Berpolitik Yang SYAR’I Saat Ini Adalah … Meninggalkan Politik Yang Tidak SYAR’I..

PEMBAHASAN TENTANG PERKATAAN IMAM AL-ALBANI:
“TERMASUK POLITIK ADALAH DENGAN MENINGGALKAN POLITIK.”

runtuh.jpgمِنَ السِّـياسَةِ تَـرْكُ السِّـياسَةِ

Syaikh ‘Ali bin Hasan Al-Halabi -murid dari Imam Al-Albani- berkata:

“Syaikh Al-Albani seolah-olah berkata -dalam makna dan maksud kalimat ini-:

“Termasuk politik -yang syar’i- adalah: dengan meninggalkan politik -yang tidak syar’i-.”

Dan Politik Syar’i -pada kondisi sulit kaum muslimin sekarang- tidak mengizinkan -secara syari’at maupun realita-; kecuali dengan BERDAKWAH MENGAJAK KEPADA AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH, dan mendorong manusia kepada keduanya; dengan bersandar kepada semisal firman Allah -Tabaaraka Wa Ta’aalaa-:

…إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ…

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Bahkan, seringkali Syaikh Al-Albani berkata:

“Orang yang berbahagia adalah: orang yang mengambil pelajaran dari orang lain.” Dan ini adalah atsar dari Ibnu Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu-.

Inilah pandangan Syaikh Al-Albani terhadap keadaan kaum muslimin:

(1) Pandangan dari jurusan syari’at -dari satu segi- dan

(2) Pandangan berdasarkan realita kontemporer -dari segi yang lain-.

Dan sangat disayangkan sedikit orang yang bisa menguasai dua pandangan ini; agar keluar kesimpulan yang tepat yang bisa menyejukkan hati dan mata…”

[Ma’a Muhadditsil ‘Ashr (hlm. 69-70)]

sumber : https://www.facebook.com/ahmadhendrix.eskanto?fref=nf

Simak VIDEO BAGUS tentang apa itu POLITIK ISLAM

Print Friendly, PDF & Email

6 Comments

  1. Bukankah kaum muslimin perlu turut berperan aktif menentukan bagaimana kepemimpinan nasional di negeri akan dijalankan?

    Iya, dan perannya adalah mempelajari agama islam itu sendiri,..

    Banyak kaum muslimin ga paham apa itu islam, bahkan calon2 yang menyalonkan dirinya jika ditanya apa itu islam, maka bingung jawabnya, lalu orang-orang itu ingin jadi pemimpin???

    Umat islam dalam kondisi jauh dari agamanya sendiri, padahal agama islam itu Allah yang mensyariatkannya,

    Dan negeri indonesia ini adalah ciptaan Allah, maka…

    Bagaimana Allah berikan pemimpin yang baik jika kam musliminnya menjauh dari agama Allah?

    Pemimpin itu cerminan rakyatnya…

    Maka kita benahi rakyatnya dahulu, bukan sibuk ginta-ganti pemimpin sementara rakyatnya jauh dari agama Allah yaitu Islam,

  2. Bismillah,alhamdulillah postingan yg bermamfaat,intinya biarkan mereka yg ahlinya dlm berpolitik mengurusinya, sedangkan kita yg awam menyibukkan diri untuk menuntut ilmu agama ini.bukan begitu ya akhi?

    Demokrasi bukanlah politik yg syar,i, maka ga usah kita menjerumuskan diri ke dalamnya, sibukkan diri kita utk menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya,

  3. Kalo semua orang Islam di Indonesia berpikir seperti Anda. Ahok akan jadi presiden Anda. Ya calonya cuma dua. Ahok sama haritanu. Orang Islamnya cuma ngaji nggak ada yang bikin partai. Apalagi nyapres.

    Pemimpin itu cerminan rakyatnya…
    Allah angkat pemimpin itu sesuai kondisi rakyatnya..

    Dan sistem demokrasi adalah cara yang paling konyol dalam memilih pemimpin, maka ga usah heran jika darinya akan terpilih pemimpin yang tidak sesuai harapan, sebab mayoritas rakyat ga paham tentang ketatanegaraan, bahkan mayoritas kaum musliminnya juga ga paham apa itu islam,..

    Maka solusinya justru ngaji terus, pelajari apa itu islam, sehingga janji Allah pun datang,

    Lebih percaya janji Allah atau janji calon ?
    Tentu janji Allah yang lebih kita yakini, dan sudah bukan rahasia umum, janji-janji calon itu hal yg biasa diumbar saat kampanye, tujuannya adalah utk meraih suara sebanyak2nya, dan saat sudah terpilih, lupa dengan janjinya,

    Demokrasi itu sistem yang sangat rusak, silahkan baca ulasannya di sini

  4. Bagaimana pendapat admin mengenai para dai salaf yg mengeluarkan fatwa melalui perkumpulan al irsyad yg isinya anjuran untuk mengikuti pemilu

    Itu fatwa ormas atau hizb, bukan fatwa yang mewakili manhaj salaf, jadi tidak usah bingung jika ada fatwa seperti itu.

    Dakwah Salafiyah ga butuh hizbiyah, ga butuh ormas, silahkan baca ulasannya di sini

  5. Menurut Anda bagai mana jika tiba tiba. Pemerintah melarang adzan. Melarang jilbab. Karena yang jadi pemimpin orang yang sekuler anti Islam.?

    Nah, itu sudah terjadi ketika sistem negara berubah menjadi demokrasi, liberalisme, kbebasan yang merusak, sebagaimana terjadi di TURKI,
    Sekuler itu justru akan tumbuh subur ketika negara menerapkan sistem demokrasi, dan itu diakui oleh plato,

    Kebebasan Menghancurkan
    Selain Aristoteles, Plato (472-347 SM) juga melontarkan kritik tajam.

    Andai ia masih hidup, rasanya ia seperti ingin mematahkan buku The End of History and The Last Man (1999) karangan Francis Fukuyama yang mengatakan Demokrasi Liberal adalah pemenangan dari benturan peradaban manusia modern.

    Plato justru menekankan bahwa liberalisasi itulah yang menjadi akar Demokrasi sesungguhnya, sekaligus biang petaka mengapa Negara demokrasi akan gagal selama-lamanya.

    Read more https://aslibumiayu.net/3633-demokrasi-sudah-gagal-sejak-zaman-yunani-kuno.html

    Apakah cukup dengan ngaji. Lalu bagai mana jika tiba-tiba pemerintah melarang ngaji. Apa yang harus kita lakukan?

    Dengan ngaji rakyat akan menjadi MELEK AGAMA, menjadi berilmu, sehingga mereka akan beramal di atas ILMU, dan Allah sudah berjanji , apa janji Allah ?

    Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh-sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Annuur ayat 55

    Jelas Janji Allah, dan ga jelas janji caleg atau tokoh-tokoh yang mabok demokrasi

    Baca ulasan lengkapnya di sini

  6. Semestinya kita bersyukur di negri ini masih ada orang Islam yang mau berpolitik. Bikin partai. Jadi capres. Sehingga. Presiden kita selalu Muslim.

    Islam mengajarkan politik, tapi politik syar’i, bukan politik ala kuffar demokrasi,

    Maka umat islam berpolitik dengan politik yang memang diajarkan dalam islam,

    Nabi Muhammad, Rasulullah, beliau ahli politik, maka politik siapa yang akan umat islam ikuti?
    Tentu politik islam yang diajarkan oleh Rasulullah,

    Belanda saja yang menjajah indonesia tidak mau menerapkan sistem demokrasi di negeri mereka, demikian pula jepang, mereka negeri kecil, namun bisa menjajah indonesia yang jauh lebih besar dari negeri mereka,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*