Dahsyatnya Siksa Neraka, Akan Tetapi Neraka Tidaklah PENUH Kecuali Setelah Allah Meletakkan Kedua KAKINYA Di Neraka

Sifat Allah Siksa Neraka Aslibumiayu

Neraka dan Sifatnya

siksa-teringan-di-nerakaAlhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rasulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah memberikan peringatan kepada para hamba dari siksa neraka yang merupakan tempat yang penuh dengan adzab yang diperuntukkan bagi orang kafir.

Allah Ta`ala, berfirman,

فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ﴿٢٤﴾

(Artinya) “Maka peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”. (QS Al Baqarah: 24).

Allah Ta`ala berfirman,

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا﴿٤﴾

(Artinya) “Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala”. (QS Al Insan: 4).

Allah Ta`ala berfirman,

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا﴿٢٩﴾

(Artinya) “Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”.(QS Al Kahfi: 29).

Allah Ta`ala berfirman,

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ﴿٦﴾

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ﴿٧﴾

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ﴿٨﴾

(Artinya) “Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”. (QS Al Mulk: 6-8).

Allah Ta`ala berfirman,

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ﴿٤١﴾

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ﴿٤٢﴾

وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ﴿٤٣﴾

لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ﴿٤٤﴾

(Artinya) “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih. Dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan “.(QS Al waqiah: 41-44).

Allah Ta`ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ﴿٦﴾

(Artinya) “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS At Tahrim: 6).

Allah Ta`ala berfirman,

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ﴿٧٤﴾

لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ﴿٧٥﴾

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ﴿٧٦﴾

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ﴿٧٧﴾

(Artinya) “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. (QS Az Zukhruf: 74-77).

Allah Ta`ala berfirman,

إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ﴿٤٣﴾

طَعَامُ الْأَثِيمِ﴿٤٤﴾

كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ﴿٤٥﴾

كَغَلْيِ الْحَمِيمِ﴿٤٦﴾

خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَاءِ الْجَحِيمِ﴿٤٧﴾

ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ﴿٤٨﴾

(Artinya) “Sesungguhnya pohon zaqqum itu. Makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. seperti mendidihnya air yang amat panas. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. (QS Ad Dukhan: 43-48).

Dan di dalam hadits-hadits dijelaskan pula tentang sifat-sifat neraka, diantaranya adalah sebagai berikut;

° Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat Neraka Jahannam itu akan didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali, tiap-tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat.” (HR. Muslim)

° Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dan setiap kalian merasa bahwa Nerakan Jahannam penuh. Adapun Neraka Jahannam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wata’ala MELETAKKAN KEDUA KAKINYA hingga Neraka berkata, “Cukup, cukup, cukup” Ketika itu PENUHLAH NERAKA dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah dia.” (HR. Muslim)

° Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata: “Kami bersama-sama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Beliau bertanya : “Apakah kamu tahu, bunyi apakah itu?” Kami menjawab: “Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya-lah yang lebih tahu.” Beliau bersabda: “Ini adalah suara batu yang dilemparkan ke dalam Neraka sejak tujuh puluh tahun yang lalu. Batu itu sekarang baru sampai ke dasar Neraka, maka kalian mendengar suara gemuruhnya.“ (HR. Muslim)

° Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Neraka mengadu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang panasnya. Neraka berkata, ‘Yaa Allah, sebagian dari diriku telah memakan sebagian yang lain karena panasnya, maka berikanlah kesempatan kepadaku untuk bernafas’. Maka diberikan ijin untuk Neraka Jahannam untuk bernafas dengan dua kali nafas. Nafas di waktu dingin dan nafas di musim panas. Maka pada saat musim panas saat yang paling panas itulah panasnya api Neraka dan di saat musim dingin yang paling dinginnya yang menusuk itulah dinginnya dari api Neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

° Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api Neraka Jahannam. ”Para sahabat bertanya: “Demi Allah! Apakah itu sudah cukup wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “(Belum), sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh kali lipat.” (HR. Muslim )

° Dari Abdullah bin Khaliq bin Jundub Al Jabili dia berkata, nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya di Neraka ada enam ular bagaikan leher-leher unta yang menyengat seorang di antara penghuni Neraka tersebut maka ia mendapatkan panasnya selama tujuh puluh tahun. Dan di dalam Neraka tersebut ada kalajangking-kalajengking yang besarnya bagaikan keledai dan salah satu di antaranya kalajengkng tersebut menyengat seorang dari penghuni Neraka maka ia mendapatkan pedihnya sengatan tersebut selama empat puluh tahun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Baihaki)

° Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesunggunya antara dua bahu orang kafir di dalam Neraka jaraknya perjalanan selama tiga hari bagi orang yang melakukan perjalanan cepat.“ (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

° Dari Abu Hurairah radhiyallahu`anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya gigi geraham (dalam riwayat lain: gigi taring) orang kafir besarnya seperti gunung Uhud dan tebal kulitnya perjalanan selama tiga hari.” (HR. Muslim)

° Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya air mendidih dalam Neraka itu akan dituangkan di atas kepala-kepala mereka kemudian air tersebut akan menembus mereka sampai masuk ke dalam lambung mereka kemudian akan masuk ke dalamnya secara perlahan-lahan supaya merasakan siksaan, masuk secara perlahan-lahan ke dalam lambungnya kemudian iapun membuat kuah di dalamnya, membuat kuah yang mengalir di kakinya dan itulah As Sahr. Setiap kali ia mendapat kuah tersebut dikembalikan lagi dan mendapat siksaan tersebut.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Kita berlindung kepada Allah Ta`ala dari siksa neraka dan semoga di jauhkan darinya, dan dari perbuatan perbuatan yang mendekatkan pada neraka, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.

Catatan Al-Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc hafidzahullah

Selasa, 24 Ramadhan 1435H / 22 Juli 2014

sumber : http://www.salamdakwah.com/artikel/1490-neraka-dan-sifatnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*