Dalil Disunnahkannya Shalat Taubat , Kapan Dilakukannya Dan Seperti Apa Tatacara Melakukannya

*SHALAT TAUBAT*

_Diantara rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap ummat ini adalah adanya pintu taubat, dan pintu ini senantiasa terbuka, kecuali jika ruh sudah sampai pada tenggorokan, atau matahari terbit dari sebelah barat. Selain itu Allah juga menjadikan shalat sebagai salah satu dari sebaik-baiknya ibadah yang dengannya seorang hamba pendosa bertawassul kepada Rabbnya, berharap taubatnya diterima. Shalat tersebut dinamakan shalat “Taubat”_

*1. Dalil Disyariatkannya shalat taubat*
════════════════════
*Para ulama telah ijma* (sepakat) bahwa shalat taubat itu *disyariatkan*. Diantara Dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari Abu Bakar Ash-shiddiq radhiyallahu anhu, ia berkata: “aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda”:

*مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَه*

_*’Tidaklah seseorang berbuat dosa, lalu ia bersuci dengan baik, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat, lalu mohon ampun kepada Allah, kecuali Allah pasti mengampuni dosanya’ , kemudian beliau Shallallahu alaihi wasallam membaca ayat berikut:*_

*(وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ)*

_*Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui*_ [Surat Ali Imran: 135] (HR. Abu Dawud, No. 1521, dishahihkan oleh al-Albany dalam shahih Abu Dawud)

*2. Sebab Melaksanakan shalat Taubat*
════════════════════
Sebab shalat taubat adalah *jika seorang muslim terjatuh kepada maksiat,* _baik dosa besar ataupun dosa kecil,_ maka seorang muslim wajib bersegera untuk bertaubat, dan dianjurkan untuk shalat taubat 2 raka’at, karena shalat adalah di antara amalan yang paling afdhal, maka *sang pendosa bertawassul* _dengan melaksanakan shalat ini supaya Allah menerima taubatnya dan mengampuni dosanya._

*3. Waktu shalat taubat*
════════════════════
Dianjurkan bagi seorang muslim yang berazam untuk bertaubat dari dosa yang telah ia perbuat, agar melaksanakan shalat taubat ini, baik taubat itu dilakukan segera setelah melakukan dosa ataupun ditunda. Walaupun tentunya seorang muslim itu harus bersegera di dalam bertaubat. Namun walaupun taubat itu ditunda dan diakhirkan, tetap diterima. *Karena taubat akan senantiasa diterima selama belum terjadi hal-hal berikut:*

*A. Jika nyawa sudah berada di kerongkongan,* karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

*إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ*

_*Sesungguhnya Allah senantiasa menerima taubat seorang hamba selagi nyawanya belum sampai kerongkongan*_ (HR. At-Timidzi, no. 3537, dihasankan oleh al-Albany)

*B. Matahari terbit dari barat,* Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

*مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْه*

_*Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah pasti Mengampuninya*_ (HR. Muslim, no. 2703)

*Dan shalat ini boleh dikerjakan sepanjang waktu,* bahkan di Waktu-waktu yang terlarang (seperti setelah shalat Ashar) karena shalat taubat *termasuk shalat yang memiliki sebab*, sehingga disyariatkan ketika ada sebabnya.

*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:* _”Shalat dzawatul asbab (yang memiliki sebab) akan hilang kesempatannya bila ditunda karena bertepatan dengan waktu terlarang, seperti sujud tilawah, tahiyyatul masjid, shalat gerhana, setelah wudhu, sebagaimana disebutkan dalam hadits Bilal, demikian pula shalat istikharah (boleh dilakukan pada waktu terlarang) bila dengan ditunda akan menyebabkan masalah yang ingin diistikharahkan terlewat. Begitu juga shalat taubat, karena jika seseorang berbuat dosa maka wajib segera bertaubat, dan disunnahkan untuk shalat taubat dua raka’at, kemudian ia memohon ampun, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Bakar (di atas)_ (Majmu Fatawa, 23/215)

*4. Tatacara shalat taubat*
════════════════════
*Shalat taubat terdiri dari 2 raka’at, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Bakar di atas*

*Shalat tersebut dilakukan secara munfarid* (tidak berjama’ah), setelah selesai shalat, maka disunnahkan untuk memohon ampun kepada Allah, berdasarkan kepada hadist Abu Bakar yang telah disebutkan di atas.

*Tidak ada keterangan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang menyebutkan disunnahkan membaca surat tertentu, sehingga orang yang shalat taubat dapat membaca surat apapun yang dia kehendaki.*

Dianjurkan bagi yang bertaubat untuk bersungguh-sungguh melakukan amal kebaikan bersamaan dengan shalat ini, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

*(وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ)*

_*Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.*_
[Surat Tha ha: 82]

Diantara *amal yang paling utama untuk dilakukan oleh orang yang bertaubat adalah shadaqah*, karena shadaqah termasuk sebab yang potensial untuk menghapus dosa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

*(إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ)*

_*Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.*_ [Surat Al-Baqarah 271]

Terdapat hadist yang shahih dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu, bahwasanya ia berkata ketika Allah mengampuninya:

*يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ : أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ : فَإِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِي الَّذِي بِخَيْبَرَ.*

_*”Wahai Rasulullah, sesungguhnya untuk melaksanakan taubatu aku berkehendak mengeluarkan seluruh hartaku sebagai shadaqah di jalan Allah dan Rosul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam”. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Simpanlah sebagian hartamu karena itu lebih baik bagimu”. Aku berkata lagi: “Sesungguhnya aku menyimpan hartaku yaitu bagianku yang ada di tanah Khaibar”.*_ (HR. Al-Bukhari, 2757)

*Ringkasan:*
‎════════════════════
*1. Shalat taubat adalah sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.*
*2. Shalat taubah disyari’atkan untuk setiap dosa, baik besar maupun kecil, segera setelah melakukan dosa, ataupun telah berlalu sekian waktu*
*3. ‎Shalat taubah boleh dilakukan sepanjang waktu, bahkan pada Waktu-waktu terlarang*
*4. ‎ dianjurkan bagi yang bertaubat untuk menyertakan ibadah lainnya, disamping shalat taubat, seperti shadaqah, atau lainnya.*

*وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.*
════════════════════
Dialih bahasakan dari:
https://islamqa.info/ar/98030

Oleh: *Hafizh Abdul Rohman (Abu Ayman)*

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*