• Thu. Jul 16th, 2020

ASLIBUMIAYU.NET

Bisa Karena Terbiasa

Artis atau Mantan Artis Dihadirkan Di Acara Dakwah / Taklim, Bagaimanakah Hukumnya?

DAKWAH DISERTAI ARTIS / MANTAN ARTIS

– Pertanyaan kepada Syaikh Shalih As-Suhaimi -hafizhahullaah-:

Apa hukumnya menghadirkan artis dan seniman -walaupun menurut mereka sudah taubat- di muhadharah (kajian) yang disampaikan seorang Da’i; dengan tujuan untuk menarik manusia dan orang-orang agar mendatangi muhadharah si Da’i?

– Jawab:

INI MERUPAKAN KEBIASAAN YANG BURUK.

Dan mungkin bisa dirinci:

– Kalau artis itu benar-benar BERTAUBAT DENGAN SEMPURNA, DIA TELAH BELAJAR ILMU SYAR’I DALAM FIQIH DAN ‘AQIDAH; maka boleh.

– Adapun kalau tujuan dari menghadirkan artis itu hanya untuk menyia-nyiakan waktu dengan cerita/kisah, dan bahkan menyebutkan maksiatnya (yang dulu); maka ini tidak boleh.
Maka, artis itu seharusnya dinasehati dan didakwahi.

Adapun kalau dihadirkan seakan-akan mereka ulama atau penuntut ilmu; maka tidak (boleh).
Sebagian (artis) itu tidak istiqomah, dan bergabung dengan kelompok sesat.
Cara semacam ini biasanya ada pada Jama’ah Tabligh.

(Dan yang juga perlu diperhatikan): sebagian orang yang datang kajian; dia hanya ingin melihat artisnya. Kalau lah yang datang itu Syaikh Shalih Fauzan; dia mungkin tidak akan menghadiri kajian.

-ditulis oleh Ahmad Hendrix, 18 Syawwal 1437 H-

sumber : https://www.facebook.com/ahmadhendrix.eskanto/posts/306352619705621