Demontrasi Bukan Solusi, Lalu Seperti Apa Solusinya?

DEMONTRASI BUKAN SOLUSI, LALU SEPERTI APA SOLUSINYA?

Didalam al-Quran, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk yang lurus.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴿١٥٣﴾

“Dan bahwa ( yang kami perintahkan ini ) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan ( yang lain ), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. Yang demikian itu *diperintahkan Allah* agar kamu bertakwa” [ QS. Al-an-am : 153 ]

*Pertama :*
Demontrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah dan menurut pelakunya merupakan Ibadah, bagian dari JIHAD, dari sudut pandang ini, Demontrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [ HR. Muttafaqun’alaih ]

*Kedua :*
Didalam Demonstrasi ada Tasyabbuh ( penyerupaan ) dengan orang orang kafir, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”
[ Hasan. HR. Abu Dawud ]

*ketiga :*
Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan amar ma’ruf dan Nahi mungkar, maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran lagi.

*Keempat :*
Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya , maka dihukumi Haram.

*Kelima :*

Demontrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang terhadap mereka. Betapa banyak demontrasi yang mengantarkan suatu Negara dalam kehancuran, sehingga timbul pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah di bandingkan tertumpahnya darah satu orang muslim” [ HR. an-Nasa’i ]

Coba lihat negara negara timur tengah Mesir, Yaman, Irak, Suriah, Libia, dan yang lainya. Apakah kalian mau seperti mereka , Negerinya ga aman anak anak ga bisa belajar, ga bisa beribadah dengan tenang, para orang tua ga bisa mencari nafkah dengan tenang, awalnya dari DEMONTRASI. Alaahul Musta’aan

*Keenam :*
Para pendemo hakekatnya , mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firman-Nya :

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا﴿٢٩﴾

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [ QS. An-Nisaa : 29 ]

Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demontrasi dan penguasa keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda :


“Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya, Beliau shallallaahu’alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : ( yakni ) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [ Hasan. HR. Turmudzi ]

*SOLUSI*
Allah Subhanahu wa ta’ala mengabadikan kisah seorang penguasa yang kafir yang sangat dzhalim yaitu Fir’aun dan Allah juga mengabadikan orang yang Sholeh di zaman itu adalah Nabi Musa a’laihi sallam dan Nabi Harun ‘alaihi sallam lihat bagaimana mereka menasehati penguasa yang kafir dan dz
alim.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ﴿٤٣﴾

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ﴿٤٤﴾

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia benar-benar telah melampau batas. Maka bicaralah kamu berdua kepadanya ( Fir’aun ) dengan kata-kata yang *lemah lembut*, mudah mudahan dia sadar dan takut” [ QS. Tha-ha : 43, 44 ]

Beginilah cara beragama yang benar, Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah al-Khulafa’ar-Rasyidin yang telah di beri petunjuk sepeninggalku”

[ Shahih. HR. Tirmidzi dan Abu Dawud ]

Sebagai penutup, wahai saudaraku Al-Qur’an itu bukan surah Ma’idah ayat 51 saja, akan tetapi Allah juga menurunkan surah Tha-ha ayat 43 dan 44 sebagai *solusinya*, coba kita lihat dan baca dan fahami lalu kita amalkan surah Tha-ha ini, InsyaALLAH kita tidak akan seperti ini.


Kalau di bandingkan mana yang lebih besar kekafirannya Fir’aun atau orang orang yang kafir yang ada di zaman sekarang ini ?


Kalau di bandingkan mana yang lebih Shaleh Nabi Musa atau orang orang yang ada di zaman sekarang ini ?


Nabi Musa saja dierintahkan oleh Allah untuk menasehati penguasa yang kafir ( fir’aun ) dengan lemah lembut , masa kita yang jauh keshalehannya apabila di bandingkan dengan Nabi Musa ‘alahi sallam, mennyikapi penguasa yang kafir dengan demontrasi, dengan turun ke jalan ?


Mau di kemanakah surah Tha-ha ini !

Ingat Hidayah milik Allah


Berdo’alah kepada Allah supaya kita istiqomah didalam jalan yang lurus, tidak lupa pula semoga Allah memberikan Taufiq-Nya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyatnya, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya…aamiin.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘a’laihi wa sallam , beserta keluarganya….aamiin

*Semoga bermanfaat*

*JANJI ALLAH*

*Allah Subhanahu wa ta ‘ala berjanji akan memberikan ( HADIAH ) KEKUASAAN ( KEKHILAFAHAN ) di muka bumi ini kepada hambanya dengan syarat MENTAUHIDKAN ALLAH*

*Allah Subhanahu wa ta ‘ala berfirman (yang artinya):*

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴿٥٥﴾

*“Allah telah MENJANJIKAN orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal shalih, Ia akan benar-benar MEMBERIKAN ( HADIAH ) KEPADAMU KEKUASAAN (KEKHILAFAHAN ISLAM) di atas bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa*.

*MEREKA TETAP MENYEMBAH-KU DENGAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN SESUATU APAPUN DENGAN-KU ( MENTAUHIDKAN ALLAH )*

*Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik* *[ QS.An-Nur: 55 ]*.

*BENAHI AQIDAHMU*

*Syeikh Al-Albani berkata :*

*Kita semua adalah Tauladan dalam mengatasi setiap masalah Ummat di zaman kita sekarang ini, bahkan di setiap masa, artinya kita WAJIB memprioritaskan apa apa yang diprioritaskan adalah yakni :*

*Memperbaiki kerusakan AKIDAH kaum Muslimin, maka jadikanlah DAKWAH PERTAMAMU agar mereka MENTAUHIDKAN ALLAH Subhanahu wa ta’ala*

*Memperbaiki PERIBADAHAN mereka dengan memperhatikan SYARAT di terimanya IBADAH*:

*1. Ibadah yang kita lakukan harus IKHLAS*

*2. Ibadah yang kita lakukan harus SESUAI dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam*

*Memperbaiki prilaku mereka, AKHLAK mereka*

*KHILAFAH atau KEKUASAAN bukanlah tujuan agama, tujuan agama adalah MENTAUHIDKAN ALLAH*

*Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ( yang artinya ) :*

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ

” *Dan sesungguhnya kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap ummat ( untuk menyerukan ) BERIBADAHLAH HANYA KEPADA ALLAH ( saja ), dan jauhilah thagut* *[ QS. An-Nahl : 36 ]*

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ﴿٢٥﴾

*Dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya : Bahwa tidak ada ilah ( yang berhak untuk di Ibadahi dengan benar ) selain Aku, maka IBADAHILAH AKU oleh kamu sekalian*

*[ QS. Al-Anbiya : 25 ]*

*Inilah DAKWAH para Nabi dan Rasul diutus oleh Allah subhanahu Wa ta’ala ke Dunia ini, yakni :*

*DAKWAH TAUHID* ?

sumber : majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H

 

Print Friendly, PDF & Email

23 Comments

  1. Alhamdulillah, padat dan jelas,

    mari jauhi gaya kafir, kita mukmin bukan kafir,

    jgn tiru model pikiran pembangkang, merendahkan dan menghina pimpinanan, jgn serupa dgn kafir,

    yakinlah pasti sdh ada ulama yg nasihati penegak hukum utk memproses penghina islam, kalau penegak hukum tdk mau, ya itu urusan mereka dg Allah,

    ulama sdh jalankan perannya.

    Kita sbg rakyat ga perlu sewot turun kejalan dan mengancam-ancam pemerintah yg sah,

    kalau rusuh yg rugi diri sendiri dan demo anarkis atau tidak itu menjauhkan org dari islam,

    sadarlah para ustadz, kiyai, ulama, habaib penyeru demo, anda menggiring rakyat kpd kehinaan dan kehancuran

  2. Brarti maksud postingan anda,,boleh memproses seseorang ke pengadilan asal jangan membawa massa sebanyak itu dan harus dgn cara yg baik,,begitukah mas?
    Mohon diluruskan dan harap di maklumi ya

    Iya, proses hukum ditempuh, dan tidak usah mengerahkan massa, tidak usah melakukan demonstrasi,
    Saya mendukung penista agama dihukum seberat-beratnya, akan tetapi jalan yang ditempuh harus sejalan dengan ajaran islam, bukan menggunakan cara-cara orang kafir seperti demonstrasi

  3. Semua mukmin punya cite2 mati syahid, syahid yg syar’i bukan mati sangit, demonstrasi ntu bukan jihad, jgn jd korban krn kebodohan dan semangat aje

  4. Assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Setuju dg admin. demonstrasi bukan dari Islam, demo memang ngerusak akhlak seorg muslim, byk kerusakan, kotor, merendahkan penguasa yg sah, byk kerugian yg ditimbulkan : contoh kecil aja, byk yg buang air sembarang, gak cebok, bau pesing, sampah dimana2, tanaman byk yg mati, belum lagi luka2, nyawa melayang sia2 bukan syahid, harta habis, mobil dibakar,

    nuntut org spy masuk penjara ga taunya diri sendiri bisa masuk penjara karena anarkis,

    kasihan umat diperalat oknum tak bertanggung jawab utk memusuhi penguasa yg sah,

    belum lagi ada penyusup yg menginginkan islam semakin tergusur dari dada kaum muslimin.

    sekali lagi demo bukan ajaran Islam!!!,

    terbukti ga ada demo damai, ujungnya rusuh dan ada korban,

    Ya Allah lindungi kami dari makar demo ini, smg Allah memberikan hidayah kpd kita dan banyak yg sadar Aamiiin

    Aamiin

  5. Klo begitu saya ingin bertanya.

    Tadi anda bilang klo demo itu meniru orang kafir.
    Lalu, apakah penerapan sistem demokrasi, bukan syariat Islam juga meniru orang kafir?

    Makanya jangan pernah ridha dgn sistem demokrasi, dan tidak ikut campur berkecimpung di dalam sistem tersebut,..

    Kita hanya diwajibkan taat pada penguasa, terlepas bagaimana cara diangkatnya penguasa tersebut,

    Taat kepada penguasa itu perintah Allah, baca di sini ulasannya

  6. setuju bang admin..saya juga aja mendapat kan kepahaman akan masalah ini…

    alquran dihinakan solusinya ya pelajari cara bacanya,,,artinya …amalkan dan ajarkan lagi kalau semua umat islam paham ini ,,,

    cukup sudah membuat orang kafir takut..wallohu alam

  7. Tapi bgmn dgn turki?

    Di turki presiden selaku pemimpin negara yang menyuruh rakyatnya agar turun ke jalan membela negara,..

    Bukan rakyat turki mendemo presiden,

    Dan bandingkan dengan demo 4 nopember,siapa yang menyuruh mereka demo?

    Bukan presiden, bahkan mereka yang mendemo presuden

  8. Terima kasih ilmunya pak, saya sekeluarga sudah baca dan semoga bapak diberikan rahmat oleh Allah SWT krn sudah memposting ini. Aamiin

    Aamiin

  9. Assalamu ‘alaykum.
    Bagaimana dengan aksi buruh turun jalan untuk menuntut kenaikan upah dan hak yang lain.

    Apakah dibenarkan oleh syariah ?

    Langkah terbaik apa yang harus dilakukan oleh Serikat Buruh untuk memperjuangkan haknya?
    Syukron katsir

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Tetap tidak boleh, itu cara-cara yang tidak dibenarkan dalam islam

    Langkah terbaik ya musyawarahkan oleh pengurusnya saja, tidak usah melibatkan massa untuk turun ke jalan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*