SALAFI ialah SETIAP ORANG yang berada di atas MANHAJ SALAF dalam ‘AKIDAH, Syariat, AKHLAK dan DAKWAH

Salafi

Siapakah Salafi Itu ?

Salafi ialah setiap orang yang berada di atas manhaj Salaf dalam ‘Akidah, Syariat, Akhlak dan Dakwah.
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah ( wafat tahun 748 H ) berkali-kali menggunakan istilah Salafi dalam kitabnya, Siyar A’laamin Nubalaa’. Diantaranya beliau menyebutkan bahwa Imam ad-Daraquthni rahimahullah ( wafat tahun 385 H ) adalah seorang imam Ahlul Hadits yang ahli tentang ‘illat ( penyakit-penyakit ) dalam hadits, dan orang-orang yang benci kepada Ilmu Kalam. Beliau belum pernah mendalami ilmu kalam, juga tidak mendalami tentang debat bahkan dia seorang Salafi.1

Demikian juga Imam Abu ‘Utsman ash-Shabuni rahimahullah ( wafat tahun 449 H ) menggunakan istilah Salaf dalam kitabnya, ‘Aqiidatus Salaf Ash-haabul Hadiits.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang yang mengikuti para Salaf. Bahkan orang belakangan -sampai hari kiamat- jika berada di atas jalannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya radhiyallaahu’anhu, maka dia adalah Salafi. 2

Al-Lajnah ad-Daa-imah yang diketuai oleh Syaikh Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah ( wafat tahun 1420 H ) pernah ditanya : Apakah yang dimaksud dengan Salafiyyah dan bagaimana pendapat Antum sekalian tentangnya ?
Maka Lajnah menjawab : As-Salafiyyah adalah penisbatan kepada Salaf, sedangkan Salaf adalah para Shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para imam pembawa petunjuk pada masa tiga kurun pertama- semoga Allah meridhai mereka- yang disaksikan dengan kebaikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melalui sabda beliau,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ مِنْ بَعْدِهِمْ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَتُهُمْ أَيْمَانَهُمْ وَأَيْمَانُهُمْ شَهَادَتَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini ( yaitu masa para Shahabat ), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Kemudian setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” ( Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, al-Bukhari, dan Muslim). 3

Sedangkan Salafiyyun adalah bentuk jamak dari Salafi sebuah nisbat kepada Salaf, dan maknanya telah dijelaskan. Mereka adalah orang-orang yang berjalan di atas manhaj Salaf dalam mengikuti Al-Kitab ( Al-Quran ) dan As-Sunnah, mendakwahkan keduanya, dan mengamalkan keduanya. Maka dengan hal itu mereka adalah AhlusSunnah wal Jama’ah. Wabillaahit taufiq. 4

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah berkata, 5 “Salafiyyah artinya berjalan di atas manhaj Salaf, yaitu para Shahabat, Tabi’in, dan generasi-generasi yang diutamakan, dalam ‘aqidah, pemahaman maupun tingkah laku, dan seorang Muslim wajib menempuh manhaj ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالسّٰبِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهٰجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسٰنٍ رَّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah…” ( QS. At-taubah : 100 )

Dan Allah ta’ala berfirman,

 وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka ( Muhajirin dan Anshar ), mereka berdo’a,’ Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Rabb kami sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha penyayang.”
( QS. Al-Hasyr : 10 )

Dan Rasulullah bersabda,

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَ فًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“… Sungguh, siapa saja di antara kalian yang hidup sesudahku, akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnah-ku dan Sunnah Kuhlafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan ( dalam agama ), karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.’6

Footnote :
1. Lihat Siyar A’laamin Nubalaa’ (XVI/457)
2. Syarah al-‘Aqiidah al-Waasithiyyahh (I/54)
3. Shahih : HR. Al-Bukhari ( no. 2652, 3651, 6429, 6658 ) dan Muslim (no. 2533 (212) ) dan lainnya dari Shahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini mutawatir sebagaimana telah ditegaskan oelh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Ishaabah (I/12), as-Suyuthi dalam Qathful Azhaar al-Mutanaatsirah fil Akh-baaril Mutawaatirah ( no. 108, cet I, al-Maktab al-Islami, tahun 1415 H ). -Pen
4. Fataawaa al-Lajnah ad-Daa-imah lil Buhuuts al-‘Ilmiyyah wal iftaa’ (II/242-243, fatwa no. 1361).
5. Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahijil Jadiidah ( halaman 157-158 ).
6. Shahih : HR Ahmad (IV/126-127), Abu Dawyd ( no. 4607, ini lafazhnya ), at-Tirmidzi ( no. 2676), ad-Darimi (I/44), dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/205). Dishahihkan oleh Al-hakim (I/95) dan disepakati oleh adz-Dzahabi dari Shahabat ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 2455).

Sumber : Buku Mulia Dengan Manhaj Salaf karya Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas, halaman 22 – 25 , Penerbit Pustaka At-Taqwa cetakan ke 11.

Ingin mengetahui apa itu Manhaj Salaf ?

Miliki bukunya , bisa pesan dengan mengirimkan pesan SMS atau Whatsapp ke 0812 1207 0001

Format pesan : MDMS_ Nama_Alamat ( sebutkan nama kecamatannya juga ) 

Print Friendly, PDF & Email

3 Comments

  1. Assalamualaikum.
    Gimana ustadz yang saya pernah dengar dari beberapa ustadz (ustadz Somad, Adi Hidayat) bilang pada dasarnya kita-kita ini semua SALAFI, apakah ini bisa dibenarkan ? atau bahkan ustadz Abdullah Hadromi ? Mohon penjelasannya. Sukron.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Itu penjelasan orang yang GA PAHAM apa itu SALAFI

  2. kenapa salafi di arab saudi melaksanakan khaul tahunan..bukan kah itu bid’ah yg konsisten dong!

    Panutan kita bukanlah SAUDI, tapi NABI,
    Jadi, ga ada perintah dari nabi agar kita ikut praktek saudi,.
    Jadi kita justru ingin konsisten, karena ingin ikut ajaran nabi, bukan ajaran saudi,..
    SALAFI itu bukan pengikut SAUDI, tapi pengikut salafus shalih,

    Apa sih salafi itu, silahkan anda baca lagi artikelnya,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*