Anak KECIL Yang Mati Sebelum BALIGH Akan Masuk SURGA, Walaupun Itu Anak Orang KAFIR

Tempat Anak Yang Mati Sebelum Baligh

Madzhab yang hak dalam masalah ini ialah bahwa anak-anak kecil yang mati sebelum baligh tempat mereka di JANNAH/SURGA. Sama saja apakah mereka anak-anak kaum MUSLIMIN atau anak-anak orang-orang KAFIR. adapun jalan dalil-dalilnya sebagai berikut :

Pertama: Untuk anak-anak orang Islam di antara dalilnya ialah hadits pertama sampai hadits kelima di fasal 33. Di antara fawwaa-id (faedah-faedah) hadits-hadits tersebut ialah bahwa anak-anak orang islam yang mati sebelum baligh tempat mereka adalah jannah / surga sebagaimana diterangkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di syarah Bukhari-nya yang bernama Fat-hul Baari’ ( syarah hadits no. 1248 – 1251 ).

Bahkan Al Imam An Nawawi mengatakan bahwa kaum muslimin telah IJMA’ bahwa anak-anak kecil yang mati dari kaum muslimin termasuk penghuni jannah ( Fat-hul Baari no. 1381 -1382 ). Dan inilah yang menjadi madzhab-nya Amirul Mu’minin fil Hadits Al Imam Bukhari di Shahih-nya ( Kitaabul Janaa-iz bab 91 hadits no. 1381 – 1382 ).

Di antara hujjah beliau ialah hadits Abu Hurairah dan Anas bin Malik yang lalu di fasal 32 ( hadits pertama dan keempat ) dan hadits Baraa’ bin ‘Azib di bawah ini :

Artinya : Dari ‘Adiy bin Tsabit, sesungguhnya dia pernah mendengar Baraa’ berkata : Ketika wafat Ibrahim (anak Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dia ( tetap ) ada yang menyusuinya di jannah.” ( Riwayat Bukhari ( no. 1382 ).)

Yang kedua : Untuk anak orang-orang KAFIR yang mati sebelum baligh pun termasuk penghuni jannah. Di antara dalilnya ialah hadits Abu Hurairah di fasal ke 16 di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Setiap anak dilahirkan atas dasar FITHRAH ( Islam ).”

Dan ini juga yang menjadi madzhab-nya Amirul Mu’minin fil Hadits Al Imam Bukhari di Shahih-nya di Kitabul Janaaiz bab 92 sebagaimana dijelaskan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Al Fath ketika mensyarahkan bab ini dan hadits-hadits-nya ( no. 1383 – 1385 )

Yang ketiga : Dalil secara umum untuk anak-anak orang Islam dan anak-anak orang kafir, ini ditunjuki oleh sebuah hadits yang panjang sekali di mana beliau menceritakan mimpi beliau kepada para Shahabat. Dan di antara mimpi itu beliau melihat Nabi Ibrahim dan anak-anak kecil yang berada di sekelilingnya sebagaimana diceritakan oleh Malaikat Jibril dan Mikail yang membawa beliau di dalam mimpi beliau yang panjang itu:

Artinya, Dan orang tua yang berada di bawah pohon adalah Ibrahim. Sedangkan anak-anak kecil yang berada di aekelilingnya adalah anak-anak manusia ( yakni yang mati sebelum baligh ).”

Dan di dalam riwayat lain, “Adapun laki-laki yang tinggi yang berada di taman maka sesungguhnya itu adalah Ibrahim shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan anak-anak kecil yang berada di sekelilingnya adalah setiap anak yang mati di atas FITHRAH / Islam ( yakni mereka mati masih kecil belum baligh ).”

Berkata Samurah ( yakni rawi hadits ) : Lalu sebagian ( kaum ) muslimin bertanya, “Dan anak-anak ( kaum ) musyrikin ( juga ) ya Rasulullah? “

Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan anak-anak ( kaum ) musyrikin ( juga ).

Dikeluarkan oleh Bukhari ( no. 1386 dan 7047 ) dari Samurah bin Jundab.

Dinukil dari buku Menanti Buah Hati dan Hadiah Untuk Yang Dinanti karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafidzahullah, Bab II Fasal 34 ( Tempat anak yang mati sebelum baligh )

Tambahan admin aslibumiayu bahwa anak yang belum baligh itu tidak memiliki dosa:
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ

“Telah diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila sampai ia sadar, dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari ANAK KECIL hingga ia BALIGH.”[ Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir 3514], Sunan at-Tirmidzi (II/102/693) ]

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*