Kembang Api, Dari CHINA lah Asalnya Dan Gunanya Untuk Menakut-nakuti Roh Jahat

Kembang Api, Dari CHINA lah Asalnya Dan Gunanya Untuk Menakut-nakuti Roh Jahat

Kembang Api Itu Untuk Mengusir Roh Jahat, Kok Ada Kaum Muslimin Yang Menggunakannya?

Kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api.

Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak. Pertunjukan kembang api umum di seluruh dunia dan merupakan titik pertemuan banyak pesta kultural dan religius.

Sejarah

Kembang api ditemukan di Cina untuk menakut-nakuti roh jahat, sebagai perkembangan dari penemuan lainnya yaitu bubuk mesiu. Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan kembang api.

Cina adalah penghasil dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.

Semua sepakat bahwa bangsa China atau Tiongkok adalah yang pertama kali menemukan bubuk mesiu. Bahan dasar pembuat petasan dan kembang api.

Legenda yang beredar dan banyak dipercaya mengatakan bahwa bubuk mesiu secara tidak sengaja diciptakan oleh seorang juru masak di China, sekitar dua ribu tahun yang lalu. Saat itu ia mencampurkan beberapa bahan seperti batu bara, sulfur, dan potasium nitrat, kemudian memasukkan semua bahan tersebut ke dalam sebatang bambu. Ketika bambu berisi bahan tadi dibakar di tungku, sebuah ledakan pun terjadi.

Namun sumber sejarah yang lebih valid menyebutkan bubuk mesiu digunakan untuk petasan pertama kali oleh seorang pendeta bernama Li Tian dari kota Liu Yang, provinsi Yunan pada masa pemerintahan dinasti Song, sekitar abad ke-9 masehi.

Li Tian membuat petasan untuk mengusir roh jahat, yang dipercaya akan ketakutan dengan bunyi keras yang ditimbulkan. Orang China sendiri memperingati penemuan petasan ini setiap tanggal 18 April dengan memberikan persembahan kepada arwah pendeta Li Tian.

Setelah ditemukan, setiap tahunnya petasan selalu hadir untuk meramaikan perayaan tahun baru China, atau tahun baru Imlek, dengan harapan agar setahun ke depan roh jahat takut dan tidak mengganggu kehidupan.

 

sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kembang_api
Mengintip Kisah Penemuan Petasan dan Kembang Api

Arsip Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*