Salafi Tidak Berperan Dalam Perjuangan Palestina? DUSTA, Izzuddin Alqassam itu Mujahidin SALAFI yang Sudah Berjuang Jauh Sebelum Adanya HAMAS

➡ *“Diantara tokoh para Mujahidin tersebut adalah seorang mujahid yang terkenal: Muhammad ‘Izzuddiin #Al_Qassaam –rahimahullah-. Ia adalah pejuang mimbar dakwah Salafiyyah di Palestina!!…”*

✅ Mengenai Sikap Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tentang problematika  Palestina

Syaikh Masyhur bin Hasan Aalu Salman –hafizhahullah- berkata:

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله؛ أما بعد:

“Pertama-tama Saya katakan:

Diantara hal bisa dipahami dan telah tegas serta telah ditetapkan (dengan dalil-dalil) bahwasannya; semua kaum Musimin berdosa pada saat ini karena telah lalai terhadap permasalahan Palestina.

Pada kesempatan kali ini, pada simposium yang baik dan berkah ini, Saya akan menyebutkan sedikit hal tentang sikap Salafiyyin terhadap permasalahan Palestina.

Dan hal yang akan Saya sebutkan ini banyak tidak diketahui dalam benak pikiran, bahkan para Hizbiyyin justru mengklaim hal tersebut, untuk memperbanyak jumlah mereka, dan agar memperkuat kekuatan mereka dengannya!

Dalam rangka menempatkan sesuatu sesuai pada tempat yang sebenarnya; maka saya katakan:

[1]. Banyak dari para Mujahidin yang masyhur merupakan Salafiyyin yang ikhlas, merka itu memiliki peran yang patut disyukuri dalam menolong memperjuangkan aqidah dan manhaj.

Diantara tokoh Mujahidin tersebut adalah seorang mujahid yang terkenal:

Muhammad ‘Izzuddiin Al Qassaam –rahimahullah-.

Ia adalah pejuang mimbar dakwah Salafiyyah di Palestina, dan sebelum itu ia pun pejuang di Suria sebelum bergabung dengan batalyon-batalyon mujahidin di Palestina.

Bukti pernyataan tersebut adalah ia menulis kitab yang telah dicetak dengan judul:

‘Kritik dan Penjelasan terhadap kekeliruan Khuzairaan.’

(النقد والبيان في دفع أوهام خزيران ) dalam kitab tersebut ia membantah seorang Sufi yang telah mati dan perusak akal serta penolong kebid’ahan.

Diantara yang ia sebutkan tentang seorang sufi tersebut –pada halaman 25- adalah:

‘Dahulu kami berusaha mengarahkan ustadz al Jazzaar dan muridnya –yaitu: Khuzairani- , dan keduanya itu adalah Sufi; agar mereka berdua mengambil faidah dari kitab Al I’tisham karya Asy Syaatibiy yang merupakan kitab tiada tandingannya dalam bab ini.

Tetapi kami khawatir mereka menuduh bahwa kami terpengaruh faham Wahabi!?’

Ia dikenal ke-salafi-annya dan dahulu musuh-musuhnya mengatakan tentangnya bahwa; Dia itu adalah Wahabiy!

Begitulah julukkan yang disematkan kepada para pendakwah Al Quran dan Sunnah berdasarkan pemahaman Salaful Ummah.

Barang siapa yang memperhatikan kitab karyanya yang telah dicetak itu sebagaimana yang Saya isyaratkan; maka akan menemukan bahwasannya Dia adalah seorang Salafi yang jelas dan terang.

Dan diantara hal yang harus disebutkan pada kesempatan kali ini adalah bahwasannya Salafiyyin melihat pada setiap permasalahan itu secara menyeluruh; diantaranya terhadap permasalahan Palestina ini pun dipandang secara sudut pandang Syar’i, dan mereka akan merealisasikannya dengan perbuatan tanpa banyak berkata-kata.

Kapanpun Allah -‘azza wa jalla- memudahkan bagi mereka Jihad maka mereka pasti langsung pergi Jihad dan tidak mungkin duduk (berdiam diri)!

Namun, Jihad bagi mereka memiliki prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah tertentu dan mereka pun dalam hal-hal tersebut berada di belakang para Ulama yang rabbaniyyin dan bukan di depan (mendahului fatwa) para Ulama.

Maka, permasalahan ini pun (bagi mereka) harus tunduk pada hukum-hukum Syar’i!

Dan mereka –Salafiyyin- meyakini suatu aqidah yang kokoh yang bersumber dari dua wahyu yang mulia -yakni Al Quran dan Sunnah yang shahih- bahwasannya:

Perseteruan kami dengan kaum Yahudi adalah perseteruan eksistensi dan bukan hanya perseteruan perbatasan wilayah!

Inilah diantara keyakinan yang telah kokoh dalam pemahaman mereka (Salafiyyin) terkait permasalahan Palestina ini!

Dan diantara hal yang harus disebutkan pada kesempatan kali ini adalah:

Bahwasannya pengungkapan kesedihan, kepedihan, dan protes dengan kata-kata serta pidato-pidato yang berapi-api yang tidak akan merubah dan tidak akan mengganti (keadaan menjadi lebih baik),

Hendaklah (semangat aktifitas) tersebut diarahkan kepada (semangat menjelaskan) hukum-hukum Syar’i, Aqidah,, dan Syari’at.

Dan, mengarahkan semangat aktifitas tersebut menjadi girah/semangat dalam memperjuangkan Aqidah dan Syari’at merupakan konsekuensi dari hukum-hukum Fiqih serta sesuai dengan kaidah prioritas yang dirumuskan dari kaidah-kaidah dan maqasaashid (tujuan-tujuan) Syari’at.

Karena; yang wajib dalam permasalah Palestina ini adalah: Perbuatan, dan bukan hanya kata-kata kosong!

Dan diantara hal yang harus disebutkan pada kesempatan kali ini adalah:

Bahwasannya Salafiyyin tidak pernah lalai dalam hal menjelaskan dan menyuarakan (permasalahan Palestina ini)!

Mereka tidak tinggal diam serta tidak akan pernah diam!

Dan sebagaimana yang telah Saya jelaskan bahwa (sikap mereka itu) sesuai dengan Maqaashiid Syar’iyyah dan sesuai dengan kaidah-kaidahnya, yaitu:

Bahwasannya menyelisihi Ahlul Kitab -yakni Yahudi dan Nashrani- telah tertanam kuat dalam perasaan setiap Salafi dalam segala urusan kehidupannya, cara pandangnya, dan akhlaknya.”

-selesai nukilan-

===============

💻 Sumber: http://meshhoor.com/fatawa/1752/
📝 Penerjemah: Muhammad Hilman Alfiqhy.

Print Friendly, PDF & Email

4 Comments

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wa Barakatuh..
    Berarti pasukan Izzuddin Al-Qassam bukan kelompok Hamas ya akhy..??

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Itu kelompok hammas,
    HAMAS menamakan pasukan mereka dgn nama mujahid SALAFI tersebut,
    Mujahid tersebut sudah wafat tahun 1935 M, sedangkan hamas didirikan tahun 1984 M , jadi terpaut jauh,
    Izzudin Alqassam itu dai SALAFI, hamas malah bekerja sama dengan syiah yang memusuhi dakwah SALAFI

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wa Barakatuh

    apakah HAMAS sekarang masih bekerja sama dengan syiah dan memusuhi dakwah salaf,afwan min???

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Masih bekerjasama dengan syiah, dan bukan di atas manhaj salaf

  3. assalamu’alaikum warahmatullahi wa Barakatuh

    afwan, apakah ada bukti otentik nya bahwa hamas itu bekerja sama dengan syiah?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,

    Ada, bahkan videonyapun ada, dan sudah ada ulama yang menasehati hamas ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*