Sindiran Untuk BAPAK DOKTOR , Ini Nasehat DUA ULAMA Untukmu..

Sekaratul Maut Nabi Doktor Nasehat Sang Doktor Ulama Yang Doktor Ustadz Doktor Aslibumiayu

TIDAKKAH CUKUP PERKATAAN DUA ULAMA INI SEBAGAI SINDIRAN UNTUK BAPAK DOKTOR YANG TERHORMAT…

images[1]- Syaikh ‘Ali Hasan Al-Halabi -hafizhahullaah-:

Diantara perkataan Syaikh ‘Ali Hasan Al-Halabi -hafizhahullaah- dalam penutupan Dauroh Trawas Syawwal 1436 H/Agustus 2015 M:

…مع الانتفاع -والتشاوُر- من جهود إخوانكم، وأساتذتكم، ومشايخكم؛ السابقين لكم -بما أكرمهم الله بالنشاط، وبما أكرمهم الله بالسابقة-. والسابقة لها في الإسلام مكانة، ولها في الإسلام منزلة.

أما أن يأتي شابٌّ -ما شاء الله- جديد صغير؛ يتقدم في العلم، ويصبح دكتورا -مثلاً-، ورئيسَ الجامعة؛ إَذَا بموقعه الجديد يُنْسِيْهِ أستاذَهُ وشيخَهُ. هذا لا يَلِيْقُ. أخلاقيّاً لا يَلِيْقُ ، وَدِيْنيّاً لا يَلِيْقُ ، وَمَنْهَجِيّاً لا يَلِيْقُ. إِذاً نحن مع التعاوُن الشرعيّ…

“…Dengan tetap mengambil manfaat -dan bermusyawarah- dari perjuangan saudara-saudara kalian (sesama da’i), ustadz-ustadz kalian, guru-guru kalian yang telah lebih dahulu (berjuang) sebelum kalian -dengan apa yang Allah karuniakan kepada mereka berupa gerakan (dakwah), dan dengan apa yang Allah karuniakan kepada mereka berupa ‘lebih dahulu’ (berjuang)-.

Dan ‘lebih dahulu’ memiliki tempat dalam Islam, (‘lebih dahulu’) memiliki kedudukan dalam Islam.

Adapun kemudian datang seorang anak muda -Maasyaa Allaah- orang baru, masih kecil, (merasa) unggul dalam ilmu, kemudian menjadi DOKTOR -umpama- dan PEMIMPIN (MUDIR/KEPALA SEKOLAH) DARI JAMI’AH (SEKOLAH TINGGI); tiba-tiba dia memiliki sikap baru, yang hal itu melupakannya akan ustadz-nya dan guru-nya.

Ini tidak pantas.

Secara akhlak; ini tidak pantas.

Secara agama; ini tidak pantas.

Secara manhaj; ini tidak pantas.

Sehingga kita perlu tolong menolong yang (memang) disyari’atkan (dalam agama Islam)…”

Berikut rekaman perkataan Syaikh ‘Ali di atas:

https://drive.google.com/…/0B3FT6ui1GzNVT1RaUk9NTEtCM…/view…

-ditulis oleh Ahmad Hendrix-

[2]- Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili -hafizhahullaah-

Telah berkata Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili -hafizhahullah- dalam daurahnya di Batu- Malang, pada bulan Syawwal 1437 H:

“Di antara hal yang selalu saya peringatkan adalah: Apa yang selalu dilariskan oleh syaithan-syaithan dari kalangan jin dan sebagian syaithan-syaithan dari kalangan manusia; untuk membuat perpecahan diantara para da’i.

Bagaimanakah (itu) ?

Datang sebagian da’i muda sambil mengatakan:

“Mereka itu orang-orang tua, sedangkan kita adalah para pemuda. Orang-orang tua itu metodenya kuno, dan sekarang sudah tidak sesuai dengan zaman ini, sebaiknya kita menempuh metode lain…”

“Kami adalah para pemuda, kami akan menyusul para da’i (tua) itu.”

Dan yang semakna dengan itu…

Sebagian ihkwah, mungkin dia mengenal manhaj salaf melalui perantaraan da’i yang tua ini, dan barangkali dia (da’i tua ini)lah yang membantu da’i muda ini sehingga dapat diterima di sebuah Universitas.

Kemudian, tatkala telah lulus dari Universitas itu, dan telah menjadi DOKTOR, dia berkata:

“Mereka (da’i tua) itu laki-laki, kami pun laki-laki!”

Tidak lama kemudian, dia berkata: “Mereka telah termakan waktu.”

Tidak mengapa kita berijtihad, akan tetapi kita pun berhati-hati terhadap perpecahan. Kita berada pada satu kendaraan dan satu jalan, kita bermusyawarah dengan dengan orang-orang tua yang telah mendahului kita didalam berdakwah…

Kita bermusyawarah dengan mereka, memuliakan mereka, dan menghormati mereka.

Sungguh, termasuk termasuk di antara pengagungan terhadap Allah; yaitu dengan cara: (orang itu) memuliakan seorang muslim yang rambutnya dipenuhi uban…”

– ditulis oleh Muhammad Iqbal Rahmatullah Lc-

-diedit oleh: Ahmad Hendrix-

Sumber : https://www.facebook.com/ahmadhendrix.eskanto/posts/358756467798569

3 Comments

  1. Apakah ini memaksudkan bahwa kita alangkah baiknya mendahulukan pengambilan ijtihad para masyaikh sepuh daripada ijtihad masyaikh muda ya mas admin?

    Jelas, pengalaman dakwah mereka lebih lama, mereka lebih paham, apalagi mereka berilmu, dan merupakan guru ustadz2 muda tersebut,

    Beradab kepada guru sekaligus orangtua ,

    Demikian pula yang dinasehatkan masyaikh yang merupakan sesepuh masyaikh gurunya ustadz2 muda tersebut

  2. Ustad ukb kah sang doktor yg disinggung admin??? Maaf kalo salah nebak.

    bukan, kalau ukb bukan muridnya ustadz salafi di indonesia,. ini yang disinggung yang merupakan muridnya,.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*