Bedanya Mengambil ILMU Secara Mulazamah Di Masjid Dan Belajar Di Universitas

Aslibumiayu Belajar Agama Di Universitas Apa Di Masjid Mulazamah Di Indonesia

Apa Bedanya ?

“Tidaklah samar perbedaan antara:

– Penuntut ilmu yang mengambil ilmu dari Masya-yikh (guru-guru) yang ada di masjid-masjid,

– Dengan penuntut ilmu yang belajar di universitas-universitas resmi.

Maka, untuk penuntut Ilmu yang mengambil ilmu dari masya-yikh: Anda akan dapati dirinya begitu semangat, rakus, dan cinta dalam menuntut ilmu.

Dan (keutamaan) ini umumnya tidak akan anda dapati pada para penuntut ilmu yang belajar di Universitas.

Dan keberkahan untuk mengambil manfaat dari ilmu Masya-yikh di masjid-masjid lebih besar (dibanding orang yang belajar di Universitas). Dan (keutamaan) ini sangat jelas sekali hampir-hampir tidak tersamar.

Seorang Syaikh yang diambil ilmunya di masjid adalah lebih berilmu, dan umumnya mereka adalah para ahli ilmu Kibar, berbeda dengan (Masya-yikh) yang mengajar di universitas-universitas, sebagian mereka sedikit ilmunya, bahkan di antara mereka terdapat orang-orang bodoh -meskipun sebagian mereka mencantumkan gelar DOKTOR sebelum namanya-.

Orang tua kami Al-‘Alaamah Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin -rahimahullaah- pernah berkata:

“Yang menjadi masalah adalah: Bahwa orang seperti ini (orang jahil bergelar DOKTOR) dikatakan sebagai orang yang mempunyai ilmu, akan tetapi sebatas ilmu lembaran-lembaran kertas yang diberikan kepada seseorang sebagai bentuk Ijazahnya, yang menunjukan bahwa dia Alumni Fakultas ini dan itu.”

[An-Nubadz Fii Adaabil ‘Ilmi (23), karya: Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Utsman]

Sumber : Copas dari akun fb Ustadz Ahmad Hendrix Eskanto

Print Friendly, PDF & Email

6 Comments

  1. Dari kemarin anda ini sperti menyindir . . .
    Doktor siapa yg ada maksd?
    Dr, Syafiq? Dr Khalid?

    Apakah anda lebih berilmu dari doktorĀ² yg anda sindir?

    anda sibuk mengatakan ustadz A Jemaah tahzir, anda sendiri sibuk mentahzir sana sini

    Yang biasa hadir di kajian ustadz sepuh Insya Allah paham, sering disindir juga koq di kajian, termasuk dengan adanya dewan fatwa ormas,

    • Jangan baper, bentuk tahdzir admin bumi ayu sangat baik. Toh doktor a, atau b tidak sewot. Dan saya juga setuju bahwa manhaj salaf tidak boleh berhizb.

      Tidak ditemukan, ulama terdahulu yaitu para tabi’in kemudian para muridnya berhizb. Ulama-ulama terkenal yang menoreh tinta emas kitab-kitab fikih dan hadits berhizb. Betul atau tidak?

      Wallahu a’lam

    • Jangan baper, bentuk tahdzir admin bumi ayu sangat baik. Toh doktor a, atau b tidak sewot. Dan saya juga setuju bahwa manhaj salaf tidak boleh berhizb.

      Tidak ditemukan, ulama terdahulu yaitu para tabi’in kemudian para muridnya berhizb. Ulama-ulama terkenal yang menoreh tinta emas kitab-kitab fikih dan hadits tidak berhizb. Betul atau tidak?

      Wallahu a’lam

  2. Gimana dengab lajnah Ad-Daimah yang pernah diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz? Apakah itu termasuk hizb? Afwan Ana masih awam…

    Itu bukan hizb,
    Mereka adalah dewan fatwa, berisi kumpulan ulama-ulama mujtahid, berbeda dengan dewan fatwa ORMAS,

    • Bedanya dengan dewan fatwa ormas apa? Afwan nanya lagi

      Alirsyad itu HIZB, maka dewan fatwa alirsyad itu dewan fatwa hizbiyyah

  3. bagaimana dg duktur jember yg sering membuat status samar itu tadz?? sepertinya beliau kog semakin jauh saja ya.

    Sudah ada postingannya, ketika doktor menjadi paranormal, baca di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*