Jangan TERKECOH Dengan Penyamaran Dai-Dai Yang Luarnya Tampak Seperti SALAFI

PENYAMARAN DA’I SESAT

Banyak cara untuk melariskan suatu barang dagangan di pasar sehingga diminati oleh para pembeli. Tidak jarang para produsen yang memiliki kualitas barang yang jelek dan tidak bermutu, serta tidak pede dengan kualitas produksinya, menempelkan Brand/merek dagang yang terkenal dan laris di pasaran dan memiliki kualitas yang baik. istilah dagangnya barang ini dinamakan barang KW. Tidak diragukan lagi ini adalah bentuk pemalsuan dan penipuan.

Ternyata, dalam dunia dakwah tidaklah jauh berbeda, ketika manusia sudah merasa jenuh dengan kejumudan kaum beragama mayoritas yang sedikit sekali membahas ilmu, dan sudah bosan dengan liqo’ harokah yang hampa dari ilmu, sudah lelah turun ke jalan, mengikuti seminar demi seminar membahas khilafah dengan membawa spanduk dan bendera, namun masalah aqidah, dan ibadah mereka layaknya orang awam yang gersang dari siraman ilmu, atau bahkan sudah jenuh dengan kajian yang berisi cacian dan fitnah untuk duat salaf dan memberi gelar laqob yang buruk kepada mereka, dan dakwah mereka semua tidak laku karena kosong dari ilmu.

Akhirnya sebagian mereka membanting setir menyamar menjadi da’i-da’i yang mengajarkan ilmu layaknya du’at salaf, bahkan tidak jarang sebagian mereka memakai Brand yang sama dan menukil perkataan ulama kita, menukil perkataan ustadz kita, dengan tujuan menyedot para penuntut ilmu agar menjadi audiens mereka juga.

Bukan menjadi kabar tersembunyi di sekitar tahun 2000-an ada lembaga dakwah harokah dengan stasiun radionya getol menyetel kaset-kaset ustadz kibar dan du’at salaf yang terkenal oleh para penuntut ilmu. Sehingga banyak diantara manusia yang menyangka mereka adalah sama dengan kita, sehingga menganjurkan teman, kerabat, dan saudara mendengarkan radio ini. Ketika merasa besar dan banyak memiliki pengikut, barulah mereka membuka tirai kepalsuan sedikit demi sedikit. Dan akhirnya terbukalah topeng mereka. Kalau sudah begini kita Cuma bisa mengatakan:

هذا فراق بيني وبينك!

Inilah perpisahan antara diriku dan dirimu.

Sedangkan fans dan pengikut mereka yang sudah menjamur tidak bisa lagi diselamatkan.!!!

Cara seperti ini adalah cara imam pendahulu mereka, imamnya Mu’tazilah ‘Amr bin ‘Ubaid. Dari dulu ahlul bid’ah senantiasa menggunakan ayat mutasyabihat, hadis yang mutasyabih dan bahkan perkataan ulama yang bisa mereka seret kepada pemahaman busuk mereka.

Diriwayatkan dari imam Sufyan bin Uyainah: bahwa ‘Amr bin Ubaid apabila ditanya tentang sebuah permasalahan ia menjawab dengan mengatakan:

هو من رأي الحسن

“ini adalah pendapat al-Hasan (yakni: al-Hasan al-Bashri imam ahlus sunnah)”
Kemudian berkatalah seorang lelaki kepadanya: “mereka meriwayatkan dari iman al-Hasan pendapat yang menyelisihi ini !!??”
Ia berkata: “sesungguhnya aku berkata kepadamu

هذا من رأيي الحسن!!

“ini adalah pendapat saya yang hasan” (hasan secara bahasa artinya baik-pent.)

Sufyan berkata: “ia memaksudnya dirinya sendiri” alkaamil, Ibnu ‘adiy. (V/1750), lihat al-arbauuna haditsan fii manhajid da’wah,as-salafiyyah Said Husain Idris, (hlm. 100)

Dan berkata Muhammad bin Abdullah al-Anshori: “’Amr bin Ubaid apabila ditanya tentang sesuatu ia berkata:

هذا من قولي الحسن

“Ini adalah pendapat saya yang hasan”

Maka dia (Amr) membuat mereka menyangka bahwa yang dimaksud adalah al-Hasan bin abil Hasan al-Bashri, padahal dia adalah pendapatnya sendiri” alkaamil, Ibnu ‘adi (V/1755-1756), lihat al-arbauuna haditsan fii manhajid da’wah,as-salafiyyah Said Husain Idris, (hlm. 100)

Syubhat mereka ini biasanya laku sama orang yang ngga doyan hadir di majelis kajian kitab dan Cuma doyan streaming, nonton youtube atau baca artikel di internet.

Sebatas retorika bagus, dikemas dengan penyampaian yang menarik dan pembahasan umum yang mirip dengan du’at salafiyin mereka sudah terjebak.

Makanya kajian mereka tidak pernah membahas masalah manhaj dan aqidah… walaupun nanti akan dibahas juga… kapan.???

Setelah pengikutnya banyak baru berani menjelaskan manhaj sesatnya.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari tipuan mereka

Dika Wahyudi Lc.

sumber : https://www.facebook.com/dika.wahyudi.140/posts/849088128578382

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*