Matahari dan Bulan pun akan dimasukkan ke Neraka Untuk Menambah Rasa Penyesalan Para Penyembahnya

Hukuman Untuk Penghuni Neraka, Pedihnya Penderitaan Penghuni Neraka

Neraka merupakan hukuman yang amat pedih, dengan berbagai macam siksaannya, yang tidak bisa dielakkan oleh para penghuninya walaupun dibayar dengan harga paling mahal dari apa yang mereka miliki.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ﴿٩١﴾

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. ( Surat Ali Imran ayat 91 )

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴿٣٦﴾

Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu [pula] untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya [tebusan itu] tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

( Surat Almaidah ayat 36 )

Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Salah satu penduduk neraka yang hanya mengutamkan kesenangan hidup di dunia ini akan dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ia akan ditanya, “Hai anak adam, pernahkan kamu melihat sesuatu yang baik ? Pernahkan kamu menikmati kesenangan ?

Ia berkata , Demi Allah tidak wahai rabb,

( Lihat misykat al mashabih juz III halaman 102 )

Dalam waktu sekejap saja, orang-orang kafir akan melupakan semua kesenangan dan kenikmatan yang mereka rasakan di dunia.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahau ‘alaihi wasallam bersabda :

Pada hari kiamat nanti Allah ta’ala akan berkata kepda salah seorang yang hukuannya di neraka paling ringan,

Jika kamu telah menikmati apa saja yang kamu inginkan di bumi, apakah kamu mau melepaskannya untuk memyelamatkan dirimu?

Ia menjawab, Iya

Allah ta’ala berkata :

Apa yang aku inginkan dari kamu tidaklah sebanyak itu, ketika kamu masih menjadi bagian dari anak cucu Adam, Aku perintahkan kalian untuk tidak menyekutukanku dengan sesuatu apapun, tetapi kalian tetap saja melakukannya.

( Lihat Fathul bari juzz XI halaman 416 , lihat juga Misykat Almashabih juz III halaman 102 )

Azab neraka yang mengerikan dan sangat pedih itu akan membuat seseorang hilang ingatan, sehingga ia bersedia melepaskan apa saja yang menjadi miliknya yang sangat berharga agar bisa bebas dari azab tersebut, tetapi hal tersebut tidak akan pernah bisa dilakukannya, sebagaimana Firman Allah berikut ini :

يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ﴿١١﴾وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ﴿١٢﴾وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ﴿١٣﴾وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ﴿١٤﴾كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ﴿١٥﴾نَزَّاعَةً لِلشَّوَىٰ﴿١٦﴾

Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, Dan isterinya dan saudaranya, Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia), Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.



Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,Yang mengelupas kulit kepala.

( Surat Al Ma’aarij ayat 11 – 16 )

Mereka akan ditemani oleh sesembahan-sesembahan dan setan-setan mereka di neraka

Kaum kafir dan musyrik mempunyai kebiasaan untuk mengagung-agungkan berhala-berhala yang mereka sembah, bukannya mengagungkan dan menyembah Allah ta’ala.

Mereka dengan cara apapun juga akan berusaha membela berhala-berhala tersebut, bahkan bersedia mengorbankan diri dan harta mereka demi pengabdian mereka kepada berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan mereka itu.

Pada hari kiamat nanti Allah ta’ala akan memasukkan sesembahan-sesembahan mereka itu ke dalam neraka, sebagai penghinaan atas mereka agar mereka menyesal dan mereka tahu bahwa mereka telah sesat dan menyembah sesuatu yang tidak mempunyai kekuatan yang dapat memberi mereka keuntungan atau mencelakakan mereka.

إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ﴿٩٨﴾

لَوْ كَانَ هَٰؤُلَاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ﴿٩٩﴾

Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.



Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. ( Surat Al Anbiya ayat 98-99)

Ibnu Rajab mengatakan, “Karena orang-orang kafir itu menyembah berhala-berhala, bukannya menyembah Allah ta’ala, dan mereka percaya bahwa berhala-berhala tersebut dapat menjadi perantara antara mereka dengan Allah sehingga dapat mendekatkan mereka kepada Allah ta’ala.

Mereka akan dihukum dengan mengikutsertakan berhala-berhala tersebut bersama mereka di neraka untuk menghina dan mempermalukan mereka, dan untuk membuat mereka menyesali perbuatan-perbuatan mereka.

Karena apabila suatu hukuman disertai dengan sesuatu yang menjadi penyebab dijatuhkannya hukuman tersebut, hal ini akan menambah kepedihan dan penyesalan bagi mereka yang disiksa di neraka.

( Lihat attakhwif minannaar halaman 105 )

Matahari dan Bulan akan dimasukkan ke dalam Neraka

Karena alasan ini pula, matahari dan bulan akan dilemparkan ke dalam neraka dan menjadi bahan bakarnya, untuk menghukum orang-orang kafir yang suka menyembah keduanya, bukannya menyembah Allah ta’ala. Ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits,

Matahari dan bulan akan digulingkan ke dalam neraka.”

( HR Albaihaqi dalam Syu’abul iman, Albazzar, Alisma’ili, dan Al khatthabi. Lihat Silsilah al ahadits ash shahihah juz I halaman 32 )

Alqurthubi mengatakan , “ Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam neraka, karena keduanya disembah oleh orang-orang kafir, bukan Allah yang disembah.

Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam neraka bukan dengan maksud untuk menghukum para penyembahnya, karena benda-benda tersebut adalah benda mati atau tidak bernyawa, melainkan untuk menambah rasa penyesalaan dan malu orang-orang kafir.

Hal inilah yang dikatakan oleh sebagian ulama. ( Lihat Attadzkirah halaman 392 )

Untuk alasan yang sama, orang-orang kafir akan dikumpulkan bersama setan-setan mereka agar hukuman mereka terasa lebih berat dan lebih pedih :

Allah berfirman :

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ﴿٣٦﴾

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ﴿٣٧﴾

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ﴿٣٨﴾

وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ﴿٣٩﴾

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)”.

(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu. ( Surat Az Zukhruf ayat 36-39 )

Sumber : Surga dan Neraka karya Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar halaman 99-100 ,111-112

Print Friendly

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*