberkahi ini dengan memberikan bermacam-macam julukan untuk memalingkan kaum muslimin dari kebangkitan dan kesadaran yang diberkahi.

Dalam (kesempatan) ini, kami berbicara –Insya Allah- tentang satu julukan saja, walaupun (Alhamdulillah) banyak saudara-saudara kita tidak mengetahui tentang hal ini. Akan tetapi ini termasuk dari (pelaksanaan) bab : “Hendaknya seorang yang tahu menyampaikan kepada orang yang tida tahu”. Karena sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir”

Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Semoga Allah memperindah orang yang mendengar perkataanku, lalu menghafal dan menyampaikannya”

Memahami julukan buruk yang disebarkan oleh orang-orang Komunis, pengikut Partai Ba’ats, pengikut pemahaman (Jamal Abdul Naser) orang-orang Syi’ah, orang-orang Sufi dan ahli bid’ah, yang mereka sebarkan dilingkungan masyarakat untuk menghalangi manusia dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kata-kata tersebut adalah “Wahabiyyah”, orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menjauhkan manusia dan memberikan julukan buruk agar manusia lari darinya.

Perlu diketahui, bahwasanya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah adalah termasuk ulama yang hidup pada abad ke 12 Hijriyah, beliau seorang ulama yang bisa benar dan bisa salah, kalaulah kita orang-orang yang berbuat “Taklid” (mengikuti tanpa dasar) tentulah kita akan “Taklid” kepada ulama Yaman yaitu Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani –beliau hidup sezaman dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab-, dan beliau lebih alim daripada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, akan tetapi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dakwahnya diberi kekuatan oleh Allah dengan kekuasaan hingga tersebarlah ilmu beliau. Adapun Muhammad bin Ismail Al-Amir karya beliau (karangan-karangannya) memenuhi dunia, kaum muslimin mendapat manfaat dari kitab-kitabnya, orang-orang Yaman “Membenci Beliau” dan mereka berkehendak mengusirnya dari negeri Shan’a (Yaman).

Itulah kata (Wahabiyyah) yang dengannya manusia dijauhkan dan dihalangi dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka wajib bagi kalian untuk berhati-hati dan melihat apa maknanya.

Kata (Wahabiyyah) dinisbatkan kepada seorang ulama bukan dinisbatkan kepada “Marx” dan bukan pula kepada “Lenin” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Amerika” atau “Rusia” dan bukan juga dinisbatkan kepada “Para pemimpin musuh-musuh Islam” dan kami tidak memperbolehkan seorang muslim untuk menisbatkan dirinya kecuali kepada Islam dan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sepatutnya kalian berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam masalah ini. Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam ketika burung Hud-Hud mengabarinya tentang apa yang dilakukan oleh Ratu Saba’ dan kaumnya.

Artinya : Berkata Sulaiman : ‘Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang dusta” [An-Naml : 27]

Dan Allah berfirman dalam kitabNya yang mulia.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” [Al-Hujarat : 6]

Kami berbicara tentang hal ini bukanlah lantaran Ahli Sunnah dan Ahli Agama di “Dammaj” (tempat Syaikh Muqbil bermukim), karena sesungguhnya dakwah mereka –segala puji bagi Allah- diterima oleh penduduk Yaman, akan tetapi permasalahannya adalah propaganda ini telah melanda negeri Saudi Arabia, Mesir, Sudan, Syam, Iraq dan seluruh negeri-negeri Islam. Barangsiapa berpegang teguh kepada agama, mereka akan mencapnya : “Itu adalah pengikut Wahabi”.

Dan Allah berfirman dalam kitabNya.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya” [Al-Maidah : 2]

Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam shahih Muslim.

Artinya : Orang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak akan mendhaliminya, menghinakannya dan tidak meremehaknnya. Ketakwaan itu adalah disini (beliau menunjuk) ke dada”.

Kami memperingatkan tentang propaganda ini, karena rasa kasih sayang kepada saudara-saudara sekalian dari berburuk sangka kepada saudara-saudara kita para da’i yang menyeru ke jalan Allah Azza wa Jalla dan supaya mereka tidak mengganggu para da’i di jalan Allah, karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an.

Artinya : Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]

Dan perkaranya adalah sebagaimana pepatah :

Lempar Batu Sembunyi Tangan”

Perkaranya (adalah sebagaimana telah dikatakan) bahwasanya Komunis, pengikut Partai Ba’ats, pendukung Jamal Abdul Naser (Pan Arab) berbeda dengan Ahli Sunnah Wal Jama’ah dan para da’i yang menyeru kepada Allah dan Allah berfirman.

Artinya : Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan yang nyata” [An-Nisa : 112]

Oleh
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2

[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 10/Th II/2004-1425H, hal. 7 – 11. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad, Jl Sultan Iskandar Muda 45 Surabaya]

sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1736/slash/0

You May Also Like

Silahkan tinggalkan komentar di sini