Jangan Terprovokasi Media Perpolitikan

Jangan Terprovokasi Media Perpolitikan

Tercium aroma seakan ingin memancing kemarahan kaum muslimin agar tujuan mereka tercapai, belum usai kasus mereka membakar amarah kaum muslimin dengan penistaan alquran namun negeri ini masih damai karena masih banyak di antara kaum muslimin itu menasehati saudaranya agar jangan anarkis.

Lalu muncul issu Tolikara memanas, dan berita Tolikara itu menguap kemana, dan sekarang ada issu bom molotof meledak di gereja Samarinda.

Terlihat sekali ada sesuatu yang sedang diperankan, saudaraku segenting apapun keadaan yang digambarkan media maka nasehatku pada kaum muslimin adalah jangan terprovokasi, karena kalian tidak tahu ada pihak yang berkepentingan sedang memerankan sandiwara dalam setiap pemberitaan. Karena itu larilah kalian ke majelis ilmu jangan lari ke media perpolitikan karena mereka ingin menjadikan kalian sebagai alat kepentingan mereka.

Sungguh kasihan saudara kami begitu banyak saudara kami yang masih lugu yang hanya punya semangat tapi tidak punya ilmu sehingga tidak sedikit diantara mereka akhirnya mati diujung peluru sementara sebagian orang menari diatas lumbung uang atas kematian mereka yang beramal tidak diatas ilmu.

Andai kaum muslimin tidak mudah terprovokasi dan sibuk bermajelis ilmu dan menyerahkan perkara pada bimbingan ulama’ dan umara’ niscaya para pemain proyek kesulitan mencari celah lewat issu agama, dan celah paling mudah bagi para pemain adalah lewat issu berbau fitnah agama.

Tidakkah kita belajar dari kasus-kasus di Palestina, tatkala Yahudi ingin memiliki kepentingan di palestina maka dibunuhlah beberapa orang prajurit mereka sendiri lalu di angkat ke media rakyat Palestina melakukan penyerangan lalu mereka dengan leluasa membombardir negeri Palestina.

Politik itu perkara besar sekelas ulama’ sangat mungkin tergelincir didalamnya apalagi kelas penuntut ilmu seperti kita-kita.

Karena itu wahai saudaraku..

Sibukkan kita dengan majelis ilmu dan jangan mudah penasaran dengan issu yang sedang panas dimainkan media, tapi sibukkan diri untuk mendekat kepada Allah karena tatkala fitnah muncul hanya Allah yang mampu menyelamatkan siapa yang Dia kehendaki dari fitnah tersebut.

sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1797580250498442&id=100007394539501

Print Friendly

6 Comments

  1. Assalamualaikum,
    Alhamdulillah sy byk mengambil ilmu di web ini, pak admin kita ketahui 2 minggu lalu jakarta di penuhi demo kpd pemerintah agar menghukum ahok, dan minggu ini teror bom menyalak dirumah ibadah orang kufar di luar jawa, apakah ini ada kaitannya dgn demo di jakarta ???,

    apakah aksi teror bom ini akan memancing aksi balasan dari kaum kufar dan byk pihak yg ambil keuntungan dari kebodohan umat islam yg demo dan lakukan bom teror, mhn nasihatnya, dan bgmana kita menyikapinya, terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Menyikapinya,..
    kita tidak usah dipusingkan dengan urusan POLITIK, teruslah menuntut ilmu dan mengamalkannya, agar kita menjadi orang yang semakin meningkat keimanan dan ketakwaan kita, sehingga Pertolongan Allah akan turun,.

    Makar orang KAFIR tidak akan membahayakan kaum muslimin sedikitpun,..
    Selama orang tersebut beriman dan bertakwa,..

    Solusi saat ini,.. baca di sini

  2. Assalamualaikum
    Sungguh nasihat yg sangat berharga, seandainya saudara2 kita mau menyimak dan merenungkan hadist2 yg melarang memberontak terhadap penguasa, sekalipun penguasa itu sangat2 dzolim, tentu hal2 seperti ini tidak akan terjadi.

    Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa baik buruknya pemimpin itulah cermin dari rakyatnya.

    Saran dari ana untuk saudara2ku yg seagama dan seakidah, jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu berjamaah.

    Karna dengan sholat berjamaah, kita bisa tahu sebesar apa kekuatan kita.

    Tegakkan Tauhid tinggalkan penyakit yg sudah mengakar TBC (Tathayur,Bid’ah Khurofat).

    Semoga Allah mangampuni kesalah seluruh kaum muslimin dan melimpahkan hidayahNya pada kita semua.
    Barakallaahu fiikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*