Bela Al-Maidah Ayat 51 Totalitas, Jangan Setengah-setengah

Bela Al-Maidah Ayat 51 Totalitas, Jangan Setengah-setengah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Al-Maidah: 51

Berkata Imam adz-Dzahabi dalam Tasyabbuhul Khosiis hlm. 34-35 -tahqiq syaikh ali hasan-

“Berkata para ulama:

Dan di antara bentuk loyalitas kepada mereka adalah dengan tasyabbuh (meniru dan menyerupai) mereka, serta menampakan (mensyi’arkan) hari raya mereka. Padahal mereka (kaum muslimin) diperintahkan untuk menyembunyikan hari raya mereka di negeri kaum muslimin.

Apabila seorang muslim merayakan hari raya tersebut bersama mereka Maka sungguh mereka telah membantu orang-orang kafir menampakan (mensyi’arkan) hari raya mereka. Dan ini adalah perbuatan yang munkar dan bid’ah dalam agama Islam, dan tidak ada yang melakukan hal demikian kecuali orang yang sedikit agamanya dan sedikit imannya, dia telah masuk dalam sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

رواه أبو داود (اللباس / 3512) قال الألباني في صحيح أبي داود : حسن صحيح . برقم (3401)

“Barangsiapa yang meniru-niru sebuah kaum maka ia termasuk kaum tersebut”

Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memuji orang-orang yang tidak menyaksikan hari raya orang-orang kafir dan tidak menghadirinya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”
( surat al-furqon: 72 )

Maka mafhumnya (pemahaman kebalikannya) bahwa orang yang menyaksikan dan menghadirinya adalah orang yang tercela dan dimurkai; karena ia menyaksikan kemungkaran dan tidak bisa untuk mengingkarinya. Nabi salam wa sallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ , فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ , وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإيمَانِ

رواه مسلم (49) والترمذي (2173) وأبو داود (1140) والنسائي (8/111) وابن ماجه (4013)

“Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya dan apabila dia tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya dan apabila dia tidak mampu maka rubahlah dengan hatinya dan yang demikian adalah selemah-lemahnya iman.”

Dan kemungkaran manalagi yang lebih besar dari berserikat (berkumpul) bersama orang Yahudi dan Nasrani dalam hari raya dan musim mereka dan berbuat sebagaimana yang mereka perbuat…”

Alih bahasa Dika wahyudi Lc.

sumber : https://www.facebook.com/dika.wahyudi.140/posts/800155196805009

Print Friendly

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*