Ketika DOKTOR “SALAFI” Menjadi Paranormal ( Bonus Video Nasehat )

Dokter Salafi Jadi Paranormal

DOKTOR “SALAFI” JADI PARANORMAL

Beberapa tahun silam banyak orang dihebohkan dengan ramalan kiamat 2012. Namun sudah sangat terbukti itu hanyalah ramalan dan dusta belaka. Demikian pula beberapa saat yang lalu terdengar seorang “ustadz” meramalkan umur umat Islam hanya 1500 tahun saja. Itu juga sama, hanya rekayasa akal dan ramalan tentang hal ghaib tanpa bukti dan dalil yang nyata. Yang lebih parah lagi kalau ada Doktor yang mengaku salafi yang juga menjelma menjadi paranormal.

– Apakah sensasi yang dia inginkan?

– Apakah kejahilan yang menguasainya meski tinggi gelarnya?

– Apakah gelar “DOKTOR” yang menipu dan menyilaukannya?

– Apakah gelar “DOKTOR” menjadikannya bebas berijtihad seenaknya?

– Apakah meramal hal yang ghaib itu masalah ijtihad?

– Apakah hal ini dianggap sebagai khilaf ijtihadi ?

– Apakah dia sudah bosan menjadi ustadz “salafi” hingga beralih profesi (menjadi paranormal)?

Apapun alasan dan jawabannya, simak dan renungkan apa yang dikatakan oleh syaikh Abdul Malik Ramadhani hafidzahullahu ketika membantah DOKTOR “salafi” yang meramalkan runtuhnya kekuasaan Yahudi:

1. Aku menulis buku ini untuk membantah seorang DOKTOR muslim yang dia mengaku telah membaca sebagian dari kitab sucinya ahli kitab. Lalu dia pun mendapatkan ilmu (ramalan) tentang waktu keruntuhan negara Yahudi. Dan aku tidak menulisnya dalam rangka membela yahudi atau ragu akan kehancuran mereka. Akan tetapi aku menulis ini untuk membela tauhid, karena setiap Muslim Sunni (salafi) baik ulama atau awam melainkan dia tahu bahwa hal ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Bahkan orang-orang awam yang sudah lanjut usia kalau bertemu dengan sang DOKTOR maka mereka akan mengajarinya pelajaran (tauhid) ini.

2. Adapun orang-orang yahudi pasti mereka akan dikalahkan oleh kaum muslimin –insya Allah-. Karena Allah berfirman:

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُ ۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُ ۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (QS. Ash-Shaf : 9)

dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون

“Tidak akan tegak hari kiamat hingga kaum muslimin memerangi yahudi dan kaum muslimin akan membunuh mereka.”
(HR. Bukhari)

Akan tetapi kemenangan kebenaran atas kebatilan bukan dengan mimpi (ramalan) dan angan-angan sang DOKTOR. Kemenangan/pertolongan Allah itu dengan ketakwaan kepada-Nya. Dan ketakwaan kepada Allah maknanya adalah mewujudkan keikhlasan kepada Allah semata serta memurnikan ittiba’/mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

3. Diantara keajaiban (dunia) adalah metode haraki [1] (orang harakah/pergerakan) yang tidak mementingkan masalah mengikhlaskan ibadah (tauhid) hanya kepada Allah. Bahkan mereka menentangnya dengan metode ahli kalam baik dari kalangan Asy’ariyah, Mu’tazilah, Jahmiyah dan selain mereka. Bahkan kebanyakan mereka tidak merasa terhina/salah ketika orang-orang Syiah Rafidhah bergabung dengan pergerakan mereka. Sebagaimana mereka menentang masalah ittiba’ dengan fanatik madzhab/golongan yang senantiasa memecah belah umat. Bahkan lebih parah dari itu, mereka menghina para ulama yang berusaha keras untuk mengembalikan kemuliaan umat dengan dua hal diatas yaitu:
a. Mengajarkan aqidah salafiyah
b. Mengajarkan sunnah.

4. Ketika mereka tidak memahami metode ulama dalam mengobati berbagai macam fitnah, maka mereka pun menuduh ulama tidak paham Fiqih Waqi’ (fiqih realita) bahkan menuduh mereka dengan sekulerisme dan sebagai antek penjajah. Dan yang lebih aneh dari itu semua, bahwa sebagian mereka berpindah dari fiqih waqi’ kepada fiqih yang tidak waqi’. Seperti sang DOKTOR yang sangat suka meramal kejadian yang akan datang, yang kita dahulu tidak pernah mendengarkannya melainkan dari para pengamat politik yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Mereka adalah orang-orang yang tertipu hingga lancang untuk meramal yang ghaib tanpa ada keimanan atau rasa takut melancangi nama Allah dan sifat-Nya yaitu :

عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّہَـٰدَةِ ٱلۡڪَبِيرُ ٱلۡمُتَعَالِ

“Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; yang Maha besar lagi Maha Tinggi.” (QS. Ar-Ra’du : 9)

5. Pada hakikatnya, ketika aku mendengar kabar bahwa sang DOKTOR mengatakan apa yang dia katakan (dari ramalannya) aku tidak berpikir untuk membantahnya, meskipun sebetulnya ini berkaitan dengan tauhid. Karena kerusakan ucapannya tidak tersembunyi bagi siapa pun. Namun aku mulai giat untuk membantahnya, ketika aku melihat banyak orang yang menganggapnya sebagai masalah ijtihad. Pada saat itulah aku berkata (dalam diriku): kesalahan ini tidak bisa didiamkan. Dan membela tauhid merupakan kewajiban yang amat ditekankan.

6. Yang penting, selayaknya bagi sang DOKTOR dan yang sejenis dengannya untuk menyadari akan (kekeliruannya) ini dan bertakwa kepada Allah atas umat ini. Dan agar dia tidak menjual akal-akal umat ini kepada khurafat orang-orang lemah/bodoh.

7. Sungguh berita yang aneh dan ajaib sekali yaitu ada seseorang yang menisbatkan diri kepada salafush shalih dan dia meramal hal ghaib kepada manusia. Sungguh membuatku kaget dan sedih sekali ketika aku membaca ramalan sang DOKTOR tentang kemenangan kaum muslimin atas yahudi. Sang DOKTOR berkata :”… akhir dari kekuasan negara yahudi atau permulaan akhirnya adalah tahun 1967 + 45 = 2012….dan ini yang kita harapkan kenyataannya[2] meski kita tidak memastikannya kecuali kalau dibenarkan oleh realita…”

8. Paranormal/dukun yang meramal tersebut adalah seorang Dekan Fakultas Aqidah. Paranormal ini digelari oleh para fansnya dengan julukan Ibnu Taimiyah yunior. Itulah DR. Safar Al-Hawali. Siapa yang menyangka ada di negara tauhid seorang paranormal dengan gelar/jabatan tersebut? Dan dia punya web di internet dengan nama As-Salafiyyun. Sungguh aneh, salafi haraki!

9. Sesungguhnya yang memotivasi sang DOKTOR untuk meramal kehancuran yahudi adalah kecemburuan terhadap agama ini. Namun ini adalah udzur yang tidak bisa diterima. Karena kecemburuan yang benar yang pertama kali itu ada pada kecemburuan terhadap tauhid dari hal-hal yang mengotorinya, terutama dalam masalah sifat-sifat Allah yang hanya khusus bagi-Nya saja.

10. Inilah kubangan politik yang membuat orang yang masuk ke dalamnya melupakan aqidahnya setelah dia kehilangan ilmunya[3]. Maka dikhayalkan kepadanya dari sihirnya bahwa hal-hal ghaib itu bisa diraihnya. Allah berfirman:

وَمَا تَدۡرِى نَفۡسٌ۬ مَّاذَا تَڪۡسِبُ غَدً۬ا‌ۖ

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok.” (QS. Lukman : 34)

Bahkan ini adalah suatu kedustaan yang besar. Di dalam shahih Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata: Barangsiapa yang mengaku bahwa dia diberitahu tentang apa yang akan terjadi besok (meramal apa yang akan terjadi) maka sungguh dia telah berdusta kepada Allah dengan sebesar-besarnya kedustaan. Dan Allah telah berfirman:

قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُ‌ۚ

“Katakanlah: “tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (QS. An-Naml : 65).

Ramalan ini muncul, padahal sang DOKTOR hidup di tengah ulama tauhid. Lalu bagaimana jika dia hidup di selain negeri tauhid? [4]

Kesimpulan:

 Gelar DOKTOR plus dekan atau bahkan yang lebih tinggi dari itu, meski dari universitas di Makkah atau Madinah bukan jaminan dia lurus aqidah dan manhaj serta ilmunya. Maka selektiflah dalam memilih ustadz yang kita menimba ilmu darinya.

 Dakwah Salafiyah bukan harakah. Salafi harus menjauh dari manhaj haraki dan dari orang-orang harakah, bukan malah bersatu dengan mereka atau meniru metode dakwah mereka. Syaikh Abdul Aziz Ar-Rayyis hafidzahullahu berkata: Termasuk dosa adalah bersatu dengan ahli bid’ah baik dari kalangan Sufi, Asy’ari dan Mu’tazilah. Karena yang diwajibkan adalah mengingkari mereka dan minimalnya mengingkari dalam hati dengan menjauh dari mereka bukan malah asyik duduk (bersatu) dengan mereka. Allah berfirman:

إِنَّكُمۡ إِذً۬ا مِّثۡلُهُمۡ‌ۗ

“Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.” (QS. An-Nisa’ : 140) [5]

 Virus harakah/orang harakah sudah tertular pada sebagian yang mengaku atau dilebeli da’i salafi di negeri ini. Oleh karena itu, bentengi diri anda dengan memperkuat ilmu aqidah salafiyah serta manhaj salaf serta waspada dari orang-orang yang mengaku salafi padahal manhaj dan aqidahnya sudah terkontaminasi dengan manhaj haraki. Awas dan waspadalah.

 Ramalan DOKTOR “Salafi” yang ada di Arab Saudi tentang kehancuran negara Yahudi diatas tidak jauh berbeda dengan ramalan DOKTOR “Salafi” yang ada di negeri kita ini. Sang DOKTOR “Salafi” ini pernah menulis ramalannya di medsos:

 Membaca Strategi HOAK selanjutnya

Gonjang ganjing negri ini semakin tak terelakkan, betul yang di permukaan adalah si HOAK, namun di balik HOAK ada monster monster yang siap mengorbankan apa saja demi MULUSNYA RENCANA JAHAT juragan HOAK.

Sobat! Bisa jadi kini tim HOAK sudah merencanakan bahwa bila kondisi memaksa mereka memainkan opsi 2, atau 3, maka mereka tak segan segan melakukannya, di antara opsi darurat atau opsi langkah seribu yang bisa saja mereka rencanakan ialah dengan menyulap si HOAK menjadi Snouck Hurgounje baru, yaitU HOAK bersyahadat, dan mengaku tobaaaaaat dari semua kejahatannya., dan akhirnya tujuan jadi RI 1 semakin mulus.

Ya, kini dia sedang berjuang menyatukan seluruh elemen non muslim, dengan cara memancing ummat Islam anarkis dan menebar ancaman kepada semua yang non muslim.
Tujuannya jelas, menggalang dukungan semua non muslim kepada dirinya.

Karena itu, demonstrasi besar besaran bisa saja bagian dari tahapan skenario HOAK untuk itu.

Makhluk makhluk bayaran HOAK, bisa saja menyusup dalam barisan ummat Islam yang turun ke jalan, dan membuat onar, memprovokasi agar ummat Islam bentrok dengan Aparat, dan akhirnya islam membunuh islam, atau minimal saling serang.

Bila aparat sudah membunuh rakyat atau sebaliknya tikus bayaran HOAK yang berbaju muslim membunuh aparat, maka perang saudara tidak bisa dielakkan. Dan selanjutnya, cukong cukong HOAK dengan mudah mengatur jalannya sandiwara pilkada, karena ummat islam diisolir dari sandiwara pilkada dengan dalih mencegah tindak anarkis, sedangkan cukong cukong HOAK dengan mudah beli iman orang orang yang rapuh tauhidnya agar menjual negara dan masa depan anak cucunya kepada mereka.

 Alangkah miripnya kedua ramalan kedua DOKTOR “Salafi” diatas. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Namun ramalan tinggal ramalan, hanya tinggal pertanggung jawaban disisi Allah pada hari kiamat jika sang DOKTOR tidak mau bertobat. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani hafidzahullahu di atas bisa menjadi bahan renungan dan jalan hidayah bagi kita semua, khususnya bagi sang DOKTOR “Salafi”. Aamin

 Politik melalaikan orang-orang itu dari aqidah shahihah dan manhaj dakwah salaf. Menjadikan orang-orang tersebut lupa terhadap ilmunya serta plin-plan dalam ucapan dan pernyataannya. Masihkah anda mau menjadi korban politik selanjutnya? Inginkah anda menukar nikmat bermanhaj salafi dengan politik yang terlaknat? Semoga Allah menetapkan hati ini diatas manhaj salafi sejati hingga akhir hayat nanti. Aamin
—————————————————————

[1] Syaikh Abdul Malik Ramadhani berkata: Harakiyyun (jamak haraki) Al-Islamiyyun adalah sekelompok orang yang beramal/berjuang untuk Islam -sesuai dzahirnya-. Dan mereka berpendapat bahwa ilmu agama itu tidak cukup untuk melaksanakan perjuangan hingga setiap orang harus masuk ke perkumpulan dakwah (seperti ormas), dia diperintah, dilarang dan dia mendengar serta mentaati. Kebanyakannya diiringi juga dengan baiat atau perjanjian. Mereka dinamakan harakiyyin (kaum pergerakan) karena buruk sangka mereka dengan ilmu agama yang mereka anggap tidak bisa menggerakkan (rakyat) untuk menggulingkan penguasa.

[2] Dan sudah sangat jelas akan kedustaan ramalan tersebut karena sudah berlalu lima tahun tapi apakah sudah jatuh negara yahudi?

[3] Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikh Abdul Malik hafidzahullahu, politik melalaikan orang-orang itu dari aqidah shahihah dan manhaj dakwah salaf. Menjadikan orang-orang tersebut lupa terhadap ilmunya serta plin-plan dalam ucapan dan pernyataannya. Masihkah anda mau menjadi korban politik selanjutnya? Inginkah anda menukar nikmat bermanhaj salafi dengan politik yang terlaknat? Semoga Allah menetapkan hati ini diatas manhaj salafi sejati hingga akhir hayat nanti.

[4] Diringkas dan diterjemahkan dari kitab Khurafah haraki hal.5-36 oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani.

[5] Makalah berjudul Qiyadaat Ash-Shahwah, At-Taghayyur wa At-Talawwun, Haqaaiq wa akhthaar hal.2.

sumber : https://www.facebook.com/abdurrahmanthoyyib/posts/866116510217493

Tambahan admin web aslibumiayu.net

Simak VIDEO NASEHAT tentang Politik Islam, dimana nasehat yang disampaikan ini salah satunya sebagai nasehat kepada sang DOKTOR juga, dimana kala itu meramalkan sesuatu yang belum terjadi

4 Comments

  1. Astagfirulloh ana pun hampir sj percaya wlu pun ad keraguan masa iya ust salaf tapi memprediksi dunia tdk sampai thn 1500 H..terima kasih akhi artikel nya….izin share dan copas..

  2. Masih blm mudeng, siapa sih Doktor itu?

    Baca yang teliti lagi, dan baca lagi, siapa doktor yg meramal strategi politik si anu tsb

  3. Maaf oot min…saya hendak bertanya, bagaimana hukum seseorang yg kerja di Kemenkumham bagian pemeriksa hak paten dan imigrasi? Apakah diperbolehkan dan gajinya halal? Terima kasih

    Halal

  4. Semoga Alloh subhanahu wata’ala menjaga para ustadz-ustadz kita. Amiin

    Sekedar share, berkaitan “ramalan Doktor yang kedua”. Mungkin bisa kita telaah perbedaan antara ramalan dan prediksi. Syukron.

    https://muslim.or.id/4120-soal-143-perbedaan-ramalan-dengan-prediksi.html

    https://muslimafiyah.com/ini-dia-beda-ramalan-dan-prediksi.html

    Sudah saya simak penjelasan ust dan tulisan tersebut,..

    Dan keduanya bukan menjawab tentang sang DOKTOR tersebut, bahkan penjelasan jawaban yg pertama bisa terkena pada sang DOKTOR, menebak-nebak masa depan tanpa ilmu dan alat,..

    Bagaimana menebak-nebak seperti yg ada di postingan, apa ilmunya, apa alatnya,

    Kalau di link dijelaskan menebak contohnya dgn USG , kalau ramalan DOKTOR “salafi” tersebut apa alatnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*