Kedua Tangan Allah Itu KANAN, Bukan Kanan Dan Kiri

Benarkah Kedua Tangan Allah Azza wa Jalla Adalah Kanan

Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Soal: Apakah kedua tangan tangan Allah عزوجل yang mulia kanan dan kiri ataukah keduanya kanan?

Jawab: Menurut Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari Salaful Ummah yaitu yang terdiri dari para Sahabat, Taabi’in dan Taabi’ut Taabi’in bersama dengan orang yang mengikuti mereka dari para Imam dan para Ulama dan seterusnya dari zaman ke zaman sampai hari kiamat, mereka semuanya mengatakan: 

Bahwa Allah عزوجل mempunyai kedua tangan yang mulia sebagaimana Allah عزوجل telah memberitahukan kepada kita di dalam kitab-Nya yang mulia dan juga Rasulullah صلى الله عليه وسلم di dalam sabda-sabda suci beliau dari hadits-hadits yang shahih.

Inilah aqidah yang sangat besar dan sangat agung sekali dan tidak ada yang menyalahinya kecuali para ahli bid’ah dari jahmiyyah, mu’tazilah, falaasifah, asy’ariyyah dan seterusnya dari orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan bid’ah.

Firman Allah عزوجل:

Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (Surat Shaad: 75)

Dan Rasul yang mulia صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

Sesungguhnya abu Hurairah telah berkata telah bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Allah عزوجل menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat (menggulung) langit (dalam riwayat lain: langit-langit) dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah عزوجل berkata: “ Akulah raja! Manakah raja-raja bumi (dunia)?”. (Hadits shahih riwayat. Bukhari no. 4812,6519,7382 & 7413 dan muslim no. 2787 )

Dari Ibnu Umar رضي الله عنه dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم beliau bersabda: “Seseungguhnya Allah عزوجل menggenggam bumi pada hari kiamat dan langit berada di tangan Kanan-Nya, kemudian Dia berkata: “Akulah Raja!”. (Hadits shahih riwayat. Bukhari no 7412 (dan ini adalah lafadznya) dan muslim no. 2788)

Sedangkan lafadz Muslim dalam salah satu riwayatnya: “ Allah عزوجل memegang langit-Nya dan bumi-Nya dengan kedua tangan-Nya”.

Kemudian ketahuilah, bahwa kedua tangan Allah عزوجل adalah Kanan sebagaimana telah ditegaskan oleh Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم:

Dari Abdullah bin ‘Amr رضي الله عنه ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah عزوجل (pada hari kiamat) di atas mimbar-mimbar dari nur (cahaya) di sebelah kanan Ar Rahman عزوجل dan kedua tangan-Nya adalah kanan.

Yaitu orang-orang yang berlaku adil di dalam hukum mereka, dan pada keluarga mereka, dan pada apa yang mereka pimpin”. (Hadits shahih riwayat. Muslim no 1827 dan Nasaa-i no 5379 dan yang selain dari keduanya.

Adapun hadits Abdullah bin Umar dalam salah satu riwayat Imam Muslim dengan lafazh tangan kanan dan kiri adalah dha’if.

Sedangkan riwayat yang shahih dari hadits Abdullah bin Umar dengan lafazh tangan kanan dan keduanya kanan sebagaimana telah saya bawakan sebelum ini dari riwayat Bukhari dan Muslim tanpa penyebutan tangan kiri.

Demikian juga ketegasan hadits Abdullah bin ‘Amr di atas yang menjelaskan kepada kita bahwa kedua tangan Rabbul ‘alamin kedua-duanya adalah kanan.

Kemudian, Inilah riwayat dari lafazh yang dha’if dari salah satu riwayat Imam Muslim:

Dari Umar bin Hamzah, dari Salim bin Abdullah (ia berkata): Telah mengkabarkan kepadaku abullah bin Umar ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda: “Allah عزوجل telah melipat langit pada hari kiamat, kemudian Allah عزوجل memegangnya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah عزوجل berkata: Aku-lah Raja! Manakah orang-orang yang berkuasa itu? Manakah orang-orang sombong itu?. Kemudian Allah عزوجل melipat bumi dengan tangan kiri-Nya, kemudian Allah عزوجل berkata: Aku-lah Raja! Manakah orang-orang yang berkuasa itu? Manakah orang-orang yang sombong itu?”.

Tambahan lafazh tangan kiri-Nya adalah Dha’if. Karena Umar bin Hamzah bin Abulah bin Umar bin Khath-thab Al ‘Adawiy Al Umariy Al Madaniy telah menyendiri dalam tambahan tersebut yang telah menyalahi riwayat dari rawi-rawi yang lain yang telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, selain dia termasuk ke dalam kelompok dhu’afaa’ (orang-orang yang lemah).

Yahya bin Ma’in mengatakan: “Umar bin Hamzah lebih lemah dari Umar bin Muhammad bin Zaid”.

Nasaa-i mengatakan: “Dha’if”.

Ibnu Hibban telah memasukannya ke dalam kitab ats Tsiqaat dan dia mengatakan:”Dia adalah termasuk orang yang salah”.1

Saya (Ust. Abdul Hakim) mengatakan: Yakni orang suka salah dalam meriwayatkan hadits, dan di antaranya hadits yang sedang kita bicarakan.

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan di kitabnya At Taqrib:”Dha’if”.

Riwayat ini juga telah dilemahkan oleh Baihaqiy dan Ibnu Hajar dan lain-lain. 2

Kesimpulan : Allah mempunyai DUA TANGAN dan kedua tangan Allah adalah KANAN.

_________________
1 Mizaanul I’tidal (3/192) dan Tahdzibut Tahdzib (7/437)
2 Fat-hul Baari’ dalam mensyarahkan hadits no: 7413

Disalin dari kitab Al Masail-il Jilid 8 Masalah ke 236 hal. 336-340

(Dikutip dari http://artikelassunnah.blogspot.com/

Terms:

apakah Allah punya tangan (1), dua tangan allah (1), hadis menjaga dua tangan (1)...

You May Also Like

2 Comments

  1. Serupa makhluk

    Apakah makhluk bisa melihat, jawabnya bisa
    Apakah Allah bisa melihat, jawabnya bisa

    Apakah jika kita mengatakan Allah bisa melihat berarti kita sedang menyamakan Allah dengan makhluknya?
    Jawabannya, tentu kita tidak sedang menyamakan Allah dengan makhluknya, melihatnya Allah berbeda dengan melihatnya makhluk, walaupun sama-sama melihat

    Demikian pula ketika kita mengatakan makhluk punya tangan, dan Allahpun berkata bahwa Allah punya TANGAN, maka bukan berarti kita sedang menyerupakan Allah dengan makhluknya , sebab Allah tidak serupa dengan makhluknya, tangan Allah berbeda dengan tangan makhluknya

    Saya beri permisalan untuk anda,
    Apakah anda punya wajah ? jawabannya adalah punya,.
    Apakah monyet punya wajah ? jawabannya adalah punya,..
    Ketika saya berkata bahwa monyet juga punya wajah, apakah berarti saya sedang menyamakan wajah anda dengan wajah monyet?
    Nah, apakah mau anda dikatakan wajahnya sama seperti monyet?

    Biar tidak salah paham, silahkan baca postingan ini

    Saya beri permisalan lagi yang sama-sama makhluk,
    Di surga nanti ada sungai, di dunia juga ada Sungai

    Sungai kita tahu apa maknanya, apakah sungai di surga sama seperti sungai di dunia?
    Jawabnya tidak akan pernah sama, seindah apapun anda membayangkan ttg sungai, maka tidak akan pernah sama dngan sungai di surga,

    Namun makna sungai kita sangat paham, adapun seperti apa sungainya maka itu ghaib, tidak diketahui, karena kenikmatan di surga tidak pernah terlihat oleh mata atau terlintas di hati

  2. Dalam masalah sifat ² Alloh sudah menjadi perdebatan yg tidak selesai ², maka sebenarnya yg penting bukan debatnya akan tetapi siapakah yg bisa menunjukkan dalil dari salaf

    Dalil sudah sangat jelas, bahkan ayat alquran juga ada yang menyebutkannya dengan jelas, namun karena pemahaman yang keliru, maka tidak bisa memahami dengan benar apa yang disampaikan oleh ayat yang sudah cukup jelas menyebutkan..

    Jika mengikuti pemahaman salafus shalih, maka akan mengimani tanpa mempertanyakan bagaimana hakekatnya, karena itu adalah hal ghaib,

Silahkan tinggalkan komentar di sini