Kenapa SALAFI Diam Saja Terhadap Penista Alquran? Salafi Justru Tidak Mentolerir, Tapi Mengikuti Petunjuk Nabi, Bukan Dengan Demo | Diam Demo

Kenapa SALAFI Diam Saja Terhadap Penista Alquran? Salafi Justru Tidak Mentolerir, Tapi Mengikuti Petunjuk Nabi, Bukan Dengan Demo

Diam Demo

SALAFI Tidak Pernah Lemah Lembut Kepada Penista Alquran

kedok-oemar-mita-muncul-jugaKami salafiyyin tak pernah berlemah lembut dalam mentolerir penista alquran. Tapi kami diajarkan ulama’ kami yang dunia mengenali mereka bahwa hak memaksa dan jihad itu hak penguasa bukan hak personal, kelompok, dan bukan pula hak orang-orang tertentu yang tidak punya kuasa.

Islam telah mengajarkan hukum-hukum seputar kenegaraan, dan kami sadar diri bahwa kami adalah orang lemah, tiada kuasa yang kami miliki atas rakyat. Bagaimana kami akan menindak para penista sedang kami bukan penguasa ?

Jika hati kita jujur lihatlah Umar bin alkhatthab tidak pernah sekali-kali beliau main brutal dalam menghakimi seorangpun tanpa ada izin dari penguasa. Dan tidak pernah di masa Abu bakar menjabat Umar mendahului abu Bakar dalam menginvasi suatu negeri ataupun menindak para pelanggar.

Bahkan ketika Nabi masih hidup Umar tak pernah mendahului Nabi sebagai Penguasa Kaum muslimin, tapi minta izin dulu seperti ucapan semisal

“Bolehkah aku memenggal lehernya”, atau kembali dimasa Abu Bakar disebutkan bahwa meski Umar kurang begitu menyukai kepemimpinan Khalid bin Walid di masa kepemimpinan Abu Bakar sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir dalam albidayah wan nihayah namun Umar tidak pernah mencopot jabatan khalid sebagai panglima perang.

Dan setelah masa kepemerintahan umar baru Khalid dicopot.

Wahai saudara kami yang demo kemarin, jangan memandang nasehat kami sebagai permusuhan dengan tuduhanmu bahwa kami bersikap lunak pada hoax dan keras sama kalian.

Adakah kami mencaci maki kalian ?

Sekali-kali tidak, kami tidak punya haq untuk menindak kalian ataupun hoax tapi kami hanya mengingatkan, dan berikanlah haq itu pada siapa yang memegang amanahnya.

Perhatikanlah haq-haq kita, hak penguasa maka serahkan pada penguasa, hak rakyat jalankanlah sesuai hak rakyat.

Sungguh memperbaiki diri di hadapan Allah itu lebih baik bagi kita selaku rakyat yang tidak punya kuasa daripada menyibukkan diri demi kebaikan orang lain sementara kita tidak punya kuasa sedikitpun, bahkan terhadap diri kita sendiri masih banyak amalan yang terlupakan.

Adapun penguasa tidak adil dan tidak tegas, maka kami do’akan hidayah untuk mereka, dan kami serahkan urusan kepada Allah karena kami tiada kuasa atas mereka dan kami percaya Allah tidak tidur dan semua akan diminta pertanggung jawabannya.

Maka bagaimana mungkin kami akan berburuk sangka pada Allah jika kami dibimbing ulama’ dunia diatas jalan alhaq untuk mengimani alhaq pasti menang.

sumber : fb hanafi abu abdillah ahmad

Arsip Artikel

10 Comments on Kenapa SALAFI Diam Saja Terhadap Penista Alquran? Salafi Justru Tidak Mentolerir, Tapi Mengikuti Petunjuk Nabi, Bukan Dengan Demo

  1. Pemimpin sekarang tentu jauh berbeda dengan kepemimpinan Rasululloh saw dan para Sahabatnya, mereka semua Adil dan bertaqwa kepada Allah Swt.

    tapi, coba lihat di Pemerintahan kita zaman sekarang, Aqidahnya tidak jelas, keadilannya samar, keberpihakan terhadap kafir sudah jelas, menghadapi yang seperti ini apakah cukup kita diam saja?

    Lihat rakyat di jaman sahabat, mereka berimanbdan bertakwa,.. bukan karena pemimpinnya,..
    Rasulullah, kenapa tidak mau diangkat sebagai pemimpin ketika di mekkah?

    Karena rakyatnya masih bobrok akidahnya, rasulullah tidak mau memimpin rakyat yang bobrok, sehingga rasulullah menolak tawaran tersebut,

    Beliau memilih membina akidah dahulu, sehingga Allah memberikan janjinya,
    Mekah pun jatuh tanpa perlawanan
    Buah dari dakwah tauhid..
    Pemimpin itu cerminan rakyatnya, baca di sini

    kalau kita diam, bukankah Irak dikuasai Syi’ah karena diamnya Muslim yang ada disitu.

    Syiah bisa masuk karena jauhnya kaum muslimin dari agamanya, bukan karena mereka tidak demo,.

    Nah, kaum muslimin di indonesia pun sama, banyak yg tdk paham agama, jumlahnya banyak tapi seperti buih di lautan, yg tidak membuat gentar orang kafir, bahkan menjadi yang dipermainkan oleh orang kafir, melawan satu orang kafir saja koq sampai menerjunkan ribuan umat islam, dan tidak berhasil,.. Di mana izzah umat islam??

    Demo di Indonesia dipasilitasi sebagai Negara demograsi, tentu beda dengan Negara yang totalitas Islam.
    Walaupun difasilitasi oleh negara, hukum demontrasi tetap dilarang dalam islam,..

    Sama seperti misalkan negara memfasilitasi perzinaan, khamr,judi, maka tidak merubahbhukum terlarangnya perbuatan tersebut,..

    Demo di Zaman Rasul juga ada, bukankah Wanita2 yang menuntut keadilan suami2 mereka, mereka turun ke jalan dengan ramai atas persetujuan Rasululloh Saw. Au kama qool….

    Nah,..berarti jika itu dasarnya, demo itu adalah perbuatan WANITA..
    Malu dong laki-laki meniru perbuatan wanita,..
    Jadi laki-laki yang berdemo itu seperti BANCI dong, ..

    Atau harus meniru Rasulullah, para lelakinya memiliki istri empat, lalu diprotes oleh istri-istrinya,.. Begitu ya??

  2. Anda lebih senang kalau ahok di penjara atau atau ahok bebas sj?

    Lebih suka dihukum seberat-beratnya,

    Dan juga ingin kaum muslimin paham kandungan alquran

  3. Tulisan di atas sepertinya perlu di revisi :

    “Bolehkah aku memenggal lehernya”, atau kembali dimasa Abu Bakar disebutkan bahwa meski Umar kurang begitu menyukai kepemimpinan Khalid bin Walid di masa kepemimpinan Abu Bakar sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir dalam albidayah wan nihayah namun Umar tidak pernah mencopot jabatan khalid sebagai panglima perang.
    Dan setelah masa kepemerintahan umar baru Khalid dicopot.

    Karena di dalam Kitab Bidayah Wan Nihayah, justru Imam Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa pencopotan Khalid bin Walid Radiyallahu Anhu terjadi di masa pemerintahan Umar bin Khattab Radiyallahu Anhu..

    Silahkan antum murojaah kembali kitab tersebut..

    NB : Ada baiknya ADMIN sebelum menampilkan postingan dibaca dan diteliti dulu, terlebih mengambil sumber dari postingan di Facebook.

    Kayaknya anda yang kurang teliti deh,.
    Kan Umar mencopot khalid ketika masa pemerintahan UMAR, bukan ketika pemerintahan Abu Bakar,.
    Coba baca lagi paragraf di atas,.

    Ini kata yang anda gagal paham,..

    Dan setelah masa kepemerintahan umar baru Khalid dicopot.

    Betul kan , dicopot setelah umar memegang pemerintahan,.

    Anda tidak bisa memehami kata SETELAH MASA KEPEMERINTAHAN UMAR,. itu maksudnya bukan setelah habis umar memerintah,.

    Tapi setelah abu bakar , di masa pemerintahan Umar

  4. mas,kita semua tahu demo haram. Kalo nuntut ke pengadilan boleh ga?
    kalao boleh, ahsan kalo mas yg pertama nuntut biar jauh dr fitnah

    kan proses pengadilan sudah berjalan, jadi ga perlu demo turun ke jalan,

    • maksudnya kalo ada ky gini lagi ustadz2 kita yg berinisiatif lbih dl krn kita kesannya “demo engga nuntut engga lalu mana reaksi kita pada penghina agama”

      Ingat, penghina agama itu dosa besar..
      Dan perlu diingat pula, penghina agama itu yang lebih berbahaya justru penghina agama dari kalangan orang islam itu sendiri,..

      Kenapa ketika org kafir yg jelas musuh islam menghina, koq reaksi umat islam begitu hebat, tapi ketika ada tokohbislam yang menghina, reakai umat islam biasa-biasa saja??

      Ini sudah ada kepentingan politik, jadi para pendemo itu tdk murni terusik karena penghinaan teraebut,

      Tapi karena unsur lain, juga provokasi,..

      Kenapa umat islam diam ketika ada tokoh islam yang mengatakan JILBAB TIDAK WAJIB? Ini kan menghina Allah, menghina Alquran, menghina islam, bahkan ngomongnya di acara televisi,

      Ketika ada tokoh yang ngomong berjenggot itu ciri teroris, koq umat islam diam saja?

      Ketika ada tokoh yang ngomong Alquran kitab yang paling PORNO, koq umat islam diam saja?

      Dan banyak yg lainnya,

      Ini akibat kondisi kaum muslimin sendiri yang jauh dari ajaran agamanya,,

      Banyak, tapi seperti buih di lautan..

      Dan dalam kasus ahok terbukti, 1 orang kafir tidak bisa dikalahkan oleh jutaan kaum muslimin,..miris..

      Jadi reaksi kita adalah mengikuti petunjuk nabi,..
      Bukan melakukan aksi demontrasi

  5. betul anda admin,,ini akibat jauh dari manhaj salaf sbagai satu”nya jalan yg lurus

    bisa terlihat dri pengaplikasian cara beragama yg jauh dri sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

    bahkan udh pada label kyai,habib,jga ada ,masa gk tau klo demonstrasi itu dilarang dan tdk dianjurkan oleh rasulullah,bukannya diserahkan saja ke pihak berwenang

    blom lagi perkara mengagungkan kuburan yg bsa menyeret kpd syrik,bid’ah,khurafat
    dan hal” yg mengotori aqidah islam yg sudah jelas bersih,terang,lurus
    sesuai yg dijelaskan oleh allah dan rasulnya

    semoga umat islam di negri indonesia ini diberi hidayah dan petunjuk oleh allah agar meniti jalan yg lurus dlam beragama islam

    Aamiin

    jazakumullah khairan khatsiraa

    Jazakumullahu khairan

  6. Tapi media Salafy yg lain kayak arrahmah.com dan voa-islam malah mendukung acara tersebut.

    Itu bukan media salafi, tapi media yang mengusung pemikiran khawarij,

    Ga aneh kalau mereka membolehkan demonstrasi, sebab yang pertamakali melakukan demo itu adalah kaum khawarij

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*