Negeri Saudi Yang Digelari sebagai WAHABI Membantu Pengungsi ROHINGYA Sejak Tahun 1968

Sudah 45 Tahun Rohingya Hidup Damai di Arab Saudi

VIVAnews – Tidak diakui Bangladesh dan Myanmar, orang-orang Rohingya juga tidak diterima di beberapa negara. Mereka terpaksa hidup sebagai imigran gelap, dipenjara dan dihinakan. Ini memang lebih baik ketimbang tetap di Myanmar, jadi sasaran kekerasan dan perkosaan.

Sejak saat itulah mereka Mandapat kewarganegaraan sementara. Kegembiraan ratusan ribu orang Rohingya di Saudi semakin lengkap saat pada Maret lalu Saudi memberikan status kewarganegaraan gratis pada 250.000 orang Rohingya.

Berarti, kini mereka berhak atas fasilitas kesehatan, pendidikan dan pekerjaan yang setara dengan warga setempat.

“Dunia baru menyadari penderitaan Rohingya di Burma kurang dari setahun lalu.

Tapi Arab Saudi adalah negara satu-satunya yang peduli penderitaan mereka sejak lama,” kata Abdullah Marouf, sekretaris jenderal komunitas Burma dan kepala Global Rohingya Center di Jeddah, dilansir Arab News.

“Arab Saudi telah mendukung kami Rohingya tahun 1968, saat Raja Abdul Aziz menerima imigran pertama imigran Burma.

Izin tinggal tetap telah dikeluarkan untuk Rohingya tahun 1980 saat pemerintah Raja Saud,” lanjut Marouf lagi saat berbicara pada forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah.

Selain itu, Rohingya juga telah melebur bersama warga Saudi.

Ibrahim adalah salah satu orang Rohingya yang berhasil menyatu di Mekkah. “Alhamdulillah kami belajar bahasa Arab di sini, tumbuh di sini. Namun kami tidak melupakan bahasa asli kami, termasuk bahasa Rohingya,” kata Ibrahim, dilansir Al Arabiya, Rabu 8 Mei 2013.

“Adik perempuanku menikah dengan orang Saudi. Dan saya, Alhamdulillah, telah tunangan dengan wanita Saudi,” ujar pemuda ini lagi.

Pemerintah Saudi telah memasukkan komunitas Rohingya sebagai pendatang yang harus dilindungi negara.

Artinya, Rohingya kebal beberapa hukum dan peraturan kependudukan dan tidak ada yang boleh menyakitinya.

Tidak hanya melindungi Rohingya di negaranya, pemerintah Saudi memberikan bantuan kepada etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

Agustus tahun lalu, atas perintah Raja Abdullah, Saudi menggelontorkan bantuan sebesar US$50 juta (Rp486 miliar) kepada Rohingya yang terkena konflik di Rakhine.

Sumber : http://viva.co.id/amp/dunia/411296-sudah-45-tahun-rohingya-hidup-damai-di-arab-saudi

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

  1. alhamdulillah….semoga allah.swt memuliakan saudara kita muslim rohingya, palestina, afganistan,yaman,syiria, irak,iran dan disemua belahan bumi allah yg saat ini menghadapi kezholiman kaun kafir dan smoga allah menghancurkan menceraiberaikan persatuan kaum kafir yg mendholimi saudara” kita…aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*