Seandainya Anda Bermanhaj Dengan Manhaj Ikhwanul Muslimin, Akan Menjadi Seperti Apakah Jadinya?

Nu

MANHAJ IKHWANUL MUSLIMIN

✍🏻 _Oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah

▪Kalau saudara ber-manhaj dengan manhaj-nya Ikhwanul Muslimin, yang mengumpulkan dan menggabungkan hampir dari seluruh firqah sesat yang ada di dalam Islam, maka manhaj saudarapun akan terbentuk sesuai dengan aliran saudara dan tokoh yang saudara ikuti dan idolakan di dalam tubuh Ikhwanul Muslimin yang di dalamnya terdapat bermacam-macam firqah bersama pecahan-pecahannya.

▪Kalau saudara berkiblat kepada Hasan Al Banna-pendiri Ikhwanul Muslimin-atau Said Hawa atau Tilmisani dan yang sepaham dengan ketiganya, maka manhaj saudara akan terbentuk menjadi manhaj sufi dan quburiyyun.

▪Kalau saudara berkiblat kepada Sayid Quthub, maka manhaj saudara akan terbentuk menjadi manhaj khawarij.

▪Kalau saudara berkiblat kepada Muhammad Al Ghazali dan Yusuf Qardhawiy, maka manhaj saudara akan terbentuk manjadi mu’tazilah yang asy’ariyyah atau asy’ariyyah yang mu’tazilah yang bersatu padu dengan jahmiyyah.

⏩ Walhasil, manhaj itulah yang akan menentukan beragamanya seseorang, apakah benar atau salah ?

Oleh karena manhaj ada yang benar dan salah, yang haq dan yang batil, maka wajib bagi kita untuk berpegang dengan manhaj yang haq yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam sabdanya,

“Yang aku pada hari ini bersama para Shahabatku berada di atasnya”.

Yakni manhaj salaf, yang secara hakiki mereka inilah yang dinamakan dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

📒 _kitab Lau Kaana Khairan Lasabaquunaa Ilaihi, hal. 96.

Print Friendly