Ketika Fitnah Melanda, Mendekatlah Kepada Ulama

*Faidah Tentang Adanya Pengaruh (Ketenangan) Tatkala Senantiasa Menyertai Ulama Besar (Kibaar) Terutama Ketika Petaka Fitnah Melanda*

*¦ فائدة في أثر لزوم أهل العلم الكبار لاسيما عند الفتن ¦*

📖 Allah Ta’ala berfirman:

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ لِيَزۡدَادُوٓاْ إِيمَٰنٗا مَّعَ إِيمَٰنِهِمۡۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمٗا [ الفتح:4]

Artinya : _“Dialah yang telah menurunkan *ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin* supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”_ [Al Fath:4]

هذا من دقائق صفات المؤمنين، وهو أن الله ينزل في قلوبهم السكينة والطمأنينة كما ذكر الله في هذه الآية؛ فإذا ضاقت النفوس وحرجت وتشوّشت الخواطر فإن الكمّل من المؤمنين تنزل عليهم السكينة.

▶Ini merupakan diantara perincian sifat-sifat kaum Mukminin, yaitu: Allah menurunkan kepada mereka ketenangan dan ketentraman, sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam ayat ini bahwasannya: apabila jiwa-jiwa merasa sempit dan tertekan serta pikiran-pikiran menjadi kacau, maka sungguh ketenangan akan turun pada orang-orang Mukmin yang sempurna.

• وتأمّل هذا في أحوال كمّل العلماء إذا وردت الفتن، فإنك ترى على حالهم من كمال الإقبال على ما فيه مصالحهُم وعدم التشوّش بهذه الواردات ما لا يكون لغيرهم.

▶Renungkanlah hal ini pada keadaan para Ulama yang sempurna, tatkala fitnah-fitnah datang melanda, niscaya akan kau lihat keadaan mereka: *berupa kesempurnaan sikap mengedepankan hal-hal yang mengandung kemaslahatan; dan saat fitnah-fitnah tersebut datang, pendirian mereka pun tidak kacau seperti yang terjadi pada yang selain mereka.*

• واقرأ ما ذكره ابن القيم في مدارج السالكين في منزلة السكينة عندما ذكر أنه كانت إذا وردت عليهمُ البلايا وتكاثرت عليهمُ المصائب وتصايحت بهم الفرق والطوائف: جاءوا إلى شيخ الإسلام أبي العباسِ ابن تيمية فما أن يجلسوا في مجلسه حتى يجدوا برد السّكينة والطمأنينة.

▶Bacalah apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Madaarijus-Saalikiin mengenai kedudukan Ketenangan (As-Sakiinah) ini, ketika ia menyebutkan bahwasannya tatkala datang pada mereka bala’ dan berbagai musibah, sekte-sekte serta kelompok-kelompok menjerit-jerit untuk menyerang mereka: mereka datang kepada Syaikhul Islam; Abul Abbas Ibnu Taimiyyah, lalu tatkala mereka duduk di majlis beliau maka mereka pun mendapati ketenangan dan ketentraman.

فانظر لكمال حاله من الإيمان نزلت السكينة على قلبه وكان لهذه السكينة أثر على المؤمنين من حوله.

▶Lihatlah kesempurnaan keadaan Syaikhul Islam: berupa keimanan; yang mana turunlah kepada hati beliau ketenangan, *lalu ketenangan itu pun berpengaruh terhadap orang-orang Mukmin yang berada di sekitar beliau.*

• وبهذا تعرف شيئا واحدا من آثار صحبةِ العلماء الكبار الراسخين في العلم وأن صحبتهم خيرٌ وأنفع وأعظم من صحبة الناشئة من طلبة العلم وإن كان من طلبة العلم الناشئة من هو أعظم علما، إلا أنّ عند أولئك من الحقائق القلبية ما لا يكون عند الناشئين من طلبة العلم، كمثل هذه الحال التي ترد عليهم فيها السّكينة والطمأنينة، فيكون لذلك أثرٌ على من حولهم بتطمينهم وتسكينهم وصرفِهم إلى ما فيه مصالحهم.

▶Dengan ini, *kau akan mengetahui satu faedah diantara pengaruh-pengaruh dari menyertai para Ulama Kibaar (besar) yang kokoh ilmunya; dan bahwasannya menyertai mereka merupakan suatu kebaikan, lebih bermanfaat, dan lebih agung daripada menyertai ‘orang yang baru muncul’* dari kalangan Thalibul ‘ilmi (Penuntut ilmu Syar’i)!
*Bahkan seandainya bila diantara ‘orang-orang yang baru muncul’ tersebut ada yang lebih besar ilmunya!* Namun, pada para Ulama Kibaar (besar) itu terdapat hakikat-hakikat hati yang tidak dimiliki oleh ‘orang-orang yang baru muncul’ dari kalangan Thullaabul ‘ilmi (para Penuntut ilmu Syar’i), yakni: *hakikat yang ada pada hati para ulama kibar berupa ketenangan dan ketentraman yang mana hal tersebut pun bahkan berpengaruh terhadap orang-orang yang ada disekitar mereka, yaitu: menenangkan mereka dan menentramkan mereka serta mengarahkan mereka kepada apa-apa yang bermaslahat bagi mereka.*

• ومن تلمّس هذا في الفتن التي مرّت على هذه البلاد ونظر إلى ما كان عليه العلماءُ الكبار كابن باز وابنِ عثيمين من ثبات أقدامهم وطمأنينة قلوبهم وسكينة نفوسهم وعدم تغيّرِ أحوالهم عما نشأوا عليه عَرَف الفرق بين العلماء الرّاسخين ومن لم ترسخ قدمه.

▶Siapapun yang merenungkan hal tersebut ketika terjadi banyak fitnah yang menimpa negeri ini; lalu melihat terhadap sikap para Ulama Kibaar, seperti Syaikh Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin; berupa keteguhan mereka, ketenangan hati mereka, ketentraman jiwa mereka, dan keadaan mereka yang tidak plin-plan di atas kebenaran yang mereka tumbuh padanya; niscaya ia akan melihat perbedaan antara ulama yang kokoh dan yang tidak kokoh pendiriannya.

• فإن من لم ترسخ قدمه يتحيّر ويتغيّر ويتلوّن، أما الراسخ قدمه فإنه يبقى على سير واحد وطريق واحد ؛ لأن المراد واحد، والطريق واحد، والسائق واحد:
فالمراد وجه الله،
والطريق سبيل الله،
والسائق طلب رضا الله.

▶Karena, orang yang tidak kokoh pendiriannya akan kebingungan, plin-plan, berubah-ubah ‘warna’! Sedangkan orang yang kokoh pendiriannya maka sungguh ia akan tetap di atas satu perjalanan dan satu jalan, *karena: tujuannya satu, jalannya satu, dan pengemudinya pun satu.*

Yakni: *tujuannya adalah Allah, jalannya adalah jalan Allah (fii sabiilillaah), dan kemudinya adalah mencari ridha Allah.*

فإذا اختلف شيء من هذه الأمور الثلاثة بأن كان المراد غير الله، أو كان الطريق غير الطريق التي أمر الله، أو كان السائق غير السائق الذي أذن به الله، = فعند ذلك يحصل للعبد تغيّر وتحوّر وتهوّر في أحوال كثيرة.

▶Apabila ada salah satu saja dari ketiga hal tersebut yang berbeda, semisal: tujuannya bukan karena Allah, atau jalannya bukan jalan yang diperintahkan Allah (untuk ditempuh), atau pengemudinya bukan pengemudi yang diizinkan oleh Allah, maka ketika itulah seorang hamba akan mudah plin-plan, kebingungan, dan roboh pada banyak keadaan.

• وإنما يسلّمك منها أن تحرص على صحبة العلماء العاملين الرّاسخين الذين كبرت أسنانهم، وعظمت أقدارهم، وظهرت علومهم، وثبتت أقدامهم، وظهر لكلّ ذي عينين أنّهم الثابتون وغيرهم المتغيّرون، وأنهم المصيبون وغيرُهم المخطئون. نسأل الله أن يهدي ضالّ المسلمين.”

▶ *Yang akan menyelamatkanmu dari keadaan tersebut hanyalah dengan menyertai para Ulama yang mengamalkan ilmu yang kokoh serta yang telah sepuh (tua) umurnya, yang telah tinggi kehormatannya, yang telah tampak ilmunya, telah kokoh pendiriannya;* dan yang sifat mereka telah jelas terlihat -oleh orang yang memiliki pandangan- bahwa mereka itu para ulama yang teguh pendirian sedangkan yang selain mereka berubah-ubah pendiriannya, dan yang jelas terlihat bahwa para Ulama tersebut yang benar sedangkan yang selain dari mereka salah!

Kami memohon kepada Allah agar Dia memberikan hidayah terhadap kaum Muslimin yang menyimpang.

================

📜Faedah dari Syaikh Dr. Shalih Al Ushaimiy –hafizhahullah- di Twitter:

‏•••═══ ༻✿༺═══ •••
قناة فوائد الشيخ د. صالح العصيمي.
t.me/Dr_alosimi

=================
📑 Alih Bahasa: Mochammad Hilman Alfiqhy
Bandung, 24 Dzul Qa’dah 1439 H.

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*